Pengembangan media video tematik kelas V tema 2 subtema 1 pembelajaran 6 kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Negeri 1 Bakung tahun ajaran 2014/2015
Teks penuh
(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. ii.
(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. iii.
(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. HALAMAN PERSEMBAHAN. Skripsi ini saya persembahkan kepada:. ∑ ∑. Tuhan Yesus yang selalu memberi semangat kepada saya. Bapak Yohanes Hiryadi dan Ibu Yustina Lestari sebagai orang tua saya yang telah memberi semangat dan mendidik saya selama ini. ∑ ∑. Keluarga besar saya yang selalu mendoakan saya. Bapak dan Ibu dosen PGSD Universitas Sanata dharma ∑. Sahabat satu angkatan. ∑ Universitas Sanata Dharma. iv.
(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. MOTTO. “Janganlah mengeluh terhadap pekerjaan yang akan dihadapi, walau pekerjaan itu sulit ataupun mudah”. “Bersyukurlah karena setiap hal yang kita lakukan pasti ada hikmahnya”. v.
(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. vi.
(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. vii.
(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. ABSTRAK G. Andika Bayu. A. 2015. Pengembangan Media Video Tematik Kelas V Tema 2 Subtema 1 Pembelajaran 6 Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Negeri 1 Bakung Tahun Ajaran 2014/2015. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk memaparkan prosedur pengembangan media pembelajaran berbasis audio visual berupa video tematik sesuai dengan kurikulum 2013 kelas V SD Negeri 1 Bakung dengan memaparkan kualitas pengembangan produk berupa video tematik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa media video tematik pada pembelajaran 6 subtema 1 tema 2 kelas V semester gasal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (research and development). Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk video tematik melalui lima tahapan yaitu (1) analisis kebutuhan pengembangan program pembelajaran, (2) kajian Standar kompetensi dan materi pembelajaran, (3) memproduksi media audiovisual berupa video pembelajaran, dan (4) validasi serta revisi produk, (5) uji coba produk. Validasi dilakukan oleh pakar media dan guru kelas V SD Negeri 1 Bakung. Validasi oleh siswa terdiri dari tiga tahap: uji coba perorangan oleh 2 orang siswa, uji coba kelompok kecil oleh 4 orang siswa, dan uji coba lapangan oleh 8 orang siswa dengan subjek uji coba pengembangan adalah siswa kelas V. Data yang dikumpulkan berupa hasil penilaian mengenai kualitas produk serta saran untuk revisi produk. Hasil pengembangan video tematik divalidasi oleh pakar media, guru kelas V dan siswa kelas V. Hasil validasi dari pakar media menunjukkan skor rata-rata 3,3 dengan kategori sangat tinggi. Validasi dari guru kelas V menunjukkan skor rata-rata 3,3 dengan kategori sangat tinggi. Penilaian kualitas video tematik pada uji coba perorangan menunjukkan skor rata-rata 3,20 dengan kategori sangat tinggi. Penilaian kualitas video tematik pada uji coba kelompok kecil menunjukkan skor rata-rata 3,22 dengan kategori sangat tinggi. Penilaian kualitas video tematik pada uji coba lapangan menunjukkan skor rata-rata 3,24 dengan kategori sangat tinggi. Skor rerata keseluruhan penilaian adalah 3,22 dengan kategori sangat tinggi. Kesimpulan dari penelitian pengembangan ini adalah media video tematik untuk siswa kelas V SD Negeri 1 Bakung sudah “layak” digunakan sebagai media pembelajaran kurikulum 2013. Kata kunci: metode penelitian pengembangan, media video, belajar, tematik, kurikulum 2013.. viii.
(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. ABSTRACT G. Andika Bayu A. 2015. The Development of Thematic Video Media on Curriculum 2013 For Class V theme 2 Subtheme 1 Learning 6 in Bakung 1 Public Elementary School Academic Year 2014/ 2015. The development of this research aims to present the development of media procedure learning based audio visual form of video thematic curriculum in accordance with the 2013 class V of Bakung 1 Public Elementary School describes the quality of product development in the form of video thematic. The purpose of this research was to produce products in the form of media thematic video on classes V subtema 2 theme 1 grade 6 the first half. This research research used the method development (research and development).The development of this research produce products thematic video through five stages which are (1) analysis of the needs of the development program of instruction, (2) standard study competence and materials of learning , (3) producing audiovisual media in the form of video learning , and (4) validation and the revision of the product, (5) product trials. Experts validation done by the media and of teachers grade V Bakung 1 Public Elementary School. Validation by students consists of three stages: trial by 2 individuals students, a pilot project for small groups by 4 students, and piloting the field by 8 students with the subject of the trial were students the development of grade V. Data collected in the form of the results of judgment on the quality of the product and to revision advice products. The results of the development of video thematic validated by experts of media class teachers V and students class V. Validation of the results of the experts media shows meanscore category 3.3 with very high. Validation from teachers grade V shows the mean score 3,3 with category was very high. Quality assessments of thematic video by the experiment try individuals show score 3,20 with the category of very high . Quality assessments of thematic video by the experiment try clusters of small shows a score 3,22 average with two categories of very high. Quality assessments of thematic video by the experiment try the field show a score 3,24 average with two categories of very high . Overall mean score assessment was with category 3,22 very high. Conclusion of the study the development was media thematic video for students grade V Bakung 1 Public Elementary School already “worthy” to used as a media learning for Curriculum 2013. Keywords: Research method development, video media, thematic learning, Curriculum 2013.. ix.
(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengembangan Media Video Tematik Kelas V Tema 2 Subtema 1 Pembelajaran 6 Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Negeri 1 Bakung Tahun Ajaran 2014/2015”. Skripsi ini disusun dalam rangka memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Strata 1 (S1) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik berkat bantuan dan bimbingan beberapa pihak. Maka dari itu penulis menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah banyak membantu serta memberikan motivasi sehingga penyusunan skripsi ini dapat selesai dengan baik. Penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1.. Bapak Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.. 2.. Romo Gregorius Ari Nugrahanta, SJ., S.S., BST., M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sanata Dharma.. 3.. Ibu Christiyanti Aprianastuti, S.Si., M.Pd,. selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.. x.
(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 4.. Ibu Rishe Purnama Dewi, S. Pd., M. Hum., selaku Dosen Pembimbing I, terima kasih atas waktu, bimbingan, yang diberikan, hingga terselesainya penyusunan skripsi.. 5.. Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., M.Pd., selaku Dosen Pembimbing II, yang telah memberikan begitu banyak masukan dan bimbingan selama proses penyusunan skripsi.. 6.. Theresia Yunia S, S.Pd., M.Hum., selaku pakar media, yang telah memberi masukan, komentar, dan saran untuk kualitas produk video pembelajaran.. 7.. Sunarto, S.Pd.SD., selaku Kepala Sekolah SD Negeri 1 Bakung yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian.. 8.. Joko Purnomo, S.Pd., selaku guru kelas V SD Negeri 1 Bakung yang telah memberikan masukan dan saran sehingga dapat melaksanakan penelitian dengan baik dan lancar... 9.. Para dosen PGSD, yang dengan sabar selalu mendampingi serta mendidik penulis selama menempuh ilmu di PGSD.. 10.. Sekretariat PGSD, yang dengan ramah telah memberikan kemudahan berbagai macam urusan.. 11.. Bapak Yohanes Hiryadi, selaku orang tua yang telah memberikan dukungan dan doa serta mendampingi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.. 12.. Ibu Yustina Lestari, selaku orang tua yang telah memberikan dukungan dan doa serta mendampingi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.. 13.. Siswa kelas V SD Negeri 1 Bakung tahun ajaran 2014/2015 yang telah mendukung pelaksanaan penelitian dengan baik. xi.
(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. xii.
(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. DAFTAR ISI. Halaman. HALAMAN JUDUL ................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................. iv HALAMAN MOTTO ................................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM................................. vii ABSTRAK ................................................................................................. viii ABSTRACT ................................................................................................. ix KATA PENGANTAR ................................................................................. x DAFTAR ISI .............................................................................................. xiii DAFTAR TABEL. ..................................................................................... xvii. DAFTAR GAMBAR ................................................................................. xx DAFTAR BAGAN. ................................................................................ xxii. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ............................................................ 1 B. Rumusan Masalah ..................................................................... 4 C. Tujuan Penelitian........................................................................ 5 D. Manfaat Penelitian ..................................................................... 5 E. Spesifikasi Produk yang Diharapkan .......................................... 7 F. Definisi Operasional ................................................................. 7 BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka............................................................................ 9. xiii.
(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 1.. Metode Penelitian Pengembangan atau Research and Development (R&D)............................................................ 9. 2.. Media Pembelajaran ............................................................ 9 a.. Pengertian Media Pembelajaran…………..................... 10. b.. Fungsi Media Pembelajaran………………. .................. 11. 3.. Video Pembelajaran ……. ................................................... 12. 4.. Belajar…………….............................................................. 14. 5.. Kurikulum 2013 ……. ......................................................... 16 a. Pengertian Kurikulum 2013…........................................ 16 b. Karakteristik Kurikulum 2013........................................ 17 c. Kerangka Dasar Kurikulum 2013 ................................... 17. 6. Pembelajaran Tematik… ........................................................ 18 B. Penelitian yang Relevan………………....................................... 18 C. Kerangka Berpikir. ................................................. 22. D. Pertanyaan Penelitian.................................................................. 23 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian .......................................................................... 24 B. Setting Penelitian........................................................................ 24 1.. Subjek Penelitian ................................................................. 24. 2.. Tempat Penelitian ............................................................... 25. 3.. Waktu Penelitian ................................................................. 25. C. Rancangan Penelitian ................................................................. 25 D. Prosedur Pengembangan ............................................................ 26. xv.
(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. E. Uji Validasi Produk ................................................................... 30 1.. Desain Uji Validasi.............................................................. 30. 2.. Subjek Uji Validasi ............................................................ 30. F. Teknik Pengumpulan Data ........................................................ 30 G. Instrumen Penelitian ................................................................. 32 1.. Instrumen Analisis Kebutuhan Siswa ................................... 32. 2.. Instrumen Analisis Kebutuhan Guru .................................... 35. 3.. Instrumen Validasi Ahli……………………………............. 36. 4.. Instrumen Validasi Uji Lapangan…………………….. ........ 37. H. Teknik Analisis Data ................................................................. 39 1.. Data Kualitatif ................................................................... 39. 2.. Data Kuantitatif ................................................................. 39. 3.. Analisis Kuesioner Kebutuhan Siswa…………………. ....... 40. 4.. Analisis Validasi Produk………………………………........ 41. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN A. Data Analisis Kebutuhan ............................................................ 43 B. Deskripsi Produk Awal............................................................... 52 C. Data Hasil Validasi dan Revisi Produk ....................................... 62 1.. Data Validasi Ahli Media ................................................... 62 a.. 2.. Revisi Produk………………………............................. 65. Data Validasi Oleh Guru ................................................... 66 a. Revisi Produk………………………. ............................ 67. 3.. Data Uji Coba Perorangan ................................................... 67. xvi.
(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. a. 4.. Data Uji Coba Kelompok Kecil .......................................... 69 a.. 5.. Deskripsi Data Uji Coba Perorangan ............................. 67. Deskripsi Data Uji Coba Kelompok Kecil ................... 70. Data Uji Coba Lapangan ................................................... 71 a.. Deskripsi Data Uji Coba Lapangan ............................... 72. D. Pembahasan…………. ............................................................... 73 1.. Pembahasan Kajian Standar Kompetensi ............................. 73. 2.. Pembahasan Hasil Analisis Kebutuhan Siswa………………. 74. 3.. Pembahasan Hasil Analisis Kebutuhan Guru….................... 78. 4.. Pembahasan Validasi dan Uji Coba Produk………. ............. 80 a.. Pembahasan Uji Coba Produk Perorangan..................... 82. b.. Pembahasan Uji Coba Produk Kelompok Kecil............. 90. c.. Pembahasan Uji Coba Produk Lapangan ....................... 97. E. Kajian Produk Akhir………………………………. ................... 105 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ............................................................................... 108 B. Keterbatasan Penelitian ............................................................ 109 C. Saran .......................................................................................... 109 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 110. xvii.
(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. DAFTAR LAMPIRAN Lampiran. Halaman. 1.. Lampiran 1 : Rpp Kurikulum 2013 dan LKS. ....................................... 112. 2.. Lampiran 2 : Petunjuk Penggunaan Video ............................................ 124. 3.. Lampiran 3 : Desain Skenario Film. ..................................................... 126. 4.. Lampiran 4 : Hasil Analisis Kebutuhan Siswa……............................... 128. 5.. Lampiran 5 : Penilaian Produk untuk Ahli Media ............................... 133. 6.. Lampiran 6 : Penilaian Produk untuk Guru…………............................ 137. 7.. Lampiran 7 : Hasil Penilaian Uji Coba Perorangan ............................... 141. 8.. Lampiran 8 : Hasil Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil ....................... 144. 9.. Lampiran 9 : Hasil Penilaian Uji Coba Lapangan ................................. 149. 10. Lampiran 10 : Foto Peneliian…………………………….. ..................... 154 11. Lampiran 11 : Surat Izin Penelitian………. ............................................ 158 12. Lampiran 12 : Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian................. 160 13. Lampiran 13 : Biodata Penulis................................................................ 162. xviii.
(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. DAFTAR TABEL Tabel. Halaman. Tabel 3.1. Kisi-kisi Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa.................. 33. Tabel 3.2. Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa……………………... 33. Tabel 3.3. Kisi-kisi Kuesioner Analisis Kebutuhan Guru ................... 35. Tabel 3.4. Wawancara Analisis Kebutuhan Guru ............................... 36. Tabel 3.5. Kisi-kisi Kuesioner Validasi Ahli Media ........................... 36. Tabel 3.6. Kuesioner Validasi Ahli Media ......................................... 37. Tabel 3.7. Kisi-kisi Kuesioner Uji Lapangan ..................................... 37. Tabel 3.8. Kuesioner Uji Lapangan.................................................... 38. Tabel 3.9. Skala 4 Menurut Mardapi.................................................. 41. Tabel 3.10. Pedoman Konversi Data Skala 4 ....................................... 42. Tabel 3.11. Pedoman Penskoran Item Positif ....................................... 42. Tabel 3.12. Pedoman Penskoran Item Negatif...................................... 42. Tabel 4.1. Data Kuesioner Analisis Kebutuhan Indikator 1 ................ 44. Tabel 4.2. Data Kuesioner Analisis Kebutuhan Indikator 2 ................ 45. Tabel 4.3. Data Kuesioner Analisis Kebutuhan Indikator 3 ................ 46. Tabel 4.4. Data Kuesioner Analisis Kebutuhan Indikator 4 ................ 47. Tabel 4.5. Data Kuesioner Analisis Kebutuhan Indikator 5 ................ 48. Tabel 4.6. Data Kuesioner Analisis Kebutuhan Indikator 6 ................ 49. Tabel 4.7. Data Kuesioner Analisis Kebutuhan Indikator 7 ................ 50. Tabel 4.8. Skala 4 Menurut Mardapi.................................................. 62. Tabel 4.9. Pedoman Konversi Data Skala 4 ....................................... 64. xv.
(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. Tabel 4.10. Pedoman Penskoran Item Positif ....................................... ….. 64. Tabel 4.11. Pedoman Penskoran Item Negatif...................................... ….. 64. Tabel 4.12. Hasil Validasi Ahli Media……………………………………. 65. Tabel 4.13. Hasil Validasi Guru Kelas V…………………………………. 66. Tabel 4.14. Hasil Uji Coba Perorangan…………………………………… 68. Tabel 4.15. Hasil Uji Coba Kelompok Kecil……………………………... 70. Tabel 4.16. Hasil Uji Coba Lapangan……………………………………... 72. Tabel 4.17. Hasil Analisis Kebutuhan Siswa……………………………….74. Tabel 4.18. Hasil Validasi Dosen dan Guru………………………………. 80. Tabel 4.19. Hasil Uji Coba Perorangan…………………………………… 82. Tabel 4.20. Hasil Uji Coba Kelompok Kecil……………………………... 90. Tabel 4.21. Hasil Uji Coba Lapangan……………………………………... 97. xvi.
(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. DAFTAR GAMBAR Gambar. Halaman. Gambar 4.1. Sketsa Isi Video………………………… ..................... 54. Gambar 4.2. Pembukaan Media Video……………………. .............. 55. Gambar 4.3. Tampilan Pertama …………………............................. 56. Gambar 4.4. Tampilan Inti Media video 1. ................................... 57. Gambar 4.5. Tampilan Inti Media video 2. ................................... 57. Gambar 4.6. Tampilan Inti Media video 3. ................................... 58. Gambar 4.7. Tampilan Inti Media video 4. ................................... 58. Gambar 4.8. Tampilan Inti Media video 5. ................................... 59. Gambar 4.9. Tampilan Inti Media video 6. ................................... 60. Gambar 4.10. Tampilan Inti Media video 7. ................................... 60. Gambar 4.11. Tampilan Penutup 8………… ................................... 61. Gambar 4.12. Diagram Batang Penilaian Dosen …………. ................ 81. Gambar 4.13. Diagram Batang Penilaian Guru Kelas V …………...... 81. Gambar 4.14. Diagram Batang Uji Coba Perorangan Indikator 1…….. 83. Gambar 4.15. Diagram Batang Uji Coba Perorangan Indikator 2…….. 84. Gambar 4.16. Diagram Batang Uji Coba Perorangan Indikator 3…….. 84. Gambar 4.17. Diagram Batang Uji Coba Perorangan Indikator 4…….. 85. Gambar 4.18. Diagram Batang Uji Coba Perorangan Indikator 5…….. 85. Gambar 4.19. Diagram Batang Uji Coba Perorangan Indikator 6…….. 86. Gambar 4.20. Diagram Batang Uji Coba Perorangan Indikator 6…….. 86. Gambar 4.21. Diagram Batang Uji Coba Perorangan Indikator 7…….. 87. xvii.
(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. Gambar 4.22. Diagram Batang Uji Coba Perorangan Indikator 8…….. 88. Gambar 4.23. Diagram Batang Uji Coba Perorangan Indikator 8…….. 88. Gambar 4.24. Diagram Batang Uji Coba Perorangan Indikator 9…….. 89. Gambar 4.25. Diagram Batang Uji Coba Perorangan Indikator 10…….89. Gambar 4.26. Diagram Batang Uji Kelompok Kecil Indikator 1………91. Gambar 4.27. Diagram Batang Uji Kelompok Kecil Indikator 2………91. Gambar 4.28. Diagram Batang Uji Kelompok Kecil Indikator 3………92. Gambar 4.29. Diagram Batang Uji Kelompok Kecil Indikator 4………92. Gambar 4.30. Diagram Batang Uji Kelompok Kecil Indikator 5………93. Gambar 4.31. Diagram Batang Uji Kelompok Kecil Indikator 6………94. Gambar 4.32. Diagram Batang Uji Kelompok Kecil Indikator 6………94. Gambar 4.33. Diagram Batang Uji Kelompok Kecil Indikator 7………95. Gambar 4.34. Diagram Batang Uji Kelompok Kecil Indikator 8………95. Gambar 4.35. Diagram Batang Uji Kelompok Kecil Indikator 8………96. Gambar 4.36. Diagram Batang Uji Kelompok Kecil Indikator 9………96. Gambar 4.37. Diagram Batang Uji Kelompok Kecil Indikator 10……..97. Gambar 4.38. Diagram Batang Uji Lapangan Indikator 1………………99. Gambar 4.39. Diagram Batang Uji Lapangan Indikator 2………………99. Gambar 4.40. Diagram Batang Uji Lapangan Indikator 3………………100. Gambar 4.41. Diagram Batang Uji Lapangan Indikator 4………………100. Gambar 4.42. Diagram Batang Uji Lapangan Indikator 5………………101. Gambar 4.43. Diagram Batang Uji Lapangan Indikator 6………………102. Gambar 4.44. Diagram Batang Uji Lapangan Indikator 6………………102. xviii.
(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. Gambar 4.45. Diagram Batang Uji Lapangan Indikator 7………………103. Gambar 4.46. Diagram Batang Uji Lapangan Indikator 8………………103. Gambar 4.47. Diagram Batang Uji Lapangan Indikator 8………………104. Gambar 4.48. Diagram Batang Uji Lapangan Indikator 9………………104. Gambar 4.49. Diagram Batang Uji Lapangan Indikator 10……………..105. Gambar 4.50. Diagram Batang Uji Coba Siswa Keseluruhan…………...106. Gambar 4.51. Diagram Batang Uji Validasi Dosen dan Guru..…………106. xix.
(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. DAFTAR BAGAN Bagan. Halaman. Bagan 2.1. Penelitian yang Relevan………………………… ......... 21. Bagan 3.1. Prototype Prosedur Pengembangan…………………… 29. xx.
(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. BAB 1 PENDAHULUAN. Bab ini berisi uraian (a) latar belakang masalah, (b) rumusan masalah, (c) tujuan penelitian, (d) manfaat penelitian, dan (e) spesifikasi produk yang diharapkan, dan (f) definisi operasional. A. Latar Belakang Masalah Kurikulum 2013 merupakan bagian dari strategi meningkatkan capaian pendidikan. Di samping kurikulum, terdapat sejumlah faktor di antaranya lama siswa bersekolah, lama siswa tinggal di sekolah, pembelajaraan siswa aktif berbasis kompetensi dan memberikan peluang serta kewenangan kepada sekolah. khususnya. guru. untuk. menyelenggarakan pembelajaran. lebih di. mandiri. dan. kelas, termasuk. kreatif. dalam. dalam. berkreasi. memanfaatkan media pembelajaran guna mendukung tercapainya tujuan pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, peranan guru sangat penting dalam menciptakan bentuk pembelajaran yang. sesuai. dan situasi yang kondusif. sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Dengan demikian, guru harus dapat memilih media yang tepat bagi siswa sehingga siswa dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran serta pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik.. 1.
(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 2. Menurut Mulyasa (2013:7), pendidikan dalam kurikulum 2013 bertujuan untun meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan, yang mengarah pada pembentukkan budi pekerti dan ahklak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai dengan standar kompetensi lulusan pada setiap satuan pendidikan. Melalui implementasi kurikulum 2013 yang berbasis kompetensi sekaligus berbasis karakter, dengan pendekatan tematik dan kotekstual diharapkan. peserta. menggunakan. didik. mampu. pengetahuannya,. secara. mengkaji. mandiri dan. meningkatkan. menginternalisasi. dan serta. mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan ahklak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari. Dalam implementasi kurikulum 2013, pendidikan dapat diintegrasikan dalam seluruh pembelajaran pada setiap bidang studi yang terdapat dalam seluruh pembelajaran pada setiap bidang studi yang terdapat dalam kurikulum. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap bidang studi perlu dikembagkan, dieksplisitkan, dihubungkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Pembelajaran tematik berlaku untuk kurikulum 2013. Menurut Rusman (2013: 254) pembelajaran tematik adalah model dalam pembelajaran terpadu (integrated instruction) yang merupakan salah satu system pembelajaran yang memungkinkan siswa, baik secara individual maupun kelompok, aktif mengenali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara autentik, holistic dan bermakna..
(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 3. Media pembelajaran adalah suatu alat yang dipakai sebagai saluran untuk menyampaikan suatu pesan atau informasi dari suatu sumber kepada penerimanya. Pembelajaran dengan menggunakan media ini dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa, bahkan mempertinggi daya serap belajarnya. Salah satu jenis media yang dapat dimanfaatkan adalah media video. Tujuan penggunaan media video ini adalah agar pesan atau informasi yang dikomunikasikan dapat diserap oleh siswa sebagai penerima. Informasi yang ada diharapkan dapat menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Media video dapat dimanfaatkan untuk perantara dalam mengajar guru di dalam kelas, penggunaan media video masih jarang diterapkan di sekolah dikarenakan oleh beberapa faktor yang kurang mendukung. Menurut Munadi (2010:54), penggunaan film dan video yang kurang tepat sering ditemui apabila hanya dipakai sebagai alat hiburan daripada sebagai media pendidikan. Penyajian film dan video bukanlah merupakan pilihan yang sepele, atau yang disajikan agar kelas menjadi tenang. Yang lebih penting adalah, guru atau pengajar harus dapat memberikan kritik atau ulasan dari keseluruhan program yang disajikan. Kelemahan dari penyajian film dan video yang lainnya adalah, guru atau pelatih menyerahkan begitu saja pengawasan terhadap kelasnya selama penyajian program kepada pembuat film dan video. Film dan video hanya dapat disajikan dengan peralatan yang cocok. Di samping itu, penggunaannya. mempunyai. implikasi. dengan. biaya.. Belajar. dengan. menggunakan film dan video adalah mahal, khususnya apabila dipergunakan untuk latihan yang bersifat komersial atau industri daripada untuk keperluan.
(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 4. pendidikan. Selanjutnya, apabila alat video kaset dipakai untuk merekam suatu program yang disiarkan oleh televisi akan menemui kesulitan dalam hal hak cipta untuk menyajikannya dalam bidang pendidikan. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan peneliti di SD Negeri 1 Bakung. Dari hasil pengamatan yang dilakukan peneliti, terlihat beberapa faktor yang mempengaruhi. Beberapa faktor tersebut diantaranya: Kondisi kelas; kondisi kelas di SD Negeri 1 Bakung kurang memadai. apabila. akan. dilaksanakan pembelajaran menggunakan video. pembelajaran, karena ruang kelas di SD Negeri 1 Bakung tidak mempunyai alatalat untuk melaksanakan pembelajaran menggunakan video. Dengan demikian, pembelajaran masih kurang optimal dan akan mempengaruhi prestasi belajar siswa. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, peneliti mencoba memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan melakukan pengembangan media audiovisual yang berupa video pembelajaran untuk siswa Sekolah Dasar kelas V. Dengan demikian, peneliti mengambil judul penelitian ”pengembangan media video pada tema 2 subtema 1 pembelajaran 6 kelas v sekolah dasar negeri 1 bakung tahun ajaran 2014/2015” . B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, rumusan masalah dirumuskan sebagai berikut: 1. Bagaimana pengembangan video tematik pada pembelajaran Tema 2 Subtema 1 Pembelajaran 6 di kelas V SD Negeri 1 Bakung tahun ajaran 2014/2015?.
(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 5. 2. Bagaimana kualitas video tematik yang dikembangkan pada pembelajaran Tema 2 Subtema 1 Pembelajaran 6 di kelas V SD Negeri 1 Bakung tahun ajaran 2014/2015? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan. rumusan. masalah. di. atas,. tujuan. dari. penelitian. pengembangan ini dapat dirumuskan sebagai berikut ini: 1. Mengembangkan video tematik pada pembelajaran Tema 2 Subtema 1 Pembelajaran 6 di kelas V SD N 1 Bakung tahun ajaran 2014/2015. 2. Mengetahui. kualitas. video. tematik. yang. dikembangkan. pada. pembelajaran Tema 2 Subtema 1 Pembelajaran 6 di kelas V SD N 1 Bakung tahun ajaran 2014/2015. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pengetahuan yang bermanfaat bagi peneliti untuk mengembangkan proses pendidikan khususnya dalam hal Pengembangan Video Pembelajaran bagi Kelas V di SD Negeri 1 Bakung..
(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 6. 2. Manfaat Praktis a. Sekolah Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada sekolah agar dapat mengembangkan media pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa kelas V di SD Negeri 1 Bakung. b. Guru Penelitian. ini. diharapkan. dapat. memberi informasi. serta. masukan bagi guru, khususnya di kelas V Sekolah Dasar agar dapat mengembangkan dan. menggunakan. media. pembelajaran. yang. kreatif, menyenangkan, menarik bagi siswa kelas V di SD Negeri 1 Bakung. c. Siswa Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengalaman serta pengetahuan baru bagi siswa dan menari perhatian siswa siswa kelas V di SD Negeri 1 Bakung sehingga dapat meningkatkan semangat dalam belajar. d. Peneliti Penelitian ini memiliki pengalaman serta pengetahuan dalam hal membuat media pembelajaran berupa video tematik..
(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 7. E. Spesifikasi Produk yang Diharapkan Produk yang dihasilkan dalam penelitian pengembangan ini berupa video pembelajaran. Hasil produk pengembangan berupa video dalam bentuk DVD, inti video pembelajaran ini akan membahas tentang materi Tema 2 Subtema 1 Pembelajaran 6 di SD Negeri 1 Bakung. Video pembelajaran yang dikembangkan didasari pada materi ajar tema 2 subtema 1 pembelajaran 6 yang memuat mata pelajaran: 1) SBDP mengenai memahami karya seni rupa dan menggambar ilustrasi, 2) IPS mengenai perbedaan kehidupan dan budaya, 3) Bahasa Indonesia mengenai kegiatan mengidentifikasi kegunaan air di dalam kehidupan dan masyarakat, 4) PPKn mengenai kegiatan hidup rukun di dalam masyarakat, lingkungan sekolah dan bersama teman. Video pembelajaran bersifat memaparkan kejadian-kejadian nyata yang ada dalam kehidupan sehari-hari serta memberikan tutorial dalam pembelajaran berdasarkan materi ajar. Video pembelajaran terintegrasi dengan RPP dan soal evaluasi. F. Definisi Operasional Dalam penelitian pengembangan ini terdapat definisi operasional sebagai berikut: a. Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan sengaja..
(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 8. b. Penelitian dan pengembangan (R&D) merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran. c. Media pembelajaran adalah medium/perantara dalam proses transfer ilmu pengetahuan sebagai upaya membantu guru dalam memberikan pemahaman kepada siswa. d. Pembelajaran tematik dimaknai sebagai pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema-tema tertentu. Model pembelajaran tematik pada hakikatnya merupakan model pembelajaran terpadu. e. Video Pembelajaran merupakan suatu medium yang sangat efektif untuk membantu proses pembelajaran, baik untuk pembelajaran individual, kelompok, maupun massal. f. Kurikulum 2013 dapat dimaknai sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penugasan terhadap seperangkat kompetensi tertentu..
(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 9. Bab II Kajian Teori A. Kajian Pustaka 1. Research and Development Penelitian dan pengembangan (R&D) merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran (Borg dan Gall, 1988 dalam Sugiyono, 2010: 408). Sejalan dengan itu, Sugiyono (2010: 407), mengemukakan bahwa metode penelitian pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Dalam penelitian dan pengembangan, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan oleh peneliti. Sugiyono (2010: 409-426), mengemukakan langkah yang harus dilakukan di dalam penelitian dan pengembangan, yaitu: (1) potensi dan masalah, (2) mengumpulkan informasi, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) perbaikan desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) pembuatan produk massal. 2. Pembelajaran Hakikat pembelajaran merupakan suatu usaha sadar Guru untuk membantu siswa atau anak didiknya, agar mereka dapat sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Dengan kata lain, pembelajaran adalah usaha-usaha yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar dalam diri.
(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 10. siswa. Pembelajaran merupakan kegiatan terencana yang mengkondisikan/ merangsang seseorang agar bisa belajar dengan baik agar sesuai dengan tujuan pembelajaran. (Abdul Majid, 2013 : 5). Berdasarkan pengertian tersebut, dapat diidentifikasi ciri-ciri pembelajaran, yaitu sebagai berikut. a. Pada proses pembelajaran, guru harus menganggap siswa sebagai individu yang mempunyai unsur-unsur dinamis yang dapat berkembang. b. Pembelajaran lebih menekankan pada aktivitas siswa karena yang belajar adalah siswa, bukan guru c. Pembelajaran merupakan upaya sadar dan sengaja d. Pembelajaran bukan kegiatan insidental, tanpa persiapan Menurut Munadi (2010:37), fungsi media pembelajaran sebagai sumber belajar. Secara teknis, media pembelajaran berfungsi sebagai sumber belajar. Dalam kalimat “sumber belajar” ini tersirat makna keaktifan, yakni sebagai penyalur, penyampai, penghubung dan lain-lain. Mudhoffir dalam bukunya yang berjudul “Prinsip-Prinsip Pengelolaan Pusat Sumber Belajar (1992:1-2) menyebutkan bahwa sumber belajar pada hakikatnya merupakan komponen sistem instruksional yang meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik dan lingkungan, yang mana hal itu dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Dengan demikian sumber belajar dapat dipahami sebagai segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang (peserta didik) dan memungkinkan (memudahkan terjadinya proses belajar)..
(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 11. Menurut Munadi (2010:37), fungsi media pembelajaran dapat dijabarkan sebagai berikut ini: 1. Fungsi semantik Fungsi semantik yakni kemampuan media dalam menambah perbendaharaan kata (simbol verbal) yang makna atau maksudnya benar-benar dipaham anak didik (tidak verbalistik). 2. Fungsi manipulatif Fungsi manipulatif ini didasarkan pada ciri-ciri (karakteristik) umum yang dimilikinya sebagaimana disebut di atas. Berdasarkan karakteristik umum ini, media memiliki dua kemampuan, yakni mengatasi batas-batas ruang dan waktu dan mengatasi keterbatasan inderawi. 3. Fungsi psikologis a. Fungsi atensi Media pembelajaran dapat meningkatkan perhatian (attention) siswa terhadap materi ajar. b. Fungsi afektif Fungsi afektif, yakni menggugah perasaan, emosi, dan tingkat penerimaan atau penolakan siswa terhadap sesuatu. c. Fungsi kognitif Siswa yang belajar melalui media pembelajaran akan memperoleh dan menggunakan bentuk-bentuk representasi yang mewakili objek-objek yang dihadapi, baik objek itu berupa orang, benda, atau kejadian/peristiwa..
(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 12. d. Fungsi imajinatif Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengembangkan imajinasi siswa. e. Fungsi motivasi Motivasi merupakan seni mendorong siswa untuk terdorong melakukan kegiatan belajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai. 4. Fungsi sosio cultural Fungsi media dilihat dari sosio-kultural, yakni mengatasi hambatan sosiokultural antar peserta komunikasi pembelajaran. 3. Video Pembelajaran Menurut Munadi (2010:54), penggunaan film dan video yang kurang tepat sering ditemui apabila hanya dipakai sebagai alat hiburan daripada sebagai media pendidikan. Penyajian film dan video bukanlah merupakan pilihan yang sepele, atau yang disajikan agar kelas menjadi tenang. Yang lebih penting adalah guru atau pengajar harus dapat memberikan kritik atau ulasan dari kesluruhan program yang disajikan. Kelemahan dari penyajian film dan video yang lainnya adalah, guru atau pelatih menyerahkan begitu saja pengawasan terhadap kelasnya selama penyajian program kepada pembuat film dan video. Film dan video hanya dapat disajikan dengan peralatan yang cocok. Di samping itu, penggunaannya mempunyai implkasi dengan biaya. Belajar dengan menggunakan film dan video adalah mahal, khususnya apabila dipergunakan untuk latihan yang bersifat komersial atau industry daripada untuk keperluan pendidikan. Selanjutnya, apabila alat video kaset dipakai untuk merekam suatu program yang disiarkan.
(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 13. oleh televisi akan menemui kesulitan dalam hal hak cipta untuk menyajikannya dalam bidang pendidikan. Daryanto (2013: 89) memaparkan kelebihan-kelebihan penggunaan video dalam pembelajaran, antara lain: 1). Menggambarkan suatu proses atau kejadian yang dapat disaksikan berulangulang.. 2). Mudah untuk menyajikannya.. 3). Menarik, sehingga dapat mendorong dan meningkatkan motivasi siswa.. 4). Efektif untuk menanamkan sikap dan aspek-aspek afektif, misalnya: pesan moral yang ingin disampaikan dalam sebuah cerita melalui video lebih mudah ditangkap oleh siswa, sehingga pesan moral tersebut tertanam dalam diri siswa.. 5). Dapat disajikan dalam kelompok kecil maupun kelompok besar.. 6). Dapat memperlambat atau mempercepat suatu peristiwa atau proses. Misalnya, proses pertumbuhan biji menjadi kecambah sampai menjadi tumbuhan yang memerlukan waktu beberapa hari dapat ditampilkan dalam waktu dua menit saja. Daryanto (2013: 89) memaparkan kelemahan-kelemahan penggunaan video. dalam pembelajaran, antara lain: 1). Fine details, artinya media tayangannya tidak dapat menampilkan obyek sampai yang sekecil-kecilnya dengan sempurna.. 2). Size information, artinya tidak dapat menampilkan obyek dengan ukuran yang sebenarnya..
(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 3). 14. Third dimention, artinya gambar yang diproyeksikan video umumnya berbentuk dua dimensi.. 4). Opposition, artinya pengambilan yang kurang tepat menyebabkan timbulnya keraguan penonton dalam menafsirkan gambar yang dilihatnya.. 5). Setting, artinya bila ditampilkan adegan dua orang yang sedang bercakapcakap diantara kerumunan banyak orang akan sulit bagi penonton untuk menebak dimana kejadian tersebut berlangsung.. 6). Material pendukung video membutuhkan alat proyeksi untuk dapat menampilkan gambar yang ada didalamnya.. 7). Budget, artinya untuk membuat program video membutuhkan biaya yang tidak sedikit.. 4. Belajar Menurut Piaget dalam Majid (2014:9), proses belajar dapat berlangsung jika terjadi proses pengolahan data yang aktif merupakan aktivitas lanjutan dari kegiatan mencari informasi dan dilanjutkan dengan kegiatan penemuan. Piaget berpendapat bahwa “apa yang sudah ada pada diri seorang siswa (kapasitas dasar kemampuan intelektualnya atau dapat disebut dengan istilah skema) adalah dasar untuk menerima hal yang baru.” Piaget (1950) menyatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya(teori perkembangan kognitif). Menurutnya, setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata yaitu sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui.
(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 15. proses asimilasi(menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran dan akomodasi(proses memanfaatkan konsep-konsep dalam pikiran untuk menafsirkan objek). Kedua proses tersebut jika berlangsung terus menerus akan membuat pengetahuan lama dan pengetahuan baru menjadi seimbang. Proses pembelajarannya menggunakan pendekatan scientific, hal ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah guru. Menurut Siregar (2010:12), pembelajaran adalah seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa, dengan memperhitungkan kejadian-kejadian ekstrim yang berperanan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa (Winkel, 1991) dalam Siregar (2010:12). Sementara Gagne dalam Siregar (2010) mendefinisikan pembelajaran sebagai pengaturan peristiwa secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuatnya berhasil guna. Dalam pengertian lainnya, Winkel (1991) mendefinisikan pembelajaran sebagai pengaturan dan penciptaan kondisi-kondisi ekstern sedemikian rupa, sehingga menunjang proses belajar siswa dan menghambatnya. Menurut Siregar (2010:17), belajar adalah sebuah proses yang kompleks yang didalamnya terkandung beberapa aspek. Aspek-aspek tersebuat adalah (1) bertambahnya jumlah pengetahuan, (2) adanya kemampuan mengingat dan memproduksi, (3) ada penerapan pengetahuan, (4) menyimpulkan makna, (5).
(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 16. menafsirkan dan mengaitkannya dengan realitas, dan (6) adanya perubahan sebagai pribadi 5. Kurikulum 2013 Menurut Mulyasa (2013) Orientasi kurikulum 2013 adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude), ketrampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Hal ini sejalan dengan amanat UU No. 20 Tahun 2003 sebagaimana tersurat dalam penjelasan pasal 35, yaitu kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan sesuai dengan standar nasional yang sudah disepakati. Menurut Mulyasa (2013:7), pendidikan karakter dalam kurikulum 2013 bertujuan untun meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan , yang mengarah pada pembentukkan budi pekerti dan ahklak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai dengan standar kompetensi lulusan pada setiap satuan pendidikan. Melalui implementasi kurikulum 2013 yang berbasis kompetensi sekaligus berbasis karakter, dengan pendekatan tematik dan kotekstual diharapkan peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan. pengetahuannya,. mengkaji. dan. menginternalisasi. serta. mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan ahklak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari. Dalam. implementasi. kurikulum. 2013,. pendidikan. karakter. dapat. diintegrasikan dalam seluruh pembelajaran pada setiap bidang studi yang terdapat.
(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 17. dalam seluruh pembelajaran pada setiap bidang studi yang terdapat dalam kurikulum. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap bidang studi perlu dikembagkan, dieksplisitkan, dihubungkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Menurut Mulyasa (2013:11), keberhasilan kurikulum 2013 dalam membentuk kompetensi dan karakter di sekolah dapat diketahui dari berbagai perilaku seharihari yang tampak dalam setiap aktivitas peserta didik dan warga sekolah lainnya. Perilaku tersebut antara lain diwujudkan dalam bentuk: kesadaran, kejujuran, keiklashan, kesederhanaan, kemandirian, kepedulian, kebebasan dalam bertindak, kecermatan, ketelitian, dan komitmen. Menurut Mulyasa (2013:104), agar peserta didik belajar secara aktif, guru perlu menciptakan strategi yang tepat guna, sedemikian rupa, sehingga mereka mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar. Motivasi yang seperti ini akan dapat ercipta kalau guru dapat meyakinkan peserta didik akan kegunaan materi pembelajaran bagi kehidupannyata peserta didik. Demikian juga guru harus dapat menciptakan situasi sehingga materi pembelajaran selalu tampak menarik, dan tidak membosankan. Untuk kepentingan tersebut, guru harus mampu bertindak sebagai fasilitator, yang perannya tidak terbatas pada penyampaian informasi kepada peserta didik. Sesuai dengan kemajuan dan tuntutan zaman, guru harus memiliki kemampuan untuk memahami peserta didik dengan berbagai keunikannya agar mampu membantu mereka dalam menghadapi kesulitan belajar. Dalam pada itu, guru dituntut memahami berbagai pendekatan pembelajaran agar dapat membimbing pesertadidik secara optimal..
(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 18. 6. Pembelajaran Tematik Menurut Rusman (2013: 254) pembelajaran tematik adalah model dalam pembelajaran terpadu (integrated instruction) yang merupakan salah satu system pembelajaran yang memungkinkan siswa, baik secara individual maupun kelompok, aktif mengenali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara autentik, holistic dan bermakna. Abdul Majid (2014 : 89) mengemukakan karakteristik pembelajaran tematik sebagai berikut; (1) Berpusat pada siswa, (2) Memberikan pengelaman langsung, (3) Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas, (4) Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran, (5) Bersifat fleksibel, (6) Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan.. B. Penelitian Yang Relevan Pertama, penelitian yang berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Mengacu Kurikulum 2013 Subtema Bersatu Dalam Keberaagaman Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar”. Yang disusun oleh Maria Imakulata Wea Mogi. Dalam penelitian ini diutarakan bahwa tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui prosedur pengembangan, kualitas produk bahan ajar mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV SD. Hasil penelitian ini adalah bahan ajar kurikulum 2013 Subtemaa Bersatu dalam Keberagaman untuk siswa kelas IV SD memiliki kualitas yang sangat baik dan layak digunakan dalam pembelajaran kurikulum 2013 berdasarkan validasi pakar kurikulum 2013, guru kelas IV pelaksana kurikulum.
(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 19. 2013 dan siswa kelas IV. Skor rerata produk menunjukkan 4,46 dan termasuk kategori “sangat tinggi”. Kedua, penelitian yang berjudul “Pengembangan Media Audiovisual Sebagai Media Pembelajaran Menyimak Siswa Kelas III SD N Soka 1 Srumbung Magelang Tahun Ajaran 2010/2011” yang disusun oleh Andreas Anggi Kurniawan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menghasilkan produk berupa media audiovisual (film) untuk siswa kelas III SD. Langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti, yaitu: (1) Menganalisis kebutuhan, (2) Mengembangkan media audiovisual, (3) Produk yang dihasilkan yaitu film dokumenter, (4) Uji penilaian, (5) Uji coba secara langsung ke siswa kelas III SD, (6) Penelitian lebih lanjut. Ketiga, penelitian yang berjudul, “Pengembangan Multimedia Interaktif untuk Keterampilan Menyimak Unsur-Unsur Cerita Bahasa Indonesia Kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta”, yang disusun oleh Kristin Natalia tahun 2012.Dalam penelitian ini bertujuan untuk memaparkan prosedur pengembangan multimedia interaktif untuk keterampilan menyimak pada kompetensi dasar mengidentifikasi unsur-unsur cerita (penokohan, tema, latar, amanat) bahasa Indonesia kelas V semester genap SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta. Hasil pengembangan multimedia interaktif berupa media dan modul pembelajaran divalidasi oleh pakar pembelajaran bahasa, pakar media, guru Bahasa Indonesia, dan siswa kelas V. Hasil validasi dari pakar pembelajaran bahasa menunjukkan skor rerata 4,55 dengan kategori “sangat baik”. Validasi dari pakar media menunjukkan skor rerata 4,15 dengan kategori “baik”. Validasi dari guru Bahasa Indonesia memperoleh skor rerata 4,85 dengan kategori “sangat baik”. Validasi.
(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 20. lapangan memperoleh skor rata-rata keseluruhan 4,63 dengan kategori “sangat baik”. Berdasarkan tinjauan terdahulu, pengembangan media pembelajaran berupa video pembelajaran tematik belum banyak digunakan dan dikembangkan. Penelitian untuk dikembangkan berupa media pembelajaran video tematik tema 2 subtema 1 pembelajaran 6 masih relevan untuk diteliti. Peneliti berharap media pembelajaran pembelajaran.. berupa. video. yang. dihasilkan. dapat. digunakan. sebagai.
(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. Bagan Penelitian yang Relevan Penelitian III Kristin Natalia. Penelitian I Maria Imakulata Wea Mogi. Penelitian II Andreas Anggi C. Kurniawan. Pengembangan Bahan Ajar Mengacu Kurikulum 2013 Subtema Bersatu Dalam Keberaagaman Untuk Siswa Kelas IV. Pengembangan Media Audiovisual sebagai Pembelajaran Menyimak Kelas III SD. Pengembangan Multimedia Interaktif untuk Ketrampilan Menyimak Unsurunsur Cerita Bahasa Indonesia Kelas V. Membantu guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran dan siswa dalam memahami materi.. Menghasilkan Produk berupa film sebagai media pembelajaran menyimak. Menghasilkan produk berupa multimedia interaktif sebagai media pembelajaran. Menghasilkan produk berupa bahan ajar, film, multimedia interaktif sebagai media pembelajaran guru dan siswa dalam kegiatan belajar.. Pengembangan Media Video Tematik Kelas V Tema 2 Subtema 1 Pembelajaran 6 Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Negeri 1 Bakung Tahun Ajaran 2014/2015”. Bagan 2.1 Penelitian yang Relevan. 21.
(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 22. C. Kerangka Berpikir Sebagai seorang pendidik tidak hanya bertugas untuk mengajar siswasiswanya, namun juga harus menyiapkan perangkat pembelajaran yang menarik bagi siswanya. Perangkat pembelajaran tersebut diantaranya adalah silabus, RPP, dan media pembelajaran. Kreativitas guru dalam merancang perangkat pembelajaran sangat berpengaruh pada tujuan pembelajaran. Penelitian ini memilih siswa kelas V sebagai subyek penelitian. Peneliti memilih kelas V karena dalam penyampaian pembelajaran yang dilakukan di kelas masih kurang semangat ketika mengikuti pembelajaran. Permasalahan yang diangkat mengenai pembelajaran yang dilakukan guru yang hanya menjelaskan materi kemudian diselingi dengan tanya jawab dan penugasan. Selain itu, belum banyak media yang digunakan sebagai alat bantu untuk berlangsungnya proses belajar mengajar, terlebih media video. Peneliti berusaha membuat media video pembelajaran tematik yang tidak hanya berisi tentang informasi, tetapi video ini untuk memancing siswa agar lebih tertarik dengan materi yang akan di ajarkan oleh guru. Setelah divalidasi atau diuji kelayakannya oleh beberapa validator diharapkan produk tersebut dapat digunakan oleh para guru dalam melaksanakan pembelajaran sesuai kurikulum 2013..
(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 23. D. Pertanyaan Penelitian Pertanyaan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut. 1. Bagaimana prosedur pengembangan media video tematik untuk tema 2 subtema 1 pembelajaran 6 kelas V kurikulum 2013 semester gasal SD Negeri 1 Bakung? 2. Bagaimana kualitas media video tematik untuk tema 2 subtema 1 pembelajaran 6 kelas V kurikulum 2013 semester gasal SD Negeri 1 Bakung yang dikembangkan?.
(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 24. BAB III METODE PENELITIAN. Dalam bab ini diuraikan (1) Jenis penelitian, (2) Setting penelitian, (3) Rancangan penelitian, (4) Prosedur pengembangan, (5) Uji Validasi Produk, (6) Instrumen penelitian, (7) Teknik pengumpulan data, dan (8) Teknik analisis data.. A. Jenis Penelitian Jenis. penelitian. pengembangan. yang. (Research. digunakan and. adalah. Development).. metode. penelitian. dan. Penelitian. Research. and. Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu (Sugiyono, 2011:297). Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan sebuah produk berupa media video pembelajaran dan perangkat pembelajaran untuk kelas V semester 1 tentang tema 2 subtema 1 pembelajaran 6 di SD Negeri 1 Bakung. Produk yang akan dihasilkan berupa beberapa komponen yang meliputi kajian standar kompetensi, materi pembelajaran, analisis kebutuhan, validasi produk, dan revisi produk. B. Setting Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 1 Bakung tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 28 orang. Terdiri dari 11 siswa perempuan dan 18 orang siswa laki-laki sebagai subjek uji coba penelitian dan subjek analisis kebutuhan..
(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 25. 2. Tempat Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti memilih tempat di SD Negeri 1 Bakung yang beralamat di Bakung, Bakung, Jogonalan, Kabupaten Klaten sebagai tempat penelitian.. 3. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan dari bulan November 2014 sampai Juni 2015.. C. Rancangan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dalam beberapa langkah persiapan. Langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Permohonan izin kepada Kepala Sekolah SD Negeri 1 Bakung Permohonan izin ini dilakukan agar kegiatan penelitian dapat berjalan dengan baik berkat persetujuan pihak sekolah untuk mengambil data. 2. Wawancara Dalam wawancara ini dilakukan guna mencari informasi dan pengumpulan data awal terkait analisis kebutuhan terhadap siswa dan guru pada pembelajaran scientific kurikulum 2013 di kelas V SD Negeri 1 Bakung. 3. Identifikasi Masalah Identifikasi masalah dilakukan guna menentukan hasil terkait dengan informasi yang didapatkan setelah dilakukan wawancara..
(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 26. 4. Mengkaji pokok materi Pokok materi yang akan dikaji sebagai tindak lanjut untuk mengembangkan sebuah produk berupa video pembelajaran dan perangkat pembelajaran.. D. Prosedur Pengembangan Prosedur pengembangan penelitian ini mengacu pada dua produk, yakni video pembelajaran. dan. perangkat. pembelajaran.. Sugiyono. (2010:409-427). mengemukakan sepuluh langkah yang harus dilakukan di dalam penelitian dan pengembangan, yaitu: (1) Potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) pembuatan produk massal. Berdasarkan 10 langkah tersebut, peneliti melakukan penelitian sampai dengan tahap ketujuh yakni revisi produk. Dari ketujuh langkah tersebut, peneliti memodifikasi menjadi lima langkah. Prosedur pengembangan ini melalui empat tahap, keempat tahapan itu adalah (1) Kajian Standar Kompetensi dan materi pembelajaran, (2) Analisis kebutuhan pengembangan program pembelajaran(3) Memproduksi media audiovisual berupa video pembelajaran, dan (4) Validasi serta revisi produk, (5) uji coba produk, hingga menghasilkan prototype produk media. audiovisual. yang. berupa. video. pembelajaran. serta. perangkat. pembelajaranpada tema 2 subtema 1 pembelajaran 6 yang meliputi mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, SBDP, IPS di kelas V SD. Berikut dari tahap-tahap tersebut:.
(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. Langkah pertama. adalah. mengkaji. standar kompetensi. 27. dan materi. pembelajaran yang nantinya akan dikembangkan. Peneliti mengambil materi pada tema 2 subtema 1 pembelajaran 6 tentang materi pokok perbedaan kehidupan masyarakat dan peranan air di kehidupan masyarakat di kelas V semester gasal. Langkah yang kedua adalah analisis kebutuhan. Analisi kebutuhan dilakukan pada seluruh siswa kelas V dan guru kelas V SD N 1 Bakung. Analisis kebutuhan ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan siswa dan guru terkait penggunaan media video dalam kegiatan pembelajaran.Kemudian mengembangkan media video tematik beserta perangkat pembelajaran berupa RPP dan evaluasi pembelajaran sebagai hasil produk. Langkah ketiga adalah media pembelajaran audiovisual berupa video pembelajaran serta perangkat pembelajaran pada tema 2 subtema 1 pembelajaran 6 mengenai materi perbedaan kehidupan masyarakat dan peranan air bagi masyarakat. Langkah awal yang dilakukan peneliti membuat konsep video pembelajaran yang berdasarkan kompetensi dasar dan materi pembelajaran. Pembuatan produk berupa video pembelajaran menggunakan aplikasi movie maker. Langkah keempat adalah validasi serta revisi produk. Produk hasil pengembangan berupa video pembelajaran dilakukan dengan lima langkah, yakni (1) kajian standar kompetensi dan materi pembelajaran, (2) analisis kebutuhan pengembangan. program. pembelajaran,. (3). memproduksi. media. video. pembelajaran, (4) validasi serta revisi produk, (5) uji coba produk. Setelah.
(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 28. validasi pada tahap uji pakar mediadilakukan analisis dan revisi produk berdasarkan penilaian dan komentar validator. Yang kelima tahap uji coba produk yang telah direvisi, diujikan kepada siswa yang berjumlah 2 orang, selanjutnya pada siswa dalam kelompok kecil yang berjumlah 4 anak, dan uji coba lapangan 8 anak. Setelah revisi terus menerus untuk memperoleh tingkat kelayakan yang diharapkan, maka dilakukan uji lapangan. Hasil dari revisi ini akan menjadi produk pengembangan media audiovisual yang berupa video pembelajaran untuk tema 2 subtema 1 pembelajaran 6 tentang hidup rukun di lingkungan masyarakat dan mengenai peran dan manfaat air di kelas V semester gasal. Untuk perangkat pembelajaran juga dilakukan validasi pada dua tahap, yakni validasi terhadap dosen pakar kurikulum 2013 dan uji validasi terhadap guru kelas V. Berikut adalah bagan prosedur pengembangan produk..
(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 29. I: Analisis Kebutuhan untuk menentukan Produk yang akan Dikembangkan II: Kajian Kompetensi Inti dan Materi Pembelajaran III: Pengembangan Program Pembelajaran Analisis Sumber Belajar Analisis. Strategi penyampaian. Penetapan tema dan sub tema. Kompetensi Inti. Strategi pengelolaan. Analisis karakteristik siswa. Pengembangan evaluasi pembelajaran. IV: Memproduksi Media Video Tematik Alur cerita. Konsep. Pembuatan dan pemrograman. Pengumpulan bahan. Kerangka Desain Video. Uji Coba dan Revisi Produk. Analisis I. Pakar Media. Validasi Tahap I. Guru. Revisi I. Validasi Tahap II. ValidasiTahap III. ValidasiTahap IV. Uji Coba Perorangan. Uji Coba Kelompok Kecil. Uji Coba Lapangan. Analisis II. Analisis III. Analisis IV. Revisi II. Revisi III. Revisi IV. E. Pengembangan Media Video Tematik Kelas V Sekolah Desar Semester Ganjil tema 2 Subtema 1 Pembelajaran 6 Bagan 3.1 Prototype Prosedur Pengembangan.
(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 30. E. Uji Validasi Produk Uji validasi produk ini untuk mencari kekurangan produk yang telah dibuat oleh peneliti.Uji validasi diharapkan untuk memperoleh saran dan kritik dari penilai atau pengamat terhadap kelayakan produk yang telah dibuat oleh peneliti.Uji validasi produk melibatkan pakar media pembelajaran berbasis teknologi dalam bidang video.Uji validasi juga dilakukan kepada para siswa untuk mengetahui layak atau tidaknya video dalam sebuah pembelajaran. Uji validasi nantinya akandijadikan acuan untuk memperbaiki produk dalam tahap revisi produk. 1. Desain Uji Validasi Desain uji validasi produk ini dilakukan dalam dua tahap. tahap awal dilakukan penilaian oleh pakar media video pembelajaran, dan tahap kedua dilakukan oleh guru kelas V Sekolah Dasar. Tanggapan dan kritik yang diperoleh. saat. uji. validasi. produk. oleh. pakar. media. video. pembelajaran.Setelah produk direvisi, produk berupa video pembelajaran tematik dapat diujicobakan kepada siswa kelas V SD Negeri 1 Bakung. 2. Subjek Uji Validasi Lapangan Subjek uji validasi lapangan dalam penelitian pengembangan ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 1 Bakung tahun ajaran 2014/2015.. F. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data diperoleh dari analisis kebutuhan dan wawancara yang dibagikan kepada siswa dan guru kelas V SD Negeri 1 Bakung. Peneliti juga.
(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 31. mengajukan produk media pembelajaran berupa video tematik kepada pakar ahli media dengan mengisi kuesioner. kuesioner juga dibagikan kepada siswa kelas V SD Negeri 1 Bakung sebagai uji coba lapangan untuk menilai produk pengembangan berupa media video pembelajaran. 1. Analisis Kebutuhan Data awal dilakukan analisis kebutuhan, data yang diperoleh oleh peneliti adalah hasil wawancara terhadap guru kelas dan kuesioner terhadap siswa kelas V SD Negeri 1 Bakung yang berjumlah 28 siswa. Kuesioner diberikan kepada siswa untuk mengetahui karakteristik belajar siswa serta kebutuhan yang mereka perlukan dalam proses belajar. Sedangkan wawancara dengan guru dilakukan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapidalam menyelenggarakan pembelajarankurikulum 2013. a. Wawancara Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan kepada responden dan mencatat atau merekam jawaban-jawaban responden (Mahmud, 2011:172). Wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dari orang yang menjadi sumber data. Pedoman dalam wawancara dibedakan menjadi dua, yaitu pedoman wawancara tidak terstruktur dan pedoman wawancara terstruktur. Pedoman wawancara tidak terstruktur yaitu pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan, sedangkan pedoman wawancara terstruktur yaitu pedoman wawancara yang disusun secara terperinci sehingga menyerupai checklist..
(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 32. b. Kuesioner Kuesioner atau angket adalah suatu daftar pertanyaan tertulis yang terinci dan lengkap yang harus dijawab oleh responden tentang pribadinya atau halhal yang diketahuinya (Masidjo, 2010:70). Alasan peneliti menggunakan kuesioner yaitu untuk menggali informasi yang tidak dapat diperoleh melalui pengamatan secara langsung. Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup. Angket tertutup adalah angket yang disusun sedemikian rupa, sehingga responden tinggal memilih jawaban yang disediakan (Masidjo, 2010:71). G. Instrumen Pengumpulan Data Istrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa instrumen dalam beberapa tahap penelitian, mulai dari analisis kebutuhan, uji validasi produk dan uji coba lapangan dengan beberapa sumber perolehan data yang terdiri dari Dosen (ahli media), Guru dan siswa. 1. Instrumen Analisis Kebutuhan Siswa Instrumen analisis kebutuhan yang diberikan kepada siswa berupa kuesioer.Kuesioner atau angket adalah suatu daftar pertanyaan tertulis yang terinci dan lengkap yang harus dijawab oleh responden tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahuinya (Masidjo, 2010:70). Terdapat beberapa kisi-kisi kuesioner dalam analisis kebutuhan siswa. Berikut ini kisi-kisi analisis kebutuhan untuk siswa..
(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 33. Tabel 3.1 Kisi-kisi Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa No. Aspek penilaian. No soal pada instrument. 1. Teknik pembelajaran yang digunakan guru. 1, 2, 3. 2. Teknik pembelajaran yang disukai siswa. 4. 3. Materi yang diberikan guru. 5. 4. Evaluasi yang diberikan guru. 6. 5. Media yang digunakan guru. 7, 8. 6. Media yang disukai siswa. 9, 10. 7. Materi yang disukai siswa. 11. Berikut ini adalah tabel kuesioner analisis kebutuhan siswa yang nantinya akan diberikan kepada siswa. Tabel 3.2 Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa No. Pertanyaan. 1. Bagaimana guru menyampaikan materi pembelajaran di kelas? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Hanya menerangkan saja b. Menggunakan media pembelajaran c. Mencatat di papan tulis d. Mendikte. 2. Apakah guru pernah memberi contoh nyata kegiatan yang ada pada buku tematik kelas 5 tema 2 sub tema 1? a. Pernah, tetapi hanya sekali b. Selalu memberi contoh kegiatan nyata yang baik dan benar c. Memberi contoh tetapi hanya kadang-kadang d. Tidak pernah memberi contoh. 3. Dalam pembelajaran tematik , terutama dalam pembelajaran 5 sub tema 1 tema 2, apakah guru pernah meminta saya untuk mempraktikkan contoh kegiatan yang ada di dalam buku tematik di depan kelas? a. Pernah, tetapi hanya sekali b. Sering meminta untuk mempraktikkan contoh kegiatan di depan kelas c. Kadang-kadang meminta untuk mempraktikkan contoh kegiatan d. Tidak pernah meminta untuk mempraktikkan contoh kegiatan.
(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 34. No. Pertanyaan. 4. Apa aktivitas pembelajaran di kelas khususnya untuk pembelajaran tematik yang saya sukai? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Tanya jawab b. Diskusi kelompok c. Presentasi d. Pemberian tugas. 5. Bagaimana materi pembelajaran kurikulum 2013 tema 2 subtema 1 pembelajaran 5 yang diberikan guru? a. Sangat menarik dan menambah pengetahuan b. Menarik dan menambah pengetahuan c. Cukup menarik dan menambah pengetahuan d. Tidak menarik dan tidak menambah pengetahuan. 6. Apa bentuk latihan yang sering diberikan guru? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Uraian b. Menjodohkan c. Pilihan ganda d. Isian singkat. 7. Apakah di setiap pembelajaran pada kurikulum 2013 tema 2 guru selalu menggunakan media pembelajaran? a. Pernah menggunakan media pembelajaran, tetapi hanya sekali b. Selalu menggunakan media pembelajaran c. Menggunakan media pembelajaran tetapi hanya kadang-kadang d. Tidak pernah menggunakan media pembelajaran Media pembelajaran apa yang sering digunakan guru? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Gambar b. Suara c. Video d. Tidak pernah menggunakan media Media apa yang saya sukai untuk digunakan dalam pembelajaran tematik? a. Teks b. Gambar c. Rekaman d. Video Media video apa yang saya sukai? a. Video dengan gambar bergerak b. Video dengan gambar dan suara c. Video dengan teks dan suara d. Video yang diperankan oleh guru atau orang lain Bagaimana materi pembelajaran yang saya sukai? a. Materi yang hanya terdapat teori b. Materi yang hanya terdapat contoh-contohnya c. Materi yang hanya terdapat soal-soalnya d. Materi yang lengkap terdapat teori, contoh, kegiatan, soal dan terdapat gambar yang menarik. 8. 9. 10. 11.
(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 35. 2. Instrumen Analisis Kebutuhan Guru Wawancara juga dilakukan untuk menguatkan data analisis kebutuhan, peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas V SD Negeri 1 Bakung terkait kurikulum 2013 dan penggunaan media dalam pembelajaran. Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan kepada responden dan mencatat atau merekam jawaban-jawaban responden (Mahmud, 2011:172). Wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dari orang yang menjadi sumber data. Terdapat beberapa kisi-kisi wawancara dalam analisis kebutuhan guru.Berikut ini kisi-kisi analisis kebutuhan untuk guru.. Tabel 3.3 Kisi-kisi Wawancara Analisis Kebutuhan Guru No. Aspek penilaian. No soal pada instrument. 1. Penerapan kurikulum 2013 oleh guru.. 1, 2, 3, 4. 2. Penggunaan media. 5, 7, 9. 3. Variasi penggunaan media, metode dan 6 teknik pembelajaran. 4. Media yang diinginkan/disenangi oleh 8, 10 siswa. Berikut ini adalah tabel kuesioner analisis kebutuhan guru yang nantinya akan diberikan kepada guru..
(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 36. Tabel 3.4 kuesioner analisis kebutuhan guru. No. Pertanyaan. 1. Apakah Bapak/Ibu mampu menerapkan pembelajaran kurikulum 2013 dengan baik? Apakah pembelajaran dengan kurikulum 2013 membuat Bapak/Ibu lebih mudah menyampaikan materi? Alasan? Menurut Bapak/Ibu , apakah kurikulum 2013 lebih efektif dari kurikulum sebelumnya (KTSP)? Kendala apa yang Bapak/Ibu temukan dalam melaksanakan pembelajaran sesuai kurikulum 2013? Apakah Bapak/Ibu sering menggunakan media pembelajaran saat mengajarkan materi sesuai kurikulum 2013? Apakah Bapak/Ibu menggunakan media, metode dan teknik pembelajaran yang bervariasi saat mengajarkan materi sesuai dengan kurikulum 2013? Media pembelajaran apa yang sering digunakan oleh Bapak/Ibu mengajarkan materi sesuai kurikulum 2013? Media apa yang menurut Bapak/Ibu lebih menarik dan membuat siswa lebih memahami materi yang diajarkan Bapak/Ibu? Menurut Bapak/Ibu apakah penggunaan media pembelajaran sangat penting dalam membantu siswamemahami materi yang diajarkan oleh Bapak/Ibu? Menurut Bapak/Ibu, media pembelajaran mana yang lebih membuat siswa paham akan materi yang diajarkan oleh Bapak/Ibu?. 2 3 4 5 6 7 8 9 10. 3. Instrumen Validasi Ahli Pada tahap uji validasi ahli, instrumen yang digunakan oleh peneliti adalah kuesioner. Kuesioner ditujukan kepada dosen ahli media khususnya mengenai video pembelajaran. Tabel 3.5 kisi-kisi kuesioner validasi ahli media Berikut ini kisi-kisi instrumen kuesioner validasi ahli media:. No 1 2 3 4 5 6. Pernyataan Media pembelajaran. Unsur tampilan dalam media pembelajaran. Petunjuk penggunaan media pembelajaran. Bahasa dalam media pembelajaran. Materi dalam media pembelajaran. Volume dalam media pembelajaran.. No pernyataan 1 2, 3, 4, 5 6 7, 8 9 10.
Gambar
Garis besar
Dokumen terkait
Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang dengan Judul “Analisis Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Tema 5 (Pengalamanku) SubTema 1 (Pengalaman Masa Kecil) Dalam
Hasil penelitian implementasi pembelajaran tematik kurikulum 2013 pada siswa kelas 1 tema “keluargaku” telah berlangsung dengan baik dan telah memenuhi kriteria yang ada di
Kurikulum 2013 diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, kemampuan, nilai, sikap, dan minat peserta didik agar dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran, ketepatan
Perangkat pembelajaran berupa kegiatan pembelajaran (RPP) dan LKS sesuai dengan video mengenai tema 2 subtema 2 pembelajaran 3 tentang peristiwa-peristiwa penting
Perangkat pembelajaran berupa kegiatan pembelajaran (RPP) dan LKS sesuai dengan video mengenai tema 2 subtema 2 pembelajaran 3 tentang peristiwa-peristiwa penting
2018 - Soal latihan ulangan harian/ ulhar tematik tema 8 tentang Peristiwa Alam dengan subtema 2 tentang Kemarau untuk SD/ MI kls 1 semester genap disertai kunci jawaban
Skripsi dengan judul “Analisis Butir Soal Pada Buku Tematik Terpadu Kelas V Tema 3 Makanan Sehat Kurikulum 2013 Berdasarkan Level Kemampuan Berpikir” disusun untuk memenuhi salah
Simpulan Pengembangan e-modul interaktif pada muatan IPA subtema 1 tema 8 kelas V sekolah dasar sangat baik untuk digunakan, efisien, serta efektif digunakan dalam proses pembelajaran