Pokok Bahasan:
Sub Pokok Bahasan :
2.1. DNA, RNA dan kromosom 2.2. Struktur gen
1. 1869: DNA teridentifikasi sebagai benang halus pada darah putih yang diberi ethanol dingin
2. 1935: DNA murni berhasil diisolasi
3. 1941: diajukan hipotesis satu gen-satu enzim
4. 1953: struktur molekul DNA terungkap
Sejarah:
5. 1966: kode genetik dapat dipecahkan
6. 1969: pertama kali gen dapat diisolasi
7. 1980: teknik penggandaan DNA secara buatan dapat dilakukan dengan mesin PCR (Polymerase Chain Reaction)
8. 1984: Dikembangkan sistem sidik jari DNA (DNA finger printing)
phosphate deoxyribose nucleoside nucleotide O O HO O C OH H H N H2 P OH 1 2 5 4 3 base AGTC H
Bahan Penyusun DNA :
DNA: Deoxyribo Nucleic Acid, merupakan bahan dasar
genetik yang terbentuk dari tiga komponen yaitu: basa, gula dan phosphat
1. Basa, yang merupakan bahan dasar penyandi genetik.
Terdiri dari empat jenis yaitu
Adenine, Guanine, Thymine, dan Cytosine.
2. Gula, jenis gula yang merupakan penyusun DNA adalah gula
dengan 5 C, dimana 4 C menyusun cincin dan C kelima menempel
pada C no 4. Oleh karena C
no 2 kehilangan O, maka gula
tersebut dinamakan deoxyribose. Basa berikatan dengan
deoxyribose pada C no 1.
gabungan antara basa dengan deoxyribose disebut nucleosida.
3. Phosphat. Senyawa phospat berguna untuk mengikat gula-dengan-gula, dimana phospat tersebut berikatan dengan gula pada C no 5. Ikatan nucleosida dengan phospat disebut
Struktur Kimia Basa
Empat basa penyusun DNA
berdasarkan struktur kimianya dapat dikategorikan menjadi 2 yaitu:
1. Kelompok pyrimidine 2. Kelompok purine
1. Kelompok Pyrimidine.
Basa kelompok ini terbentuk dari satu cincin yang terdiri dari 4 C dan 2 N. Kedua
basa itu adalah Thymine dan Cytosine
2. Kelompok Purine.
Basa kelompok ini terbentuk dari dua cincin yang terdiri dari 5 C dan 4 N. Kedua
basa itu adalah Adenine dan
Ikatan antar Basa.
Dalam pembentukan DNA terdapat 2 utas yang saling berikatan, ikatan ini karena
antar basa dapat dihubungkan oleh unsur hydrogen,
sehingga ikatan antar basa disebut ikatan hydrogen.
Berdasarkan jumlah ikatan
dibagi 2, yaitu:
1.Basa-basa berikatan dua, yaitu Thymine (T) dari
Pyrimidine dengan Adenine
(A) dari Purine
2.Basa-basa berikatan tiga, yaitu Cytosine (C) dari
Pyrimidine dengan Guanine
Pola ikatan hydrogen seperti itu menyebabkan terjadi
komplementasi, yaitu antara
T-A dan C-G, yang penting bagi proses replikasi dan ekspresi gen.
Demikian juga jumlah basa Pyrimidine akan sama
dengan basa Purine, tetapi
jumlah basa berikatan 2 tidak selalu sama dengan jumlah basa berikatan 3.
Basa O C C N C N C H H H O CH3 THYMINE O C C N C N C H H N H H H CYTOSINE Pyrimidine N N N N C C C C N C H N H H ADENINE O N N N C C C C N C H N H H H GUANINE Purine Hydrogen bond
Penyusunan Basa :
ikatan antar deoxyribose terjadi ketika senyawa Phospat pada C no 5 berikatan dengan C no 3 pada deoxyribose yang lain.
Ikatan ini disebut ikatan phospho-diester,
ikatan antar deoxyribose disebut juga tulang belakang (back bone) DNA
Oleh karena P pada C no 5 berikatan dengan P pada C no 3, maka pergerakan pembentukan utas akan
berupa gerakan dari C no 5 ke C no 3, sehingga ujung awal utas DNA/RNA disebut ujung 5’, sedangkan ujung akhirnya disebut ujung 3’.
Pada DNA yang memiliki utas ganda arah pergerakan antar utas saling berlawanan,
sehingga posisi basa tidak selalu tepat sejajar, hal ini mengakibatkan utas ganda DNA menjadi berpilin
Penyusunan Basa: A T T A C 3’ 5’ T G G A 3’ 5’ C C G CATGGA GTACCT 5’ 3’ 3’ 5’ AGTC O O HO O C OH H H N H2 P OH 1 2 5 4 3 H AGTC O O HO O C O H H N H2 P OH 1 2 5 4 3 H AGTC O O O H2C OH H H N O 1 2 5 4 3 H P phospho diester bond AGTC O O HO O C OH H H N H2 P OH 1 2 5 4 3 H AGTC O O HO O C O H H N H2 P OH 1 2 5 4 3 H AGTC O O O H2C OH H H N O 1 2 5 4 3 H P phospho diester bond
Susunan basa pada DNA dapat divisualisasikan melalui mesin yang disebut DNA sequencer. Pada saat ini biasanya basa C disajikan dalam warna biru,
basa G dalam warna hitam,
basa T dalam warna merah dan basa A dalam warna hijau.
Visualisasi susunan basa dari mesin DNA sequencer
Susunan basa dari dari suatu fragment DNA hasil analisis
Perbedaan DNA dengan RNA
Komponen DNA RNA
Gula Gula pada DNA kehilangan unsur Oxygen pada C no 5, sehingga diberi nama deoxyribose
Gula pada RNA masih memiliki Oxygen pada C no 2, sehingga diberi
nama Ribose
Basa Basa Pyrimidine dengan dua ikatan Hydrogen, Thymine, memiliki CH3 pada salah satu C
penyusun Cincin
Basa Thymine pada RNA tidak memiliki CH3 pada salah satu C
penyusunnya, dan disebut Uracyl
Gula Basa Utas O H3C OH H H 1 2 5 4 3 H O H3C OH OH H 1 2 5 4 3 H deoxyribose ribose O C C N C N C H H H O CH3 O C C N C N C H H H O H Thymine Uracil ganda tunggal DNA RNA RNA:
Pengandaan DNA :
Penggandaan DNA, dilakukan secara semi conservative, yaitu pada setiap fragment DNA yang
baru terbentuk masih terdapat satu utas dari fragment yang
sebelumnya. Proses ini
dimungkinkan karena adanya
sistem komplementasi antara basa T dengan A, dan basa C dengan G.
Tetua Tetua
Langkah Penggandaan DNA :
1. Pemecahan (Cleavage) utas Ganda DNA pada suatu
tempat (Cleavage Site) yang memisahkan 2 utas sehingga dapat dilakukan
2. Penggandaan utas melalui proses komplementasi.
Enzim DNA Polymerase
melakukan pembentukan utas DNA baru sesuai dengan
3. Penutupan Nick. Oleh karena
pemanjangan rantai DNA selalu mengikuti pola 5’-3’, maka pada utas yang arah 5’-3’ nya searah dengan arah cleavage, proses komplementasi terhenti
menunggu cleavege cukup besar, sehingga menyebabkan ada gap antar rangkaian basa, gap ini
disebut nick, yang harus ditutup agar fragment DNA baru
Nick tidak terdapat pada utas dengan arah 5’-3’ nya
berlawanan dengan arah cleavage, karena proses pemanjangan utas baru
Pengandaan DNA: parent parent replica 3’ 5’ 5’ 3’ 5’ 3’ 5’ 3’
Kromosom
DNA TANAMAN tersebar baik dalam inti sel, maupun dalam sitoplasma.
DNA inti sel tersusun dalam kromosom, DNA sitoplasma terdapat dalam plastid,
mitochondria, yang jumlahnya lebih dari 1,
sel tanaman terdapat tiga genom, yaitu genom inti, genom mitochondria dan genom plastid.
plastid
mitokondria
Pembentukan kromosom
Dari utas ganda DNA yang memiliki ketebalan 2 nm, mengalami beberapa proses sebelum membentuk kromosom dengan ketebalan 700 nm, yaitu:
1. Utas ganda DNA mengikat histone, sehingga mencapai ketebalan
11 nm.
2. DNA yang sudah mengikat histone bergabung hingga dua lapis,
sehingga mencapai ketebalan 30 nm.
3. Gabungan diatas memendek membentuk pola gelombang dengan lebar antara puncak dan lembah gelombang
sebesar 300 nm.
4. Pola gelombang tersebut membentuk pola memilin
dengan ketebalan 700 nm. Pola pilinan tersebut akhirnya yang nampak sebagai massa
2 nm
11 nm
30 nm
300 nm
telomere
centromere euchromatin
heterochromatin Struktur kromosom :
Centromere:
Bagian kromosom yang
berasosiasi dengan benang
gelendong, ketika pembelahan mitosis ataupun meiosis.
Telomere:
Ujung kromosom yang terdiri dari sekuens DNA yang
dibutuhkan untuk stabilitas
ujung kromosom. telomere
centromere
euchromatin heterochromatin
Heterochromatin:
Bagian kromosom yang cenderung padat pilinannya, jelas tampak pada interfase,
umumnya berada disekitar centromere and telomere
Euchromatin: Merupakan bagian
kromosom yang memiliki kepadatan normal dan mengalami siklus kondensasi,
cenderung kurang memilin pada interfase. Gen-gen aktif umumnya berada pada
bagian ini.
telomere
centromere
euchromatin heterochromatin
Nama Ilmiah Nama Umum Genome Size (MegaBp)
Allium cepa Bawang merah 1592
Arabidopsis thaliana Arabidopsis 127
Avena sativa Oat 11315
Beta vulgaris ssp esculenta Bit Gula 758
Brassica napus Canola 1182
Capsicum annuum Cabe 2702
Citrus sinensis Jeruk 382
Glycine max Kedele 1115
Gossypium hirsutum Kapas 2246
Hordeum vulgare Barley 4873
Lactuca sativa Lettuce 2639
Lycopersicon esculentum Tomat 953
Malus x domestica Apple 769
Manihot esculenta Singkong 760
Musa sp Pisang 873
Nicotiana tabacum Tembakau 4434
Oryza sativa Padi 331
Phaseolus vulgaris bean 637
Saccharum sp. Tebu 3000
Sorghum bicolor Sorghum 760
Triticum aestivum Gandum 15966
Zea mays Jagung 2504
Gen: merupakan fragment DNA yang dapat ditranskripsikan
menjadi RNA dan diterjemahkan
menjadi protein, yang selanjutnya mampu
mempengaruhi proses fisiologi tanaman maupun fenotifnya.
1.Regulator 2.Promoter
3.Transcribed Region
(Bagian yang ditranskripsikan)
4.Terminator
Pada dasarnya Gen tersusun oleh empat komponen :
Termination site
TATA EXON INTRON EXON AAUAA
Transcribed region Start site promoter regulator ORF UTR UTR AUG UGA,UAA,UAG
Poly A tailing site
chromosome
Regulator
Merupakan bagian dari gen yang
berperan dalam pola aktivasi suatu gen, pada rangkaian
fisiologis apa, pada kondisi apa, pada fase perkembangan apa, atau pada organ apa. Umumnya berada pada awal sebuah gen
Regulator terdiri dari responsive element seperti :
1. HSE (Heat Shock-response Element)
2. GRE (Glucocorticoid Response Element)
3. SRE (Serum Response Element)
Promoter
Merupakan bagian dari gen yang berperan dalam
penentuan utas mana yang akan dikode untuk ditraskripsikan, dan kapan titik awal transkripsi akan dilakukan.
Letak promotor berada sebelum titik awal transkripsi, sehingga jarak dari titik inisiasi dinotasikan dengan tanda -, atau disebut arah
downstream.
Promotor yang paling umum terdapat dalam gen tanaman adalah TATA box.
Promoter Terminator Coding Strand Template Strand +1 Upstream Downstream
a
b
c
d
Jenis-jenis promotor :
1. TATA box (TATAAA, 10 bp)
2. CAAT box (GGCCAATCT, 22 bp) 3. GC box ( GGGCGG, 20bp)
4. Octamer (ATTTGCAT, 20 bp) 5. kB (GGGACTTTCC, 10 bp) 6. ATF (GTGACGT, 20 bp).
Transcribed Region
Merupakan bagian dari gen yang akan
ditranskripsikan menjadi RNA.
Bagian ini dimulai dari titik awal
transkripsi (start site) hingga titik akhir transkripsi (termination site).
Dalam bagian ini terdapat bagian yang
akan dibawa keluar dari inti sel yang
disebut ekson, dan bagian yang akan
tetap ditinggalkan di dalam inti sel, yang
Pada bagian exon mRNA, terdapat bagian yang akan
diterjemahkan menjadi rantai asam amino (Open Reading
Frame/ORF) dan bagian yang
tidak diterjemahkan (Un-translated Region/UTR)
Terminator
Merupakan bagian dari sekuens DNA dari suatu gen yang
memberi tanda kepada enzym
penyusun RNA (RNA polymerase) untuk menghentikan proses