1
PERSYARATAN KERJA
PAKET PEKERJAAN PEMBONGKARAN GEDUNG
]|[
]|[
]|[
]|[
]|[
]|[
]|[
]|[
]|[
]|[
]|[
]|[
]|[
]|[
]|[
]|[
TAHUN 2020
2
PERSYARATAN KERJA
PAKET PEKERJAAN PEMBONGKARAN GEDUNG
PERUSAHAAN
:
UNIT /DEPARTEMEN
:
PROGRAM
: Pembongkaran Gedung Kantor
KEGIATAN
: Melaksanakan Pekerjaan Pembongkaran
Gedung Perkantoran (5 lantai)
1. Maksud
danTujuan
:
Maksud: Pelaksanaan pekerjaan pembongkaran
gedung dengan perencanaan yang sesuai
dengan perizinan dan peraturan.
Tujuan: Bangunan Gedung dibongkar sesuai dengan
rencana dan tidak ada kecelakaan kerja
serta keluhan dari pihak ketiga
2. Sasaran
:
1. Terlaksananya Pembongkaran Gedung dengan
baik
2. Zero Accident
3. Zero Complaint
3. Lokasi
:
Kegiatan pembongkaran dilaksanakan pada Gedung
Kantor
3
Referensi Hukum
:
1.
UU No 18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
2.
PP No. 28 tahun 2000 tentang Usaha dan Peran
Masyarakat
Jasa
Konstruksi
beserta
perubahannya PP No. 4 tahun 2010 dan PP No.
92 tahun 2010;
3.
PP
No.
29
Tahun
2000
tentang
Penyelenggaraan Jasa Konstruksi beserta
perubahannya PP RI No. 59 Tahun 2010;
4.
PP
No.
30
Tahun
2000
tentang
Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi,
beserta perubahannya;
5.
PP RI No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan
Sistem
Manajemen
Keselamatan
dan
Kesehatan Kerja;
6.
Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan
Barang/Jasa
Pemerintah
beserta
perubahannyayang terakhir Perpres 70 tahun
2012;
7.
Peraturan Presiden No. 15 Tahun 2014 tentang
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat;
8.
Permen PU No.05/PRT/M/2014 tentang Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Konstruksi Bidang PU;
9.
Permen PU No. 05/PRT/M/2015 tentang
PEDOMAN
UMUM
IMPLEMENTASI
KONSTRUKSI
BERKELANJUTAN
PADA
PENYELENGGARAAN
INFRASTRUKTUR
BIDANG
PEKERJAAN
UMUM
DAN
PERMUKIMAN.
4. Lingkup
Penyedia Jasa
:
Lingkup kerja meliputi:
1. Mengurus izin dari pejabat yang berwenang
berdasarkan kajian teknis, uji forensik struktur dan
Methode kerja..
4
berkelanjutan:
a.
membuat
perencanaan
pembongkaran
dilaksanakan oleh tenaga ahli yang kompeten dan
memiliki pengalaman sesuai dengan bidangnya;
b. membuat perencanaan pembongkaran dilakukan
dengan mempertimbangkan metode pembongkaran
yang seminimal mungkin mengganggu lingkungan
3. Kemampuan
Penyedia
Jasa
pelaksana
pembongkaran:
a. Mampu melaksanakan pekerjaan dengan prinsip
berkelanjutan dalam pelaksanaan pembongkaran
dan harus dilaksanakan oleh tenaga kerja yang
kompeten dan memiliki sertifikat keahlian yang
sesuai dengan bidangnya
b. Kualitas penyedia jasa dengan kriteria kriteria
mempunyai
pengetahuan,
keahlian,
dan
pengalaman dalam pembongkaran gedung..
4. Melakukan proses pembongkaran sesuai dengan
rencana pembongkaran:
a. Pelaksanaan pembongkaran dilakukan sesuai
dengan rencana pembongkaran dan metode kerja
yang diusulkan
b. Pekerjaan pembongkaran dilakukan secara
manual ataupun menggunakan peralatan berat
yang
dilakukan
secara
baik
dengan
memeperhatikan Kesehatan dan Keselamatan
Kerja serta Lingkungan.
5. Melaukan
tertib
dokumentasi
pada
tahapan
pembongkaran:
a. Dokumentasi proses yang terjadi selama
pembongkaran harus dilakukan secara tertib.
b. Hasil akhir tahap pembongkaran berupa
dokumen pembongkaran berupa laporan proses
dan gambar kondisi terakhir (As Built Drawing)
5
apabila ada Tiang pancang/pondasi yang tidak
terangkat.
6. Jangka Waktu
:
Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan ini adalah…..
bulan
7. Penyedia Jasa
8. Tenaga Ahli
:
Penyedia Jasa harus memiliki Sertifikat Badan Usaha
yang masih berlaku.
Kategori pekerjaan Pembongkaran Gedung……. Kondisinya bekas terbakar, untuk itu diperlukan Tenaga ahli yang memiliki kemampuan melakukan identifikasi bahaya dan pengendalian bahaya, keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja pembongkaran dan dampak terhadap lingkungan sekitar dan aspek dan dampak terhadap lingkungan hidup serta kemampuan pengelolaan seluruh sumber daya material serta peralatan sehingga tenaga ahli dituntut mempunyai kemampuan mengendalikan, mengelola dan mengalokasikan seluruh sumber daya dalam mencapai tujuan dari pekerjaan ini secara optimal.
Kualifikasi Personil dan Pekerja yang diperlukan untuk menangani pekerjaan ini adalah sebagai berikut:
a. Project Manager / Kepala Proyek
• Project Manager disyaratkan seorang S1 Teknik Sipil/ Arsitektur berpengalaman kerja umum minimal 15 tahun termasuk di dalamnya pengalaman kerja minimal 10 tahun dalam Pekerjaan Konstruksi dan 4 tahun dalam pekerjaan pembongkaran gedung. Project Manager harus mempunyai sertifikat keahlian Ahli Madya Teknik Bangunan Gedung.
b. Planning Manager / Manajer Perencanaan
• Planning Manager disyaratkan seorang S1 Teknik Sipil/ Arsitektur berpengalaman kerja umum minimal 10 tahun termasuk di dalamnya pengalaman kerja minimal 8 tahun dalam Pekerjaan Konstruksi dan 2 tahun dalam pekerjaan pembongkaran gedung. Planning Manager harus mempunyai sertifikat keahlian Ahli Teknik Pembongkaran Bangunan yang masih berlaku (Ahli Teknik Pembongkaran Bangunan ) adalah ahli yang memiliki kompetensi merancang pembongkaran bangunan gedung sesuai kondisi lingkungan, melaksanakan dan mengawasi pekerjaan pembongkaran bangunan).
6
c. HSE Manager / Manajer K3L
• Pekerjaan Pembongkaran harus dilengkapi dengan seorang HSE Manager yang kompeten. Disyaratkan HSE Manager adalah seorang S1 Teknik Sipil/ Arsitektur/ Industri/ atau Sarjana K3 berpengalaman kerja umum minimal 8 tahun termasuk di dalamnya pengalaman kerja minimal 5 tahun dalam Pekerjaan Konstruksi dan 2 tahun dalam pekerjaan pembongkaran gedung. Atau D3 K3 dengan pengalaman umum minimal 12 tahun termasuk didalamnya pengelaman kerja minimal 8 tahun dalam pekerjaan konstruksi dan 2 tahun dalam pekerjaan pembongkaran. HSE Manager harus mempunyai sertifikat keahlian Ahli K3 Konstruksi yang masih berlaku.
d. HSE officer
HSE officer harus mempunyai sertifikat Ahli K3 umum
13. Personil
Pendukung
:
Setiap pekerjaan pembongkaran gedung harus melibatkan tenaga pendukung sesuai klasifikasi dibawah dan memiliki kompetensi yang disyaratkan sesuai peraturan yang berlaku.• Operator Alat Berat (Mobile Crane, Excavator, Genset) harus memiliki Sertifikat Izin Operator (SIO) yang masih berlaku
• Petugas Listrik/ Electrciant / Mekanik harus memiliki Sertifikat Ahli K3 Listrik atau Teknisi Listrik yang masih berlaku
• Juru Las harus memiliki Sertifikat Juru Las sesuai dengan kualifikasi yang disyaratkan dan masih berlaku
• Pekerja diketinggian harus memiliki sertifikat Bekerja di ketinggian yang masih berlaku
• Scaffolder harus memiliki sertifikat Teknisi Perancah dan Pengawas Perancah yang masih berlaku
• Juru ikat harus memiliki sertifikat Rigger yang masih berlaku
7
Genset
15. Alat Ukur & Pemantauan
16. Alat Pelindung Diri
penggunaan Alat Berat harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
• Alat angkat, alat angkut dan pesawat tenaga (Genset) harus memiliki Sertifikat Pengesahan Pemakaian Alat dari Kemnaker yang masih berlaku
• Alat berat harus di lakukan Riksa Uji setiap tahun atau sesuai peraturan yang berlaku
• Seluruh instrumen dan safety device pada alat harus berfungsi dengan baik dan dilakukan pemeliharaan berkala
Penyadia
Jasa
untuk
pembongkaran
harus
mempunyai Alat Ukur dan Pemantauan Lingkungan
sebagai berikut :
• Anenometer : Alat pemantauan kecepatan angin
• Wind Shock : Alat untuk memantau arah angin
• Vibrameter : Alat untuk mengukur tingkat getaran
pada bangunan sekitar
• Soundlevelmeter : Alat untuk mengukur kebisingan
yang timbul akibat pekerjaan pembongkaran
• Complete Multi Gas Monitor : Alat untuk menngukur
kadar 13 gas di udara ambient
Tenaga Kerja pada pekerjaan pembongkaran gedung dengan metode apapun harus dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri yang sesuai dengan peraturan K3 yang berlaku dan spesifikasi APD memenuhi standard SNI sbb :
• Helmet Proyek lengkap dengan Tali Dagu untuk pelindung kepala
• Safety Glassess untuk pelindung mata
• Masker Debu Catridge untuk pelindung pernafasan • Ear Plug untuk pelindung bising
• Seragam proyek / rompi reflektif
• Sarung tangan yang sesuai dengan fungsi • Safety Shoes
• Full Body Harness untuk semua yang bekerja diketinggian • Serta tersedia alat bantu untuk penggunaan Full Body
8
17. Alat Pelindung Kerja (APK)
Harness seperti Life Line, Tali karmantel, Carabiner, Auto Stop dan Fall Arester.
Pekerjaan pembongkaran gedung dengan metode apapun harus dilengkapi / dipasang proteksi yang memadai sehingga melindungi pekerja dan pihak ketiga (gedung tetangga dan pengguna jalan) dengan spesifikasi sebagai berikut :
• Pelindung jatuh dari ketinggian, dipasang railing, jaring, penutup lubang/ shaft/void yang kokoh (hard baricade) pada area yang belum / akan dibongkar
• Pelindung benda jatuh, harus dipasang proteksi terhadap potensi benda jatuh yang kohoh dan kuat, seperti Safety Wing, Jaring selubung bangunan, Jaring pengaman lain pada area yang berpotensi kejatuhan benda/ material bongkaran
• Pelindung bunga api, harus terpasang pelindung bunga api akibat pekerjaan pemotongan dengan alat potong blender las atau Gurinda, material pelindung yang digunakan antara lain Fire Blanket, selang air mengalir, karung goni basah dll
• Proteksi kebakaran, harus disediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada lokasi2 dimana dilakukan pekerjaan blender las atau Gurinda serta lokasi lain yang berpotensi terjadi kebakaran
• Proteksi dari debu, harus tersedia fasilitas untuk
meredam debu dan dapat dipastikan tidak memberi
dampak terhadap pekerja dan lingkungan sekitar
• Housekeeping, material hasil bongkaran harus
segera dikeluarkan dari area bongkaran, material
yang belum bisa segera dikeluarkan harus ditata
sedemikian
rupa
sehingga
rapi
dan
tidak
mengganggu akses, dan material yang tergolong
Limbah B3 harus dikendalikan sesuai peraturan yang
berlaku.
• Proteksi untuk metode pembongkaran dengan
Blasting harus dibuat khusus sehingga benar-benar
aman dari semua resiko dan harus di nilai oleh
lembaga yang kompeten.
9
18. Fasilitas Keadaaan Darurat 19. Tenaga Kerja 20. Asuransi 21. Penerapan Sistem Manajemen K3LPekerjaan pembongkaran gedung dengan metode
apapun harus dilengkapi dengan peralatan dan
fasilitas dalam keadaaan darurat dan pertolongan
pertama yang dapat segera digunakan dalam waktu
sesingkat singkatnya, sebagai berikut :
• Membentuk Tim Tanggap Darurat
• Mobil Ambulan lengkap dengan fasilitas Pertolongan
Pertama di dalam kabin dan Paramedik
• Kotak P3K
• Menetapkan “Assembly Point”, lokasi aman untuk
berkumpul apabila terjadi kondisi darurat (bangunan
runtuh karena berbagai sebab)
• Menetapkan jalur aman evakuasi, lengkap dengan
Rambu Petunjuk Arah dan Pedoman Tata Cara
Evakuasi
• Pada kondisi tertentu disyaratkan Mobil Pemadam
Kebakaran untuk standby
• Kerjasama dengan Rumah Sakit terdekat.
• Tenaga kerja yang bekerja pada proyek pembongkaran minimal harus berusia 18 tahun dan dilengkapi dengan KTP yang masih berlaku
• Sehat jasmani dan rohani
• Memiliki pengalaman kerja di proyek pembongkaran minimal 1 tahun
• Memiliki kompetensi yang sesuai dengan jenis pekerjaannya
• Semua Tenaga Kerja harus di asuransikan sesuai dengan ketentuan Asuransi Ketenagakerjaan JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JK (Jaminan Kematian) ke BPJS Ketenagakerjaan sesuai peraturan yang berlaku
• Peralatan berat (Mobil Crane) harus dilengkapi dengan Asuransi alat dan kerugian pihak ketiga.
.
Pekerjaan pembongkaran gedung dengan metode apapun merupakan pekerjaan dengan resiko sangat tinggi, Penyedia Jasa yang melaksanakan pekerjaan harus memiliki sistem manajemen K3 dan mampu menerapkan program K3 dengan baik.
10
-
• Menempatkan HSE Manager dan Safety Officer yang memiliki Sertifikat Ahli K3 Konstruksi dan Ahli K3 Umum