• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Keberhasilan suatu kegiatan pada dinas dapat terukur dan teridentifikasi dari capaian setiap indikator program/kegiatan. Pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika meliputi dua (2) bidang yaitu bidang perhubungan dan bidang komunikasi. Dalam bidang perhubungan berkaitan dengan bidang transportasi, pengujian kendaraan bermotor sedangkan bidang komunikasi berkaitan dengan informasi publik, pemeliharaan hosting dan web pemerintah. Dalam bidang transportasi terutama di jalan terdapat komponen yang saling terkait satu dengan lainnya yaitu komponen tata guna lahan, komponen lalu lintas yang timbul akibat mobilitas orang/barang, komponen sarana yang digunakan untuk memindahkan orang dan atau barang serta komponen terakhir adalah prasarana sebagai pendukung dalam melakukan pergerakan.

Untuk mengetahui prosentase pencapaian target maka perlu adanya penyusunan standar pelayanan minimal yang beisikan indikator pencapaian target setiap kegiatan yang berhubungan langsung dengan kegiatan yang berhasil guna untuk masyarakat.

B. DASAR HUKUM

1. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;

2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;

3. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 13 Tahun 2014 tentang Rambu Lalu Lintas;

4. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 34 Tahun 2014 tentang Marka Jalan;

5. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 49 Tahun 1993 tentang Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas

6. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 3 Tahun 1994 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan; dan

7. Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat No. SK.AJ.003/5/9/DRJD/2011 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Perlengkapan Jalan.

8. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 22/PER/M.Kominfo/12/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kominfo di Kabupaten/Kota

9. Peraturan Menteri Nomor 27/PER/M.KOMINFO/12/2011 tentang Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Minimal Bidang Kominfo di Kabupaten/Kota

(2)

BAB II

PENERAPAN DAN PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL

A. URAIAN KEGIATAN

Sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 11 ayat (4) Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Pasal 8 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, bahwa penyelenggaraan urusan pemerintahan yang bersifat wajib berpedoman pada standar pelayanan minimal yang dilaksanakan secara bertahap dan ditetapkan oleh Pemerintah. Dalam urusan pemerintahan di bidang perhubunga, dan komunikasi merupakan salah satu kewenangan wajib pemerintahan daerah yang penyelenggaraannya berpedoman pada standar pelayanan minimal bidang perhubungan, dan komunikasi yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perhubungan, bidang komunikasi dan informatika, oleh karena itu sebagai tindak lanjut dari ketentuan tersebut maka Kementerian Perhubungan telah menindaklanjuti dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 81 Tahun 2011 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Perhubungan Daerah Provinsi dn Daerah Kabupaten/Kota dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 2. Tahun 2013 tentang Petunjuk Teknis Penerapan dan Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Bidang Perhubungan Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten Kota. Sedangkan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika menindaklanjuti dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 22/PER/M.KOMINFO/12/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal di Kabupaten/Kota dan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 27/PER/M.KOMINFO/12/2011 tentang Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Minimal.

B. TARGET PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL OLEH DAERAH 1. Bidang Perhubungan

Adapun indikator dan dan Nilai SPM serta batas waktu pencapaian SPM di bidang Perhubungan terlihat pada tabel di bawah ini :

(3)

Tabel 1. Indikator, Nilai SPM Bidang Perhubungan dan Waktu Pencapaian

JENIS PELAYANAN

STANDAR PELAYANAN MINIMAL BATAS

WAKTU KETERANGAN INDIKATOR

NILAI

(%) PENCAPAIAN A. ANGKUTAN

JALAN 1. Jaringan

Pelayanan Angkutan Jalan

1. Tersedianya angkutan umum yang melayani wilayah yang telah tersedia jaringan jalan untuk jaringan jalan Kabupaten/Kota

75 2014 Dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota

2. Tersedianya angkutan umum yang melayani jaringan trayek yang menghubungkan daerah tertinggal dan terpencil dengan wilayah yang telah berkembang pada wilayah yang telah tersedia jaringan jalan Kabupaten/kota

60 2014 Dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota

2. Jaringan prasarana angkutan jalan

3. Tersedianya halte pada setiap

Kabupaten/Kota yang telah dilayani

angkutan umum dalam trayek

100 2014 Dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota

4. Tersedianya terminal angkutan penumpang pada setiap

Kabupaten/Kota yang telah dilayani

angkutan umum dalam trayek

40 2014 Dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota

3. Fasilitas Perlengkapan Jalan

5. Tersedianya fasilitas perlengkapan jalan ( rambu, marka dan guardrail ) dan penerangan jalan umum (PJU) pada jalan Kabupaten/Kota

60 2014 Dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota

4. Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor

6. Tersedianya unit pengujian kendaraan bermotor bagi Kabupaten/Kota yang memiliki populasi kendaraan wajib uji

60 2014 Dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota

(4)

REALISASI

Adapun realisasi dan dan Nilai SPM pada tahun 2013 di bidang Perhubungan dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini

minimal 4000 (empat ribu) kendaraan wajib uji)

5. Sumber Daya Manusia

7. Tersedianya SDM di bidang terminal pada Kabupaten/Kota yang telah memiliki terminal

50 2014 Dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota 8. Tersedianya SDM di

bidang pengujian kendaraan bermotor pada Kabupaten/Kota yang telah melakukan pengujian berkala kendaraan bermotor

100 2014 Dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota

9. Tersedianya SDM di bidang MRLL, evaluasi andalalin,

Pengelolaan parkir pada Kabupaten/Kota

40 2014 Dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota 10. Tersedianya SDM

yang memiliki kompetensi sebagai pengawas kelaikan kendaraan pada setiap perusahaan angkutan umum

100 2014 Dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota

6. Keselamatan 11. Terpenuhinya standar keselamatan bagi angkutan umum yang melayani trayek di dalam

Kabupaten/Kota

100 2014 Dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota

Sumber : Peraturan Menteri Perhubungan No. PM.81 Tahun 2011 tentang SPM Bidang Perhubungan Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota

jalan umum (PJU) pada jalan Kabupaten/ Kota

STANDAR PELAYANAN MINIMAL BATAS WAKTU PENCAPAIAN

CAPAIAN 2013

(%)

KETERANGAN INDIKATOR NILAI

(%) 1. Tersedianya angkutan

umum yang melayani wilayah yang telah

75 2014 100 Dilaksanakan

oleh Dinas Perhubungan

(5)

tersedia jaringan jalan untuk jaringan jalan Kabupaten/Kota

Kabupaten/Kota

2. Tersedianya angkutan umum yang melayani jaringan trayek yang menghubungkan daerah tertinggal dan terpencil dengan wilayah yang telah berkembang pada wilayah yang telah tersedia jaringan jalan Kabupaten/kota

60 2014 100 Dilaksanakan

oleh Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota

3. Tersedianya halte pada setiap

Kabupaten/Kota yang telah dilayani

angkutan umum dalam trayek

100 2014 66,66667 Dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota

4. Tersedianya terminal angkutan penumpang pada setiap

Kabupaten/Kota yang telah dilayani

angkutan umum dalam trayek

40 2014 100 Dilaksanakan

oleh Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota

5. Tersedianya fasilitas perlengkapan jalan ( rambu, marka dan guardrail ) dan penerangan jalan umum (PJU) pada jalan Kabupaten/Kota

60 2014 29,18899 Dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota

6. Tersedianya unit pengujian kendaraan bermotor bagi Kabupaten/Kota yang memiliki populasi kendaraan wajib uji minimal 4000 (empat ribu) kendaraan wajib uji)

60 2014 100 Dilaksanakan

oleh Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota

7. Tersedianya SDM di bidang terminal pada Kabupaten/Kota yang telah memiliki terminal

50 2014 100 Dilaksanakan

oleh Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota 8. Tersedianya SDM di

bidang pengujian kendaraan bermotor pada Kabupaten/Kota

100 2014 66,67 Dilaksanakan

oleh Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota

(6)

Dari tabel tersebut diatas terlihat ada beberapa indikator yang sudah melampaui prosentase tang ditargetkan, dan ada beberapa pula yang belum mencapai target (ditandai angka berwarna merah), yaitu :

 Indikator no. 3 yaitu tersedianya halte belum memenuhi target disebabkan karena belum semua halte terbangun di jalan kabupaten yang dilalui oleh jaringan trayek angkutan umum di wilayah Kabupaten Pekalongan, selain itu menurunnya jumlah penumpang angkutan umum di wilayah Kabupaten Pekalongan

 Indikator no. 5 yaitu fasilitas perlengkapan jalan (rambu, marka dan guardrail) dan penerangan jalan umum (PJU) belum memenuhi target disebabkan belum semua jalan kabupaten terlengkapi dengan rambu/marka/guardrail. Pada Dinas Perhubungan di Kabupaten Pekalongan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas perlengkapan jalan ini menggunakan Dana Alokasi Khusus dari Pusat sehingga untuk melengkapi kebutuhan rambu tersebut dilakukan bertahap

 Indikator no. 8 yaitu tersedianya SDM di bidang pengujian kendaraan bermotor belum memenuhi target disebabkan karena jumlah kendaraan yang wajib uji belum mencapai angka 4000 unit, sehingga di Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan masih cukup dengan pelayanan pengujian dengan jumlah personil 8 orang

 Indikator no. 10 yaitu tersedianya SDM yang mempunyai kompetensi sebagai pengawas kelaikan kendaraan pada setiap perusahaan angkutan belum memenuhi target disebabkan di pemda kabupaten Pekalongan, khususnya Dinas Perhubungan, Pegawai Negeri Sipil yang ingin mengikuti pendidikaan berbasis kompetensi sebagai pengawas kelaikan kendaraan sangat minim, hal ini dikarenakan jabatan pengawas kelaikan kendaraan bermotor mempunyai resiko tinggi (berhubungan dengan emisi gas buang) dan tunjangan yang diperoleh belumlah sebanding dengan resiko yang ditanggung.

yang telah melakukan pengujian berkala kendaraan bermotor 9. Tersedianya SDM di

bidang MRLL, evaluasi andalalin,

Pengelolaan parkir pada Kabupaten/Kota

40 2014 50 Dilaksanakan

oleh Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota 10. Tersedianya SDM

yang memiliki kompetensi sebagai pengawas kelaikan kendaraan pada setiap perusahaan angkutan umum

100 2014 37,50 Dilaksanakan

oleh Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota

11. Terpenuhinya standar keselamatan bagi angkutan umum yang melayani trayek di dalam

Kabupaten/Kota

100 2014 100 Dilaksanakan

oleh Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota

(7)

BAB III PENUTUP

Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang Perhubungan yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan pada tahun 2014 merupakan bentuk pelayanan dasar sesuai SPM di bidang Perhubungan dan di bidang Komunikasi dan Informatika, yang kesemuanya diperlukan agar pengelolaan perlengkapan jalan maupun sarana angkutan umum serta pengelolaan komunikasi dan informasi untuk masyarakat umum dapat dilaksanakan secara optimal dan tepat sasaran sehingga akan tercipta keselamatan berlalu lintas (dengan menurunnya angka kecelakaan berlalu lintas), serta penyebarluasan informasi ke masyarakat lebih baik dari segi keterbukaan informasi maupun kecepatan dan keakuratan informasi.

Kajen, Desember 2014

KEPALA DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

KABUPATEN PEKALONGAN

Drs. Achmad Muchlisin Pembina TK I

NIP. 19690709 199003 1 012

Gambar

Tabel 1. Indikator, Nilai SPM Bidang Perhubungan dan Waktu  Pencapaian

Referensi

Dokumen terkait

Keasistendeputian Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Aparatur Negara, Komunikasi, dan Informatika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyampaian

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur sebagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang membidangi komunikasi dan informatika tentu diharapkan

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur sebagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang membidangi komunikasi dan informatika tentu diharapkan

Dari identifikasi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tegal dalam pelaksanaan urusan perencanaan pembangunan

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasaman Barat sebagai salah satu SKPD di Kabupaten Pasaman Barat memiliki tugas untuk membantu Kepala

minimal, standar pelayanan publik, standar operasional dan prosedur penyelenggaraan perlindungan dan jaminan sosial bagi penerima program keluarga sejahtera, program

Atas dasar tersebut Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kutai Kartanegara yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kutai Kartanegara Nomor 12

Dalam Keputusan Menteri Kesehatan nomor 128 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal SPM Rumah Sakit ditetapkan bahwa indikator standar pelayanan minimal gizi meliputi : 1 Ketepatan