• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN KKPI : Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Baleendah Tahun Ajaran 2012/2013.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN KKPI : Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Baleendah Tahun Ajaran 2012/2013."

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL)

DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN KKPI

(KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI)

(Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Baleendah Tahun Ajaran 2012/2013)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer FPMIPA UPI

oleh:

TRI HARTANTO 0608710

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU KOMPUTER

FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

Tri Hartanto, 2014

Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (ctl) Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran KKPI : Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Baleendah Tahun Ajaran 2012/2013

Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.upi.edu | Perpustakaan.upi.edu

PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA

PADA MATA PELAJARAN KKPI

(KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI)

Oleh Tri Hartanto

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Pendidikan Matematika dan

Ilmu Pengetahuan Alam

© Tri 2013

Universitas Pendidikan Indonesia Agustus 2013

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,

(3)

PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL)

DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN KKPI

(KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI)

SKRIPSI

diajukan oleh: TRI HARTANTO

0608710

telah disetujui oleh:

Pembimbing I

Dr. Wawan Setiawan, M.Kom

NIP. 196601011991031031005

Pembimbing II

Eddy Prasetyo Nugroho, MT

NIP. 197505152008011014

Mengetahui,

Ketua Jurusan/Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer

Dr. Enjang Ali Nurdin, M.Kom

(4)

Tri Hartanto, 2014

Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (ctl) Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran KKPI : Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Baleendah Tahun Ajaran 2012/2013

Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.upi.edu | Perpustakaan.upi.edu

PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND

LEARNING (CTL) DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL

BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN KKPI (KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI)

(Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Baleendah)

TRI HARTANTO 0608710

Pembimbing I : Dr. Wawan Setiawan, M.Kom Pembimbing II : Eddy Prasetyo Nugroho, MT. Jurusan Pendidikan Ilmu Komputer, FPMIPA UPI

ABSTRAK

Penelitian yang berjudul “Penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam upaya meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada Mata Pelajaran KKPI” merupakan penelitian eksperimen yang dilaksanakan di kelas X semester 2 SMK Negeri 2 Baleendah Kabupaten Bandung. Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih rendahnya hasil belajar siswa dalam pelajaran KKPI sehingga diperlukan alternatif pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif siswa dalam mata pelajaran KKPI antara siswa yang pembelajaranya dilakukan secara konvensional dan pembelajaran yang menggunakan pendekatan CTL. Penelitian ini menggunakan Pretest and Posttest Control Group Design. Subyek penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 2 Baleendah Kabupaten Bandung kelas X dengan sampel kelas eksperimen adalah kelas X Jasa Boga 1 dan sampel kelas kontrol adalah kelas X Jasa Boga 2 yang dipilih secara acak. Pokok bahasan yang dijadikan sebagai bahan ajar dalam penelitian ini adalah mengoperasikan software pengolah kata (MS.WORD 2007). Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar KKPI,dan angket siswa. Berdasarkan analisis pada keseluruhan tahapan penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kognitif siswa yang diberi pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) meningkat secara signifikan pada postest yang dilakukan dari rata-rata nilai kelas 49,47 menjadi 80,26. Dan hampir seluruh siswa lebih menyukai pemelajaran KKPI dengan menggunakan pendekatan CTL karena dapat membuat siswa lebih cepat memahami materi KKPI dan bisa mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari.

(5)

APPLICATION APPROACH CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL)

IN EFFORTS TO IMPROVE STUDENT LEARNING OUTCOMES IN COGNITIVE SUBJECT KKPI

(COMPUTER SKILLS AND MANAGEMENT INFORMATION) (Research Experiments Against Class X in SMK Negeri 2 Baleendah)

TRI HARTANTO 0608710

Supervisor I : Dr. Wawan Setiawan, M.Kom Supervisor II : Eddy Prasetyo Nugroho, MT.

Department of Computer Science Education, FPMIPA UPI

ABSTRACT

The study, entitled "Implementation Approach Contextual Teaching and Learning (CTL) in an effort to improve student learning outcomes in the cognitive Subjects KKPI" an experimental research carried out in the 2nd half of class X Baleendah SMK Negeri 2 Bandung regency. The research was motivated by the low achievement of students in subjects that required KKPI alternative learning can improve students' cognitive learning outcomes. The purpose of this study was to determine differences in cognitive achievement of students in subjects KKPI between students who’s learning using conventional teaching and the student who’s learning using the CTL approaches. This study uses a pretest and posttest control group design. The subjects were students of SMK Negeri 2 Bandung regency Baleendah class X with a sample of experimental is class X Catering 1 and sample control is class X Catering 2 randomly selected. Subjects were used as teaching materials in this research is the operate Microsoft Word 2007. The instrument used was a KKPI achievement test, and the student questionnaire. Based on the analysis of all phase of the research concluded that the learning outcomes of students who were given cognitive approach to Contextual Teaching and Learning (CTL) increased significantly in the posttest were performed on an average value of 49.47 to 80.26 class. And almost all of the students prefer learning KKPI using CTL approach because it can make students more quickly understand and can apply the material KKPI in everyday life.

Keywords : Contextual Teaching and Learning (CTL), Learning Outcomes,

(6)

Tri Hartanto, 2014

Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (ctl) Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran KKPI : Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Baleendah Tahun Ajaran 2012/2013

Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.upi.edu | Perpustakaan.upi.edu

DAFTAR ISI

UCAPAN TERIMAKASIH ... iii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... v

DAFTAR GAMBAR ... vi

DAFTAR LAMPIRAN ... vii BAB I PENDAHULUAN ... Error! Bookmark not defined. 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH ... Error! Bookmark not defined. 1.2 RUMUSAN MASALAH ... Error! Bookmark not defined. 1.3 PEMBATASAN MASALAH ... Error! Bookmark not defined. 1.4 TUJUAN PENELITIAN ... Error! Bookmark not defined. 1.5 MANFAAT HASIL PENELITIAN ... Error! Bookmark not defined. 1.6 HIPOTESIS ... Error! Bookmark not defined. 1.7 DEFINISI OPERASIONAL ... Error! Bookmark not defined. BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... Error! Bookmark not defined. 2.1 Pengertian Pendekatan Mengajar ... Error! Bookmark not defined. 2.2 Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) .... Error! Bookmark

not defined.

(7)

2.4.1 Tujuan dan Arah pembelajaran KKPI ... Error! Bookmark not defined. 2.5 Media Pembelajaran Berbantu Komputer .... Error! Bookmark not defined. 2.5.1 Pengertian Media Pembelajaran ... Error! Bookmark not defined. 2.5.2 Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran ... Error! Bookmark not

defined.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN... Error! Bookmark not defined. 3.1 METODE PENELITIAN ... Error! Bookmark not defined. 3.2 POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN Error! Bookmark not defined. 3.3 LOKASI PENELITIAN ... Error! Bookmark not defined. 3.4 INSTRUMEN PENELITIAN ... Error! Bookmark not defined. 3.4.1 Validitas ... Error! Bookmark not defined. 3.4.2 Reliabilitas Instrumen ... Error! Bookmark not defined. 3.4.3 Daya Pembeda ... Error! Bookmark not defined. 3.4.4 Indeks Kesukaran ... Error! Bookmark not defined. 3.4.5 Angket ... Error! Bookmark not defined. 3.5 PENGEMBANGAN MMI ... Error! Bookmark not defined. 3.5.1 Tahap Analisis ... Error! Bookmark not defined. 3.5.2 Tahap Desain ... Error! Bookmark not defined. 3.5.3 Tahap Pengembangan ... Error! Bookmark not defined. 3.5.4 Tahap Penilaian (Judgement) Media ... Error! Bookmark not defined. 3.5.5 Tahap Implementasi ... Error! Bookmark not defined. 3.6 PROSEDUR PENELITIAN ... Error! Bookmark not defined. 3.6.1 Tahap Persiapan Penelitian ... Error! Bookmark not defined. 3.6.2 Tahap Pelaksanaan Penelitian ... Error! Bookmark not defined. 3.6.3 Tahap Pengolahan Data Hasil Penelitian ... Error! Bookmark not

defined.

(8)

Tri Hartanto, 2014

Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (ctl) Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran KKPI : Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Baleendah Tahun Ajaran 2012/2013

Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.upi.edu | Perpustakaan.upi.edu

3.8.2 Pengolahan Data Kualitatif ... Error! Bookmark not defined. 3.8.2.1 TEKNIK PENGAMATAN (OBSERVASI) ... 34 3.8.2.1 ANGKET ... 34 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... Error! Bookmark not

defined.

4.1 PENGEMBANGAN MMI ... Error! Bookmark not defined. 4.1.1 Tahap Analisis ... Error! Bookmark not defined. 4.1.2 Tahap Desain ... Error! Bookmark not defined. 4.1.3 Tahap Pengembangan ... Error! Bookmark not defined. 4.1.4 Tahap Penilaian (Judgement) Media ... Error! Bookmark not defined. 4.1.5 Tahap Implementasi ... Error! Bookmark not defined. 4.2 Analisis Data Hasil Penelitian ... Error! Bookmark not defined. 4.2.1 Analisis Data Kuantitatif ... Error! Bookmark not defined. 4.2.2 Analisis Data Kualitatif ... Error! Bookmark not defined. 4.3 Pembahasan Hasil Penelitian ... Error! Bookmark not defined. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... Error! Bookmark not defined. 5.1 Kesimpulan ... Error! Bookmark not defined. 5.2 Saran ... Error! Bookmark not defined.

(9)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Pendidikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia.Dimana peningkatan kecakapan dan keterampilan diyakini sebagai faktor pendukung upaya manusia dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian. Dalam kerangka inilah pendidikan diperlukan dan dipandang sebagai kebutuhan dasar bagi masyarakat yang ingin maju dan berkembang .

Seiring dengan kemajuan ilmu ,teknologi informasi dan komunikasi kini kemajuannya berkembang dengan pesat. Perkembangan ini berpengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan dan kita dituntut untuk dapat memiliki sikap dan cara berpikir secara kritis, logis, kreatif, dan sistematis agar dapat menyelesaikan berbagai macam permasalahan kehidupan. Hal ini dapat ditempuh melalui belajar.

Untuk mengatasi kemajuan teknologi tersebut , tepat kiranya SK kurikulum 2006 (Depdiknas,2006) mengakomodasikan kemajuan Teknologi Informasi sekarang dalam sebuah mata pelajaran, yaitu mata pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) karena ini menjadi sangat penting untuk diajarkan di sekolah agar peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami teknologi informasi dan komunikasi dan dapat menggembangkanya. Tentunya agar tujuan pendidikan bisa tercapai dan maksimal guru sebagi pendidik akan terus menerus dituntut untuk selalu menggembangkan metode pembelajarannya agar segala kesulitan dalam pembelajaran dapat di pecahkan dengan tetap mengacu pada tujuan semula yaitu meningkatkan prestasi siswa.

(10)

2

Tri Hartanto, 2014

Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (ctl) Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran KKPI : Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Baleendah Tahun Ajaran 2012/2013

Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.upi.edu | Perpustakaan.upi.edu

atau kejuruan, dengan tujuan untuk menghasilkan tenaga-tenaga ahli tingkat madya yang memiliki keterampilan yang memadai dan siap kerja.

Terlepas dari banyaknya program keahlian yang ada di SMK, mata pelajaran KKPI (Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi) merupakan mata pelajaran wajib yang harus dipelajari setiap siswa dan dituntut untuk menguasai pengetahuan komputer agar dapat menunjang juga memudahkan pekerjaan dan di bidang keahliannya kelak, tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini telah terjadi era komputerisasi di berbagai bidang. Mata pelajaran KKPI bertujuan agar setiap siswa memiliki bekal kemahiran minimal, yaitu mengoperasikan komputer untuk mengelola informasi.

Dalam suatu pembelajaran khususnya pada mata pelajaran KKPI, di dalam proses pembelajaran, baik guru maupun siswa bersama – sama menjadi pelaku terlaksananya tujuan pembelajaran.Tujuan pembelajaran ini akan mencapai hasil maksimal apabila pembelajaran berjalan secara efektif. Menurut Wragg (1997) “pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang memudahkan siswa untuk mempelajari sesuatu yang bermanfaat seperti fakta, keterampilan, nilai, konsep

dan bagaimana hidup serasi dengan sesama atau suatu hasil belajar yang diinginkan”.

Sejalan dengan perubahan paradigma dalam belajar, belajar tidak akan efektif jika anak hanya duduk manis dikelas sementara guru menjejali anak dengan berbagai hal, belajar efektif akan terjadi jika dilakukan suatu pendekatan dalam pengelolaan sistem belajar melalui cara - cara belajar yang aktif menuju belajar yang mandiri dimana siswa perlu terlibat dalam proses belajar secara spontan. Sehingga keingintahuan siswa akan hal – hal yang belum diketahuinya mendorong keterlibatanya secara aktif dalam suatu proses belajar.

SMK Negeri 2 Baleendah memiliki lima bidang kejuruan yaitu Jasa Boga, Busana Butik, Tata Kecantikan, Teknik Kimia Industri dan Teknik Komputer Jaringan. Walaupun berbeda bidang kejuruan, tetapi semua siswa wajib mengikuti mata pelajaran KKPI. Khusus untuk jurusan Teknik Komputer Jaringan, mata pelajaran KKPI dipelajari hanya pada kelas X saja.

(11)

3

mendapat perhatian lebih. Hal ini terlihat dari proses pembelajaran yang belum optimal. Siswa lebih bersifat pasif, enggan, takut atau malu untuk mengungkapkan ide-ide ataupun penyelesaian atas soal-soal latihan yang diberikan di depan kelas karena siswa terbiasa fokus dalam bidang keahliannya. Sehingga tidak jarang siswa kurang mampu dalam mempelajari materi yang diajarkan sebab dirasa terlalu sulit dan membingungkan bahkan sebagian dari mereka ada yang menganggap mata pelajaran KKPI tidak bermanfaat untuk siswa pelajari. Hal ini berdampak pada rendahnya hasil belajar KKPI siswa.

Atas dasar kenyataan inilah, perlu adanya upaya serius untuk meningkatkan kualitas pembelajaran KKPI dengan melakukan kegiatan evaluasi yang dilakukan guru dalam meningkatkan minat juga hasil belajar siswa sehingga siswa diharapkan mampu memahami materi yang disampaikan dengan baik dan tidak cenderung pasif dan bosan dalam menghadapi atmosfer pembelajaran di kelas.

Idealnya minimal tenaga pengajar atau guru, fasilitas dan model pembelajaran sudah dipersiapkan sesuai dengan kompetensi. Hal ini sejalan dengan pernyataan Dimyati dan Mudjono (1994:225) mengenai peran guru:

“Siswa yang belajar di sekolah, direncanakan dan diprogramkan oleh guru dengan sebaik-baiknya, guru berkepentingan untuk mendorong siswa aktif belajar karena sebagai pendidik generasi muda bangsa, guru berkewajiban mencari dan menemukan masalah - masalah belajar yang dihadapi siswa”.

Salah satu penyelesaian dari permasalahan di atas adalah perlu dicari suatu alternatif dengan melakukan inovasi dan pendekatan, baik itu dalam memaksimalkan media ataupun metode penyampaian sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung aktif, efektif, dan menyenangkan. Oleh karena itu peneliti mencoba memberikan alternatif untuk menerapkan pembelajaran komputer melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL).

(12)

4

Tri Hartanto, 2014

Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (ctl) Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran KKPI : Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Baleendah Tahun Ajaran 2012/2013

Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.upi.edu | Perpustakaan.upi.edu

mereka. Pembelajaran yang selama ini mereka terima hanyalah penonjolan hafalan dari setiap rentetan pokok bahasan tetapi tidak diikuti dengan pemahaman yang mendalam, yang bisa diterapkan ketika mereka berhadapan dengan situasi baru dalam kehidupannya.

Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka. Strategi pembelajarannya lebih dipentingkan untuk meningkatkan hasil. Siswa perlu mengerti apa makna belajar, manfaatnya, dan bagaimana mencapainya. Dalam upaya pencapaiannya, mereka memerlukan guru sebagai pengarah dan pembimbing. Sehingga tujuan dalam pembelajaran lebih produktif dan bermakna serta diharapkan siswa dapat lebih termotivasi untuk mempelajari KKPI.

Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar

siswa jika dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian Ningrum (2005) memperlihatkan bahwa pengaruh pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap hasil belajar mempunyai pengaruh yang cukup besar yakni 12,71 %. Sejalan dengan penelitian Ningrum, hasil penelitian Solichatun (2007) memperlihatkan bahwa secara umum pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) tepat diterapkan untuk siswa, pendekatan ini membantu siswa meningkatkan kemampuan siswa dalam mengatasi kesulitan belajarnya.

(13)

5

1.2 RUMUSAN MASALAH

Dari uraian yang dikemukakan dalam latar belakang masalah diatas, rumusan masalah didalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam mata pelajaran KKPI terhadap hasil belajar siswa?

2. Bagaimana respon siswa terhadap mata pelajaran KKPI dengan menggunakan penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)?

3. Bagaimana perbedaan hasil belajar dalam mata pelajaran KKPI antara siswa yang pembelajaran menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dan siswa yang pembelajarannya dilakukan secara

konvensional?

1.3 PEMBATASAN MASALAH

Untuk menghindari meluasnya permasalahan dalam penelitian ini, maka permasalahan - permasalahan tersebut dibatasi sebagai berikut:

1. Penelitian ini mengambil sampel siswa kelas X Jasa Boga

2. Materi yang diberikan pada pembelajaran KKPI adalah Mengoperasikan Software Pengolah Kata (Ms.Word 2007).

3. Hasil belajar siswa pada penelitian ini dibatasi pada ranah kognitif

4. Indikator dari penelitian ini adalah hasil belajar siswa, aktivitas siswa dan respon siswa

1.4 TUJUAN PENELITIAN

Adapun Penelitian ini bertujuan untuk :

1. Mengetahui pengaruh dari di terapkannya pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam mata pelajaran KKPI terhadap hasil belajar

kognitif siswa kelas X Jasa Boga di SMKN 2 Baleendah.

2. Mengetahui respon siswa terhadap mata pelajaran KKPI dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)

(14)

6

Tri Hartanto, 2014

Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (ctl) Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran KKPI : Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Baleendah Tahun Ajaran 2012/2013

Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.upi.edu | Perpustakaan.upi.edu

1.5MANFAAT HASIL PENELITIAN

Mengacu pada tujuan yang telah diungkapkan peneliti sebelumnya terdapat manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitian ini diharapkan secara teoritis dan secara praktis, yakni:

1. Secara teoritis

Secara teoritis hasil penelitian ini akan bermanfaat untuk menambah wawasan keilmuan tentang cara meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran KKPI dengan menggunakan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning).

2. Secara praktis a. Bagi siswa

a) Siswa dapat mengetahui manfaat & tujuan dari pembelajaran KKPI secara kongkret dalam kehidupan nyata.

b) Siswa dapat mengetahui dengan cermat sejauh mana pengetahuan KKPI yang telah di kuasai.

c) Siswa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru dalam kegiatan belajar KKPI menggunakan pendekatan CTL.

b. Bagi Guru

a) Deskripsi yang diperoleh tentang konsep pembelajaran mata pelajaran KKPI pada siswa dapat memberikan arahan bimbingan belajar yang tepat dan jelas.

b) Guru mendapat tambahan informasi tentang pendekatan pembelajaran yang lebih bervariasi khususnya CTL untuk memperbaiki dan meningkatkan sistem pembelajaran.

c. Bagi Sekolah

(15)

7

1.6 HIPOTESIS

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka hipotesis dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

H0 = Tidak terdapat peningkatan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang pembelajarannya menerapkan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan siswa yang pembelajarannya dilakukan

secara konvensional.

H1 = Terdapat peningkatan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang pembelajarannya menerapkan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan siswa yang pembelajarannya dilakukan secara

konvensional.

1.7 DEFINISI OPERASIONAL

Dengan memperhatikan judul penelitian, ada beberapa istilah yang perlu dijelaskan agar tidak terjadi salah penafsiran.

1. Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu pendekatan mengajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dan dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.

2. KKPI Merupakan kependekan dari (Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi) adalah mata pelajaran komputer dasar di SMK dalam mengoperasikan komputer untuk mengelola informasi.

(16)

Tri Hartanto, 2014

Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (ctl) Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran KKPI : Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Baleendah Tahun Ajaran 2012/2013

Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.upi.edu | Perpustakaan.upi.edu

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian eksperimen yaitu: penelitian eksperimen semu (Quasi experiment) . penelitian eksperimen yaitu kegiatan percobaan untuk meneliti suatu peristiwa atau gejala yang muncul pada kondisi tertentu, dengan cara melakukan pengamatan dan kontrol yang cermat, sehingga dapat diketahui hubungan sebab akibat dari munculnya gejala tersebut.

Agar dapat diperoleh hasil yang optimal dalam melakukan penelitian eksperimen, Ali (dalam Gemma:24) memaparkan langkah-langkah penelitian eksperimen sebagai berikut :

1. Meneliti literatur yang berhubungan dengan masalah penelitian 2. Mengidentifikasi dan membatasi masalah

3. Merumuskan hipotesis

4. Menyusun rencana eksperimen secara lengkap dan operasional, meliputi : 1) Menentukan variable bebas dan terikat,

2) Memilih desain eksperimen yang digunakan, 3) Menentukan sampel,

4) Menyusun alat eksperimen,

5) Membuat prosedur pengumpulan data, 6) Merumuskan hipotesis statistik (hipotesis nol) 5. Melaksanakan eksperimen (pengumpulan data). 6. Menyusun data untuk memudahkan pengolahan

7. Menentukan taraf arti (level of significant) yang akan digunakan dalam menguji hipotesis.

(17)

22

Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah “Pretest-Postest Control Group Design”. Menurut Nana Sudjana dan Ibrahim (2001: 35) bahwa: ”desain ini menempuh tiga langkah, yakni: (1) memberikan tes untuk mengukur variabel terikat sebelum perlakuan dilakukan (prates), (2) memberikan perlakuan

eksperimen kepada para subjek (variabel X), dan (3) memberikan tes lagi untuk

mengukur variabel terikat setelah perlakuan (pascates).

Berdasarkan desain ini, maka terdapat dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kedua kelompok tersebut diberi perlakuan yaitu pretest dan posttest. Untuk kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa pendekatan pembelajaran CTL sedangkan untuk kelas kontrol tidak di berikan perlakuan khusus. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah diterapkannya pendekatan pembelajaran. Pretest diberikan untuk mengetahui keadaan awal dari masing-masing kelompok dan postest diberikan setelah diberi treatmen yang bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan CTL terhadap mata pelajaran KKPI. pengukuran dilihat dari perbedaan antara tes awal (O1) dan pengukuran berupa tes akhir (O2) yang telah di beri pembelajaran dengan pendekatan CTL (X) dan hasilnya dibandingkan dengan tes awal (O1) dan tes akhir kelas kontrol (O2) . Desain yang digunakan pada penelitian ini digambarkan sebagai berikut:

Eksperimen

Kontrol

Gambar 3.1 Desain penelitian

(Sugiyono,2005:116)

Keterangan:

O

1 = Tes yang diberikan sebelum kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning. O

2 = Tes yang diberikan setelah kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning.

O1

X

O2

(18)

23

Tri Hartanto, 2014

Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (ctl) Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran KKPI : Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Baleendah Tahun Ajaran 2012/2013

Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.upi.edu | Perpustakaan.upi.edu

X = Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning.

O

1 = Tes yang diberikan sebelum kegiatan belajar mengajar. O

2 = Tes yang diberikan setelah kegiatan belajar mengajar tanpa menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning

3.2 POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMKN 2 Baleendah. Rinciannya sebagai berikut:

1. 4 kelas Jurusan Jasa Boga, 2. 2 kelas Jurusan Busana Butik,

3. 2 kelas Jurusan Teknik Kimia Industri, 4. 1 kelas Jurusan Tata Kecantikan, dan 5. 3 kelas Jurusan Teknik Komputer Jaringan

Jumlah pupulasi kelas X adalah 405 orang, terdiri dari 171 Laki-laki dan 234 perempuan dan teknik pengambilan sampel dalam penelitian menurut Arikunto (2006: 140) menggunakan teknik sampel bertujuan atau purposive sample yaitu sampel yang dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan terntu, teknik ini biasanya dilakukan karena beberapa pertimbangan, misalnya alasan keterbatasan waktu, tenaga dan dana sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar dan jauh dan dipilihlah dua kelas dari 11 kelas yang ada yaitu kelas X Jasa Boga 1 dan X Jasa Boga 2 dengan jumlah sampel 76 orang.

3.3 LOKASI PENELITIAN

Penelitian dilakukan di SMK Negeri 2 Baleendah Kabupaten Bandung yang bertempat di jalan RAA. Wiranata Kusumah no.11 Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung.

(19)

24

Instrumen digunakan sebagai alat untuk memperoleh data yang diperlukan. Instrumen pengumpul data yang digunakan adalah :

Menurut Arikunto (1996:150) menjelaskan bahwa : “tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bekal yang dimiliki oleh

individu atau kelas”.

1. Soal Uji Instrumen

Berupa pilihan ganda (Multiple Choise) dengan 5 butir pilihan jawaban sebanyak 25 item soal. Tiap item soalnya dibuat sesuai Kompetensi mata pelajaran KKPI yang diajarkan di sekolah sebagai tes hasil belajar siswa.

Untuk mengetahui sejauh mana kualitas suatu instrumen tes tersebut, maka sebelumnya perlu dilakukan serangkaian pengujian dan analisis terhadap instrumen. Untuk mendapatkan instrumen yang berkualitas dapat ditinjau dari beberapa hal diantaranya uji validitas, uji reliabilitas, uji indeks kesukaran, uji daya pembeda.

3.4.1 Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Dengan menggunakan rumus korelasi produk momen dari Karl Pearson dalam menghitung koefisien validitas butir soal. sebagai berikut:

∑ ∑ ∑

√ ∑ ∑ ∑ ∑

(Suherman, 2003: 120)

Keterangan :

rxy = Koefisien korelasi (koefisien validitas). N = Jumlah Subjek.

ΣX = Jumlah skor setiap butir soal (jawaban yang benar).

ΣX2

= Jumlah kuadarat dari skor setiap butir soal.

(20)

25

Tri Hartanto, 2014

Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (ctl) Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran KKPI : Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Baleendah Tahun Ajaran 2012/2013

Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.upi.edu | Perpustakaan.upi.edu

ΣY2

= Jumlah kuadrat skor total.

Untuk mengetahui tingkat (derajat) validitas alat evaluasi, maka digunakan kriteria engklasifikasian sebagai berikut.

Tabel 3.1

Interpretasi Validitas

Koefisien Kolerasi Kriteria Validitas

0,90 ≤ rxy ≤ 1,00 Sangat Tinggi

0,70 ≤ rxy 0,90 Tinggi

0,40 ≤ rxy 0,70 Cukup

0,20 ≤ rxy 0,40 Rendah

0,00 ≤ rxy 0,20 Sangat Rendah

rxy 0,00 Tidak valid

(Suherman, 2003: 113)

3.4.2 Reliabilitas Instrumen

Reliabilitas suatu tes adalah tingkat keajegan atau ketepatan instrumen terhadap kelas yang dapat dipercaya sehingga instrumen dapat diandalkan sebagai pengambil data. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang apabila digunakan untuk mengukur objek yang sama berulang-ulang hasilnya relatif sama. Untuk menghitungnya menggunakan rumus yang diketemukan oleh Kuder dan Richardsons atau K-R.20 sebagai berikut :

(21)

26

Keterangan :

r11 = Reliabilitas tes secara keseluruhan n = Banyak butir soal (item)

pi = Proporsi subjek yang menjawab item dengan benar pada butir soal ke-i

qi = Proporsi subjek yang menjawab item dengan salah pada butir soal ke-i berarti (qi = 1 pi)

= varians skor total

Tabel 3.2

Interpretasi Derajat Reliabilitas

Koefisien Relibilitas Interpretasi

0.90 ≤ r 11≤ 1.00 reliabilitas sangat tinggi 0.70 ≤ r 11< 0.90 reliabilitas tinggi.

0.40 ≤ r 11< 0.70 reliabilitas sedang

0.20 ≤ r11 < 0.40 reliabilitas rendah

r11 0.20 reliabilitas sangat rendah

(Suherman, 2003: 139)

3.4.3 Daya Pembeda

(22)

27

Tri Hartanto, 2014

Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (ctl) Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran KKPI : Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Baleendah Tahun Ajaran 2012/2013

Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.upi.edu | Perpustakaan.upi.edu

A

JBA = Jumlah siswa kelompok atas yang menjawab soal dengan benar JBB = Jumlah siswa kelompok bawah yang menjawab soal dengan benar JSA = Jumlah siswa kelompok atas

(23)

28

(Suherman, 2003:170)

Keterangan :

IK = Indeks Kesukaran

JBA = Jumlah siswa kelompok atas yang menjawab soal dengan benar

JBB = Jumlah siswa kelompok bawah yang menjawab soal dengan benar

JSA = Jumlah siswa kelompok atas

Klasifikasi indeks kesukaran yang banyak digunakan ditampilkan pada table berikut :

Tabel 3.4

Interpretasi Indeks Kesukaran

Indeks Kesukaran Tingkat Kesukaran

IK=0,00 Soal terlalu sukar

0,00<IK<0,30 Soal sukar

0,30≤IK<0,70 Soal sedang

0,70≤IK<1,00 Soal mudah

IK=1,00 Soal terlalu mudah

(Suherman, 2003:170)

(24)

29

Tri Hartanto, 2014

Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (ctl) Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran KKPI : Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Baleendah Tahun Ajaran 2012/2013

Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.upi.edu | Perpustakaan.upi.edu

Angket siswa yang berisi 15 pernyataan dimana butir-butir nya berisi respon dan sikap siswa terhadap mata pelajaran KKPI dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Angket tersebut diberikan hanya pada kelas eksperimen.

3.5 PENGEMBANGAN MMI

3.5.1 Tahap Analisis

Tahap analisis dimulai dari menetapkan tujuan pengembangan MMI serta pemilihan materi yang akan disajikan ke dalam media pembelajaran berdasarkan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pembelajaran yang diterapkan di sekolah penelitian.

Tujuan pengembangan MMI adalah sebagai alat bantu bagi penulis dalam menyajikan materi dalam proses pembelajaran menggunakan metode pembelajaran Contextual Teaching and Learning.

3.5.2 Tahap Desain

Pada tahap desain dilakukan perancangan alur MMI mulai dari pembuatan flowchart dan storyboard media pembelajaran.

3.5.3 Tahap Pengembangan

Tahap pengembangan merupakan tahap pelaksanaan produksi pembuatan media pembelajaran. Pada tahapan ini, media dikembangkan sesuai dengan alur dalam flowchart serta desain antar muka yang dibuat dalam bentuk storyboard. Pembuatan media pembelajaran dilakukan dengan menggunakan Macromedia Flash.

3.5.4 Tahap Penilaian (Judgement) Media

(25)

30

3.5.5 Tahap Implementasi

Tahap implementasi merupakan tahapan uji coba media pembelajaran setelah pada tahap penilaian diputuskan apakah media pembelajaran tersebut layak untuk digunakan atau tidak. Pada tahap ini, media pembelajaran digunakan pada proses pembelajaran di kelas eksperimen sesuai dengan rancangan desain penelitian yang dibuat.

3.6 PROSEDUR PENELITIAN

3.6.1 Tahap Persiapan Penelitian

a. Melaksanakan bimbingan skripsi dan mendapatkan masukan-masukan dari tim pembimbing skripsi.

b. Memperbaiki skripsi penelitian.

c. Mengurus perizinan penelitian ke Fakultas, Dinas Pemerintahan Daerah dan ke SMKN Negeri 2 Baleendah Kabupaten Bandung.

3.6.2 Tahap Pelaksanaan Penelitian

a. Siswa yang menjadi sampel penelitian diberi pengarahan. b. Siswa melaksanakan pretest mata pelajaran KKPI.

c. Siswa melaksanakan pembelajaran KKPI di kelas sampel A dengan menerapkan pendekatan CTL.

d. Siswa melaksanakan pembelajaran KKPI di kelas sampel B tanpa menerapkan pendekatan CTL.

e. Peneliti mencatat perkembangan pembelajaran siswa. f. Siswa melaksanakan posttest.

(26)

31

Tri Hartanto, 2014

Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (ctl) Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran KKPI : Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Baleendah Tahun Ajaran 2012/2013

Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.upi.edu | Perpustakaan.upi.edu

3.6.3 Tahap Pengolahan Data Hasil Penelitian

Setelah data diperoleh maka hal yang harus dilakukan adalah mengolah data hasil penelitian untuk menjawab rumusan masalah serta memperoleh kesimpulan. Data yang diolah berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa skor hasil pretest dan posttest 20 item PG mata pelajaran KKPI. Pretest dilakukan sebelum pembelajaran dengan menerapkan pendekatan Contextual Teaching nd Learning (CTL) berlangsung untuk mengetahui tingkat

pemahaman awal siswa terhadap materi yang akan di ajarkan sedangkan Posttest dilaksanakan setelah proses pembelajaran dengan pendekatan CTL di terapkan dikelas untuk mengetahui sampai sajauh mana tingkat pemahaman materi yang di dapat siswa melalui pendekatan CTL. Sedangkan data kualitatif berupa angket / skala sikap siswa terhadap pembelajaran KKPI serta respon dan sikap siswa terhadap mata pelajaran KKPI dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL).

3.7 TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Secara garis besar teknik pengumpulan data dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.5

(27)

32

Dalam penelitian ini data yang telah diperoleh kemudian diolah berdasarkan langkah berikut:

3.8.1 Pengolahan Data Kuantitatif

Pengolahan data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji statistik terhadap data skor pretes dan postes dan indeks gain. Meltzer (Hilman, 2009:31) mengembangkan sebuah alternatif untuk menjelaskan gain yang disebut normalized gain (gain ternormalisasi) yang diformulasikan dalam bentuk seperti

di bawah ini:

Indeks gain tersebut diinterpretasikan dengan menggunakan kriteria yang

diungkapkan oleh Hake (Hilman, 2009:31)

Tabel 3.6

Teknik analisis data indeks gain yang dilakukan dengan menggunakan Independent Sample T-Test, yaitu untuk melihat perbedaan dua rata-rata (indeks

gain). Hasil yang diharapkan adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara

rata-rata indeks gain kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kemudian, dengan melihat rata-rata indeks gain kedua kelompok, rata-rata yang lebih tinggi menunjukkan bahwa perlakuan yang satu (pembelajaran dengan pendekatan Contexual Teaching and Learning ) adalah lebih baik atau tidak dibandingkan

(28)

33

Tri Hartanto, 2014

Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (ctl) Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran KKPI : Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Baleendah Tahun Ajaran 2012/2013

Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.upi.edu | Perpustakaan.upi.edu

Analisis dilakukan dengan menggunakan bantuan Microsoft Excel 2007. Adapun langkah–langkah dalam melakukan suji statistik data hasil tes adalah sebagai berikut:

3.8.1.1 Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui data berasal dari distribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan pada data skor pretes, postes, dan indeks gain pada kelas eksperiman dan kontrol. Dalam uji normalitas ini digunakan uji Shapiro-Wilk dengan taraf signifikansi 5%.

Setelah dilakukan uji normalitas, maka langkah selanjutnya adalah:

1) Jika kedua data yang dianalisis berdistribusi normal, maka dilanjutkan dengan uji parametrik yaitu uji homogenitas varians.

2) Jika kedua data yang dianalisis salah satu atau keduanya tidak berdistribusi normal, maka dilanjutkan dengan uji perbedaan dua rata-rata menggunakan uji non parametrik, menggunakan uji Mann Whitney (U).

3.8.1.2 Uji Homogenitas Varians

Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah dua sampel yang diambil memiliki varians yang homogen atau tidak. Dalam uji homogenitas ini digunakan uji Levene dengan taraf signifikansi 5 %. Dalam hal ini yang akan diuji adalah indeks gain pada kelas eksperimen dan kontrol. Selain itu, uji homogenitas varians dilakukan agar kita dapat menentukan jenis statistik uji yang akan digunakan untuk menguji hipotesis (uji perbedaan dua rata-rata). Jenis statistik uji tersebut adalah:

1) Jika data yang dianalisis berdistribusi normal dan homogen maka pengujian hipotesis dilakukan dengan statistik uji-t.

(29)

34

3.8.1.3 Uji Perbedaan Dua Rata-Rata

Uji perbedaan dua rata-rata dimaksudkan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata secara signifikan antara dua sampel. Uji perbedaan dua rata-rata dilakukan terhadap data skor hasil pretes dan postes. Jika data berdistribusi normal dan homogen maka pengujiannya dilakukan dengan uji t. Sedangkan untuk data berdistribusi normal tetapi tidak memiliki

varians yang homogen maka pengujiannya mengunakan uji t’. Dan untuk data

yang tidak berdistribusi normal maka pengujiannya manggunakan uji non-parametrik yaitu menggunakan uji Mann-Whitney.

3.8.2 Pengolahan Data Kualitatif

3.8.2.1 Teknik pengamatan (observasi)

Data hasil observasi merupakan data pendukung hasil pengamatan selama proses penerapan pendekatan CTL yang hasilnya disajikan dalam bentuk tabel kemudian dilakukan pembahasan.

3.8.2.2 Angket

Data yang diperoleh dari angket / skala sikap bertujuan untuk mengetahui respon dan sikap siswa. Suherman (2003:190) menjelaskan kriteria penskoran untuk angket / skala sikap seperti berikut:

Untuk pernyataan positif

SS diberi skor 5, S diberi skor 4, N diberi skor3, TS diberi skor2, STS diberi skor 1

Untuk pernyataan negatif

SS diberi skor 1, S diberi skor 2, N diberi skor 3, TS diberi skor 4, STS diberi skor 5

Keterangan :

(30)

35

Tri Hartanto, 2014

Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (ctl) Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran KKPI : Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Baleendah Tahun Ajaran 2012/2013

Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.upi.edu | Perpustakaan.upi.edu S = Setuju

N = Netral

TS = Tidak Setuju

STS = Sangat Tidak Setuju

Selain dengan cara penskoran data hasil angket juga dapat dianalisis dengan rumus sebagai berikut:

100% f

P n

 

(Larasati, 2008:46) Keterangan:

P : Presentasi jawaban f : frekuensi jawaban n : Banyak responden

Selanjutnya untuk menafsirkan data tersebut dibuat kriteria persentasi angket sebagai berikut:

100 % = Seluruhnya 75 % - 99 % = Sebagian besar

51% - 74% = Lebih dari setengahnya 50 % = Setengahnya

25 % - 49 % = Hampir setengahnya 1 % - 24 % = Sebagian kecil 0 % = Tidak ada

(31)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam upaya meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran KKPI, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam mata pelajaran KKPI telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa.

2. Hampir seluruh siswa siswa lebih menyukai pembelajaran KKPI dengan menggunakan Pendekatan CTL. Dengan pendekatan pembelajaran CTL dapat membuat siswa lebih cepat memahami materi KKPI dan membuat siswa bisa mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari sehingga siswa menjadi lebih tertarik, antusias dalam belajar dan dapat meningkatkan hasil belajar .

(32)

58

Tri Hartanto, 2014

Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (ctl) Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran KKPI : Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Baleendah Tahun Ajaran 2012/2013

Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.upi.edu | Perpustakaan.upi.edu

5.2 Saran

Setelah peneliti melaksanakan penelitian tentang “Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) dalam upaya meningkatkan hasil

(33)

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Mohammad. (1982). Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi. Bandung: Angkasa.

Angelina, Desi. 2006. Pengaruh Pembelajaran CTL terhadap Retensi Siswa pada Konsep Pencemaran Air. Skripsi Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Arikunto, Suharsimi.1996. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta

Arsyad, Azhar (2006). Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Hamalik. Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Hilman. 2009. Pengaruh Model Pembelajaran CTL terhadap Peningkatan Hasil Belajar TIK. Skripsi Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer FPMIPA UPI Bandung: tidak diterbitkan

Johnson.2006. Contextual Teaching and Learning. Bandung: Mizan.

Karyani, Zahonik. (1995). Pembelajaran kontekstual. [Online]. Tersedia : http://file.upi.edu [19 Mei 2013].

Kumaat, Joy Christian. 2007. Media Pembelajaran Kontekstual Berbasis Informasi Teknologi. [Online] http://jchkumaat.wordpress.com [20 Juni 2013].

Larasati, Ana Rahayu. (2008). Pengaruh Penerapan Model Learning Cycle Dalam Pembelajaran Matematika Terhadap Hasil Belajar Siswa SMP. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika FPMIPA UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Nurhadi 2003. Pembelajaran Kontekstual (CTL) dan Penerapannya dalam KBK. [Online]. Tersedia : http://digilib.unnes.ac.id [19 Mei 2013].

Sadiman, Arief. (2003). Media Pendidikan. Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatan.Jakarta: Raja Grafindo Persada.

(34)

Tri Hartanto, 2014

Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (ctl) Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran KKPI : Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Baleendah Tahun Ajaran 2012/2013

Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.upi.edu | Perpustakaan.upi.edu

Solichatun 2007. Implementasi Pendekatan Kontekstual pada pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa. Skripsi Program Studi Pendidikan Matematika FPMIPA UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Sugiyono. (2005). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sujiono. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Predana Media Group.

Suherman, E. dkk. (2003). Evaluasi Pembelajaran Matematika. Bandung: Jurusan Pendidikan Matematika UPI.

Susilana, Rudi. (1996). Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pembelajaran UPI.

Gambar

Gambar 3.1 Desain penelitian
Tabel 3.1 Interpretasi Validitas
Tabel 3.2 Interpretasi Derajat Reliabilitas
Tabel 3.3 Interpretasi Daya Pembeda
+3

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan yang dibuat adalah pengunaan AC sentral yang tidak terawat dengan baik dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri legionella dan menyebabkan keluhan kesehatan

Penggunaan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (Tsts) Berbantuan Simulasi Komputer Untuk Meminimalisasi Miskonsepsi Pada Materi Momentum Dan Impuls.. Universitas Pendidikan

penyelenggaraan CEAPAD II merupakan penegasan komitmen dan dukungan.. Pemerintah Indonesia terhadap Palestina, serta memperjelas posisi Indonesia Indonesia

1. Beberapa dari para ahli ekonomi Eropa tahun 1870-an yang dikelompokkan dalam Mashab Austria, mengemukakan teori tentang perilaku konsumen dan teori itu dikenal sebagai

CONTOH KASUS UJI DUNCAN PADA RAK..

Pertama , birokrasi diartikan sebagai ” government by bureaus” yaitu pemerintahan biro oleh pegawai yang diangkat oleh pemegang kekuasaan, pemerintah atau pihak atasan dalam

Dalam menyusun konfigurasi suatu elektron, maka susunan keempat bilangan kuantum harus digunakan, mulai dari tingkat energi yang rendah ke yang lebih tinggi (Aturan Aufbau), dan

Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memberikan suatu informasi dan pengetahuan kepada para masyarakat, terlebih yang berprofesi sebagai Guru Sekolah Menengah