• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA I"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

INTENSIFIKASI TEKNIK BUDIDAYA PADI ORGANIK DALAM SISTEM

AKUAPONIK IKAN LELE DENGAN PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR (POC)

BIDANG KEGIATAN PKM-PENELITIAN

Diusulkan oleh:

Muhamad Taufik Ramdhan (A1D015062) 2015 Heru Agus Setiawan (A1D015060) 2015 Teesa Astuti (A1D015030) 2015 Irfan Anwar Fauzan (B1J014097) 2016

Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto

2016

(2)
(3)

LEMBAR PENGESAHAN ………. i

DAFTAR ISI………. ii

DAFTAR TABEL………..iii

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang………. 1

1.2 Perumusan Masalah………. 2

1.3 Tujuan………..….2

1.4 Kegunaan / Manfaat……… 2

1.5 Luaran……….. 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Akuaponik……… 3

2.2 Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Padi………... 4

2.3 Klasifikasi dan Morfologi Ikan Lele (Osphronemus gouramy)………...4

2.4 Nutrisi probiotik Pupuk Organik Cair (POC)……….. 4

BAB III METODE PENELETIAN 3.1 Waktu dan Tempat………... 6

3.2 Alat dan Bahan………. 6

3.3 Metode Penelitian……… 6

3.4 Prosedur Penelitian……….. 6

3.5 Parameter Pengamatan………. 7

3.6 Analisis data………. 7

BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGITAN 4.1 Biaya……… 9

4.2 Jadwal Kegiatan………... 9

DAFTAR PUSTAKA………10

LAMPIRAN……….. 11

(4)

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat serta perkiraan jumlah penduduk yang mencapai 296 juta jiwa pada tahun 2030 menyebabkan ekstensifikasi lahan produktif pertanian menjadi wilayah perkotaan. Sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk, tututan ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat juga meningkat. Menurunnya lahan produktif menyebabkan berkurangnya produktifitas pertanian yang disebabkan rusaknya ekosistem terutama ketersediaan air yang tercemar serta sumber mata air mengalami kekeringan akibat pembangunan di menjadi bangunan yang menghambat penyerapan air. Berkurangnya ketersediaan air menyebabkan kekeringan dan gagal panen dibeberapa daerah, sehinggga terjadi penurunan hasil pertanian. Selain dibidang pertanian ketersediaan air berpengaruh disektor perikanan, kurangnya ketersediaan air menyebabkan rusaknya lingkungan tambak dan meningkatnya tingkat kematian ikan.

Naiknya harga pangan dan terdapat indikasi adanya bakteri Escherecia Colli dan Salmonella Thyposa pada ikan terjadi diberbagai tempat, sehingga perlu pengkajian budidaya ikan dan budidaya tanaman pangan yang terjaga kualitasnya. Akuaponik adalah kombinasi antara akuakultur dan sistem hidroponik yang mampu mendaur ulang nutrisi, dengan menggunakan sebagian kecil air daur ulang, sehingga menghasilkan pertumbuhan ikan dan tanaman secara terpadu. Sistem akuaponik merupakan teknologi tepat guna dan sederhana (Hidayat, 2011). Budidaya dengan sistem akuaponik menjamin kadar oksigen air dan menekan kadar amoniak dan tingkat karbon organik dari kotoran ikan. Kombinasi sistem hidroponik dan akualkultur akan mendekati sistem perairan alami dalam budidaya tanaman maupun ikan. Sistem hidroponik dan akuakultur saling melengkapi dalam memenuhi masing masing kebutuhan, akuakultur budidaya ikan lele menghasilkan senyawa amoniak dan karbon organik yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman sebagai nutrisi (Ahmad, 2007).

(5)

tanaman pangan utama masyarakat Indonesia serta penggunaan POC sebagai nutrisi tanaman yang bersifat organik dan probiotik terhadap Ikan.

1.2 Perumusan Masalah

Meningkatnya kebutuhan pangan yang tidak ditunjang dengan perbaikan produktifitas pertanian menyebabkan penurunan kuantitas dan kualitas hasil pertanian serta budidaya ikan yang terindikasi adanya bakteri Escherecia Colli dan Salmonella Thyposa terjadi dibeberapa tempat. Menurut penelitian sebelumnya akuaponik merupakan solusi alternatif yang efisien baik lahan maupun sistem pengairan. Dari kondisi budidaya yang dan hasil penelitian sebelumnya, penulis merumuskan beberapa permasalahan yang dapat dikaji dan diaplikasikan pada sistem budidaya akuaponik yaitu :

1. Seberapa efektif penambahan pupuk organik cair (POC) terhadap pertumbuhan padi pada budidaya akuaponik?

2. Apakah penambahan POC berpengaruh terhadap tingkat ketahanan hidup ikan lele pada budidaya akuaponik?

3. Apakah sistem akuaponik dengan penambahan POC berpengaruh terhadap kondisi kimiawi air?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari penelitian adalah :

1. Mengetahui efektifitas penambahan POC terhadap pertumbuhan tanaman padi. 2. Mengetahui pengaruh penambahan nutrisi probiotik POC terhadap tingkat

ketahanan hidup ikan lele.

3. Mengetahui pengaruh penambahan nutrisi probiotik POC pada sistem akuaponik terhadap kondisi air.

1.4 Kegunaan / Manfaat

Manfaat dan kegunaan yang didapat dari penelitian sistem akuaponik adalah : 1. Menambah keanekaragaman sistem budidaya pertanian dan perikanan.

2. Menyediakan data yang dapat digunakan penelitian lanjut

3. Dasar Perencanaan aplikasi akuaponik sebagai upaya pengembangan usaha budidaya dengan lebih optimal.

1.5 Luaran

(6)

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Sistem Akuaponik

Akuaponik adalah suatu kombinasi sistem akuakultur dan budidaya tanaman hidroponik. Pada sistem ini, ikan dan tanaman tumbuh dalam satu sistem yang terintegrasi, dan menciptakan suatu simbiotik antara keduanya (Nofi. 2014). Sistem akuaponik menyediakan air yang optimum untuk pertumbuhan tanaman dengan memanfaatkan sistem resirkulasi dan menyediakan air bersih bagi pertumbuhan ikan. Sistem akuaponik menggunakan teknik akuakultur dengan kepadatan populasi ikan tinggi di dalam ruang tertutup serta kondisi lingkungan yang terkontrol sehingga mampu meningkatkan amoniak dalam air dar kotoran ikan yang dapat digunakan tanaman sebagai sumber nutrisi pada lahan dan air yang terbatas. akuaponik meningkatkan efisiensi produksi ikan, fleksibilitas lokasi produksi, dan pengontrolan penyakit (Effendi, 2003).

Akuaponik dapat didefinisikan sebagai teknik pertanian untuk menghasilkan pangan yang berkelanjutan melalui hubungan simbiosis antara ikan dan budidaya tanaman dalam air Hal ini menggabungkan dua aspek pertanian terpisah yaitu, akuakultur dan hidroponik ke dalam sistem tunggal. Dalam sistem akuaponik, ikan memberikan nutrisi dalam bentuk limbah atau kotoran. Limbah budidaya tersebut mengandung amoniak dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan oleh tumbuhan dalam pertumbuhannya. Tanaman memanfaatkan nitrogen dari amoniak sebagai bahan fotosintesis. (Putra, 2013).

Jenis ikan air tawar yang dapat dibudidayakan pada sistem akuaponik antara lain ikan nila atau ikan tilapia, ikan gurame, ikan mas, ikan koi, ikan lele, dan udang galah. Dengan memanfaatkan sistem akuaponik, diharapkan dapat mereduksi konsentrasi amoniak dalam kolam budidaya melalui resirkulasi oleh tanaman yang digunakan. Jenis tanaman yang sudah dicoba dan berhasil cukup baik adalah sawi dan selada. Media tanaman tidak menggunakan tanah sehingga tanaman perlu disemaikan sampai bibit berumur 1 bulan untuk kemudian tanaman siap dipindahkan pada sistem akuaponik (Setyaningrum, 2011).

(7)

yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan proses fotosintesis, sehingga mampu memberikan suplai oksigen dan menjaga kualitas air untuk pertumbuhan ikan yang dibudidayakan (bachtiar. 2010).

2.2 Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Padi

Tanaman padi dalam sistematika tumbuhan (taksonomi) diklasifikasikan ke dalam divisio Spermatophytae dengan subdivisio Angiospermae, digolongkan ke dalam kelas Monocotyledonae, termasuk ordo Poales dengan famili Graminae serta genus Oryza Linn dan dengan nama spesies Oryza sativa L. Tanaman padi merupakan tanaman yang memiliki lingkungan tumbuh beragam sesuai dengan jenisnya. Padi lahan kering (padi gogo) adalah tanaman pertanian yang diusahankan di lahan kering, di daerah yang bercurah hujan rendah atau pada bagian teratas dari suatu daerah berlereng yang tidak mampu menampung air relatif lama. Padi sawah merupakan tanaman padi yang sesuai dengan lingkungan sawah. Padi sawah cenderung risisten terhadap genangan dalam waktu yang relatif lama dan memerlukan irigasi yang baik sehingga pertumbuhan dan produktifitasnya setabil. Padi sawah memerlukan curah hujan optimum >1.600mm/tahun (Satoto, 2007)

2.3 Klasifikasi dan Morfologi Ikan Lele (Osphronemus gouramy)

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang berasal dari Filipina yaitu lele dumbo (Clarias gariepinus) dan lele lokal (Clarias batrachus) dan sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa. Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan 1) dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi, 2) teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat, 3) pemasarannya relatif mudah dan 4) modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah (Hidayat, 2011).

Ikan lele menghasilkan kotoran/feses yang tinggi yang terakumulasi dengan sisa sisa pakan yang mengendap sehingga meningkatan total organik karbon (TOC) dan kandungan amoniak. Kandungan amoniak yang tinggi dan TOC terakumulasi bersifat racun terhadap ketahanan hidup ikan. Sistem akuaponik memberikan resirkulasi yang mengubah amoniak dan unsur lain menjadi nutrisi yang dapat diserap tanaman serta membersihkan air dari zat zat berbahaya bagi ketahanan hidup ikan (Putra, 2013).

2.4 Nutrisi probiotik Pupuk Organik Cair (POC)

(8)
(9)

BAB 3. METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat

Penelitian direncanakan terlaksana selama empat bulan. Tempat di lahan penelitian Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Jalan dr Soeparno no.61 Karangwangkal Purwokerto.

3.2 Alat dan Bahan

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah nutrisi POC merk komersial king’s prawn super N yang bersifat probiotik. Ikan lele berukuran 5-8 cm yang didapat dari balai benih ikan purwokerto Kabupaten Banyumas. Serta benih padi mentik wangi. Alat yang digunakan: terpal, PH meter, aerator, pompa air, rangka bangun, bak budidaya ikan, trai semai, plot tumbuh, serta bak tumbuh tanaman serta peralatan penunjang lainnya.

3.3 Metode Penelitian

Metode akuaponik menggabungkan antara prinsip-prinsip akuakultur dan hidroponik tanaman padi melalui suatu sistem resirkulasi air. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan merupakan persentase dosis pupuk organik cair (POC) (P1= 10%, P2 = 20%, P3 = 30% dan K kontrol tidak diberi nutrisi POC). Penelitian di uji dengan statistik uji f dengan tingkat kepercayaan 95% dengan jumlah sampel 30 setiap perlakuan. Data yang dihasilkan diuji lanjut menggungakan uji beda nyata jujur (BNJ)

3.4 Prosedur Penelitian

Pelaksanaan penelitian dimulai dari persiapan lahan, perakitan rancang bangun, penyemaian benih pado dan pendederan ikan lele, pengambilan data.

3.4.1 Persiapan lahan

Penelitian dilakukan di lahan percobaan seluas ±500m2, keadaan lahan datar dan bersih gulma sehingga mempermudah penelitian.

3.4.2 Perakitan Rancang bangun

(10)

Gmabar 1. Rancang bangun akuaponik 3.4.3 Penyemaian tanaman padi dan pendederan ikan lele

Penyemaian tanaman padi dimulai dengan persiapan trai semai, disiapkan zeolit berukuran 5x5 cm sebagai media tumbuh, diletakan 3 benih benih padi rawat benih selalu dalam keadaan lembab hingga muncul 2-4 daun (±2 minggu). Pindahkan plot semai pada bedengan hidroponik. Pupuk orgaik cair (POC) diberikan setelah umur bibit 1 minggu setelah pemindahan ke bedengan hidroponik, pemberian POC diulangi setiap 2 minggu sekali bersama dengan penggantian air kolam.

Pendederan ikan lele merupakan tahap awal pembesaran ikan lele dari benih yang berusia 4 bulan yang baru dipindah dari kolam pembenihan ke kolam pembesaran. Benih ikan dibiarkan dikolam dengan aerator sedang sebagai interfal tumbuh bakteri nitriofikasi probiotik selama satu minggu.

3.5 Parameter Pengamatan

Parameter pengamatan meliputi laju pertumbuhan ikan lele dan tanaman padi, tingkat ketahanan hidup, serta kondisi perairan yang terdiri dari pH air, konsentrasi nitrat dan nitrit, serta kadar oksigen dalam air. Kondisi perairan diamati setiap 2 minggu sekali. Data yang diperoleh dalam penelitian diolah menggunakan uji beda nilai tengah menggunakan uji anova dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Pengambilan data berat ikan, tinggi tanaman, dan banyak daun digunakan metode sempling acak sederhana dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 30% dari populasi (Sekaran,2006).

3.6 Analisis data

(11)

oksigen dalam air, nitrit, dan amoniak dianalisis secara deskriptif, data di cantumkan dalam gambar, histogram. Pada efektifitas filter dan kualitas air media serta pertumbuhan tanaman padi dianalisis secara deskriptif.

Laju pertumbuhan lele dapat diketahui dengan cara matematis berikut : SGR = Wt - Wo

T Keterangan :

Dimana: SGR= Laju pertumbuhan Spesifik (% bobot per hari) Wt = Berat ikan pada akhir pemeliharaan (g)

Wo = Berat ikan pada awal pemeliharaan (g) t = Waktu pemeliharaan (hari)

Survival Rate (SR) merupakan prosentase kelulushidupan ikan yang dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

SR

X 100 Dimana: SR = Tingkat kelulushidupan ikan (%) N0 = Jumlah ikan pada awal penelitian (ekor) Nt = Jumlah ikan pada akhir penelitian (ekor)

(12)

BAB IV. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 4.1 Biaya

NO Jenis Pengeluaran Biaya (Rp) 1 Peralatan Penunjang 3.970.000 2 Bahan Habis Pakai 3.410.000

3 Perjalanan 1.350.000

4 Lain-lain 1.250.000

Jumlah 9.980.000

4.2 Jadwal Kegiatan

Pelaksanaan penelitian dimulai dari persiapan lahan, perakitan rancang bangun, penyemaian benih tanaman padi dan pendederan ikan lele, pengolahan data. N 2 Persiapan Bahan dan

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad T., Sofiarsih L., & Rusmana. 2007. The growth of Patin Pangasius hypopthalmus in a close system tank. Aquaculture. 2(1): 67-73.

Bachtiar, Y. 2010. Buku Pintar Budi Daya & Bisnis Gurami. AgroMedia Pustaka. Jakarta

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air. Kanisius. Yogyakarta

Hidayat, Fahri (2011). Buku Budidaya Lele Sangkuriang, Ditjen Perikanan Budidaya; Jakarta

Murni, Muhammad. 2013. Produk Probiotik dan POC. IPKANI. Jawa Tengah

Nofi A. Rokhmah, Chery Soraya Ammatillah, dan Yudi Sastro. 2014. Vertiminaponik Mini Akuaponik Untuk Lahan Sempit di Perkotaan. BPTP : Jakarta

Pamukan, Niken Ayu. 2011. Perkembangan Kelimpahan Fitopankton dengan Pemberian Pupuk Organik Cair. Berkala Perikanan Terubuk: Riau

Putra, I., Mulyadi, N.A. Pamukas dan Rusliadi. 2013. Peningkatan Kapasitas Produksi Akuakultur pada Pemeliharaan Ikan Selais (Ompok sp) Sistem Aquaponik. Jurnal Perikanan dan Kelautan. Universitas Riau.

Satoto, Sudibyo TWU, Bambang Sutaryo, dkk. 2007. Petunjuk teknis lapang daerah pengembangan dan anjuran budidaya padi hibrida, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Jakarta.43p.

Setyaningrum, H.D dan C Saparinto. 2011. Panen Sayuran Dilahan Sempit. Penebar Swadaya: Depok

(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

1. Bahan Habis Pakai

NO Material Justifikasi Anggaran Kuantitas Harga Satuan (Rp)

Jumlah (Rp) 1 Ikan lele Objek pengamatan

akuakultur

600 ekor 700/ekor 420,000 2 Benih padi Objek pengamatan

hidroponik

NO Material Justifikasi Anggaran Kuantitas

Harga 4 TDS Meter Mengukur kepekatan

(20)

Sub total 3.970.000

3. Perjalanan

NO Kegiatan Tujuan Kuantitas Pengeluaran

(Rp) Jumlah (Rp)

NO Kegiatan Tujuan Kuantitas Pengeluaran

(Rp) Jumlah (Rp) 1 administrasi Persyaratan

administrasi

3 kali 200.000 600.000 2 publikasi Pembuatan

(21)

Lampiran 3 Susunan Organisasi dan Pembagian Tugas

Agroteknologi Pertanian 8 jam Penanggung jawab

Agroteknologi Pertanian 8 jam Penanggung jawab dalam administrasi 3 Heru Agus

Setiawan

Agroteknologi Pertanian 8 jam Penanggung jawab

Biologi Biologi 8 jam Mencari

data-data yang

(22)

Lampiran 4 Surat Pernyataan Ketua

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

Jl. Prof. Dr. Hr. Boenjamin 708 Grendeng-Purwokerto 53122 Telp. (0281) 638339, 0811298339, Faks. (0281) 627203

Web: unsoed.ac.id, E-Mail: [email protected] SURAT PERNYATAAN KETUA TIM

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Muhamad Taufik Ramadhan NIM : A1D015062

Jurusan : Agroteknologi Fakultas : Fakultas Pertanian

Dengan ini menyatakan bahwa proposal PKM-Penelitian saya dengan judul “Intensifikasi Teknik Budidaya Padi Organik Dalam Sistem Akuaponik Ikan Lele Dengan Pengaruh Dosis Pupuk Organik Cair (POC)” yang diusulkan untuk tahun anggaran 2016 bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.

Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidak sesuaian dengan pernyataan ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.

Demikian pernyataan benarnya.ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-benarnya

Dan Alumni Fakultas Pertanian Ketua Pelaksana Kegiatan

(Dr. Ir, Siswantoro, M.P) (Muhamad Taufik Ramadhan)

(23)

Referensi

Dokumen terkait

Karena banyaknya jenis finishing logam dan berbagai macam logam yang dapat digunakan untuk pelapisan logam, maka dalam penelitian ini dibatasi pada masalah pelapisan logam

Dokumen bukti pelaksanaan kegiatan disimpan oleh pokja terkait baik pada Instalasi/ unit kerja ataupun di komite yang sudah terbentuk di Rumah sakit Umum Daerah

Berdasarkan kondisi tersebut, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak buah sirsak

Hasil uji coba dari penelitian pengembangan ini adalah berupa: (1) Sebuah media pembelajaran pada praktikum listrik dinamis berbasis website yang dibuat dengan

Jenis ini memiliki daya rosot karbondioksida yang besar, yaitu sebesar 14,253 g, hal ini disebabkan karena daun pada jenis ini merupakan daun yang cukup lebar dan tempat

6.3 Tuliskan dana untuk kegiatan penelitian pada tiga tahun terakhir yang melibatkan dosen yang bidang keahliannya sesuai dengan program studi, dengan mengikuti format

Post partum atau puerpurium (masa nifas) adalah masa penyesuaian fisik dan fisiologis tubuh kembali mendekati sebelum hamil.