• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT KABELINDO MURNI Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2006 DAN 2005

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT KABELINDO MURNI Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2006 DAN 2005"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

PT KABELINDO MURNI Tbk

LAPORAN KEUANGAN

30 JUNI 2006 DAN 2005

DAFTAR ISI

Halaman Surat Pernyataan Direksi

Neraca 1 – 2

Laporan Laba Rugi 3

Laporan Perubahan Ekuitas 4

Laporan Arus Kas 5

Catatan atas Laporan Keuangan 6 - 29

(2)

PT KABELINDO MUNI Tbk NERACA 30 JUNI 2006 DAN 2005 Dalam Rupiah catatan 30 Juni 2006 Rp. 30 Juni 2005 Rp. AKTIVA AKTIVA LANCAR

Kas dan setara kas 2.c,3 2,600,679,067 3,773,896,592

Piutang usaha 2.d,4

Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp 1,839,531,630.- pada 30 Juni

2006 dan 2005 50,638,381,729 67,124,340,979

Piutang lain-lain 1,414,315,244 1,636,895,338

Persediaan 2.e,5 18,329,538,395 30,575,078,704

Uang muka kepada pemasok 6 - 144,573,950

Pajak dibayar dimuka 7 611,219,629 813,749,346

Biaya dibayar dimuka 2.f 178,329,896 430,762,957

Jumlah Aktiva Lancar 73,772,463,960 104,499,297,866

AKTIVA TIDAK LANCAR

Penyertaan Saham 8 9,900,000,000 -

Aktiva tetap – setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 118,068,646,348.- pada 30 Juni 2006 dan Rp 113,168,170,058.- pada 30 Juni 2005 2.g,9 163,116,534,371 167,466,119,717 Pinjaman karyawan 10 90,106,528 131,663,225 Aktiva lain-lain 11 677,390,150 226,992,950

Jumlah Aktiva Tidak Lancar 163,761,902,459 167,824,775,892

(3)

PT KABELINDO MUNI Tbk NERACA 30 JUNI 2006 DAN 2005 Dalam Rupiah catatan 30 Juni 2006 Rp. 30 Juni 2005 Rp. KEWAJIBAN DAN EKUITAS

KEWAJIBAN LANCAR

Cerukan 12 158,658,964 -

Wesel bayar 13 10,000,000,000 16,514,963,010

Hutang usaha 2.b,14

Pihak yang mempunyai hubungan

istimewa 67,093,136,715 69,118,296,617

Pihak ketiga 3,084,681,151 21,930,819,820

Hutang lain-lain 105,208,165 582,112,765

Hutang pajak 15 585,886,999 269,224,623

Biaya yang masih harus dibayar 16 4,477,370,394 6,074,172,302

Uang muka pelanggan 17 3,941,654,654 1,323,146,302

Hutang sewa guna usaha jangka

panjang jatuh tempo satu tahun 2h 130,967,066 206,800,000

Jumlah Kewajiban Lancar 89,577,564,108 116,019,534,939

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR

Kewajiban pajak tangguhan-bersih 2.l,15 10,010,417,274 3,005,181,325 Hutang sewa guna usaha-setelah

dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun

2h

- 114,834,055 Pinjaman jangka panjang 18 1,518,727,000 22,191,684,600 Penyisihan imbalan kerja karyawan 2.k,19 253,351,379 1,096,363,917

Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 11,782,495,653 26,408,063,897

JUMLAH KEWAJIBAN 101,360,059,761 142,427,598,836

EKUITAS

Modal saham–saham A nilai nominal Rp1,000;saham B nilai nominal Rp185

Modal dasar-saham A,56,000,022 saham; saham B, 1,064,000,0000

saham pada 30 Juni 2006 dan 2005 20 252,840,000,000 252,840,000,000 Tambahan modal disetor 21 147,926,154,196 147,926,154,196 Selisih penilaian kembali aktiva tetap 85,425,393,138 85,425,393,138 Akumulasi kerugian (344,346,289,552) (358,473,175,618)

Laba tahun berjalan 4,351,177,466 2,178,103,206

Jumlah Ekuitas 146,196,435,248 129,896,474,922

JUMLAH KEWAJIBAN DAN

(4)

PT KABELINDO MUNI Tbk LAPORAN LABA RUGI

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL

30 JUNI 2006 DAN 2005 Dalam Rupiah

catat

an 30 Juni 2006 Rp. 30 Juni 2005 Rp.

PENJUALAN BERSIH 2.i,2

2 144,328,490,737 141,700,653,195

BEBAN POKOK PENJUALAN 2.i,2

3

126,099,170,315 137,153,738,556

LABA KOTOR ATAS PENJUALAN 18,229,320,422 4,546,914,639

BEBAN USAHA 2.i,2

4

Penjualan dan pemasaran 1,400,025,092 652,139,480

Umum dan administrasi 4,034,914,742 3,744,005,464

Jumlah Beban Usaha 5,434,939,834 4,396,144,944

LABA USAHA 12,794,380,588 150,769,695

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Penghasilan bunga 92,962,865 31,842,474

Laba (rugi) selisih kurs 2j 11,401,906 230,054,399

Keuntungan atas penjualan aktiva tetap 51,666,685 185,000,000

Beban bunga 25 (6,654,281,147) (4,478,468,157)

Lain-lain - bersih (79,257,680) 7,006,970,932

Jumlah Beban Lain-lain - Bersih (6,577,507,371) 2,975,399,648

LABA SEBELUM PAJAK 6,216,873,217 3,126,169,343

BEBAN PAJAK PENGHASILAN

Kini - - Tangguhan 2.l,1 5 (1,865,695,731) (948,066,137) (1,865,695,731) (948,066,137) LABA BERSIH 4,351,177,486 2,178,103,206

LABA PER SAHAM 2.m

Laba usaha 11,42 0,13

(5)

PT KABELINDO MURNI Tbk.

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2006 DAN 2005 Dalam Rupiah Modal Saham Rp Agio Saham Rp Selisih Penilaian Kembali AktivaTetap Rp Akumulasi Kerugian Rp JUMLAH EKUITAS Rp. SALDO PER DES. 2004 252,840,000,000 147,926,154,196 85,425,393,138 (358,473,175,618) 127,718,371,716

Laba Bersih Periode Berjalan - - - 2,178,103,206 2,178,103,206

SALDO PER 30 JUNI 2005

252,840,000,000 147,926,154,196 85,425,393,138 (356,295,072,412) 129,896,474,922

SALDO PER DES. 2005 252,840,000,000 147,926,154,196 85,425,393,138 (344,346,289,552) 141,845,257,782

Laba Bersih Periode Berjalan - - - 4,351,177,486 4,351,177,486

SALDO PER 30 JUNI 2006

(6)

PT KABELINDO MURNI Tbk.

LAPORAN ARUS KAS

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2006 DAN 2005 Dalam Rupiah 30 Juni 2006 Rp. 30 Juni 2005 Rp.

ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan dari pelanggan 173,369,713,010 104,624,260,265 Pembayaran kepada pemasok, karyawan dan

pihak ketiga lainnya (165,546,540,109) (102,719,934,493) Pembayaran untuk beban pabrikasi dan usaha (3,220,526,254) (3,140,101,233) Penerimaan (pembayaran) pajak (3,992,495,945) (758,765,798) Penerimaan (pembayaran) bunga (5,580,829,874) (3,066,218,490)

Kas Bersih Diperolehdari(Dipergunakan

untuk) Aktivitas Operasi (4,970,679,172) (5,060,759,749)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Hasil penjualan aktiva 51,666,685 185,000,000

Perolehan aktiva tetap (831,122,939) (627,247,375)

Investasi (2,227,622,227) -

Kas Bersih Dipergunakan untuk Aktivitas

Investasi (3,007,078,481) (442,247,375)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Hutang bank dan cerukan - -

Wesel bayar - 6,571,325,224

Pelunasan hutang bank dan cerukan 1,222,810,510 -

Pelunasan wesel bayar 3,000,000,000 -

Pelunasan pinjaman - (646,315,400)

Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas

Pendanaan 4,222,810,510 5,925,009,824

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH

KAS DAN SETARA KAS (3,754,947,143) 422,002,700

KAS DAN SETARA KAS - AWAL 6,355,626,210 3,351,893,893

(7)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

1. UMUM

a. Pendirian Perusahaan

PT Kabelindo Murni, Tbk. (Perusahaan) didirikan pada tanggal 11 Oktober 1979 berdasarkan akta notaries Fredrik Alexander Tumbuan, SH no. 71. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A. 5/34/7 tanggal 9 Juli 1981 dan diumumkan dalam Berita Acara Negara No. 59 tanggal 12 Januari 1982. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta notaries Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, SH No. 94 tanggal 23 November 2001 mengenai perubahan modal dasar serta modal ditempatkan dan disetor Perusahaan. Perubahan terakhir ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dalam surat keputusan No. C-14541.HT.01.04.TH 2001 tanggal 29 November 2001.

Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah bergerak dalam bidang industri pembuatan kabel listrik, kabel telepon serta perlengkapan kabel.

Perusahaan dan pabriknya berlokasi di kawasan industri Pulo Gadung, Jakarta. Perusahaan memulai kegiatan usaha komersilnya pada tahun 1979.

b. Penawaran Umum Saham Perusahaan

Perusahaan telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat pada tahun 1992, sedangkan penawaran umum terbatas dilakukan pada tahun 1995. Seluruh saham Perusahaan telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta.

c. Karyawan, Direksi dan Dewan Komisaris

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan terakhir adalah sebagai berikut :

Dewan Komisaris :

Komisaris Utama : Soepono

Komisaris : Djiteng Marsudi

Komisaris Independen : Dewa Nyoman Adnyana

Dewan Direksi :

Direktur Utama : Surya Adiwijaya Soepono

Direktur : Verdy Kohar

(8)

Perusahaan memiliki 306 dan 296 karyawan masing-masing pada tanggal 30 Juni 2006 dan 2005.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

a. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan Keuangan ini disajikan sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yang antara lain adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia, Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dan Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang ditetapkan oleh Bursa Efek Jakarta (BEJ) bagi perusahaan yang menawarkan sahamnya kepada masyarakat.

Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali aktiva tetap tertentu yang dinilai kembali dan persediaan yang dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower of cost and net realizable value). Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Mata uang pelaporan adalah Rupiah.

b. Transaksi dengan Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa

Dalam kegiatan usahanya, perusahaan melakukan transaksi dengan beberapa pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Sesuai dengan pernyataan No.7 Standart Akuntansi Keuangan yang dimaksud dengan hubungan istimewa adalah sebagai berikut :

1) Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada dibawah pengendalian bersama, dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies, subsidiaries dan fellow subdiaries );

2) Perusahaan asosiasi;

3) Perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di Perusahaan yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksud dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor);

4) Karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor, yang meliputi anggota dewan komisaris,

(9)

direksi dan manajer dari perusahaan pelapor serta anggota keluar dekat orang-orang tersebut;

5) Perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam butir (3) atau (4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut .

c. Kas dan Setara Kas

Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank serta deposito jangka pendek yang jangka waktunya kurang dari 3 (tiga) bulan sejak tanggal penempatannya dan tidak dijaminkan.

d. Piutang dan Penyisihan Piutang Ragu-ragu

Piutang disajikan sebesar nilai nominal dikurangi dengan penyisihan piutang ragu-ragu. Perusahaan membentuk penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan penelahaan terhadap kemungkinan tidak tertagihnya piutang tersebut.

e. Persediaan

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yamg lebih terendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih. Harga perolehan meliputi biaya-biaya yang terjadi untuk memperoleh persediaan dan biaya lainnya yang timbul khususnya dengan pembelian persediaan hingga berada dalam kondisi dan tempat yang siap untuk dijual. Nilai bersih yang dapat direalisasikan adalah taksiran harga jual yang wajar setelah dikurangi dengan taksiran biaya untuk menyelesaikan dan menjual persediaan barang jadi yang dihasilkan. Harga perolehan ditentukan dengan metode masuk pertama, keluar pertama (first-in, first-out), kecuali untuk persediaan barang sisa (scrap) dinilai berdasarkan harga tender terakhir.

f. Biaya Dibayar Dimuka

Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method).

(10)

Aktiva tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan, kecuali untuk aktiva tetap tertentu yang telah dinilai kembali berdasarkan Peraturan Pemerintah.

Aktiva tetap, kecuali hak atas tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut :

Tahun

Hak atas tanah 20

Bangunan dan prasarana 20

Mesin dan peralatan 8 - 15

Alat-alat pengangkutan 5

Peralatan kantor 5

Sesuai dengan PSAK No. 47, “Akuntansi Tanah”, biaya yang berhubungan dengan proses pembaharuan hak hukum atas tanah, meliputi biaya legal audit, biaya notaris dan biaya-biaya lainnya, ditangguhkan dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) selama periode hak atas tanah selama 20 tahun.

Biaya perbaikan dan perawatan dibebankan langsung ke laporan laba-rugi pada saat terjadinya biaya-biaya tersebut, sedangkan biaya-biaya yang berjumlah besar yang meningkatkan daya guna dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau dijual, dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aktiva tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi pada tahun bersangkutan.

h. Sewa Guna Usaha

Transaksi sewa guna usaha dicatat berdasarkan metode capital lease, dimana aktiva dan kewajiban sewa guna usaha dicatat sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha ditambah nilai sisa (harga opsi). Aktiva sewa guna usaha disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan aktiva tetap pemilikan langsung.

i. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan dari penjualan diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan sesuai dengan syarat-syarat penjualan. Beban diakui dalam periode yang sama dengan pengakuan pendapatan yang terkait. Beban yang tidak

(11)

memberikan manfaat di masa depan diakui pada saat timbulnya beban tersebut (accrual basisi).

j. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal nertaca, aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing dijabarkan dalam nilai Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada tahun berjalan.

Pada tanggal 31 Maret 2006 dan 2005, kurs yang digunakan masing-masing sebesar Rp 9,075 dan Rp 9.480 per dollar AS 1.- yang merupakan kurs rata-rata antara kurs beli dan kurs jual uang kertas dan / atau kurs transaksi yang terakhir yang diumumkan oleh Bank Indonesia.

k. Penyisihan untuk Imbalan Kerja Karyawan

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja (Kep-Men) No. Kep– 150/Men/2000 tanggal 20 Juni 2000 tentang “Penyelesaian Pemutusan Hubungan Kerja dan Penetapan Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Ganti Kerugian di Perusahaan”.

Sejak tahun 2003, Perusahaan menghitung besarnya uang penghargaan masa kerja sesuai dengan undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003. Pada akhir tahun buku kewajiban ini dihitung dengan menggunakan metode projected unit credit dan untuk tahun berjalan berdasarkan accrual dari angka tahun lalu.

l. Pajak Penghasilan

Seluruh perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak atas aktiva dan kewajiban pada tanggal neraca dengan jumlah tercatat menurut laporan keuangan diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability).

Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak. Aktiva pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi dengan laba kena pajak di masa yang akan datang.

Nilai tercatat aktiva pajak tangguhan dapat ditinjau kembali pada tanggal neraca dan nilai tercatat dapat diturunkan bila laba fiskal tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua aktiva pajak tangguhan.

(12)

m. Rugi Bersih Per Saham

Sesuai dengan PSAK No. 56, “ Laba Per Saham”, rugi bersih per saham dihitung dengan membagi rugi bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama periode yang bersangkutan.

n. Informasi Segmen Usaha

(13)

3. KAS DAN SETARA KAS

Kas dan setara kas terdiri dari :

30 Juni 2006 Rp. 30 Juni 2005 Rp. Kas Rupiah 7,500,000 15,000,000 Bank Pihak Ketiga : Rupiah : PT Bank Niaga Tbk. 331,674,015 55,799,210

Bank Negara Indonesia - 8,004,047

PT Bank Mandiri (Pesero) 926,829,653 1,689,671,476

PT Bank Danamon 1,656,366 -

Bank Yudha Bhakti - 312,226,245

US Dollar :

PT Bank Niaga Tbk 1,333,019,033 1,692,393,057

Bank Negara Indonesia - 802,557

Jumlah Bank 2,593,179,067 3,758,896,592

Jumlah Kas dan Setara Kas 2,600,679,067 3,773,896,592

4. PIUTANG USAHA

Piutang usaha terdiri dari :

30 Juni 2006 Rp.

30 Juni 2005 Rp.

Pemerintah :

PT Perusahaan Listrik Negara 11,807,028,530 11,840,967,464 PT Telkom Indonesia Tbk 356,351,816 1,207,182,837

Non-Pemerintah :

PT Cakra Lima 8,950,840,217 13,214,893,389 PT Sinarbaru Tetap Agung 7,231,791,748 531,528,800 PT Anugrah Megateratai 2,980,956,830 3,291,284,304 PT Mitra Langkah Prima 2,701,314,000 -

(14)

30 Juni 2006 Rp. 30 Juni 2005 Rp.

PT Pradipta Naya Griwa 2,329,572,269 7,730,654,323 PT Tigaputra Adhi Mandiri 2,091,878,911 2,266,020,504 PT Semarang Sumber Sejahtera 2,277,402,618 6,236,542,169 PT Inti Karya Persada Teknik 1,652,417,527 -

PT Muliaglass 1,134,485,400 -

PT Mesindo Agung Nusantara 1,178,917,583 -

PT Saka Jagad Pratama 1,116,507,684 -

PT Sahabat Teknika Kencana 1,008,862,286 11,734,400,865

PT Borneo Maju Jaya 474,120,245 -

PT Citra Kabel - 3,132,406,310

PT Industri Telekomunikasi Ind. - 2,218,833,172

PT Dwijaya Internusa - 1,647,171,625

PT Gema Bangun Mahardika - 698,935,025

PT Leighton Contractors Indonesia - 628,178,515

Al-Khulaki for Electric - 592,087,500

PT Sitna Elcom Engineering - 313,516,157

PT Rindang Sejati - 248,220,240

PT Bangun Asricitra Mandiri - 162,402,931

CV Puspasari - 154,493,114

CV Aneka Kabel Pratama - 153,427,032

PT Bimojavan Adijaya - 135,199,680

PT Wirudian Inti Triyasa - 131,256,030

PT Panon Serindo - 102,701,243

Lain-lain(dibawahRp100 juta) 751,794,646 591,569,380

50,638,385,729 68,963,872,609

Piutang Lama 1,839,531,630 -

Jumlah 52,477,913,359 68,963,872,609

Dikurangi: Penyisihan Piutang

Ragu-ragu (1,839,531,630) (1,839,531,630)

Jumlah - Bersih 50,638,381,729 67,124,340,979

(15)

4. PIUTANG USAHA (lanjutan)

Ringkasan piutang usaha menurut umur piutang adalah sebagai berikut : 30 Juni 2006 Rp. 30 Juni 2005 Rp.

Kurang dari 30 hari 19,997,249,049 34,842,712,045 31 - 60 hari 8,900,219,355 13,748,340,819 61 - 90 hari 7,606,851,619 11,774,001,031 Lebih dari 90 hari 15,973,593,336 8,598,818,714

Jumlah 52,477,913,359 68,963,872,609

Piutang usaha dipergunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman sindikasi yang diperoleh Perusahaan.

Tidak ada penghapusan piutang ragu-ragu yang dibebankan pada laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2006 dan 2005

Piutang lain-lain : 30 Juni 2006 Rp. 30 Juni 2005 Rp. PT Terang Kita 1,376,466,736 1,416,075,518 Lain-lain 37,848,508 220,819,820 Jumlah 1,414,315,244 1,636,895,338

Piutang kepada PT Terang Kita sebagian besar merupakan piutang sehubungan dengan peminjaman bahan baku.

5. PERSEDIAAN

Persediaan terdiri dari :

30 Juni 2006 Rp. 30 Juni 2005 Rp. Barang jadi 6,126,175,896 10,058,985,330

Barang dalam proses 7,807,878,004 10,928,873,506

Bahan baku 4,345,784,495 9,295,724,868

Bahan pembantu dan lain-lain 49,700,000 291,495,000

(16)

Persediaan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman sindikasi yang diperoleh Perusahaan.

Perusahaan mengasuransikan seluruh persediaannya terhadap resiko kerugian akibat kebakaran dan resiko lainnya. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi atas persediaan cukup untuk menutup kemungkinan akibat kebakaran dan resiko lainnya.

6. UANG MUKA KEPADA PEMASOK

Uang muka kepada pemasok terdiri dari :

30 Juni 2006 Rp. 30 Juni 2005 Rp. Lokal : Suku cadang - 141,384,275 Import : Bahan baku - 3,189,675 Jumlah - 144,573,950

7. PAJAK DIBAYAR DIMUKA

Pajak dibayar dimuka terdiri dari :

30 Juni 2006 Rp. 30 Juni 2005 Rp. PPh ps.22 611,219,629 412,222,556

Pajak pertambahan nilai - 401,526,790

Jumlah 611,219,629 813,749,349 8. PENYERTAAN SAHAM 30 Juni 2006 Rp. 30 Juni 2005 Rp. PT Hotelindo Murni ( 99% ) 9,900,000,000 -

(17)

9. AKTIVA TETAP

Jan. 1, 2006 Penambahan Pelepasan Juni 30, 2006 Harga perolehan

Kepemilikan Langsung :

Tanah 89,497,000,000 - - 89,497,000,000 Bangunan dan prasarana 32,877,986,398 33,260,424 - 32,911,246,822 Mesin dan peralatan 155,377,397,384 418,645,842 - 155,796,043,226 Alat-alat pengangkutan 858,453,262 236,656,683 340,000,000 755,109,945 Peralatan kantor 1,404,220,735 142,559,990 1,546,780,725

Aktiva Sewa Guna Usaha :

Alat-alat pengangkutan 679,000,000 - - 679,000,000 Jumlah 280,694,057,779 831,122,939 340,000,000 281,185,180,719

Akumulasi Penyusutan

Kepemilikan Langsung :

Bangunan dan prasarana 14,154,721,394 410,597,915 - 14,565,319,309 Mesin dan peralatan 99,730,533,598 2,010,312,747 - 101,740,846,345 Alat-alat pengangkutan 813,212,616 29,481,336 311,666,685 531,027,267 Peralatan kantor 898,161,655 48,,826,620 - 946,988,275

Aktiva Sewa Guna Usaha :

Alat-alat pengangkutan 215,916,655 68,548,497 - 284,465,152 Jumlah 115,812,545,918 2,567,767,115 311,666,685 118,068,646,348

Nilai Buku Bersih 164,881,511,861 163,116,534,371

Jan. 1, 2005 Penambahan Pelepasan Juni 30, 2005 Harga perolehan

Kepemilikan Langsung :

Tanah 89,497,000,000 - - 89,497,000,000 Bangunan dan prasarana 32,919,086,405 (41,100,000) - 32,877,986,405 Mesin dan peralatan 155,095,330,383 323,219,000 - 155,327,549,383 Alat-alat pengangkutan 1,043,210,762 12,970,000 197,727,500 858,453,262 Peralatan kantor 1,228,142,350 166,158,375 1,394,300,725

Aktiva Sewa Guna Usaha :

Alat-alat pengangkutan 422,000,000 - - 679,000,000 Jumlah 280,204,769,900 627,247,375 197,727,500 280,634,289,975

Akumulasi Penyusutan

Kepemilikan Langsung :

Bangunan dan prasarana 13,169,286,398 492,717,498 - 13,662,003,896 Mesin dan peralatan 95,732,330,383 1,966,495,476 - 97,728,825,859 Alat-alat pengangkutan 941,210,776 34,432,336 197,727,500 777,915,612 Peralatan kantor 801,891,832 49,516,200 - 851,408,032

Aktiva Sewa Guna Usaha :

Alat-alat pengangkutan 97,249,995 50,766,664 - 148,016,659 Jumlah 110,741,969,384 2,623,928,174 197,727,500 113,168,170,058

(18)

9. AKTIVA TETAP (lanjutan)

Penyusutan aktiva tetap dibebankan sebagai berikut :

30 Juni 2006

Rp. 30 Juni 2005 Rp.

Beban pokok penjualan 2,502,723,063 2,496,492,960 Beban umum dan administrasi 142,494,948 122,766,530

Beban penjualan 4,668,684 4,668,684

Jumlah 2,649,886,695 2,623,928,174

Seluruh aktiva tetap dipergunakan sebagai jaminan atas pinjaman sindikasi yang diperoleh Perusahaan.

Perusahaan mengasuransikan seluruh aktiva tetapnya, kecuali hak atas tanah dengan jumlah yang memadai dan manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian-kerugian yang akan terjadi.

10. PINJAMAN KARYAWAN

Pinjaman karyawan terdiri dari :

30 Juni 2006 Rp. 30 Juni 2005 Rp. Manajemen 53,003,035 83,039,035 Karyawan 37,103,493 48,624,190 Jumlah 90,106,528 131,663,225 11. AKTIVA LAIN-LAIN

Rincian aktiva lain-lain adalah sebagai berikut :

30 Juni 2006

Rp. 30 Juni 2005 Rp.

Uang muka jaminan – PT

Perusahaan Listrik Negara 210,609,000 223,692,950

Bank garansi 325,821,150 -

Deposit kendaraan 140,960,000 -

Uang jaminan –sewa rumah - 3,000,000

Uang muka jaminan PT IndustriaGases Indonesia (IGI)

-

300,000

(19)

12. CERUKAN

Perusahaan memperoleh pinjaman rekening koran dari PT Bank Yudha Bakti dengan plafond sebesar Rp 2,000,000,000. Cerukan ini dikenakan tingkat bunga 17 % - 19% per tahun.

13. WESEL BAYAR 30 Juni 2006 Rp. 30 Juni 2005 Rp.

Bank Yudha Bhakti 10,000,000,000 10,000,000,000

S. Fajar Suharto - 6,514,963,010

Jumlah 10,000,000,000 16,514,963,010

Wesel bayar (promissory note) diterbitkan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan memiliki jangka waktu satu bulan hingga satu tahun. Wesel bayar dikenakan tingkat suku bunga berkisar antara 17% - 19% per tahun.

14. HUTANG USAHA 30 Juni 2006 Rp. 30 Juni 2005 Rp.

i Pihak yang mempunyai hubungan istimewa :

PT Sucaco Tbk 58,403,827,092 59,165,877,312

PT Hotelindo Murni 6,409,907,773 -

PT Setia Pratama Lestari 2,279,401,850 9,952,419,305

67,093,136,715 69,118,296,617

Pihak Ketiga :

PT Tunas Wijaya Sakti 930,891,230 288,181,315 PT Tembaga Mulia Semanan 668,215,840 3,205,800,661 PT Walsin Lippo Industri 533,104,821 644,283,472

PT Permata Buana 327,229,970 -

PT Terang Kita 197,340,000 197,340,000

PT Petrolog Multi Usaha 130,158,600 -

(20)

14. HUTANG USAHA (lanjutan) 30 Juni 2006 Rp. 30 Juni 2005 Rp. PT Citra Kabel - 5,295,078,260

CV Setia Pratama Lestari Wood - 702,011,000

PT Central Wire Industrial - 811,154,897

PT Indo Kawat Sukses - 653,956,298

PT Sinar Plastik - 2,095,400,997

PT Mentari Cipta Persada - 613,692,165

PT Supra Aluminium Industries - 177,982,055

PT Panca Surya Gemilang - 103,161,160

Lain-lain (dibawah Rp 100 juta) 297,740,690 492,476,240

3,084,681,151 21,930,819,320

Jumlah 70,177,817,866 91,049,115,937

15. HUTANG PAJAK Hutang pajak terdiri dari :

30 Juni 2006 Rp.

30 Juni 2005 Rp.

Pajak pertambahan nilai 342,830,650 -

Pajak penghasilan Pasal 23 205,433,898 266,556,123 Pasal 21 37,622,451 2,668,500 Jumlah 585,886,999 269,224,623

Rekonsilasi antara rugi sebelum taksiran pajak penghasilan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi, dan taksiran rugi fiskal untuk bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut :

(21)

15. HUTANG PAJAK (lanjutan)

30 Juni 2006

Rp. 30 Juni 2005 Rp.

Laba (rugi) sebelum taksiran pajak penghasilan menurut laporan laba rugi

6,216,873,217 3,126,169,343

Beda Temporer

Penyusutan dan amortisasi (1,057,544,210) (1,669,402,062) Penyisihan imbalan kerja karyawan (738,342,388) 115,413,474

Beda Tetap

Sumbangan 18,450,200 24,741,322

Asuransi 3,345,168 3,345,168

Jamuan 84,388,797 37,807,097

Lain-lain - 90,415,573

Penghasilan bunga yang pajaknya

bersifat final (92,962,865) (31,842,474)

Taksiran laba (rugi) fiskal 4,434,207,919 1,790,150,772 Ditambah rugi fiskal tahun-tahun

sebelumnya (32,907,099,201) (49,937,041,591)

Jumlah taksiran rugi fiskal (28,472,891,282) (48,330,809,723)

Rekonsilasi antara laba rugi sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komersil dengan manfaat (beban) pajak adalah sebagai berikut :

30 Juni 2006

Rp. 30 Juni 2005 Rp.

Laba (rugi) sebelum pajak 6,216,873,217 3,126,169,343 Pajak penghasilan dihitung dengan

tarif 30% 1,865,061,965 (937,850,803)

Sumbangan 5,535,060 (7,422,397)

Asuransi 1,003,550 (1,003,550)

Jamuan 21,984,015 (11,342,129)

Lain-lain - -

Penhasilan bunga yang pajaknya

bersifat final (27,888,860) 9,552,742

Taksiran pajak penghasilan

(22)

Aktiva (Kewajiban) Pajak Tangguhan, Bersih 30 Juni 2006 Rp. 30 Juni 2005 Rp. Aktiva Pajak Tangguhan

Rugi fiskal 8,572,324,679 14,526,367,587

Penyisihan piutang ragu-ragu 551,859,489 578,674,361 Penyisihan pensiun karyawan 148,774,602 328,909,175

Aktiva Pajak Tangguhan 9,272,958,770 15,433,951,123

Kewajiban Pajak Tangguhan

Penyusutan 19,283,376,044 18,439,132,448

Kewajiban Pajak Tangguhan 19,283,376,044 18,439,132,448

Bersih (10,010,417,274) (3,005,181,325)

16. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR

Rincian biaya yang masih harus dibayar sebagai berikut :

30 Juni 2006

Rp. 30 Juni 2005 Rp.

Transport 1,413,453,941 1,928,509,876

Bunga pinjaman 1,058,579,670 1,949,472,031

Jasa penanganan 1,097,958,987 1,625,344,349 Tunjangan hari raya 721,866,903 349,487,925

Jamsostek 43,967,752 4,214,576

Jasa akuntan publik 21,347,352 21,081,081

Lain-lain 120,195,789 196,062,464

(23)

17. UANG MUKA PENJUALAN

Rincian uang muka penjualan sebagai berikut :

30 Juni 2006

Rp.

30 Juni 2005 Rp.

PT Cakra Lima 1,177,867,116 -

PT Pradipta Naya Griwa 726,400,396 -

PT Anugrah Mega Teratai 319,226,660 158,320,240

PT Mitra Langkah Prima 311,533,312 -

PT Tigaputra Adhi Mandiri 295,576,967 734,435,700 PT Lavelindo Kencana Jaya 220,515,612 -

PT Eltran Indonesia 118,000,000 -

PT Trisapta Eka Maju 103,200,000 -

PT Sahabat Teknika Kencana 101,495,704 185,103,336 Lain-lain (dibawah Rp 100. juta) 567,838,887 245,287,026

Jumlah 3,941,654,654 1,323,146,302

18. PINJAMAN BANK JANGKA PANJANG

Dari hasil restrukturisasi pinjaman, pada tanggal 12 Desember 2001 telah dibuat perubahan perjanjian dari perjanjian pinjaman tanggal 29 Oktober 1996 termasuk perubahan terakhir tanggal 18 Juli 2001, antara PT Kabelindo Murni Tbk sebagai debitur, para kreditur, PT Batavia Prosperindo Sekuritas sebagai facility agent dan Nugroho, Panjaitan dan Rekan sebagai Security agent.

Isi dari perubahan perjanjian tersebut adalah :

Pinjaman yang dijamin sebesar USD 18.335.360,02 terdiri dari :

a. Sejumlah USD 16.335.360,02 dikonversikan menjadi 1.008.000.000 lembar saham seri B dengan nilai nominal sebesar Rp 185 per saham. Setiap 4 (empat) saham baru yang dikeluarkan akan diberikan waran dengan nilai nominal Rp 185 . Setiap waran dapat dikonversikan menjadi 1 (satu) saham Perusahaan.

b. Sisa pinjaman yang dijamin (secure loans) sebesar USD 2.000.000 akan tetap menjadi pinjaman sindikasi dan dikonversikan menjadi fasilitas rupiah dengan kurs Rp 11,419 per USD 1.- atau equivalen dengan Rp 22.838.000.000.- dengan rincian sebagai berikut :

(24)

18. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)

30 Juni 2006

Rp. 30 Juni 2005 Rp.

Badan Penyehatan Perbankan

Nasional (BPPN) * 1,518,727,000 1,518,727,000

Alpha Capital Agents Ltd. - 7,978,714,200

Indover Bank - 3,729,445,400

Million Ocean Profits Ltd. - 3,574,147,000

Star Moon Associates Ltd. - 1,729,719,600

Chatton Agents Ltd. - 1,507,308,000

Gelston Profit Ltd. - 1,507,308,000

Storepro International Ltd. - 646,315,400

Jumlah 1,518,727,000 22,191,684,600

*)Berdasarkan surat BPPN No. Prog-6346/AMK-PAK1/BPPN/1102 tanggal 29 November 2002, diberitahukan bahwa piutang BPPN kepada Perusahaan telah dialihkan kepada konsorsium Bank Mandiri dan PT Anugra Cipta Investa efektif tanggal 15 November 2002.

Fasilitas rupiah baru tersebut direstrukturisasi dengan syarat dan kondisi sebagai berikut :

Jangka waktu : 6 tahun

Tingkat bunga : 15 % pertahun

Tahun pertama sampai dengan tahun ketiga: 5% per tahun; sisanya 10% per tahun akan dikapitalisasi sebagai pokok pinjaman pada tahun keempat. Tahun keempat sampai dengan tahun keenam: 15% per tahun.

Jadwal pembayaran :

Tahun pertama sampai dengan tahun ketiga : masa tenggang

Tahun keempat : 25%

Tahun kelima : 35%

Tahun keenam : 40%

Pinjaman sindikasi yang direstrukturisasi tersebut masih dijamin dengan kondisi dan persyaratan yang sama dengan fasilitas pinjaman sebelum direstrukturisasi.

(25)

18. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)

Pinjaman-pinjaman tersebut diatas dijamin dengan :

a. Pinjaman cessie atas piutang usaha yang dan/atau dikemudian hari dimiliki/diperoleh perusahaan.

b. Pemindahan fidusia atas persediaan.

c. Pemindahan fidusia atas mesin dan peralatan yang dimiliki Perusahaan secara “Pari Passu”

d. Pemindahan fidusia atas mesin dan peralatan yang dibiayai dengan fasilitas pinjaman berjangka secara “Pari Passu”.

e. Pemberian kuasa untuk memegang hak tanggungan atas tanah dan bangunan.

f. Penyerahan atas polis dan klaim asuransi.

19. PENYISIHAN IMBALAN KERJA KARYAWAN

Sehubungan dengan diterapkannya Undang-undang Tenaga Kerja No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003, Perusahaan mengakui manfaat pensiun untuk karyawan yang memenuhi persyaratan. Perusahaan mencatat accrual untuk uang pensiun sebesar Rp 253,351,379.- dan Rp 1,096,363,917.- masing-masing pada tanggal 30 Juni 2006 dan 2005

20. MODAL SAHAM

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 7 September 2001 yang telah dinotariskan dengan akte No. 52 tanggal 28 September 2001 dan perubahan terakhir No. 94 tanggal 23 November 2001 oleh notaris Ny. Poerbaningsih Adi Warsito dan telah disyahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. C – 14541.HT.01.04.TH 2001 tanggal 29 November 2001, mengenai perubahan modal dasar Perusahaan dari Rp 70,000,000,000 menjadi Rp 300,000,000,000 yang terdiri dari :

a. Saham seri A dengan nilai nominal Rp 1.000 sebanyak 56.000.022 lembar saham.

b. Saham seri B dengan nilai nominal Rp 185 sebanyak 1.318.918.800 lembar saham.

Dalam RUPSLB tersebut juga diputuskan peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp 56.000.000.000 menjadi Rp 252.840.000.000 sebagai realisasi dari konversi hutang kepada para kreditur dengan saham Perusahaan.

Perubahan tersebut telah sesuai dengan peraturan No. IX.D.4, lampiran keputusan Ketua Bapepam No. KEP.44/PM/1998, tanggal 14 Agustus 1998 tentang Penambahan Modal Tanpa Memesan Efek Terlebih Dahulu, termasuk

meningkatkan modal dasar, modal ditempatkan dan disetor serta mengubah jenis mengubah jenis dan nilai nominal saham Perusahaan

(26)

20. MODAL SAHAM ( lanjutan )

Pada tanggal 31 Maret 2006 rincian pemegang saham Perusahaan adalah sebagai berikut :

30 Juni 2006

Jumlah saham Persentase

Ditempatkan pemilikan

dan disetor Jumlah

Pemegang Saham Penuh (%) Rp.

Seri A

Masyarakat(masing-masing

pemilikan kurang dari 5%) 56,000,000 5.00 56,000,000,000

Jumlah 56,000,000 5.00 56,000,000,000

Seri B

Alpha Capital Agents Ltd. 200,000,000 17.85 37,000,000,000 Erdikha Elit, PT 192,000,000 17.14 35,514,542,500 PT JAIC Indonesia 171,707,200 15.33 31,765,832,000 Pacific Elite Group Ltd. 138,818,400 12.39 25,681,404,000 Sinta Dewi Rosadi 82,958,,400 7,41 15,347,304,000

Badan Penyehatan Perbankan

Nasional (BPPN) * 69,882,400 6.23 12,928,244,000

Adil Prananda 56,000,000 5.00 10,416,147,500

Masyarakat(masing-masing

pemilikan kurang dari 5%) 152,633,600 13.60 28,186,526,000

Jumlah 1,064,000,000 95.00 196,840,000,000

Jumlah 1,120,000,000 100.00 252,840,000,000

30 Juni 2005

Jumlah saham Persentase

Ditempatkan pemilikan

dan disetor Jumlah

Pemegang Saham Penuh (%) Rp.

Seri A

Masyarakat(masing-masing pemilikan kurang dari 5%)

56,000,000 5.00 56,000,000,000 Jumlah 56,000,000 5.00 56,000,000,000 Seri B

Alpha Capital Agents Ltd. 200,000,000 17.86 37,000,000,000 Erdikha Elit, PT 192,000,000 17.14 35,520,000,000 Kim Eng Securities, PT 171,262,200 15.29 31,683,507,000 Achmad Subandrio 138,818,400 12.39 25,681,404,000 Sinta Dewi Rosadi 82,958,,400 7,41 15,347,304,000

Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) * 69,882,400 6.24 12,928,244,000 PT BNI Securities 56,627,500 5.06 10,476,087,500 Masyarakat(masing-masing

pemilikan kurang dari 5%) 152,451,100 13.61 28,203,453,500

Jumlah 1,064,000,000 95.00 196,840,000,000

Jumlah 1,120,000,000 100.00 252,840,000,000

(27)

20. MODAL SAHAM (lanjutan)

*) Berdasarkan surat BPPN No. Prog-6346/AMK-PAK1/BPPN/1102 tanggal 29 November 2002, diberitahukan bahwa piutang BPPN kepada Perusahaan telah dialihkan kepada konsorsium Bank Mandiri dan PT Anugra Cipta Investa efektif tanggal 15 November 2002, sehingga pemilikan saham BPPN pada Perusahaan juga beralih kepada konsorsium tersebut.

21. TAMBAHAN MODAL DISETOR

Akun ini merupakan agio saham berasal dari penawaran perdana yang dilakukan pada tahun 1992 sebesar Rp 1,500,000,000.- ditambah perbedaan harga pelaksanaan konversi hutang dengan nominal saham sebesar Rp 146,426,154,196.- dari restrukturisasi hutang tahun 2001.

22. PENJUALAN BERSIH

Rincian penjualan bersih menurut produk adalah sebagai berikut :

30 Juni 2006 Rp. 30 Juni 2005 Rp. Kabel listrik 133,108,775,024 126,799,100,841 Kabel telepon 11,105,128,252 14,751,417,160 Perlengkapan kabel 114,587,461 150,135,194 Jumlah 144,328,490,737 141,700,653,195

(28)

23. BEBAN POKOK PENJUALAN

Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut :

30 Juni 2006 Rp.

30 Juni 2005 Rp.

Bahan baku yang digunakan 118,391,760,040 120,004,584,173 Upah buruh langsung 2,881,562,259 2,187,043,775 Beban pabrikasi 6,560,340,377 6,169,299,770 Jumlah Beban Produksi 127,833,662,676 128,360,927,718

Persediaan barang dalam proses :

Persediaan awal 607,498,998 1,784,715,494

Persediaan akhir (7,807,878,004) (10,928,873,506) Beban Pokok Produksi 120,633,283,670 119,216,769,706

Pewrsediaan barang jadi :

Persediaan awal 7,636,906,574 7,427,569,189

Pembelian 3,955,155,967 20,568,384,991

Persediaan akhir (6,126,175,896) (10,058,985,330)

Beban Pokok Penjualan 126,099,170,315 137,153,738,556

24. BEBAN USAHA 30 Juni 2006 Rp. 30 Juni 2005 Rp. Penjualan dan pemasaran

Gaji, upah dan kesejahteraan

karyawan 411,392,739

134,695,165

Pengangkutan 372,064,798 295,542,485

Publikasi dan pemasaran 259,472,491 28,571,000 Biaya perjalanan dinas 203,383,234 77,160,710

Biaya representasi 48,903,368 14,778,600

Perlengkapan kantor 23,939,013 7,842,200

Telepon, teleks dan faksimili 20,260,420 38,920,636

Biaya penyusutan 4,668,684 4,668,684

Lain-lain 55,940,345 49,960,000

(29)

24. BEBAN USAHA (lanjutan)

30 Juni 2006 Rp.

30 Juni 2005 Rp. Umum dan administrasi

Gaji, upah dan kesejahteraan

karyawan 2,241,949,534 2,255,433,515

Biaya pemeliharaan 698,387,958 440,021,935

Asuransi 245,317,100 158,160,533

Biaya penyusutan 142,494,948 122,766,530

Telepon, teleks dan faksimili 122,782,652 93,156,240

Administrasi saham 113,000,000 148,615,233

Pajak bumi dan bangunan 96,096,000 72,127,640

Pendidikan dan latihan 86,675,450 -

Perlengkapan kantor 80,349,034 140,865,586

Biaya perjalanan dinas 61,693,917 28,148,001

Biaya representasi 35,485,429 23,028,497

Honorarium tenaga ahli 33,496,000 176,999,950

Bahan bakar 30,545,250 9,956,350

Beban bank 28,938,865 25,091,536

Sumbangan dan iuran 10,950,200 18,477,564

Biaya publikasi 813,830 24,892,600 Lain-lain 5,938,575 6,263,754 4,034,914,742 3,744,005,464 Jumlah 5,434,939,834 4,396,144,944 25. BEBAN BUNGA 30 Juni 2006 Rp. 30 Juni 2005 Rp.

Bunga wesel bayar 6,563,879,779 4,460,088,262

Bunga cerukan 78,920,043 1,000,000

Bunga leasing 11,481,325 17,379,895

(30)

26. INFORMASI SEGMEN USAHA 30 Juni 2006 Rp. 30 Juni 2005 Rp. Daerah geografis : Domestik 144,328,490,737 131,154,149,510 Ekspor - 10,546,503,685 Jumlah 144,328,490,737 141,700,653,195 Jenis produk : Kabel listrik 133,108,775,024 126,799,100,841 Kabel telepon 11,105,128,252 14,751,417,160 Perlengkapan kabel 114,587,461 150,135,194 Jumlah 144,328,490,737 141,700,653,195

Beban pokok penjualan

Kabel listrik 116,296,553,830 122,905,469,831 Kabel telepon 9,702,501,922 14,142,445,188 Perlengkapan kabel 100,114,563 105,823,537 Jumlah 126,099,170,315 137,153,738,556 Beban usaha Kabel listrik 5,012,441,964 3,939,449,741 Kabel telepon 418,182,880 453,303,275 Perlengkapan kabel 4,314,990 3,391,928 Jumlah 5,434,939,834 4,396,144,944

Laba (Rugi) usaha

Kabel listrik 11,799,779,230 (45,818,731) Kabel telepon 984,443,450 155,668,697) Perlengkapan kabel 10,157,908 40,919,729

Referensi

Dokumen terkait

(Dalam Jutaan Rupiah kecuali dinyatakan lain)..

Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep harga perolehan, kecuali untuk persediaan yang dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya

Untuk transaksi jual dan sewa kembali ( sales and lease back ), selisih antara harga jual dan nilai buku aktiva yang dijual diakui sebagai laba atau rugi yang ditangguhkan

Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah kecuali dinyatakan lain, disusun berdasarkan basis akrual dengan menggunakan konsep nilai perolehan, kecuali untuk persediaan yang

kecuali diny atakan lain, disusun berdasarkan basis akrual (Accrual Basis ), kecuali untuk laporan arus kas, serta dinilai dengan menggunakan konsep nilai perolehan, kecuali

Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep harga perolehan, kecuali untuk persediaan yang dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya

Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke akun aset tetap yang

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim (Unaudited) Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2007 dan 2006 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan