• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Fashion merupakan bisnis yang bisa disebut sebagai bisnis yang tidak akan ada matinya. Fashion termasuk dalam kebutuhan primer yang dimana semua yang berhubungan dengan dunia fashion menjadi salah satu topik yang paling diminati.

Busana bukan hanya berfungsi untuk melindungi dan menutupi tubuh. Sejarah perkembangan fashion dunia di mulai dari tahun 1850 hingga 1900. Tahun 1850 merupakan awal mula istilah haute-couture yang diperkenalkan oleh Charles Frederick Worth, seorang pria berkebangsaan Inggris yang hijrah ke Paris untuk bekerja sebagai seorang salesman. Pada tahun 1858, ia membuka fashion house pertama untuk merancang klien aristokrat dan kaum borjuis lainnya (Harpersbazzar, 2016). Sama seperti pada zaman sekarang, busana dianggap sebagai refleksi dari status sosial dan ekonomi yang dimana menjelaskan tentang popularitas.

Fashion lama kelamaan menjadi industri yang menguntungkan di kancah internasional karena adanya rumah-rumah mode terkenal di dunia dan majalah fashion atau mode. Tren fashion sering kali dipengaruhi dan didorong oleh perancang busana yang membuat dan menghasilkan busana. Istilah bisnis fashion digunakan sebagai hal yang berhubungan dengan pakaian modis atau pakaian sebagai industri kreatif yang diciptakan dan diproduksi oleh perancang busana.

Sejak tahun 2003, Indonesia telah memasuki era perdagangan bebas di Asia. Hal itu menyatakan bahwa Indonesia telah memasuki globalisasi secara perekonomian. Globalisasi perekonomian harus bisa menghapuskan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang, dan jasa.

Menurut Paul dalam jurnal nya yang berjudul ‘Marketing on the Internet’

dengan meningkatnya globalisasi perekonomian dunia, bagi kebanyakan perusahaan, peluang pasar sepertinya tidak akan ada habisnya, hal itu tentu saja menyebabkan persaingan yang tinggi antar pelaku bisnis agar kinerja yang lebih baik dapat tercapai. Manajer yang inovatif perlu mencari cara yang unik agar dapat bersaing secara lokal, regional, maupun global sehingga mereka dapat

(2)

memperluas pendapatan mereka, menekan cost mereka, serta meningkatkan keuntungan mereka.

Pada tingkat yang paling dasar, internet berfungsi sebagai katalog pemasaran yang kelihatannya tidak ada habisnya dan media periklanan mode yang interaktif. Analisis pemasaran menyebut internet sebagai alat untuk ‘pemasaran gerilya’. Saat ini bisnis kecil maupun bisnis besar pun terjun dan berselancar di internet untuk memasarkan produk maupun jasa mereka. Bahkan perusahaan besar perangkat lunak komputer, seperti IBM, Apple, AT&T, Microsoft, dan Lotus Development menginvestasikan jutaan dollar untuk mengembangkan alat dan layanan yang mutakhir yang ditujukan untuk membantu perusahaan memperluas bisnis nya melalui internet (Paul 1996:28).

Menurut Roberts dan Zahay dalam bukunya yang berjudul ‘Internet Marketing: Integrating Online & Offline Strategies’ (2013:29), internet menyediakan lingkungan bisnis yang berbeda dengan ekonomi tradisional berbasis sumber daya alam. Ini telah mengantar ekonomi berbasis informasi di mana kecepatan, fleksibilitas, dan sentrisitas pelanggan sangat penting. Dalam ekonomi, ukuran dan jarak ini seringkali kurang penting daripada didorong oleh data pelanggan dan teknologi yang mengubah cara pemasar berkomunikasi dengan pelanggan mereka. Perusahaan yang terdapat di seluruh dunia menggunakan internet untuk menarik pelanggan baru, untuk menjual produk dan jasa mereka, untuk mempertahankan pelanggan saat ini, dan untuk memberikan dukungan dan layanan pelanggan.

Untuk memasarkan produk dan jasa mereka, perusahaan harus memperhatikan cara untuk mempromosikan produk dan jasa mereka. Dewasa ini, perusahaan berharap promosi yang dilakukan secara efektif dapat menonjolkan keunggulan dari suatu produk supaya dapat bersaing dengan produk lain yang sejenis yang diproduksi oleh perusahaan lain. Dengan demikian, perusahaan percaya bahwa promosi yang dilakukan secara efektif akan menghasilkan penjualan dan keuntungan yang maksimal.

Menurut Djaslim Saladin dan Yevis Marty Oesman (2002:123), promosi adalah suatu komunikasi informasi penjual dan pembeli yang bertujuan untuk merubah sikap dan tinakah laku pembeli, yang sebelumnya tidak mengenal menjadi mengenal sehingga menjadi pembeli dan mengingat produk tersebut”.

Menurut Kotler and Keller (2010:496), promosi adalah sarana dimana perusahaan

(3)

berusaha untuk menginformasikan, membujuk dan mengingatkan konsumen baik secara langsung atau tidak langsung tentang produk dan merek yang mereka jual.”

Dari dua definisi promosi tersebut, dapat disimpulkan bahwa promosi adalah suatu kegiatan penyampaian pesan untuk memberikan informasi mengenai suatu produk atau jasa perusahaan, sehingga dapat mengingatkan konsumen tentang produk atau jasa tersebut dan membujuk konsumen untuk membeli produk atau jasa dari perusahaan. Promosi bertujuan untuk menyampaikan sesuatu pada konsumen dan pihak-pihak terkait, pemasar kini bisa memilih aktivitas komunikasi tertantu yang sering disebut dengan elemen atau alat yang terdiri dari periklanan, penjualan personal, dan juga promosi penjualan.

Untuk memenuhi tujuan komunikasi perusahaan tersebut, dibutuhkan elemen-elemen dasar yang disebut dengan promotional tools atau biasa disebut dengan bauran promosi. Menurut Uyung Sulaksana (2003:25-28), unsur bauran promosi terdiri atas lima perangkat utama, yaitu: pertama, periklanan (iklan dapat digunakan untuk membangun citra jangka panjang sebuah produk atau seketika bisa mendorong terjadinya penjualan); kedua, promosi penjualan (perusahaan biasanya memanfaatkan promosi penjualan agar dapat merangsang respon lebih cepat dan kuat dari konsumen); ketiga, humas dan publikasi (bertumpu pada tiga keunggulan unik, yaitu: kredibilitas tinggi, mampu menjaring pembeli dalam keadaan sedang lengah, dramatisasi; keempat, penjualan personal (alat yang paling efektif pada tahapan lanjut proses pembelian, khususnya untuk membangun preferensi, keyakinan, dan mendorong aksi konsumen; kelima, pemasaran langsung (berbentuk direct mail, telemarketing, internet marketing).

Dalam melakukan kegiatan promotional tools diatas, diperlukan media komunikasi yang efektif agar tepat sasaran. Media komunikasi yang dimaksud adalah televisi, radio, koran, majalah, media luar ruang, dan internet. Media- media tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, seperti hal nya internet. Kelebihan dari internet adalah hanya untuk membutuhkan modal yang relatif terjangkau namun dapat menjangkau pasar tersegmentasi lebih luas.

Seiring dengan makin merebaknya fasilitas internet di berbagi kalangan, sehingga dapat menggugah para pelaku bisnis dan perusahaan untuk meningkatkan kegiatan promosi nya melalui media internet. Hal ini memungkinkan untuk dilakukan untuk memasarkan produk lokal yang mereka buat sehingga dapat dikenal oleh masyarakat.

(4)

Gambar 1.1

Pengguna Internet di Indonesia

Sumber: https://twitter.com/pandi_id/status/790439255218630656 Diakses pada 28 November 2017, 21.12 WIB

Di Indonesia, pada tahun 2016 ditemukan bahwa sekitar 132,7 juta penduduk Indonesia telah terhubung ke Indonesia dari total sebanyak 256,2 juta penduduk Indonesia. Terdapat kenaikan sebesar 51,8% bila dibandingkan jumlah pengguna internet pada tahun 2014, karena pada survei tahun 2014 yang dilakukan oleh APJII (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia) hanya ada 88 juta pengguna internet. Survei APJII menyatakan bahwa 65% pengguna internet dari total populasi penduduk Indonesia yang berjumlah 256,2 juta orang.

Karena peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia cukup tinggi, penggunaan internet dalam melakukan kegiatan promosi sebagai media komunikasi periklanan patut dipertimbangkan. Seperti melalui situs web perusahaan, berita online, terlebih melalui media sosial yang digunakan oleh perusahaan untuk melajukan promosi barang maupun jasa yang diproduksi.

Media sosial menjadi media baru yang mampu merubah dunia. Media sosial menjadi sangat populer di seluruh dunia karena sebagai tempat bagi orang-orang yang menginginkan sesuatu bertemu dengan orang lain yang mempunyai minat yang sama. Media sosial memungkinkan pemasar untuk membangun opini publik dan keberadaan web dan untuk memperkuat kegiatan komunikasi lainnya. Karena

(5)

kedekatan mereka sehari-hari, mereka dapat mendorong perusahaan untuk tetap inovatif dan relevan (Kotler & Keller, 2012:546).

Social media is the democratization of information, transforming people from content readers into content publishers. Social media uses the ‘wisdom of crowds’ to connect information in a collaborative manner. Social media can take many different forms, including internet forums, message boards, weblogs, wikis, podcasts, pictures, and video (Adams, 2008:33). Dari definisi media sosial tersebut, dapat disimpulkan bahwa media sosial adalah informasi yang demokratif dan dapat menghubungkan informasi secara kolaboratif karena sosial media dapat memasukkan bermacam-macam forum seperti, forum internet, kolom pesan, weblog, wiki, podcast, gambar, maupun video.

Gambar 1.2

Pengguna Instagram di Indonesia

Sumber: https://napoleoncat.com/blog/en/instagram-users-in-indonesia- october-2016/

Diakses pada 28 November 2017, 22.37 WIB

Indonesia menjadi negara dengan pengguna Instagram terbesar se-Asia Pasifik. Dari 700 pengguna aktif bulanan atau yang biasanya disebut dengan monthly active user (MAU) yang diraup Instagram secara global, 45 juta diantaranya berasal dari Indoneia. Angka 45 juta MAU menunjukkan peningkatan

(6)

yang signifikan jika dibandingkan dengan Januari 2016 yang dimana MAU di

Instagram hanya 22 juta (Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2017/07/27/11480087/indonesia-pengguna-

instagram-terbesar-se-asia-pasifik, diakses pada 28 November 2017 pukul 20.56 WIB).

Cara mempromosikan barang maupun jasa yang populer saat ini adalah dengan memasang iklan dan mengunggah foto produk maupun jasa melalui Instagram. Instagram sendiri terdiri dari dua suku kata, yaitu “instan” dan “gram”.

Arti dari kata pertama diambil dari istilah “Instan” atau serba cepat/mudah.

Namun dalam sejarah penggunaan kamera foto, istilah “Instan” merupakan sebutan lain dari kamera Polaroid. Yaitu jenis kamera yang bisa langsung mencetak foto beberapa saat setelah membidik objek. Sedangkan kata “Gram”

diambil dari “Telegram” yang maknanya dikaitkan sebagai media pengirim informasi yang sangat cepat (Dumet Development, 2015). Instagram adalah semua tentang berbagi visual, jadi niat utama semua orang adalah berbagi dan hanya menemukan foto dan video terbaik (Lifewire, 2017).

Oleh karena itu, banyak bisnis yang menggunakan Instagram untuk mempromosikan produknya karena Instagram dapat menampilkan iklan secara visual. Salah satu nya bisnis sosial Pulas Katumbiri. Bisnis sosial sendiri menurut Eduardo Morato, Ketua Asian Institute Management (AIM) pada tahun 1980-an, yang memperkenalkan social entrepreneurship dengan definisinya sebagai berikut: wirausaha sosial merupakan orang atau lembaga inovatif yang memajukan penciptaan dan penyelenggaraan usaha yang berhasil bagi mereka yang membutuhkan. Pulas Katumbiri datang sebagai bisnis sosial pada tahun 2015 yang menggunakan Instagram sebagai media untuk mempromosikan produknya.

Pulas Katumbiri adalah sebuah bisnis sosial pembuatan tas dan aksesosris handmade hasil kolaborasi dengan anak-anak SLB yang didirikan oleh seorang entrepreneur wanita bernama Dessy. SLB Al-Masduqi merupakan sekolah luar biasa yang pertama kali berkolaborasi dengan Puka, yang produk tas dan aksesoris nya berbahan dasar karung goni dan benang wol. Pulas Katumbiri didirikan pada September 2015, dan nama Pulas Katumbiri yang berasal dari bahasa Sunda memiliki makna yaitu “Goresan Pelangi”. Hal tersebut mengartikan keberagaman dan percampuran warna yang disulam membentuk beragam motif menggunakan

(7)

benang wool pada setiap tas (sumber:

http://entrepreneurship.wirausahanews.com/20170123/1199-pulas- katumbiri.html, diakses pada 6 Desember 2017 pukul 21.57 WIB).

Puka adalah satu-satu nya bisnis sosial di Kab. Garut yang bisnisnya berkolaborasi dengan anak-anak SLB sebagai pekarya nya. Puka sering mengikuti lomba-lomba karya handmade tetapi belum pernah memenangi lomba tersebut.

Tetapi, Puka pernah terpilih menjadi 10 finalis (dari 210 yang mendaftar) yang mendapatkan kesempatan untuk melakukan presentasi bisnis di depan dewan juri di event yang diadakan oleh Femina dan Pantene pada 17 September 2016.

Hasilnya, Puka diundang ke Jakarta dan berkesempatan untuk mengikuti kegiatan bazaar di Lotte Shopping Avenue (sumber: http://puka.id/media/femina/, diakses pada 2 Mei 2018 pukul 22.37).

Gambar 1.3 Instagram @Puka_id

Sumber: http://instagram.com/puka_id Diakses pada 7 Desember 2017, 13.35 WIB

(8)

Di Instagramnya, Pulas Katumbiri banyak mengunggah foto-foto produk yang di produksi, proses pembuatan produk-produk nya, foto anak-anak yang membuat produk, foto-foto konsumen yang menggunakan produknya, workshop, kelas menyulam yang diselenggarakan oleh Pulas Katumbiri di berbagai kota, hingga publikasi mengenai Puka yang pernah diundang oleh program televisi Pagi Pagi di NET TV pada 19 Mei 2017. Dari banyak episode program Pagi Pagi NET, Puka merupakan satu-satu nya bisnis sosial yang bisnisnya berkolaborasi dengan anak-anak SLB sebagai pekarya nya. Selain diundang oleh program televisi Pagi Pagi NET TV, Puka juga pernah diliput oleh program CamOn Trans7, Tau Gak Sih? Trans7, dan Griya Kreasi DAAI TV.

Tidak hanya Pulas Katumbiri, masih banyak bisnis sosial di Indonesia yang mengkaryakan orang-orang yang kurang mampu. Seperti contohnya lima bisnis sosial yang akan penulis bahas. Bisnis sosial yang pertama adalah bisnis Hijab nalacity yang memberdayakan mantan penderita kusta. Bisnis Hijab Nalacity dibangun oleh seorang wanita bernama Hafiza Elvira Nofitarini, ia aktif mengajarkan para mantan penyakit kusta bagaimana cara menjahit hijab dan aksesoris yang nantinya akan dipasarkan. Pada awalnya, bisnis hijab yang ia bangun hanyalah sebuah proyek kecil-kecilan dengan teman-teman kampusnya pada saat ia menjadi mahasiswi di tahun 2010 lalu yang memberdayakan masyarakat di Sitanala. Lalu proyek tersebut berubah menjadi bisnis pada akhit tahun 2012 dan tetap memberdayakan masyarakat di Sitanala yang bertujuan untuk membantu penderita kusta karena ia merasa iba terhadap kehidupan mereka karena menurutnya masyarakat sekitar banyak yang mengucilkan mantan penderita kusta karena merasa kusta adalah penyakit kulit yang berbahaya.

Lalu bisnis sosial yang kedua adalah bisnis batik yang memberdayakan warga tuna grahita di Desa Gowong. Bisnis batik ini dibangun oleh Kepala Desa dan di dukung oleh para aktivis muda sebagai pendamping. Pada awalnya hampir tidak ada yang ingin membantu kaum penyandang tuna grahita tersebut. Program pemberdayaannya pun hampir tidak ada yang mau mendanai tetapi akhirnya BBRSBG Kartini Temanggung berinisiatif untuk menggulirkan program Kampung Peduli di Desa Gowong. Melalui Program Kampung Peduli, kaum tuna grahita didampingi dan di beri fasilitas agar dapat memmanfaatkan waktu nya se produktif mungkin seperti dengan membuat keset, batik ciprat, dan usaha batu split.

(9)

Bisnis sosial selanjutnya adalah Du’Anyam yaitu bisnis anyaman khas Nusa Tenggara Timus (NTT) yang memberdayakan ibu-ibu di NTT untuk mengingkatkan taraf ekonomi mereka. Du’Anyam memproduksi produk-produk seperti tikar, keranjang, tas, dan lain-lain. Du’Anyam memanfaatkan kemampuan mengayam para perempuan di NTT yang telah diajarkan secara turun menurun.

Pada awalnya, kerajinan mengayam hanya dilakukan oleh ibu-ibu paruh baya karena kerajinan mengayam yang telah terlupakan tetapi berkat seorang wanita bernama Hana, ia mampu membangkitkan kembali kerajinan menganyam tersebut. Ia mengajak para ibu dan wanita di daerah NTT untuk menganyam daun lontar sebagai satu alternatif pendapatan tambahan dari sekedar berladang.

Lalu, bisnis sosial yang keempat adalah Torajamelo yang memberdayakan wanita-wanita penenun di Toraja. Para wanita penenun di Toraja mengalami penurunan penghasilan karena adanya penurunan harga dari permintaan terhadap kain buatannya dan diperburuk oleh berkembangnya alat tenun bukan mesin (ATBM) dan tenun pabrik yang meniru motif asli mereka dan menjualnya dengan harga yang lebih murah (sumber: https://www.kuka.co.id/about-torajamelo, diakses pada 4 Juli 2018, 10.58 WIB). Lalu ada seorang wanita bernama Dinny Jusuf yang membangun usaha tenun kain Toraja bernama Torajamelo dan menghidupkan kembali tenun khas Toraja, ia mengangkat tenun Toraja menjadi produk yang bernilai jual tinggi.

Bisnis sosial yang terakhir adalah Difajek, difajek memfasilitasi kaum difabel untuk bisa naik ojek dan bisa mengojek. Bagi kaum difabel, bepergian menggunakan transportasi umum merupakan hal yang tidak mudah karena ia memiliki keterbatasan fisik yang terkadang membuat ia tidak mendapatkan tempat duduk. Selain itu, mereka juga kesulitan mendapatkan pekerjaan karena keterbatasan fisik tersebut juga. Lalu, Triyono seorang penyandang difabel membuat inovasi baru bagi transportasi ojek dengan cara membuat kursi tambahan khusus di samping motornya untuk para penyandang difabel supaya penumpangnya tidak terjatuh pada saat kendaraan berjalan dan dapat duduk dengan nyaman. Bukan hanya penumpangnya yang penyandang difabel, tetapi pengemudi nya juga merupakan penyandang difabel. Hal tersebut sesuai dengan filosofis bisnis Triyono yaitu membantu sesame difabel untuk bekerja dan beraktivitas.

(10)

Alasan penulis mengangkat topik ini, yaitu karena Pulas Katumbiri adalah bisnis sosial yang memberdayakan anak-anak yang berkebutuhan khusus yang ada di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berbeda dengan bisnis sosial-bisnis sosial diatas yang dimana pada saat mereka beranjak dewasa, sedikit perusahaan yang memberi ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mendapatkan pekerjaan. Sehingga dengan adanya Pulas Katumbiri, anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan bekal untuk dapat mengembangkan potensi yang ada di dalam diri nya untuk berkarya dalam bentuk membuat produk-produk handmade.

Selain itu, Pulas Katumbiri menggunakan Instagram untuk mempromosikan produk nya dengan memanfaatkan fungsi informasi dan fungsi aktivitas yang terdapat di Instagram. Penulis mengangkat topik ini agar dapat menjawab masalah yang terdapat pada penelitian ini yaitu, penggunaan Instagram Pulas Katumbiri sebagai fungsi informasi dan sebagai fungsi aktivitas.

1.2 Fokus Penelitian

Penelitian ini berfokus pada penggunaan Instagram Pulas Katumbiri sebagai fungsi informasi berdasarkan waktu unggah, judul/caption, hashtag, dan lokasi;

serta sebagai fungsi aktivitas berdasarkan follow, like, comment, dan mention.

1.3 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, penulis membuat pertanyaan berupa identifikasi masalah dari penelitian ini, yaitu:

1. Bagaimana penggunaan Instagram Pulas Katumbiri sebagai fungsi informasi?

2. Bagaimana penggunaan Instagram Pulas Katumbiri sebagai fungsi aktivitas?

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui bagaimana penggunaan Instagram Pulas Katumbiri sebagai fungsi informasi.

2. Untuk mengetahui bagaimana penggunaan Instagram Pulas Katumbiri sebagai fungsi aktivitas.

(11)

1.5 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik bersifat teoritis maupun praktis.

1.5.1 Manfaat Teoritis

1. Penelitian ini diharapkan memiliki manfaat dan mampu memberikan masukan bagi pengembangan ilmu komunikasi khusus nya dalam bidang Marketing yang diterapkan dalam mempromosikan social entreprise Pulas Katumbiri dengan maksud tertentu yang akan disampaikan kepada khalayak luas.

2. Penelitian ini diharapan dapat dijadikan sebagai pedoman bagi penelitian selanjutnya.

1.5.2 Manfaat Praktis

1. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan gambaran atau referensi bagi para pelaku bisnis dalam mempromosikan produk dan jasa yang ditawarkan melalui media sosial.

2. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan gambaran atau referensi bagi masyarakat terhadap para pelaku bisnis di media sosial.

(12)

1.6 Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di antara bulan Oktober 2017 sampai dengan bulan Februari 2018 dengan estimasi waktu sebagai berikut:

Tabel 1. 1 Waktu Penelitian

Kegiatan Tahun 2017 – 2018

Bulan

Desember Januari Februari Maret April Menentukan topik dan

objek penelitian Penyusunan proposal

Pelaksanaan penelitian dan pengumpulan data

Penyusunan hasil penelitian

Pembuatan kesimpulan dan saran dari hasil penelitian

Sumber: Penulis, 2017

1.7 Sistematika Penelitian

Sistematika penulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang penelitian yang dilakukan, yaitu sebagai berikut:

BAB I Pendahuluan

Bab ini berisi tentang uraian mengenai latar belakang, rumusan, dan pembatasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, tahapan dan waktu penelitian, serta sistematika penulisan.

BAB II Tinjauan Pustaka

Pada bab ini berisikan tentang tinjauan penelitian terdahulu, teori- teori yang menjadi landasan pokok permasalahan pada penyusunan skripsi dan kerangka pemikiran.

(13)

BAB III Metode Penelitian

Pada bab ini berisikan mengenai paradigma penelitian, metode penelitian, jenis penelitian, objek penelitian, sampel, teknik pengumpulan data, sumber data, teknik analisis data, dan uji kredibilitas data.

BAB IV Hasil Penelitian

Pada bab ini berisikan mengenai hasil penelitian dan pembahasan tentang penelitian.

BAB V Kesimpulan dan Saran

Pada bab ini berisikan mengenai kesimpulan dan saran hasil penelitian.

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

Gambar

Gambar 1.3   Instagram @Puka_id
Tabel 1. 1   Waktu Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal tidak terdapat kekurangan, kekeliruan, keberatan, dan atau penolakan dari Pengusul, maka Kepala LPPM dan Ketua Pengusul dapat langsung menandatangai

Instrumen Penelitian yang dipergunakan untuk pengumpulan data primer adalah berupa Kuesioner atau Angket yang berisi sebanyak 30 Pertanyaan mengenai unsur unsur

Dibagian pembelajaran akuntansi, selain wawancara dan analisis dokumen, peneliti juga melakukan observasi terkait pembelajaran akuntansi dimana peneliti melakukan

Analisis regresi multilinear antara deskriptor fragmental dengan entalpi penguapan 94 senyawa organik memberikan hasil ringkasan parameter statistik pada tabel 2 menyajikan 9 model

Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan bukti empiris mengenai pengaruh pengungkapan perubahan iklim, kinerja lingkungan, dan corporate social responsibility (CSR)

Hasil dari biaya pakan yang dikeluarkan untuk beternak ayam kampung super relatif sama dengan pernyataan pada penelitian Dewanti dan Sihombing (2012) bahwa biaya

Dari hasil Uji Statistic Independent Sample t-Test menunjukkan rasio CAR, ROA, NIM, BOPO, dan FDR Bank Rakyat Indonesia Syariah dengan Bank Negara Indonesia

Dari gambar 4.4 dapat dilihat bahwa pada diameter pulley motor sebesar 7cm dan diameter pulley alternator 7 cm akan didapatkan arus pengisian yang keluar dari