BAB 2
RESIN KOMPOSIT YANG DIGUNAKAN DALAM RESTORASI RIGID
Resin komposit adalah suatu bahan pengembangan dari polimer-polimer resin akrilik yang ditambahkan bahan pengisi anorganik yang keras seperti gelas atau keramik ke dalam suatu matriks resin. Resin komposit terdiri dari bahan dasar, bahan filler anorganik, bahan antara, dan bahan tambahan lainnya.
Resin komposit dibagi atas tiga jenis berdasarkan ukuran partikel filler, yaitu : konvensional/makrofil, mikrofil, dan hibrida.
17
17,18
Komposit konvensional berasal dari resin akrilik yang ditambah filler anorganik seperti gelas, quartz, gelas boron dengan ukuran 1 – 20 μm (Tabel 1). Jenis komposit mikrofil mempunyai ukuran partikel filler yang lebih kecil dari makrofil, sekitar 0,02-0,04 μm. Bahan filler komposit ini adalah senyawa anorganik silika koloidal dengan komposisi 34 -50% dari total komposit (Tabel 1). Pencampuran antara komponen komposit makrofil dengan mikrofil disebut komposit hibrida. Sifat komposit baru ini merupakan perpaduan dari kedua jenis komposit tersebut. 17-21 Selain itu masih ada jenis resin reinforced glass ionomers (compomer), yang merupakan kombinasi antara resin dan gelas ionomer.
Bahan restorasi ini tidak dapat digunakan sebagai restorasi rigid karena tidak bisa menahan tekanan oklusal.20 Jenis komposit yang digunakan untuk restorasi rigid tergantung teknik pembuatan yang dipilih tetapi yang umumnya digunakan adalah
16,22-24
TABEL 1. KLASIFIKASI DENTAL KOMPOSIT17
Tipe Komposit Tipe Filler Ukuran Filler (μm)
Volume Filler (%)
Contoh
Konvensional/
Makrofil
Quartz or glassa Average = 20 Range = 1-100
50-60 Adaptic Concise Profile
Mikrofil Fumed silica
(SiO2
PPRF )
Average= 0,04 Range = 10-50
30-55 Silar/silux Durafill Helioprogress Hibrida partikel
kecil
Quartz or glass Fumed silica
Average = 0.5-1,0 Range = 0,1-3 Average = 0,04
50-60 Herculite XR Charisma Z100, Z250 Tetric ceram Hibrida partikel
sedang
Quartz or glass Fumed silica
Average = 1,0-3,0 Range = 0,1-10,0 Average = 0,04
65-70 Bisfil-P Occlusion Clearfil P
2.1 Makrofil/Konvensional
Bahan ini merupakan tipe pertama resin komposit yang dipasarkan untuk tumpatan gigi anterior, contohnya Adaptic, Concise, Profile (Tabel 1) .17,19 Komposit konvensional memiliki derajat keausan yang sangat tinggi karena matriks resin lunak cenderung terlepas dari partikel keras yang lebih resisten sehingga tidak cukup kuat untuk digunakan di permukaan oklusal gigi posterior. Campuran komposit konvensional kuat dan keras tetapi sulit dipolis karena partikel fillernya berukuran besar, yang selalu menghasilkan permukaan mikroskopis yang kasar pada restorasi sehingga akan terlihat dan terasa berbeda dari gigi asli dan cenderung berubah warna karena makanan atau minuman sehingga jarang digunakan lagi dalam klinik.19,20
2.2 Mikrofil
Jenis resin komposit ini mempunyai ukuran partikel yang lebih kecil dengan permukaan lebih mudah dipolis sampai sangat halus dan berkilau sehingga memiliki kualitas estetik sangat baik dan warnanya lebih stabil karena itu lebih sering digunakan pada gigi anterior.17,18,20 Walaupun kekuatan kompresifnya baik tetapi secara keseluruhan sifat fisis dan mekanis bahan ini lebih rendah dari komposit konvensional. Hal ini dapat diperkirakan karena hampir 50% volume bahan tambahan terdiri atas resin. Kandungan resin yang lebih besar dibanding filler mengakibatkan absorbsi air, koefisien panas yang tinggi, serta menurunnya modulus elastisitas.19,20 Peutzfeldt dan Asmusen tahun 1990 menemukan bahwa inlay komposit mikrofil kurang akurat pada die stone dibanding hibrida sehingga kurang memuaskan jika digunakan untuk restorasi rigid.15
2.3 Hibrida
Material hibrida merupakan kombinasi ideal dari estetik dan daya tahan dalam dental komposit. Sifat fisis dan mekanis untuk komposit hibrida umumnya berkisar diantara komposit konvensional dan mikrofil.17,24 Resistensi terhadap fraktur dihubungkan dengan level jumlah filler dalam komposit, yang memiliki filler paling banyak berarti memiliki resistensi terhadap fraktur yang tinggi, karena itu hibrida lebih resisten terhadap fraktur dari mikrofil.17 Ada dua jenis bahan filler dalam komposit hibrida, yaitu silika koloidal yang berjumlah 10-20% w dari total kandungan filler dan partikel gelas yang mengandung logam berat yang berukuran 0,6-1,0 μm.21
Komposit hibrida generasi pertama dikembangkan tahun 1980-an, mengandung partikel filler berukuran ukuran 3-8 μm, yang disebut midifil.17,25 Penelitian klinis membuktikan bahwa komposit hibrida partikel sedang dengan kekuatan dan resistensi fraktur yang lebih besar, terbukti tiga tahun bertahan lebih lama dari mikrofil. 17 Komposit hibrida menghasilkankan permukaan yang halus dan estetis yang kompetitif dengan komposit mikrofil untuk aplikasi restorasi anterior.17 Contoh merek dagang hibrida generasi pertama seperti Prisma APH, Herculite dan lainnya seperti terlihat pada Tabel 1.
Pengembangan komposit hibrida generasi kedua (contoh merek dagang TPH
25
Spectrum, Z100, Z-250) menunjukkan peningkatan yang besar dari hibrida generasi pertama. Komposisi filler yang tinggi (70-75% per berat) dan partikel berukuran rata-rata 1 mikron (minifil) dan partikel submikron memungkinkan kekuatan dan kepadatan. Kepadatan menyebabkan shading yang akurat dan optik warna yang baik sekali. Penempatan bahan pada margin yang diinginkan sangat mudah dan kontak garis putih antara komposit dan gigi, yang merupakan tantangan umum pada bahan sebelumnya dapat disembunyikan. Bevel ekstrim dan garis preparasi tidak diperlukan jika menggunakan hibrida generasi kedua.
Potongan partikel rata-rata 1 mikron, filler submikron dan penambahan pengeras resin membuat hibrida generasi kedua memiliki derajat kehalusan dan kemampuan polis yang lebih baik dibanding hibrida sebelumnya. Penambahan resin dan filler menghasilkan pola pantulan yang memberikan efek bunglon, yang memungkinkan bahan ini memancarkan warnanya sendiri dan menyerap sinar dari
25
gigi tetangga atau restorasi lain. Karena itu hibrida generasi kedua dapat menyesuaikan warna dengan lingkungan sekitar gigi dan restorasi walaupun warnanya tidak tepat. Restorasi hibrida generasi kedua umumnya bertahan selama 10 tahun dan warnanya stabil. Hibrida generasi kedua merupakan bahan klinis yang sangat baik karena kekuatan, warna, kemampuan polis dan metamorfosisnya.
Komposit hibrida, contohnya 3M
25
™Filtek™P60, Quixx® merupakan salah satu pilihan untuk pembuatan restorasi rigid teknik semidirek intraoral dan ekstraoral pada gigi posterior.26
2.4 Mikrohibrida
Mikrohibrida merupakan generasi terbaru komposit mikrofil sebelumnya, yang diproses dalam laboratorium dengan meningkatkan rasio filler/resin dan menunjukkan perkembangan signifikan dalam sifat mekanis komposit.16 Penggunaan partikel filler berukuran kecil (4 mikron) dan teknologi nanofiller dalam bahan ini memungkinkan permukaan restorasi yang semakin halus, yang hampir menyamai mikrofil.25 Komposisi filler yang tinggi (70-75% per berat) dan kekuatan kelenturan (150 MPa) yang sama dengan kebanyakan komposit laboratorium generasi kedua menghasilkan bahan yang berkekuatan tinggi, tidak seperti mikrofil yang mudah fraktur. Bahan ini diaktifkan dengan menggunakan kombinasi teknik curing, termasuk panas, tekanan dan sinar.16,23 Komposit mikrohibrida diindikasikan untuk inlay, onlay/overlay, veneer, dan restorasi crown penuh.16 Salah satu merek dagang jenis komposit mikrohibrida yang beredar saat ini adalah belleGlassNG® (Gambar 1).27
Gambar 1. Salah satu merek komposit mikrohibrida siap pakai.27
Untuk restorasi rigid komposit teknik indirek, mikrohibrida juga telah dikembangkan dengan penambahan resin-resin baru, serat penguat/fiber reinforced, dan teknik fotopolimerisasi untuk meningkatkan sifat mekanis dan fisis sehingga dapat meniru porselen dalam aplikasi klinis khusus.23 Ada tiga jenis fiber yang dapat ditambahkan kedalam resin, yaitu: karbon, polietilen dan glass. Fiber karbon bermasalah dalam segi estetis, sedangkan polietilen memiliki kekurangan dalam sifat mekanis. Resin komposit dengan fiber glass merupakan pilihan utama dalam pembuatan restorasi rigid karena estetis dan sifat mekanisnya paling baik.
Komposit mikrohibrida laboratorium indirek mungkin memberikan banyak kelebihan pada prosedur restoratif, termasuk tidak abrasif tehadap gigi antagonis, mudah digunakan, estetis, penempatan dengan teknik adhesif, pembuatan preparasi konservatif dan resilien. Sebagai hasilnya, komposit indirek sekarang (termasuk komposit lab indirek Sinfony
28
™, belleGlass™HP, Targis Vetrics™ dan Artglass) menunjukkan sifat mekanis, pemakaian dan penampilan klinis yang sangat baik, dan
memungkinkan dokter gigi untuk memberi restorasi yang fungsional dan estetis kepada pasien.23
Komposit laboratorium indirek memiliki fleksibilitas, kekuatan tekan, kekuatan lentur yang tertinggi sekitar 105 MPa, stabilitas warna seperti estetik dan transluensi dan modulus kelenturan yang rendah, bahan ini tidak brittle, membuatnya ideal digunakan untuk veneer pelapis stuktur yang fleksibel seperti bridge fiber atau telescope crown. Selain resistensi yang sangat baik, bahan ini juga mudah dipolis dan resisten terhadap plak dan stain.
Sebagai contoh, salah satu merek dagang Sinfony
16,23,25
™ dalam uji coba kekuatan tekan tranversal, SinfonyTM menunjukkan kekuatan tekan dan kompresif masing- masing 7,5 mJ/mm dan 275 MPa, melebihi bahan lain yang lebih brittle dan kurang memuaskan dalam pembuatan veneer. Dalam tes solubilitas, yang dihubungkan dengan penolakan air oleh matriks polimer, SinfonyTM menunjukkan solubilitas, yang rendah secara signifikan dari 19 µm/mm selama 60 hari. Dalam kedua mesin simulator pengunyahan dan penggunaan tiga media, bahan ini menunjukkan abrasi yang menurun secara signifikan dari bahan lain pada 175 µm.Teknik pembuatan dan pelapisan digunakan dalam pembuatan restorasi SinfonyTM memastikan peningkatan sifat fisis yang diperlukan, yang bertujuan mendapatkan vitalitas alami, efek baru dan fluoresen. Bahan ini mudah disesuaikan dengan gigi sekitar dengan panduan warna- warna Vita yang sama dengan porselen.
Komposit ini unik karena memiliki persediaan warna yang rinci dan opasitas termasuk modifikasi warna kroma tinggi yang menghasilkan pilihan warna yang luas.
23
Komposit jenis ini memungkinkan klinisi berpengalaman untuk menghasilkan restorasi posterior dengan estetik tinggi yang mendekati sifat porselen dental.
Walaupun bahan ini tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna dalam peningkatan teknologi, bahan ini menawarkan kombinasi optimal dari kemampuan polis, kekuatan, resistensi pemakaian dan radioopasitas. 16