• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Tugas Besar Irigasi dan Bangunan Air

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Tugas Besar Irigasi dan Bangunan Air"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Sofia Fadillah
  • Pengajar:
    • Ir. Muljana Wangsadipura, M.Eng
    • Teuku Radenal Amir
  • Sekolah: Institut Teknologi Bandung
  • Mata Pelajaran: Teknik Sipil
  • Topik: Perencanaan Daerah Irigasi Sungai Bantimurung
  • Tipe: tugas besar
  • Tahun: 2012
  • Kota: Bandung

I. PENDAHULUAN

Bagian pendahuluan menjelaskan pentingnya air dalam kehidupan dan kebutuhan irigasi untuk pertanian, terutama di Indonesia yang memiliki dua musim. Latar belakang ini memberikan konteks tentang masalah kekurangan air dan pentingnya pengelolaan sumber daya air. Tujuan dari laporan ini adalah untuk merencanakan sistem irigasi yang efektif dan efisien untuk meningkatkan hasil pertanian. Hal ini relevan dengan tujuan pendidikan, yaitu membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam perencanaan dan pengelolaan sistem irigasi.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan bahwa air adalah sumber daya vital bagi kehidupan. Dengan meningkatnya jumlah penduduk, kebutuhan akan pangan juga meningkat, sehingga pengelolaan air menjadi sangat penting. Hal ini menekankan pentingnya pendidikan dalam bidang irigasi dan manajemen sumber daya air untuk mencapai ketahanan pangan.

1.2 Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan laporan ini adalah untuk memberikan pemahaman mendalam tentang perencanaan irigasi dan pengairan lahan pertanian. Tujuan ini sejalan dengan kurikulum pendidikan teknik sipil yang menekankan penerapan teori dalam praktik nyata di lapangan.

1.3 Ruang Lingkup

Ruang lingkup laporan ini mencakup teori-teori yang berhubungan dengan hidrologi, irigasi, dan bangunan air, serta penerapannya dalam konteks daerah aliran sungai. Ini memberikan gambaran komprehensif bagi mahasiswa tentang berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan irigasi.

1.4 Metodologi Penyusunan Tugas

Metodologi yang digunakan dalam laporan ini mencakup studi literatur dan pengumpulan data dari wilayah studi. Ini memberikan pendekatan sistematis dalam pengumpulan dan analisis data, yang penting untuk pengembangan keterampilan penelitian mahasiswa.

1.5 Sistematika Penyusunan

Sistematika penyusunan laporan ini memberikan struktur yang jelas dan logis, memudahkan pembaca untuk mengikuti alur pemikiran penulis. Ini juga menjadi contoh yang baik bagi mahasiswa dalam menyusun laporan akademik.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Bagian ini membahas berbagai teori dan konsep yang relevan dengan sistem irigasi. Teori-teori ini memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi mahasiswa untuk memahami kompleksitas perencanaan irigasi. Dengan memahami teori ini, mahasiswa dapat menerapkannya dalam proyek nyata di lapangan.

2.1 Sistem Irigasi

Sistem irigasi dijelaskan sebagai usaha teknis untuk mengontrol kandungan air dalam tanah. Penjelasan mengenai berbagai jenis sistem irigasi, seperti irigasi gravitasi dan irigasi tetes, memberikan wawasan tentang pilihan yang tersedia untuk pengelolaan air.

2.2 Teori Perencanaan Petak, Saluran, dan Bangunan Air

Teori perencanaan petak, saluran, dan bangunan air memberikan panduan tentang bagaimana merancang sistem irigasi yang efisien. Ini penting bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana setiap elemen saling berhubungan dalam sistem irigasi.

2.3 Teori Perhitungan Ketersediaan Air

Teori ini menjelaskan bagaimana menghitung ketersediaan air berdasarkan data curah hujan. Memahami metode ini penting bagi mahasiswa untuk dapat melakukan analisis yang akurat dalam perencanaan irigasi.

2.4 Teori Perhitungan Kebutuhan Air

Perhitungan kebutuhan air berdasarkan evapotranspirasi dan faktor-faktor lain memberikan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan air tanaman. Ini sangat relevan dalam konteks pertanian berkelanjutan.

2.5 Teori Keseimbangan Air

Teori keseimbangan air membahas pentingnya perbandingan antara kebutuhan air dan ketersediaan air. Ini mengajarkan mahasiswa tentang manajemen sumber daya air yang efektif.

2.6 Sistem Tata Nama (Nomenklatur)

Sistem tata nama yang jelas dan konsisten penting untuk komunikasi yang efektif dalam proyek irigasi. Ini mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya dokumentasi dan standar dalam rekayasa sipil.

III. KONDISI DAERAH ALIRAN SUNGAI

Bagian ini menjelaskan kondisi geografis dan hidrologis dari daerah aliran sungai yang menjadi objek studi. Memahami kondisi ini sangat penting untuk perencanaan irigasi yang efektif dan efisien.

3.1 Lokasi Daerah Aliran Sungai

Deskripsi lokasi DAS Bantimurung memberikan konteks geografis yang penting untuk analisis lebih lanjut. Ini membantu mahasiswa memahami hubungan antara geografi dan manajemen air.

3.2 Luas Daerah Aliran Sungai

Informasi tentang luas DAS membantu mahasiswa memahami skala proyek dan potensi sumber daya air yang tersedia. Ini penting dalam perencanaan irigasi.

3.3 Stasiun Pengukuran Curah Hujan dan Klimatologi

Data dari stasiun pengukuran memberikan informasi penting untuk analisis ketersediaan air. Mahasiswa belajar bagaimana data empiris digunakan dalam perencanaan irigasi.

3.4 Data Pengukuran Hidrometeorologi DAS

Analisis data hidrometeorologi memberikan pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi ketersediaan air. Ini mendukung mahasiswa dalam pengambilan keputusan berbasis data.

IV. SISTEM IRIGASI DAS

Bagian ini membahas perencanaan sistem irigasi yang spesifik untuk DAS Bantimurung. Ini memberikan contoh praktis tentang bagaimana teori diterapkan dalam konteks nyata.

4.1 Perencanaan Petak, Saluran dan Bangunan Air

Perencanaan petak, saluran, dan bangunan air memberikan panduan praktis bagi mahasiswa dalam merancang sistem irigasi. Ini penting untuk pengembangan keterampilan teknik sipil.

4.2 Perhitungan Ketersediaan Air Daerah Irigasi Bantimurung

Perhitungan ketersediaan air berdasarkan data curah hujan memberikan wawasan praktis tentang bagaimana mengelola sumber daya air. Ini mendukung mahasiswa dalam analisis dan perencanaan.

4.3 Perhitungan Kebutuhan Air Daerah Irigasi Bantimurung

Perhitungan kebutuhan air memberikan pemahaman tentang bagaimana merencanakan pengairan yang efisien. Ini sangat relevan untuk meningkatkan hasil pertanian.

4.4 Evaluasi Keseimbangan Air Daerah Irigasi Bantimurung

Evaluasi keseimbangan air membantu mahasiswa memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan air. Ini penting untuk keberlanjutan sistem irigasi.

V. PERENCANAAN DAN PERHITUNGAN DIMENSI SALURAN

Bagian ini membahas perencanaan dan pendimensian saluran irigasi. Memahami dimensi saluran sangat penting untuk memastikan efisiensi dan efektivitas sistem irigasi.

5.1 Perencanaan Saluran

Perencanaan saluran memberikan pedoman praktis bagi mahasiswa untuk merancang saluran yang sesuai dengan kebutuhan irigasi. Ini penting untuk meningkatkan keterampilan teknik sipil.

5.2 Pendimensian Saluran

Pendimensian saluran membantu mahasiswa memahami bagaimana menghitung dimensi saluran berdasarkan kebutuhan air. Ini penting untuk memastikan efisiensi sistem irigasi.

5.3 Contoh Perhitungan

Contoh perhitungan memberikan ilustrasi praktis tentang bagaimana menerapkan teori dalam praktik. Ini mendukung pemahaman mahasiswa tentang konsep-konsep yang telah dipelajari.

VI. KESIMPULAN DAN SARAN

Bagian kesimpulan merangkum temuan dari laporan ini dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan di masa depan. Ini penting untuk membantu mahasiswa memahami pentingnya refleksi dalam proses belajar.

6.1 Kesimpulan

Kesimpulan memberikan ringkasan dari hasil analisis dan perencanaan yang telah dilakukan. Ini membantu mahasiswa memahami hasil dari studi mereka.

6.2 Saran

Saran yang diberikan mengarahkan mahasiswa untuk mempertimbangkan perbaikan dan pengembangan lebih lanjut dalam perencanaan irigasi. Ini penting untuk mendorong inovasi dan perbaikan berkelanjutan.

Gambar

Tabel 2.1 Klasifikasi Jaringan Irigasi
Tabel 2.3 Kekasaran Saluran
Tabel 2.5 Urutan Pola Tanam
Gambar 3.1 Daerah Irigasi Bantimurung
+3

Referensi

Dokumen terkait

Adapun hasil akhir dari tugas besar ini adalah sebuah perencanaan jaringan irigasi pada daerah Sungai Bedadung, Jember, Jawa Timur yang meliputi data kebutuhan

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam perencanaan intake, adalah sebagai berikut : ● Aliran yg deras tidak dipilih karena dapat menyebabkan terputusnya aliran air baku yang

Tugas besar mata kuliah Irigasi dan Bangunan Air 2 untuk mendapatkan