• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB X FILUM ANNELIDA (KELAS POLYCHAETA)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB X FILUM ANNELIDA (KELAS POLYCHAETA)"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

BAB X

FILUM ANNELIDA (KELAS POLYCHAETA)

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

Setelah mengikuti bab ini mahasiswa diharapkan:

1. Mampu menjelaskan morfologi dan anatomi, klasifikasi kelas Polychaeta 2. Mampu menjelaskan sistem pencernaan kelas Polychaeta

3. Mampu menjelaskan sistem pernafasan dan sirkulasi kelas Polychaeta 4. Mampu menjelaskan sistem syaraf kelas Polychaeta

5. Mampu menjelaskan sistem reproduksi (sikius hidup) kelas Polychaeta 6. Mampu menjelaskan system ekskresi kelas Polychaeta

Subpokok Bahasan 1. Morfologi, Anatomi dan Kiasifikasi kelas Polychaeta

Polychaeta mempunyai anggota sekitar 6.000 spesies. Nama lain Polychaeta adalah Lug worm (cacing bor), Clam worm (cacing kerang), Bristle worm (cacing rambut/bulu) dan Sea mouse (tikus laut). Umumnya hidup di laut, beberapa hidup di air tawar atau payau. Polychaeta ini melimpah di zona intertidal (16.405 kakil 5.000 m).

Hidupnya melekat di laut, mengapung dekat permukaan, di lubang atau terowongan di pasir atau Lumpur. Ukuran tubuhnya sekitar 2 mm — 10 meter ada yang mencapai 70 cm — 1 meter yaitu Nereis sp dan Eunice sp. Warna pada umumya cemerlang atau mencolok yang warnanya sangat dipengaruhi adanya sel pigmen Chromatophore. Sel pigmen ini sel-selnya memiliki banyak cabang mengandung granula-granula pigmen yang berasosiasi dengan integumen.

Tubuhnya pada, umumnya bersegmen. Kelas ini secara umum memiliki banyak setae (chaetae) pada tiap segmen sehingga disebut Polychaeta. Pada bagian anterior (kepala) terdapat prostomium dengan organ perasa alat sensor (sepasang paips), antennae, sepasang mata atau lebih dan mulut pada bagian ventral. Antennae dan mata terdapat pada bagian dorsal dan palps muncul dan sisi ventral prostornium.

Peristomium yang merupakan segmen pertama terdapat tentakel cirri yang merupakan derivate dan bagian notopodium paropodia.

(2)

Pada tiap segmen mempunyai struktur yang disebut parapodia (alat gerak).

Gambar 10.1. A. Morfologi bagian dorsal

Parapodia ini jumlahnya sepasang yang tumbuh ke arah luar lateral dan mengandung setae. Tiap parapodia mempunyai dua

bagian atas (dorsal) yang disebut notopodium (noto : terdapat pada bagian sisi dorsal) dan bagian lebih bawah disebut neuro

kedua lobus atau bagian terse

ditopang secara kuat oleh aciculae (jamak : aciculae) dan bentuknya kecil ramping Pada Notopodium biasanya mempunyai sebuah ja

pada neuropodium yang tumbuh dan bagian ventral. Struktur tersebut disebut Cirri dan berfungsi sebagai sensor primer. Pada bagian Notopodium dan Neuropodium juga terdapat bagian yang terspesialisasi sebagai insang (Gill), b

pembuluh darah.

Pada tiap segmen mempunyai struktur yang disebut parapodia (alat gerak).

Gambar 10.1. A. Morfologi bagian dorsal Nereis sp., B dan C. Bagian kepala dan

jumlahnya sepasang yang tumbuh ke arah luar lateral dan mengandung setae. Tiap parapodia mempunyai dua bagian utama yaitu satu pa bagian atas (dorsal) yang disebut notopodium (noto : terdapat pada bagian sisi dorsal) dan bagian lebih bawah disebut neuropodium (neuro terdapat pada sisi ventral). Pa kedua lobus atau bagian tersebut mempunyai setae yang secara khusus diperkuat dan

oleh aciculae (jamak : aciculae) dan bentuknya kecil ramping um biasanya mempunyai sebuah jari dorsal yang tumbuh keluar dan pada neuropodium yang tumbuh dan bagian ventral. Struktur tersebut disebut Cirri dan berfungsi sebagai sensor primer. Pada bagian Notopodium dan Neuropodium juga terdapat bagian yang terspesialisasi sebagai insang (Gill), biasanya mengandung

Pada tiap segmen mempunyai struktur yang disebut parapodia (alat gerak).

., B dan C. Bagian kepala dan lateral

jumlahnya sepasang yang tumbuh ke arah luar lateral dan bagian utama yaitu satu pada bagian atas (dorsal) yang disebut notopodium (noto : terdapat pada bagian sisi dorsal) podium (neuro terdapat pada sisi ventral). Pada ut mempunyai setae yang secara khusus diperkuat dan oleh aciculae (jamak : aciculae) dan bentuknya kecil ramping dorsal yang tumbuh keluar dan pada neuropodium yang tumbuh dan bagian ventral. Struktur tersebut disebut Cirri dan berfungsi sebagai sensor primer. Pada bagian Notopodium dan Neuropodium juga iasanya mengandung

(3)

Menurut Pechenik (1991), Polychaeta dibagi menjadi dua subkelas, yaitu:

a. Subkelas Errantia

Kelas ini anggotanya merupakan Polychaeta yang aktif, dimana aktifitas bergerak dengan pelan atau berjalan, berenang dan hidup di

Menurut Pechenik (1991), Polychaeta dibagi menjadi dua subkelas, yaitu:

i anggotanya merupakan Polychaeta yang aktif, dimana aktifitas bergerak dengan pelan atau berjalan, berenang dan hidup di bawah bebatuan. Contohnya i anggotanya merupakan Polychaeta yang aktif, dimana aktifitas bergerak bawah bebatuan. Contohnya

(4)

cacing karang dan Nereis. Parapodia sebagai dayung atau tuas untuk depan. Parapodia bergerak menggelom

pada bagian parapodia sangat penting sebagai elemen yang membuat Iebih k mencegah kerusakan jaringan parapodia yang tipis.

kepala berkembang sangat baik, dimana mempunyai mata, tentakel, organ tentakel sensori dan organ khusus (nuchal organ) untuk mendeteksi bahan kimia.

b. Subkelas Sedentara.

Kelas ini anggotanya merupakan Polychaeta tipe pembuat lubang ( sedimen atau materi keras sebagai pipa

atau tabung dibangun dan Iimbah organik, kalsiu polisakarida dan pasir kulit kerang yang te

dan Polychaeta. Terowongan atau

spiral atau huruf U. Parapodia mengalami reduksi, modifikasi atau tidak ada. Pada Sedentaria mempunyai modifikasi paling

kebiasaan makan secara khusus.

cacing karang dan Nereis. Parapodia sebagai dayung atau tuas untuk bergerak ke depan. Parapodia bergerak menggelombang untuk berjalan dan berenang. Accicula pada bagian parapodia sangat penting sebagai elemen yang membuat Iebih k mencegah kerusakan jaringan parapodia yang tipis. Pada bagian prostomium atau kepala berkembang sangat baik, dimana mempunyai mata, tentakel, organ tentakel sensori dan organ khusus (nuchal organ) untuk mendeteksi bahan kimia.

i anggotanya merupakan Polychaeta tipe pembuat lubang (

i keras sebagai pipa atau lubang pelindung tempat hidupnya. Pipa atau tabung dibangun dan Iimbah organik, kalsium karbonat, komplek protein

t kerang yang terikat secara bersama-sama dengan mucus dan Polychaeta. Terowongan atau liang ini berbentuk lurus, bercabang, berbentuk spiral atau huruf U. Parapodia mengalami reduksi, modifikasi atau tidak ada. Pada Sedentaria mempunyai modifikasi paling baik pada bagian kepala sesuai dengan

secara khusus.

ergerak ke ang untuk berjalan dan berenang. Accicula pada bagian parapodia sangat penting sebagai elemen yang membuat Iebih kaku, Pada bagian prostomium atau kepala berkembang sangat baik, dimana mempunyai mata, tentakel, organ tentakel

i anggotanya merupakan Polychaeta tipe pembuat lubang (liang) di dung tempat hidupnya. Pipa karbonat, komplek protein — sama dengan mucus i berbentuk lurus, bercabang, berbentuk spiral atau huruf U. Parapodia mengalami reduksi, modifikasi atau tidak ada. Pada baik pada bagian kepala sesuai dengan

(5)

Subpokok Bahasan 2. Sistem Pencernaan

Pada polychaeta mempunyai saluran pencernaan berupa tabung lu urutan mulut, pharynk, esophagus, perut dan saluran

mempunyai pharink yang menonjol yang dilengkapi dengan rahang (jaw) atau gigi yang keras atau keduanya, rnernpunyai glandula yang mensekresikan bisa untuk melumpuhkan mangsanya. Pada saluran pencernaannya juga mempunyai enzim pencernaan yang membantu propes pencernaan makanan yang diproduksi oleh glandula saluran usus.

Subpokok Bahasan 3. Sistem Pernafasan dan Sirkulasi

Sistem pernafasan Polychaeta tidak mempunyai struktur yang nyata. Pada umumnya permukaan tubuh

anggota dari kelas ini mempunyai insang yang jelas. Beberapa insang tersebut terdapat pada bagian notopodium atau neuropodium yang dilengkapi dengan aliran darah, yang lain berasal dan dinding tubuh bagia

merupakan bagian dan notopodium juga. Tipe insang

sederhana atau bercabang-cabang seperti sisir, seperti bulu atau seperti pola semak semak.

Sirkulasi air melalui respirasi permukaan tubuh dihubungk

silia epidermal. Pergerakan menggelombang tubuh atau gerakan da merupakan hal yang penting dalam proses respirasi kelas

Subpokok Bahasan 2. Sistem Pencernaan

Pada polychaeta mempunyai saluran pencernaan berupa tabung luru

urutan mulut, pharynk, esophagus, perut dan saluran usus. Pada beberapa kelompok nk yang menonjol yang dilengkapi dengan rahang (jaw) atau gigi yang keras atau keduanya, rnernpunyai glandula yang mensekresikan bisa untuk angsanya. Pada saluran pencernaannya juga mempunyai enzim ncernaan yang membantu propes pencernaan makanan yang diproduksi oleh

Subpokok Bahasan 3. Sistem Pernafasan dan Sirkulasi

afasan Polychaeta tidak mempunyai struktur yang nyata. Pada umumnya permukaan tubuh mempunyai fungsi sebagai pertukaran gas, tetapi ada i mempunyai insang yang jelas. Beberapa insang tersebut terdapat pada bagian notopodium atau neuropodium yang dilengkapi dengan aliran darah, yang lain berasal dan dinding tubuh bagian dorsal dan pada dasarnya merupakan bagian dan notopodium juga. Tipe insang ini mempunyai filament

cabang seperti sisir, seperti bulu atau seperti pola semak

Sirkulasi air melalui respirasi permukaan tubuh dihubungkan dengan aktivitas silia epidermal. Pergerakan menggelombang tubuh atau gerakan da

merupakan hal yang penting dalam proses respirasi kelas ini. Pada Polychaeta yang rus dengan sus. Pada beberapa kelompok nk yang menonjol yang dilengkapi dengan rahang (jaw) atau gigi yang keras atau keduanya, rnernpunyai glandula yang mensekresikan bisa untuk angsanya. Pada saluran pencernaannya juga mempunyai enzim ncernaan yang membantu propes pencernaan makanan yang diproduksi oleh

afasan Polychaeta tidak mempunyai struktur yang nyata. Pada i sebagai pertukaran gas, tetapi ada i mempunyai insang yang jelas. Beberapa insang tersebut terdapat pada bagian notopodium atau neuropodium yang dilengkapi dengan aliran n dorsal dan pada dasarnya i mempunyai filament-filamen cabang seperti sisir, seperti bulu atau seperti pola semak-

an dengan aktivitas silia epidermal. Pergerakan menggelombang tubuh atau gerakan dari insang Polychaeta yang

(6)

hidup di liang-liang atau di bawah permukaan pasir atau lumpur, gerakan pe

tubuh dan gerakan parapodia akan menciptakan arus atau aliran respirasi. Pada beberapa Polychaeta yang hidup lubang

struktur bercabang-cabang dari bagian kepala. Fungsi utama dari struktur untuk menangkap partikel-partikel makanan yang kecil dan

sistem respirasi yang efektif

Sistem sirkulasi pada Polychaeta berupa jaringan

dengan pembuluh-pembuluh dorsal yang kecil diantara pembuluh

yang besar. Pada umumnya terdapat dua pembuluh darah yang memanjang yang mencolok melalui sepanjang tubuhnya. Satu diantaranya adalah pembuluh darah dorsal yang terdapat di atas saluran usus, dan satunya adalah pembuluh darah ventral di bawah saluran usus. Pembuluh d

anterior secara langsung.

Cabang-cabang pernb

mengalir ke arah pembuluh darah ventral, yang membawa darah utama ke daerah posterior secara Iangsung.

ang atau di bawah permukaan pasir atau lumpur, gerakan pe

tubuh dan gerakan parapodia akan menciptakan arus atau aliran respirasi. Pada beberapa Polychaeta yang hidup lubang-lubang mempunyai filamen-filamen atau

cabang dari bagian kepala. Fungsi utama dari struktur

partikel makanan yang kecil dan juga berfungsi sebagai

Sistem sirkulasi pada Polychaeta berupa jaringan-janngan pembuluh kapiler pembuluh dorsal yang kecil diantara pembuluh-pembuluh darah umumnya terdapat dua pembuluh darah yang memanjang yang mencolok melalui sepanjang tubuhnya. Satu diantaranya adalah pembuluh darah dorsal yang terdapat di atas saluran usus, dan satunya adalah pembuluh darah ventral di bawah saluran usus. Pembuluh darah dorsal membawa darah ke arah bagian

cabang pernbuluh darah secara Iangsung atau tidak langsung mengalir ke arah pembuluh darah ventral, yang membawa darah utama ke daerah ang atau di bawah permukaan pasir atau lumpur, gerakan peristaltik tubuh dan gerakan parapodia akan menciptakan arus atau aliran respirasi. Pada filamen atau cabang dari bagian kepala. Fungsi utama dari struktur ini adalah gsi sebagai

janngan pembuluh kapiler pembuluh darah umumnya terdapat dua pembuluh darah yang memanjang yang mencolok melalui sepanjang tubuhnya. Satu diantaranya adalah pembuluh darah dorsal yang terdapat di atas saluran usus, dan satunya adalah pembuluh darah ventral arah dorsal membawa darah ke arah bagian

luh darah secara Iangsung atau tidak langsung mengalir ke arah pembuluh darah ventral, yang membawa darah utama ke daerah

(7)

Gambar 10.6. Sistem sirkulasi pa

A. Nereis dan B. Arenicola, Saluran usus path bagian anterior tubuh di arahkan ke bagian samping kin dan bagian posteriornya di abaikan.

Pernbul th darah mengelilingi bagian

mixonephridia pada sisi sebelah kanan tubuh dan pada sisi bagia kin diabaikan. Otot memanjang (longitudinal muscle) dan otot yang menyamping juga ditunjukan.

Subpokok Bahasan 4, Sistem Syaraf Otak polychaeta terdiri dan 2 lobi yang dorsal. Otak ini mengkoordinasikan siste

dan organ nuchal yang merupakan organ perasa. Sepasang jaringan saraf di daerah pharink (circumpharyngeal) atau di daerah esophagus (c

bagian anterior saluran usus dan menghubungkan otak dengan tali saraf ventral.

Kontraksi otot pada polychaeta melibatkan aktifitas neuron yang komplek sekali.

Pertahanan yang penting bagi Polychaeta secara umum terhadap banyak

adalah kemampuannya untuk bergerak secara cepat. Kecepatan gerak reflek juga berkembang dengan baik pa

makanannya. Kemampuan bergerak dengan cepat mi berkaitan dengan exon yang besar pada tali saraf ventralnya.

Sistem sirkulasi pada 2 polychaeta yang dilihat dan arah sisi dorsal.

A. Nereis dan B. Arenicola, Saluran usus path bagian anterior tubuh di arahkan ke bagian samping kin dan bagian posteriornya di abaikan.

Pernbul th darah mengelilingi bagian perut (stomach). Enam mixonephridia pada sisi sebelah kanan tubuh dan pada sisi bagia kin diabaikan. Otot memanjang (longitudinal muscle) dan otot yang menyamping juga ditunjukan.

Sistem Syaraf

Otak polychaeta terdiri dan 2 lobi yang terletak pada daerah prostomium bagian i mengkoordinasikan sistem saraf pada bagian palpus, antenna, mata dan organ nuchal yang merupakan organ perasa. Sepasang jaringan saraf di daerah ) atau di daerah esophagus (circumesophageal) mengelilingi bagian anterior saluran usus dan menghubungkan otak dengan tali saraf ventral.

Kontraksi otot pada polychaeta melibatkan aktifitas neuron yang komplek sekali.

Pertahanan yang penting bagi Polychaeta secara umum terhadap banyak

adalah kemampuannya untuk bergerak secara cepat. Kecepatan gerak reflek juga berkembang dengan baik pada polychaeta yang hidup di lubang untuk menangkap makanannya. Kemampuan bergerak dengan cepat mi berkaitan dengan exon yang

af ventralnya.

2 polychaeta yang dilihat dan arah sisi dorsal.

A. Nereis dan B. Arenicola, Saluran usus path bagian anterior tubuh di arahkan ke bagian samping kin dan bagian posteriornya di abaikan.

perut (stomach). Enam mixonephridia pada sisi sebelah kanan tubuh dan pada sisi bagia kin diabaikan. Otot memanjang (longitudinal muscle) dan otot yang

terletak pada daerah prostomium bagian raf pada bagian palpus, antenna, mata dan organ nuchal yang merupakan organ perasa. Sepasang jaringan saraf di daerah ircumesophageal) mengelilingi bagian anterior saluran usus dan menghubungkan otak dengan tali saraf ventral.

Kontraksi otot pada polychaeta melibatkan aktifitas neuron yang komplek sekali.

Pertahanan yang penting bagi Polychaeta secara umum terhadap banyak predator adalah kemampuannya untuk bergerak secara cepat. Kecepatan gerak reflek juga polychaeta yang hidup di lubang untuk menangkap makanannya. Kemampuan bergerak dengan cepat mi berkaitan dengan exon yang

(8)

Pada polychaeta juga mempunyai organ perasa yang dikoordinasikan oleh system

saraf yaitu : a. Mata

Mata pada Polychaeta Errantia berkembang paling baik yang terdapat pa permukaan prostomium dengan jumla

retina mernpunyai bentuk yang bervariasi tersusun atas sel

(photoreccpior cell), pigmen dan sel pendukung. Mata pada polychaeta berfungsi untuk mendeteksi cahaya dan sumber cahaya.

Gambar 10.8. A. mata sederhana

C. Kepala dan mata yang menonjol pada Vanadisformosa yang hidup di dasar laut. D. Penampang melintang mata pada Vanadisformosa

b. Organ Nuchal

Merupakan sepasang lubang atau celah mengandung silia sensor kim terdapat pada bagian kepala. Organ perasa

juga mempunyai organ perasa yang dikoordinasikan oleh

Mata pada Polychaeta Errantia berkembang paling baik yang terdapat pa permukaan prostomium dengan jumlah dua, tiga atau empat pasang. Pada

retina mernpunyai bentuk yang bervariasi tersusun atas sel-sel reseptor cahaya oreccpior cell), pigmen dan sel pendukung. Mata pada polychaeta berfungsi untuk mendeteksi cahaya dan sumber cahaya.

Gambar 10.8. A. mata sederhana path Mesochaetopterus sp. B. Mata path Nereis sp.

C. Kepala dan mata yang menonjol pada Vanadisformosa yang hidup di dasar laut. D. Penampang melintang mata pada Vanadisformosa

Merupakan sepasang lubang atau celah mengandung silia sensor kim terdapat pada bagian kepala. Organ perasa ini berfungsi untuk mendeteksi makanan.

juga mempunyai organ perasa yang dikoordinasikan oleh

Mata pada Polychaeta Errantia berkembang paling baik yang terdapat pada dua, tiga atau empat pasang. Pada bagian sel reseptor cahaya oreccpior cell), pigmen dan sel pendukung. Mata pada polychaeta berfungsi untuk

path Mesochaetopterus sp. B. Mata path Nereis sp.

C. Kepala dan mata yang menonjol pada Vanadisformosa yang hidup di dasar laut. D. Penampang melintang mata pada Vanadisformosa

Merupakan sepasang lubang atau celah mengandung silia sensor kimia yang erfungsi untuk mendeteksi makanan.

(9)

b. Statocyst

Organ ini terdapat pada polychaeta yang menetap di dalam lubang atau Contohnya pada Arenicola terdapat pada bagian kepala berupa lubang terbuka k dipermukaan tubuh bagian lateral.

Subpokok Bahasan 5. Sistem Reproduksi (Sikius hidup)

Sistem reproduksi pada Polychaeta meliputi reproduksi aseksual dan seksual.

Reproduksi aseksual terdapat pa

Reproduksi aseksual dengan tumbuh tunas dan bagian tubuh dalam dua bagian atau sejumlah fragmen.

i terdapat pada polychaeta yang menetap di dalam lubang atau Contohnya pada Arenicola terdapat pada bagian kepala berupa lubang terbuka k dipermukaan tubuh bagian lateral.

Subpokok Bahasan 5. Sistem Reproduksi (Sikius hidup)

Sistem reproduksi pada Polychaeta meliputi reproduksi aseksual dan seksual.

Reproduksi aseksual terdapat pada Cirratulids, Syllids, Sabellid dan spionid.

Reproduksi aseksual dengan tumbuh tunas dan bagian tubuh dalam dua bagian atau i terdapat pada polychaeta yang menetap di dalam lubang atau liang.

Contohnya pada Arenicola terdapat pada bagian kepala berupa lubang terbuka ke luar

Sistem reproduksi pada Polychaeta meliputi reproduksi aseksual dan seksual.

Cirratulids, Syllids, Sabellid dan spionid.

Reproduksi aseksual dengan tumbuh tunas dan bagian tubuh dalam dua bagian atau

(10)

Reproduksi seksual (diocious) terdapat pada sebagian besar Polychaeta. Pada banyak peristiwa fertilisasi telur oleh sper

terjadi pada malam hari saat bulan purnama. Pada sebagian Polychaeta meletakan telumya bebas di dalam laut. dan telur

Polychaeta meletakan telurnya di dalam lubang atau terowongan. Telur polychaeta mengandung sejumlah kuning telur.

Reproduksi seksual (diocious) terdapat pada sebagian besar Polychaeta. Pada banyak peristiwa fertilisasi telur oleh sperma terjadi di luar tubuh. Fertilisasi umu

saat bulan purnama. Pada sebagian Polychaeta meletakan telumya bebas di dalam laut. dan telur-telur menjadi planktonik. Pada

meletakan telurnya di dalam lubang atau terowongan. Telur polychaeta ng sejumlah kuning telur.

Reproduksi seksual (diocious) terdapat pada sebagian besar Polychaeta. Pada i umumnya saat bulan purnama. Pada sebagian Polychaeta meletakan beberapa meletakan telurnya di dalam lubang atau terowongan. Telur polychaeta

(11)

Gambar 10.11. Ovarium dan testes Polychaeta yang terletak path peritoneum.

A. Oogenesis terjadi setelah telur dilepas dan ovarium (ekstraovarian oogenesis). B

oogenesis)

Setelah terjadi perkembangan embrio (gastrulasi), emb pesat dan menjadi larva trochophore. Perkembangan terbesar da adalah sampai tahap terbentuk larva trochophore plaktonik dan larva plankton.

Gambar 10.11. Ovarium dan testes Polychaeta yang terletak path peritoneum.

A. Oogenesis terjadi setelah telur dilepas dan ovarium (ekstraovarian oogenesis). B-D Oogenesis terjadi di dalam ovarium (Intraovarian

Setelah terjadi perkembangan embrio (gastrulasi), embrio berkembang secara at dan menjadi larva trochophore. Perkembangan terbesar dari struktur larva adalah sampai tahap terbentuk larva trochophore plaktonik dan larva ini mema Gambar 10.11. Ovarium dan testes Polychaeta yang terletak path peritoneum.

A. Oogenesis terjadi setelah telur dilepas dan ovarium (ekstraovarian (Intraovarian

o berkembang secara struktur larva i memakan

(12)

Gambar 10,12. Tahapan perkembangan larva pada awal umur 15 jam.

umur 4 minggu.

di dasar laut (bentos).

umur 2 bulan (juvenile).

Subpokok Bahasan 6. Sistem Ekskresi

Organ ekskresi polychaeta adalah Neph

pasang tiap segmen. Bagian ujung anterior dan saluran nephridia (nephridia tubule) pada rongga coelom di tenah segmen dengan saluran nephridia terbuka keluar (nephridiapore). Kanal nephridia menembus septa pemisah segmen sampai segmen berikutnya, saluran ini menggulung dan kemudian terbuka keluar pada bagian neuropodium. Berdasarkan ben

Gambar 10,12. Tahapan perkembangan larva pada Glycera convolute. A.Trochophore awal umur 15 jam. B.Trochophore setelah 15 hari. C.Metatrochophore umur 4 minggu. D. Metatrochophore umur 7 minggu dan sudah hidup di dasar laut (bentos). E. Post larva umur 8 minggu. F. Cacing muda umur 2 bulan (juvenile).

Sistem Ekskresi

Organ ekskresi polychaeta adalah Nephridia yang umumnya terdapat satu pasang tiap segmen. Bagian ujung anterior dan saluran nephridia (nephridia tubule) pada rongga coelom di tenah segmen dengan saluran nephridia terbuka keluar (nephridiapore). Kanal nephridia menembus septa pemisah segmen sampai segmen enggulung dan kemudian terbuka keluar pada bagian neuropodium. Berdasarkan bentuknya, Polychaeta mempunyai dua macam sistem Trochophore Metatrochophore Metatrochophore umur 7 minggu dan sudah hidup Cacing muda

dia yang umumnya terdapat satu pasang tiap segmen. Bagian ujung anterior dan saluran nephridia (nephridia tubule) pada rongga coelom di tenah segmen dengan saluran nephridia terbuka keluar (nephridiapore). Kanal nephridia menembus septa pemisah segmen sampai segmen enggulung dan kemudian terbuka keluar pada bagian tuknya, Polychaeta mempunyai dua macam sistem

(13)

ekskresi yaitu Protonephridia atau Metanephridia. Polychaeta yang mempunyai sistem pembuluh darah tertutup (pada 9 familia dan semua larva) mempunyai sistem ekskresi Protonephndia. Anggota familia Polychaeta ya

Metanephridia. Sistem Metanephridia berupa tabung sekretori yang selalu terbuka ke bagian luar melalui nephridiaphore yang berakhir pada suatu rongga coelom.

ekskresi yaitu Protonephridia atau Metanephridia. Polychaeta yang mempunyai sistem pembuluh darah tertutup (pada 9 familia dan semua larva) mempunyai sistem ekskresi Protonephndia. Anggota familia Polychaeta yang lain (81 famili) mempunyai system Metanephridia. Sistem Metanephridia berupa tabung sekretori yang selalu terbuka ke bagian luar melalui nephridiaphore yang berakhir pada suatu rongga coelom.

ekskresi yaitu Protonephridia atau Metanephridia. Polychaeta yang mempunyai sistem pembuluh darah tertutup (pada 9 familia dan semua larva) mempunyai sistem ekskresi ng lain (81 famili) mempunyai system Metanephridia. Sistem Metanephridia berupa tabung sekretori yang selalu terbuka ke bagian luar melalui nephridiaphore yang berakhir pada suatu rongga coelom.

(14)

Penutup Tes Formatif

1. Sebut danjelaskan bagaimana taksonomi Polychaeta dalam subkelas menurut Pechenik (1991), berikan masing-masing 2 contoh spesiesnya.

Umpan Balik

Untuk menilai hasil kerja mahasiswa pada soal formatif tersebut, beberapa hal yang dapat dijadikan pedoman meliputi:

1. Mahasiswa harus mampu menyebutkan dua subkelas dan kelas Polychaeta, menyebutkan ciri morfologi yang membedakan dan kedua subkelas tersebut dan dapat memberi contoh spesies yang termasuk dalam kedua subkelas Polychaeta tersebut.

2. Hal-hal yang menjadi pokok dalam memberikan evaluasi adalah tingkatan penguasaan atau pemahaman mahasiswa mengenai materi yang telah diberikan terutama kelas Polychaeta.

Kunci Jawaban Tes Formatif

1. Taksonomi Polychaeta dalam subkelas menurut Pechenik (1991) actalah sebagal benkut:

a. Subkelas Errantia

Kelas ini anggotanya merupakan Polychaeta yang aktif, dimana aktivitas bergerak dengan pelan atau berjalan, berenang dan hidup di bawah bebatuan.

Parapodia sebagai dayung atau tuas untuk bergerak ke depan. Parapodia bergerak menggelombang untuk berjalan dan berenang. Accicula pada bagian parapodia sangat penting sebagai elemen yang membuat lebih kaku, mencegah kerusakan jaringan parapodia yang tipis. Pada bagian prostomium atau kepala berkembang sangat baik, dimana mempunyai mata, tentakel, organ tentakel sensori dan organ khusus (nuchal organ) untuk mendeteksi bahan kimia.

Contohnya: Trypanosyllis zebra, Harmothoe aculeate, dan Nereis sp.

b. Subkelas Sedentaria

Kelas ini anngotanya merupakan Polychaeta tipe pembuat lubang (liang) di sedimen atau materi keras sebagai pipa atau lubang pelindung tempat hidupnya.

Pipa atau tabung dibangun dan limbah organik, kalsium karbonat, komplek protein

(15)

— polisakarida dan pasir kulit kerang yang terikat secara bersama-sama dengan mukus dati Polychaeta.

Terowongan atau liang ini berbentuk lurus, bercabang, berbentuk spiral atau huruf U. Parapodia mengalami reduksi, modifikasi atau tidak ada. Pada Sedentaria mempunyai modifikasi paling baik pada bagian kepala sesuai dengan kebiasaan makan secara khusus.

Contohnya:. A. Amphirite sp. dan Diopatra cuprea

Daftar Referensi

1. Brusca, RC. and Brusca, G.J. Invertebrates. 1990. Sinauer Associated, Sundarland, Philadelphia

2. Hickman, C.P. and Robert, L.S. 1994. Animal Diversity. Wm.C. Brown, Dubuque, New York.

3. Kozioff, E.N. 1990. Invertebrate. Sounders Collage Publishing Philadelphia New York.

Senarai (Glossary)

Parapodia : Alat gerak (berjalan dan berenang) pada Polychaeta dengan jumlah

sepasang tiap segmen yang tumbuh ke arah lateral

Notopodium : Lobus yang merupakan bagian dari parapodia pada bagian sisi dorsal

Neuropodium : Lobus yang merupakan bagian dan parapodia pada bagian sisi ventral

Chromatophor : Sel pigmen memiliki banyak cabang mengandung granula- granula

pigmen yang berasosiasi dengan integument.

Trochophore : Stadium larva pada Polychaeta yang bersifat planktonik

Gambar

Gambar 10.1. A. Morfologi bagian dorsal
Gambar 10.6. Sistem sirkulasi pa
Gambar 10.8. A. mata sederhana
Gambar 10.11. Ovarium dan testes Polychaeta yang terletak path peritoneum.

Referensi

Dokumen terkait

Jawab: Tujuan perusahaan kami dalam program pemasarannya adalah untuk meningkatkan penjualan dari produk kami dengan penjualan tahun lalu.. Bagaimana anda (PT.

Model penemuan terbimbing dan model cooperative learning dapat memberikan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan model konvensional, sedangkan hasil

Pertama dan yang terpenting adalah Anda harus enjoy yang terpenting adalah Anda harus enjoy dengan apa yang sudah Anda pilih. dengan apa yang sudah Anda pilih

berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara yang lebih baik; sesungguhnya Tuhanmu Dia lah jua yang lebih mengetahui akan orang yang sesat dari jalanNya, dan Dia

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, sebab pendekatan kualitatif lebih relevan digunakan dalam penelitian yang bejudul ”Manajemen Pengelolaan

Data yang ingin diperoleh dari angket adalah data-data yang memberikan gambaran atau pengaruh dari variabel-variabel yang sedang diteliti yang merupakan

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model ontology pada domain tujuan pariwisata Bali dengan mengadopsi kulkul knowledge framework (Tri Hita Karana dan Desa Kala

Justifikasi Produk furniture yang diproduksi CV Noble Gallery Indonesia tidak termasuk dalam produk yang yang berasal dari bahan baku yang dibatasi