• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIVITAS PROGRAM DANA PENGUATAN MODAL LEMBAGA USAHA EKONOMI PERDESAAN (DPM-LUEP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EFEKTIVITAS PROGRAM DANA PENGUATAN MODAL LEMBAGA USAHA EKONOMI PERDESAAN (DPM-LUEP)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

EFEKTIVITAS PROGRAM DANA PENGUATAN MODAL LEMBAGA USAHA EKONOMI PERDESAAN (DPM-LUEP)

(Kasus Petani Padi Pandan Wangi di Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur)

Oleh:

KHRISNA PRATAMA

A14304082

PROGRAM STUDI EKONOMI PERTANIAN DAN SUMBERDAYA

FAKULTAS PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(2)

RINGKASAN

KHRISNA PRATAMA. Efektivitas Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Perdesaan (DPM-LUEP) (Kasus Petani Padi Pandan Wangi di Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur). Di bawah bimbingan MUHAMMAD FIRDAUS.

DPM-LUEP yang diberlakukan tahun 2003 berusaha meminimisasi fluktuasi harga gabah di tingkat petani. Program DPM-LUEP bertujuan agar harga gabah yang diterima petani tidak pernah berada pada level di bawah harga pembelian pemerintah (HPP). Kebijakan kenaikan HPP yang telah ditetapkan tanggal 1 April 2007 melalui Inpres No.3 Tahun 2007 diharapkan juga dapat mempengaruhi tingkat pendapatan petani.

Pembelian gabah oleh LUEP dengan harga minimal sama dengan HPP diharapkan dapat menjadi insentif petani agar tetap berproduksi. Efektivitas LUEP juga akan meningkatkan pendapatan petani ketika kondisi panen raya. Efektivitas ini diukur dari sejauhmana dampak DPM-LUEP terhadap stabilitas harga petani sehingga tidak jatuh di bawah HPP pada saat terjadi panen raya. Alokasi DPM-LUEP Tahun 2007 untuk pembelian gabah/beras sebesar Rp 232,43 milyar. Untuk Propinsi Jawa Barat sendiri dialokasikan dana sebesar Rp 24,03 milyar. Terdapat 15 kabupaten dan satu kota di Jawa Barat yang mendapatkan program DPM-LUEP. Namun diantara tiap kabupaten/kota tersebut, belum semua kecamatan yang sudah mendapatkan program ini. Penting untuk diketahui apakah kecamatan yang sudah mendapat program DPM-LUEP dapat memberikan jaminan kestabilan harga gabah yang lebih baik dibandingkan kecamatan yang belum mendapatkan program DPM-LUEP.

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas program DPM-LUEP terhadap stabilitas harga gabah di tingkat petani di Propinsi Jawa Barat; menganalisis dampak kebijakan program DPM-LUEP terhadap tingkat pendapatan petani padi di Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Propinsi Jawa Barat dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam menjual gabahnya ke LUEP. Penelitian dilakukan di Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Propinsi Jawa Barat berdasarkan pertimbangan bahwa, Kecamatan Warungkondang merupakan salah satu kecamatan yang mendapat program DPM-LUEP.

Tujuan pertama dijawab dengan membandingkan perkembangan harga yang diterima petani di kecamatan yang mendapat DPM-LUEP dan yang tidak mendapat program (with and without project). Selanjutnya secara statistika akan dilakukan uji stasioneritas terhadap series harga di kedua lokasi tersebut dan uji tanda serta uji t untuk melihat signifikansi perbedaan harga yang diterima petani di kedua lokasi. Tujuan selanjutnya dijawab dengan menganalisis harga dan

(3)

pendapatan yang diterima petani antara yang menjual gabahnya ke LUEP dan yang tidak serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat pendapatan petani padi dengan menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS). Tujuan terakhir dijawab dengan menggunakan metode regresi logistik (Binary Logistic Regression) dalam menduga faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam menjual gabahnya ke LUEP.

Harga rata-rata GKP pada bulan April sampai Oktober tahun 2007 di lokasi program DPM-LUEP sebesar Rp 2.292, sedangkan harga rata-rata gabah di lokasi non-program sebesar Rp 2.246. Hal ini menunjukkan harga rata-rata GKP di kecamatan yang mendapat program DPM-LUEP lebih tinggi daripada di kecamatan yang tidak mendapatkan program. . Pengamatan terhadap harga GKP di kecamatan yang ada DPM-LUEP menunjukkan bahwa berdasarkan uji Augmented Dickey-Fuller (ADF) terlihat disparitas harga tersebut stasioner. Sementara pengamatan terhadap harga GKP di kecamatan yang tidak ada DPM-LUEP menunjukkan disparitas harga yang tidak stasioner. Uji tanda terhadap perbedaan harga GKP antara kecamatan yang ada DPM-LUEP dan tidak ada menghasilkan nilai Z-hitung sebesar 3,402. Karena Z-hitung ini lebih dari Zα (1,645), maka disimpulkan bahwa median harga GKP di kecamatan penerima DPM-LUEP memang secara statistik lebih tinggi dari median harga GKP di kecamatan non-LUEP. Uji t menghasilkan nilai t-hitung sebesar 1,35 dengan P-value sebesar 0,184. Hal ini menunjukkan bahwa harga rata-rata GKP tidak berbeda secara signifikan antara kecamatan yang ada DPM-LUEP dengan yang tidak ada DPM-LUEP.

Harga yang diterima oleh petani yang menjual ke LUEP rata-rata sebesar Rp 2.907 per Kg dan harga yang diterima petani yang tidak menjual ke LUEP rata-rata sebesar Rp 2.663 per Kg. Pendapatan petani yang menjual ke LUEP lebih besar dari pada pendapatan petani yang tidak menjual ke LUEP. Pendapatan petani yang menjual ke LUEP rata-rata sebesar Rp 11.710.355 dan pendapatan petani yang tidak menjual ke LUEP Rp 9.499.682. Pendapatan hanya dipengaruhi secara nyata oleh hasil produksi dan biaya saprodi pada taraf lima persen, sedangkan variabel lain tidak berpengaruh nyata. Sedangkan untuk variabel dummy LUEP berpengaruh nyata pada taraf lima persen yang menunjukkan hal terpenting bahwa ada perbedaan pendapatan yang nyata antara petani yang menjual gabahnya ke LUEP dan yang tidak menjual gabahnya ke LUEP.

Variabel yang secara nyata mempengaruhi keputusan petani menjual gabah ke LUEP yaitu variabel harga yang diterima. Identifikasi dapat dilihat dari nilai P-value variabel tersebut. Nilai P-value variabel harga sebesar 0,031 atau lebih kecil dari lima persen. Sedangkan variabel tingkat pendidikan, kepemilikan lahan, serta hasil produksi tidak secara nyata mempengaruhi keputusan petani menjual gabah ke LUEP karena nilai P-value lebih besar dari lima persen. Perbedaan harga lebih tinggi yang dapat diberikan oleh LUEP mendorong petani untuk menjual gabahnya ke LUEP.

(4)

EFEKTIVITAS PROGRAM DANA PENGUATAN MODAL LEMBAGA USAHA EKONOMI PERDESAAN (DPM-LUEP)

(Kasus Petani Padi Pandan Wangi di Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur)

Oleh:

KHRISNA PRATAMA A14304082

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pertanian Pada Fakultas Pertanian

Institut Pertanian Bogor

PROGRAM STUDI EKONOMI PERTANIAN DAN SUMBERDAYA FAKULTAS PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

(5)

Judul Skripsi : EFEKTIVITAS PROGRAM DANA PENGUATAN MODAL LEMBAGA USAHA EKONOMI PERDESAAN (DPM-LUEP)

(Kasus Petani Padi Pandan Wangi di Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur)

Nama : Khrisna Pratama

NRP : A14304082 Menyetujui, Dosen Pembimbing Muhammad Firdaus, Ph.D NIP. 132 158 758 Mengetahui,

Dekan Fakultas Pertanian

Prof. Dr. Ir. Didy Sopandie, M. Agr NIP. 131 124 019

(6)

PERNYATAAN

DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI YANG BERJUDUL “EFEKTIVITAS PROGRAM DANA PENGUATAN MODAL LEMBAGA USAHA EKONOMI PERDESAAN (DPM-LUEP) (Kasus Petani Padi Pandan Wangi di Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur)” BELUM PERNAH DIAJUKAN PADA PERGURUAN TINGGI LAIN ATAU LEMBAGA LAIN MANAPUN UNTUK TUJUAN MEMPEROLEH GELAR AKADEMIK TERTENTU. SAYA JUGA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENAR-BENAR HASIL KARYA SAYA SENDIRI DAN TIDAK MENGANDUNG BAHAN-BAHAN YANG PERNAH DITULIS ATAU DITERBITKAN OLEH PIHAK LAIN KECUALI SEBAGAI BAHAN RUJUKAN YANG DINYATAKAN DALAM NASKAH.

Bogor, April 2008

Khrisna Pratama A14304082

(7)

RIWAYAT HIDUP

Penulis bernama lengkap Khrisna Pratama, dilahirkan pada 21 September 1986 di Tangerang sebagai anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Agus Priyana dan Anih Sumiati. Pada tahun 1998 penulis menyelesaikan pendidikan dasar di SDN Parapat Tangerang. Penulis menyelesaikan pendidikan menengah pertama di SLTPN 9 Tangerang pada tahun 2001 dan menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMAN 2 Tangerang pada tahun 2004. Penulis aktif di beberapa organisasi seperti MPK dan OSIS serta kegiatan ekstra kurikuler.

Penulis diterima di Institut Pertanian Bogor melalui Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) tahun 2004. Penulis diterima sebagai mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) pada program studi Ekonomi Pertanian Sumberdaya (EPS), jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian.

Selama menempuh pendidikan di IPB, penulis aktif diberbagai organisasi kemahasiswaan seperti Himpunan Mahasiswa Peminat Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian (MISETA) pada tahun 2005/2006, Pers Kampus Gema Almamater IPB (GA) pada tahun 2005-2007, serta aktif dalam beberapa kegiatan kepanitian. Selain itu, penulis juga menjadi asisten dosen dalam mata kuliah ekonomi umum selama tiga semester pada tahun 2007-2008.

(8)

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang menciptakan segala keajaiban di muka bumi. Diantaranya terdapat kekayaan alam yang sangat potensial, sehingga mampu membantu keberlanjutan hidup manusia dalam berkreasi dan berkarya di alam semesta. Shalawat serta salam kepada Muhammad SAW semoga selalu mengalir sehingga keberkahan selalu disisi beliau.

Sebuah kebanggaan bagi penulis ketika membuat skripsi yang berjudul “Efektivitas Program Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Perdesaan (DPM-LUEP) (Kasus Petani Padi Pandan Wangi di Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur)”. Skripsi ini ditulis untuk memenuhi persyaratan penyelesaian Program Sarjana pada Fakultas Pertanian, Departemen Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini memiliki banyak kekurangan dan kelemahan, oleh karena itu penulis senantiasa menerima setiap saran dan kritik yang membangun guna menyempurnakan skripsi ini. Akhir kata, semoga skripsi ini berguna dan bermanfaat bagi penulis dan semua pihak yang membutuhkan.

Bogor, April 2008

(9)

UCAPAN TERIMA KASIH

Segala puji dan syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi bantuan dan dukungan serta kerjasama dalam penyusunan skripsi ini terutama kepada :

1. Bapak Muhammad Firdaus, Ph.D selaku dosen pembimbing skripsi dan pembimbing akademik atas bimbingan, saran, kritik, dan perhatiannya selama proses perkuliahan dan penyusunan skripsi.

2. Bapak Dr. Ir. Yusman Syaukat, M.Ec selaku dosen penguji utama dan Ibu Dra. Yusalina, M.Si selaku dosen penguji wakil departemen yang telah bersedia untuk menguji penulis, serta atas saran, masukan dan perbaikannya dalam penyusunan skripsi ini.

3. Mamah, Papah, dan Ucal serta semua keluarga besar yang selalu mendoakan, menyemangati, mendukung, serta membantu secara moral dan materil.

4. Owin (My Everything) terima kasih buat semuanya. Teman-teman yang banyak membantu, mendukung dan peduli: Yudi, Deli, Pipih, Aji Pafet, Pamz, Maya, Risti, Ade, Mayang, Zae, Ella, Tita, Aghiez, Ngkong, Evie, Toto, Sari, Mba Pini, Teh Fitri, Erfan, Deasy, Ricky, Morin, Asti, Wulan, Ucie, Ave, Irna, Achy, Etha, Santi, Kostan ACC, Kostan Maharani, serta rekan-rekan EPS 41 seluruhnya. “It feels great to have friends who care and believe in you”.

5. Segenap Dosen dan staf pada Program Studi Ekonomi Pertanian dan Sumberdaya, LPPM IPB, dan Bagian Sarana Produksi, Biro Ekonomi Pemda Jabar.

6. Bapak Mahpudin, Bapak Beni, Ibu Reni, Bapak Kustana serta Neng dan Ipay yang banyak membantu selama penulis turun lapang.

(10)

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI... i

DAFTAR TABEL... iii

DAFTAR GAMBAR ... iv DAFTAR LAMPIRAN ... v I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Perumusan Masalah ... 6 1.3 Tujuan Penelitian ... 10 1.4 Kegunaan Penelitian ... 11

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Program DPM-LUEP ... 12

2.2 Maksud dan Tujuan Program DPM-LUEP ... 14

2.3 Sasaran Program DPM-LUEP ... 14

2.4 Indikator Kinerja DPM-LUEP ... 16

2.5 Kinerja DPM-LUEP Tahun 2003-2006 ... 17

2.6 Tinjauan Beberapa Studi Terdahulu ... 20

2.6.1 Studi Mengenai Kebijakan Harga Dasar dan HPP ... 21

2.6.2 Studi Mengenai Dampak Suatu Program Terhadap Pendapatan ... 24

III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Teoritis... 28

3.1.1 Teori Harga Dasar ... 28

3.1.2 Teori Pendapatan... 30

3.2 Kerangka Operasional... 31

IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 37

4.2 Jenis dan Sumber Data ... 37

4.3 Metode Pengambilan Sampel... 38

4.4 Metode Analisis Data ... 39

4.4.1 Identifikasi Efektivitas Program DPM-LUEP Terhadap Stabilitas Harga Gabah ... 39

4.4.2 Analisis Dampak Kebijakan Program DPM-LUEP Terhadap Tingkat Pendapatan Petani ... 42

4.4.3 Pengujian Hipotesis ... 45

4.4.4 Model Pendugaan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani Menjual ke LUEP ... 46

Referensi

Dokumen terkait

Khaled berulangkali menjelaskan bahwa penggantian secara halus dan lebih-lebih jika dilakukan secara kasar, kekuasaan atau otoritas Tuhan (Author) oleh Pembaca

Sosis merupakan produk olahan daging yang digiling dan dihaluskan, dicampur bumbu kemudian diaduk dengan lemak hingga tercampur rata dengan proses kuring

Ada beberapa perbedaan pada sistem ini dibandingkan jika perusahaan menerapkan sistem rekrutmen tradisional, namun perbedaan tersebut bukanlah suatu masalah karena perusahaan

pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik lebih tinggi secara signifikan daripada siswa yang memperoleh pembelajaran

I ni bagi saya adalah petanda PAS akan menemui 'ajalnya' setelah terjebak dengan 'pakatan ahzab' bersama dengan Parti Keadilan Rakyat (PKR) dan DAP untuk menjatuhkan Kerajaan

NO JENIS PENGADAA N PERKIRAAN BIAYA (RP,-) LOKASI PEKERJAAN KEGIATAN JENIS BELANJA LELANG / SELEKSI PENUNJUKAN LANGSUNG / PENGADAAN LANGSUNG PEMBELIAN SECARA ELEKTRONIK

Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) pengembangan modul berbasis pendekatan JAS pada materi Gerakan Bumi dan Bulan yang terintegrasi Budaya Jawa dilakukan

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala karunia, nikmat, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan