Anita Ekowati
PIT VI 2017
Pengantar
Nodul paru soliter
didefinisikan:
1. Lesi bulat
, berbatas tegas
2. Diameter
kurang atau sama
dengan 3 cm pada jaringan
parenkim paru
13. Tanpa
pembesaran kelenjar
Penyebab
Penyebab nodul pada paru soliter banyak, misalnya:
• Keganasan :
Keganasan primer paru (NSCLC, SCLC,
carcinoid, lymphoma)
• Benigna :
Hamartoma, sclerosing hemangioma, hematoma
• Infeksi :
Granuloma, Abscess, Septic embolus
• Non-infeksi :
Amyloidoma, intrapulmonary LN
• Vascular :
AVM, pulmonary venous varix
Penampakan Klinis
• Umur :
• Peningkatan usia : Peningkatan resiko keganasan
2• 35-39 tahun : 3%
• 40-49 tahun : 15%
• 50-59 tahun : 43%
• >60 tahun : > 50%
• Faktor Resiko
2• Merokok
• Terekspos asbes, uranium dan radon
• Riwayat keluarga, riwayat keganasan
Diagnosis Banding
Benigna
• Atelectasis
• TB
• Jamur (Actynomycosis)
• Pulmonary Arteriovenous Malformation
(AVM)
Maligna
• Tumor Carcinoid Paru
• Lymphoma
Peran Foto Toraks
• Nodul Paru Soliter
pertama kali dideteksi
melalui foto toraks.
• Pembeda pertama
yang terlihat yakni apakah nodul tersebut
pulmonary atau extrapulmonary.
• Lokasi nodul
dapat dikonfirmasi menggunakan foto toraks
lateral, fluoroscopy atau CT scan.
• Foto toraks dapat mendeteksi nodul ukuran 5 mm,
dan
biasanya nodul paru soliter diameternya berukuran antara
8-10 mm
3.
Peran Foto Toraks (lanjutan)
• Foto toraks dapat memberikan informasi mengenai
ukuran,
bentuk, kapitasi, pertumbuhan, dan pola kalsifikasi.
• Semua informasi radiologis itu dapat dipakai untuk
membedakan nodul jinak atau ganas.
• Diagnosis pasti tidak bisa ditegakkan hanya semata mata
berdasarkan foto toraks, tetapi dibutuhkan pemeriksaan yang
lebih unggul yaitu CT toraks dan dilanjutkan dengan
Peran CT Scan
• CT scan toraks mempunyai
akurasi yang lebih tinggi
dibandingkan foto toraks.
• Memiliki resolusi yang lebih baik dan dapat mendeteksi nodul
dengan
ukuran 2mm.
• Dapat
memperlihatkan morfologi dari berbagai variasi lesi
dan
karakteristik lesi ganas dengan akurasi yang lebih tinggi,
sehingga bisa membantu dalam memberi rekomendasi
penatalaksanaan nodul paru soliter.
CT : Benign vs Malignant
Kalsifikasi benigna :
Diffuse, central, laminated
or popcorn calcifications
1Kalsifikasi maligna :
Stippled (punctata), eccentric,
amorphous (ada di benigna dan maligna)
1• Kalsifikasi pada 13% kanker paru (<3 cm :
2%)
• Kalsifikasi pada nodul ganas
• Granuloma
• Kalsifikasi distrophik
Kalsifikasi
Sumber gambar : Department of Radiology, Stanford University Medical Center, Stanford, California.
A.
Foto polos menunjukkan
massa pada hemitoraks
sisnistra
B.
CT scan non contrast
menunjukkan kalsifikasi
eksentrik punctate (stippled).
Hasil biopsi menunjukkan
adenokarsinoma.
Kalsifikasi:
Adenokarsinoma
Leef JL and Klein JS. 2002. The Solitary Pulmonary Nodule. Radiologic Clinics of North America, Vol: 40 (2)
CT : Benign vs Malignant
Ukuran: semakin besar ukuran nodul, semakin besar
kemungkinan ganas.
CT : Benign vs Malignant
Bentuk
Pengukuran:
Rasio tiga dimensi
diukur dengan
dimensi
transversal dibagi
dengan dimensi
vertikal
Sumber gambar : Department of Radiology, Stanford University Medical Center, Stanford
Penelitian di Jepang menunjukkan bahwa bentuk poligonal dan
ratio 3
dimensi > 1,78 merupakan tanda dari benign.
Ratio tersebut
CT : Benign vs Malignant
Batas
Corona Radiata : Berhubungan dengan malignancy
Lobulated / Scalloped Margins : Probabilitas intermediate
Smooth Margins : Biasanya benigna, sampai ditemukan
metastasis
Sumber gambar : Department of Radiology, Stanford University Medical Center, Stanford, California.
CT : Benign vs Malignant
Lemak
• Adanya lemak pada nodul paru soliter dengan
smooth margin atau berlobul menunjukkan
benigna.
• Contoh nodul yang memiliki lemak adalah
hamartoma (50%).
Leef JL and Klein JS. 2002. The Solitary Pulmonary Nodule. Radiologic Clinics of North America, Vol: 40 (2)
Hamartoma
A.
Thin section CT menunjukkan nodul pada lobus kanan tengah berbatas
tegas berukuran 15 mm.
B.
CT mediastinum windows menunjukkan atenuasi lemak yang tersebar di
dalam nodul yang mengarah ke hamartoma.
Leef JL and Klein JS. 2002. The Solitary Pulmonary Nodule. Radiologic Clinics of North America, Vol: 40 (2)
CT : Benign vs Malignant
Kavitas
• Nodul paru soliter yang memiliki kavitas dengan
ketebalan dinding kurang dari 5 mm
biasanya jinak.
Leef JL and Klein JS. 2002. The Solitary Pulmonary Nodule. Radiologic Clinics of North America, Vol: 40 (2)
Kavitas pada Squamous Cell Carcinoma
• CT scan
menunjukkan
massa dengan
kavitas sentral.
Ketebalan kavitas
sebesar 22 mm.
Biopsy
menunjukkan
squamous cell
carcinoma.
Leef JL and Klein JS. 2002. The Solitary Pulmonary Nodule. Radiologic Clinics of North America, Vol: 40 (2)
CT : Benign vs Malignant
Air Bronchogram/ Kistik (Bubbly) Lusensi
• Nodul paru soliter yang inhomogen atau memiliki
gambaran air bronchogram (kistik/ “bubbly”
lucencies kemungkinan merupakan
adenokarsinoma.
Leef JL and Klein JS. 2002. The Solitary Pulmonary Nodule. Radiologic Clinics of North America, Vol: 40 (2)
Lusensi Kistik pada Bronchioalveolar
Cell Carcinoma
Thin-section CT scan menunjukkan nodul berbatas irregular
dengan lusensi kistik kecil.
Leef JL and Klein JS. 2002. The Solitary Pulmonary Nodule. Radiologic Clinics of North America, Vol: 40 (2)
• Bagaimana bila gambaran CT scan nya tidak
spesifik untuk lesi jinak atau ganas (
Intermediate lesion)???
• perlu follow up CT scan.
• Fleischner guideline
Penatalaksanaan Nodul Paru Soliter 2013
4,6
Ukuran Nodule
Rekomendasi Management Pasien dengan Resiko Rendah
Rekomendasi Manajemen Pasien dengan Resiko Tinggi
<4 mm Tidak diperlukan follow up Follow-up awal dengan CT pada bulan ke 12, jika tak berubah, tidak perlu dilakukan follow-up lagi. 4-6 mm Follow-up awal pada bulan ke 12, jika
tidak berubah, follow-up selanjutnya tidak diperlukan.
Follow-up awal dengan CT pada 6-12 bulan, kemudian pada 18-24 bulan jika tidak ada perubahan
>6-8 mm Follow-up awal pada 6-12 bulan, kemudian pada 18-24 bulan jika tidak ada perubahan
Follow-up awal CT pada 3-6 bulan. Kemudian pada 9-12 dan 24 bulan jika tidak berubah.
>8 mm Follow-up CTs pada 3, 9, dan 24 bulan, atau kontrast dinamis dengan CT, PET-CT, dan atau biopsi.
Peningkatan kontras CT, PET-CT, dan atau biopsi.
Naidich DP, Bankier AA, MacMahon H, et al. 2013. Recommendations for the management of subsolid
pulmonary nodules detected at CT: a statement from the Flesichner Society. Radiology
Penatalaksanaan Nodul Paru Solid Soliter 2017
MacMahon H, Naidich D, Goo J, Lee K, Leung A, Mayo J et al. Guidelines for Management of Incidental Pulmonary Nodules Detected on CT Images: From the Fleischner Society 2017. Radiology.
2017;284(1):228-243.
Ukuran Nodul
Rekomendasi Management Pasien
dengan Resiko Rendah
Rekomendasi Manajemen Pasien
dengan Resiko Tinggi
< 6 mm
(<100 mm
3)
Tidak diperlukan follow up
Opsional: CT pada bulan ke 12
(Jika morfologi mencurigakan dan/atau lokasi lobus atas)
6-8 mm
(100-250 mm
3)
CT pada bulan ke 6-12, kemudian
pertimbangkan CT pada bulan ke 18-24
CT pada bulan ke 6-12, kemudian
CT pada bulan ke 18-24
>8 mm
(>250 mm
3)
Penatalaksanaan Nodul Paru Subsolid Soliter 2017
MacMahon H, Naidich D, Goo J, Lee K, Leung A, Mayo J et al. Guidelines for Management of Incidental Pulmonary Nodules Detected on CT Images: From the Fleischner Society 2017. Radiology.
2017;284(1):228-243.
Ukuran Nodul
Tipe nodul Ground glass
Tipe nodul part solid
< 6 mm
(<100 mm
3)
Tidak diperlukan follow up.
Pada nodul tertentu, pertimbangkan follow up
pada tahun ke 2 & 4.
≥ 6 mm
(100-250 mm
3)
CT pada bulan ke 6-12, kemudian
CT setiap 2 tahun sampai dengan
tahun ke 5
CT pada bulan ke 3-6, jika tidak
berubah dan komponen solid tetap <6
mm, CT setiap tahun selama 5 tahun
Morfologi mencurigakan,
komponen solid bertambah,
komponen solid >8 mm
Solitary Pulmonary
Solid Nodule
Potongan CT 1mm transversal melalui lobus atas paru kiri menunjukkan
nodul solid berspikula yang mencurigakan (tanda panah). Pembedahan
Ground
Glass
Nodule
Potongan CT scan 1mm transversal memotong lobus bawah paru kanan. (a) nodul ground
glass berbatas tegas uk. 6 mm (b) CT yang dilakukan 2 tahun kemudian menunjukkan
sedikit peningkatan ukuran nodul (tanda panah). Temuan ini dikonfirmasi dengan memperhatikan perubahan hubungan dengan struktur vaskular disampingnya.
Perkembangan halus tersebut dapat dideteksi hanya dengan menggunakan potongan 1 mm. Temuan ini konsisten dengan adenokarsinoma in situ atau minimal invasif, dan direkomendasikan untuk follow-up tahunan.
Ground Glass Resolution
(a) Penampang CT 1 mm transversal memotong lobus atas paru kiri menunjukkan nodul ground glass 10 mm indeterminate (panah). (b) CT scan follow up setelah 4 bulan
menunjukkan resolusi tanpa terapi, yang konsisten dengan penyebab jinak, seperti infeksi.
Pure Ground Glass Nodule Part Solid
A
B
C
(a) Citra CT scan transversal 1 mm memotong lobus tengah paru kanan menunjukkan nodul ground glass uk.
10 mm (panah). (b) CT scan pada lokasi yang sama setelah 15 bulan menunjukkan peningkatan opasitas yang hanya sangat sedikit (c) CT scan pada lokasi yang sama setelah 10 bulan berikutnya menunjukkan nodul berkembang menjadi nodul part-solid yang lebih besar. Reseksi menunjukkan adenokarsinoma predominan lepidic invasive stage 1A .
Part
Solid
Nodule
(a) Penampang CT scan transversal 1 mm memotong segmen superior dari lobus
bawah paru kanan menunjukkan nodul part-solid yang sangat mencurigakan (ukuran besar, penampakan ground glass, dan morfologi solid) (b) CT scan follow up pada bulan ke 3 menunjukkan peningkatan progresif dari ukuran komponen solid. Pembedahan menunjukkan adanya adenokarsinoma invasive.
Contoh-Contoh Kasus
Atelektasis
Contoh Kasus
Nodule di
lobus kanan
atas
menunjukkan
kalsifikasi
peripheral,
nodul
pulmoner
jinak.
Sumber gambar : http://www.medscape.com
Contoh Kasus
Contoh Kasus
Sumber gambar : http://www.medscape.com
Contoh Kasus
Jamur (Actinomycosis)
Sumber gambar : phdres.caregate.net/curriculum/ppt_files/SPN-CGR1003.ppt
Contoh Kasus
Sumber gambar : phdres.caregate.net/curriculum/ppt_files/SPN-CGR1003.ppt
Contoh Kasus
Kalsifikasi Popcorn
Bentuk
“popcorn” yang
sering dilihat
pada
hamartoma
Contoh Kasus
• Tumor Carcinoid Paru
a) Nodul paru peripheral yang dapat dilihat di lobus kiri bawah b) Nodul paru intraparenkim yang dapat dilihat di lobus atas kanan.
Sumber gambar : http://www.archbronconeumol.org/en/metachronous-bilateral-bronchial-carcinoid-tumor/articulo/13117247/
Sumber gambar : http://www.medscape.com