• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN I - 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN I - 1"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

I - 1

BAB I

PENDAHULUAN

Bab ini membahas mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah, asumsi penelitian dan sistematika penulisan yang digunakan dalam pembuatan tugas akhir.

1.1 Latar Belakang

Seiring dengan berkembangnya industri manufaktur di Indonesia dan telah dibukanya era persaingan bebas pada saat ini, maka persaingan dalam dunia industri manufaktur menjadi semakin ketat dan membuat setiap perusahaan dituntut mampu bertahan dengan terus melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja dalam menjalankan proses produksi. Agar dapat terus bertahan perusahaan harus fokus untuk menyediakan produk maupun jasa yang terbaik untuk konsumen dengan melakukan perbaikan kualitas produk maupun jasa secara terus menerus. Kualitas telah menjadi salah satu faktor yang paling penting bagi konsumen dalam pemilihan produk dan jasa (Montgomery, 2009). Dalam setiap organisasi, kepuasan pelanggan merupakan prioritas utama. Kepuasan konsumen juga berarti keuntungan. Kesuksesan dari setiap perusahaan tergantung pada kemampuan untuk memastikan kualitas yang tinggi dengan biaya yang rendah.

(Taghizadegan, 2006).

Untuk melakukan perbaikan kualitas produk secara terus menerus, maka elemen produksi merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan, yaitu dengan menjaga kesesuaian produk dengan permintaan pasar. Hal ini dilakukan melalui kontrol kualitas pada kegiatan produksi (Mansur, 2016). Kualitas merupakan kunci dalam perusahaan yang membawa keberhasilan bisnis, pertumbuhan dan peningkatan posisi persaingan. Program jaminan kualitas produk yang efektif dapat menghasilkan biaya pembuatan barang dan jasa keseluruhan yang lebih rendah (Montgomery, 2009).

Salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak pada dunia percetakan di Indonesia adalah PT. Solo Grafika Utama (PT. SGU). Produk yang dihasilkan perusahaan tersebut dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu koran dan non koran.

(2)

I - 2

Produk non koran terdiri dari buku pelajaran, tabloid, Lembar Kerja Siswa (LKS), majalah, Al Quran, brosur ataupun pesanan-pesanan untuk mencetak harian umum lain. Terdapat lima jenis koran yang di produksi oleh PT. SGU, yaitu koran Solopos, Soloraya, Jogja Politan, Harian Jogja, dan Solo.

Menurut Setya (2017) saat ini media cetak mulai mengalami penurunan eksistensi karena kehadiran media elektronik dan media online. Dengan adanya media elektronik maka media cetak lama kelamaan mulai ditinggalkan oleh pembacanya dan hal tersebut memang tidak dapat dihindari. Namun demikian, eksistensi koran masih belum hilang karena masih ada pembaca setia yang membaca koran untuk daerah Solo, Jogja, dan sekitarnya sehingga produksi koran pada PT. SGU masih tetap stabil setiap harinya dengan rata-rata produksi 45.685 eksamplar koran. Hal tersebut mendorong PT. SGU untuk memaksimalkan performansi kinerjanya agar dapat bertahan. Salah satu cara untuk memaksimalkan performansi kinerja yaitu dengan cara memaksimalkan produksi koran dengan memperhatikan kualitas produk dari segi kualitas cetakan. Maka dari itu produk koran dipilih menjadi objek penelitian ini. Produksi koran sendiri dilakukan pada mesin Goss Community SSC pada shift malam.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, ditemukan indikator pemborosan (waste) yang terjadi pada proses produksi koran pada PT. SGU. Terdapat tujuh tipe waste yaitu defect, waiting, inventory, motion, transportation, over production, dan excess processing. Waste harus dihilangkan guna meningkatkan

nilai produk dan selanjutnya meningkatkan customer value (George, 2002). Salah satu indikasi waste yang ditemukan adalah defect. Berikut merupakan trend data persentase cacat selama tahun 2018.

Gambar 1.1 Persentase Cacat Tahun 2018

6.7% 7.1% 7.6%

7.0% 7.8%

9.1%

8.4%

5.5%

8.0%

9.7% 9.2%

10.4%

0.0%

2.0%

4.0%

6.0%

8.0%

10.0%

12.0%

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Persentase

Bulan

Persentase Cacat Tahun 2018

(3)

I - 3

Berdasarkan Gambar 1.1 dapat dilihat persentase cacat produksi koran pada tahun 2018 cenderung mengalami kenaikan, namun terdapat penurunan cacat secara signifikan pada bulan Agustus dikarenakan terjadi maintenance keseluruhan pada bulan tersebut. Indikasi waste lainnya adalah waste waiting pada proses breakdown mesin. Mesin yang memproduksi koran pada PT. SGU diindikasikan terdapat waste jenis ini dikarenakan adanya permasalahan pada mesin. Berikut merupakan lamanya waktu proses breakdown mesin yang dilakukan saat produksi berlangsung yang menyebabkan waste waiting.

Gambar 1.2 Lama Waktu Tunggu Selama Tahun 2018

Berdasarkan Gambar 1.2 dapat dilihat lama waktu tunggu selama bulan Januari hingga Oktober tahun 2018 cenderung fluktuatif. Dengan ditemukannya indikasi waste yang terdapat pada produksi produk koran pada PT. SGU menyebabkan perlunya identifikasi seluruh waste lainnya. Adanya waste selama proses produksi koran menyebabkan kerugian terhadap perusahaan dan hal tersebut harus dikurangi atau bahkan dihilangkan.

Salah satu metode yang dapat mengurangi waste selama proses produksi adalah Lean Manufacturing. Lean adalah suatu upaya berkelanjutan untuk menghilangkan waste dan meningkatkan nilai tambah produk agar memberikan nilai kepada pelanggan (Gasperz, 2007). Beberapa metode yang dapat digunakan dalam mengatasi permasalahan kualitas yang ada dalam proses produksi suatu perusahaan seperti Total Quality Managemen (TQM) dan Six Sigma. Zainal (2005) mengatakan TQM adalah konsep dan metode yang memerlukan komitmen

1035

905 1045

935 990

835 985 780

1150 825

0 500 1000 1500

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Menit

Bulan

Lama Waktu Tunggu Tahun 2018

(4)

I - 4

dan keterlibatan pihak manajemen dan seluruh anggota pengelola perusahaan untuk memenuhi keinginan atau kepuasan pelanggan secara konsisten.

Sedangkan, Six Sigma berfokus pada pengurangan variasi produk sehingga cacat dan kesalahan lainnya dapat diminimalkan (Maleka, 2014). Marija, Vinko, dan Vladimir (2011) mengatakan perbedaan antara dua metode tersebut yaitu pada TQM hanya bertujuan untuk menjaga stabilisasi tingkat kualitas dan bukan meningkatkannya. Sedangkan Six Sigma bertujuan untuk peningkatan kualitas.

Filosofi dari Six Sigma termasuk peningkatan berkelanjutan perusahaan, berfokus pada pelanggan, manajemen proses dan peningkatan proses. Maka dari itu dibutuhkan suatu pendekatan yang dapat mengurangi variabilitas proses agar kualitas produk dapat ditingkatkan, yaitu menggunakan Six Sigma. Sedangkan TQM sendiri lebih berfokus pada manajemen organisasi dibandingkan dengan proses produksi itu sendiri.

Berdasarkan permasalahan yang ada pada PT. SGU maka perlu adanya integrasi antara Lean dan Six Sigma. Integrasi Lean dan Six Sigma adalah salah satu metode yang paling efektif untuk secara konsisten menekan biaya dan meningkatkan kecepatan serta kualitas, dengan keberhasilan yang besar dalam industri jasa dan manufaktur (George, 2010). Perlunya integrasi dari Lean dan Six Sigma juga akan meningkatkan kinerja melalui peningkatan kecepatan dan akurasi

dengan mengurangi variabilitas. Lean Six Sigma adalah kombinasi antara Lean dan Six Sigma yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan atau aktivitas-aktivitas yang tidak bernilai tambah melalui peningkatan terus-menerus untuk mencapai tingkat kinerja enam sigma, dengan cara mengalirkan produk untuk mengejar keunggulan dan kesempurnaan dimana hanya memproduksi 3,4 produk cacat dari satu juta kesempatan atau operasi (Gasperz, 2007). Lean six sigma memiliki proses perbaikan DMAIC yang sama seperti Six Sigma asli, tetapi sebagai tambahan alat Six Sigma, alat Lean juga ikut ditambahkan dalam langkah yang berbeda (Tikkala, 2014).

Beberapa metode yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan berdasarkan penelitian tentang Lean Six Sigma yang telah dilakukan sebelumnya seperti penelitian dari Indrawati dan Ridwansyah (2015) yang menggunakan perhitungan kapabilitas proses dan nilai sigma, menganalisis menggunakan

(5)

I - 5

FMEA dan mendapatkan usulan perbaikan berdasarkan hasil FMEA. Jie, Kamaruddin dan Azid (2014) dalam penelitiannya menggunakan Fishbone untuk mengetahui akar permasalahan dan SOP untuk mengontrol produksi. Hassan (2013) menggunakan SIPOC dalam menggambarkan alur produksi, dan ditambah dengan penelitian dari Rawabdeh (2005) dalam mengidentifikasi waste dan memberikan peringkat untuk tujuh tipe waste yang ada.

Berdasarkan referensi acuan dari penelitian Lean Six Sigma terdahulu, maka penelitian ini akan menerapkan Lean Six Sigma dengan fase Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control. Pada penelitian ini peneliti ingin mengetahui

bagaimana mengurangi waste dan meningkatkan kualitas pada produksi koran dari PT. Solo Grafika Utama dengan memberikan usulan dalam perbaikan proses maupun produk guna mengurangi jumlah waste dan meningkatkan kualitas selama proses produksi menggunakan metode Lean Six Sigma dengan fase DMAIC.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana mengurangi waste dengan meningkatkan kualitas pada produksi koran PT. SGU dengan memberikan usulan dalam perbaikan proses produksi untuk mengurangi jumlah waste pada produksi koran menggunakan metode Lean Six Sigma.

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah yang telah diuraikan, maka tujuan penelitian ini sebagai berikut:

1. Mengetahui akar masalah penyebab waste kritis pada proses produksi koran.

2. Memberikan usulan dan perbaikan pada proses produksi koran untuk pengurangan waste pada proses produksi PT. Solo Grafika Utama.

1.4 Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian yang telah diuraikan, manfaat yang diberikan dalam penelitian ini sebagai berikut:

(6)

I - 6

1. Perusahaan dapat meningkatkan produktivitas produksi koran dengan mengurangi waste yang ada.

2. Perusahaan dapat mereduksi waste yang terjadi pada proses produksi koran berdasarkan usulan perbaikan yang didapatkan.

1.5 Batasan masalah

Batasan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Penelitian difokuskan pada produksi koran yang dicetak menggunakan mesin Goss Community SSC shift malam.

2. Penelitian tidak membahas isi konten dari koran yang di cetak.

3. Penelitian tidak membahas tahap evaluasi usulan.

1.6 Asumsi Penelitian

Asumsi penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Selama penelitian berlangsung tidak ada penambahan jenis koran.

2. Responden yang mengisi kuesioner memiliki pemahaman yang sama dengan konten yang ada pada kuesioner.

1.7 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan laporan tugas akhir ini menjabarkan bab-bab yang akan disusun secara sistematis di dalam laporan untuk mengetahui gambaran umum dari topik yang akan dibahas. Sistematika penulisan laporan tugas akhir dapat dijabarkan sebagai berikut.

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan latar belakang masalah, rumusan masalah yang akan dibahas, tujuan dan manfaat penelitian yang dilakukan, dan batasan masalah agar cakupan masalah spesifik serta sistematika penulisan dalam laporan tugas akhir.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi tentang penjelasan dari PT. Solo Grafika Utama dan menjelaskan mengenai landasan teori dan tinjauan pustaka yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian dalam penyelesaian masalah agar dapat dilakukan secara teoritis dan sistematis.

(7)

I - 7 BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini menjelaskan tahap - tahap yang dilakukan dalam penyelesaian permasalahan dan tahap - tahap pengolahan data melalui diagram metodologi penelitian dalam bentuk flowchart. Penelitian dimulai dari tahap awal penelitian, kemudian tahap pengumpulan dan pengolahan data, selanjutnya adalah analisis dan tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan.

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Bab ini menjelaskan data - data dan informasi yang diperlukan pada PT.

Solo Grafika Utama dalam menyelesaikan permasalahan yang ada dan pengolahan data secara bertahap dengan metode Lean Six Sigma dengan tools yang telah ditentukan.

BAB V ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL

Bab ini menjelaskan output yang didapatkan pada tahap pengumpulan dan pengolahan data serta intepretasi hasil berupa ringkasan singkat dari hasil penelitian.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini menjelaskan kesimpulan yang diperoleh dari pengolahan data dan analisis yang telah ditentukan serta mengemukakan saran untuk perbaikan pada penelitian lebih lanjut.

Referensi

Dokumen terkait

Kharisma Esa Ardi adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisa penyebab waste yang terjadi pada proses produksi, serta memberikan usulan perbaikan dengan FMEA untuk

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi waste yang terjadi dalam proses produksi dress di CV Nywan Garmindo serta memberikan rekomendasi perbaikan

Pada bab ini berisi uraian latar belakang permasalahan yang menjadi dasar untuk meminimasi terjadinya waste waiting pada proses produksi kemeja di CV Wira Utama,

Berdasarkan rumusan masalah, dapat ditentukan tujuan dari penelitian ini adalah usulan rancangan wadah pemisah kulit ari kedelai untuk mengurangi waktu siklus pada produksi

Lean manufacturing merupakan konsep pendekatan yang spesifik untuk perbaikan aliran nilai proses (value stream) dengan mengurangi pemborosan (waste) dan menminimasi aktivitas

Kharisma Esa Ardi adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisa penyebab waste yang terjadi pada proses produksi, serta memberikan usulan perbaikan dengan FMEA untuk

Widya Duta Grafika Solo adalah untuk mengidentifikasi dan mengetahui waste yang sering terjadi pada proses produksi, lalu mencari penyebab terjadinya pemborosan ( waste )

Pada proses produksi tutup botol oli AHM biru terdapat beberapa pergerakan operator yang tidak menambah nilai pada produk sehingga menimbulkan waste motion pada