• Tidak ada hasil yang ditemukan

2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

6

2 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Film

Film dapat di nilai sebagai sebuah bentuk seni budaya yang disajikan menggunakan atau tanpa suara yang juga di anggap sebagai media komunikasi massa dan membawa pesan kepada masyarakat dengan kekuatan pengaruh yang kuat. Film juga memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan bermasyarakat tak terkecuali fungsi ekonomi yang dapat menggerakan kesejahteraan masyarakat (Prof. Dr. Muhajir Effendy, 2016). Secara garis besar film banyak bersinggungan dengan segala lini kehidupan manusia. Sebagai sebuah bentuk karya seni, Film juga mampu menyampaikan pesan baik secara tersirat atau tersurat secara langsung.

“Film is a young medium. Painting, literature, dance, and theater have existed for thousands of years, but cinema was invented only a little more than a century ago. Yet in its comparatively short span, the newcomer has established itself as an energetic and powerful art”

(Bordwell, 2008, p. 1)

Film adalah medium yang masih muda, setidaknya dibandingkan dengan kebanyakan media lainya. Lukisan, sastra, tari, dan teater telah ada selam ribuan tahun, tetapi film muncul hanya lebih dari satu abad yang lalu, namun dalam rentang waktu yang cukup singkat ini sebagai cabang seni pendatang baru, film telah memantapkan dirinya sebagai bentuk seni yang energik dan kuat.

Seperti yang sudah di jelaskan di atas bahwa kekuatan dari film sudah mencapai menjadi sarana media komunikasi massa yang mampu membawa pesan audio dan visual secara bersamaan. Adapun pesan yang dibawa dalam film dapat berbentuk apapun tergantung dari misi dan visi film tersebut di buat dari awal.

Film sudah sejak lama dipergunakan sebagai media komunikasi massa. Pertama kali pada 1888 yang di pergunakan oleh masyarakat elit pada masa itu. Awal mula gambar bergerak di temukan oleh Thomas Alfa Edison pada tahun1888,

(2)

7 penemuan tersebut di dukung oleh penemuan proyektor oleh Lumiere bersaudara di Paris. Sejarah pertama kali pemutaran gambar bergerak secara langsung terjadi di teater Vaudeville yang merupakan pusat hiburan masyarakat elit di Eropa pada masa itu (Pratista, 2017:266)..

Jika mengacu pada Undang-Undang no 8 tahun 1992 tentang perfilman pada Bab 1 Pasal 1 disebutkan bahwa, Film adalah karya cipta seni dan budaya yang merupakan media komunikasi massa pandang – dengar yang dibuat berdasarkan asas sinematografi dengan direkam pada pita seluloid, pita vidio, piringan video, dan/atau bahan hasil penemuan teknologi lainya dalam segala bentuk, jenis, dan ukuran melalui proses kimiawi, proses elektronik, atau proses lainya, dengan atau tanpa suara, yang dapat dipertunjukan dan/ atau di tayangkan dengan sistem Proyeksi mekanik, elektronik, dan/ atau lainya. Diputuskan kembali dalam dibuat berdasarkan kaidah sinematografi dengan atau tanpa suara dan dapat di pertunjukan.

2.2 Film Sebagai Media Komunikasi Massa

Komunikasi massa terdiri dari komunikasi dan massa. Definisi komunikasi adalah mengirimkan pesan dari sumber kepada penerima, tetapi kerumunan itu sendiri, dalam pengertian sosiologis, mengacu pada sekelompok atau sekelompok orang yang berkumpul di satu tempat. Kelompok yang terdiri dari individu- individu dan sikapnya dipengaruhi oleh media massa seperti media cetak, media elektronik, dan media online yang dalam komunikasi disebut media massa. Dalam komunikasi, di sisi lain, massa mengacu pada istilah pembaca, audiens, audiens, audiens, dan pemirsa (Nurudin, 2016).

Joseph A. Devito pertama kali berpendapat bahwa komunikasi massa adalah suatu bentuk komunikasi yang ditujukan kepada massa atau khalayak yang besar. Kedua, komunikasi massa adalah komunikasi melalui media berupa pemancar yang diterima oleh transceiver berupa suara dan/atau gambar. Faktanya, media hadir dalam berbagai bentuk. Televisi, radio, majalah, surat kabar, buku, dan film (Nurudin, 2016) .

(3)

8 Dari uraian di atas, kita dapat melihat bahwa film merupakan salah satu media komunikasi audiovisual yang bertujuan untuk menyampaikan pesan komunikasi kepada sekelompok orang di suatu tempat tertentu. Pesan yang disampaikan melalui media massa tersebut dapat dalam format sebagai berikut:

Sarana informasi, hiburan, pendidikan, atau sosialisasi.

2.3 Elemen Pembentuk Film

Berdasarkan cara berceritanya, film dibagi menjadi dua aspek pembentuk, yaitu bercerita melalui aspek naratif (plot) dan aspek non-naratif (sinematik teknis). (Pratista, Memahami Film, 2017, p. 24)

1. Aspek naratif meliputi pengolahan plot film atau elemen material yang akan di olah, seperti elemen karakter, elemen masalah, elemen konflik, elemen tempat, elemen waktu dan sebagainya. Masing-masing elemen tersebut menciptakan aspek naratif secara utuh dan terus menerus menciptakan jalinan peristiwa (aliran) yang memiliki maksud dan tujuan yang terikat oleh hukum sebab akibat (hokum kausalitas)

2. Sedangkan aspek non naratif atau sinematik adalah aspek teknis dalam produksi film atau gaya pengolahan suatu cerita. Aspek non naratif atau sinematik meliputi elemen sinematografi, elemen adegan / mise en scene, elemen edit, dan elemen audio.

2.4 Suara dalam Film

Menurut Effendy (2014, p. 76) Suara dalam film di pahami secara sederhana sebagai bentuk, elemen, atau unsur yang dapat memberikan nilai tambah dari sudut pandang dramatik pada film. Ketika bentuk visual tidak dapat mengkomunikasikan dan tidak mampu memberikan nilai dramatic di dalam film tersebut, suaralah yang memiliki kompetensi dalam menginformasikan nilai dramatic pada film tersebut.

suara yang terdengar di sekeliling kita atau secara alami terdengar, seperti suara manusia berjalan, suara burung di pagi hari, atau suara alam lainya dapat

(4)

9 disebut sebagai natural sound (ambience). Dalam film fiksi pun penggunaan natural sound pun juga sangat penting demi membangun realitas dalam film.

Terdapat beberapa konsep suara dalam film yaitu diegetic dan non-diegetic. Pada konsep suara ini mengkasifikasikan jenis suara yang keluar dari dalam ruang cerita maupun diluar ruang cerita. Menurut Himawan pratista ada dua konsep suara yang ada dalam film yaitu digetic dan Non – degetic. Adapun penjelasanya sebagai berikut (Pratista, 2017):

a. Diegetic adalah konsep suara dalam film yang menunjang suara- suara murni atau Natural sound. Diegetic terbagi menjadi dua yaitu :

 Diegetic on screen yaitu suara yang sumbernya terlihat dalam layar, suara yang berasal dari tindakan dari karakter dalam film seperti berdialog, bermain musik yang berasal dari instrument atau alat musik yang dimainkan di dalam adegan.

 Diegetic off screen yaitu suara yang terdengar dan sumber suaranya tidak terlihat dalam layar. Seperti suara narrator, efek suara dan suara lingkungan (ambience). Meskipun tidak terlihat sumbernya akan tetapi mampu memberikan informasi mengenai waktu dan tempat kejadian adegan pada film.

b. Non- diegetic ialah konsep suara dalam film yang dimana memiliki fungsi tersendiri (functional sound), contohnya seperti elemen musik orkrestra yang mmenghidupkan nilai dramatik dalam adegan film.

Meskipun sumber suara berasal dari luar dunia cerita, akan tetapi mampu menunjang adegan dari sudut pandang dramatik.

2.5 Suara

Suara adalah getaran di udara atau media lainya seperti air. Getaran ini tiba di telinga dan di interpretasikan sebagai suara. Kegiatan suara, seperti menepuk tangan, mengganggu molekul udara. Seperti efek menjatuhkan batu di kolam, molekul-molekul udara menciptakan gelombang pergerakan di udara memancar dari titik gangguan (Vries, 2000, p. 5).

(5)

10 Menurut Karen Colins “ sound is caused by a vibration set in motion by some form of action that generates energy. Sound waves are often visualized as a ripple in water, as you would get from dropping a stone into the center of pond or puddle, causing waves to radiate outward (Colins, 2020)”.

Suara disebabkan oleh getaran yang digerakan oleh suatu bentuk tindakan yang menghasilkan energi. Gelombang suara sering digambarkan sebagai riak dalam air, karena akan didapatkan dari menjatuhkan batu ke tengah kolam atau genangan air, dan menyebabkan gelombang memancar keluar.

2.6 Unsur Suara Dalam Film

Bordwell menyatakan dalam bukunya yang berjudul Film art, bahwa suara dalam film memiliki unsur-unsur yang dapat di klasifikasikan untuk memudahkan proses penciptaan dan penggarapanya. Adapun unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut (Film Art An Introduction, 2008) :

2.6.1 Speech

Merupakan unsur suara yang bersumber dari organ mulut manusia. Unsur ini dikelompokan menjadi beberapa sebagai berikut :

 Dialog : sebuah kegiatan perbincangan dua orang ata lebih yang dimana nampak dengan jelas di visual yang tersedia. Dialog pada umumnya digunakan oleh film cerita dan sering kali dijadikan faktor utama.

 Monolog : sebuah kegiatan pembicaraan yang dilakuakan oelh satu orang saja dan terlihat pada visual yang disajikan. Monolog sering kali digunakan pada sinetron yang dimana sering terjadi adegan karakter tokoh berbicara sendiri.

 Direct Address: pembicaraan oleh tokoh dalam film seolah mengajak bicara penonton.

(6)

11

 Narasi : bentuk pembicaraan yang tidak terlihat dalam visual yang di sajikan. Biasanya film fiksi narasi sering dimasukan dalam awal film atau pembukaan. Biasa untuk menjelaskan latar belakang cerita dan pengenalan cerita.

 Voice over : bentuk pembicaraan yang bersumber dari adegan dialog . contohnya terlihat tokoh A yang sedang mendengarkan, sedangkan suara yang di dengarkan berasal dari tokoh B.

2.6.2 Musik

Pratista (Pratista, Memahami Film, 2017, p. 202) berpendapat bahwa musik merupakan unsur dalam film yang penting dan berperan membangun dan mengukuhkan mood dan suasana dalam film. Secara sederhana musik di buat oleh secara sngaja dengan irama, tempo dan ketukan yang terstruktur. Secara natural atau diegetic musik yang dihadirkan melalui sebuah aksi kegiatan permainan musik atau menyetel musik player. Sedangkan secara fungsional atau non- diegetic ketika adegan yang harus terlihat sedih tetapi terasa kurang jika disampaikan hanya melalui visual, maka dibuatkan musik pengiring untuk mengiringi nuansa sedih yang lebih kuat.

Musik tidak dapat secara langsung mengkomunikasikan narasi dengan cara yang sama dengan dialog. Akan tetapi hal itu dapat menjadi latar belakang visual serta dialog dan ketidakpatutan inilah yang mengkin menempatkan penonton dengan cara yang tidak dapat dilakukan dialog. Musik mewakili dan emosional. Musik dapat melibatkan penonton pada tingkat yang berbeda dan menangkap emosi mereka daripada pikiran sadar mereka. Sulit untuk menghindari tarikan emosi dari musik score yang dieksekusi dengan baik (Edgar, 2010).

My theory of film music is that the essential psychology of a film is supplied by music. It functions as a psychological backbone. In fact, some film-makers self-consciously avoid using music for this very reason: they don‟t want the emotional climate of the film to be dictated by the music.

(Figgis, 2007) .

(7)

12 Teori saya mengenai musik film bahwa psikologi penting dari film adalah didukung oleh musik. Berfungsi sebagai tulang punggung psikologis. Sebenarnya, beberapa pembuat film secara sadar menghindari penggunaan musik untuk alasan ini : mereka tidak ingin emosi yang terjadi di arahkan oleh musik.

Himawan pratista juga memaparkan bahwa musik dalam film terbagi menjadi dua, bagian ilustrasi musik (Music Score) dan bagian lagu.

 Ilustasi musik adalah bentuk musik latar yang dimunculkan mengiringi adegan cerita berjalan. Musik latar biasanya berbentuk musik tema yang dimana berfungsi untuk lebih memperkuat mood nuansa cerita dan tema film secara keseluruhan.

 Lagu dalam film juga memiliki fungsi yang sama dengan ilustrasi musik, hanya saja terdapatnya lirik pada lagu.

Menurut David Sonnenschein dalam bukunya menuturkan bahwa musik ilustrasi atau incidental musik memiliki fungsi secara spesifik dalam aspek teknik, estetika, dan emosional dalam film. Adapun fungsi tersebut adalah sebagai berikut (Sonnenschein, 2001):

 Emotional Signifier / Penanda Emosional

Musik membatu menghipnotis kita memasuki dunia hayalan dalam film, sehingga semuanya menjadi masuk akal dan membentuk genre seperti fantasi, horror, dan fiksi ilmiah. Dalam semua genre film, musik tidak mendukung gambar menjadi lebih realistis, melainkan musik memungkinkan kita merasakan proses spiritual dan emosi dari tokoh – tokoh yang digambarkan.

 Continuity / kontinuitas

Jika ada selisih pada gambar dan suara, musik akan mengisi lubang tersebut. Dengan meratakan area – area yang sulit, musik mampu menyembunyikan dan mencegah gangguan bagi para penonton.

Kontinuitas di pertahankan ketika musik di mainkan di atas gambar- gambar yang muncul secara bergantian.

(8)

13

 Narrative Cueing / Penanda Naratif

Musik membantu penonton mengarahkan adegan, karakter dan narasi peristiwa, memberikan sudut pandang tertentu. Dengan memberikan interpretasi emosional pada gambar dapat untuk menandai narasi, contohnya mengethaui ancaman atau jebakan lelucon.

 Narrative Unity / Penyatu n narasi

Sama seperti komposisi musik memiliki struktur sendiri, komposisi musik dapat membantu untuk menyatukan dfilm dengan menggunakan pengulangan, variasi, dan juga harmoni, sehingga mendukung narasi juga.

2.6.3 Efek suara dan Ambience

Dalam buku yang berjudul Mari Membuat Film (2009, p. 69), Heru Effendy mengatakan, suara yang ditimbulkan oleh semua aksi dan reaksi dalam film termasuk dalam elemen efek suara. Sound Effect yaitu bebunyian yang di tambahkan secara sengaja pada saat paska produksi. (Darmawan, 2007)Berikut beberapa jenis efek suara :

 Spot effect (efek langsung) efek suara yang dibuat secara langsung di studio, maksudnya efek suara ini di buat secara langsung pada saat proses perekaman berlangsung.

 General effect, yaitu efek suara yang berasal dari berbagai sumber disuatu tempat, baik jauh maupun dekat,misalnya suara didalam sebuah ruangan (room tone) ataupun suara lingkungan (ambience/atmosphere) Dalam sebuah film efek suara atau sound effect secara funsional sebagai bentuk suara yang mendorong dan menambah efek dramatisasi. Sedangkan sebagai fungsi realitas untuk membangun dan mendorong realita yang terjadi dalam ruang cerita.

Adapun Ambient sound, yaitu suara latar yang masuk dalam adegan atau lokasi. Seperti suara angina, burung, air, kerumunan, suara ambulan, atau suara mesin kendaraan bermotor. Adanya sebuah ambient sangat penting dalam produksi film, adapun berfungsi sebagai berikut :

(9)

14

 Menunjukan lokasi atau setting, seperti setting lokasi di pinggir jalan, maka terdengar suara kendaraan bermotor berlalu lalang, suara bel-bel kendaraan. Seperti setting lokasi perkampungan maka terdengar suara ayam dan berbagai hewan-hewan ternak.

 Menunjukan waktu dalam setting. Misalnya menunjukan waktu ketika malam, maka biasanya yang terdengar suara jangkrik atau suara burung hantu. Dan waktu ketika pagi yang dengar suaranya kicauan burung atau suara ayam berkokok.

 Memberikan rasa atau sensasi pada penonton. Contohnya suara lorong sepi yang menggambarkan heningnya dan menyeramkan lokasi tersebut.

 Memberikan sebuah tanda ketika mulainya suatu adegan dan berahirnya adegan dalam film.

2.7 Tata suara / Sound Design

The process of planning, producing, recording, and dubbing the different elements of sound that form a film‟s soundtrack. . A term used to refer to the completed sound of a film after post-production. The sound design process for a contemporary feature film, using multi-track recording technology, will usually begin with the sound editor discussing the overall „design‟ of the film‟s sound with the producer and director (Kuhn, 2012).

Proses perencanaan, produksi, rekaman, dan dubbing elemen yang berbeda dari suara yang membentuk film, trek suara. . Sebuah istilah yang digunakan untuk merujuk suara yang lengkapdari sebuah film setelah paska produksi. Proses desain suara untuk film kontemporer, menggunakan teknologi rekaman multi trek, biasanya dimulai dengan editor suara yang membahas “desain’ dari film bersama produser dan sutradara.

Menurut Pratista (Pratista, 2008, p. 149) Tata suara adalah sebuah teknik untuk menyesuaikan nada film, pertunukan atau sebuah acara pertemuan. Teknik tata suara memegang peran penting dalam film. Sistem suara terkait erat dengan

(10)

15 pengaturan untuk memaksimalkan hasil suara yang di inginkan. Peraturan ini mencakup pengaturan mikrofon, kabel, prosesor, dan efek suara. Bunyi-bunyi dalam film dapat dipahami sebagai semua bunyi yang keluar dari gambar, seperti percakapan, musik, efek suara, dan sebagainya. Seperti yang Anda ketahui, penggunaan suara dalam film (dialog) belum pernah digunakan sejak teknologi penggunaan suara ditemukan. Pada masa sebelumnya, film bisu tidak sepenuhnya bisu, tetapi sering disertai dengan suara musik. Setelah era film suara, rekayasa suara dan teknologi berkembang sangat pesat. Telinga penonton telah dimanjakan sejak munculnya suara monoural, stereo dan multi-channel.

2.7.1 Proses Penataan Suara

Menurut Effendy (2009, p. 69) Proses kegiatan penataan suara yang terjadi dalam sebuah film berada pada tahap pasca produksi. Dengan kata lain, proses mixing menggabungkan gambar, narasi, efek suara, dan musik. Cerita dan ilustrasi yang direkam termasuk dalam hasil pengeditan online sesuai dengan spesifikasi departemen editorial. Kontinuitas antara elemen gabungan seperti efek suara, suara asli, suara naratif, dan musik harus dirancang untuk menciptakan campuran suara yang seimbang, tidak mencolok, dan jelas. Musik film menjadi sangat penting dan berperan dalam menciptakan suasana dan mood film.

Penonton dapat mengetahui dari musik yang diputar apakah film tersebut senang, sedih, menyeramkan, lucu, gugup, dan sebagainya.

2.7.2 Divisi tata Suara

Munurut Pratista (2008, pp. 150-154) pada kegiatan proses pembuatan film, terdapat setidaknya dua tanggung jawab besar dalam pekerjaan suara film yaitu sound mixer production dan sound designer (re-recording mixer) .

a. Sound mixer production adalah orang yang bertanggung jawab untuk merekam sumber elemen suara selama produksi film. Direct sound merupakan teknik perekaman langsung dari sumber audio yang diterima. Dalam proses produksi sound mixer production dibantu oleh :

 Boom operator, Orang yang bertugas mengatur mikrofon pada sumber suara yang dibutuhkan selama proses produksi

(11)

16

 Asistent sound mixer production, orang yang bertanggung jawab membantuh sepenuhnya mengenai kebutuhan sound mixer production yang diperlukan seperti alat-alat pada saat mekaman suara.

 Sound report, Orang yang bertanggung jawab untuk mencatat semua data audio untuk menyinkronkan data materi audio dan visual saat melakukan pengeditan audio.

b. Sound designer (penata suara) adalah orang yang bertanggung jawab atas sumber dan elemen suara dari keseluruhan film. Pernata suara juga dapat membuat dan menciptakan suara baru yang perlukan untuk film itu sendiri. Dalam produksi sebenarnya Sound designer akan dibantu oleh beberapa pihak :

 Dialog editor, orang yang bertugas untuk memastikan semua hasil dialog yang telah direkam aman semua dan layak untuk digunakan dalam film.

 Sound effect editor, orang yang bertugas dan memahami semua sound effect dalam film, bertujuan untuk memperjelas efek suara yang terekam di lokasi yang kemudian yang kembali direkam pada tahap editing.

 Music composer, orang yang bertugas mengenai semua musik yang di masukan dalam film. Music composer juga berperan penting dalam menciptakan mood dan suasana yang sesuai dalam sebuah adegan film.

Menurut Effendy (2009, p. 67) Untuk membuat dan merekam suara, seorang sound engineer perlu memahami karakteristik dasarnya: frekuensi dan amplitudo. Frekuensi adalah frekuensi per detik yang selalu berubah dan amplitudonya adalah tinggi maksimum gelombang. Selain itu, sound engineer sensitif dan perlu mewaspadai penyimpangan dan distorsi suara dan audio, yaitu distorsi dan kebisingan.

(12)

17 2.8 Perekaman / Recording

Menurut Richard (Kroon, 2010) recording berasal dari kata record yang berarti koleksi data terkait yang tersusun dari satu bidang atau lebih. Misalnya seperti buku dalam sistem katalog perpustakaan. Jika di simpulkan, merekam adalah proses dokumentasi suatu kegiatan dalam bentuk file atau data. Kegiatan yang dapat didokumentasikan seperti suara, gambar mati, objek bergerak, dan tulisan. Perekaman atau recording ini bertujuan untuk dapat melihat, mendengar dan mengingat kembali kegiatan yang pernah terjadi. Alat recording atau media rekam juga memiliki kegunaan dan fungsinya masing-masing. Untuk mengambil atau merekam gambar bergerak dapat menggunakan media rekam yang bernama video recording. Sedangkan untuk merekam bebunyian atau suara bisa mengunakan media rekam yang bernama sound recording (perekam suara). Jadi media rekam memiliki kemampuan merekam yang berbeda-beda dan bergantung pada objek yang akan di rekam.

2.8.1 Media Rekam Audio

Peralatan media rekam telah mengalami perkembangan sedemikian rupa dari waktu ke waktu. Tahapan-tahapan perkembangan media rekam setidaknya telah mengalami empat fase, yaitu gramophone, tape recording, multitrack recording, dan digital recording. (Pratiwi, 2009)

1. Gramophone

adalah satu-satunya alat perekam dan playback yang umum digunakan, tetapi zaman mulai berubah dan bermunculan peralatan atau media-media rekam yang lebih canggih, sehingga alat ini tidak layak digunakan.

2. Tape recording

sebuah alat atau media recording yang menggantikan phonograph dan recording optical karena lebih mudah dan biayanya yang terjangkau.

Tape mulai popular pada tahun 1950-an. Perkembangan tape recording membawa perubahan yang pesat dalam pembuatan musik, proses mengedit menjadi lebih mudah. Dengan adanya tape recording, proses penambalan

(13)

18 dan penyuntingan berbagai kesalahan dapat di perbaiki dengan lebih mudah.

3. Multitrack Recording

pada awal tahun 1940-an adalah awal mula eksperimen dengan menggunakan mutitrack recording yang terus berkembang menjadi lebih rumit hingga tahun 1960-an. Dengan adanya multi track recording, teknik merekam dengan memishkan grup artis dapat dilakukan dan dapat mengeluarkanefek suara stereo.

4. Digital Recording

Music Digital Recording (MDR) adalah sebuah teknik sistem rekaman musik secara digital, dengan mempergunakan alat-alat digital, yang pada ahir-ahir ini telah banyak beredar seiring dengan perkembangan teknologi komputerisasi itu sendiri

2.8.2 Sistem Suara

a. Sistem suara Stereo

Sistem suara yang terintegrasi ini juga dapat menggunakan lebih dari satu saluran suara, yaitu 2.0 atau 2.1. Perbedaan di antara mereka tidak begitu berbeda. Artinya channel 2.1 memiliki komponen tambahan berupa subwoofer yang dapat meningkatkan intensitas bass atau suara frekuensi rendah, sehingga menghasilkan kualitas yang jauh lebih jernih. Dalam tata suara ini, keduanya menggunakan saluran utama L dan R (left dan right). Sistem ini dapat mereproduksi suara yang terlihat lebih bersih dan alami dibandingkan sistem suara lainnya. Untuk menggunakannya kita sering menemukannya di komputer, laptop, MP4 dan smartphone. (Pratista, 2008, p. 150).

b. Sistem Suara Mono

Sistem suara ini dibuat dari satu saluran suara, sebenarnya kurang canggih dibandingkan sistem suara lain, dan sebenarnya agak ketinggalan jaman. Anda akan menemukannya terutama di TV atau radio lama.

(14)

19 2.8.3 Direct Recording

Menurut (Kroon, 2010) Direct Recording adalah teknik perekaman yang dilakukan secara tersinkronisasi dengan pengambilan gambar secara bersamaan dalam satu waktu. Dalam pembuatan film teknik ini tidak asing dan dan digunakan untuk mendapatkan suara yang natural dari pemeran. Biasanya dalam pembuatan film pengambilan data suara dengan teknik ini dengan menambahkan mikrofon clip on pada pemeran dan di tambah penggunaan mikrofon boomer yang di posisikan di atas pemeran ketika pengambilan adegan.

2.8.4 Foley Recording

“Foley sound effects are those made in a recording studio called a Foley stage while watching the picture and performing the action more or less synchronous with the picture. More than any other single part of a sound mix, it is the Foley sound effects that often make the sound seem real, because Foley recording exaggerates real-life sounds to make them audible.” (Homlan, 2010, p. 162)

Efek suara foley adalah efek suara yang dibuat di studio rekaman yang sering di sebut tahap foley dengan menonton gambar dan melakukan tindakan yang kurang lebih selaras dengan gambar. Melebihi paduan suara, efek suara foley sering membuat suara terlihat lebih nyata karena rekaman foley melebihikan suara kehidupan nyata untuk membuatnya lebih terdengar.

Foley merupakan salah satu teknik recording yang berguna untuk mendapatkan suara-suara yang tidak di dapatkan pada saat recording di lokasi shooting. Dalam proses produksi film terkadang yang menjadi prioritas utama pada divisi audio production adalah pengamilan suara dialog setiap karakter. Hal ini tidak bermaksud bahwa elemen suara lainya tidak penting, akan tetapi elemen – elemen tersebut dapat digantikan atau dapan direkam kembali tanpa harus mengganggu proses perekaman dialog pada saat di lokasi Shooting. Pada dasarnya proses perekaman foley adalah merekam kembali suara benda atau elemen apapun yang terlihat dalam gambar yang suaranya tidak terekam secara baik. Hal ini dibutuhkan untuk mendukung realism dalam sebuah film.

(15)

20 Dalam bukunya yang berjudul “The foley grail the art performing sound for film, games and animation” Vanessa menyebutkan bahwa teknik foley memiliki banyak fungsi dan manfaat, diantaranya Suporting Reality, Enhancing Reality, Replacing Reality, Creating Reality (menunjang realitas, meningkatkan realitas, mengganti realita dan membuat realita)” (Ament, 2009). Tentunya hal ini akan sangat membantu produksi film demi menciptkan sebuah realitas yang dibangun dari sebuah cerita dalam film.

Dalam prosesnya perekaman dengan metode foley adalah dengan merekam suara dari benda asli atau benda lain yang memiliki suara yang menyerupai. Perekaman biasanya dilakukan diluar waktu produksi dan dilakukan di dalam studio perekaman khusus foley, hal ini dikarenakan untuk mendapatkan suaraya yang detil dan jelas.

2.8.5 Scoring Music

Menurut Aghi Narottama yang merupakan seorang composer musik menyatakan musik score merupakan musik instrumental yang mengikuti timming sangat spesifik dalam adegan film (Narottama, 2019) . Secara sederhana musik score adalah sebuah musik latar, musik asli yang dengan sengaja ditulis secara khusus untuk sebuah film. Musik tersebut adalah bagian dalam film seperti elemen dialog dan efek suara. Musik tersebut terdiri dari beberapa instrument atau paduan suara, dan musik tersebut disebut sebuah tanda yang di hitung untuk memulai atau mengahiri bagian-bagian tertentu pada film, hal ini dilakukan dalam rangka meningkatakan dramatis narasi dan emosional dari adegan yang ditayangkan. Musik dalam film di buat oleh satu atau lebih komposer, hal ini tetap dalam pengawasan dan bimbingan sutradara film atau bahkan produser film. Pada tahap ini terkadang membutuhkan kerja sama dengan musisi, vocalis, atau paduan suara yang nantinya akan di rekam oleh sound engineer.

2.9 Editing Audio

Kemajuan teknologi audio telah berkembang pesat berkat kemajuan sistem suara digital. Teknik ini pertama kali digunakan secara komersial dalam penyiaran dan perekaman. Namun dalam proses editing, telinga adalah alat yang paling penting.

(16)

21 Editing sangat diperlukan dalam proses produksi. Bagian – bagian dari program mungkin di atur ulang, di persingkat, atau di potong beberapa. Sutradara pada umumnya melakukan perekaman secara acak, editing membuat hal tersebut menjadi mungkin. Hal tersebut juga memungkinkan untuk merubah bagian kata- kata : merubah musik, karakter efek suara, meningkatkan kualitas dialog,membuang gangguan suara dan menghilangkan kesalahan – kesalahan, jeda panjang, suara batuk, “ahs”, “ers”, “ums”, dan kecanggungan lainya (Alten, 2011, p. 420).

2.9.1 Proses Editing

Proses editing suara atau audio dilakukan guna mengumpulkan dan mennyelaraskankan semua hasil rekaman. Pada tahap ini editor berperan mengedit suara sesuai keperluan dan sesuai susunan naskah audio yang telah di buat. Pada proses ini editor audio juga akan melakukan beberapa langkah editing seperti memotong, menambahkan, mengganti atau membuat file audio untuk keperluan film (Alten, 2011).

Dalam editing audio dalam film biasanya dimulai dengan pengumpulan atau pengorganisasian file audio, lalu di lanjutkan dengan mengedit dialog, efek suara dan musik. Setelah semua tahap tersebut selesai maka akan berlanjut pada tahap mixing dan di ahiri proses mastering.

 Mixing

The term mixing is used generally in radio, television, and music recording to describe the process of combining individual audio tracks into two (stereo) or more (surround sound) master tracks., (Alten, 2011, p. 447)

Istilah mixing digunakan secara umum dalam rekaman radio, televisi, dan musik untuk menggambarkan trek audio individual (mono) menjadi dua (stereo) atau lebih (suara surround) atau trek keseluruhan.

Pada bagian ini, adalah treatmen untuk membuat hasil suara yang sudah direkam menjadi lebih baik. Pada dasarnya tahapan-tahapan

(17)

22 yang akan dilakukan ini tidak ada aturan baku dikarenakan hasil dari recording yang berbeda-beda dan tidak bisa di pukul rata untuk memperlakukan di setiap file audio. Pada bagian pertama editor memilih untuk melakukan filtering dengan bantuan equalizer, hal ini berguna untuk mendapatkan karakter suara yang di inginkan. Pada langkah berikutnya yaitu compressing dengan alat yang bernama compressor, hal ini dilakukan untuk mendapatkan dinamika suara yang baik. Pergantian keras dan pelanya suara dapat diratakan dengan teknik ini. Tahab berikutnya yaitu panning, yaitu menempatkan audio sesuai posisi dan kebutuhan film. Dikarenakan format audio yang di pilih stereo, editor dapat memposisikan file audio di kanan atau dikiri sesuai dengan konsep yang sudah di susun. Tahab berikutnya yaitu balancing, yaitu tahab dimana semua audio di tentukan tingkat kekerasanya yang akan di keluarkan. Pada tahap ini kejelian editor untuk mengkoreksi tingkat kekerasan setiap file audio di uji. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan hasil mixing yang sesuai dengan kebutuhan.

Setelah itu proses selanjutnya adalah preview dengan cara mendengarkan secara langsung hasil rekaman suara yang sudah di olah. Dari sini kita mendapatakn keputusan apakah file audio masih ada kekurangan atau sudah bisa di finalisasi.

 Musik Recording

Langkah ini merupakan proses produksi untuk merekam sebuah instrumen. Ini biasanya dilakukan di studio rekaman bersekala besar atau kecil. Penciptaan musik ini tentu saja melibatkan banyak proses kreatif yang menentukan kebutuhan akan instrumen dan aransemen musik. Perekaman musik biasanya dilakukan bagi musisi untuk merekam lagu sebagai bahan album atau single musik. Selain musisi, rekaman musik juga digunakan di bagian pembuatan film untuk mengisi bagian musik film.

 Mastering

(18)

23 Menurut Rick clark (Clark, 2011)Mastering adalah pemurnian terahir yang membantu kita menyelesaikan rekaman suara terbaik yang dapat di hasilkan. Akan menjadi lebih baik ketika bisa membuat rekaman yang direkayasa dengan baik terdengar sempurna di radio dan berbagai sistem audio lainya. Ini adalah langkah terakhir dalam fase pasca produksi. Proses ini dilakukan untuk membuat file data master tunggal yang secara opsional direkam sebagai file audio. Setelah master sudah siap, file siap di berikan kepada produser untuk di lanjutkan ke proses selanjutnya, baik itu proses lanjutan produksi atau proses rilis.

Referensi

Dokumen terkait

Seperti yang telah kita ketahui, salah satu produk industri kimia yang dibutuhkan saat ini dan akan terus meningkat di masa yang akan datang adalah gliserol dimana bahan baku

Menurut LoBrutto (2002), tata artistik adalah seni visual yang digunakan untuk bercerita ke dalam medium film.. Tampilan dan gaya dalam film dirancang berdasarkan

Gigi geligi akan tumbuh dan berkembang dalam waktu yang berbeda, proses pertama tumbuh kembang gigi adalah pada masa prenatal, ditemukan di daerah anterior mandibula

Film merupakan salah satu alat komunikasi masa yang dapat menyajikan konstruksi dan penggambaran sosial yang terdapat di masyarakat, ada beberapa fungsi komunikasi yang

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi tertulis siswa adalah dengan mengintegrasikan penggunaan teknologi informasi dan

Contoh: Di dalam film Romeo dan Juliet, ada beberapa karakter dalam film tersebut yang penonton tidak ketahui, misalnya dalam film Romeo Juliet terdapat sepupu

Merupakan tingkat penggunaan sumber daya organisasi (tenaga, uang, teknologi, bahan baku) dimaksimalkan dengan maksud menaikkan hasil dari setiap unit dalam penggunaan

sedangkan media lain seperti: 1 Animasi menggunakan efek suara atau dialog yang menguatkan alur cerita; 2 Sketsa adalah bentuk dasar gambar berupa garis sebagai acuan dalam menggambar