PENGEMBANGAN MODEL PAKET
A TINGKAT II DERAJAT DASAR
(Setara Kls 6)
Pada WB PASMA
dengan SISTEM SETORAN
KOMPETENSI (SSK)
AGUS WAHYUDI DHYANA AINUR A
Kondisi
sasaran
kesetaraan
o Usia majemuk
o Sibuk akan pekerjaan dan urusan keluarga
o Minat beragam
o Semangat dan kemauan beragam
o Latar belakang
social ekonomi dan budaya beragam
o Fasilitas
pembelajaran terbatas
Kondisi
pembelajaran:
o Klasikal dan wajib hadir minimal seminggu 3 X
o Materi sama seperti anak sekolah
o Terbatas materi yg dekat dengan permasalahan
o Menggunakan seragam
o Metode belajar tatap muka
Evaluasi
o Ujian nasional
o Materi relative
sama dengan anak sekolah
o Waktu UN juga samao MANA CIRI
PENDIDIKAN NONFORMAL NYA?
o MANA
KEBERPIHAKAN PADA PESERTA DIDIK?
KONDISI
Kondisi sasaran kesetaraan
o Usia majemuk
o Sibuk akan pekerjaan dan urusan keluarga
o Minat beragam
o Semangat dan kemauan beragam
o Latar belakang
social ekonomi dan budaya beragam
o Fasilitas
pembelajaran terbatas
Kondisi pembelajaran:
o Sistem Kredit Kompetensi
o Materi bel dikemas dalam bentuk modul
o Bidang study diganti tema-tema utama dan pilihan
o Pembelajaran tutorial dan didukung dengan materi local
o Teori/ penugasan dan praktek tetap dilakukan
Evaluasi
o Ujian per paket
o Ujian dapat sewaktu-waktu tergantung
kecepatan belajar
o Materi terdiri ujian pokok dan pilihan
KONDISI
KESETARAAN
YANG
DIHARAPKAN
Belajar mandiri
MERESPON
KONDISI
PESERTA DIDIK
DAN TETAP
MEMPERHATIK
TUJUAN
memberikan panduan kepada para
penyelenggara dan pendidik dalam
melaksanakan penyelenggaraan
Pendidikan Kesetaraan Paket A
Derajat Dasar Tingkat II (setara SD
Kelas VI) dengan Sistem Setoran
Tujuan Khusus
Agar penyelenggara dan pendidik memahami dan memiliki
kemampuan untuk :
1.
Menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Pendidikan Kesetaraan Paket A setara SD Kelas VI
dengan Sistem Setoran Kompetensi yang disesuaikan
dengan karakteristik masing-masing satuan pendidikan.
2. Menyusun bahan ajar/modul Pasma Pendidikan
Kesetaraan
Paket A setara SD Kelas VI.
Sistem Setoran
Kompetensi
sebuah bentuk aktivitas
pembelajaran yang mengarahkan
WB untuk belajar secara individu
terhadap materi pelajaran (adopsi
Pola SSK adalah proses pembelajaran yang
mengarah pada pembelajaran: >>>>>>>
pembelajaran tatap muka30%,
pembelajaran tutorial 20%,
dan
pembelajaran mandiri 50% (sesuai dgn Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional nomor 14 tahun 2007
tentang Standar Isi Pendidikan Kesetaraan)