BAB III
PELAKSANAAN KERJA MAGANG
3.1. Kedudukan dan Koordinasi1. Kedudukan
Gambar 3.1 Bagan Struktur Bagian Rumah Kreatif BUMN (RKB) (sumber: dokumen RKB, 2020)
Kedudukan penulis pada perusahaan Telekomunikasi Indonesia atau lebih tepatnya pada bagian Rumah Kreatif BUMN adalah Graphic Designer Intern. Penulis diarahkan oleh dua supervisor yaitu Galih dan Luthfan secara online melalui Whatsapp, dalam melakukan proses pekerjaan desain social media Instagram “Gerai UKM Telkom”. Pekerjaan di briefing oleh Sabri Rasyid selaku OSM RKB secara tatap muka kemudian dilanjutkan dengan perencanaan dan diskusi dengan kedua supervisor secara online.
2. Koordinasi
Whatsapp yang berisi penulis, dua supervisor yaitu Galih dan Luthfan, kemudian David yang merupakan bagian copywriter dari Instagram “Gerai UKM Telkom”.
Gambar 3.2 Bagan Koordinasi (sumber: dokumentasi pribadi, 2020)
Koordinasi pelaksanaan kerja magang dilakukan dengan arahan Sabri Rasyid selaku OSM RKB, yang dilakukan baik secara langsung kepada penulis maupun melalui supervisor. Dilanjutkan dengan proses pengerjaan penyusunan jadwal posting Instagram pada akhir minggu ke empat bulan Agustus yang akan menjadi acuan konten. Kemudian penulis membuat sketsa dan contoh 3 posting pembuka pada setiap awal bulan.
Dilanjutkan dengan pembuatan feed, Instagram story, beserta alternatifnya yang akan dilaporkan penulis pada setiap hari kerja yaitu Senin sampai Jumat. Pada waktu setiap melakukan laporan, bila ada hal yang perlu direvisi, maka akan langsung dikomentari oleh kedua supervisor. Mengenai pertanyaan dan hal yang perlu didiskusikan, penulis dengan waktu yang tidak ditentukan dapat langsung bertanya melalui grup tersebut, sehingga memudahkan dalam pengerjaan, meskipun dalam keadaan WFH (work from home). Setelah melakukan laporan, penulis akan memasukkan file dalam bentuk jpeg ke dalam Google drive, yang kemudian akan dipublikasikan oleh David selaku copywriter dari Instagram “Gerai UKM Telkom”.
3.2. Tugas yang Dilakukan
Tabel 3.2. Detail Pekerjaan Yang Dilakukan Selama Magang
No. Minggu Proyek Keterangan
1 I -Pengenalan Instagram
-Membuat template Instagram
-Mendesain kembali
E-catalog
2 II -Laporan hasil Template
-Dokumentasi Webinar 3 III Instagram Gerai UKM Telkom Pembuatan Feeds dan
Instagram Story 4 IV Instagram Gerai UKM Telkom Pembuatan Feeds dan
Instagram Story 5 V Instagram Gerai UKM Telkom Pembuatan Feeds dan
Instagram Story 6 VI Instagram Gerai UKM Telkom Pembuatan Feeds dan
Instagram Story
7 VII Instagram Gerai UKM Telkom Pembuatan Feeds Instagram 8 VIII Instagram Gerai UKM Telkom Pembuatan Feeds dan
Instagram Story 9 IX Instagram Gerai UKM Telkom Pembuatan Feeds dan
Instagram Story 10 X Instagram Gerai UKM Telkom Pembuatan Feeds dan
Instagram Story 11 V Instagram Gerai UKM Telkom Pembuatan Feeds dan
Instagram Story 12 VI Instagram Gerai UKM Telkom Pembuatan Feeds dan
3.3. Uraian Pelaksanaan Kerja Magang
Selama melakukan magang di Rumah Kreatif BUMN pada perusahaan Telkom, penulis melakukan proses pelaksanaan tugas yang diberikan sebagai berikut:
3.3.1. Proses Pelaksanaan 1. E-catalog
Tugas pertama yang dikerjakan oleh penulis pada saat pelaksanaan magang, merupakan mendesain kembali e-catalog dari produk UKM Rumah Kreatif BUMN. Tugas ini diberikan langsung oleh OSM RKB yaitu Sabri Rasyid sejak awal pertemuan di tanggal 10 Agustus, beliau juga memberikan dua kontak supervisor yang dapat dihubungi untuk mendapatkan file yang dibutuhkan dan bimbingan pembuatan.
Proses awalnya adalah penulis melakukan kontak melalui Whatsapp secara pribadi kepada salah satu supervisor yaitu Luthfan untuk mendapatkan data file yang dibutuhkan. Beliau memberikan link drive yang berisikan logo dan foto dalam folder dengan nama dan harga yang tertera. Kemudian penulis mulai membuat template menggunakan margin, logo dan mencantumkan nama gerai serta marketplacenya.
Dari beberapa template yang dibuat, penulis akhirnya memilih template kedua, yaitu sisi kanan, setelah menyesuaikan halaman dengan jumlah produk yang ada pada setiap gerai. Dilanjutkan dengan mengisi foto pada setiap template dan harga. Penulis juga membuat halaman cover dan halaman informasi dengan beberapa ilustrasi vector.
Gambar 3.3.1.2. Contoh Sketsa Ilustrasi Vector E-catalog
Terdapat 4 - 5 ilustrasi vector yang dibuat penulis dalam proses pembuatan
e-catalog. Ilustrasi tersebut dibuat dengan melakukan proses sketsa, kemudian
pemilihan beberapa warna. Warna yang digunakan pada e-catalog yaitu biru tua, biru muda dan merah, penulis gunakan dalam ilustrasi, menyesuaikan dengan template warna e-catalog yang didesain menggunakan ke tiga warna tersebut. Pemilihan warna tersebut digunakan atas hasil diskusi dengan Sabri Rasyid (OSM RKB), yang meminta warna e-catalog disesuaikan dengan warna logo Rumah Kreatif BUMN, logo Telkom dan logo PaDiUMKM yaitu biru tua, biru muda, biru tosca dan merah. Secara logo, penggambilan tone warna biru tua, tosca dan biru muda diambil melalui logo PaDiUMKM dan Rumah Kreatif BUMN, kemudian, merah diambil dari warna logo Telkom. Setelah ilustrasi jadi, penulis meletakkannya pada halaman pembuka, penutup sebagai dekorasi dan alat untuk menjelaskan cara pembelian.
Gambar 3.3.1.3. Contoh halaman E-catalog
Secara keseluruhan, terdapat beberapa bagian kategori pengisian konten dalam halaman e-catalog, yaitu cover, halaman ilustrasi dengan kata-kata persuasif, cara pembelian, dan halaman daftar produk. Selama proses pembuatan e-catalog, penulis sempat melakukan asistensi mengenai bentuk template dan font yang dilakukan secara berkala. Kemudian hasil e-catalog penulis kirimkan dalam bentuk pdf kepada supervisor, dan dilanjutkan kepada OSM RKB, Sabri Rasyid.
2. Instagram Gerai UKM Telkom
Tugas kedua yang dilakukan oleh penulis adalah projek bulanan yaitu membuat konten Instagram pada official account “Gerai UKM Telkom”. Tugas ini diawali dengan brief secara langsung di Kantor Telkom DBS Jakarta Barat. Penulis bertemu langsung dengan OSM RKB, Sabri Rasyid dan kedua supervisor yaitu Luthfan dan Galih untuk pertama kalinya.
Brief dilakukan untuk menjelaskan mengenai projek Rumah Kreatif BUMN yang dilaksanakan di Pekalongan, yaitu “Banjir Order” yang dimana nantinya akan ada berbagai pengusaha muda baru yang akan dibimbing oleh Rumah Kreatif BUMN (RKB). Bersamaan dengan projek tersebut, RKB
menginginkan jalannya akun Instagram RKB yang pada saat itu sudah lama tidak dijalankan. Sehingga penulis diharapkan untuk dapat membuat feeds Instagram yang dapat mengengage konsumen, yang nantinya di bantu oleh David dalam publikasi dan penulisan caption. Proses dimulai dengan membuat jadwal ide apa saja yang akan dipost.
Gambar 3.3.1.4. Jadwal Konten Instagram
Penulis membuat daftar dan melakukan asistensi melalui grup Whatsapp dan mendapatkan masukan atau tambahan konten yang dapat dimasukkan pada jadwal, seperti peringatan hari nasional maupun event yang akan dilakukan dan juga pertukaran waktu posting konten. Kemudian dari jadwal tersebut, supervisor membuatkan Google sheet sebagai penjadwalan untuk mengetahui konten feeds
apa saja yang sudah jadi dan urutan tanggal akan dipublikasikan.
Gambar 3.3.1.5. Sketsa Feeds Pembuka dan Pembatas Bulan
Kemudian penulis mulai melakukan pembuatan 3 feeds pembuka yang disarankan oleh Luthfan. Beliau memberikan referensi dan masukan dalam tahap pembuatan feeds tersebut. Feeds pembuka pada setiap bulannya akan selalu dibuat sebagai pembatas tiap bulan. Pembuatan feeds ini dilakukan dengan asistensi sketsa di minggu terakhir pada bulan sebelum dipublikasikan 3 feeds pembatas.
Gambar 3.3.1.6. Feeds Pembuka dan Pembatas Bulan
Sketsa yang dipilih oleh supervisor, kemudian dibuat menggunakan Adobe illustrator. Pemilihan warna pada feeds ilustrasi ini menggunakan warna biru tua
dan muda sebagai template yang diambil dari logo PaDiUMKM. Dikarenakan, dari tiga kategori produk UKM yaitu food, craft dan fashion, akan diarahkan melalui link padiumkm.com yang merupakan tempat database dari semua link marketplace gerai UKM. Sehingga pada feeds-feeds ini tidak menggunakan warna merah Telkom. Karena pada dasarnya, PaDiUMKM merupakan bentuk kerjasama Kementrian BUMN dengan 9 perusahaan BUMN yang dikelola oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Alamsyah, 2020).
Setelah itu, penulis memulai membuat feeds berdasarkan jadwal, maupun konten alternatif lainnya yang dapat dijadikan sebagai ide baru baik berupa feeds, maupun Instagram story. Konten Instagram dari feeds yang penulis buat terbagi menjadi video dan image dengan berbagai konten seputar informasi umum, quiz, promosi diskon produk, pengenalan produk dan pengenalan gerai-gerai UKM.
Gambar 3.3.1.7. Contoh Feeds Promosi Produk
Melalui beberapa kategori feeds, pada pembuatan feeds mengenai promosi produk, tahap awal yang dilakukan penulis adalah mencari referensi dan ide melalui berbagai media social beberapa brand. Hal ini dilakukan untuk mencari ide secara visual, kemudian dilakukan pencarian foto produk yang tepat. Pada
feeds promosi produk, penulis tidak menggunakan sketsa, namun langsung
menggunakan template yang sudah penulis buat dan foto untuk mempercepat waktu dikarenakan penulis juga membutuhkan waktu dalam mencari data baik harga, komposisi maupun promosi pada marketplace apa saja, seperti Shopee atau
Lazada.
Gambar 3.3.1.8. Contoh Feeds Informasi
Kategori feeds kedua adalah feeds mengenai informasi. Feeds ini dapat berisi mengenai informasi gerai, kategori produk UKM dan cara pembelian di gerai. Feeds ini dibuat untuk meningkatkan awareness konsumen mengenai produk UKM berasal dari gerai daerah mana saja dan berapa produk yang dimiliki gerai tersebut, serta tata cara pembelian. Pada feeds ini, penulis menggunakan
vector dan ilustrasi untuk menjelaskan secara singkat mengenai gerai UKM
binaan Rumah Kreatif BUMN.
Gambar 3.3.1.9. Contoh Feeds Quiz
Kategori feeds ketiga, merupakan quiz atau tanya jawab dengan konsumen. Dimana pada feeds ini penulis membuat beberapa feeds baik menggunakan produk maupun gamifikasi yang dapat digunakan dan menjadi alat interaksi secara langsung. Feeds ini selain dalam bentuk image, juga dibuat dalam
bentuk video gif selama 10 hingga 15 detik.
Gambar 3.3.1.10. Contoh Feeds Pengetahuan dan Tips
Kategori keempat merupakan feeds dengan konten berupa pengetahuan umum dan tips maupun manfaat suatu produk. Penulis biasa mengambil konten pengetahuan umum maupun manfaat berdasarkan salah satu produk UKM yang mendominasi. Seperti produk sambal, teh maupun produk minuman kesehatan. Selain informasi produk, feeds juga dibuat dengan menggunakan konten lifestyle keseharian, maupun yang saat ini sedang terjadi akibat pandemi, yaitu new
normal.
Gambar 3.3.1.11. Contoh Feeds Peringatan Hari
Kategori terakhir merupakan feeds perayaan hari libur nasional atau peringatan. Feeds ini biasa dibuat dan direncanakan pada tiap awal bulan, untuk dapat diselipkan melalui penjadwalan konten yang sudah dibuat. Sehingga pada setiap harinya publikasi post melalui Instagram tetap berjumlah satu pada setiap
masing-masing hari, agar tidak terjadi tabrakan waktu. Penulis membuat feeds ini sekaligus pada setiap awal bulan.
Gambar 3.3.1.12. Contoh Instagram Story
Selain beberapa kategori feeds, penulis juga membuat Instagram story. Dimana story dibuat berdasarkan feeds yang ada dan kemudian diubah ukuran canvas. Seperti pada gambar kanan dan kiri penulis membuat story mengenai produk yang ada dan aneka ragam varian produk sejenis, seperti pada contoh yaitu aneka ragam sambal. Kemudian gambar yang tengah, merupakan ajakan untuk membeli produk UKM yang dapat diakses melalui berbagai marketplace.
Proses desain dilakukan penulis setiap harinya dari hari Senin hingga Jumat. Penulis membuat setidaknya 3 - 6 post feeds dan 3 Instagram story yang juga akan dilaporkan untuk diasistensikan setiap harinya kepada supervisor. Laporan biasa dilakukan pagi hari dari jam 08.00, setelah adanya arahan maupun revisi, dilanjutkan dengan memasukkan desain kedalam Google drive. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan feeds lainnya yang akan dilaporkan untuk hari besoknya. Feeds yang akan dipublikasikan juga dipilih oleh David selaku
Instagram story yang akan dipost dipilih terdahulu atau menggunakan konten
feeds yang dibuat dengan ukuran Instagram story masih berkesinambungan.
3.3.2. Kendala yang Ditemukan
Berikut merupakan hal-hal yang menjadi kendala selama penulis melakukan pelaksanaan kerja magang:
● Masih belum terbiasa membuat desain dalam waktu singkat
● Foto produk dari beberapa gerai sudah dalam bentuk editan, sehingga penulis tidak dapat menggunakannya
● Belum adanya database informasi lengkap mengenai komposisi beberapa produk untuk dicantumkan dalam desain
● Perbedaan promosi produk di berbagai platform
3.3.3. Solusi Atas Kendala yang Ditemukan
Kendala pertama yang penulis alami adalah di awal bekerja, penulis merasakan perbedaan waktu pengerjaan yang berbeda dalam waktu pengerjaan tugas kampus, dengan waktu deadline kerja magang. Dimana magang, selain mendesain juga dibutuhkan waktu yang singkat, terutama pada saat membuat desain konten Instagram. Salah satu supervisor yaitu Luthfan, banyak membantu dan memberi saran. Sehingga penulis dapat menerapkan saran tersebut dan mempercepat proses pembuatan desain mengenai pembuatan ilustrasi yang cepat dan informasi mengenai website-website aset seperti stock foto yang dapat mendukung dan mempercepat proses pembuatan desain secara keseluruhan.
Kendala kedua merupakan produk gerai UKM binaan RKB yang berjumlah 46 gerai di seluruh Indonesia, memiliki berbagai macam produk, dari mulai food, fashion dan craft. Meskipun, terdapat beberapa foto produk gerai UKM yang penulis tidak bisa gunakan, penulis dapat memilih produk lain untuk dapat dipromosikan melalui desain feeds Instagram. Foto gerai juga telah
disediakan oleh supervisor, sehingga memudahkan penulis untuk mendesain produk.
Ketiga, belum adanya database informasi lengkap mengenai komposisi, maupun bahan dasar dan keterangan detail lainnya dari produk UKM. Penulis sangat terbantu dengan adanya website padiumkm.co.id yang memiliki halaman berisikan semua gerai dan marketplace dari produk UKM. Melalui deskripsi dari produk tersebut di berbagai marketplace, memudahkan penulis dalam mencantumkan baik secara tulisan maupun gambar mengenai suatu produk.
Keempat, beberapa produk UKM hanya melakukan promosi pada
marketplace tertentu. Hal ini membuat penulis harus melakukan pengecekan
kembali produk mana yang dapat dipromosikan dengan diskon yang dilakukan gerai melalui marketplace tertentu. Pada akhirnya penulis mencantumkan pada