PENGGUNAAN
INFORMASI AKUNTANSI
DIFERENSIAL
Informasi Akuntansi Diferensial
Merupakan informasi yang dihubungan dengan pemilihan alternatif
Merupakan taksiran perbedaaan aktiva,
pendapatan dan biaya dalam alternatif tindakan tertentu dibanding dengan alternatif tindakan lain
Merupakan informasi akuntansi yang relevan
Biaya Diferensial sebagai bagian Informasi Akuntansi Diferensial
Biaya diferensial adalah satu informasi akuntansi diferensial yang relatif sulit pengukurannya.
Ada berbagai konsep biaya yang dikembangkan :
Nilai Waktu Uang Dalam Pengambilan Keputusan Jangka Panjang
Dalam pengambilan keputusan jangka panjang, nilai waktu uang memegang peranan penting
Nilai investasi pada tahun ke-n, dengan tingkat bunga sebesar I dihitung dengan rumus :
In = Io (1+i)n
In = Investasi pada tahun ke-n Io = Investasi pada tahun ke-0 i = Tingkat bunga
n = Jangka waktu
Rumus Perhitungan Nilai Tunai :
1
NT = AK x --- (1+i)n
NT = Nilai Tunai AK = Aliran Kas i = Tingkat Bunga n = Jangka waktu
Jenis Pengambilan Keputusan Jangka Pendek
1. Membeli atau membuat Sendiri
2. Menjual atau memproses lebih lanjut suatu produk
3. Menghentikan atau melanjutkan produksi produk tertentu
4. Menerima atau menolak pesanan khusus
Keputusan Membeli / Membuat Sendiri
Dibagi menjadi dua :
1. Sebelumnya memproduksi sendiri produknya, kemudian mempertimbangkan akan membeli produk tersebut dari pemasok luar.
2. Sebelumnya membeli produk tertentu dari pemasok luar, kemudian mempertimbangkan akan memproduksi sendiri produk tersebut.
Memproduksi sendiri Membeli dari luar
Fasilitas yang dimiliki dihentikan pemakaiannya
Biaya diferensial : Biaya terhindarkan A Biaya diferensial : harga beli dari pemasok luar B Keputusan :
Jika A > B Alternatif membeli dapat dipilih
Jika A < B Alternatif membeli tidak dapat dipilih
2. Fasilitas yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk kegiatan bisnis lainnya
Biaya diferensial : biaya terhindarkan A
Pendapatan diferensial B
Biaya difernsial : harga beli C Keputusan :
Jika (A+B) > C Alternatif membeli dapat dipilih
Jika (A+B) < C Alternatif membeli tidak dapat dipilih
Membeli dari Luar Membuat Sendiri
Tidak Dibutuhkan tambahan fasilitas produksi
Biaya diferensial : Harga beli yang dapat dihindari A Biaya diferensial : Biaya untuk membuat B Keputusan :
Jika A > B alternatif membuat dapat dipilih
Jika A < B alternatif membuat tidak dapat dipilih
Membeli dari Luar Membuat Sendiri (lanjutan……)
Dibutuhkan tambahan fasilitas produksi
Biaya diferensial : Harga beli yang dapat dihindarkan A Biaya diferensial : Biaya untuk membuat B Aktiva diferensial : Investasi dalam fasilitas C Keputusan :
Jika selama umur ekonomis fasilitas produksi jumlah nilai tunai (A-B) > C alternatif membuat sendiri dapat dipilih
Menjual / Memproduksi Lebih Lanjut Suatu Produk
Ada dua keputusan :
1. Tidak dibutuhkan tambahan fasilitas produksi
Pendapatan diferensial Rp. XXX
Biaya diferensial Rp. XXX
--- - A
Keputusan :
Jika A positif pilih alternatif memproses lebih lanjut jika A negatif pilih alternatif menjual langsung
Menjual / Memproduksi Lebih Lanjut Suatu Produk (lanjutan…)
Diperlukan Tambahan Fasilitas Produksi
Pendapatan diferensial Rp. XXX
Biaya diferensial Rp. XXX
--- - A
Aktiva diferensial B
Keputusan :
Jika jumlah nilai tunai A selama umur ekonomis fasilitas produksi lebih besar dari B alternatif memproses lebih lanjut sebaiknya dipilih dan sebaliknya.
Menghentikan / Melanjutkan Suatu Lini Produk
Ada dua alternatif yang dihadapi :
1. Fasilitas Produksi yang lama dihentikan pemakaiannya
Biaya Diferensial : Biaya terhindarkan Rp. XXX Pendapatan Diferensial : Forgone revenue Rp. XXX
--- - A
Keputusan :
Jika A positif Penghentian produksi produk dipilih
Jika A negatif Penghentian produksi produk tidak dipilih
Menghentikan / Melanjutkan Suatu Lini Produk (lanjutan……..)
Fasilitas produksi yang lama dapat dimanfaatkan dalam kegiatan bisnis lainnya
Biaya diferensial :
* Biaya terhindarkan Rp. xxx
* Biaya kesempatan Rp. xxx
--- +
Jumlah biaya diferensial Rp. xxx
Pendapatan diferensial : Rp. xxx
--- - A Keputusan :
Jika A positif Penghentian produksi produk dipilih
Jika A negatif Penghentian produksi produk tidak dipilih
Menerima / Menolak Pesanan Khusus
Pesanan Khusus
Pesanan diluar pesanan regular untuk menutupi kapasitas menganggur
Syarat Terima Pesanan Khusu 1. Ada kapasitas Menganggur
2. Pasar dibedakan antara pesanan khusus dan pesanan regular
Pada Pesanan Khusus :
Hanya menambahkan biaya yang bersifat VARIABEL
Biaya yang bersifat TETAP tidak dibebankan, karena dianggap telah dibebankan pada
pesanan regular
CAPITAL BUDGETING (ANALISIS KEPUTUSAN
INVESTASI)
Analisis Keputusan Investasi
Dalam pengambilan keputusan investasi, opportunity cost memegang peranan yang penting. Opportunity cost merupakan pendapatan atau penghematan biaya yang dikorbankan sebagai akibat dipilihnya alternatif tertentu. Misalnya dalam penggantian mesin lama dengan mesin baru, harga jual mesin lama harus diperhitungkan dalam mempertimbangkan investasi pada mesin baru.
Dalam prinsip akuntansi yang lazim, biaya bunga modal sendiri tidak boleh diperhitungkan sebagai biaya. Dalam pengambilan keputusan investasi, biaya modal sendiri justru harus diperhitungkan.
Analisis biaya dalam keputusan investasi lebih dititikberatkan pada aliran kas, karena saat penelimaan kas dalam investasi memilki nilai waktu uang.
Satu rupiah yang diterima sekarang lebih berharga dibandingkan dengan satu rupiah yang diterima di masa yang akan datang. Oleh karena itu, meskipun untuk perhitungan laba perusahaan, biaya diperhitungkan berdasarkan asas akrual, namun dalam perhitungan pemilihan investasi yang memperhitungkan nilai waktu uang, biaya yang diperhitungkan adalah biaya tunai.
Analisis Keputusan Investasi
PAJAK PENGHASILAN
Karena keputusan investasi didasarkan pada aliran kas, maka pajak atas laba merupakan unsur informasi penting yang ikut dipertimbangkan dalam perhitungan aliran kas untuk pengambilan keputusan investasi. Jika suatau usulan investasi diperkirakan akan mengakibatkan penghematan biaya atau tanbahan pendapatan, maka disisi lain akan mengakibatkan timbulnya laba diferensial, yang akan menyebabkan tambahan pajak penghasilan yang akan dibayar oleh perusahaan. Oleh karena itu dalam memperhitungkan aliran kas keluar dari investasi, perlu diperhitungkan pula tambahan atau pengurangan pajak yang harus dibayar akibat adanya penghematan biaya atau penambahan pendapatan tersebut dan sebaliknya.
Capital Budgeting
( Penganggaran Modal )
Proses perencanaan, evaluasi dan pengambilan keputusan Investasi jangka panjang
Nilai yang besar
Jangka waktu yang lama
Harapan pada masa yang akan datang
Cash Flows
Initial cash flow
Nilai Perolehan aktiva tetap
Modal kerja
Operational Cash flow
Penerimaan kas operasional
Pengluaran kas operasional -
Kas masuk bersih
Terminal cash flow
Nilai residu
Modal Kerja
Contoh:Initial cash flows
Biaya Peridzinan = Rp 1.000
Harga beli aktiva = Rp 100.000
Biaya Instalasi = Rp 6.000
Biaya percobaan = Rp 3.000 +
Nilai perolehan = Rp 110.000
Modal kerja = Rp 50.000 +
Total initial cash flow = Rp 160.000
Contoh : Operational Cash
Laporan rugi/laba
flow
Cash flow Penjualan Rp 100 Kas masuk Rp 100
Biaya Tunai Rp 50 Kas keluar Rp 50
Biaya Penyusutan Rp 30 ---
Laba sblm pajak Rp 20
pajak( 25 %) Rp 5 Kas keluar Rp 5
Laba bersih Rp 15 kas masuk bersih Rp 45
Kas masuk Bersih ( Net Cash Flow) =
Laba bersih + Penyusutan = 45
Metode Penilaian Investasi
Pay back method
Average return on investment
Present value
Discounted cash flow (Internal Rate of Return)
Modified Internal Rate of Return (MIRR)
Profitability Index (PI)
Pay back method
Dalam metode ini faktor yang menentukan penerimaan atau penolakan suatu usulan investasi adalah jangka waktu yang diperlukan untuk menutup kembali investasi. Oleh karena itu, dengan metode ini setiap usulan investasi dinilai berdasarkan apakah dalam jangka waktu tertentu yang diinginkan oleh manajemen , jumlah kas masuk atau penghematan tunai yang diperoleh dari investasi dapat menutup investasi yang direncanakan.
Investasi
Pay back period = --- Kas masuk bersih
Pay back method
Kelemahan pay back method:
Metode ini tidak memeperhitungkan nilai waktu uang.
Metode ini tidak memperlihatkan pendapatan selanjutnya setelah investasi pokok kembali.
Kebaikan pay back method:
Untuk investasi yang besar resikonya dan sulit diperkirakan, maka metode ini dapat mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk pengembalian investasi.
Metode ini dapat digunakan untuk menilai dua investasi yang mempunyai rate of return dan resiko yang sama, sehingga dapat dipilih investasi yang jangka waktu pengembaliannya paling cepat.
Metode ini merupakan alat yang paling sederhana untuk penilaian usulan investasi
Average return on investment
Metode ini sering disebut Financial statement method, karena dalam perhitungannya digunakan angka laba akuntansi
Rata-rata Laba sesudah pajak
Rata-rata kembalian investasi = --- Rata-rata investasi
Kriteria pemilihan investasi dengan metode ini adalah: Suatu investasi akan diterima jika tarif kembalian investasinya dapat memenuhi batasan yang telah ditetapkan oleh manajemen.
Kelemahan metode rata-rata kembalian investasi:
Belum memperhitungkan nilai waktu uang.
Menitik beratkan maslah akuntansi, sehingga kurang memperhatikan data aliran kas dari investasi
Merupakan pendekatan jangka pendek.
Present value
Teknik net present value (NPV) merupakan teknik yang didasarkan pada arus kas yang didiskontokan. Ini merupakan ukuran dari laba dalam bentuk rupiah yang diperoleh dari suatu investasi dalam bentuk nilai sekarang. NPV dari suatu proyek ditentukan dengan menhitung nilai sekarang dari arus kas yang diperoleh dari operasi dengan menggunakan tingkat keuntungan yang dikehendaki dan kemudian menguranginya dengan pengeluaran kas neto awal.
NPV = present value dari arus kas operasi – pengeluaran kas neto awal At Io = nilai investasi atau outlays
NPV = -Io + ∑ --- At = aliran kas neto pada periode t ( 1 + r ) t r = diacount rate
t = umur proyek.
Jikalau NPV dari suatu proyek positif, hal ini berarti bahwa proyek tersebut diharapkan akan menaikkan nilai perusahaan sebesar jumlah positif dari NPV yang dihitung dari investasi tersebut dan juga bahwa investasi tersebut diharpkan akan menghasilkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi daripada tingkat keuntungan yang dikehendaki.
Discounted cash flow (Internal Rate of Return)
Pada dasarnya metode ini sama dengan metode present value, perbedaanya adalah dalam present value tarif kembalian sudah ditentukan lebih dahulu, sedangkan dalam discounted cash flow justru tarif kembalian yang dihitung sebagi dasar untuk menerima atau menolak suatu usulan investasi. Penentuan tarif kembalian dilakukan dengan metode trial and error, dengan cara sbb;
Mencari nilai tunai aliran kas masuk bersih pada tarif
kembalian yang dipilih secara sembarang di atas atau dibawah tarif kembalian investasi yang diharapkan.
Mengiterpolasikan kedua tarif kembalian tersebut untuk mendapatkan tarif kembalian sesungguhnya.
Modified Internal Rate of Return (MIRR)
MIRR adalah suatu tingkat diskonto yang menyebabkan persent value biaya sama dengan present value nilai terminal,dimana nilai terminal adalah future value dari kas masuk yang digandakan dengan biaya modal.
Nilai terminal CIFt (1 + k ) n-t
PV Biaya = --- = --- (1 + MIRR )n (1 + MIRR )n
dimana:
CIF t : aliran kas masuk pada periode t
MIRR : modified IRR
n : usia proyek
k : biaya modal proyek/tingkat keuntungan diinginkan
Nilai terminal : future value dari aliran kas masuk yang digandakan dengan biaya modal/return diinginkan.
Profitability Index (PI)
PI adalah nilai tunai semua kas masuk yang diterima sesudah investasi awal dibagi dengan investasi awal.
Nilai tunai penerimaan sesudah investasi awal PI = ---
Investasi awal
Bila ada beberapa alternatif proyek, manajemen sebaiknya memilih proyek yang memiliki PI lebih besar dari satu dan yang paling tinggi.
Biaya Modal
(Cost of Capital)
Definisi
Modal ( Capital ): dana yg digunakan untuk membiayai pengadaan asset dan operasional suatu perusahaan
Modal dapat dilihat di neraca sisi kanan:
hutang, saham biasa, saham preferen dan laba ditahan
Definisi
Cost of Capital - The return the firm’s
investors could expect to earn if they invested in securities with comparable degrees of risk.
Return yang dapat diharapkan oleh investor suatu perusahaan apabila mereka berinvestasi pada sekuritas-sekuritas yang mempunyai
tingkat risiko yang sebanding.
Contoh: Daimler-Benz berencana untuk membuat Mercedes ML 320 SUV dan
membuat pabrik di Alabama. Mereka harus menghitung total investasi dan biaya dari
modal yg diperlukan. Ternyata setelah dihitung tingkat return yang diharapkan melebihi
dari biaya modal. Akhirnya Daimler-Benz memutuskan untuk membangun pabrik
tersebut.
Definisi
Perhitungan biaya modal sangat penting karena:
1. Maksimalisasi nilai perusahaan mengharuskan biaya2 (termasuk biaya modal) diminimumkan
2. Keputusan penganggaran modal ( capital
budgeting) memerlukan estimasi biaya modal
3. Keputusan2 penting lain seperti leasing dan modal kerja juga memerlukan estimasi biaya modal
Weighted Average Cost of Capital (WACC)
Untuk menghitung biaya modal kita menggunakan WACC
WACC adalah rata-rata tertimbang dari seluruh komponen modal
Komponen modal yg sering dipakai adalah: saham biasa, saham preferen, utang, laba ditahan
Seluruh komponen modal ( capital components) mempunyai satu kesamaan, yaitu investor yang menyediakan dana berharap untuk mendapatkan return dari investasi mereka.
WACC
WACC = wd.kd (1-T)+wps.kps+ws.( ks)+we. (ke)
kd = biaya hutang
kps = biaya saham preferen ks = biaya laba ditahan
ke = biaya saham biasa baru T = pajak
WACC
Three Steps to Calculating Cost of Capital 1. Calculate the value of each security as a
proportion of the firm’s market value.
2. Determine the required rate of return on each security.
3. Calculate a weighted average of these required returns.
WACC
Example - Executive Fruit has
issued debt, preferred stock and common stock. The market
value of these securities are
$4mil, $2mil, and $6mil, respectively. The required
returns are 6%, 12%, and 18%, respectively.
Q: Determine the WACC for Executive Fruit, Inc.
WACC
Example - continued Step 1
Firm Value = 4 + 2 + 6 = $12 mil Step 2
Required returns are given Step 3
[ ] ( ) ( )
WACC = x(1-.35).06 + x.12 + x.18
=.123 or 12.3%
4 12
2 12
6 12
Biaya Hutang (cost of debt)
Biaya hutang = Kd atau yield to maturity Yaitu: tingkat keuntungan yg dinikmati oleh pemegang/pembeli obligasi
Dalam perhitungan WACC, kita memakai:
Biaya hutang setelah pajak = Kd (1-T)
Cnth: Kd=10%, Pajak=15%, Berapa biaya hutang setelah pajak?
10%(1-15%) = 8.5%
Biaya Hutang
Notes: Penggunaan hutang sebagai modal, menurunkan penghasilan yg dikenai pajak karena bunga yg harus dibayar. Karena itu penggunaan hutang dapat
mengurangi pajak yang dibayar (tax deductible) Cnth lain: PT Aksara menerbitkan obligasi yg
membayar bunga 10% nilai nominal 1.000. Jatuh tempo dalam 5thn. Obligasi terjual seharga 1.000.
Berapa biaya hutang? (Kd)
1.000=100(PVIFAKd, 5) +1000(PVIFKd,5) Kd = 10%
Biaya Saham Preferen(Kp)
Biaya saham preferen = tingkat keuntungan yg dinikmati pembeli saham preferen (Kp)
Kp= Dp Pn
Dp=dividen saham preferen tahunan
Pn=harga saham preferen bersih yg diterima perusahaan penerbit (setelah dikurangi biaya peluncuran saham atau flotation cost)
Dividen saham preferen tidak tax deductible, perusahaan menanggung semua beban biaya. Tidak ada
penyesuaian/penghematan pajak seperti biaya hutang.
Cnth: PT Aksara menjual saham preferen yg memberikan dividen Rp 10 per tahun. Harga saham Rp 100 dgn flotation cost 2,5 per
lembar saham.
Kp= Dp/Pn = 10 / 97,5 = 10,26%
Biaya Laba Ditahan, ks
Perusahaan dapat memperoleh modal sendiri melalui dua cara:
Menahan sebagian laba (retained earnings)
Menerbitkan saham biasa baru
Apabila perusahaan menahan sebagian labanya untuk modal, apakah ada biayanya? Ya, opportunity cost. Laba dapat
dibagikan berupa dividen dan investors dapat
menginvestasikan uang itu dgn membeli saham, obligasi, real estate, dll
Oleh karena itu, perusahaan harus dapat memberikan
keuntungan paling tidak sama dengan keuntungan yang dapat diperoleh oleh pemegang saham pada alternatif investasi yg memiliki risiko yg sama dengan risiko perusahaan. (ks)
Tiga Cara Menaksir k
s1. Pendekatan CAPM
2. Pendekatan Discounted Cash Flow (DCF)
3. Pendekatan Bond-Yield-Plus-Risk Premium
1. Pendekatan CAPM
KS = KRF + (KM-KRF)bi
Ks = tingkat keuntungan yg disyaratkan pada saham perusahaan i.
Krf = risk free rate/ bunga bebas risiko Km = tingkat keuntungan portfolio pasar bi = beta saham perusahaan I
2. Discounted Cash Flow (DCF) model
Jika Dividen bertumbuh konstan, gunakan Gordon model:
P0 = D0(1+g)/Ks-g
H H H
ks
P Div
ks Div ks
P Div
) 1
... ( )
1 ( )
1
( 2
2 1
1
0
3. Pendekatan Bond-Yield-Plus-Risk Premium
Ks = tingkat keuntungan obligasi perusahaan + premi resiko
Membeli saham biasa pada umumnya lebih berisiko daripada membeli obligasi yg memberikan
penghasilan tetap dan relatif pasti. Oleh karena itu, investor yang membeli saham biasa mengharapkan suatu premi risiko diatas tingkat keuntungan obligasi.
Premi risiko besarnya tergantung pada kondisi perusahaan dan kondisi perekonomian.
Contoh: YTM suatu obligasi adalah 12% dan premi risiko untuk saham biasa perusahaan tersebut adalah 5%. Maka:
Ks = 12% + 5% = 17%
Dari ketiga pendekatan, mana yang kita
gunakan? Semuanya dapat digunakan. Apabila dari ketiga pendekatan itu hasilnya berbeda-
beda, kita dapat merata-rata ketiga hasil itu.
Biaya Saham Biasa Baru k
e Apabila saham biasa baru diterbitkan, berapa tingkat pengembalian (rate of return) yg harus perusahaan peroleh untuk menarik pemegang saham baru? Ke, tapi perusahaan harus memperoleh pendapatan lebih dari Ks karena adanya flotation cost, biaya untuk
menerbitkan saham
Biaya Saham Biasa Baru(K
e)
Hanya sebagian kecil perusahaan yg sudah matang (mature) mengeluarkan saham biasa baru karena:
Biaya flotation yg tinggi
Investor menanggapi penerbitan saham biasa baru sebagai sinyal negatif
Biasanya manager perusahaan melakukan ini karena mereka berpikiran bahwa harga saham skrg lebih tinggi daripada nilai sesungguhnya
Supply saham naik, harga saham turun
Flotation cost akan mengurangi penerimaan perusahaan dari penjualan saham. Biaya ini terdiri dari: biaya mencetak saham, komisi untuk phak penjamin emisi saham, penawaran saham, dll.
Biaya Saham Biasa Baru(K
e)
Gordon Model dgn memperhitungkan flotation cost:
Ke = D0 + g P0(1-F)
Ke:Biaya saham biasa baru P0: Harga jual saham
F: Flotation cost D0:Dividen saham pd t=0 g: Dividen growth
Cnth: Saham baru perusahaan terjual dgn harga 32.
Flotation cost adalah 15% dari harga jual. Dividen terakhir (D0) diperkirakan sebesar 2,4 dan dividen diharapkan bertumbuh secara konstan dgn tngkt pertumbuhan 6,5%.