3.1 Profil Organisasi 3.1.1 Sejarah Perusahaan
Solaria pertama kali didirikan pada tahun 1995 awal mula hanya sebuah kedai sederhana, menyediakan hanya menu makanan sehari – hari, tidak ada menu esklusif, inovatif dan baru. Tersebar di 130 gerai di 25 kota di tanah air, yang luar biasa, 130 gerai solaria masih dimiliki sepenuhnya oleh pendirinya. Sang pendiri dan pemilik solaria (tidak ingin disebut namanya) menjalankan bisnisnya sendiri bersama 3 karyawannya, pendiri solaria konon tidak begitu paham mengenai teori – teori pemasaran seperti segmentasi, targeting, dan positioning. Solaria hadir hampir diseluruh pusat perbelanjaan, di kota – kota besar baik provinsi maupun kabupaten diseluruh indonesia. Solaria lebih menekankan komunikasi pemasaran mengenai restonya sendiri, ketimbang memasarkan secara khusus masakan tertentu seperti yang dilakukan resto lain. Kekuatan solaria salah satunya karena menawarkan sejumlah masakan yang disukai lidah orang banyak dipadukan dengan masakan cina yang sangat dikenal dan pas di lidah orang indonesia. Harga yang terjangkau menjadi salah satu kekuatan juga, dimana pengunjung yang datang mampu bayar. Dengan kekuatan tersebut solaria bisa lebih efesien, karena tidak perlu bekerja keras mengiklankan masakannya, sebaliknya solaria bisa fokus pada menu yang ada serta memperbaiki rasa dan penyajiannya. Pertama kali didirikan solaria hanya punya 1 gerasi di ruko di lippo cikarang, tangerang. Tiga tahun kemudian memiliki 10 gerai, 6 gerai solaria harus ditutup, karena terbakar akibat kerusuhan. 10 tahun setelah kebakaran, solaria berkembang menjadi 130 gerai. Dengan kata lain tiap tahun, solaria meluncurkan 10 gerai. Dan seiring perkembangan zaman solaria berkembang menjadi restoran keluarga dengan konsep casual dining, menyajikan menu –menu makanan khas yang disajikan secara fresh food dalam arti dimasak setelah makanan dipesan. Dengan suasana yang cozy, relax, fun dan comfort serta didukung design interior yang menarik, solaria berusaha memberikan tempat yang nyaman untuk berkumpul bagi para
customernya. Dan sekarang solaria sudah memiliki 200 outlet (gerai) yang menyebar diseluruh kota besar di Indonesia. Solaria telah mengantongi sertifat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
3.1.2 Visi Misi Perusahaan
a. Visi
Menjadi restoran pilihan utama masyarakat. b. Misi
Menyediakan aneka rasa dan jenis makanan bagi pelanggan melalui pelayanan yang tepat demi kepuasan pelanggan.
3.1.3 Tujuan Pencapaian Perusahaan
Tujuan yang ingin dicapai dalam 5 tahun kedepan adalah terwujudnya restoran solaria menjadi restoran yang memberikan pelayanan terbaik, baik dari segi kebersihan maupun keramahan pelayan untuk pelanggan.
3.1.4 Rencana Strategi
Rencana strategi yang diterapkan perusahaan terdiri dari :
a) Tahap situation atau evaluasi situasi terkini yang menjadi dasar. perencanaan dan pelaksanaan marketing management (Situation). b) Penentuan tujuan akhir dari perencanaan manajemen pemasaran
tersebut (Target).
c) Pembuatan strategi yang terperinci untuk mencapai hasil yang diinginkan (proposal).
3.1.5 Struktur Organisasi
Gambar 3.1 Stuktur Organisasi Restoran Solaria
Store Manager Spervisor Area Spervisor Area Spervisor Area
3.2 Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan
Sistem pelayanan yang saat ini sedang berjalan pada Solaria masih menggunakan cara manual dan tidak terkomputerisasi. Berikut adalah alur proses dari kegiatan pemesanan makanan dan minuman yang sedang berjalan pada Solaria :
Gambar 3.2 Analisa sistem yang sedang berjalan 3.2.1 Analisa Dokumen
Bentuk dokumen masukan adalah bentuk dari dokumen – dokumen yang masuk atau diterima untuk melakukan proses. Di bawah ini adalah uraian bentuk dokumen masukan yang ada dalam proses pemesanan makanan dan minuman pada Solaria :
1. Nama Dokumen : Form Pemesanan
Fungsi : Untuk memesan makanan dan minuman
Sumber : Pembeli
Tujuan : Petugas
Pembeli
Chef
pelayan Datang & memilih
meja Mendatangi memberi menu makanan dan minuman
kasir Mencatat menu pesanan menerima pesanan Informasi Pesanan (Tidak tersedia) Melakukan pembayaran Memberikan uang Memberikan kembalian uang Memberikan struk pembayaran Makanan dan minuman yang di pesan dihidangkan
Media : Kertas cetakan
Jumlah : Satu lembar
Frekuensi : Setiap akan memesan makanan dan minuman
Bentuk Dokumen Keluaran
1. Nama Dokumen : Struk Pembelian
Fungsi : Bukti pembelian makanan dan minuman
Sumber : Kasir
Tujuan : Pembeli
Media : Kertas cetakan
Jumlah : Satu lembar
Frekuensi : Setiap melakukan pembayaran atas pembelian
makanan dan minuman
3.2.2 Analisa Prosedur Yang Sedang Berjalan
Adapun prosedur sistem pemesanan makanan dan minuman yang sedang berjalan yaitu adalah sebagai berikut :
A. Prosedur Order Pesanan
Melakukan pemesanan makanan dan minuman yang dilakukan oleh pembeli dan kemudian petugas menyajikan makanan dan minuman yang telah di pesan pembeli.
B. Prosedur Pembayaran
Melakukan pembayaran atas makanan dan minuman yang telah dipesan oleh pembeli dan kasir menghitung total keseluruhan dari pembelian makanan dan minuman
Dari hasil analisa yang dilakukan, akhirnya dapat diketahui bentuk sistem secara garis besar yang sedang berjalan didalam Solaria.
3.2.2.1 Use Case Diagram
Use case diagram memperlihatkan hubungan antara aktor dan use case. Aktor merepresentasikan seorang user atau subsistem lain yang akan berinteraksi dengan sistem. Sedangkan use case merupakan urutan kejadian yang menggambarkan interaksi antara user dengan sistem. Fungsionalitas sistem didefinisikan kedalam use case dari sudut eksternal sistem yang berguna untuk uji kelayakan sistem.
Gambar 3.3 Use Case Diagram sistem yang sedang berjalan
Pembeli Petugas
Kasir Melihat daftar menu
makanan dan minuman
Melakukan transaksi pembayaran pesanan Memesan makanan dan minuman Membayar pesanan Memberikan menu makanan dan minuman
Menerima pesanan Mengantar pesanan Mengeluarkan bukti pembayaran Koki Menerima informasi pesanan Mengelola (memasak) pesanan Memberitahukan pesanan telah siap
3.2.2.2 Skenario Use Case
Skenario use case digunakan untuk memudahkan dalam menganalisa skenario yang kita gunakan pada fase – fase selanjutnya dengan melakukan penilaian terhadap skenario tersebut. Adapun tahapan - tahapan skenario use case pemesanan makanan dan minuman pada Solaria yang sedang berjalan adalah sebagai berikut :
Tabel 3.1 Skenario use case melihat daftar menu makanan dan minuman
1 Nama Use Case Melihat daftar menu makanan dan
minuman
Aktor Utama Pembeli
Deskripsi Pembeli melihat daftar menu
makanan dan minuman yang
diberikan petugas sebelum
memesan makanan dan minuman
Tabel 3.2 Skenario use case memesan makanan dan minuman
2 Nama Use Case Memesan makanan dan minuman
Aktor Utama Pembeli
Deskripsi Pembeli memesan makanan dan
minuman dari daftar menu makanan dan minuman kepada petugas
Tabel 3.3 Skenario use case membayar pesanan
3 Nama Use Case Membayar pesanan
Aktor Utama Pembeli
Deskripsi Pembeli membayar pesanan setelah
memesan makanan dan minuman
Tabel 3.4 Skenario use case menerima informasi pesanan
4 Nama Use Case Menerima informasi pesanan
Aktor Utama Koki
yang disampaikan petugas dari pembeli
Tabel 3.5 Skenario use case mengelola (memasak) pesanan
5 Nama Use Case Mengelola (memasak) pesanan
Aktor Utama Koki
Deskripsi Koki mengelola (memasak)
pesanan yang di pesan pembeli
Tabel 3.6 Skenario use case memberitahukan pesan telah siap
6 Nama Use Case Memberitahukan pesanan telah siap
Aktor Utama Koki
Deskripsi Koki memberitahukan kepada
petugas pesanan telah siap untuk di anter kepada pembeli
Tabel 3.7 Skenario use case memberikan menu makanan dan minuman
7 Nama Use Case Memberikan menu makanan dan
minuman
Aktor Utama Petugas
Deskripsi Petugas memberikan menu
makanan dan minuman kepada pembeli ketika mau memesan
Tabel 3.8 Skenario use case menerima pesanan
8 Nama Use Case Menerima pesanan
Aktor Utama Petugas
Deskripsi Petugas menerima pesanan dari
pembeli
Tabel 3.9 Skenario use case mengantar pesanan
9 Nama Use Case Mengantar pesanan
Deskripsi Petugas mengantar pesanan yng telah di olah atau dimasak kepada pembeli
Tabel 3.10 Skenario use case melakukan transaksi pembayaran pesanan
10 Nama Use Case Melakukan transaksi pembayaran
pesanan
Aktor Utama Kasir
Deskripsi Kasir melakukan transaksi
pembayaran setelah memesan makanan dan minuman kepada pembeli
Tabel 3.11 Skenario use case mengeluarkan bukti pembayaran
11 Nama Use Case Mengeluarkan bukti pembayaran
Aktor Utama Kasir
Deskripsi Kasir mengeluarkan bukti
pembayaran dari pesanan makanan dan minuman pembeli
3.2.2.3 Activity Diagram
Activity Diagram digunakan untuk menggambarkan kegiatan – kegiatan yang ada di dalam suatu sistem. Agar dapat lebih memahami tentang sistem yang akan dibuat, maka perlu dibuatkan activity diagram tentang sistem yang sedang berjalan, yaitu :
a. Order Pesanan
Petugas memberikan menu makanan dan minuman kepada pembeli. Kemudian, pembeli mencatat makanan dan minuman yang akan dipesan dan di berikan ke petugas pesanan, kemudian petugas memberikannya kepada bagian dapur dan kasir. Jika pesanan tidak tersedia maka petugas menginformasikan kepada pembeli. Jika pesanan tersedia maka petugas menyajikan makanan dan minuman kepada pembeli.
Gambar 3.4 Activity Diagram Order Pesanan yang sedang berjalan
b. Pembayaran
Petugas memberikan struk total pembelian kepada pembeli. Kemudian pembeli menyerahkan total pembelian beserta uang kepada kasir. Setelah itu, kasir menghitung keseluruhan total harga. Jika uang yang diberikan melebihi total harga pembelian, maka kasir akan memberikan uang kembalian.
Memberikan daftar menu
Mencatat makanan dan minuman
menginformasi pesanan tidak tersedia
Menyiapkan dan memberikan struk total harga pembelian Menerima struk total harga pembelian
Menerima informasi pesanan
Pesanan makanan dan minuman
False
True
Pembeli Petugas
Gambar 3.5 Activity Diagram Pembayaran yang sedang berjalan 3.2.3 Evaluasi Sistem Yang Sedang Berjalan
Setelah melakukan analisa terhadap sistem yang sedang berjalan, baik analisis terhadap prosedur yang ada. Penulis menemukan beberapa permasalahan baik itu secara langsung maupun tidak langsung yang dapat mempengaruhi kinerja terhadap sistem yang ada. Masalah – masalah ini apabila ditinjau lebih jauh lagi akan berpengaruh terhadap pengembangan sistem nantinya. Setelah melakukan identifikasi terhadap penyebab permasalahan yang ada, penulis juga melakukan pengamatan dengan maksud untuk mengumpulkan fakta atau data yang menjadi permasalahan pada sistem ini. Adapun masalah – masalahnya sebagai berikut :
Memberikan struk total harga pembelian Menerima struk total harga pembelian
Memberi uang kembalian
memberikan struk bukti pembayaran Menerima struk bukti pembayaran
Menerima uang kembalian Memberikan uang pembelian
False
True
Pembeli Petugas/Kasir
Menerima uang pembelian
1. Banyaknya waktu yang dibutuhkan dalam memesan makanan dan minuman.
2. Kurang efektif dalam memesan makanan dan minuman dengan melihat menu dalam bentuk tulisan atau catatan.
3. Kurang efektif dalam mencatat pesanan pembeli di bon menu pemesanan karena sering terjadi kesalahan.
4. Masih terjadinya kesalahpahaman pembeli dan petugas dalam pemesanan makanan ketika yang dipesan dihidangkan tidak sesuai atau salah pesanannya.
3.3 Perancangan sistem
Perancangan sistem merupakan syarat untuk melakukan pengembangan sistem. Perancangan sistem ini menyangkut estimasi dari kebutuhan – kebutuhan fisik, tenaga kerja dan dana yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sistem serta untuk mendukung operasinya setelah diterapkan.
Perancangan Sistem dapat diartikan sebagai berikut : 1. Tahap setelah analisa dari siklus pengembangan sistem 2. Pendefinisian atas kebutuhan – kebutuhan fungsional 3. Persiapan untuk rancang bangun implementasi
4. Menggambarkan sistem yang akan dibangun, berupa penggambaran perencanaan, pembuatan sketsa, pengaturan dari beberapa elemen terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi
5. Konfigurasi komponen software dan hardware sistem.
3.3.1 Tujuan perancangan sistem
Perancangan sistem yang akan di aplikasikan ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara umum kepada pengguna tentang sistem yang akan dibangun dan mengidentifikasikan komponen – komponen sistem yang akan didesain secara rinci. Tujuan perancangan sistem pelayanan dalam pemesanan makanan dan minuman ini akan diuraikan sebagai berikut :
1. Meningkatkan efektifitas (kecepatan dan keakuratan informasi yang dihasilkan) dan efesien (mengurangi biaya operasional) dalam pengolahan data.
2. Memperoleh keakuratan data yang dapat dipertanggung jawabkan. 3. Memperkecil presentase kerusakan (hilang atau hancur) data.
4. Penyesuaian terhadap perkembangan jaman dengan penerapan sistem teknologi informasi
3.3.2 Gambaran Umum Sistem Yang Diusulkan
Gambaran umum dari sistem yang diusulkan adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada pengguna (user) mengenai sistem informasi berbasis web, perancangan sistem secara umum juga sudah dapat mengenai komponen sistem informasi yang akan didesain. Penentuan persyaratan sistem dilakukan agar arah perancangan sistem dapat terarah pada sasaran, oleh sebab itu sistem yang dirancang harus memenuhi batasan sistem dimana perancangan sistem ini merupakan kebutuhan fungsional. Implementasi menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk. Pada tahap perancangan sistem informasi dirancang dengan tujuan sebagai alat komunikasi antara pemakai (user) dengan pembuat program guna mendapatkan sistem informasi yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Sistem ini mempunyai jenis pelayanan diantaranya pemesanan dan minuman melalui komputer yang sudah disediakan.
Sedangkan untuk karyawan itu sendiri, tidak sulit lagi untuk melakukan order pesanan kepada pembeli. Karena sistem ini mempunyai beberapa jenis layanan yang dapat membantu dalam pemesanan makanan dan minuman diantaranya order pesanan. Maka petugas bisa lebih gampang melakukan order pesanan sesuai keinginan pembeli dengan menggunakan teknologi komputer. Ataupun pembeli bisa secara langsung melakukan order pesanan menggunakan komputer yang disediakan tempat – tempat tertentu. Sistem ini diharapkan dapat membantu mengatasi masalah yang ada, dan dapat menghasilkan informasi yang cepat tepat dan akurat. Dengan adanya pengembangan sistem berbasiskan komputer, proses transaksi dapat dilakukan dengan efektif yang dapat dilakukan
oleh petugas ataupun pembeli secara sendiri dan pembeli dapat secara langsung berinteraksi dengan sistem yang disesuaikan dengan kebutuhannya.
3.3.3 Perancangan Prosedur Yang Diusulkan
Perancangan ini mencakup use case diagram, activity diagram, class diagram, objek diagram, sequence diagram, component diagram dan deployment diagram yang menghasilkan sistem yang lebih baik. Proses yang dirancang diuraikan menjadi beberapa bagian yang dapat membentuk sistem tersebut menjadi satu kesatuan komponen
3.3.3.1 Use Case
Use case adalah gambaran fungsionalitas dari suatu sistem, sehingga pembeli atau pengguna sistem paham dan mengerti mengenai kegunaan sistem yang akan dibangun.
Gambar 3.6 Use Case Diagram sistem yang diusulkan
Pembeli Admin Petugas Memesan makanan dan minuman Menampilkan menu makanan dan minuman Menginput data user
petugas dan kasir
Mengelolah data menu makanan dan minuman
Menginput pesanan Kasir Menginput pembayaran Mencetak bukti pembayaran Menginput kode meja
Mengelolah data meja
3.3.3.2 Skenario Use Case
Skenario use case digunakan untuk memudahkan dalam menganalisa skenario yang akan kita gunakan pada fase – fase selanjutnya dengan melakukan penilaian terhadap skenario tersebut.
Tabel 3.12 Skenario use case memesan makanan dan minuman
1 Nama Use Case Memesan makanan dan minuman
Aktor Utama Pembeli
Deskripsi Memesan makanan dan minuman
kepada petugas
Pra Kondisi Daftar menu
Skenario Pembeli dapat memesan makanan
dan minuman dengan melihat menu yang ditampilkan petugas di komputer
Tabel 3.13 Skenario use case menginput data user petugas dan kasir
2 Nama Use Case Menginput data user petugas dan
kasir
Aktor Utama Admin
Deskripsi Menginput data user petugas dan
kasir untuk mendapatkan hak akses
Pra Kondisi Login
Skenario Admin menginput data user petugas
dan kasir yang ada di menu aplikasi agar dapat masuk ke sistem
Tabel 3.14 Skenario use case mengolah data menu makanan dan minuman
3 Nama Use Case Mengolah data menu makanan dan
minuman
Aktor Utama Admin
Deskripsi Mengolah data makanan dan
minuman untuk sebagai daftar menu
Pra Kondisi Login
Skenario Admin mengolah data makanan dan
aplikasi untuk sebagai daftar menu agar pembeli dapat memesan menu makanan dan minuman dengan melihat daftar menu
Tabel 3.15 Skenario use case mengolah data meja
4 Nama Use Case Mengolah data meja
Aktor Utama Admin
Deskripsi Mengolah data meja untuk
penentuan meja pembeli
Pra Kondisi Login
Skenario Admin mengolah data meja yang
ada di menu aplikasi untuk sebagai penentuan meja pembeli tempat untuk menikmati pesanannya.
Tabel 3.16 Skenario use case menampilkan menu makanan
5 Nama Use Case Menampilkan menu makanan dan
minuman
Aktor Utama Petugas
Deskripsi Menampilan menu makanan dan
minuman di komputer
Pra Kondisi Login
Skenario Petugas menampilkan menu
makanan dan minuman yang ada di komputer ketika pembeli memesan
Tabel 3.17 Skenario use case menginput pesanan
6 Nama Use Case Menginput pesanan
Aktor Utama Petugas
Deskripsi Petugas menginput pesanan
pembeli
Pra Kondisi Login
Skenario Petugas melakukan input pesanan,
ketika pembeli melihat menu kemudian memesan makanan dan minuman yang diinginkan
Tabel 3.18 Skenario use case menginput kode meja
7 Nama Use Case Menginput kode meja
Aktor Utama Petugas
Deskripsi menginput kode meja, untuk
menentukan meja pembeli
Pra Kondisi Login
Skenario Petugas melakukan input meja pada
saat pembeli memesan makanan dan minuman
Tabel 3.19 Skenario use case menginput pembayaran
8 Nama Use Case Menginput pembayaran
Aktor Utama Kasir
Deskripsi Menginput pembayaran pembeli
Pra Kondisi Login
Skenario Kasir melakukan input pembayaran
pada saat pembeli datang setelah melakukan pemesanan makanan dan minuman kepada petugas
Tabel 3.20 Skenario use case mencetak bukti pembayaran
9 Nama Use Case Mencetak bukti pembayaran
Aktor Utama Kasir
Deskripsi Mencetak bukti pembayaran untuk
pembeli
Pra Kondisi Login
Skenario Kasir melakukan cetak bukti
pembayaran setelah pembeli
membayar pesanannya
3.3.3.3 Activity Diagram
Activity Diagram berikut ini memperlihatkan secara rinci aliran data secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data mengalir.
a. Order Pesanan
Setelah memasukkan kode meja dan keterangan seperti nama pemesan, petugas atau pembeli dapat melakukan order pesanan dengan memilih menu makanan dan minuman, kemudian mengisi jumlah pesanan dan catatan seperti rasa makanan pedas, sedang, atau tidak pedas. setelah itu mengirimkan pesanan ke database dengan mengklik tombol simpan pada sistem.
Gambar 3.7 Activity Diagram Order Pesanan yang diusulkan
b. Pembayaran
Petugas kasir menginput kode order pesanan, kemudian menginformasikan ke pembeli total harga yang harus dibayarkan. Pembeli memberikan uang pembayaran kepada petugas kasir dan petugas kasir menghitung uang pembayaran, setelah itu petugas menginput nominal uang pembayaran dan input catatan yang dimana untuk menjelaskan uang pembelian pas apa lebih. Jika uang pembayaran pembeli sesuai atau pas maka petugas kasir hanya memberikan struk bukti pembayaran, jika uang
Membuka sistem informasi
Memilih order pesanan Menampilkan halaman utama
Pilih menu makanan dan minuman Input kode meja
Input keterangan (nama pembeli)
Username dan password
Petugas Sistem
Login username dan password
Menyimpan kedatabase Memasukkan jumlah pesanan
Memilih pesanan
pembayaran pembeli melebihi total harga pembelian maka petugas kasir akan memberikan uang kembalian beserta struk bukti pembayaran.
Gambar 3.8 Activity Diagram Pembayaran yang diusulkan
c. Mengelola data menu makanan dan minuman
Administrator melakukan pengaturan terhadap data menu makanan dan minuman seperti menginputkan data, mengedit data dan menghapus data makanan dan minuman.
Menerima informasi total pembayaran
Memberikan uang kembalian input nominal uang pembayaran
terima uang kembalian beserta struk
Terima uang pembayaran
Pembeli Kasir
input kode order pesanan
Menampilkan rincian total harga
hitung uang pembayaran
input catatan ( pas atau lebih) uang pembelian Menginformasi total pembayaran
Memberikan uang pembayaran
Menerima struk pembayaran Memberikan struk pembayaran
Gambar 3.9 Activity Diagram Mengelola data menu yang diusulkan 3.3.3.4 Sequence Diagram
Sequence Diagram digunakan untuk menggambarkan interaksi antar object dalam waktu yang berurutan. Tetapi pada dasarnya sequence diagram selain digunakan dalam lapisan abstrak model object. Kegunaannya untuk menunjukkan rangkaian pesan yang dikirim antara object juga interaksi antara object, sesuatu yang terjadi pada titik tertentu dalam eksekusi sistem. Komponen utama sequence diagram terdiri atas object yang dituliskan dengan kotak segi empat bernama pesan diwakili oleh garis dengan tanda panah dan waktu yang ditunjukkan dengan proses vertikal.
Berikut adalah sequence diagram yang ada pada sistem yang diusulkan pada Solaria :
Login
Input data menu Menyimpan data menu
Mengupdate data menu Memilih menu edit
Menampilkan halaman menu utama
Administrator Sistem
Memilih menu data
data menu terhapus Memilih menu hapus
Mengubah data menu
1. Sequence diagram menginput pesanan
Petugas menginput order pesanan pada komputer yang telah disediakan, dengan memasukkan halaman order dalam sistem. Halaman order akan menampilkan kode meja dan keterangan, kemudian pilih menu makanan dan minuman. Pembeli memilih makanan dan minuman yang akan dipesan, menentukan jumlah pesanan, dan catatan rasa makanan seperti rasanya pedas atau sedang dan tidak pedas, setelah itu mengirimkan kedatabase dengan menekan tombol simpan.
Gambar 3.10 Sequence Diagram menginput pesanan
2. Sequence diagram menginput pembayaran
Kasir menginput transaksi pembayaran pada halaman pembayaran dalam sistem informasi berbasis web. Kasir memilih menu pembayaran, input pembayaran dan sistem akan menampilkan informasi data pembayaran makanan dan minuman yang harus dibayar oleh pembeli. Petugas Menu Order_detail kode_order batal Order kode_menu catatan subtotal simpan nama_menu jumlah username password tanggal_order jam keterangan Tambah harga
Gambar 3.11 Sequence Diagram menginput pembayaran
3. Sequence diagram melihat menu
Pembeli melihat menu di komputer yang ditampilkan petugas pada saat memesan makanan dan minuman.
Gambar 3.12 Sequence Diagram melihat menu
kasir
Pembayaran Order
Masukkan username password
kode_order kode_pembayaran Batal tanggal jam nominal keterangan kembalian simpan print Pembeli Menu deskripsi nama_menu harga status gambar
4. Sequence diagram menginput meja
Petugas melakukan input meja untuk menentukan meja pembeli ketika memesan makanan dan minuman.
Gambar 3.13 Sequence Diagram menginput meja 3.3.3.5 Class Diagram
Class diagram adalah menggambarkan struktur statis class didalam sistem. Class mempersentasekan sesuatu yang ditangani oleh sistem. Dengan melihat karakteristik order beserta proses – proses yang terjadi, maka dapat dibuat class diagram. Berikut class diagram sistem yang diusulkan :
Gambar 3.14 Class Diagram
Petugas
Order Meja
Masukkan username password
kode_meja Batal simpan User - kode_admin - nama_petugas - nama_kasir - username - password - telepon - email - gambar - status + simpan () + batal () + edit () + hapus () order - kode_order - nama_petugas - tanggal_order - jam - kode_meja - status - keterangan + tambah () + simpan () + batal () + edit () + hapus () menu - kode_menu - nama_menu - kategori - deskripsi - harga - gambar - status + simpan () + batal () + cari () + edit () + hapus () meja - kode_meja - deskripsi + simpan () + batal () + edit () + hapus () pembayaran - kode_pembayaran - nama_kasir - tanggal - jam - kode_order - nominal - keterangan - kembalian + simpan () + batal () + print + edit () + hapus () 1 order_detail - id - kode_order - kode_menu - jumlah - subtotal - catatan 1..* 1 1 1..* 1 1 1..* 1..* 1 1 1..*
3.3.3.6 Perancangan Input
Perancangan Input merupakan dimulainya suatu proses sistem. Dalam perancangan ini, input adalah suatu perintah untuk mengeksekusi data yang ingin ditampilkan atau dicari dan nantinya akan mempengaruhi hasil yang ditampilkan atau output dihasilkan oleh sistem. Adapun perancangan – perancangan input yang ada dalam sistem diantaranya :
1. Form Input Login Otentikasi Data
Username : Password :
Gambar 3.15 Tampilan Form Input Login
2. Form Input Admin
Kode Admin :
Username :
Password :
Telepon :
Email :
Status : Aktif Tidak Aktif
Gambar : No file chosen
Avatar.jpg
Gambar 3.16 Tampilan Form Input Admin
Login Reset
3. Form Input Petugas
Nama Petugas :
Bagian Tugas :
Username :
Password :
Status : Aktif Tidak Aktif
Gambar 3.17 Tampilan Form Input Petugas
1. Form Input Kasir
Nama Kasir :
Bagian Tugas :
Username :
Password :
Status : Aktif Tidak Aktif
Gambar 3.18 Tampilan Form Input Kasir
2. Form Input Meja
Kode Meja :
Deskripsi :
Gambar 3.19 Tampilan Form Input Meja
Simpan Batal
Simpan Batal
3. Form Input Menu
Kode Menu :
Nama Menu :
Kategori : Makanan Minuman
Deskripsi :
Harga :
Gambar : No file chosen Avatar.jpg
Status : Aktif Tidak Aktif
Gambar 3.20 Tampilan Form Input Menu
4. Form Input Transaksi Order
Kode Order :
Tanggal Order :
Jam :
Meja :
Keterangan :
Gambar 3.21 Tampilan Form Input Transaksi Order 1
Pilih Menu :
Jumlah :
Catatan :
Gambar 3.22 Tampilan Form Input Transaksi Order 2
Choose File
Simpan Batal Cari
n 15:40:15 - Simpan Batal 15 Januari Simpan Batal -
5. Form Input Laporan Order
Cari data berdasarkan tanggal : s/d
Gambar 3.24 Tampilan Form Input Laporan Order
6. Form Input Transaksi Pembayaran
Kode Pembayaran :
waktu :
Order :
Nominal :
Catatan bayar :
Gambar 3.23 Tampilan Form Input Transaksi Pembayaran
3.3.3.7 Struktur Navigasi
Struktur navigasi adalah struktur atau alur dari suatu program. Struktur navigasi termasuk struktur terpenting dalam pembuatan suatu aplikasi dan gambarannya harus sudah ada pada tahap perencana. Menurut Sutopo (2007 : 245) “Struktur Navigasi adalah struktur bagaimana halaman web dihubungkan dengan halaman lain”. Menentukan struktur navigasi merupakan hal yang sebaiknya dilakukan sebelum membuat website. Adapun konsep struktur navigasi yang dibuat menggunakan hierarchical model diantaranya :
15 Januari 2016 03 Juny 2016 Cari
Simpan Batal
Gambar 3.25 Struktur Navigasi Sistem Informasi Pelayanan Solaria Berbasis Web
Konsep navigasi ini dimulai dari satu node yang menjadi homepage. Dari homepage dapat dibuat beberapa cabang ke halaman – halaman utama. Apabila diperlukan, dari tiap halaman utama dapat dikembangkan menjadi beberapa cabang lagi. Hal ini seperti struktur organisasi dalam perusahaan.
Sistem Informasi Pelayanan Solaria Berbasis Web
Menu utama
Home Login
Menu Kasir Menu Admin
Home Profil Pembayaran Logout
Home Admin Kasir Petugas Meja Menu Logout
Menu Petugas