• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI DIFERENSIAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI DIFERENSIAL"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

PENGGUNAAN

INFORMASI AKUNTANSI

DIFERENSIAL

(2)

Informasi Akuntansi Diferensial

Merupakan informasi yang dihubungan dengan pemilihan alternatif

Merupakan taksiran perbedaaan aktiva,

pendapatan dan biaya dalam alternatif tindakan tertentu dibanding dengan alternatif tindakan lain

Merupakan informasi akuntansi yang relevan

(3)

Biaya Diferensial sebagai bagian Informasi Akuntansi Diferensial

Biaya diferensial adalah satu informasi akuntansi diferensial yang relatif sulit pengukurannya.

Ada berbagai konsep biaya yang dikembangkan :

(4)

Nilai Waktu Uang Dalam Pengambilan Keputusan Jangka Panjang

Dalam pengambilan keputusan jangka panjang, nilai waktu uang memegang peranan penting

Nilai investasi pada tahun ke-n, dengan tingkat bunga sebesar I dihitung dengan rumus :

In = Io (1+i)n

In = Investasi pada tahun ke-n Io = Investasi pada tahun ke-0 i = Tingkat bunga

n = Jangka waktu

(5)

Rumus Perhitungan Nilai Tunai :

1

NT = AK x --- (1+i)n

NT = Nilai Tunai AK = Aliran Kas i = Tingkat Bunga n = Jangka waktu

(6)

Jenis Pengambilan Keputusan Jangka Pendek

1. Membeli atau membuat Sendiri

2. Menjual atau memproses lebih lanjut suatu produk

3. Menghentikan atau melanjutkan produksi produk tertentu

4. Menerima atau menolak pesanan khusus

(7)

Keputusan Membeli / Membuat Sendiri

Dibagi menjadi dua :

1. Sebelumnya memproduksi sendiri produknya, kemudian mempertimbangkan akan membeli produk tersebut dari pemasok luar.

2. Sebelumnya membeli produk tertentu dari pemasok luar, kemudian mempertimbangkan akan memproduksi sendiri produk tersebut.

(8)

Memproduksi sendiri  Membeli dari luar

Fasilitas yang dimiliki dihentikan pemakaiannya

Biaya diferensial : Biaya terhindarkan A Biaya diferensial : harga beli dari pemasok luar B Keputusan :

Jika A > B  Alternatif membeli dapat dipilih

Jika A < B  Alternatif membeli tidak dapat dipilih

(9)

2. Fasilitas yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk kegiatan bisnis lainnya

Biaya diferensial : biaya terhindarkan A

Pendapatan diferensial B

Biaya difernsial : harga beli C Keputusan :

Jika (A+B) > C  Alternatif membeli dapat dipilih

Jika (A+B) < C  Alternatif membeli tidak dapat dipilih

(10)

Membeli dari Luar  Membuat Sendiri

Tidak Dibutuhkan tambahan fasilitas produksi

Biaya diferensial : Harga beli yang dapat dihindari A Biaya diferensial : Biaya untuk membuat B Keputusan :

Jika A > B  alternatif membuat dapat dipilih

Jika A < B  alternatif membuat tidak dapat dipilih

(11)

Membeli dari Luar  Membuat Sendiri (lanjutan……)

Dibutuhkan tambahan fasilitas produksi

Biaya diferensial : Harga beli yang dapat dihindarkan A Biaya diferensial : Biaya untuk membuat B Aktiva diferensial : Investasi dalam fasilitas C Keputusan :

Jika selama umur ekonomis fasilitas produksi jumlah nilai tunai (A-B) > C  alternatif membuat sendiri dapat dipilih

(12)

Menjual / Memproduksi Lebih Lanjut Suatu Produk

Ada dua keputusan :

1. Tidak dibutuhkan tambahan fasilitas produksi

Pendapatan diferensial Rp. XXX

Biaya diferensial Rp. XXX

--- - A

Keputusan :

Jika A positif  pilih alternatif memproses lebih lanjut jika A negatif  pilih alternatif menjual langsung

(13)

Menjual / Memproduksi Lebih Lanjut Suatu Produk (lanjutan…)

Diperlukan Tambahan Fasilitas Produksi

Pendapatan diferensial Rp. XXX

Biaya diferensial Rp. XXX

--- - A

Aktiva diferensial B

Keputusan :

Jika jumlah nilai tunai A selama umur ekonomis fasilitas produksi lebih besar dari B  alternatif memproses lebih lanjut sebaiknya dipilih dan sebaliknya.

(14)

Menghentikan / Melanjutkan Suatu Lini Produk

Ada dua alternatif yang dihadapi :

1. Fasilitas Produksi yang lama dihentikan pemakaiannya

Biaya Diferensial : Biaya terhindarkan Rp. XXX Pendapatan Diferensial : Forgone revenue Rp. XXX

--- - A

Keputusan :

Jika A positif  Penghentian produksi produk dipilih

Jika A negatif  Penghentian produksi produk tidak dipilih

(15)

Menghentikan / Melanjutkan Suatu Lini Produk (lanjutan……..)

Fasilitas produksi yang lama dapat dimanfaatkan dalam kegiatan bisnis lainnya

Biaya diferensial :

* Biaya terhindarkan Rp. xxx

* Biaya kesempatan Rp. xxx

--- +

Jumlah biaya diferensial Rp. xxx

Pendapatan diferensial : Rp. xxx

--- - A Keputusan :

Jika A positif  Penghentian produksi produk dipilih

Jika A negatif  Penghentian produksi produk tidak dipilih

(16)

Menerima / Menolak Pesanan Khusus

Pesanan Khusus

Pesanan diluar pesanan regular untuk menutupi kapasitas menganggur

Syarat Terima Pesanan Khusu 1. Ada kapasitas Menganggur

2. Pasar dibedakan antara pesanan khusus dan pesanan regular

(17)

Pada Pesanan Khusus :

Hanya menambahkan biaya yang bersifat VARIABEL

Biaya yang bersifat TETAP tidak dibebankan, karena dianggap telah dibebankan pada

pesanan regular

(18)

CAPITAL BUDGETING (ANALISIS KEPUTUSAN

INVESTASI)

(19)

Analisis Keputusan Investasi

Dalam pengambilan keputusan investasi, opportunity cost memegang peranan yang penting. Opportunity cost merupakan pendapatan atau penghematan biaya yang dikorbankan sebagai akibat dipilihnya alternatif tertentu. Misalnya dalam penggantian mesin lama dengan mesin baru, harga jual mesin lama harus diperhitungkan dalam mempertimbangkan investasi pada mesin baru.

Dalam prinsip akuntansi yang lazim, biaya bunga modal sendiri tidak boleh diperhitungkan sebagai biaya. Dalam pengambilan keputusan investasi, biaya modal sendiri justru harus diperhitungkan.

Analisis biaya dalam keputusan investasi lebih dititikberatkan pada aliran kas, karena saat penelimaan kas dalam investasi memilki nilai waktu uang.

Satu rupiah yang diterima sekarang lebih berharga dibandingkan dengan satu rupiah yang diterima di masa yang akan datang. Oleh karena itu, meskipun untuk perhitungan laba perusahaan, biaya diperhitungkan berdasarkan asas akrual, namun dalam perhitungan pemilihan investasi yang memperhitungkan nilai waktu uang, biaya yang diperhitungkan adalah biaya tunai.

(20)

Analisis Keputusan Investasi

PAJAK PENGHASILAN

Karena keputusan investasi didasarkan pada aliran kas, maka pajak atas laba merupakan unsur informasi penting yang ikut dipertimbangkan dalam perhitungan aliran kas untuk pengambilan keputusan investasi. Jika suatau usulan investasi diperkirakan akan mengakibatkan penghematan biaya atau tanbahan pendapatan, maka disisi lain akan mengakibatkan timbulnya laba diferensial, yang akan menyebabkan tambahan pajak penghasilan yang akan dibayar oleh perusahaan. Oleh karena itu dalam memperhitungkan aliran kas keluar dari investasi, perlu diperhitungkan pula tambahan atau pengurangan pajak yang harus dibayar akibat adanya penghematan biaya atau penambahan pendapatan tersebut dan sebaliknya.

(21)

Capital Budgeting

( Penganggaran Modal )

Proses perencanaan, evaluasi dan pengambilan keputusan Investasi jangka panjang

Nilai yang besar

Jangka waktu yang lama

Harapan pada masa yang akan datang

(22)

Cash Flows

Initial cash flow

Nilai Perolehan aktiva tetap

Modal kerja

Operational Cash flow

Penerimaan kas operasional

Pengluaran kas operasional -

Kas masuk bersih

Terminal cash flow

Nilai residu

Modal Kerja

(23)

Contoh:Initial cash flows

Biaya Peridzinan = Rp 1.000

Harga beli aktiva = Rp 100.000

Biaya Instalasi = Rp 6.000

Biaya percobaan = Rp 3.000 +

Nilai perolehan = Rp 110.000

Modal kerja = Rp 50.000 +

Total initial cash flow = Rp 160.000

(24)

Contoh : Operational Cash

Laporan rugi/laba

flow

Cash flow

Penjualan Rp 100 Kas masuk Rp 100

Biaya Tunai Rp 50 Kas keluar Rp 50

Biaya Penyusutan Rp 30 ---

Laba sblm pajak Rp 20

pajak( 25 %) Rp 5 Kas keluar Rp 5

Laba bersih Rp 15 kas masuk bersih Rp 45

Kas masuk Bersih ( Net Cash Flow) =

Laba bersih + Penyusutan = 45

(25)

Metode Penilaian Investasi

Pay back method

Average return on investment

Present value

Discounted cash flow (Internal Rate of Return)

Modified Internal Rate of Return (MIRR)

Profitability Index (PI)

(26)

Pay back method

Dalam metode ini faktor yang menentukan penerimaan atau penolakan suatu usulan investasi adalah jangka waktu yang diperlukan untuk menutup kembali investasi. Oleh karena itu, dengan metode ini setiap usulan investasi dinilai berdasarkan apakah dalam jangka waktu tertentu yang diinginkan oleh manajemen , jumlah kas masuk atau penghematan tunai yang diperoleh dari investasi dapat menutup investasi yang direncanakan.

Investasi

Pay back period = --- Kas masuk bersih

(27)

Pay back method

Kelemahan pay back method:

Metode ini tidak memeperhitungkan nilai waktu uang.

Metode ini tidak memperlihatkan pendapatan selanjutnya setelah investasi pokok kembali.

Kebaikan pay back method:

Untuk investasi yang besar resikonya dan sulit diperkirakan, maka metode ini dapat mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk pengembalian investasi.

Metode ini dapat digunakan untuk menilai dua investasi yang mempunyai rate of return dan resiko yang sama, sehingga dapat dipilih investasi yang jangka waktu pengembaliannya paling cepat.

Metode ini merupakan alat yang paling sederhana untuk penilaian usulan investasi

(28)

Average return on investment

Metode ini sering disebut Financial statement method, karena dalam perhitungannya digunakan angka laba akuntansi

Rata-rata Laba sesudah pajak

Rata-rata kembalian investasi = --- Rata-rata investasi

Kriteria pemilihan investasi dengan metode ini adalah: Suatu investasi akan diterima jika tarif kembalian investasinya dapat memenuhi batasan yang telah ditetapkan oleh manajemen.

Kelemahan metode rata-rata kembalian investasi:

Belum memperhitungkan nilai waktu uang.

Menitik beratkan maslah akuntansi, sehingga kurang memperhatikan data aliran kas dari investasi

Merupakan pendekatan jangka pendek.

(29)

Present value

Teknik net present value (NPV) merupakan teknik yang didasarkan pada arus kas yang didiskontokan. Ini merupakan ukuran dari laba dalam bentuk rupiah yang diperoleh dari suatu investasi dalam bentuk nilai sekarang. NPV dari suatu proyek ditentukan dengan menhitung nilai sekarang dari arus kas yang diperoleh dari operasi dengan menggunakan tingkat keuntungan yang dikehendaki dan kemudian menguranginya dengan pengeluaran kas neto awal.

NPV = present value dari arus kas operasi – pengeluaran kas neto awal At Io = nilai investasi atau outlays

NPV = -Io + ∑ --- At = aliran kas neto pada periode t ( 1 + r ) t r = diacount rate

t = umur proyek.

Jikalau NPV dari suatu proyek positif, hal ini berarti bahwa proyek tersebut diharapkan akan menaikkan nilai perusahaan sebesar jumlah positif dari NPV yang dihitung dari investasi tersebut dan juga bahwa investasi tersebut diharpkan akan menghasilkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi daripada tingkat keuntungan yang dikehendaki.

(30)

Discounted cash flow (Internal Rate of Return)

Pada dasarnya metode ini sama dengan metode present value, perbedaanya adalah dalam present value tarif kembalian sudah ditentukan lebih dahulu, sedangkan dalam discounted cash flow justru tarif kembalian yang dihitung sebagi dasar untuk menerima atau menolak suatu usulan investasi. Penentuan tarif kembalian dilakukan dengan metode trial and error, dengan cara sbb;

Mencari nilai tunai aliran kas masuk bersih pada tarif

kembalian yang dipilih secara sembarang di atas atau dibawah tarif kembalian investasi yang diharapkan.

Mengiterpolasikan kedua tarif kembalian tersebut untuk mendapatkan tarif kembalian sesungguhnya.

(31)

Modified Internal Rate of Return (MIRR)

MIRR adalah suatu tingkat diskonto yang menyebabkan persent value biaya sama dengan present value nilai terminal,dimana nilai terminal adalah future value dari kas masuk yang digandakan dengan biaya modal.

Nilai terminal  CIFt (1 + k ) n-t

PV Biaya = --- = --- (1 + MIRR )n (1 + MIRR )n

dimana:

CIF t : aliran kas masuk pada periode t

MIRR : modified IRR

n : usia proyek

k : biaya modal proyek/tingkat keuntungan diinginkan

Nilai terminal : future value dari aliran kas masuk yang digandakan dengan biaya modal/return diinginkan.

(32)

Profitability Index (PI)

PI adalah nilai tunai semua kas masuk yang diterima sesudah investasi awal dibagi dengan investasi awal.

Nilai tunai penerimaan sesudah investasi awal PI = ---

Investasi awal

Bila ada beberapa alternatif proyek, manajemen sebaiknya memilih proyek yang memiliki PI lebih besar dari satu dan yang paling tinggi.

(33)

Biaya Modal

(Cost of Capital)

(34)

Definisi

Modal ( Capital ): dana yg digunakan untuk membiayai pengadaan asset dan operasional suatu perusahaan

Modal dapat dilihat di neraca sisi kanan:

hutang, saham biasa, saham preferen dan laba ditahan

(35)

Definisi

Cost of Capital - The return the firm’s

investors could expect to earn if they invested in securities with comparable degrees of risk.

Return yang dapat diharapkan oleh investor suatu perusahaan apabila mereka berinvestasi pada sekuritas-sekuritas yang mempunyai

tingkat risiko yang sebanding.

(36)

Contoh: Daimler-Benz berencana untuk membuat Mercedes ML 320 SUV dan

membuat pabrik di Alabama. Mereka harus menghitung total investasi dan biaya dari

modal yg diperlukan. Ternyata setelah dihitung tingkat return yang diharapkan melebihi

dari biaya modal. Akhirnya Daimler-Benz memutuskan untuk membangun pabrik

tersebut.

(37)

Definisi

Perhitungan biaya modal sangat penting karena:

1. Maksimalisasi nilai perusahaan mengharuskan biaya2 (termasuk biaya modal) diminimumkan

2. Keputusan penganggaran modal ( capital

budgeting) memerlukan estimasi biaya modal

3. Keputusan2 penting lain seperti leasing dan modal kerja juga memerlukan estimasi biaya modal

(38)

Weighted Average Cost of Capital (WACC)

Untuk menghitung biaya modal kita menggunakan WACC

WACC adalah rata-rata tertimbang dari seluruh komponen modal

Komponen modal yg sering dipakai adalah: saham biasa, saham preferen, utang, laba ditahan

Seluruh komponen modal ( capital components) mempunyai satu kesamaan, yaitu investor yang menyediakan dana berharap untuk mendapatkan return dari investasi mereka.

(39)

WACC

WACC = wd.kd (1-T)+wps.kps+ws.( ks)+we. (ke)

kd = biaya hutang

kps = biaya saham preferen ks = biaya laba ditahan

ke = biaya saham biasa baru T = pajak

(40)

WACC

Three Steps to Calculating Cost of Capital 1. Calculate the value of each security as a

proportion of the firm’s market value.

2. Determine the required rate of return on each security.

3. Calculate a weighted average of these required returns.

(41)

WACC

Example - Executive Fruit has

issued debt, preferred stock and common stock. The market

value of these securities are

$4mil, $2mil, and $6mil, respectively. The required

returns are 6%, 12%, and 18%, respectively.

Q: Determine the WACC for Executive Fruit, Inc.

(42)

WACC

Example - continued Step 1

Firm Value = 4 + 2 + 6 = $12 mil Step 2

Required returns are given Step 3

[ ] ( ) ( )

WACC = x(1-.35).06 + x.12 + x.18

=.123 or 12.3%

4 12

2 12

6 12

(43)

Biaya Hutang (cost of debt)

Biaya hutang = Kd atau yield to maturity Yaitu: tingkat keuntungan yg dinikmati oleh pemegang/pembeli obligasi

Dalam perhitungan WACC, kita memakai:

Biaya hutang setelah pajak = Kd (1-T)

Cnth: Kd=10%, Pajak=15%, Berapa biaya hutang setelah pajak?

10%(1-15%) = 8.5%

(44)

Biaya Hutang

Notes: Penggunaan hutang sebagai modal, menurunkan penghasilan yg dikenai pajak karena bunga yg harus dibayar. Karena itu penggunaan hutang dapat

mengurangi pajak yang dibayar (tax deductible) Cnth lain: PT Aksara menerbitkan obligasi yg

membayar bunga 10% nilai nominal 1.000. Jatuh tempo dalam 5thn. Obligasi terjual seharga 1.000.

Berapa biaya hutang? (Kd)

1.000=100(PVIFAKd, 5) +1000(PVIFKd,5) Kd = 10%

(45)

Biaya Saham Preferen(Kp)

Biaya saham preferen = tingkat keuntungan yg dinikmati pembeli saham preferen (Kp)

Kp= Dp Pn

Dp=dividen saham preferen tahunan

Pn=harga saham preferen bersih yg diterima perusahaan penerbit (setelah dikurangi biaya peluncuran saham atau flotation cost)

Dividen saham preferen tidak tax deductible, perusahaan menanggung semua beban biaya. Tidak ada

penyesuaian/penghematan pajak seperti biaya hutang.

(46)

Cnth: PT Aksara menjual saham preferen yg memberikan dividen Rp 10 per tahun. Harga saham Rp 100 dgn flotation cost 2,5 per

lembar saham.

Kp= Dp/Pn = 10 / 97,5 = 10,26%

(47)

Biaya Laba Ditahan, ks

Perusahaan dapat memperoleh modal sendiri melalui dua cara:

Menahan sebagian laba (retained earnings)

Menerbitkan saham biasa baru

Apabila perusahaan menahan sebagian labanya untuk modal, apakah ada biayanya? Ya, opportunity cost. Laba dapat

dibagikan berupa dividen dan investors dapat

menginvestasikan uang itu dgn membeli saham, obligasi, real estate, dll

Oleh karena itu, perusahaan harus dapat memberikan

keuntungan paling tidak sama dengan keuntungan yang dapat diperoleh oleh pemegang saham pada alternatif investasi yg memiliki risiko yg sama dengan risiko perusahaan. (ks)

(48)

Tiga Cara Menaksir k

s

1. Pendekatan CAPM

2. Pendekatan Discounted Cash Flow (DCF)

3. Pendekatan Bond-Yield-Plus-Risk Premium

(49)

1. Pendekatan CAPM

KS = KRF + (KM-KRF)bi

Ks = tingkat keuntungan yg disyaratkan pada saham perusahaan i.

Krf = risk free rate/ bunga bebas risiko Km = tingkat keuntungan portfolio pasar bi = beta saham perusahaan I

(50)

2. Discounted Cash Flow (DCF) model

Jika Dividen bertumbuh konstan, gunakan Gordon model:

P0 = D0(1+g)/Ks-g

H H H

ks

P Div

ks Div ks

P Div

) 1

... ( )

1 ( )

1

( 2

2 1

1

0

(51)

3. Pendekatan Bond-Yield-Plus-Risk Premium

Ks = tingkat keuntungan obligasi perusahaan + premi resiko

Membeli saham biasa pada umumnya lebih berisiko daripada membeli obligasi yg memberikan

penghasilan tetap dan relatif pasti. Oleh karena itu, investor yang membeli saham biasa mengharapkan suatu premi risiko diatas tingkat keuntungan obligasi.

Premi risiko besarnya tergantung pada kondisi perusahaan dan kondisi perekonomian.

(52)

Contoh: YTM suatu obligasi adalah 12% dan premi risiko untuk saham biasa perusahaan tersebut adalah 5%. Maka:

Ks = 12% + 5% = 17%

(53)

Dari ketiga pendekatan, mana yang kita

gunakan? Semuanya dapat digunakan. Apabila dari ketiga pendekatan itu hasilnya berbeda-

beda, kita dapat merata-rata ketiga hasil itu.

(54)

Biaya Saham Biasa Baru k

e

Apabila saham biasa baru diterbitkan, berapa tingkat pengembalian (rate of return) yg harus perusahaan peroleh untuk menarik pemegang saham baru? Ke, tapi perusahaan harus memperoleh pendapatan lebih dari Ks karena adanya flotation cost, biaya untuk

menerbitkan saham

(55)

Biaya Saham Biasa Baru(K

e

)

Hanya sebagian kecil perusahaan yg sudah matang (mature) mengeluarkan saham biasa baru karena:

Biaya flotation yg tinggi

Investor menanggapi penerbitan saham biasa baru sebagai sinyal negatif

Biasanya manager perusahaan melakukan ini karena mereka berpikiran bahwa harga saham skrg lebih tinggi daripada nilai sesungguhnya

Supply saham naik, harga saham turun

Flotation cost akan mengurangi penerimaan perusahaan dari penjualan saham. Biaya ini terdiri dari: biaya mencetak saham, komisi untuk phak penjamin emisi saham, penawaran saham, dll.

(56)

Biaya Saham Biasa Baru(K

e

)

Gordon Model dgn memperhitungkan flotation cost:

Ke = D0 + g P0(1-F)

Ke:Biaya saham biasa baru P0: Harga jual saham

F: Flotation cost D0:Dividen saham pd t=0 g: Dividen growth

(57)

Cnth: Saham baru perusahaan terjual dgn harga 32.

Flotation cost adalah 15% dari harga jual. Dividen terakhir (D0) diperkirakan sebesar 2,4 dan dividen diharapkan bertumbuh secara konstan dgn tngkt pertumbuhan 6,5%.

Referensi

Dokumen terkait

Gagasan Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk mewujudkan ajaran Islam yang begitu sempurna itu tidak terhenti hanya pada tataran nilai, tataran teologis dogmatis,

mewajibkanya yakni setara atau lebih dari 85 gram emas maka harta yang wajib dikeluarkan hanya 2,5 % saja. Misalnya: seseorang memiliki harta sebanyak Rp. Para fuqoha

Berdasarkan hasil uji statistik chi- square didapatkan nilai p value = 0,842 lebih besar dari nilai α=0,05 sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara riwayat

Sistem terdiri atas sensor tegangan, sensor arus, rangkaian pengondisi sinyal, mikrokontroler dalam papan Arduino Due, dan program penampil ( Graphical User Interface -

The case companies realized and maintained positive network effects, which are crucial for multi-sided markets, engaged crowds, who in the domain of deliveries were the

Indeks Keseragaman Jamur Endofit Akar Kangkung Darat (Sumber: hasil penelitian) Berdasarkan histogram pada Gambar 4, penerapan budidaya kang-kung darat dengan sistem

Persamaan Unsur-unsur garis pada ke 3 Rumah Adat ini adalah pada susunan lantainya yang memanjang mempunyai arti luas dan lebar, di karenakan pada Rumah Adat

Isolat ini juga mampu menurunkan pH media dari 5,8 menjadi 3,79 selama waktu inkubasi 48 jam dan memiliki aktivitas antimikroba yang ditunjukkan dengan