[219]
PEMBELAJARAN KITAB KUNING DENGAN METODE SOROGAN DI PONDOK PESANTREN DARUL HUDA MAYAK
Ardiman Fadhil dan Muhammad Nauval Alwan Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) Jawa Timur
[email protected] Abstrak
Dari berbagai masalah yang timbul dalam kehidupan bermasyarakat adalah ketidak mampuan membaca huruf Arab tanpa mengunakan harakat yang biasa kita sebut kitab kuning atau kitab-kitab klasik. Dan dalam hal ini masyarakat beranggapan bahwasanya yang bisa membaca huruf Arab tanpa harakat hanya orang yang mengenyam di pondok pesantren salaf saja. Karena kebanyakan masyarakat mengeluh mereka tidak memahami kaidah dari nahwu dan shorof, anggapan mereka mengenai hal ini kurang tepat, bukan hanya orang-orang yang mengenyam pendidikan di pesantren salaf saja yang mampu membaca tulisan arab tanpa ada harakat bahkan orang biasa yang tidak memiliki background pesantren sekalipun bisa.
Permasalahan peneliti ingin mengemukakan suatu model pembelajaran kitab kuning yang bisa digunakan untuk masyarakat awam yang mudah dan efisien untuk belajar membaca tulisan arab yang tidak memilki harakat atau yang awam kita sebut dengan kitab kuning. Maka dari itu demi mengubah pemikiran masyarakat yang kurang tepat. Kami meneliti apakah sistem yang dapat memudahkan orang dalam membaca tulisan arab tanpa harakat atau yang awam sering disebut dengan kitab kuning dengan meneliti metode pembelajaran kitab kuning di salah satu pondok pesantren salaf yakni pondok pesantren Darul Huda, Mayak, Ponorogo yang menjadi objek peneliti adalah salah satu metode pembelajaran kitab kuning yang sudah sangat terkenal di kalangan pesantren-pesantren salaf di Indonesia yaitu metode sorogan.
Peneliti analisis bagaimana metode ini bisa menjadi metode yang mudah dan efisien serta dapat diterima oleh khalayak umum.
Kata kunci: Metode Sorogan, Pondok Pesantren Salaf, Kitab Kuning,Umum
Pendahuluan
Tujuan pengajaran bahasa asing termasuk bahasa arab di indonesia sebenarnya adalah agar pelajar mampu mengunakan bahasa asing secara aktif maupun pasif. Tujuan dari pembelajaran tersebut siswa diharapkan memperoleh empat keterampilan bahasa yaitu: a) keterampilan mendengar “as’simaii”, b) keterampilan membaca “qira’ah”, c) keterampilan berbicara “muhadasah”, dan d) keterampilan menulis “kitabah”.1
1 Sutarto, metode pengajaran kitap kuning pada siswa madrasah tsanawiya nahdlotut tullab
Rabu, 18 Desember 2019 Prodi Bahasa dan Kebudayaan Arab – Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya – Universitas Al Azhar Indonesia
Peran bahasa selain sebagai alat komunikasi antar manusia dengan manusia, juga merupakan alat komunikasi antara manusia dengan allah SWT yang terwujud dalam bentuk shalat, do’a dan sebagainya, perlu diketahui bahwa salah satu tradisi pengajaran agam islam di pesantren, yang mana alasan masuknya pesantren di Indonesia adalah untuk mentransmisikan islam tradisional. Sebagai yang terdapat dalam kitab-kitab klasik yang di tulis berabad-abad yang lalu menggunakan bahasa arab yang dikenal dengan kitab kuning.2 Untuk mempelajari dan memahami kitab kuning sangatlah sulit, perlu sebuah alat untuk mempermudah, mempelajari, dan memahami, metode sorogan merupakan salah satu metode tradisional yang mampu membantu santri untuk membaca dan memahami literatur- literatur bahasa arab ( kitab kuning ) yang baik dan masih relevan sampai sekarang terutama pondok pesantren.
Disatu sisi metode sorogan dipandang sebagai metode yang sangat efektif.3 Karena penerapan metode ini didasarkan pada tujuan pengajaran bahasa arab ( nahwu, shorof dan terjemah) yang lebih di orientasika pada penguasaan bahasa sebagai alat untuk Memahami literature bahasa arab. Sebagai kultur pondok pesantren dalam metode sorogan ini lebih mengutamakan adanya ikatan emosional yang kuat serta adanya pemahaman yang inisiatif antara kyai/ustadz dan santri, sementara di sisi lain di pandang sebagai kekolotan dan tidak teratur.4
A. Perumusan Masalah
Bedasarakan latar belakang tersebut dapat di rumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana menerapkan metode sorogan dalam pembelajaran kitab kuning di pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo?
2. Apa fakor yang menjadi pendukung dan pehambat penerapan metode sorongan dalam memahami kitap kuning di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo?.
3. Bagaimana upaya Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo dalam mengatasi kendala penerapan metode sorongan dalam mehami kitab kuning di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo?
B. Tujuan Dan Kegunan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengambarkan bagaimana sistem penerapan metode sorongan dalam memahami kitab kuning di pondok pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo.
2. Menjelaskan apa sajakah faktor pendukung dan faktor penghambat penerapan metode sorong dalam memahami kitab kuning di pondok pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo.
kesugihan cilacap, (skripsi fakultas tarbiyah uin sunan kalijaga Yogyakarta, 2003), hlm.4
2 Martin van bruinessen, kitap kuning pesantre dan tarekat tradisi islam di Indonesia, (Bandung : Mizan, cet II, 1995), hlm. 17
3 Zamakhsyary dohofier, tradisi pesantren studi tentang pandangan hidup kyai, (Jakarta : LP3S , 1985 ), hlm, 29
4 Delier noer, gerakan modern islam di Indonesia, (Jakarta : LP3S, 1985) hlm. 15
“Multaqa Nasional Bahasa Arab (MUNASBA) ke- II”
3. Untuk mendeskripsikan tentang upaya yang dilakukan oleh pondok darul huda mayak ponorogo dalam mengatasi kendala penerapan metode sorongan dalam memahami kitab kuning di pondok pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo.
Kegunaan Analisis ini adalah:
1. Secara teoritis, diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan untuk perkembangan keilmuan khususnya di bidang kitab kuning, serta dapat diteruskan agar penelitian ini dapat berkembang dan lebih akurat.
2. Secara praktis, hasil penelitian ini sangat bermanfaat untuk pondok Darul Huda Mayak Ponorogo, karena dapat menjadi satu-satunya rujukan untuk pembelajaran kitab kuning dan keilmuan dalam pendekatan pembelajaran.
C. Landasan Teori
Untuk memperjelas arah pembahasan makalah ini dan mempermudah penulis dalam menyampaikan makalah, penulis mengambil beberapa landasan konseptual yang berkenaan dengan Analisis pembelajaran kitab kuning dengan metode sorogan yang efisien dan mudah difahami di pondok pesantren Darul Huda Mayak, Ponorogo. Berikut landasan konseptual yang akan dipaparkan:
1. Sorogan
Sorogan berasal dari bahasa jawa sorog yang berarti menyodorkan.5 Secara istilah, metode ini disebut sorogan karena santri menghadap kyai/ustadz pengajaranya seorang demi seorang dan menyodorkan kitab untuk dibaca atau dikaji bersama dengan kyai atau ustadz tersebut6Sedangkan menurut mstuhu sorogan adalah belajar secara individual di mana seorang santri berhadapan dengan seorang ustadz, terjadi interaksi mengenal diantara keduannya.7 Metode sorogan sebagai metode tradisional yang secara pembelajarannya lebih menekankan pada penangkapan harfiyah atas suatu teks tertentu. Prinsip utama dari pola pembelajaran pesantren adalah belajar tuntas (master learning). Metode ini lebih menitik pada pengembangan kemampuan perseorangan ( individual ) dibawah bimbingan ustadz atau kyai.8
2. Kitab Kuning (Kitab Klasik)
Kitab kuning9 merupakan istilah yang digunakan sebagian masyarakat untuk menyebut kitab-kitab berbahasa arab. Sejak masa silam,kitab-kitab berbahasa arab bisa digunakan banyak pesantren sebagai bahan pelajaran para santri. Dinamakan kitab kuning karena kertasnya berwarna kuning. Sebenarnya warna kertas kuning iyu hanya kebetulan saja. Artinya sama sekali tidak ada hubungannya dengan aturan syariat, dan bukan anjuran
5 Wina sanjaya, Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikurul Berbasis Kompetensi, (jakarta:
kencana 2006), hlm. 85
6 Imam banawi, Tradisionalisme Dan Pendidikan Islam ( Surabaya : al ikhlas 1993) hlm. 97.
7 Mastuhu, Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren, INIS, ( jakarta, 1994) hlm 6
8 Departemen agama, pola pembelajaran di pesantren, ( jakarta: depag 2003), hlm 75.
9 https://konsultasisyariah.com/14312-apa-itu-kitab-kuning.html di akses pada tanggal 12 oct 2012
Rabu, 18 Desember 2019 Prodi Bahasa dan Kebudayaan Arab – Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya – Universitas Al Azhar Indonesia
para ulama untuk mencetak bukunya dalam kertas berwarna kuning. Dan di kalangan masyarakat awam,kitab kuning juga biasa dikenal dengan sebutan kitab gundul. Karena memang tidak memiliki harakat (fathah, kasrah, dhammah, sukun), tidak seperti kitab al- qur’an.
3. Pesanten Salaf
Pesantren salaf10 merupakan sebutan bagi pondok pesantren yang mengkaji “kitab- kitab kuning”.Pesantren salaf identic dengan pesantren tradisional (klasik) yang berbeda dengan pesantren modern dalam hal metode pengajaran dan infrastrukturnya. Di pesantren salaf, hubungan antara kyai dengan santri cukup dekat secara emosional. Kyai terjun langsung dalam menangani para santrinya. Pada dasarnya,pesantren salaf adalah bentuk asli dari lembaga pesantren itu sendiri. Sejak munculnya pesantren,format pendidikan pesantren adalah bersistem salaf. Kata salaf merupakan bahasa arab yang berarti terdahulu,klasik,kuno,atau tradisional.
a. Metode Sorogan
Metode sorogan didasari atas peristiwa yang terjadi ketika rasulullah saw ataupun Nabi lainya yang menerima ajaran dari allah SWT. Melalui malaikat jibril mereka langsung bertemu satu persatu, yaitu antara malaikat jibril dan para nabi tersebut sehingga pantaslah rasulullah SAW bersabda:
أ بييد تأ نسح أف بير نيبد
Artinya :
Tuhanku telah mendidikku dengan sebaik-baiknya didikan
Berdasarkan pada hadist di atas, bahwa rasulullah secara langsung telah mendapat bimbingan dari allah SWT, dan kemudian praktik pendidikan seperti ini dilakukan oleh beliau dan para sahabatnya dalam menyampaikan wahyu kepada mereka.11
Landasan filosofis pola pengajaran dan pendekatan ini adalah, bahwa setiap santri memperoleh perlakuan yang berbeda dari seorang kyai/ustadz perlakuan ini di sesuaikan dengan kemampuan masing-masing dengan pendekap iqro’.
Interaksi persoalan yang berlandaskan asas kemesraan antara kyai dan santri merupakan ciri khas dari pembelajaran ini. Dari pola pembelajaran ini tampak adanya transformasi nilai-nilai kesabaran dari kyai/ustadz, kepada kyai dan keteladanan kyai merupakan panutan utama para santri berbeda sesuai selera dan bakat para santri yang bersangkutan, akibatnya keberagamaan materi dan tingkat kemampuan serta penetapan yang proposional para santri tampak tercermin dalam pola pembelajaran kitab kuning dengan sistem sorogan ini.12
10 https://id.wikipedia.org/wiki/Pesantren_Salaf diakses tanggal 22 juni 2019
11 Armi arif. pengantar ilmu dan metodologi pendidikan islam. (jakarta : ciputan PRESS.2002), hlm,151
12 Ach fatan, model pengajaran sistem sorogan ….., hlm. 16
“Multaqa Nasional Bahasa Arab (MUNASBA) ke- II”
D. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Dari hasil penelitian, peneliti tentang metode sorogan di sebuah lembaga pendidikan Islam pondok pesantren Darul Huda Mayak bahwasanya di pondok / atau lembaga pendidikan tersebut terdapat dua metode sorogan yang pertama sorogan al-qur,an yang bisa disebut juga talakki, bagi kelas 1 sampai kelas 3, terus yang kedua ada sorogan kitab untuk kelas 4 sampai kelas 5.
1. Penerapan Metode Sorogan
Penerapan metode sorogan dalam memahami kitab kuning atau kitab klasik di Pondok pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo, pada umumnya sama dengan metode sorogan di pondok pesantren salaf/taqlidy yang lain yaitu, satu kyai/ustadz mendampingi 5-7 santri dalam memahami,menganalisis kitab kuning yang sebelumnya telah santri pelajari di madrasah.dan kemudian dibahas bersama-sama dengan kyai dan para santri yang lain agar memberi pemahaman yang benar dan jelas terhadap materi kitab kuning yang dipelajari.
Dan yang menjadi ciri khas di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak ini adalah,cara pengapresiasian terhadap para santri dan santriwati dan juga sebagai sarana latihan terhadap mental santri dan santriwati. Yaitu dengan cara mengadakan perlombaan membaca kitab kuning antar santri dan santriwati yang nantinya akan dinila oleh juri yang berasal dari para Kyai dan para Asatidz di Pondok pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo.Dan nantinya santri dan santriwati terbaik dalam perlombaan membaca kitab kuning ini akan diberikan penghargaan sebagai pemacu dan peningkat semangat bagi santri dan santriwati dalam mempelajari kitab kuning/kitab klasik.
2. Kelemahan Dan Kelebihan Metode Sorogan
Metode sorogan ini memiliki beberapa kelebihan yaitu materi atau pembelajaran langsung di sampaikan oleh kyai/ustadz kepada para santri nya dengan membuat halakoh atau kelompok dengan di isi oleh satu orang ustadz/kyai dan 15 santri sehingga dalam penyampaiannya sangat di terima oleh santri tersebut.
Dan untuk metode sorogan tersebut memiliki kelemahan juga yaitu pengetahuan tersebut hanya berasal dari kyai/ustadz akan tetapi apabila terjadi perbedaan ataupun terdapat suatu permasalahan maka akan di selesaikan dengan cara musyawarah dan dikaji secara bersama-sama, di karenakan metode sorogan itu juga membutuhkan musyawarah dalam menyelesaikan suatu permasalahan.
Selain itu juga terdapat kelemahan lain, yaitu membutuhkan guru yang banyak dan juga standarisasi dari guru tersebut, kekurangan guru menjadi salah satu faktor dari kelemahan metode ini maka dari itu untuk menerapkan metode ini di butuhkan ustadz yg banyak agar memudahkan terlaksanannya metode sorogan itu sendiri. Dan di sisi lain, kelemahan dari metode sorogan ini adalah membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk bisa meberikan pemahaman terhadap para santri dan juga harus dibutuhkan kesabaran, ketekunan yang tinggi dalam mempelajari kitab kuning dengan metode sorogan.
Rabu, 18 Desember 2019 Prodi Bahasa dan Kebudayaan Arab – Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya – Universitas Al Azhar Indonesia
3. Usaha Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Dalam Mengatasi Kendala Penerapan Metode Sorogan Dalam Memahami Kitab Kuning
Usaha yang dilakukan oleh pondok pesantren darul huda mayak dalam melengkapi kelemahan di metode sorogan ini ialah dengan menjadikan santri senior yang dipilih khusus untuk mengajar kitab kuning dengan mengunakan metode sorogan dengan mendapat bimbingan langsung dari kyai /ustadz agar memudahkan pelaksanaannya.
Selain itu ujian juga di adakan untuk megukur kemampuan santri dalam memahami kitab kuning maka dari itu santri akan malu apabila mereka tidak lulus dari ujian.
Kesimpulan dan Saran
Pembelajaran kitab kuning di pondok pesantren seluruh Indonesia merupakan salah satu ruh yang wajib dimiliki oleh tiap-tiap pondok pesantren karena kitab kuning ini merupakan gerbang awal pengetahuan islam karena di dalamnya berisi penjelasan- penjelasan,ilmu-ilmu dari para ulama.Dan dalam mempelajari kitab kuning ada beberapa metode yang membantu untuk mempelajari kitab kuning tersebut. Salah satunya adalah metode sorogan yang telah penulis analisis ini.
Dari analisis penulis metode sorogan ini termasuk metode yang sangat sulit karena diperlukan kesabaran,ketekunan,dan sifat rajin karena dalam metode sorogan ini santri langsung menghadap kyai/gurunya untuk mengkaji kitab kuning tersebut.Dan dalam analisis ini juga kami menyimpulkan bahwa metode sorogan ini bisa digunakan untuk masyarakat umum dalam mempelajari kitab kuning, akan tetapi diperlukan waktu yang cukup panjang dalam menekuni metode sorogan ini.
Dengan alasan masyarakat umum lebih memiliki waktu yang luas yang bisa digunakan untuk mepelajari kitab kuning dengan metode sorogan ini. Kemudian,masayarakat juga memiliki semangat yang besar dalam belajar terutama dalam mempelajari hal tentang agama.
Daftar Pustaka
Sutarto, metode pengajaran kitap kuning pada siswa madrasah tsanawiya nahdlotut tullab kesugihan cilacap, (Skripsi fakultas tarbiyah uin sunan kalijaga Yogyakarta: 2003), hlm.4
Martin van bruinessen, kitap kuning pesantre dan tarekat tradisi islam di Indonesia, ( Bandung : Mizan, cet II, 1995), hlm. 17
Zamakhsyary dohofier, tradisi pesantren studi tentang pandangan hidup kyai, (Jakarta : LP3S, 1985 ), hlm, 29
Delier noer, gerakan modern islam di Indonesia, (Jakarta : LP3S, 1985) hlm. 15
Wina sanjaya, Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikurul Berbasis Kompetensi, (Jakarta: kencana 2006), hlm. 85
Imam banawi, Tradisionalisme Dan Pendidikan Islam (Surabaya : Al ikhlas 1993) hlm. 97.
“Multaqa Nasional Bahasa Arab (MUNASBA) ke- II”
Mastuhu, Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren, INIS, (Jakarta, 1994) hlm 6
Departemen agama, pola pembelajaran di pesantren, (Jakarta: Depag, 2003), hlm 75.
Armi Arif. pengantar ilmu dan metodologi pendidikan Islam. (Jakarta : Ciputat Press.2002), hlm,151
Ach Fatan, model pengajaran sistem sorogan ….., hlm. 16
https://konsultasisyariah.com/14312-apa-itu-kitab-kuning.html di akses pada tanggal 12 oct 2012
https://id.wikipedia.org/wiki/Pesantren_Salaf diakses tanggal 22 juni 2019
Rabu, 18 Desember 2019 Prodi Bahasa dan Kebudayaan Arab – Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya – Universitas Al Azhar Indonesia