ANALISIS FATWA DEWAN SYARI'AH NASIONAL No. 28/DSN/MUI/III/2002 TENTANG JUAL BELI MATA UANG (AL-SHARF) MENURUT TINJAUAN FIQH MUAMALAH
Teks penuh
Dokumen terkait
Dari tabel diatas diperoleh hasil bahwa syarat Al-S}arf pada praktik jual beli uang rusak yang terjadi di Pasar Klitikan Notoharjo Surakarta dalam serah terima
Pembayaran dengan uang elektronik sama hukum dan ketentuannya dengan jual beli barang dengan menggunakan uang tunai cash, karena pada dasarnya antara uang elektronik dengan uang
menggunakan akad mudharabah atau sebagai agen investasi. Dalam hal ini Bank Syariah berfungsi dan berperan untuk menghimpun dana masyarakat dan menginvestasikan
Sharf), karena transaksi forex trading tersebut dilakukan dengan cara berspekulasi terhadap nilai suatu mata uang, dan transaksi tersebut dilakukan bukan atas
Mendahulukan pembayaran ketika terjadi proses transaksi jual beli atau sewa menyewa dan uang yang dibayarkan adalah sebagai uang muka, apabila transaksi jadi
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa bentuk transaksi uang elektronik yang dibuat oleh BMT Bahtera Pekalongan yaitu aplikasi Bahtera Mobile, akad yang digunakan
Akad yang digunakan oleh BPRS Al-Salaam adalah akad murabahah (jual-beli) dimana BPRS Al-Salaam bertindak sebagai penjual dan anggota sebagai pembeli. Dalam
memberikan pembiayaan gadai syari’ah kepada nasabah berdasarkan kesepakatan, yang disertakan dengan surat gadai sebagai penyerahan barang jaminan (marhun) untuk