• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Ketimpangan Distribusi Pendapatan di Kota Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Ketimpangan Distribusi Pendapatan di Kota Medan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

i ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketimpangan distribusi pendapatan Kota Medan pada tahun 2016. Penelitian ini menggunakan data primer dengan sampel sebanyak 1040 responden yang tinggal di Kota Medan. Analisis yang digunakan adalah analisis rasio Gini, kurva Lorenz, kriteria Bank Dunia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan distribusi pendapatan di Kota Medan relatif sedang dengan menggunakan perhitungan rasio Gini yakni sebesar 0,372. Berdasarkan kriteria Bank Dunia tingkat ketimpangan distribusi pendapatan di Kota Medan tergolong rendah yakni 17,14% dari kelompok 40% masyarakat berpendapatan terendah yang menguasai lebih dari 17%jumlah keseluruhan pendapatan masyarakat di Kota Medan.

Kata kunci: Ketimpangan Pendapatan, Rasio Gini, Kurva Lorenz, Bank Dunia.

(2)

ii ABSTRACT

This research aims to determine the level of inequality of income distribution Medan in 2016. This research uses primary data with 1040 respondents who live in Medan as the sample. The analysisof this research are the Gini Ratio Analysis, Lorenz Curve, and the World Bank Criteria.

The results showed that the level of inequality of income distribution in Medan is relatively moderate that measured by using the Gini ratio calculation with equal to 0.372. Based on World Bank Criteria, the level of inequality of income distribution in Medan is low specifically 17.14% of the 40% the lowest income households category that control more than 17% of the total income of the people in Medan.

Keywords: Income Inequality, Gini Ratio, Lorenz Curve, the World Bank.

Referensi

Dokumen terkait

Analisis yang digunakan adalah analisis rasio Gini, kurva Lorenz, kriteria Bank Dunia untuk mengukur ketimpangan dan kriteria Badan Pusat Statistik untuk mengukur

Analisis yang digunakan adalah analisis rasio Gini, kurva Lorenz, kriteria Bank Dunia untuk mengukur ketimpangan dan kriteria Badan Pusat Statistik untuk mengukur

Berdasarkan kriteria Bank Dunia, tingkat ketimpangan diukur dengan ketentuan apabila 40% penduduk pendapatan rendah menerima lebih kecil dari 12% dari jumlah

Metode yang digunakan untuk analisis data dalam penelitian ini adalah Indeks Gini, Kurva Lorenz, dan Kriteria Bank Dunia untuk menghitung tingkat ketimpangan distribusi pendapatan

Analisis Tingkat Ketimpangan Pendapatan Dan Kemiskinan Petani Padi (Studi Kasus: Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang).. Jurnal Fakultas

Kesenjangan ekonomi atau ketimpangan dalam distribusi pendapatan antara kelompok  masyarakat berpendapatan tinggi dan kelompok masyarakat berpandapatan rendah serta tingkat

5 halaman 33 maka dapat disimpulkan bahwa tingkat ketimpangan distribusi pendapatan nelayan sampel di Desa Buhias menurut kriteria bank dunia termasuk pada

Berdasarkan fakta tersebut, tingkat ketimpangan di Kecamatan Cipayung berdasarkan ukuran Bank Dunia pada tahun 2020 dari kelompok yang berpendapatan 40% terendah