• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

P U T U S A N

Nomor 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Negeri Bekasi yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata gugatan pada peradilan tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara antara :

Angel Tjahyadi, Direktris Utama Cv. Cahaya Berkat Bersama, tempat

kedudukan Jl. Cihampelas No.146 Bandung dalam hal ini memberikan kuasa kepada Deni Rohmana, S.H., M. Rezta U. Simatupang, S.H., Advokat yang berkantor di Kantor Advokat Deni Rohmana, S.H & Associates Terusan Jl. Jakarta No.138 Kav.2 Bandung, berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 28 Pebruari 2018, sebagai ---Penggugat

Lawan:

Robin S, bertempat tinggal di Cluster Ifolia Hy. 16 No. 3 Kota Harapan Indah,

Bekasi, sebagai ---Tergugat Pengadilan Negeri tersebut ;

Telah membaca berkas perkara ;

Telah mendengar Penggugat dan Tergugat ;

Telah memeriksa alat bukti yang diajukan Penggugat dan Tergugat ;

TENTANG DUDUK PERKARANYA

Menimbang, bahwa Penggugat dengan surat gugatan nya tertanggal 12 Maret 2018 yang didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bekasi pada tanggal 12 Maret 2018, dengan register perkara Perdata dengan Nomor 168/Pdt.G/2018/PN.BKS, telah mendalilkan atau mengemukakan hal-hal sebagai berikut :

1. Bahwa TERGUGAT telah melakukan pembelian produk barang – barang berupa pakaian jadi dari PENGGUGAT dengan harga barang dan tanggal jatuh tempo pembayaran sebagaimana telah disepakati serta tertuang dalam masing – masing faktur pengiriman barang sebagai berikut :

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

Nomor Faktur Tanggal JatuhTempo

Pembayaran Jumlah 1NAN51200133 - 1NAN51200154 12 Desember 2015 26 Januari 2016 Rp.136.703.700,- 1NAN51200232 - 1NAN51200235 17 Desember 2015 31 Januari 2016 Rp. 21.859.200,- 1NAN51200494 - 1NAN51200496 30 Desember 2015 13 Februari 2016 Rp. 7.808.200,- 1NAN60100091 - 1NAN60100092 20 Januari 2016 05 Maret 2016 Rp. 7.618.800,- 1NAN60200449 - 1NAN60200463 29 Februari 2016 14 April 2016 Rp. 133.226.350,- 1NAN60300032 - 1NAN60300038 05 Maret 2016 19 April 2016 Rp. 48.936.750.- 1NAN60300085 - 1NAN60300092 14 Maret 2016 28 April 2016 Rp. 45.826.200.- 1NAN60300103 - 1NAN60300109 15 Maret 2016 29 April 2016 Rp.30.001.800.- 1NAN60300245 - 1NAN60300247 22 Maret 2016 06 Mei 2016 Rp. 23.130.250.- 1NAN60300379 - 1NAN60300383 29 Maret 2016 13 Mei 2016 Rp. 20.888.100.- 1NAN60300438 - 1NAN60300503 31 Maret 2016 15 Mei 2016 Rp. 100.352.500.-

1NAN60400098 12 April 2016 27 Mei 2016 Rp. 629.700.- 1NAN60500569 -

1NAN60500578

27 Mei 2016 11 Juli 2016 Rp. 78.103.350.-

JUMLAH Rp. 655.084.900.-

2. Bahwa sebagaimana yang telah dituangkan dalam masing – masing faktur pengiriman barang seharusnya TERGUGAT melakukan kewajiban pembayaran kepada PENGGUGAT dalam waktu 45 ( empat puluh lima ) hari dari masing – masing tanggal faktur pengiriman barang, namun demikian ternyata setelah masing – masing tanggal faktur pengiriman

barang jatuh tempo, TERGUGAT tidak melaksanakan kewajiban

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

pembayarannya kepada PENGGUGAT, TERGUGAT hanya melaksanakan pembayaran atas keseluruhan faktur - faktur pengiriman barang yang telah jatuh tempo dengan nilai pembayaran yang tidak sesuai dengan masing – masing faktur pengiriman barang yaitu pada tanggal 21 Juni 2016 dan tanggal 18 Juli 2016 masing – masing sejumlah Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah) yang seharusnya dan / atau setidak - tidaknya dibayarkan penuh oleh TERGUGAT pada tanggal 11 Juli 2016 dengan total pembayaran sejumlah Rp. 655.084.900,- (enam ratus lima puluh lima juta delapan puluh empat ribu sembilan ratus rupiah) berikut dengan jumlah kerugian atas keterlambatan pembayarannya ;

3. Bahwa pada bulan Nopember 2016 dalam surat pernyataan nya TERGUGAT mengakui memiliki adanya sisa hutang / kewajiban pembayaran sejumlah Rp. 595.084.900,- (lima ratus sembilan puluh lima juta delapan puluh empat ribu sembilan ratus rupiah) kepada PENGGUGAT dan akan membayar dengan cara mencicil serta bersedia diproses secara hukum apabila TERGUGAT tidak menepati pelunasan hutang tersebut, dalam pelaksanaannya TERGUGAT pada tanggal 30 Januari 2017 hanya mencicil sejumlah Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) dan masih memiliki sisa hutang sebesar Rp. 585.084.900,- (lima ratus delapan puluh lima juta delapan puluh empat ribu sembilan ratus rupiah) kepada PENGGUGAT ;

4. Bahwa setelah pembayaran tanggal 30 Januari 2017, TERGUGAT sudah tidak lagi melanjutkan cicilan / pembayarannya kepada PENGGUGAT dan pada saat itu TERGUGAT sudah tidak dapat atau sulit dihubungi lagi oleh PENGGUGAT, TERGUGAT terlihat sudah tidak memiliki itikad baik untuk melunasi sisa pembayarannya kepada PENGGUGAT, sehingga untuk menyelesaikan permasalahan tersebut

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

PENGGUGAT telah menyerahkan penanganannya dan memberikan kuasa kepada para kuasa hukumnya;

5. Bahwa melalui kuasa hukumnya PENGGUGAT telah memberikan peringatan / somasi tertanggal 16 Ferbruari 2017, kemudian pada tanggal 1 Maret 2017 TERGUGAT mendatangi PENGGUGAT dan kembali berjanji akan segera melunasi sisa hutangnya dengan cara mencicil dari bulan April 2017 dengan waktu dan jumlah pembayaran cicilannya hanya ditentukan sepihak oleh TERGUGAT, melalui kuasa hukumnya PENGGUGAT kembali memberikan peringatan / somasi terakhir tertanggal 17 mei 2017 kepada TERGUGAT oleh karena janji TERGUGAT untuk mencicil dari bulan April 2017 tidak ditepati oleh TERGUGAT ;

6. Bahwa pada tanggal 16 Mei 2017 , tanggal 31 Mei 2017 dan tanggal 5 Juli 2017 TERGUGAT kembali melakukan pembayaran masing – masing sejumah Rp.10.000.000,- (sepuluh juta rupiah), pengembalian / retur barang kepada PENGGUGAT pada bulan September 2017 senilai Rp. 125.339.150,- (seratus dua puluh lima juta tiga ratus tiga puluh sembilan ribu seratus lima puluh rupiah ) dan bulan Nopember 2017 senilai Rp. 34.256.400,- (tiga puluh empat juta dua ratus lima puluh enam ribu empat ratus rupiah) dengan waktu, jumlah dan bentuk pembayaran ditentukan sepihak oleh TERGUGAT yang sebenarnya sangat merugikan PENGGUGAT ;

7. Bahwa pada tanggal 5 Desember 2017 PENGGUGAT menemui TERGUGAT untuk meminta pertanggungjawaban sisa kewajiban pembayaran sejumlah Rp. 395.489.350,- (tiga ratus sembilan puluh lima juta empat ratus delapan puluh sembilan ribu tiga ratus lima puluh rupiah) dengan cara sekaligus atau selambat – lambatnya pada bulan Juni 2018 sebelum Hari Raya Idul Fitri 2018 namun demikian TERGUGAT kembali membuat surat pernyataan untuk memperpanjang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

waktu pembayarannya hingga akhir tahun 2018 yang tidak dapat disetujui oleh PENGGUGAT sehingga tidak terdapat kesepakatan untuk sisa kewajiban pembayarannya yang seharusnya baik harga barang maupun tanggal jatuh tempo pembayaran sebagaimana telah disepakati serta tertuang dalam masing – masing faktur pengiriman barang;

8. Bahwa dari uraian tersebut diatas, dalam melaksanakan kewajiban

pembayarannya kepada PENGGUGAT, TERGUGAT selalu ingkar atau telah lalai baik dari yang telah disepakati / ditentukan dalam masing masing tanggal faktur pengiriman barang maupun dari surat – surat pernyataannya, perbuatan-perbuatan TERGUGAT yang sampai saat ini

tidak melaksanakan kewajiban sisa pembayarannya pada PENGGUGAT atas pembelian produk barang – barang dari PENGGUGAT sejumlah Rp. 395.489.350,- (tiga ratus sembilan puluh lima juta empat ratus delapan puluh sembilan ribu tiga ratus lima puluh rupiah), telah terkualifikasi sebagai perbuatan ingkar janji yang

merugikan PENGGUGAT ;

Adapun kerugian – kerugian PENGGUGAT atas keterlambatan pembayaran dan / atau atas kehilangan suatu keuntungan bilamana TERGUGAT melakukan kewajiban pembayaran kepada PENGGUGAT yang sedianya harus didapat PENGGUGAT yang dapat dinilai / diperhitungkan yang seharusnya dapat dipergunakan oleh PENGGUGAT untuk menjalankan kegiatan usaha sebagaimana h alnya perhitungan pendapatan nilai keuntungan kegiatan usaha pada umumnya ( pada hakekatnya tuntutan ganti rugi tidak terikat lagi

dengan penggantian bunga 6 % per tahun pasal 1246 KUH Perdata Jo. Yurisprudensi Putusan MARI., No.1477.K/SIP/1980 tanggal 9-4-1981 )

sebagai akibat dari perbuatan – perbuatan TERGUGAT sebagaimana

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

tersebut diatas yang terakumulasi sebagai bentuk kerugian secara materiil maupun immateriil, yaitu :

8.1 Sejumlah 1 % ( satu persen ) dari sejumlah Rp. 655.084.900,- (enam ratus lima puluh lima juta delapan puluh empat ribu sembilan ratus rupiah) yaitu sejumlah Rp. 6.550.849.-(enam juta lima ratus lima puluh ribu delapan ratus empat puluh sembilah rupiah) setiap bulannya terhitung dari jatuh tempo tanggal atau bulan terakhir faktur pengiriman barang yang seharusnya atau setidak – tidaknya dibayarkan penuh oleh TERGUGAT yaitu sejak bulan Juli 2016 sampai dengan TERGUGAT melaksanakan seluruh sisa kewajiban pembayarannya kepada PENGGUGAT ; 8.2 Sejumlah 1 % ( satu persen ) dari sejumlah Rp. 395.489.350,-

(tiga ratus sembilan puluh lima juta empat ratus delapan puluh sembilan ribu tiga ratus lima puluh rupiah) yaitu sejumlah Rp. 3.954.893,-( tiga juta Sembilan ratus lima puluh empat ribu delapan ratus Sembilan puluh tiga rupiah ) setiap bulannya terhitung dari pembayaran terakhir TERGUGAT sejak bulan Nopember 2017 sampai dengan TERGUGAT melaksanakan seluruh sisa kewajiban pembayarannya kepada PENGGUGAT ;

9. Bahwa untuk menjaga agar gugatan ini tidak menjadi sia-sia (illusoir) / tidak bernilai, maka sangat berkepentingan PENGGUGAT mohon untuk terlebih dahulu untuk diletakan sita Jaminan ( Conservatoir Beslag) terhadap harta benda milik TERGUGAT yaitu berupa :

➢ Tanah dan bangunan di Cluster Ifolia HY.16 No. 3 Kota Harapan

Indah – Bekasi ;

10. Bahwa untuk menjaga agar TERGUGAT tidak lalai dalam menjalankan putusan dalam perkara in i, PENGGUGAT mohon untuk menghukum TERGUGAT untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) kepada PENGGUGAT setiap harinya

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

terhitung sejak putusan perkara ini berkekuatan hukum tetap ( inkracht

van gewijsde ) jika TERGUGAT lalai dalam menjalankan isi putusan

sampai TERGUGAT menjalankan isi putusannya ;

11. Bahwa Gugatan PENGGUGAT telah berdasarkan hukum, karenanya putusan atas perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu walaupun adanya upaya hukum Banding, kasasi maupun upaya hukum lainnya

(Uit Voerbarr Bij Vooraad ) ;

Berdasarkan hal – hal tersebut diatas PENGGUGAT mohon Pengadilan Negeri Kelas I A Bekasi Cq. Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini agar berkenan untuk memutuskan :

PRIMAIR :

1. Mengabulkan Gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya ; 2. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan tersebut diatas ;

3. Menyatakan TERGUGAT telah melakukan perbuatan ingkar janji

(wanprestasi) yang merugikan bagi PENGGUGAT ;

4. Menghukum TERGUGAT untuk membayar sejumlah Rp. 395.489.350,-

(tiga ratus sembilan puluh lima juta empat ratus delapan puluh Sembilan ribu tiga ratus lima puluh rupiah) kepada PENGGUGAT secara

sekaligus ;

5. Menghukum TERGUGAT untuk membayar kerugian – kerugian kepada PENGGUGAT yang terakumulasi baik secara materiil maupun immaterial yaitu :

5.1 Sejumlah 1 % ( satu persen ) dari sejumlah Rp. 655.084.900,- (enam ratus lima puluh lima juta delapan puluh empat ribu sembilan ratus rupiah) yaitu sejumlah 6.550.849.-(enam juta lima ratus lima puluh ribu delapan ratus empat puluh sembilan rupiah) setiap bulannya terhitung sejak bulan Juli 2016 sampai dengan TERGUGAT melaksanakan seluruh sisa kewajiban pembayarannya kepada PENGGUGAT ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

5.2 Sejumlah 1 % ( satu persen ) dari sejumlah Rp. 395.489.350,- (tiga ratus sembilan puluh lima juta empat ratus delapan puluh sembilan ribu tiga ratus lima puluh rupiah) yaitu sejumlah Rp. 3.954.893,-( tiga juta sembilan ratus lima puluh empat ribu delapan ratus sembilan puluh tiga rupiah ) setiap bulannya terhitung sejak bulan Nopember 2017 sampai dengan TRRGUGAT melaksanakan seluruh sisa kewajiban pembayarannya kepada PENGGUGAT ;

6. Menghukum TERGUGAT untuk membayar uang paksa (dwangsom) sejumlah Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) kepada PENGGUGAT setiap harinya terhitung sejak putusan perkara ini berkekuatan hukum tetap (

inkracht van gewijsde ) jika TERGUGAT lalai dalam menjalankan isi

putusan sampai TERGUGAT menjalankan isi putusannya ;

7. Menyatakan Putusan Perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu walaupun adanya upaya hukum Banding, kasasi maupun upaya h ukum lainnya ( Uit Voerbarr Bij Vooraad ) ;

8. Menghukum TERGUGAT untuk membayar biaya perkara ;

SUBSIDAIR :

‘Bilamana Majelis Hakim dalam perkara ini berpendapat lain ‘Mohon Putusan seadil – adilnya ( Ex Aequo Et Bono )’ .

Menimbang, bahwa pada hari persidangan yang telah telah ditetapkan , untuk Penggugat datang menghadap Kuasanya, sedangkan Tergugat menghadap dipersidangan diwakili Kuasanya : H. Haeruddin Masarro, SH, Lembaga Advokasi Buruh dan Rakyat Kecil (DPP-LABRAK), berkantor di Jl. Raya H. Naman, Berlian Residen Blok B/4, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, 13450, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 05 April 2018, yang telah dilegalisir di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Kelas I A Khusus Bekasi tan ggal April 2018 dibawah register Nomor /SK/2018/PN.Bks ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

Menimbang, bahwa dalam mengupayakan perdamaian bagi kedua belah pihak berperkara, Majelis Hakim telah menempuh mekanisme Mediasi sebagaimana dimaksudkan didalam Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 yang atas permintaan Para Pihak berperkara, Majelis Hakim telah menunjuk Musa Arief Aini, SH.,MHum, Hakim Pengadilan Negeri Klas I A Bekasi sebagai Mediator berdasarkan Penetapan Nomor 168/Pdt.G/2018/PN.Bks tanggal 12 April 2018, akan tetapi berdasarkan Surat Keterangan Mediator tertanggal 25 April 2018, ternyata upaya Mediasi yang telah dilaksanakan masin g-masing pada tanggal 12 April 2018 dan tanggal 25 April 2018 tidak berhasil, sehingga oleh karena itu acara pemeriksaan dalam perkara ini dimulai dengan pembacaan surat gugatan Penggugat, dan setelah pembacaan surat gugatan Penggugat tersebut, atas pertanyaan Hakim Ketua Majelis, Penggugat menyatakan bertetap pada dalil-dalil gugatannya ;

Menimbang, bahwa terhadap gugatan Penggugat tersebut, Tergugat melalui suratnya tertanggal 9 Mei 2018 telah mengajukan jawabannya atau tanggapannya atas gugatan Penggugat tersebut yang mengemukakan sebagai berikut :

DALAM EKSEPSI

1. Gugatan PENGGUGAT, adalah Gugatan yang TIDAK JELAS, TIDAK

CERMAT dan TIDAK LENGKAP/KABUR [Obscuur Libell], halmana

dapat dilihat dari:

TIDAK JELAS

a. Dalam Gugatannya, status PENGGUGAT dikatakan bertindak untuk dan atas nama Perusahaan/CV. Cahaya Berkat Bersama.

jika demikian halnya, maka sebagai konsekwensinya adalah segala sesuatu hal dalam Transaksi/Hubungan Hukum antara PENGGUGAT dengan TERGU- GAT [PARA PIHAK], baik yang menyangkut Bukti-bukti Pengiriman Barang maupun pemakaian Nomor Rekening PENGGUGAT dalam setiap transaksi tersebut, harus pula atas nama Perusahaan/CV. Cahaya Berkat Bersama.

Namun dalam transaksi inl, PENGGUGAT memakai Rekening atas nama Pribadi, yakni BCA Cabang Tasikmalaya No. Rek. 054.00011.98

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

atas nama Angel Tjahyadi, bukan atas nama CV. Cahaya Berkat Bersama

Hal ini menjadikan Gugatan PENGGUGAT menjadi Tidak Jelas/Rancu, sebab disatu sisi PENGGUGAT menyatakan Dia bertindak untuk dan atas nama Pe- rusahaan/CV. Cahaya Berkat Bersama, tetapi disisi lain

PENGGUGAT mema- kai Rekening atas nama Pribadi, bukan atas

nama Perusahaan/CV. Cahaya Berkat Bersama.

Padahal bertindak untuk dan atas nama Pribadi dengan bertindak untuk dan atas nama Perusahaan/Badan Hukum dalam suatu Hubungan Hukum, jelas berbeda Dampak/Akibat hukumnya, makanya status tersebut sangatlah pen- ting, halmana menyangkut Legal Standing bagi seseorang dalam berperkara di Pengadilan, oleh karena itu Status tersebut harus sudah dijelaskan/diperje- las dari awal, dan jika seseorang telah memilih/menetukan status, maka yang bersangkutan harus menjalankannya secara Konsisten dan Konsekwen, se- suai dengan Status yang telah dipilihnya.

b. Dalam gugatannya PENGGUGAT tidak menjelaskan, tentang apakah Transaksi/Hubungan Hukum diantara PARA PIHAK, adalah Jual-Beli atau Meni- tipkan Barang untuk dijualkan.

Sebab antara Jual-Beli dengan Menitipkan Barang untuk dijualkan, jelas berbeda, dimana salah satu perbedaannya yang paling utama adalah, kalau dalam Jual-Beli, Barang yang sudah dijual/dibeli tidak

dapat dikembalikan lagi, dan tidak mengkaitkan apakah Barang yang

sudah diserahkan itu sudah laku terjual atau belum.

Sementara dalam Transaksi/Hubungan Hukum tersebut, TERGUGAT pernah mengembalikan/menukar [Return] beberapa Barang milik

PENGGUGAT yang tidak laku terjual, yang harga Barangnya senilai ± Rp. 160.000.000,- [lihat Butir 6 hal. 3 gugatannya], jika demikian halnya,

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

maka Transaksi tersebut terma- suk dalam kategori Menitipkan Barang

Untuk Dijualkan, bukan Jual-Beli.

Dan jika Transaksi/Hubungan Hukum tersebut termasuk dalam kategori Menitipkan Barang untuk dijualkan, maka sebagai Konsekwensinya Barang yang dikirim/diserahkan oleh PENGGUGAT kepada TERGUGAT untuk dijualkan tersebut, harus sudah laku terjual dulu, baru TERGUGAT akan membayar ke PENGGUGAT sesuai dengan jumlah Barang yang sudah terjual.

Jadi gugatan PENGGUGAT tersebut, Tidak Jelas/Rancu, sebab

PENGGUGAT tidak menjelaskan terlebih dahulu tentang apakah

Transaksi/Hubungan Hukum diantara PARA PIHAK adalah Jual-Beli atau Menitipkan Barang untuk dijualkan, yang mana antara Jual -beli dengan Menitipkan Barang untuk dijualkan itu, Akibat/Dampak Hukumnya jelas berbeda.

Dan memang dalam Transaksi/Hubungan Hukum tersebut, tidak ada Perjanji- an/Kesepakatan Tertulis diantara PARA PIHAK, yang menjelaskan/mengatur tentang syarat-syarat dan ketentuan didalam Hubungan Hukum/Pengiriman Barang tersebut, apakah Jual-Beli atau

Menitipkan Barang Untuk dijualkan

c. Tidak Jelas, sebab PENGGUGAT menyatakan bahwa gugatannya tersebut adalah Gugatan Wanprestasi, padahal dalam Hubungan Hukum/Transaksi tersebut, tidak ada Perjanjian/Kesepakatan Tertulis yang dibuat/dilanggar oleh PARA PIHAK/TERGUGAT, bahkan tidak ada Kesepakatan Tertulis maupun Lisan antara PARA PIHAK yang menjelaskan apakah dalam Transaksi/Hubungan Hukum tersebut, adalah Jual-Beli atau Menitipkan Barang untuk dijual- kan, namun faktanya dalam transaksi tersebut ada beberapa Barang Tergugat yang sudah dikembalikan oleh TERGUGAT kepada PENGGUGAT, karena Barang tersebut tidak laku terjual.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 12 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

TIDAK CERMAT

a. Pada butir 3 dan 4, hal. 2 dan 3 Gugatannya, dikatakan bahwa

TERGUGAT mempunyai sisa Hutang yang belum dibayarkan oleh TERGUGAT.

Hal ini jelas menunjukkan ketidak cermatan PENGGUGAT dalam membuat/ menyusun Gugatannya, sebab seperti yang dikatakan diatas bahwa Transaksi/ Hubungan Hukum dalam Pengiriman Barang tersebu t diantara PARA PIHAK, tidak jelas apakah Jual-Beli Barang atau

Menitipkan Barang untuk dijual- kan, lantas mengapa PENGGUGAT

mengalihkan Permasalahan ini menjadi Hutang Piutang, padahal hubungan hukumnya saja belum jelas, apakah Jual-Beli atau Menitipkan Barang untuk dijualkan.

Gugatan PENGGUGAT yang demikian tersebut, adalah Gugatan yang

Tidak Cermat/Rancu, yang mengakibatkan gugatannya menjadi Kabu r,

sebab Tran- saksi/Hubungan Hukum diantara PARA PIHAK ini saja

Belum Jelas, apakah Jual-Beli Barang atau Menitipkan Barang untuk

dijualkan, lantas mengapa PENGGUGAT mengalihkan

permasalahannya kedalam urusan Hutang Piu tang, sementara Hubungan Hukum diantara PARA PIHAK saja belum jelas, apakah

Jual-Beli Barang atau Menitipkan Barang untuk dijualkan

b. Disatu sisi dalam Gugatannya PENGGUGAT menyebut TERGUGAT mempunyai Hutang kepada PENGGUGAT, disisi lain gugatannya

PENGGUGAT me- nyatakan kalau TERGUGAT tidak melaksanakan

sisa kewajibannya atas pem- belian Produk Barang dari PENGGUGAT. Hal ini jelas menunjukkan ketidak cermatan PENGGUGAT didalam menyusun gugatannya, sebab Hutang Piutang itu berbeda dengan Ju al -Beli Barang, dan Jual -Beli Barang itu juga berbeda dengan Menitipkan Barang untuk dijualkan.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 13 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

Gugatan PENGGUGAT yang demikian ini, adalah Gugatan yang Tidak

Jelas/ Rancu, yang mengakibatkan gugatan PENGGUGAT tersebut

menjadi Kabur.

TIDAK LENGKAP/KABUR [Obscuur Libell]

a. Pada hal. 4 butir 9 gugatannya, PENGGUGAT meminta untuk meletakkan Sita Jaminan [Conservatoir Belaag] atas Harta Benda yang dikatakan sebagai milik TERGUGAT berupa Tanah/Bangunan, yang terletak Cluster Ifolia HY. 16 No. 3, Kota Harapan Indah, Bekasi Padahal untuk memohon sita jaminan atas suatu Tanah/Bangunan

[Benda Tidak Bergerak], PENGGUGAT haruslah

menulis/menyebutkan secara lengkap tentang status Tanah/Bangunan yang akan dimintakan Sita Jaminan tersebut, apakah Hak Milik atau HGB dst, Nomor Hak tersebut, siapa nama Pe- milik dan berapa luas serta batas-batas dari Tanah/Bangunan dimaksud.

Sementara didalam Gugatannya PENGGUGAT tidak menyebutkan hal-hal tersebut diatas, dengan demikian Gugatan PENGGUGAT yan g seperti ini dapat dikatakan sebagai Gugatan yang Tidak

Lengkap/Kabur [Obscuur Libell]

b. Bahwa antara Ketidak Jelasan dan Ketidak Cermatan sebagaimana yang di- uraikan diatas, yang dipadukan dengan Ketidak Lengkapan Gugatan PENG- GUGAT tersebut, menyebabkan Kaburnya Gugatan

PENGGUGAT, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan ditolak/Tidak

diterimanya Gugatan tersebut.

2. Gugatan PENGGUGAT, adalah Gugatan yang KURANG PIHAK, hal mana dapat dilihat dari:

Pada butir 1 dalam tabel kolom terakhir hal. 1 dan 2 Gugatannya,

PENGGUGAT memasukkan Tagihan/Faktur Pengiriman Barang kepada TERGUGAT, senilai Rp. 78.103.350,- [tujuh puluh delapan juta seratus tiga

ribu tiga ratus lima puluh Rp].

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 14 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

Adalah keterangan Palsu/Bohong, sebab Barang PENGGUGAT senilai tersebut, bukan dikirim PENGGUGAT kepada TERGUGAT, melainkan dikirim langsung oleh PENGGUGAT kepada seseorang yang bernama

RADJA yang beralamat di Jl. H. Z Arifin GG Batik Keris No. 92, Petisah,

Medan, Sumatera-Utara.

Yang mana dalam Pengiriman/penyerahan Barang tersebut, PENGGUGAT ber- bicara dan mengirimkan semua Barangnya tersebut secara langsung kepada RADJA kealamatnya di Medan, lantas mengapa PENGGUGAT menagih ke TERGUGAT bukan kepada RADJA yang menerima langsun g Barang milik PENGGUGAT tersebut.

Jadi jika PENGGUGAT mau menagih/meminta Uang sebesar

Rp.78.103.350,- senilai Barangnya yang dikirim kealamat RADJA di Medan ,

maka seharusnya PENGGUGAT menagih/ikut menggugat RADJA dalam perkara ini, sebab dalam pengiriman Barang tersebut, PENGGUGAT berbicara dan mengirimkan langsung Barangnya itu kepada RADJA ke alamatnya di Medan, sementara antara RADJA dengan TERGUGAT tidak ada hubungan/keterkaitan secara hukum.

Dan karena dalam Gugatannya PENGGUGAT memasukkan tagihan terhadap TERGUGAT atas Barang yang dikirim langsung oleh

PENGGUGAT ke RADJA di Medan, tapi PENGGUGAT tidak

menggugat/tidak mengikutkan RADJA sebagai TERGUGAT dalam perkara ini, maka Gugatan PENGGUGAT dapat dikatakan sebagai Gugatan yang

KURANG PIHAK

Gugatan PENGGUGAT tersebut, adalah Gugatan yang Tidak Jelas, Tidak

Cermat dan Tidak Lengkap/Kabur [Obscuur Libell] serta Gugatan yang

Tidak Cukup Pihak [KURANG PIHAK], oleh karenanya sudah selayaknya jika Gugatan yang demikian itu dinyatakan Ditolak/N.O, atau setidaknya dinyatakan tidak dapat diterima.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 15 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

DALAM POKOK PERKARA

- Bahwa TERGUGAT menolak dengan tegas seluruh alasan dan dalil-dalil yang diajukan oleh PENGGUGAT didalam surat Gugatannya tertanggal 12 Maret 2018, kecuali terhadap hal-hal yang secara tegas dan nyata diakui kebenarannya oleh TERGUGAT

- Bahwa mohon agar hal-hal yang sampaikan/diuraikan oleh TERGUGAT dalam Eksepsinya diatas, supaya dimasukkan dan dipertimbangkan juga kedalam Pokok Perkaranya.

1. Bahwa PENGGUGAT sama sekali Tidak Beritikad Baik dalam Permasalahan ini, halmana dapat dilihat dari :

a. PENGGUGAT sama sekali Tidak Mempertimbangkan/menyinggung, tentang :

Barang PENGGUGAT yang dikirim/diserahkan kepada TERGUGAT untuk di- jualkan itu, adalah atas inisiatif/keinginan yang cenderung memaksa dari PENGGUGAT, bukan atas inisiatif/keinginan

TERGUGAT.

Barang PENGGUGAT yang dikirim/diserahkan kepada TERGUGAT untuk dijualkan itu, adalah Barang Yang Tidak Laku/Sangat Susah untuk dijual, se- hingga banyak Barang PENGGUGAT tersebut yang tidak terjual, yang akhir- nya ditarik oleh TERGUGAT dan dikembalikan lagi kepada PENGGUGAT.

b. PENGGUGAT sama sekali Tidak Mempertimbangkan/Tidak mau tau, dengan macetnya Usaha yang dikelola TERGUGAT, sehingga banyak Barang PENGGUGAT yang Mengendap/Belum Terjual, hakmana menyebabkan usaha TERGUGAT menjadi Macet yang mengarah kepada Kebangkrutan, namun demi- kian TERGUGAT masih tetap berusaha melaksanakan kewajibannya, dengan membayar/mengembalikan Barang PENGGUGAT yang tidak laku terjual.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 16 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

c. Pada bulan Desember 2017 lalu, TERGUGAT bertemu dengan Oran g -orang suruhan PENGGUGAT, dimana waktu itu TERGUGAT ingin mengembalikan beberapa Barang milik PENGGUGAT yang tidak/belu m laku terjual, namun PENGGUGAT menolak untuk menerima Pengembalian Barang tersebut dan hanya mau menerima dalam bentu k Uang saja, hal ini sama saja dengan mau Membunuh TERGUGAT, sebab dari mana TERGUGAT mau mendapatkan uang untuk membayar, kalau Barang milik PENGGUGAT itu tidak laku terjual. 2. Bahwa PENGGUGAT sama sekali tidak mau menerapkan prinsip-prinsip

dasar dalam Hubungan Dagang, yakni saling percaya dan saling

pengertian diantara PARA PIHAK, disini PENGGUGAT bertindak seperti

layaknya sebagai seorang Rentenir, yang tidak mau menerima alasan/tidak mau tau dengan kondisi yang sedang dialami oleh orang yan g menerima Barang darinya.

3. Bahwa TERGUGAT bukannya tidak mau membayar/mengembalikan Barang yang telah diterimanya dari PENGGUGAT, sebab TERGUGAT sudah membayar sebesar Rp. 100.000.000,- [seratus juta Rp] dan

Rp.10.000.000,- [sepuluh juta Rp] serta telah mengembalikan Barang PENGGUGAT yang tidak laku terjual, senilai Rp. 160 jutaan, tapi PENGGUGAT sendiri yang belakangan menolak pengembalian Barang

yang tidak laku tersebut, lantas darimana TERGUGAT bisa mendapatkan uang untuk membayar PENGGUGAT, jika Barang PENGGUGAT tersebut tidak laku terjual.

Dan seperti yang telah TERGUGAT uraikan diatas, bahwa karena barang

PENGGUGAT tersebut sangat susah dijual, maka TERGUGAT ingin

mengembalikan Barang yang belum laku itu kepada PENGGUGAT tapi

PENGGUGAT Menolak, dan hanya mau menerima dalam bentuk Uang.

Jadi disini PENGGUGAT sepertinya mau menjebak/memaksa TERGUGAT untuk membayar Barangnya yang tidak laku terjual tersebut, sebab

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 17 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

awalnya TERGUGAT menolak Barang milik PENGGUGAT tersebut untuk dijualkan dengan alasan Barang PENGGUGAT itu susah dijual, namun

PENGGUGAT mengatakan terima saja dulu, nanti kalau tidak laku , Barang

tersebut bisa dikembalikan kepada PENGGUGAT, namun belakangan

PENGGUGAT tidak mau menerima pengembalian Barang yang tidak laku

tersebut, dan hanya mau dalam bentuk Uang saja, sementara Barang

PENGGUGAT tersebut sudah banyak yang rusak/tidak ada n i- lainya lagi;

4. Bahwa gugatan PENGGUGAT yang menuntut bunga sebesar 6% [enam persen] perbulan sebagai bentuk Ganti Rugi, merupakan suatu hal yag mengada-ada, sebab di antara Para Pihak tidak Perjanjian mengenai Bunga, sementara menurut ketentuan hukum yang berlaku, dikatakan bahwa Bunga yang tidak tercantum dalam perjanjian, tidak dapat dituntut

[Yurisprudensi Mahkamah Agung No. 1114 K/Sip/1972, tanggal 7-8-1975]

5. Bahwa dalam gugatannya, PENGGUGAT memohon sita jaminan atas tanah dan bangunan [point 14 surat gugatannya], namun PENGGUGAT Tidak menjelaskan tentang status Tanah/Bangunan yang dimohonkan Sita, apakah Hak Milik/HGB, siapa Pemilik, berapa luas dan batas-batas Tanah dari Tanah/Bangunannya.

Berdasarkan hal tersebut, maka permohonan sita yang demikian itu sudah sela- yaknya jika dinyatakan ditolak, atau setidaknya dinyatakan tidak dapat diterima.

6. Bahwa adanya itikad baik selama ini dari TERGUGAT untuk menyelesaikan per- masalahan tersebut, sehingga tidak perlu adanya uang paksa [Dwangsom] yang dibebankan kepada TERGUGAT, karena tanpa dipaksapun TERGUGAT Insyah Allah pasti akan membayar PENGGUGAT selama Barang itu laku terjual, dan akan mengembalikan Barang yang tidak laku terjual tersebut, selama Barang itu masih ada pada Pihak Ketiga, dan PENGGUGAT masih mau menerimanya.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 18 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka TERGUGAT dengan ini memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa/menyidangkan perkara ini, agar berkenan untuk me- ngeluarkan putusan sela/akhir, dengan putusan sebagai berikut:

- Menyatakan Menolak Gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya;

- Menyatakan TERGUGAT tidak mempunyai Hutang, Kewajiban untuk membayar dan kewajiban untuk mengembalikan Barang kepada

PENGGUGAT;

dan atau jika Majelis Hakim berpendapat lain, maka mohon putusan yang sebaik-baik dan seadil-adilnya [Ex aequo et bono];

Menimbang, bahwa terhadap Jawaban Tergugat tersebut, Penggugat telah mengajukan Replik pada persidangan tanggal 16 Mei 2018 dan terhadap Replik Penggugat tersebut, Tergugat telah mengajukan Dupliknya dalam suratnya tertanggal 24 Mei 2018 ;

Menimbang, bahwa untuk membuktikan dan menguatkan kebenaran dalil- dalil gugatannya, Penggugat dipersidangan telah mengajukan bukti surat/tulisan berupa foto copy surat-surat yang telah dibubuhi meterai sesuai ketentuan undang-undang yaitu :

1. Foto copy Nomor Faktur 1NAN60500569 tertanggal 27Mei 2016dengan jumlah pembelian Rp. 9.056.550,- (sembilan juta lima puluh enam ribu lima ratus lima puluh rupiah), foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-1.1 ;

2. Foto copy Nomor Faktur 1NAN60500570 tertanggal 27 Mei 2016dengan jumlah pembelian Rp. 25.272.000,- (dua puluh lima juta dua ratus tujuh puluh dua ribu rupiah) foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-1.2; 3. Foto copy Nomor Faktur 1NAN60500571 tertanggal 27 Mei 2016dengan

jumlah pembelian Rp. 5.055.000,- (lima juta lima puluh lima ribu rupiah) foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-1.3;

4. Foto copy Nomor Faktur 1NAN60500572 tertanggal 27 Mei 2016dengan jumlah pembelian Rp. 7.351.800,- (tujuh juta tiga ratus lima puluh satu ribu delapan ratus rupiah) foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-1.4; 5. Foto copy Nomor Faktur 1NAN60500573 tertanggal 27 Mei 2016dengan

jumlah pembelian Rp. 5.210.400,- (lima juta dua ratus sepuluh ribu empat ratus rupiah) foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-1.5;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 19 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

6. Foto copy Nomor Faktur 1NAN60500574 tertanggal 27 Mei 2016dengan jumlah pembelian Rp. 4.622.400,- (empat juta enam ratus dua puluh dua ribu emapat ratus rupiah) foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-1.6;

7. Foto copy Nomor Faktur 1NAN60500575 tertanggal 27 Mei 2016dengan jumlah pembelian Rp. 4.221.000,- (empat juta dua ratus dua puluh satu ribu rupiah) foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-1.7 ;

8. Foto copy Nomor Faktur 1NAN60500576 tertanggal 27 Mei 2016dengan jumlah pembelian Rp. 14.010.000,- (empatbelas juta sepuluh ribu rupiah) foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-1.8;

9. Foto copy Nomor Faktur 1NAN60500577 tertanggal 27 Mei 2016dengan jumlah pembelian Rp. 989.400,- (sembilan ratus delapan puluh sembilan ribu empat ratus rupiah) foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-1.9;

10. Foto copy Nomor Faktur 1NAN60500578 tertanggal 27 Mei 2016dengan jumlah pembelian Rp. 2.314.800,- (dua juta tiga ratus empatbelas ribu delapan ratus rupiah) foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-1.10; 11. Foto copy Kontra Bon tertanggal 23Mei 2016dengan jumlah Rp. 140.845.150,- (seratus empat puluh juta delapan ratusempat puluh lima ribu seratus lima puluh rupiah) foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-2.1;

12. Foto copy Kontra Bon tertanggal 23 Mei 2016dengan jumlah Rp. 29.667.400,- (dua puluh sembilan juta enam ratus enam puluh tujuh ribu empat ratus rupiah) foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-2.2; 13. Foto copy Kontra Bon tertanggal 23 Mei 2016dengan jumlah Rp.

118.295.100,- (seratus delapanbelas juta dua ratus sembilan puluh lima ribu seratus rupiah) foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-2.3; 14. Foto copy Kontra Bon tertanggal 23 Mei 2016dengan jumlah Rp.

136.703.700,- (seratus tiga puluh enam juta tujuh ratus tiga ribu tujuh ratu s rupiah) foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-2.4;

15. Foto copy Kontra Bon tertanggal 23 Mei 2016dengan jumlah Rp. 72.067.000,- (tujuh puluh dua juta enam puluh tujuh ribu rupiah) f oto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-2.5;

16. Foto copy Kontra Bon tertanggal 23 Mei 2016dengan jumlah Rp. 3.575.200,- (tiga juta lima ratus tujuh puluh lima ribu dua ratus rupiah) foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-2.6;

17. Foto copy Surat Pernyataan Tergugat pada Bulan Nopember 2016, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-3 ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 20 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

18. Foto copy Surat Somasi dari kuasa hukum PENGGUGAT kepada TERGUGAT Surat No. 98/SOM/DR/II/2017 tertanggal 16Februari 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-4 ;

19. Foto copy Surat Somasi Terakhir dari kuasa hukum PENGGUGAT kepada TERGUGAT SuratNo. 112/SOM/DR/V/2017 tertanggal 17 Mei 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-5 ;

20. Foto copy Nota Bon retur barang tertanggal 20 Agustus 2017 dari TERGUGAT sebanyak 236 pcs, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-6.1;

21. Foto copy Nota Bon retur barang tertanggal 20 Agustus 2017 dari TERGUGAT sebanyak 80 pcs, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-6.2 ;

22. Foto copy Nota Bon retur barang tertanggal 20 Agustus 2017 dari TERGUGAT sebanyak 261 pcs, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-6.3 ;

23. Foto copy Nota Bon retur barang tertanggal 20 Agustus 2017 dari TERGUGAT sebanyak 50 pcs, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-6.4 ;

24. Foto copy Nota Bon retur barang tertanggal 20 Agustus 2017 dari TERGUGAT sebanyak 624 pcs, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-6.5 ;

25. Foto copy Nota Bon retur barang tertanggal 20 Agustus 2017 dari TERGUGAT sebanyak 67 pcs, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-6.6 ;

26. Foto copy Nota Bon retur barang tertanggal 20 Agustus 2017 dari TERGUGAT TERGUGAT sebanyak 102 pcs, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-6.7 ;

27. Foto copy Nota Bon retur barang tertanggal 20 Agustus 2017 dari TERGUGAT sebanyak 171 pcs, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-6.8 ;

28. Foto copy Nota Bon retur barang tertanggal 20 Agustus 2017 dari TERGUGAT sebanyak 252 pcs, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-6.9 ;

29. Foto copy Nota Bon retur barang tertanggal 20 Agustus 2017 dari TERGUGAT sebanyak 212 pcs, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-6.10 ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(21)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 21 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

30. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0001 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.1 ;

31. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0002 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.2 ;

32. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0003 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.3 ;

33. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0004 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.4 ;

34. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0005 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.5 ;

35. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0006 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.6 ;

36. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0007 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.7 ;

37. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0008 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.8 ;

38. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0009 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.9 ;

39. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0010 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.10 ;

40. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0011 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.11 ;

41. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0012 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.12 ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(22)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 22 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

42. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0013 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.13 ;

43. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0014 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.14 ;

44. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0015 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.15 ;

45. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0016 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.16 ;

46. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0017 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.17 ;

47. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0018 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.18 ;

48. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0019 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.19 ;

49. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0020 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.20 ;

50. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0021 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.21 ;

51. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0022 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.22 ;

52. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0023 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.23 ;

53. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0024 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.24 ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(23)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 23 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

54. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0025 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.25 ;

55. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0026 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.26 ;

56. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0027 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.27 ;

57. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0028 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.28 ;

58. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0029 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.29 ;

59. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0030 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.30 ;

60. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0031 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.31 ;

61. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0032 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.32 ;

62. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0033 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.33 ;

63. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0034 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.34 ;

64. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0035 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.35 ;

65. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0036 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.36;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(24)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 24 dari 41 halaman. Putusan No. 168/Pdt.G/2018/PN.Bks.

66. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0037 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.37 ;

67. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0038 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.38 ;

68. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0039 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.39 ;

69. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0040 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.40 ;

70. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0041 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.41 ;

71. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0042 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.42 ;

72. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0043 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.43 ;

73. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0044 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.44 ;

74. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0045 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.45 ;

75. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0046 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.46 ;

76. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0047 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.47 ;

77. Foto copy Bukti Terima Retur Jual dengan No. Transaksi : 1.NA.14.N7.I0048 tertanggal 04 September 2017, foto copy sesuai dengan aslinya, diberi tanda P-7.48 ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Referensi

Dokumen terkait

Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki

Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki

Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki

Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki

Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki

Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki

Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki

Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki