BAB III
METODE PERANCANGAN
3.1 Studi Fisik Bangunan dan Lingkungan
3.1.1 Analisa Makro Bangunan dan Lingkungan
Gambar 3.1 Peta Bandung (Sumber : Google Map 2013)
Diakses pada tanggal 1 april 2013 melalui www.Situs Resmi Dinas Pariwisata Kota Bandung.com
NO Aspek Keterangan
1 Letak Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Jawa Barat sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Kota ini terletak 140 km sebelah tenggara Jakarta, dan merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya menurut jumlah penduduk. Sedangkan wilayah Bandung Raya (Wilayah Metropolitan Bandung) merupakan metropolitan terbesar ketiga di Indonesia setelah
Jabodetabek dan Gerbangkertosusila
(Grebangkertosusilo).
2 Geografis Kota Bandung dikelilingi oleh pegunungan, sehingga bentuk morfologi wilayahnya bagaikan sebuah mangkok raksasa, secara geografis kota ini terletak di tengah-tengah provinsi Jawa Barat, serta berada pada ketinggian ±768 m di atas permukaan laut, dengan titik tertinggi di berada di sebelah utara dengan ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut dan sebelah selatan merupakan kawasan rendah dengan
3 Iklim dan Cuaca
Semetara iklim kota Bandung dipengaruhi oleh iklim pegunungan yang lembab dan sejuk, dengan suhu rata-rata 23.5 °C
4 Tentang
kota
Kota kembang merupakan sebutan lain untuk kota ini, karena pada jaman dulu kota ini dinilai sangat cantik dengan banyaknya pohon-pohon dan bunga-bunga yang tumbuh di sana. Selain itu Bandung dahulunya disebut juga dengan Parijs van Java karena keindahannya. Selain itu kota Bandung juga dikenal sebagai kota belanja, dengan mall dan factory outlet yang banyak tersebar di kota ini, Dan pada tahun 2007, British Council menjadikan kota Bandung sebagai pilot project kota terkreatif se-Asia Timur. Saat ini kota Bandung merupakan salah satu kota tujuan utama pariwisata dan pendidikan.
Table 3.1 Makro Kota Bandung (sumber : www.google.com)
Foto 3.2 Peta Jalan Riau (Sumber : Google Map 2013)
Objek studi yang digunakan dalam perancangan sekolah fashion Esmod adalah bangunan sebuah tempat komersial, yang terletak di Jalan R.E. Martadinata 65, Bandung, Indonesia.
Gambar 3.3 Tapak Bangunan Sumber : Google Map
Lokasi ini dipilih berdasarkan analisa site dan berbagai potensi yang mendukung. Potensi tersebut antara lain karena area ini terletak di Jalan R.E. Martadinata yang dikenal dengan Jalan Riau, yang merupakan daerah wisata sehingga akan menarik perhatian dan minat banyak orang, baik dari dalam maupun luar kota.. Selain itu, di daerah ini juga terdapat banyak tempat komersial, seperti factory outlet, restaurant, studio foto, dan beberapa sekolah menengah yang populer di kota Bandung. Dengan adanya tempat-tempat tersebut area ini menjadi pusat keramaian dan masyarakat dapat dengan mudah mengakses sekolah fashion Esmod.
No Aspek lokasi Kendala
1. Lokasi
- Jalur sirkulasi wisatawan
- Area yang mudah dijangkau dari pusat kota
- Dekat dengan tempat komersial lain, seperti factory outlet, sekolah, restoran, dan lain sebagainya. - Sering terjadi kemacetan - Tingkat kebisingan tinggi
penghawaan
buatan yang
cukup banyak
3. Vegetasi
-Di lokasi ini banyak terdapat vegetasi - 4. Matahari dan Mata angin -Mendapat sinar matahari tetapi tidak secara langsung - Apabila sinar yang masuk berlebihan, pada bagian tertentu yang menggunakan material kaca akan terlalu banyak cahaya masuk dan mengakibatkan silau berlebih. Pintu utama dari gedung menghadap arah utara, yang cukup mendapatkan sinar matahari.
5. Sirkulasi Kendaraan
- Jalan bisa dilalui dua arah - Sering terjadi kemacetan 6. Kebisingan - Bangunan mudah diakses atau dijangkau karena letaknya di pinggir jalan - Tingkat kebisingan tinggi
Table 3.2 Makro Jalan Riau (Sumber : Penulis)
Gambar 3.4 Facade Bangunan Gambar 3.5 Bangunan Sumber : Dokumen Pribadi Sumber : Dokumen Pribadi
Gambar 3.6 Bangunan Gambar 3.7 Kondisi Jalan dari Arah Barat Sumber : Dokumen Pribadi Sumber : Dokumen Pribadi 3.1.2 Analisa Mikro Bangunan dan Lingkungan
Berdasarkan hasil survey dan analisa yang telah dilakukan pada objek dan sumber yang berkaitan, berikut ini adalah data yang diperoleh dari lapangan :
A. Bangunan ini merupakan bangunan 2 lantai yang kedua lantai pada bangunan ini digunakan sebagai area komersil.
Lantai dasar (GF) : 2735 m2 Lantai 1 : 2735 m2
B. Pada lantai ground ini digunakan sebagai area komersil, terdapat penghijauan didalam ruangan. Dan terdapat banyak penghijauan diluar ruangan.
Gambar 3.8 Gambar Denah Lantai Basement Sumber : Dokumen ITB
C. Pada bagian lantai 1 terdiri dari lobby terdapat ruang pamer museum, office museum ini dan memiliki auditorium. Lantai 1 memiliki 2 tangga darurat yang dapat diakses dari kanan dan kiri gedung, serta satu lift manusia.
Gambar 3.9 Gambar Denah Lantai Dasar (GF) Sumber : Dokumen ITB
3.2.1 Data Pemakai A. Mahasiswa
Melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang telah di tetapkan oleh Sekolah Fashion Esmod.
B. Staff
• President of ESMOD Jakarta
Memimpin seluruh divisi agar berjalan dengan baik dan bertanggung jawab atas operasional sebuah sekolah secara keseluruhan.
• HRD / GA Manager
Bertanggung jawab menganai urusan perkerjaan karyawan dan sistem organisasi. • Finance Manager
Bertanggung jawab mengenai seluruh masalah keuangan dan pembukuan di sekolah. Mulai dari penerimaan yang berasal dari berbagai kegiatan sekolah sampai pengeluaran untuk keperluan sekolah.
• Finance
Membantu Finance Manager mengenai seluruh masalah keuangan dan pembukuan di sekolah. Mulai dari penerimaan hingga pengeluaran untuk keperluan sekolah.
• Librarian
Bertanggung jawab menganai urusan
perpustakaan sekolah, baik mengatur buku yang sudah ada, buku yang baru masuk, dan sistem peminjaman buku di perpustakaan. • Reception
Sebagai pemberi informasi bagi tamu yang berkunjung ke sekolah.
• Marketing dan Event Manager
Bertanggung jawab untuk memasarkan seluruh fasilitas yang di sediakan pihak sekolah, marketing manager membawahi marketing secretary dan marketing executive.
• Marketing secretary dan marketing executve Membantu marketing dan event manager dalam memasarkan seluruh fasilitas yang di sediakan pihak sekolah.
• Techician
Bertanggung jawab atas seluruh teknisi kampus.
• EDP
Bertanggung jawab mengenai atas pengadaan atau membeli seluruh perlengkapan sekolah, baik perlengkapan kelas, furniture,
perlengkapan cafe. • Bookstore
Bertanggung jawab mengenai pembelian dan penjualan barang-barang penjualan yang terdapat di bookstore.
• Drive
Sebagai pembantu transportasi sekolah, baik dosen maupun mahasiswa yang ingin pergi keluar kampus untuk mengerjakan tugas kampus.
• Security
Bertanggung jawab atas keamanan kampus selama 24 jam.
• OB
Bertanggung jawab atas kebersihan kampus. C. Dosen
• Academic Program Coordinator Pattern Drafting Teacher
Memimpin seluruh pengajaran agar berjalan dengan baik dan bertanggung jawab atas semua kegiatan pendidikan di Esmod.
• Program Secretary
Membantu academic program untuk membantu seluruh pengajaran agar berjalan dengan baik
dan bertanggung jawab atas semua
kegiatan pendidikan di Esmod. • Student Affair / Counselor
Membantu mahasiswa dalam membantu
memecahkan permasalahan di kegiatan pendidikannya, seperti membantu memberikan solusi kepada mahasiswa atas masalah yang di hadapi di sekolah.
• Communication / stylist
Memberikan mata kuliah communication dan stylist kepada mahasiswa yang mempelajari mata kuliah tersebut.
• Fashion design teacher
Memberikan mata kuliah basic techniques fashion seperti pewarnaan, mendesain womenwear, menswear, childrenswear. • Pattern Drafting Teacher
Memberikan mata kuliah pembelajaran tekhnik, penghitungan dalam membuat pola, baik pola baju wanita, pra hingga anak-anak.
• Fashion Culture & History Teacher
Memberikan mata kuliah sejarah dan budaya fashion khusus untuk kelas 1 dan OA.
Memberikan mata kuliah pada tata cara bahasa inggris dan prancis yang baik kepada mahasiswa.
• Textile Technology Teacher
Memberikan mata kuliah textile seperti bahan-bahan yang bisa di gunakan untuk pakaian, dan juga mengajarkan tentang batik dan tenun. • CAD Pattern Drafting Teacher
Mengajarkan mata kuliah CAD untuk pembelajaran teknik, penghitungan dalam membuat pola dengan menggunakan komputer. • CAD Fashion Design Teacher
Mengajarkan mata kuliah CAD untuk pembelajaran teknik, penghitungan dalam
membuat gambar, pewarnaan dengan
menggunakan komputer. • Fashion Marketing Teacher
Mengajarkan mata kuliah cara marketing dalam bidang fashion.
• Life Drawing Teacher
Mengajarkan mata kuliah menggambar pada fashion design.
• Photografi Teacher
Mengajarkan mata kuliah cara fotografi dalam bidang fashion.
• Makeup Teacher
Mengajarkan mata kuliah cara makeup dalam bidang fashion.
3.2.2 Pola Aktifitas Pemakai
Diagram 3.1 Pola Aktifitas Mahasiswa 3 dan 1 Tahun (Sumber : Esmod Jakarta)
B. Pola Aktifitas Staff
Diagram 3.2 Pola Aktifitas Staff (Sumber : Esmod Jakarta) C. Pola Aktifitas Dosen
Diagram 3.3 Pola Aktifitas Dosen (Sumber : Esmod Jakarta) 3.2.3 Pola Aktifitas Penjadwalan Kelas
A. Program 3 tahun • 1A
Hari Jam Matakuliah Kelas
Senin 8.00-12.00 Fashion design Studio 1 Selasa 08.00-09.00 History Academic 1 09.30-10.30 English Academic 1 13.00-14.00 Textile Technology Academic 1 14.30-15.30 Marketing Academic 1 Rabu 12.30-17.00 Pattern drafting Studio 1 Kamis 8.00-09.00 Live drawing Studio live drawing
Jumat Libur
Table 3.3 Jadwal Kelas 1A (Sumber : Esmod Jakarta)
• 1B
Hari Jam Matakuliah Kelas
Senin 12.30-17.00 Fashion design Studio 1 Selasa 08.00-09.00 English Academic 2 09.30-10.30 History Academic 2 13.00-14.00 Marketing Academic 2 14.30-15.30 Textile Technology Academic 2 Rabu 8.00-12.00 Pattern Drafting Studio 1 Kamis 10.30-11.30 Live drawing Studio live drawing Jumat Libur
Table 3.4 Jadwal Kelas 1B (Sumber : Esmod Jakarta)
• 1C
Hari Jam Matakuliah Kelas
Senin 8.00-12.00 Fashion design Studio 2 Selasa Libur Rabu 12.30-17.00 Pattern drafting Studio 2 Kamis 13.00-14.00 Live Drawing Studio live drawing Jumat 08.00- History Academic 1
09.00 09.30-10.30 English Academic 1 13.00-14.00 Textile Technology Academic 1 14.30-15.30 Marketing Academic 1
Table 3.5 Jadwal Kelas 1C (Sumber : Esmod Jakarta)
• 2A
Hari Jam Matakuliah Kelas
Senin 12.30-17.00 Fashion design Studio 1 Selasa 08.00-09.00 Makeup class Makeup studio Rabu 8.00-12.00 Pattern Drafting Studio 2 Kamis 08.00-09.00 Photograpy Photograpy studio or class Jumat 08.00-12.00
CAD CAD studio
Table 3.6 Jadwal Kelas 2A (Sumber : Esmod Jakarta)
• 2B
Hari Jam Matakuliah Kelas
Senin 8.00-12.00 Fashion design Studio 3 Selasa 10.30-11.30 Makeup Class Makeup studio Rabu 12.30-17.00 Pattern drafting Studio 3
11.30 studio or class Jumat
12.30-17.00
CAD CAD studio
Table 3.7 Jadwal Kelas 2B (Sumber : Esmod Jakarta)
• 2C
Hari Jam Matakuliah Kelas
Senin 12.30-17.00 Fashion design Studio 1 Selasa 13.00-14.00 Makeup Class Makeup studio Rabu Libur Kamis 08.00-12.00
CAD CAD studio
13.00 14.00 Photograpy Class Photograpy studio or class Table 3.8 Jadwal Kelas 2C
(Sumber : Esmod Jakarta) • 3A
Hari Jam Matakuliah Kelas
Senin Libur Selasa 8.00-12.00 Fashion design Studio 1 Rabu 12.30-17.00 Pattern drafting Studio 1 Kamis Libur Jumat Libur
Table 3.9 Jadwal Kelas 3B (Sumber : Esmod Jakarta)
• 3B
Hari Jam Matakuliah Kelas
Selasa 12.30-17.00 Fashion design Studio 1 Rabu 8.00-12.00 Pattern Drafting Studio 1 Kamis Libur Jumat Libur
Table 3.10 Jadwal Kelas 3B (Sumber : Esmod Jakarta)
• 3C
Hari Jam Matakuliah Kelas
Senin Libur Selasa 8.00-12.00 Fashion design Studio 2 Rabu Libur Kamis 12.30-17.00 Pattern drafting Studio 2 Jumat Libur
Table 3.11 Jadwal Kelas 3B (Sumber : Esmod Jakarta) B. FBR
Hari Jam Matakuliah Dosen
Senin 08.00-09.00 History Academic 1 09.30-10.30 English Academic 1 13.00-14.00 Textile Technology Academic 1 14.30-15.30 Marketing Academic 1 Selasa 8.00-12.00 Fashion design Studio 3
09.00 Class studio or class Kamis 8.00-12.00 Pattern Drafting Studio 3 Jumat 08.00-09.00 Makeup Class Makeup studio Table 3.12 Jadwal Kelas FBR (Sumber : Esmod Jakarta) C. OA
Hari Jam Matakuliah Dosen
Senin 08.00-09.00 English Academic 2 09.30-10.30 History Academic 2 13.00-14.00 Marketing Academic 2 14.30-15.30 Textile Technology Academic 2 Selasa 12.30-17.00 Fashion design Studio 2 Rabu 09.30-10.30 Photograpy Class Photograpy studio or class Kamis 8.00-12.00 Pattern Drafting Studio 2 Jumat 09.30-10.30 Makeup Class Makeup studio Table 3.13 Jadwal Kelas OA (Sumber : Esmod Jakarta) D. Jadwal Penggunaan Studio 1
Hari Jam Kelas
Senin 14.20-16.20 1A 11.40-14.40 1B 10.20-12.00 1C
Selasa 14.20-16.20 1A 10.20-12.00 1B 12.00-14.20 1C Rabu 14.20-16.20 2A 11.40-14.40 2B Kamis 14.20-16.20 1A 12.00-14.20 1C Jumat 14.20-16.20 1A 12.00-14.20 1C
Table 3.14 Jadwal Penggunaan Studio 1 (Sumber : penulis)
E. Jadwal Penggunaan Studio 2
Hari Jam Kelas
Senin 14.20-16.20 3A 11.40-14.40 FBR 10.20-12.00 OA Selasa 14.20-16.20 3A 10.20-12.00 3B 12.00-14.20 FBR Rabu 14.20-16.20 3B 11.40-14.40 OA Kamis 12.00-14.20 2B 10.20-12.00 1B Jumat 14.20-16.20 1A 12.00-14.20 1C
Table 3.15 Jadwal Penggunaan Studio 2 (Sumber : Penulis) menurut penjadwalan yang di dapatkan penulis melalui sekolah esmod Jakarta, kepadatan mahasiswa di dalam sekolah sebagai berikut:
• Hari senin pagi 125 orang • Hari senin siang 125 orang
• Hari selasa pagi 200 orang • Hari selasa siang 50 orang • Hari rabu pagi 125 orang • Hari rabu siang 75 orang • Hari kamis pagi 175 orang • Hari kamis siang 125 • Hari jumat pagi siang 125 3.3 Studi Fasilitas Ruang
Luas menurut zona
NO ZONA LUAS PRSENTASI
1 Publik 344,79M 344,79 * 100 / 2.275.71= 15.1% 2 Semi Privat 552.11M 552.11 * 100 / 2.275.71= 24.2% 3 Privat 1.375.81M 1.375.81* 100 / 2.275.71=60.45% 4 Servis 3M 3 * 100 / 2.275.71= 0.13% TOTAL 2.275.71M 99.88%
Table 3.16 Luas Menurut Zona (Sumber : Penulis) Sirkulasi Zona Publik 344,79M x 20% = 68.958 + 344,79 = 413,748M Semi privat 552.11 M x 20% = 104.422 + 552.11 = 656.532M Privat 1.375.81M x 20% = 275.162 + 1.375.81= 1.650.9M Servis 3M x 20% =0.6M + 3m = 3.6M TOTAL 2.724.7M
Table 3.17 Sirulasi Zona (Sumber : Penulis) Sirkulasi Ruang
NO RUANG Luas yang
Disesuaikan
Luas yang Disuaikan denah
1 Reception 8.68M*100/
2.275.71= 0.38%
0.38%
2 Area Tunggu 14.52M*100/ 2.275.71= 0.63% 0.63% /100*5470M=34M 3 Café 313.76M*100/ 2.275.71=13.7% 13.7% /100*5470M =749M 4 Toilet 1.62M*100/ 2.275.71=0.07% 0.07% /100*5470M =3.8M 5 Musolah 6M*100/ 2.275.71=0.26% 0.26% /100*5470M =14.2M 6 Bookstore 10.84M*100/ 2.275.71=0.47% 0.47% /100*5470M =25M 7 Perpustakaan 18.25M*100/ 2.275.71=0.80% 0.80% /100*5470M =43.5M 8 Senat Boutique 18.25M*100/ 2.275.71=0.80% 0.80% /100*5470M =43.5M 9 Office 82.1M*100/ 2.275.71=3.60% 3.60% /100*5470M =196M 10 Meeting Room 16.81M*100/ 2.275.71=0.73% 0.73% /100*5470M =39M 11 Wadrobe 3.5M*100/ 2.275.71=0.15% 0.15% /100*5470M =8.2M 12 Pantry 3M*100/ 2.275.71=0.13% 0.13% /100*5470M =7.5M 13 studio Class 752.4M*100/ 2.275.71=33% 33% /100*5470M =1805M 14 Textile Class 35.95M*100/ 2.275.71=1.5% 1.5% /100*5470M =82M 16 Accademic 129.56M*100/ 2.275.71=5.6% 5.6% /100*5470M =306M
Table 3.18 Sirkulasi Ruang (Sumber : penulis) 3.3.2 Matriks Hubungan Antar Ruang
17 Cad Class 39.45M*100/ 2.275.71=1.7% 1.7% /100*5470M =92M 18 Makeup Class 23.54M*100/ 2.275.71=1.03% 1.03% /100*5470M =56M 19 Photograpy Class 8.6M*100/ 2.275.71=0.37% 0.37% /100*5470M =20M 20 Fashion Show Area 106.35M*100/ 2.275.71=4.6% 4.6% /100*5470M =251M 21 Backstage 32M*100/ 2.275.71=1.4% 1.4% /100*5470M =76M 22 Multifungtion 417.5M*100/ 2.275.71=18.3% 18.3% /100*5470M =1001M 23 Kelas studio jahit 225.6M*100/ 2.275.71=9.9% 9.9% /100*5470M =541.5M
Diagram 3.4 matriks hubungan antar ruang (Sumber : penulis)
3.3.3 Diagram Sirkulasi Antar Ruang dan Barang
Diagram 3.5 Diagram Sirkulasi Pengunjung (Sumber : penulis)
Diagram 3.6 Diagram Sirkulasi Staff (Sumber : penulis)
Diagram 3.7 Diagram Sirkulasi Staff Penunjang (Kebersihan & Keamanan) (Sumber : penulis)
Diagram 3.8 Diagram Sirkulasi Dosen (Sumber : penulis)
Diagram 3.9 Diagram Sirkulasi Mahasiswa (Sumber : penulis)
Diagram 3.10 Diagram Sirkulasi Barang Bookstore (Sumber : penulis)
Diagram 3.11 Diagram Sirkulasi Perpustakaan (Sumber : penulis)
Diagram 3.12 Diagram Sirkulasi Makanan (Sumber : penulis)
3.3.4 Zoning
Gambar 3.10 Gambar Zoning Terpilih lantai G (Sumber : penulis)
Gambar 3.11 Gambar Zoning terpilih lantai 1 (Sumber : penulis)
Analisa : - Area publik memiliki sirkulasi yang baik, dekat dengan pintu utama dan dekat dengan pintu samping.
- Seluruh zona mendapatkan pencahayaan dan penghawaan yang baik, dikarenakan bangunan yang memiliki banyak memiliki kaca dan pintu dari berbagai sisi.
- Sirkulasi zona semi privat yang terdapat dilantai satu, membuat sirkulasi kurang baik, karena diapit oleh area privat.
3.3.5 Groping
Gambar 3.12 Gambar Groping terpilih lantai G (Sumber : penulis)
Gambar 3.13 Gambar Groping terpilih lantai 1 (Sumber : penulis)
Analisa : - Area reception dan area tunggu terdapat di bagian pintu masuk, yang memiliki banyak pencahayaan dan penghawaan yang baik. - Seluruh zona mendapatkan pencahayaan dan
penghawaan yang baik, dikarenakan bangunan yang memiliki banyak memiliki kaca dan pintu dari berbagai sisinya.
- Area multifungtion yang berada dipindahkan ke lantai ground dan harus melewati area kantor dan sebagian kelas.
- Pada lantai 1 selurh ruangan terdapat ruangan studio jahit dan studio gambar, yang membuat sirkulasi lebih mudah.
3.4 Studi Permasalahan Khusus Interior
3.4.1 Tinjauan Karakteristik Garis dan Bentuk A. Garis
Garis adalah salah satu unsur desain yang dapat memperbaiki bentuk tubuh pada desain pakaian. Garis merupakan hasil gerakan satu titik ke titik yang lain sesuai dengan arahnya. Garis dapat terjadi apabila dua buah titik dihubungkan. Garis atau siluet menentukan perkembangan mode pada suatu periode. Siluet pada pakaian dapat
diartikan sebagai bentuk luar atau garis batas dari sehelai pakaian.
Garis dapat dibedakan berdasarkan : arah, cara membuat dan bentuk. Berdasarkan arahnya garis dapat dikelompokkan menjadi :
• Garis vertical
Gambar 3.14 Garis Vertikal (Sumber : penulis)
Garis arah vertikal adalah garis memanjang. Garis ini mempunyai sifat kokoh, tinggi, kuat dan berwibawa. Garis arah vertikal juga mempunyai pengaruh terhadap sipemakai, yaitu dapat memberi kesan tinggi, langsing dan seimbang. Garis arah vertikal cocok dipakai untuk orang bertubuh gemuk dan pendek agar kelihatan langsing dan tinggi.
• Gambar garis horizontal
Gambar 3.15 Garis Horizontal (Sumber : penulis)
Garis arah horizontal mempunyai sifat tenang, pasif dan stabil. Garis arah horizontal juga mempunyai pengaruh terhadap sipemakai, yaitu memberi kesan menggemukkan, melebarkan dan membesarkan. Garis horizontal cocok dipakai untuk orang dengan bentuk tubuh kurus tinggi. Apabila dipakai akan kelihatan
lebih gemuk dan berisi. • Gambar garis diagonal
Gambar 3.16 Garis Diagonal (Sumber : penulis)
Garis diagonal adalah garis miring ke kiri atau ke kanan, mempunyai sifat bergerak, dinamis dan bervariasi sesuai derajat kemiringannya. Apabila derajat kemiringannya ke arah vertikal, maka akan memberi kesan meninggikan, demikian sebaliknya. Garis diagonal mempunyai pengaruh yang lembut, lincah dan gembira pada sipemakai. Garis diagonal dapat dipakai oleh orang kurus dan gemuk karena
dapat memberi kesan meninggikan atau
menggemukkan tergantung dari derajat kemiringannya. B. Bentuk
Gambar 3.17 Bentuk (Sumber : penulis)
Bentuk merupakan unsur rupa yang terjadi karena pertemuan dari beberapa garis. Ada beberapa
karakteristik dari jenis bentuk dasar yang sering digunakan dalam perancangan interior yaitu :
Bentuk Sifat
Segi empat utuh, diam, stabil
Lingkaran Bergerak dan Berputar
Segitiga Terarah
Table 3.19 Bentuk Dasar (Sumber : penulis) 3.4.2 Tinjauan Sistem Furniture
Mahasiswa dan staff yang melakukan aktifitas di dalam sekolah harus memiliki kenyamanan fisik yang sama, karena proses pembelajaran di sekolah fashion ini memakan waktu yang sangat lama dan maraton membuat furniture menjadi faktor penting untuk menciptakan sekolah yang nyaman bagi mahasiswa dan staffnya.
Material yang di gunakan pada furniture secara keseluruhan adalah material yang eco friendly berarti ramah lingkungan atau tidak berbahaya bagi
lingkungan. Banyak cara untuk menjadikan furniture menjadi eco friendly salah satu caranya dengan di reused. Berikut adalah ciri-ciri material pengganti kayu solid :
Material Keterangan Plywood/
multileks
Merupakan kayu olahan yang relatif lebih kuat disbanding jenis kayu olahan llainya seperti hdf, mdf, blockboard atau partikel board. Bahan dasar plywood adalah kulit kayu yang berlapis-lapis dan dipress, sedangkan mdf atau hdf adalah serbuk kayu halus yang di proses menyerupai kertas tebal dan solid. Plywood/multipleks memiliki kualitas lebih baik disbanding jenis kayu
olahan lainya. Teksture lapisan kayunya lebih rapat, sehingga memiliki kekuatan yang lebih baik dan daya terhadap air lebih kuat. Urutan berikutnya dari yang lebih kuat ke yang kuat adalah bahan plywood/multipleks,
bloacboard, MDF, dan particle board. Blockboard Blockboard mirip dengan Multipleks,
perbedaannya blockboard lapisannya terbuat dari potongan-potongan kayu yang disusun horizontal sedangkan multipleks terdiri dari lapisan kulit kayu yang bertumpuk-tumpuk secara vertical.
Partikel board
Jenis kayu olahan yang terendah kelasnya. Partikel board sangat rentan air, karena berbahan dasar serbuk kayu kasar yang di press sehingga pori-pori yang lebih besar dibandingkan MDF atau PDF, sehingga mudah ditembus air dan tidak kuat menahan beban berat.
Stainless steel
Stainless steel dapat bertahan dari serangan karat berkat interaksi bahan-bahan campurannya dengan alam. Stainless steel terdiri dari besi, krom, mangan, silikon, karbon dan seringkali nikel and molibdenum dalam jumlah yang cukup banyak.
Elemen-elemen ini bereaksi dengan oksigen yang ada di air dan udara membentuk sebuah lapisan yang sangat tipis dan stabil yang mengandung produk dari proses karat/korosi yaitu metal oksida dan hidroksida. Krom, bereaksi dengan oksigen, memegang peranan penting dalam pembentukan lapisan korosi
ini. Pada kenyataannya, semua stainless steel mengandung paling sedikit 10% krom.
Table 3.20 Material Furniture (Sumber : penulis)
3.4.3 Tinjauan Material Lantai, Dinding, Ceiling
A. Lantai
ertian lantai adalah bagian dasar
Fungsi lantai secara umum adalah menunjang aktivitas dalam ruang dan membentuk karakter ruang. Ketika orang berjalan di atas lantai, maka karakter dari material tersebut akan muncul. Berikut adalah jenis-jenis lantai yaitu :
Material Keterangan
tegel lantai tegel dibuat menggunakan campuran semen dan pasir. warna lantai tegel yang ada dipasaran beragam ,mulai dari abu- abu,merah,biru, kuning, dan sebagainya. lantai tegel merupakan bahan lantai yang handal sangat sesuai dengan iklim di Indonesia, juga memberikan kesan sejuk terhadap ruangan.Bila akan menggunakan tegal sebagai lantai, di pilih yang terlihat basah agar tidak mudah pecah atu retak dan yang tigak gompal sisi- sisinya agar pada waktu pemasangan terlihat bagus dan rapi. Kelebihan lantai tegel di bandingkan dengan lantai yang lain adalah harganya yang lumayan murah dan pemasangan yang mudah.
teraso terbuat dari semen dan pasir, pada bagian atasnya dilapisi dengan bahan keras dengan beberapa kombinasi campuran antara kulit kerang laut dan pecahan marmer, sehingga
tampak berrbagai corak dan tekstur sesuai dengan bahan yang di gunakan. Ukuran yang dijual di pasaran, yaitu 20x20 cm dan 30x30cm , dengan warna putih. Sifat lantai teraso hampir mirip dengan lantai tegel, hanya saja lantai teraso mudah berlumut jika sering terkena air sehingga harus sering dilakukan pemolesan ulang agar tahan lama. keramik lantai keramik merupakan jenis bahan lantai
yang paling banyak digunakan masyarakat pada saat ini karena sifatnya yang cocok dengan iklim di Indonesia . selain itu,warna, corak, dan ukuran yang ada dipasarkan juga beraneka ragam pilihanya. Perawatan lantai keramik relatif mudah, juga tidak mudah tergores dan jika terkena kotoran atau cairan tidak membekas.
marmer lantai marmer Ukuran batu ini awalnya bongkahan kemudian dipotong di pabrik potongan. Konsumen bisa menetukan ukuran yang diinginkan sesuai pesanan. Warna dan motif yang ada di pasaran cukup bervariasi. Kesan yang ditampilkan dari marmer sangat indah dan mewah, tetapi harganya mahal karena marmer terbentuk dari proses alam yang memakan waktu yang lama, dan proses pengolahan yang lama pula.
Kelebihan lantai marmer yang istimewa adalah tahan api dan lebih mampu menahan beban yang berat di bandingkan dengan bean lantai yang lain . hanya saja, kekurangan marmer yaitu jika terkena cairan berwarna
(air kopi, air teh,atau tinta) akan meresap dan tidak mudah hilang.juga, juga tanpa ada perawatan khusus, marmer bisa berlumut Karena terkena cahaya matahari secara tereus menerus dan warna bisa berubah.
granit lantai geranit sangat indah dan
menarik,berasal dari Italia, Australia, dan amerika. Motif dan warna yang ada di pasaran beragam dan ukurannya bisa dipesan sesuai dengan desain yang telah di rencanakan.perawatan lantai geranit lebih mudah jika di bandingkan dengan batu marmer. Sipat dari lantai granit hampir sama dengan lantai marmer, yaitu tahan api dan mampu menahan beban yang berat.juga jika terkena cairan berwarna akan meresap dan tidak mudah hilang.harega batu granit lebih mahal di bandingkan dengan batu marmer karena bahan baku yang jarang di alam. Sebaiknya digunakan untuk interior pada ruang tamu dan ruang keluarga karena lantai granit mudah berlumut jika terkena sinar matahari secara terus menerus.
kayu Lantai kayu di bagi menjadi dua jenis, yaitu lantai kayu alami yang tidak memerlukan pengolahan dan pemasangan secara khussus, biasanya berbentuk balok atau papan, dan lantai kayu alami yang di olah dahulu untuk dapat menimbulkan kesan estetika,misalnya parket,bahan pembentuk parket ada beberapa macam. Pertama, lantai kayu, muncul inovasi baru dalam bahan pembuat lantai kayu
parket. Jenis kedua adalah “ laminated floor/there layer”. Jenis ini terbuat dari beberapa lembaran kayu yang di jadikan satu. Bahkan ada juga yang menggunakan bahan multipleks di lapis veneer. Kekurangan dari lantai kayu adalah mudah terbakar dan tergores, juga akan menyusut dan mamuai terhadap cuaca. Harga lantai kayu memerlikan persiapan dan perawatan khusus agar tidak terserang rayap atau hama kayu,dengan di beri obat anti rayap atau hama kayu. Plesteran dasar sebelum dipasang lantai kayu juga harus kedap air sehingga lantai kayu tidak lembab atau basah yang biasa menjadi penyebab kebusukan lantai. Table 3.21 Jenis Material Lantai
(Sumber : penulis) B. Dinding
Dinding merupakan pembatas ruangan antara kelas satu dengan kelas lainnya. Berikut adalah jenis-jenis material dinding yang berpengaruh pada eco green yaitu :
Material Keterangan
EcoRock Menggunakan energi 80% lebih sedikit untuk menghasilkan daripada drywall gypsum, Terbuat dari bahan daur ulang 80%, Dirancang untuk sepenuhnya reutilized pada akhir hidup, Drywall memancarkan sebagian cetakan-tahan dan terendah, Secara drastis mengurangi jumlah kontaminan udara dalam ruangan atas setiap drywall lainnya, Menghasilkan debu kurang dari drywall
gypsum, Tahan rayap.
Kaca Transparan, dapat memberi kesan luas, dapat
dilapis oleh lapisan sesuai keinginan sesuai dengan kebutuhan ruangan yang tidak membutuhkan privasi.
Gysum Solid, relatif bisa menyerap suara, dapat
meredam gema pantulan suara, tidak tahan basah, tidak terlalu tahan api, mudah rusak dan gupil.
Multipleks Pemasangan fleksibel dan mudah, tidak tahan air jika dibiarkan tanpa pelapis, tingkat reduksi akustik tergantung pada ketebalan, mudah dibentuk, relatif mahal, penghantar api (harus dilapis pelapis yang tahan api).
Acrylic Semi-transparan, ringan, aman karena tidak
mudah retak, beragam warna dan level tembus pandang, serta bentuk dan pola bisa bervariasi.
Table 3.22 Material Dinding (Sumber : penulis) C. Ceiling
Ceiling yang baik di gunakan pada sekolah ini adalah ceiling yang memiliki daya tahan lama agar tidak cepat rusak ataupun memiliki memumerlukan pernaikan berulang-ulang. Material-material yang digunakan untuk ceilng yaitu :
Jenis Keterangan
Up ceiling Ceiling yang sebagian besar permukaanya terangkat keatas. Merupakan salah satu jenis variasi bentuk plafon datar yang dapat memberikan kesan lebih tinggi. Bentuknya persegi, lingkaran oval.
Drop ceiling ceiling yang sebagian besar permukannya turun. Jarak bidang yang diturunkan sesuai kebutuhan berkisa 15-20 cm.
Expose ceiling
Model ceiling yang permukannya tidak di tutup apapun atau seluruh peralatan yang ada menempel di ceiling terlihat.
Table 3.23 Jenis-jenis Ceiling (Sumber : penulis) 3.4.4 Tinjauan Karakteristik Warna
Pengakplikasian warna sangat penting bagi mahasiswa dan staff, terutama untuk mahasiswa kenyamanan sangat di perlukan oleh mahasiswa untuk memahami dan menekuni setiap pembelajaran yang diterima. Penggunan cat pada bangunan juga mempengaruhi kadar penyerapan haba matahari, warna cerah yang digunakaan pada bangunan ini mampu memantulkan haba tinggi. Secara tidak langsung, warna bangunan mempengaruhi kadar panas dalam bangunan. Penggunaan warna yang di gunakan adalah yang tahan terhadap kotoran, jamur, tidak mengandung timah dan merkuri, tidak menyengat bau pada catnya, dapat memberikan perlindungan bertahun-tahun. Berikut adalah warna-warna yang dapat digunakan yaitu:
Material Keterangan
Warna Hitam kuat, maskulin, fokus, idealis, kedalaman, kuat, superior, bila terlalu banyak dapat menimbulkan rasa takut terancam dan mengerikan.
Warna Putih murni, bersih, innocent, higienis, monoton, kaku, memberi arti keaslian, kesan ringan, polos dan murni. Bila terlalu banyak, bisa menimbulkan perasaan dingin, steril dan terisolasi.
Warna Abu-abu
serius, damai, independen dan luas. Bila terlalu banyak, bisa memberi kesan tidak komunikatif.
Warna Coklat sendu, lemas, netral, kehangatan, etnik, eksotik, harmonis, memberikan kesan natural,
membumi, stabil, menghadirkan
kenyamanan, keyakinan, keamanan, kesan elegan dan akrab. Bila terlalu banyak, bisa berkesan berat atau kaku
Merah bersifat menaklukkan, ekspansif (meluas), dominan (berkuasa), aktif dan vital (hidup). Kuning dengan sinarnya yang bersifat kurang dalam,
merupakan wakil dari hal-hal atau benda yang bersifat cahaya, momentum dan mengesankan sesuatu.
Biru sebagai warna yang menimbulkan kesan dalamnya sesuatu (dediepte), sifat yang tak terhingga dan transenden, disamping itu memiliki sifat tantangan.
Hijau mempunyai sifat keseimbangan dan selaras, membangkitkan ketenangan dan tempat mengumpulkan daya-daya baru.
Table 3.24 Jenis-jenis Warna (Sumber : penulis) 3.4.5 Tinjauan Sistem Pencahayaan
Pencahayaan yang di gunakan pada sekolah fashion ini adalah pencahayaan buatan dan alami. Perancangan proyek ini di harapkan banyak menggunakan pencahayaaan alami untuk penghematan energi, dengan menggunakan banyak material kaca agar pencahayaan alami banyak masuk ke dalam ruangan.
Jenis Keterangan General
Lighting
merupakan penerangan utama pada ruangan Tipe ini ditandai dengan penempatan lampu pada beberapa titik yang difungsikan untuk menerangi ruangan secara merata.
Task Lighting
Sesuai namanya, tipe pencahayaan ini berfungsi umtuk memberi penerangan pada obyek yang spesifik. Task lighting juga dipakai untuk menerangi karya seni lukisan di dinding atau patung di rak pajangan. Sebagai penerangan yang menyorotkan cahaya pada area terbatas, task lighting dapat diujudkan melalui penggunaan spotlight, standing lamp atau desk lamp.
Accent Lighting
merupakan tipe pencahayaan yang membangkitkan suasana dramatis. Untuk menciptakan mood, accent lighting digunakan menerangi lukisan atau karya seni. Tipe pencahayaan ini juga diperoleh dengan menempatkan lampu pada lantai atau bagian bawah dinding. Agar tampilan cahaya yang keluar lebih fleksibel, dimmer ditambahkan untuk mengatur tingkat terang cahaya lampu Kinetic
Lighting
Sumber penerangan bergerak yang dapat
difungsikan sebagai aromaterapi,
menciptakan suasana romantis.
Decorative Lighting
Sebagai elemen dekoratif dan bukan sebagai sumber penerangan utama.
Table 3.25 Jenis-jenis Pencahayaan Buatan (Sumber : penulis)
Material Keterangan
LED Jenis lampu ini dinilai paling hemat energi dan aman digunakan. Cocok dan mudah diaplikasikan dalam berbagai desain rumah karena bentuk mini dan bisa berwarna-warni. Hologen Jenis lampu ini terbuat dari kawat tungsten
dan gas yang berfungsi menciptakan sinar kuat, digunakan sebagai lampu sorot atau
spotlight. Biasa dipakai di toko perhiasan
karena mempunyai kemampuan menonjolkan warna hampir sempurna.
Pijar Mempunyai nama lain incandescent, akan menyala bila arus listrik mengalir melalui kawat yang berada didalamnya. Lampu jenis ini sangat mudah menyalakannya, asal tersambung dengan arus listrik akan langsung menyala, haragnya pun sangat terjangkau. Namun, lampu jenis ini mempunyai kelemahan pada tingginya energi panas yang dikeluarkan sehingga energi cahaya ditampilkan akan sedikit dan boros.
TL Lampu TL atau fluorescent, biasa dikenal di masyarakat sebagai neon tabung karena memiliki bentuk seperti tabung panjang lurus atau melengkung. Jenis lampu ini dilapisi bahan fosfor pada dindingnya, bahan ini akan mengubahsinar ultraviolet yang dihasilkan lampu menjadi cahaya yang bisa dilihat mata. Lampu ini lebih terang dan hemat jika dibandingkan dengan jenis lampu pijar.
(Sumber : penulis) 3.4.6 Tinjauan Sistem Penghawaan
Pada sebuah sekolah fashion sangat baik menggunakan penghawaan alami di karenakan sekolah ini yang teretak di kota Bandung yang memiliki cuaca sejuk hingga panas dan bentuk sekolah yang terdapat disebuah gedung, Penggunaan penghawaan buatan ini dapat diaplikasikan dikarenakan cuaca kota bandung yang tidak stabil tidak memungkinkan untuk menggunakan penghawaan alami, oleh karena itu penggunaan penghawaan buatan sangat dibutuhkan untuk sekolah ini . penghawaan buatan yang digunakan yaitu AC. Penggunaan AC juga memiliki perhitungan secara matang agar ruangan-ruangan yang terdapat di sekolah ini tidak mengalami kelembapan atau kerusakan material.
3.4.7 Tinjauan Sistem Akustik Ruang
Akustik pada sekolah fashion ini sebaiknya memiliki pantulan suara yang merata dan tingkat redamnya yang sebaiknya sangat tinggi agar proses pembelajaran pada suatu kelas tidak di dengar oleh kelas lain yang sedang melakukan proses pembelajaran.
3.4.8 Tinjauan Sistem Keamanan
Sistem keamanan di sekolah fashion ini sangat ketat, pengunjung atau tamu hanya memiliki kebebasan di daerah publik saja, untuk masuk ke area privat hanya yang memiliki kartu mahasiswa atau staff sekolah fashion ini. untuk memenuhi tingkat kemanan sekolah maka di butuhkan :
Material Keterangan
Kamera CCTV
Sebuah kamera video digital yang difungsikan untuk memantau dan mengirimkan sinyal video pada suatu ruang yang kemudian sinyal itu akan diteruskan ke sebuah layar monitor. Fungsi kamera CCTV
adalah untuk memantau keadaan dalam suatu tempat, yang biasanya berkaitan dengan keamanan atau tindak kejahatan, jadi apabila terjadi hal-hal kriminal akan dapat terekam kamera yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan bukti.
Radio Frequency Identification (RFID)
Sebuah metode identifikasi secara otomatis dengan menggunakan suatu piranti yang disebut RFID tag. Pada prinsipnya, RFID menggunakan frekuensi radio untuk mengirimkan informasi atau data antara RFID tag dan RFID readernya, sehingga tidak memerlukan kontak fisik diantara keduanya untuk dapat berhubungan. Tidak diperlukannya kontak fisik inilah yang merupakan keunggulan utama dari RFID. Smoke
Detector
Alat yang mendeteksi adanya asap yang berkerja dengan prinsip berkurangnya cahaya oleh asap oleh kosentrasi tertentu.
Sprinkler Sebuah perangkat yang scatters cairan (biasanya air) dalam tetes atau partikel. Dapat digunakan sebagai bagian dari sistem perlindungan kebakaran atau lansekap bantuan.
Access Card System
Sistem keamanan dimana memerlukan kartu untuk mengakses ruangan, dan kartu ini biasa dimiliki oleh individu untuk area yang semi-private
Fire Extinguish
Alat vital untuk memastikan kebakaran kecil meluas tidak akan menjadi kebakaran besar yang tak terkendalikan.
dirancang untuk mendeteksi keberadaan yang tidak diinginkan dari api dengan memonitor perubahan lingkungan yang terkait dengan pembakaran
.
Signage Signage sangat dibutuhkan untuk sebuah sekolah, untuk memberi tahukan keberadaan sebuah ruangan di sekolah agar tidak
menimbulkan kekacauan.
Table 3.27 Jenis Alat Keamanan (Sumber : penulis)