BAB V
HASIL KERJA TAHUN 2016
5.1 PENCAPAIAN TARGET KINERJA
5.1.1
PENCAPAIAN TARGET KEGIATAN DAN PENDAPATANBalai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kesehatan R.I. yang berada di Jawa Timur, memberikan pelayanan untuk pemeriksaan sampel klinik maupun sampel non klinik.
Upaya-upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja pelayanan adalah melalui kegiatan sebagai berikut :
1)
Pelayanan Upaya Kesehatan Masyarakat, Perorangan dan Lingkungan Kegiatan dalam pelayanan ini antara lain :Pelayanan Laboratorium Klinik dan Uji Kesehatan serta Laboratorium Kesehatan Masyarakat
Pelayanan pemeriksaan laboratorium klinik & uji kesehatan dan laboratorium kesehatan masyarakat dilaksanakan untuk melayani permintaan dari :
Rumah Sakit Pemerintah Rumah Sakit Swasta
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Dokter praktek swasta
Puskesmas Perorangan/Lain-lain
Rujukan wilayah Industri
Instansi Pemerintah lain Lain-lain
Kegiatan pelayanan laboratorium pada Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya digolongkan sebagai berikut :
1. Instalasi Patologi, terdiri dari : a. Laboratorium Hematologi b. Laboratorium Kimia Klinik
2. Instalasi Mikrobiologi, terdiri dari :
a. Laboratorium Mikrobiologi Klinik (Bakteriologi, Parasitologi, Mikologi) b. Laboratorium TBC
c. Laboratorium Biomolekuler
3. Instalasi Virologi
a. Pemeriksaan Kultur Virus b. Pemeriksaan Biomolekuler 4. Instalasi Imunologi
5. Instalasi Bakteriologi Sanitasi 6. Instalasi Kimia Kesehatan
7. Instalasi Penerimaan, Pengambilan Sampel dan Penyerahan Hasil, pemeriksaan terdiri dari :
a. Radiologi Diagnostik b. Electrocardiography (ECG) c. Patologi Anatomi
d. USG e. Treadmill f. Audiometri
8. Instalasi Media Reagensia dan Hewan Percobaan a. Laboratorium Media Reagensia
Laboratorium Media dan Reagensia membuat bermacam-macam media siap pakai untuk memenuhi kebutuhan di lingkungan Instalasi Mikrobiologi dan Bakteriologi Sanitasi dan juga untuk permintaan dari luar BBLK.
Untuk pemeriksaan Corynebacterium diphteriae telah menggunakan metode baru sesuai “Manual for The Laboratory Diagnosis of Diphteria” yaitu standard yang direkomendasi oleh WHO Global Refference Laboratory for Diphteria and Streptococcus.
Berdasarkan fungsi Media dan Reagensia, macam-macam media serta jumlah pembuatan media tahun 2016 sebagai berikut:
Tabel 5.1 Rekapitulasi Pembuatan Media dan Reagensia di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Tahun2016
No Jenis Media & Reagensia Jumlah No Jenis Media & Reagensia Jumlah
1 Media Pertumbuhan/ Media Enriched 7 Reagensia Pengecatan
Nutrient Broth (kolf @ 100 ml) 1.046 kolf Neisser A (btl. @ 100 ml) 15 btl
Bouillon/Nutrient Broth (tb @ 10 ml) 2.091 tb Neisser B (btl. @ 100 ml) 14 btl Bouillon/Nutrient Broth (tb @ 5 ml ) 818 tb Neisser C (btl. @ 100 ml) 18 btl Trypticase Soy Broth/TSB (btl @ 5 ml) 85 btl Cristal Violet (btl. @ 100 ml) 100 btl Trypticase Soy Broth/TSB (tb @ 2 ml) 1.352 tb Safranin (btl. @ 100 ml) 85 btl
Blood agar plate (@ 20 ml) 3.793 pl. Lugol (btl. @ 100 ml) 451 btl
Trypticase Soy Agar Blood/ 104 pl. HCl alkohol (btl. @ 100 ml) 2.096 btl
TSAB (pl. @ 20 ml) Carbol fuchsin (btl. @ 100 ml) 700 btl Letheen Broth (btl @ 15 ml) 351 btl Methylen Blue 1 % (btl. @ 100 ml) 710 btl
KOH 20% (@ 50 ml) 8 btl.
2 Media Enrichment/Pemupuk
Pepton alkali 1 % ( tb @ 4 ml ) 830 tb. 8 Media Differential
Selenite broth (kolf @ 900 ml) 9 kolf CLED/Brolacin (pl. @ 20 ml) 547 pl.
Fluid thioglycolate medium (tb @ 10 ml) 946 tb. EMB Agar Plate (pl. @ 20 ml) 2.564 pl.
NaCl broth (kolf @ 500 ml) 8 kolf KIA (Kligger Iron Agar) (tb @ 5 ml) 1.839 tb.
NaCl broth (tb @ 4 ml) 705 tb. Lactose Broth I (tb @ 10 ml) 20.700 tb.
Columbia Medium (pl. @ 20 ml) 723 pl. Lactose Broth II (tb @ 10 ml) 9.910 tb.
Mac Conkey (pl. @ 20 ml) 2.827 pl.
3 Media Biakan Jamur
PDA (kolf @ 400 ml) 27 kolf 9 Media Khusus untuk
PDA (kolf @ 200 ml) 77 kolf mengetahui MRSA
Saboroud agar plate (@ 20 ml) 53 pl. MRSA (Metisilin Resisten (pl. @ 20 ml) 9 pl.
Saboroud tb. (tb @ 5 ml) 766 tb. Staphylococcus Aureus)
Corn Meal Agar (pl @ 20) 10 pl. MSA (Manitol Salt Phenol Red Agar) 411 pl.
Bird Sheed Agar (BSA) (tb @ 5 ml) 16 tb.
Saboroud broth (tb @ 5 ml) 278 tb. 10 Media Penyimpan Bakteri
Stock culture (tb @ 8 ml) 34 tb.
4 Media Test Kepekaan untuk
BHIB / HIB (btl. @ 20 ml ) 299 btl.
TB BHI + Glyserol (kolf @ 100 ml) 6 kolf
L J Tanpa Obat (btl. @ 6 ml) 31.656 btl.
L J Obat/Sensi Test (btl @ 6 ml) 10.753 btl. 12 Media Test Kepekaan
MH agar/Mueller Hinton Agar (pl @ 20) 1.845 pl.
5 Media untuk Screening tes MH agar + Blood (pl @ 20) 277 pl.
Tinsdale Medium (pl @ 20) 75 pl.
No Jenis Media & Reagensia Jumlah No Jenis Media & Reagensia Jumlah
6 Media Biakan Dasar 13 Reagen Indikator Media
Nutrient Agar (kolf @ 200 ml) 521 kolf Methyl red (btl @ 250 ml 2 btl.
Nutrient Slank Agar /NAS (tb @ 5 ml) 1610 tb
Nutrient Agar pl (pl @ 20) 420 pl. 11 Media untuk Toxigenik
kuman Difteri
14 Media Selektif ELEK (pl @ 20) 45 pl.
BGLB (tb. @ 8 ml) 10.166 tb.
Livental agar tabung (tb. @ 5 ml) 780 tb. 17 Media dan Reagensia Uji Biokimia Livental agar plate (pl. @ 20 ml) 21 pl. Air pepton / Indol (tb. @ 4 ml) 760 tb.
T C B S agar (pl. @ 20 ml) 413 Arginin (tb. @ 4 ml) 104 tb.
Thayer martin agar (pl. @ 20 ml) 198 Simon citrat agar (tb. @ 4 ml) 866 tb.
Manitol Salt agar (pl. @ 20 ml) 412 Lysine (tb. @ 4 ml) 538 tb.
SS agar (pl. @ 20 ml) 1.176 M I U (tb. @ 5 ml) 891 tb.
XLD agar (pl. @ 20 ml) 166 Malonat (tb. @ 5 ml) 20 tb.
E. coli broth I (EC I ) (tb. @ 10 ml) 410 Ornithine (tb. @ 4 ml) 24 tb.
Hoyle Medium (pl. @ 20 ml) 1.736 D Nase agar (pl. @ 20 ml) 7 pl.
Chrom Agar Candida (pl. @ 20 ml) 137 Urea agar (tb. @ 4 ml) 820 tb.
VP / MR (tb. @ 4 ml) 1.489 tb.
15 Reagensia Pengenceran Bile esculin (tb. @ 5 ml) 71 tb.
Phosphat buffer aq. (kolf @ 100 ml) 1.079 kolf Mannitol (tb. @ 5 ml) 90 tb.
Phosphat buffer aq. (btl @ 10 ml) 3.310 btl. Trehalose (tb. @ 5 ml) 30 tb.
Phosphat buffer saline phenol (btl 34 btl. Galaktose (tb. @ 5 ml) 20 tb.
@ 500 ml) Arabinose (tb. @ 5 ml) 110 tb.
PZ / NaCl 0,9 % (tb @ 3 ml) 1.426 tb. Gula-gula biasa (tb. @ 5 ml) 1.780 tb.
PZ / NaCl 0,9 % (kolf @ 100 ml) 134 kolf
18 Gula2 untuk mengetahui
16 Reagen Pembanding Varian Difteri
Mac Farland 0,5 (tb. @ 10) 4 tb. Gula - gula diphtheria (tb @ 3 ml) 240 tb.
Jumlah :
Media Tabung @ 2 ml 1.352 tb. Media Botol @ 500 ml 34 btl.
Media Tabung @ 3 ml 1.666 tb. Media Botol @ 250 ml 2 btl.
Media Tabung @ 4 ml 6.136 tb. Media Botol @ 100 ml 4.189 btl.
Media Tabung @ 5 ml 9.119 tb. Media Botol @ 50 ml 8 btl.
Media Tabung @ 10 ml 34.061 tb. Media Botol @ 20 ml 299 btl.
Media Tabung @ 8 ml 10.200 tb. Media Botol @ 15 ml 351 btl.
Media Plate @ 20 ml 17.969 pl. Media Botol @ 10 ml 3.310 btl.
Media Kolf @ 900 ml 9 kolf Media Botol @ 6 ml 42.409 btl.
Media Kolf @ 500 ml 8 kolf Media Botol @ 5 ml 85 btl.
Media Kolf @ 400 ml 27 kolf
Media Kolf @ 200 ml 598 kolf
Media Kolf @ 100 ml 2.265 kolf Jumlah Media : 134.097
Sumber : Instalasi Media Reagensia dan Hewan Percobaan BBLK Surabaya, 2016
b. Laboratorium Hewan Percobaan
Laboratorium Hewan Percobaan bertujuan memelihara dan menyiapkan hewan yang diperlukan untuk menunjang pemeriksaan laboratorium.
Instalasi yang membutuhkan hewan percobaan antara lain :
- Media Reagensia - Imunologi
- Mikrobiologi - Kimia Kesehatan
Hewan-hewan yang dipelihara dan diperlukan untuk menunjang pemeriksaan laboratorium sebagai berikut :
1.
DombaJumlah domba per-31 Desember 2016 : 16 ekor.
Pengambilan darah domba setiap kali pengambilan + 300 – 400 ml.
Darah tersebut diperlukan untuk :
- Membuat media di Instalasi Media Reagensia - Pemeriksaan laboratorium di Instalasi Imunologi - Pemeriksaan laboratorium di Instalasi Kimia Kesehatan
2.
KelinciJumlah kelinci per-31 Desember 2016 : 30 ekor.
Pengambilan darah kelinci setiap kali pengambilan + 20 ml.
Darah, serum, plasma kelinci diperlukan untuk :
- Membuat media di Instalasi Media Reagensia
- Pemeriksaan laboratorium di Instalasi Imunologi dan Mikrobiologi
Untuk mempersiapkan hewan yang sehat dan siap dipergunakan, dilakukan upaya- upaya sebagai berikut :
1. Mengatur pola/menu makan masing-masing hewan 2. Menjaga kebersihan kandang-kandang hewan 3. Melakukan peremajaan hewan-hewan yang ada
4. Memberi pengobatan untuk hewan-hewan yang tidak sehat dan pemberian vitamin untuk domba
Selain itu untuk meningkatkan kualitas kesehatan hewan coba dalam mendukung kebutuhan di Instalasi-instalasi terutama laboratorium klinik, maka diperlukan kerjasama dengan klinik/dokter hewan untuk pemeriksaan rutin hewan.
9. Instalasi Sterilisasi
Instalasi Sterilisasi menerima limbah sisa sampel media maupun alat-alat gelas yang telah digunakan untuk pemeriksaan dari semua Instalasi. Instalasi Sterilisasi bertanggung jawab terhadap kebersihan dan sterilitas jas laboratorium dan alat-alat gelas yang telah dipakai di laboratorium serta penanganan/pengolahan limbah dari Instalasi, baik melalui sterilisasi basah maupun kering.
Kegiatan di Instalasi Sterilisasi baik penerimaan limbah sisa sampel, pencucian dan sterilisasi alat gelas, jas laboratorium, hingga distribusi ke Instalasi pengguna dicatat dan dilaporkan tiap bulan.
Berikut rincian kegiatan pencucian dan sterilisasi periode 1 Januari s.d 31 Desember 2016 :
Tabel 5.2 Kegiatan Pencucian dan Sterilisasi Peralatan Laboratorium Periode 1 Januari s.d 31 Desember 2016
No. Jenis Peralatan Laboratorium Jumlah
1. Jas Laboratorium 2.461 buah
2. Botol LJ (Mc Cartney) 234.526 buah
3. Plate 14.137 buah
4. Tabung 61.951 buah
5. Botol 49.430 buah
6. Pipet 18.768 buah
7. Kolf/Erlenmeyer 8.504 buah
8. Specimen carrier 1.089 buah
9. Ice pack 3.874 buah
10. Rak plastik, container plastik, rak stainless
steel, rak tabung 11.031 buah
11. Botol Thioglycolate 172 buah
12. Botol Phosphat Buffer Saline 352 buah
Jumlah 406.295 buah
Sumber : Instalasi Sterilisasi BBLK Surabaya, 2016
Secara keseluruhan, jumlah pemeriksaan laboratorium dan penunjang medik di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya pada tahun 2016 mengalami peningkatan sebesar 13,43%
dibanding tahun 2015 (282.889 pemeriksaan pada tahun 2015 menjadi 320.877 pemeriksaan pada tahun 2016).
Berikut ini rincian jumlah pemeriksaan laboratorium dan penunjang medik periode tahun 2015 - 2016 :
Tabel 5.3 Rekapitulasi Jumlah Pemeriksaan Laboratorium dan Penunjang Medik Periode tahun 2015 - 2016
No. Jenis Pemeriksaan
Jumlah Pemeriksaan
% Kenaikan / Penurunan Tahun 2015 Tahun 2016
A. Laboratorium
1. Hematologi 33.914 32.288 -4,79%
2. Kimia Klinik 71.615 65.978 -7,87%
3. Mikrobiologi 70.375 86.356 22,71%
4. Virologi 1.829 1.466 -19,85%
5. Imunologi 27.148 17.581 -35,24%
6. Patologi Anatomi 59 53 -10,17%
7. Radiologi Diagnostik 1.327 1.731 30,44%
8. ECG 698 677 -3,01%
9. USG 199 232 16,58%
10. Treadmill 13 13 0,00%
11. Audiometri 12 84 600,00%
12. Bakteriologi Sanitasi 16.394 25.438 55,17%
13. Kimia Kesehatan 59.306 88.980 50,04%
TOTAL 282.889 320.877 13,43%
Sumber : Data Pelayanan Laboratorium dan Penunjang Medik BBLK Surabaya Berdasarkan Parameter Pemeriksaan, 2015 – 2016
Dari tabel di atas dapat dilihat jenis pemeriksaan yang mengalami persentase peningkatan tertinggi yaitu Audiometri 600,00%, Bakteriologi Sanitasi 55,17% dan Kimia Kesehatan 50,04%.
Tabel berikut menunjukkan capaian kinerja pada masing-masing Instalasi dalam pendapatan Badan Layanan Umum tahun 2015 - 2016 :
Tabel 5.4 Pendapatan Badan Layanan Umum per-Instalasi tahun 2015 – 2016 di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya
No Instalasi/Uraian
Pencapaian Tahun 2015 (Rp)
Pencapaian Tahun 2016 (Rp)
% Kenaikan / Penurunan
1 Patologi : 1.589.941.250 2.284.066.077 43,66%
a. Hematologi 242.394.250 494.837.002 104,15%
b. Kimia Klinik 1.347.547.000 1.789.229.075 32,78%
2 Mikrobiologi 2.112.489.000 2.089.965.100 -1,07%
3 Virologi 1.700.000 79.100.000 4552,94%
4 Imunologi 1.059.082.900 1.495.162.500 41,18%
5 Penunjang Medik : 276.087.000 280.545.000 1,61%
a. Patologi Anatomi ( Pap
Smear ) 4.200.000 4.210.000 0,24%
b. Radiologi Diagnostik 124.342.000 147.080.000 18,29%
c. Electrocardiography (ECG) 32.275.000 37.740000 16,93%
d. USG 66.135.000 76.825.000 16,16%
e. Treadmill 4.940.000 4.940.000 0,00%
f. Audiometri 1.495.000 9.750.000 552,17%
6 Bakteriologi Sanitasi 1.069.899.000 2.086.680.000 95,04%
7 Kimia Kesehatan 1.578.197.250 2.878.975.000 82,42%
8 Media Reagensia 60.428.500 128.874.000 113,27%
9 Bimbingan Teknis : 379.425.700 299.734.000 -21,00%
a. Magang/PKL/ Pelatihan 366.205.700 285.634.000 -22,00%
b. Sarana/Sewa Ruang 13.220.000 14.100.000 6,66%
10 Limbah 158.675.000 8.030.000 -94,94%
11 Jasa Giro 0 34.518.851 -
Total Pendapatan BLU 8.243.225.600 11.665.650.528 40,79%
Dari tabel tersebut dapat dilihat Instalasi yang mengalami persentase peningkatan jumlah pendapatan tertinggi yaitu Instalasi Virologi 4552,94%, Media Reagensia 113,21%, Bakteriologi Sanitasi 95,04 dan Kimia Kesehatan 82,42%.
Sumber : Sub Bagian Keuangan dan BMN BBLK Surabaya, 2015 - 2016
Pada periode yang sama, jumlah pelayanan dan pendapatan mengalami peningkatan dari tahun 2014 sampai dengan 2016.
Bila dibandingkan dengan target dalam Rencana Strategis, realisasi pelayanan pemeriksaan laboratorium dan pendapatan BLU Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya tahun 2014- 2016 dapat dilihat dalam tabel berikut :
Tabel 5.5 Target dan Realisasi Pelayanan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Tahun 2014- 2016
Jenis Pemeriksaan
2014 2015 2016
Target 2014
Realisasi
2014 % Capaian Target
2015 Realisasi
2015 % Capaian Target 2016
Realisasi
2016 % Capaian
1. Patologi
- Hematologi 30.424 28.833 94,77% 32.249 33.914 105,16% 34.506 32.288 93,57%
- Kimia Klinik 72.212 74.245 102,82% 76.545 71.615 93,56% 81.903 65.978 80,56%
2. Mikrobiologi
75.487
67.021
90,79% 80.016
70.375
90,24%
84.517 86.356 102,18%
3. Virologi 1.517 1.829 1.100 1.466 133,27%
4. Imunologi 17.474 17.718 101,40% 18.523 27.148 146,56% 19.820 17.581 88,70%
5. PPS-PH
- Patologi Anatomi 51 45 88,24% 54 59 109,26% 58 53 91,38%
- Radiologi
Diagnostik 1.035 1.174 113,43% 1.097 1.327 120,97% 1.202 1.731 144,01%
- ECG 579 632 109,15% 614 698 113,68% 657 677 103,04%
- USG 151 254 168,21% 160 199 124,38% 185 232 125,41%
- Treadmill 50 4 8,00% 53 13 24,53% 15 13 86,67%
- Audiometri 72 103 143,06% 76 12 15,79% 81 84 103,70%
6. Bakteriologi
Sanitasi 12.897 16.016 124,18% 13.671 16.394 119,92% 14.628 25.438 173,90%
7. Kimia Kesehatan 41.489 62.695 151,11% 43.978 59.306 134.85% 47.057 88.980 189,09%
Total 251.921 270.257 107,28% 267.036 282.889 105,94% 285.729 320.877 112,30%
Sumber : Instalasi Data dan Informasi, 2014-2016
Tabel 5.6 Target dan Realisasi Pendapatan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Tahun 2014 – 2016 Berdasarkan Rencana Strategis Bisnis
Janis Pelayanan
2014 2015 2016
Target 2014 (Rp) Realisasi 2014 (Rp) %
Capaian Target 2015 (Rp) Realisasi 2015 (Rp) %
Capaian Target 2016 (Rp) Realisasi 2016 (Rp) % Capaian 1. Patologi
- Hematologi 191.422.181 170.425.750 89,03% 212.478.621 242.394.250 114,08% 237.976.000 494.837.002 207,94%
- Kimia Klinik 1.288.589.363 1.185.328.750 91,99% 1.430.334.193 1.347.547.000 94,21% 1.601.974.000 1.789.229.075 111,69%
2. Mikrobiologi 1.137.439.486 1.452.769.500 127,72% 1.262.557.829 2.112.489.000
167,45% 1.414.064.000 2.089.965.100 147,80%
3. Virologi - - - - 1.700.000 - 79.100.000 -
4. Imunologi 850.843.668 751.767.750 88,36% 944.436.471 1.059.082.900 112,14% 1.057.768.000 1.495.162.500 141,35%
5. PPS-PH
- Patologi Anatomi 7.450.325 3.500.000 46,98% 8.269.861 4.200.000 50,79% 5.220.000 4.210.000 80,65%
- Radiologi 87.558.493 114.033.500 130,24% 97.189.927 124.342.000 127,94% 108.850.000 147.080.000 135,12%
- ECG 39.752.389 36.190.000 91,04% 44.125.152 32.275.000 73,14% 49.420.000 37.740.000 76,37%
- USG 78.408.344 92.925.000 118,51% 87.033.262 66.135.000 75,99% 97.582.000 76.825.000 78,73%
- Treadmill 1.417.950 1.520.000 107,20% 1.573.925 4.940.000 313,87% 5.700.000 4.940.000 86,67%
- Audiometri 5.149.402 11.960.000 232,26% 5.715.836 1.495.000 26,16% 9.315.000 9.750.000 104,67%
6. Bakt. Sanitasi 914.592.893 1.045.235.014 114,28% 1.015.198.111 1.069.899.000 105,39% 1.137.021.000 2.086.680.000 183,52%
7. Kimia Kesehatan 1.503.778.524 1.635.272.258 108,74% 1.669.194.162 1.578.197.250 94,55% 1.869.502.000 2.878.975.000 154,00%
8. Media 114.322.022 61.747.000 54,01% 126.897.444 60.428.500 47,62% 142.128.000 128.874.000 90,68%
9. Bimb. Teknik
- Magang/PKL/
Pelatihan 623.138.600 333.414.750
53,83% 691.683.846 366.205.700 52,94% 771.772.000 285.634.000 37,01%
- Sewa Ruang - 2.000.000 - 13.220.000 - - 14.100.000
10. Limbah 174.136.360
204.155.000 117,24% 193.291.360 158.675.000 82,09% 216.486.000 8.030.000 3,71%
11. Pendapatan jasa
lembaga keu. -
108.061.521 - - 34.518.851
Total Pendapatan BLU 7.018.000.000 7.210.305.793 102,74% 7.789.980.000 8.243.225.600 105,82% 8.724.778.000 11.665.650.528 133,71%
Sumber : Instalasi Data dan Informasi BBLK Surabaya, 2014-2016
39
Realisasi kegiatan pelayanan laboratorium tahun 2016 dapat dilihat pada grafik di bawah ini :
Gambar 5.1 Persentase Realisasi Kegiatan Pelayanan Laboratorium Menurut Parameter Tahun 2016
Berdasarkan grafik di atas, persentase terbesar realisasi pemeriksaan laboratorium dan penunjang medik pada tahun 2016 adalah pemeriksaan Patologi Klinik 30,62%, Kimia Kesehatan 27,73% dan Mikrobiologi 26,91%.
Sedangkan realisasi pendapatan BLU per-Instalasi dapat dilihat pada grafik berikut :
Gambar 5.2 Persentase Realisasi Pendapatan BLU Per-Instalasi Tahun 2016 Treadmill
0,00%
Radiologi Diagnostik
0,54%
Patologi Klinik 30,62%
ECG 0,21%
Virologi 0,46%
USG 0,07%
Mikrobiologi 26,91%
Audiometri 0,03%
Bakteriologi Sanitasi
7,93%
Imunologi 5,48%
Patologi Anatomi 0,02%
Kimia Kesehatan 27,73%
Sumber : Instalasi Data dan Informasi BBLK Surabaya, 2016
Patologi Klinik 19,58%
Mikrobiologi (+Virologi)
18,59%
Kimia Kesehatan 24,68%
Penunjang Bimtek
2,57%
Bakteriologi Sanitasi
17,89%
Imunologi 12,82%
Jasa Giro 0,36%
Berdasarkan grafik di atas, persentase terbesar realisasi pendapatan BLU tahun 2016 dicapai oleh Instalasi Kimia Kesehatan 24,68%, Patologi Klinik 19,58% dan Mikrobiologi (+Virologi) 18,59%.
Jumlah kunjungan pelanggan Balai Besar Laboratorium tahun 2016 sejumlah 42.287, terbanyak berasal dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya sejumlah 14.185 kunjungan (33,54%). Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut :
Sumber : Sub Bagian Keuangan dan BMN BBLK Surabaya, 2016
41
DKK Surabaya APS/Dokter BBLK RS/Klinik/Lab Swasta Ins.Kes Pem.Lain Dokter Swasta Industri Swasta RSU Dr. Soetomo Dinkes Pem. Provinsi Puskesmas RS Pem. Kab/Kota RS Pem. Lain Pendidikan/Penelitian Dinkes Kab/Kota Ins. Kes. Lingk.
Inst. Pem. Lain BUMN/BUMD
14.185 7.660
4.469 3.586 3.218 2.917 2.025 1.522 650 589 493 306 302 197 138 35
Gambar 5.3 Jumlah Kunjungan Pelanggan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Berdasarkan Asal Instansi Tahun 2016
Sedangkan kunjungan pelanggan laboratorium klinik dan uji kesehatan berdasarkan kelompok umur tahun 2016 dapat dilihat pada grafik berikut :
Gambar 5.4 Jumlah Kunjungan Pelanggan Laboratorium Klinik dan Uji Kesehatan Berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2016
Sumber : Instalasi Penerimaan, Pengambilan Sampel & Penyerahan Hasil BBLK Surabaya, 2016
- 1.000 2.000 3.000 4.000 5.000 6.000 7.000
Berdasarkan kelompok umur, kunjungan pelanggan laboratorium klinik dan uji kesehatan terbanyak pada kelompok umur 20-44 tahun sejumlah 6.838 kunjungan (39,47%).
2)
Pelayanan Rujukan Laboratorium dan Pencegahan – Pemberantasan PenyakitKegiatan ini meliputi pelayanan laboratorium rujukan, surveilans dan Kejadian Luar Biasa (KLB), yang terdiri dari pelayanan pemeriksaan sebagai berikut :
Sumber : Instalasi Penerimaan, Pengambilan Sampel & Penyerahan Hasil BBLK Surabaya, 2016
a. Instalasi Mikrobiologi
1. Pemeriksaan Tuberkulosis ( TBC )
Tabel 5.7 Pemeriksaan Rutin TB dan Hasil Positif TB Menurut Asal Spesimen (Mikroskopis s/d Desember 2016, Positif kultur s/d November 2016)
PENGECATAN ZIEHL
NELSEN Jumlah
Pemerik- saan Kultur
*)
Kultur Positif **)
Proses Kultur
UJI KEPEKAAN
Proses DST
No Instansi LINI-1 LINI-2
Jml. Pos. Neg. Jml. Pos. Jml. Pos.
1 RS. Dr. Soetomo 338 116 222 301 119 2 302 98 5 1 16
2 Puskesmas 231 89 142 6 5 6 4 0 0
3 RS Kab./Kota 142 27 115 37 7 1 36 8 0 0 0
4 RSUP Sanglah 0 0 0 16 16 23 16 0 0
5 BP4/RS Paru 13 2 11 13 7 13 2 0 0 1
6 RS Paru Surabaya 0 0 0 0 0 0 0 0 0
7 RSAL 1 0 1 1 0 1 0 0 0
8 RSJ MENUR 3 2 1 0 0 0 0 0 0
9 RSUP NTB 0 0 0 1 1 1 1 0 0
10 RS. Swasta 276 73 203 205 58 182 43 0 0 4
11 Lain-2/APS 790 151 639 178 44 1 172 33 2 0 4
12 Lab. Swasta 241 70 171 204 61 2 76 39 5 5 4
13 FKH UNAIR 48 0 48 1 0 1 0 0 0
14 BBTKL Surabaya 6 0 6 5 0 5 0 0 0
15 BBLK Surabaya 17 1 16 2 1 1 0 0 0
Jumlah 2106 531 1575 970 319 6 819 244 12 6 29
Keterangan : *) Jumlah pemeriksaan kultur s.d Desember 2016 = 970 **) Jumlah kultur positif s.d November 2016 = 319
Tabel 5.8 Pemeriksaan PMDT TB dan Hasil Positif TB Menurut Asal Spesimen (Mikroskopis s.d Desember 2016, Positif kultur s/d November 2016)
Sumber : Instalasi Mikrobiologi (Lab. TBC) BBLK Surabaya, 2016
No Instansi
PEMERIKSAAN PMDT PEMERIKSAAN TCM
PENGECATAN ZIEHL NELSEN
Jumlah Pemerik- saan Kultur *)
Kultur Positif
**)
Proses Kultur
KEPEKAAN
PENGECATAN ZIEHL
NELSEN Genexpert
LINI-1 LINI-2
Jml. Pos. Neg. Jml. Pos. Jml. Pos Pos Neg. Jml Jml Pos Neg.
1 RS. Dr. Soetomo 1411 272 1139 1411 395 4 133 133 137 137 0 0 0 264 143 121
2 RSUD Soewandi 83 57 26 83 68 2 35 35 35 35 0 0 0 36 20 16
3 RSUD Ibnu Sina Gresik 0 0 0 6 6 6 6 6 6
4 RSUD Jombang 101 36 65 101 46 2 21 21 15 15
5 RS Syaiful Anwar 23 18 5 23 4 4 4 4 4 117 439 556 1415 511 904
6 Madiun (RSUD dr. Harjono) 3 0 3 3 0 0 0 0 0
7 Tulungagung 12 5 7 12 6 4 4 4 4
8 RSUP Sanglah 63 27 36 63 25 1 10 9 10 9
9 Puskesmas 72 28 44 71 29 12 12 12 12 0 0 0 2 1 1
10 RS Paru Surabaya 64 15 49 64 21 7 7 7 7 0 0 0 86 64 22
11 RSUP Jember 278 66 212 278 82 3 47 47 47 47
12 NTT 47 24 23 47 25 13 13 13 13
13 NTB (Mataram) 29 8 21 37 6 2 2 2 2
14 AMBON (Maluku) 4 0 4 4 0 0 0 0 0
15 Sulawesi Tenggara/Kendari 51 6 45 51 7 2 1 1 1 1
16 Palu (Sultra) 0 0 0 0 0 0 0 0 0
17 Sumbar (Padang) 174 40 134 174 34 13 13 13 13
18 Kalimantan Tengah 28 20 8 28 23 12 12 12 12 1 10 11 11 1 10
No Instansi
PEMERIKSAAN PMDT PEMERIKSAAN TCM
PENGECATAN ZIEHL NELSEN
Jumlah Pemerik- saan Kultur *)
Kultur Positif
**)
Proses Kultur
KEPEKAAN PENGECATAN ZIEHL
NELSEN Genexpert
LINI-1 LINI-2
Jml. Pos. Neg. Jml. Pos. Jml. Pos Pos Neg. Jml Jml Pos Neg.
19 Kalimantan Timur 15 7 8 19 8 2 5 5 5 5
20 Kalimantan Selatan(Banjar) 21 12 9 21 17 7 7 7 7
21 Gorontalo 50 7 43 50 1 2 0 0 0 0
23 Sulut (Manado) 174 113 5 76 76 76 76
Jumlah 2703 791 1912 2720 916 23 408 407 406 405 118 449 567 1814 740 1.074
Keterangan : *) Jumlah pemeriksaan kultur s.d Desember 2016 = 2.720 **) Jumlah kultur positif s.d November 2016 = 916
Sumber : Instalasi Mikrobiologi (Lab. TBC) BBLK Surabaya, 2016
Pada tahun 2016 telah dilaksanakan pemeriksaan TBC yang spesimennya berasal dari berbagai instansi dengan rincian sebagai berikut :
1) Pemeriksaan Rutin
Pemeriksaan mikroskopis dengan teknik Pewarnaan Ziehl Neelsen
Dari 2.106 spesimen yang diterima untuk pemeriksaan BTA, 531 spesimen ( 25,21% ) dinyatakan sebagai BTA positif.
Pemeriksaan kultur TBC
Dari 970 spesimen yang diterima s.d Desember 2016, 970 spesimen yang sudah dibaca dan hasil positif 319. spesimen ( 32,89% ) sampai dengan November 2016 sedangkan 70 spesimen masih dalam proses pembacaan hasil.
Pemeriksaan Tes Kepekaan
Permintaan pemeriksaan untuk Tes Kepekaan sampai dengan Desember 2016 sejumlah 830 spesimen Sedangkan yang diperiksa s/d November 2016 sejumlah 243 spesimen berdasarkan pertumbuhan kultur dan kiriman isolat dari instansi laboratorium di luar Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya.
Pemeriksaan Tes Kepekaan umumnya digunakan untuk memantau resistensi obat pada penderita yang sudah diberikan terapi.
Untuk semua teknik pemeriksaan di atas, jumlah spesimen terbanyak berasal dari RSU Dr.
Soetomo Surabaya.
2.
Pemeriksaan Spesimen PMDT (Programatic Management Drug of Tuberculosis) Pemeriksaan mikroskopis dengan teknik Pewarnaan Ziehl Neelsen
Dari 2.703 spesimen yang diterima untuk pemeriksaan BTA, 791 spesimen ( 29,26% ) dinyatakan sebagai BTA positif.
Pemeriksaan kultur TBC
Dari 2.720 spesimen yang diterima s.d Desember 2016, 2.720 spesimen yang sudah dibaca dan hasil positif 916. spesimen ( 33,68% ) sampai dengan November 2016 sedangkan 23 spesimen masih dalam proses pembacaan hasil.
Pemeriksaan Tes Kepekaan
Permintaan pemeriksaan untuk Tes Kepekaan sejumlah 814 spesimen. Sedangkan yang diperiksa s/d November 2016 sejumlah 440 spesimen berdasarkan pertumbuhan kultur dan kiriman isolat dari instansi laboratorium di luar Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya.
Untuk semua teknik pemeriksaan di atas, jumlah spesimen terbanyak berasal dari RSU Dr.
Soetomo Surabaya.
Tabel 5.9 Prevalensi Resisten OAT Lini I pada Pemeriksaan Rutin Januari - November 2016
Total
N %
Total number of strains tested 243
SUSCEPTIBLE TO ALL 4 DRUGS 149 61,32
ANY RESISTANCE
- Isoniazid (INH) 44 18,11
- Rifampicin (RMP) 28 11,52
- Ethambutol (EMB) 39 16,05
- Streptomycin (SM) 40 16,46
MONORESISTANCE
- Isoniazid (INH) 11 4,53
- Rifampicin (RMP) 5 2,06
- Ethambutol (EMB) 19 7,82
- Streptomycin (SM) 21 8,64
MULTIDRUG RESISTANCE
- INH + RMP 7 2,88
- INH + RMP + EMB 7 2,88
- INH + RMP + SM 3 1,23
- INH + RMP + EMB + SM 5 2,06
OTHER PATTERNS
- INH + EMB 2 0,82
- INH + SM 7 2,88
- INH + EMB + SM 2 0,82
- RMP + EMB
- RMP + SM 1 0,41
- RMP + EMB + SM - EMB + SM
NUMBER OF DRUGS RESISTANT TO : - 0
- 1 - 2 - 3 - 4 Keterangan :
MDR : Multi Drug Resistance (Resisten terhadap INH dan Rifampycin)
XDR : Extensively Drug Resistance (MDR yang Resisten terhadap Ofloxacin dan Kanamicin/Amikacin.
Total Total
N % N %
Total number of strains tested 1st n 2nd
line 2 Total number of strains tested 1st n 2nd
line 440
SUSCEPTIBLE TO ALL 7 DRUGS 1 50 SUSCEPTIBLE TO ALL 7 DRUGS 39 8,86
SUSCEPTIBLE TO ALL 4 DRUGS
- Ofloxacine - Kanamycin - Amikacyn - Oflo + Kan&/Amk
MULTIDRUG RESISTANCE MULTIDRUG RESISTANCE
- MDR+Suseptible - MDR + Ofloxacine 35 7,95
- MDR + Ofloxacine 1 50 - MDR + Kanamycin 8 1,82
- MDR + Kanamycin - MDR + Amikacyn 2 0,45
- MDR + Amikacyn - MDR + Oflo + Kan&/Amk 2 0,45
- MDR + Oflo + Kan&/Amk - MDR + Kan&/Amk 5 1,14
- MDR+Kan & Amk
ANY RESISTANCE BUT NOT MULTIDRUG RESISTANCE
ANY RESISTANCE BUT NOT MULTIDRUG RESISTANCE
- Any Rif (not MDR) + Ofloxacine - Any Rif (not MDR) + Ofloxacine
- Any Rif (not MDR) + Kanamycin - Any Rif (not MDR) + Kanamycin
- Any Rif (not MDR) + Amikacyn - Any Rif (not MDR) + Amikacyn
- Any Rif (not MDR) + Oflo + Kan &/Amk - Any Rif (not MDR) + Oflo + Kan &/Amk
MULTIDRUG RESISTANCE SUSCEPTIBLE 2nd
LINE 247 56,14
- Other pattern - Other pattern 102 23,18
Keterangan :
MDR : Multi Drug Resistance (Resisten terhadap INH dan Rifampycin)
XDR : Extensively Drug Resistance (MDR yang Resisten terhadap Ofloxacin dan Kanamicin/Amikacin) Sumber : Instalasi Mikrobiologi (Lab. TBC) BBLK Surabaya, 2016
Tabel 5.11 Prevalensi Resisten OAT Lini I & Lini II Pada Pemeriksaan PMDT Januari - November 2016
Tabel 5.10 Prevalensi Resisten Oat Lini I & Lini II Pada Pemeriksaan Rutin Januari – November 2016
Sumber : Instalasi Mikrobiologi (Lab. TBC) BBLK Surabaya 2016
Pemeriksaan sampel rutin dan PMDT yang dikerjakan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya periode Januari – Desember 2016 terhadap OAT Lini I dan II sebagai berikut :
a. Dari pemeriksaan sampel PMDT pasien diagnosa Januari – November 2016 sejumlah 440 pasien yang diperiksa OAT Lini I dan II sebanyak 440 paien dengan hasil :
- MDR : 297
- XDR : 2
- MOTT Diagnosa : 10 - Sensitif Lini I dan II : 39 - Pola Resisten Lain : 102
Hasil pemeriksaan yang MDR dan XDR sejumlah 288 pasien tersebut berasal dari :
- RS Dr. Soetomo : 99 - Kalimantan Selatan : 13 - Syaiful Anwar : 22 - Kalimantan Timur : 12 - BKPM Ambon : 7 - Kalimantan Tengah : 1
- RSUP Sanglah : 5 - NTT : 4
- RSP Jember : 26 - NTB : 8
- RSUD Madiun : 5 - Sulawesi Tenggara : 8 - Ibnu Sina (Gresik) : 15 - Sulawesi Selatan : 12
- RSUD Jombang : 3 - Gorontalo : 1
- Sulawesi Tengah : 6 - Maluku Utara : 41 b. Pemeriksaan Sampel rutin yang meminta pemriksaan DST Januari – November 2016
sejumlah 830 pasien, yang diperiksa OAT Lini I sebanyak 287 pasien dengan hasil :
- MDR : 22
- XDR : 0
- MOTT Diagnosa : 9 - Sensitif Lini I dan II : 249 - Pola Resisten Lain : 16
Hasil pemeriksaan yang MDR sejumlah 19 pasien tersebut berasal dari : - Lab. Swasta : 7
- Lain – lain : 3
- Puskesmas : 1
- RSUD NTB : 1
- RS Swasta : 8
- RS Dr. Soetomo : 1 - RSUP Sanglah : 1
2. Pemeriksaan Difteri
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya adalah salah satu laboratorium pemeriksa Difteri di Indonesia yang melaksanakan pemeriksaan Difteri, penentua tipe dan toksigenisitas kuman Difteri sesuai dengan srandar “WHO Manual for The Laboratory Diagnosis of Diphteria”.
BBLK Surabaya sudah mendapat pelatihan dari WHO Global Reference Laboratory for Diphteria and Streptococcus, Public Health England, United Kingdom.
Pelatihan yang sudah diikuti adalah :
1) Pemeriksaan kultur, penentuan tipe dan toksigenisitas kuman.
2) Molecular typing untuk penentuan karakteristik kuman.
3) Penentuan titer antibody terhadap toksin Difteri dengan metode Vero cell neutralization test.
Dari hasil pelatihan tersebut diharapkan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya mampu melakukan pengembangan epidemiologi molekuler untuk menentukan karakteristik dari masing-masing varian Difteri di Indonesia sehingga dapat dipakai dalam mengambil kebijakan untuk penanggulangan KLB Difteri lebih lanjut.
Secara rutin BBLK Surabaya melakukan pemeriksaan kultur, penentuan tipe dan uji toksigenik pada semua suspek kasus Difteri yang dikirim baik dari Jawa Timur maupun dari Provinsi lain, sedangkan pengembangan pemeriksaan molecular typing masih terbatas karena hambatan peralatan dan reagen yang masih belum lengkap. Pada tahun 2014 beberapa alat telah direncanakan mendapatkan dari DIPA BBLK Surabaya. Untuk reagen masih menjadi kendala utama karena dana DIPA yang ada di BBLK Surabaya masih belum mencukupi apalagi BBLK Surabaya harus membantu BLK wilayah binaan di luar provinsi Jawa Timur.
Kemampuan Balai Besar Laboratorium Kesehatan / Balai Laboratorium Kesehatan di Indonesia (selain Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya) dalam pemeriksaan Difteri belum semuanya sesuai standar WHO, maka selain melakukan pemeriksaan KLB Difteri dari Provinsi Jawa Timur, pada tahun 2011-2016 Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya juga menerima spesimen dari luar Provinsi Jawa Timur yaitu Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Bali, Kalimantan Timur dan Sulawesi Utara.
Dari 38 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur, pemeriksaan kultur KLB Difteri pada Januari s.d Desember 2016 di BBLK Surabaya didapatkan total sebagai berikut :
1. Kasus yang diambil spesimen dan diperiksakan sebanyak 314 kasus (240 dari Surveilans Kab/Kota dan 74 dari RS Dr. Soetomo Surabaya)
Dari kasus yang diperiksa menunjukkan kenaikan jumlah kasus yang di konfirmasi ke BBLK Surabaya pada tahun 2015 sebanyak 235 menjadi 314 pada tahun 2016 atau terjadi kenaikan sebesar 25,16% dan juga terjadi pada positif rate di tahun 2015 sebanyak 9 menjadi 10 pada tahun 2016 atau terjadi kenaikan sebesar 10%. Pada tahun 2016 C.diphtheriae yang toxigenic masih ditemukan di JawaTimur 8 kasus dari 10 kasus yang positif. Hal ini menggambarkan bahwa Jawa Timur masih rentan adanya peningkatan KLB Difteri apabila pengendalian penularan difteri ini tidak dilakukan dengan baik karena C.diphtheria yang toxigenic masih ditemukan di 6 Kabupaten di Jawa Timur.
2. Pada Kontak kasus yang diambil spesimen dan diperiksakan pada tahun 2016 untuk Provinsi Jawa Timur sebanyak 1172 mengalami penurunan dibanding pada tahun 2015
yaitu sebesar 1651 (penurunan sebesar (29,01%). Pada tahun 2016 masih ditemukan kontak kasus positif yang toxigenic sebanyak 1 kontak dari 2 kontak kasus menurun dibanding tahun 2015 sebanyak 13 kontak kasus (92,31%).
Berikut Laporan Pemeriksaan Spesimen Kasus Difteri Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya menurut Kabupaten/Kota di Jawa Timur periode 1 Januari s.d 31 Desember 2016 :
Tabel 5.12 Laporan Pemeriksaan Spesimen Kasus KLB Difteri Menurut Kabupaten / Kota di Provinsi Jawa Timur, Periode 1 Januari – 31 Desember 2016
No Kab/Kota Total Negatif Positif Varian Toxigenic Keterangan
1 Kab. Gresik 36 35 1 Belfanti 0 Belfanti Non Tox=1
2 Kab. Sidoarjo 17 17 0 0
3 Kab. Mojokerto 5 5 0 0
4 Kab. Jombang 7 7 0 0
5 Kab. Bojonegoro 6 6 0 0
6 Kab. Tuban 6 6 0 0
7 Kab. Lamongan 3 3 0 0
8 Kab. Madiun 2 2 0 0
9 Kab. Ngawi 2 2 0 0
10 Kab. Magetan 0 0 0 0
11 Kab. Ponorogo 0 0 0 0
12 Kab. Pacitan 2 2 0 0
13 Kab. Kediri 5 5 0 0
14 Kab. Nganjuk 9 9 0 0
15 Kab. Blitar 47 46 1 Mitis 1 Mitis Tox=1
16 Kab. Tulungagung 14 14 0 0
17 Kab. Trenggalek 6 6 0 0
18 Kab. Malang 1 1 0 0
19 Kab. Pasuruan 15 15 0 0
20 Kab. Probolinggo 5 4 1 Gravis 1 Gravis Tox=1
21 Kab. Lumajang 2 2 0 0
22 Kab. Bondowoso 0 0 0 0
23 Kab. Situbondo 5 4 1 Mitis 1 Mitis Tox=1
24 Kab. Jember 5 5 0 0
25 Kab. Banyuwangi 2 2 0 0
26 Kab. Pamekasan 0 0 0 0
No Kab/Kota Total Negatif Positif Varian Toxigenic Keterangan
27 Kab. Sampang 8 4 4 Gravis=2
Mitis=2 3
Gravis Tox=2 Mitis Tox=1 Mitis Non Tox=1
28 Kab. Sumenep 5 4 1 Mitis 1 Mitis Tox=1
29 Kab. Bangkalan 14 13 1 Mitis 1 Mitis Tox=1
30 Kota Surabaya 49 49 0 0
31 Kota Madiun 8 8 0 0
32 Kota Probolinggo 1 1 0 0
33 Kota Blitar 18 18 0 0
34 Kota Kediri 2 2 0 0
35 Kota Mojokerto 6 6 0 0
36 Kota Malang 0 0 0 0
37 Kota Pasuruan 1 1 0 0
38 Kota Batu 0 0 0 0
TOTAL JAWA TIMUR 314 304 10 8
Kabupaten/Kota yang masih ditemukan kasus positif C. diphtheriae adalah Kab. Gresik (1 kasus dari 35 kasus diperiksa / 2,86%), Kab. Blitar (1 dari 47 kasus yang diperiksa / 2,13%), Kab. Probolinggo (1 dari 5 kasus yang diperiksa / 20%), Kab. Situbondo (1 dari 5 kasus yang diperiksa / 20%), Kab. Sampang (4 dari 8 kasus yang diperiksa / 50%), Kab. Sumenep (1 dari 5 kasus yang diperiksa / 20%), Kab. Bangkalan (1 dari 14 kasus yang diperiksa / 7,14%)
Berikut Pemeriksaan Spesimen Kasus Difteri yang berasal dari Luar Provinsi Jawa Timur periode 1 Januari – 31 Desember 2016 :
Tabel 5.13 Laporan Pemeriksaan Spesimen Kasus KLB Difteri yang Berasal dari Luar Provinsi Jawa Timur periode 1 Januari – 31 Desember 2016
No Provinsi Total Negatif Positif Varian Toxigenic Keterangan
1 Prov. Bali 1 1 0 0
2 Prov. Kaltim 10 10 0 0
3 Prov. Sultra 0 0 0 0
4 Prov. Sulsel 2 2 0 0
5 Prov. Sulteng 4 4 0 0
6 Prov. Sulut 2 2 0 0
7 Prov. Kalsel 6 6 0 0
Sumber : Instalasi Mikrobiologi BBLK Surabaya, 2016
8 Prov. NAD 10 7 3 Mitis=2
Gravis=1 2
Mitis Tox=1
Gravis Tox=1 Mitis Non Tox=1
9 Prov. NTB 1 1 0 0
10 Prov. Papua 1 1 0 0
11 Prov. Kep. Riau 1 1 0 0
TOTAL 38 35 3 2
Pemeriksaan Spesimen Kontak Difteri menurut Kabupaten/Kota di Jawa Timur periode 1 Januari – 31 Desember 2016 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 5.14 Laporan Pemeriksaan Spesimen Kontak Difteri Menurut Kabupaten / Kota di Jawa Timur periode 1 Januari – 31 Desember 2016
No Kab/Kota Total Negatif Positif Varian Toxigenic Keterangan
1 Kab. Gresik 53 53 0 0
2 Kab. Sidoarjo 45 45 0 0
3 Kab. Mojokerto 2 2 0 0
4 Kab. Jombang 70 70 0 0
5 Kab. Bojonegoro 26 26 0 0
6 Kab. Tuban 8 8 0 0
7 Kab. Lamongan 0 0 0 0
8 Kab. Madiun 4 4 0 0
9 Kab. Ngawi 3 3 0 0
10 Kab. Magetan 0 0 0 0
11 Kab. Ponorogo 0 0 0 0
12 Kab. Pacitan 2 2 0 0
13 Kab. Kediri 16 16 0 0
14 Kab. Nganjuk 39 39 0 0
15 Kab. Blitar 163 163 0 0
16 Kab. Tulungagung 25 25 0 0
17 Kab. Trenggalek 5 5 0 0
18 Kab. Malang 69 69 0 0
19 Kab. Pasuruan 121 120 1 MITIS 1 MITIS TOX=1
20 Kab. Probolinggo 8 8 0 0
21 Kab. Lumajang 5 5 0 0
22 Kab. Bondowoso 0 0 0 0
23 Kab. Situbondo 13 13 0 0
24 Kab. Jember 39 39 0 0
Sumber : Instalasi Mikrobiologi BBLK Surabaya, 2016
No Kab/Kota Total Negatif Positif Varian Toxigenic Keterangan
25 Kab. Banyuwangi 4 4 0 0
26 Kab. Pamekasan 0 0 0 0
27 Kab. Sampang 91 91 0 0
28 Kab. Sumenep 29 29 0 0
29 Kab. Bangkalan 66 66 0 0
30 Kota Surabaya 60 59 1 BELFANTI 0 BELFANTI NON
TOX=1
31 Kota Madiun 69 69 0 0
32 Kota Probolinggo 6 6 0 0
33 Kota Blitar 73 73 0 0
34 Kota Kediri 10 10 0 0
35 Kota Mojokerto 27 27 0 0
36 Kota Malang 0 0 0 0
37 Kota Pasuruan 8 8 0 0
38 Kota Batu 13 13 0 0
TOTAL JAWA TIMUR 1.172 1.170 2 1
Kabupaten/Kota yang masih ditemukan kontak positif C.diphtheria adalah Kab. Pasuruan (1 kontak dari 121kontak / 0,83%) dan Kota Surabaya (1 kontak dari 60 kontak / 1,67%).
Dari semua kabupaten/kota yang ditemukan kultur C. diphtheriae positif, pada periode Januari-Desember 2016 sebanyak 6 dengan varian Mitis Toxigenic tersebar di wilayah Kab.
Blitar, Kab. Situbondo, Kab. Sampang, Kab. Sumenep, Kab. Bangkalan dan Kab. Pasuruan.
Sebanyak 3 dengan varian Gravis Toxegenic tersebar di wilayah Kab. Probolinggo dan Kab.
Sampang, sebanyak 1 dengan varian Mitis Non Toxigenic tersebar di wilayah Kab.
Sampang, serta 2 dengan varian Belfanti Non Toxigenic tersebar di wilayah Kab. Gresik, Kab. Situbondo dan Kota Surabaya.
Berikut mapping area Difteri Patogenik di Jawa Timur Periode 1 Januari - 31 Desember 2016 :
Gambar 5.5 Mapping Area Difteri Patogenik di Jawa Timur Periode 1 Januari – 31 Desember 2016
Sumber : Instalasi Mikrobiologi BBLK Surabaya, 2016
Jumlah kasus Difteri positif di Jawa Timur pada periode 1 Januari – 31 Desember 2016 paling banyak terdapat pada kelompok umur 0-4 tahun yaitu sebesar 40,00%. Hal ini dapat dilihat pada grafik berikut :
Gambar 5.6 Persentase Kasus Difteri Positif di Jawa Timur Menurut Kelompok Umur Periode 1 Januari s.d 31 Desember 2016
Tabel 5.15 Laporan Pemeriksaan Spesimen Kontak Difteri yang Berasal dari Luar Provinsi Jawa Timur Periode 1 Januari – 31 Desember 2016
No Provinsi Total Negatif Positif Varian Toxigenic Keterangan
1 Prov. Bali 4 4 0 0
2 Prov. Kaltim 77 77 0 0
3 Prov. Sultra 8 8 0 0
4 Prov. Sulsel 2 2 0 0
5 Prov. Sulteng 16 16 0 0
6 Prov. Sulut 14 14 0 0
7 Prov. Kalsel 30 29 1 Mitis 1 Mitis Tox=1
Sumber : Instalasi Mikrobiologi BBLK Surabaya, 2016
Sumber : Instalasi Mikrobiologi BBLK Surabaya, 2016 0-4 th
40,00%
5-14 th 30,00%
15-24 th 20,00%
25-44 th 10,00%