• Tidak ada hasil yang ditemukan

EXPLORE Volume 12 No 1 Tahun 2022 p-issn : X Terakreditasi Sinta 5 SK No : 23/E/KPT/2019 e-issn : X

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "EXPLORE Volume 12 No 1 Tahun 2022 p-issn : X Terakreditasi Sinta 5 SK No : 23/E/KPT/2019 e-issn : X"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis dan Pembuatan Website Sebagai Sistem Informasi Pencatatan Dan Singkronisasi Laporan Transaksi Berbagai Marketplace Jogjabika

Denny Eko Apriyanto1, M. Nuraminudin2 Universitas Amikom Yogyakarta1,2

[email protected]1, [email protected]2

Abstrak – Jogjabika adalah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang produksi kopi dari perkebunan di sekitar Yogyakarta. Selain kopi jogjabika juga menjual berbagai jenis minuman berbahan dasar coklat, jahe dan teh. Saat ini untuk pemasaran dan penjualan melalui media sosial dan marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak dan Blibli. Proses pencatatan stok dan laporan dari marketplace masih dilakukan secara manual. sistem informasi pencatatan dan singkronisasi laporan transaksi di Jogjabika ini dibangun dengan menggunakan framework codeigniter dan MariaDB sebagai database yang dikembangkan dengan menggunakan metode waterfall. Metode perancangan yang digunakan adalah Unified Modeling Language (UML) sebagai flowchart sistem, dan Entity Relationship Diagram (ERD) sebagai rancangan basis data.

Metode analisis menggunakan Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, and Services (PIECES). Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode White box dan Black box testing, serta memanfaatkan Usability Testing sebagai metode evaluasi. Dengan adanya sistem berbasis website ini diharapkan dapat mengatasi masalah pencatatan stok dan pembuatan laporan dari marketplace yang dialami jogjabika. Website ini juga bisa digunakan oleh Jogjabika sebagai sistem jual beli online berbasis website.

Kata kunci: Situs Web; Sistem Informasi; Transaksi; Codeigniter;

Abstract - Jogjabika is a Micro, Small and Medium Enterprise (UMKM) which is engaged in coffee production from plantations around Yogyakarta. Apart from coffee, jogjabika also sells various types of drinks made from chocolate, ginger and tea. Currently for marketing and sales through social media and marketplaces such as Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak and Blibli. The process of recording stock and reports from the marketplace is still done manually. the information system for recording and synchronizing transaction reports in Jogjabika was built using the codeigniter framework and MariaDB as a database developed using the waterfall method. The design method used is Unified Modeling Language (UML) as a system flowchart, and Entity Relationship Diagram (ERD) as a database design. The analysis method uses Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, and Services (PIECES). Testing is carried out using the White box and Black box testing methods, as well as using Usability Testing as an evaluation method. With this website-based system, it is expected to be able to overcome the problems of recording stock and making reports from the marketplace experienced by Jogjabika. This website can also be used by Jogjabika as a website- based online buying and selling system.

Keyword : Website; Information System; Transaction; Codeigniter;

1. Latar Belakang

Jogjabika merupakan sebuah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak dalam produksi kopi dari perkebunan di sekitar Yogyakarta. Selain kopi Jogjabika juga menjual berbagai jenis minuman berbahan coklat, jahe dan teh. Jogjabika sudah berdiri sejak 2014, saat ini Jogjabika beralamat di Jl.

Raya Piyungan – Prambanan No. Km 1 no 73, Gatak, Bokoharjo, Kecamatan, Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55572. Saat ini untuk pemasaran dan penjualan melalui media sosial dan marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak dan Blibli.

Proses pencatatan stok barang pada Jogjabika masih dilakukan secara manual, yaitu hanya dengan perkiraan saja. Tidak adanya informasi khusus mengenai jumlah stok barang membuat pemilik Jogjabika sulit mengetahui stok barang yang pasti, tak jarang juga tidak tahu jika barang tersebut sudah habis. Selain itu penyusunan laporan dari marketplace masih dilakukan satu persatu secara terpisah.

Maka dari itu untuk memudahkan pendataan stok barang dan membuat laporan yang terintegrasi, penulis ingin membuat sebuah sistem informasi pencatatan dan singkronisasi laporan transaksi penjualan pada Jogjabika.

Sebuah website yang mendukung dalam

(2)

penjualan online, sehingga siap untuk bersaing secara online

2. Kajian Pustaka

Wazyir Nur Sidiq [1] dalam penelitiannya yang berjudul “ Perancangan Sistem Informasi Penjualan Kopi Berbasis Web Pada Kedai Pedal Kopi Depok”. Tujuan peneliti merancang sistem informasi tersebut adalah sebagai wadah untuk masyarakat agar mempermudah dalam mengetahui informasi dari biji kopi yang dijual dan dapat melakukan transaksi yang lebih efisien secara online.

Setiabudi dan Nurhidayat [2] dalam penelitiannya yang berjudul “ Aplikasi Sistem Informasi Penjualan Motor Custom Berbasis Menggunakan Codeigniter ”. Tujuan dari penelitian ini adalah pembuatan aplikasi jual beli berbasis web yang dapat memberikan wadah untuk jual beli motor custom. Aplikasi ini memiliki 3 hak akses yaitu, Distributor (admin), Penjual (user) dan Pembeli (user).

Pemodelan sistem yang digunakan dalam aplikasi ini adalah DFD (Data Flow Diagram).

Bagas Trafik Yuridista [3] dalam penelitiannya yang berjudul “Sistem Informasi Penjualan Biji Kopi Berbasis Website (Studi Kasus: Selanala Coffee)”. Pengembangan aplikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode prototyping.

3. Perancangan Sistem / Metode Penelitian a. Metode Penelitian

Alur penelitian yang dilakukan pada penelitian ini digambarkan pada Gambar 1. Alur pada penelitian ini mengadopsi metode waterfall.

Model software development life cycle (SDLC) Waterfall sering juga disebut model sekuensial linier. Waterfall melakukan pendekatan pengembangan perangkat lunak secara sekuensial atau berurutan dimulai dari analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan tahap pendukung dan kembali lagi ke analisis. Siklus ini akan terus berulang hingga perangkat lunak mendapatkan evaluasi yang baik dan tidak dibutuhkan pengembangan lagi [4].

Gambar 1. Alur Metode Penelitian

Penelitian dimulai dari tahap studi observasi kepada studi kasus hingga pengujian sistem pencatatan dan singkronisasi laporan transaksi e-commerce sebelum diambil kesimpulan. Perangkat lunak yang memiliki kumpulan elemen yang saling berkaitan satu sama lain serta terdapat proses masukan (input) dan menghasilkan keluaran (output) berdasarkan masukan yang sudah di proses disebut sistem [5]. Sedangkan e-commerce sendiri adalah proses transaksi yang dilaksanakan secara elektronik. Proses transaksi meliputi pembelian, penjualan dan pemasaran barang serta jasa. E-commerce memungkinkan pengguna melakukan transaksi melalui internet menggunakan sistem berbasis website [6].

Dari hasil observasi dilanjutkan dengan perumusan masalah dan studi literature untuk mencari metode yang paling baik untuk menyelesaikan masalah yang ditemukan.

Untuk mengidentifikasi masalah, harus dilakukan analisis terhadap kinerja, informasi, ekonomi, keamanan aplikasi, efisiensi, dan pelayanan pelanggan. Panduan ini dikenal dengan analisis PIECES (performance, information, economy, control, efficiency, and

(3)

services). Dari analisis ini biasanya didapatkan beberapa masalah utama. Hal ini penting karena biasanya yang muncul di permukaan bukan masalah utama, tetapi hanya gejala dari masalah utama [7].

Selanjutnya dilakukan tahap analisis dan perancangan sistem menggunakan Unified Modeling Language (UML). Unified Modeling Language (UML) adalah sebuah standarisasi bahasa pemodelan untuk pembangunan perangkat lunak yang dibangun dengan menggunakan Teknik pemrograman berorientasi objek. UML muncul karena adanya kebutuhan pemodelan visual untuk menspesifikasikan, menggambarkan, membangun, dan dokumentasi dari sistem perangkat lunak. UML merupakan bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung [4].

Hasil rancangan kemudian dimplementasi kedalam sistem berbasis website menggunakan framework Codeigniter.

CodeIgniter adalah sebuah framework PHP yang berupa kumpulan folder dan file PHP, Javascript, CSS, TXT, dan file berbasis web lainnya dengan setting tertentu untuk menggunakannya dan menyediakan library dan helper yang dapat dimanfaatkan di dalam pemrograman PHP [8].

Kemudian dilanjutkan dengan tahapan ujicoba dan evaluasi, jika terdapat kesalahan maka harus kembali ke tahap perancangan. Terakhir setelah ujicoba dan evaluasi sukses dilakukan tahap pengambilan kesimpulan dan saran.

b. Analisis Pieces

Untuk mengidentifikasi masalah, maka dilakukan analisis terhadap kinerja, informasi, ekonomi, pengendalian, efisiensi, dan pelayanan. Analisis ini digunakan untuk mengoreksi atau memperbaiki sistem lama.

Hasil analisis pieces dapat dilihat pada Tabel 1, Tabel 2, Tabel 3, Tabel 4, Tabel 5, dan Tabel 6.

Tabel 1. Analisis Kinerja (Performance)

Parameter Sistem Lama

Throughput Pada sistem lama proses untuk mengetahui jumlah stok satu produk saja membutuhkan waktu kurang lebih 2 menit karena dilakukan secara manual.

Pada sistem lama proses transaksi dilakukan di masing-masing platform, satu transaksi di setiap

platform membutuhkan waktu kurang lebih 2 menit. Sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses transaksi tersebut.

Response Time

Karena dilakukan secara manual berpotensi menimbulkan kesalahan dalam pemrosesan data stok. Selain itu pemrosesan data stok akan memakan banyak waktu.

Karena dilakukan di banyak platform berpotensi menimbulkan kesalahan dalam mengolah transaksi. Dan tentu saja pemrosesan transaksi akan membutuhkan waktu yang lama.

Tabel 2. Analisis Informasi (Information) Parameter Sistem Lama

Akurat Informasi untuk stok barang masih dilakukan secara manual, yaitu dengan perkiraan yang tidak menutup kemungkinan akan terjadi ketidaksesuaian dengan jumlah stok yang tersedia.

Pembuatan laporan masih belum rutin dilakukan, baik dari Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli ataupun Bukalapak. Tentu saja hal ini akan membuat data laporan tidak akurat

Ketepatan Waktu

Pada sistem lama informasi perkembangan tentang stok barang hanya dapat dilihat di Jogjabika. Jika ada yang membutuhkan data stok barang terbaru maka harus dihitung secara manual lagi.

Pada sistem lama untuk mengecek data laporan harus melihat laporan yang sudah dicetak. Atau juga harus melihat pada pada marketplace satu persatu.

Tabel 3. Analisis Ekonomi (Economy

Parameter Sistem Lama

Biaya Proses pembuatan laporan penjualan dilakukan sebanyak lima kali, karena penyusunan laporan masih dilakukan secara terpisah. Hal ini dapat membutuhkan biaya lebih.

Keuntungan Proses informasi data laporan

(4)

saat ini masih dilakukan secara terpisah, sehingga akan sulit mencarinya jika suatu waktu dibutuhkan.

Tabel 4. Analisis Pengendalian (Control)

Parameter Sistem Lama

Pengamanan data

Pada sistem yang lama, masih sering terjadi kesalahan dalam perhitungan stok barang.

Pada sistem yang lama, proses transaksi dilakukan dengan menggunakan beberapa platform, tidak menutup kemungkinan terjadi kesalahan dalam memasukan data transaksi.

Tabel 5. Analisis Efisiensi (Efficiency) Parameter Sistem Lama

Waktu Pada saat perhitungan stok barang terbaru admin harus menghitung kembali stok secara manual, sehingga waktu yang dibutuhkan juga menjadi lebih banyak

Pada sistem lama pemrosesan transaksi dan pembuatan laporan dilakukan dilakukan secara bergantian antar marketplace.

Tabel 6. Analisis Layanan (Service) Parameter Sistem Lama

Service Pada sistem lama stok barang tidak dapat dipantau secara

langsung, sehingga

menyebabkan penyediaan informasi yang kurang cepat.

Pembuatan laporan belum dapat dilakukan di satu media yang sama, sehingga harus mengakses media yang berbeda.

c. Desain UML

Use Case Diagram mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem penjualan yang akan dibuat, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.

Gambar 2. Use Case Diagram

Activity Diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang berada pada perangkat lunak seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3.

Gambar 3. Activity Diagram Generate Laporan Tokopedia

Class Diagram menggambarkan menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membagun sistem seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.

(5)

Gambar 4. Class Diagram

Sequence Diagram digunakan untuk menjelaskan perilaku pada sebuah skenario, menggambarkan bagaimana entitas dan sistem berinteraksi, termasuk pesan yang dipakai saat interaksi dalam aplikasi yang akan dibangun seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5.

Gambar 5. Sequnce Diagram Generate Laporan Tokopedia

4. Implementasi Sistem dan Hasil a. Implementasi Database

Hasil implementasi database menggunakan mariaDB dapat dilihat pada gambar 6.

Gambar 6. Relasi Antar Tabel Pada Database

Agar dapat terkoneksi dengan website, kode konfigurasi database pada website harus diubah, contohnya pada gambar 7.

Gambar 7. Kode Konfigurasi Database Pada Codeigniter

b. Hasil Website

Hasil akhir dari sistem informasi berbasis website yang telah diimplementasikan dapat dilihat pada Gambar 8, Gambar 9, dan Gambar 10.

Gambar 8. Tampilan Dashboard

(6)

Gambar 9. Tampilan Laporan Tokopedia

Gambar 10. Tampilan Laporan Shopee

b. Testing

Untuk memastikan bahwa sistem informasi berbasis website yang sudah diimplementasi berjalan baik, maka dilakukan black box testing dan white box testing terhadap fitur-fitur yang ada pada sistem ini. Beberapa hasil white box testing dapat diliha pada Tabel 7.

Tabel 7. Pengujian White Box Backend

No Fitur Detail

Pengujian Status

1 Login

Masuk sesuai username dan password

Terpenuhi

2 Dashboard

Tampil data order masuk, barang, kategori dan pelanggan.

Terpenuhi

3 Produk

Tampil data

produk Terpenuhi Tambah

data produk Terpenuhi Ubah data

produk Terpenuhi

Hapus data

produk Terpenuhi

4 Laporan

Tampil

laporan Terpenuhi Cari laporan

berdaraskan hari

Terpenuhi Cetak

laporan berdasarkan hari

Terpenuhi

Cari laporan berdaraskan bulan

Terpenuhi Cetak

laporan berdasarkan bulan

Terpenuhi

Cari laporan berdaraskan tahun

Terpenuhi Cetak

laporan berdasar tahun

Terpenuhi

Cetak semua laporan

Terpenuhi

5 Laporan Marketplace

Tampil

laporan Terpenuhi Impor

laporan Terpenuhi Ekspor

laporan Terpenuhi Cari laporan

berdasarkan tanggal upload

Terpenuhi

b. Evaluasi

Langkah awal usability testing ini adalah memberikan sejumlah task atau tugas yang sudah dipersiapkan sebelumnya kepada pengguna saat berinteraksi dengan sistem yang diuji. Penelitian ini mengambil total 30 sampel responden yang terdiri dari 2 responden dari Jogjabika yang terdiri dari admin dan owner dan 28 responden dari pengguna biasa. Task yang dibagikan tersebut digunakan sebagai sarana interaksi dalam pengukuran usability [9]. Hasil usability testing dapat dilihat pada tabel 8.

(7)

Tabel 8. Rekap Nilai Usability

No Pertanyaan Nilai

LEARNABILITY

1 Apakah tulisan teks yang digunakan website penjualan pada Jogjabika mudah dan jelas bagi anda?

3,7

2 Apakah website penjualan pada Jogjabika mudah digunakan?

4,2 3 Apakah form isian pada website

penjualan pada Jogjabika mudah digunakan?

4,3

4 Apakah informasi yang ada pada produk telah jelas?

4,3 EFFICIENCY

5 Apakah saat menu yang anda klik dapat menampilkan dengan cepat?

4,1

6 Apakah saat ingin download atau upload file diberikan informasi tentang format file dan ukurannya?

3,2

7 Apakah informasi produk mudah dicari?

4.2 MEMORABILITY

8 Apakah anda dapat mengingat 70embali menu-menu dan tampilan halaman yang ada pada website tersebut?

3,8

9 Apakah anda dapat mengingat setiap proses yang dilakukan pada task?

3.7

ERRORS

10 Apakah anda menemukan link yang error?

2,4 11 Apakah anda menemukan saat

menu diklik tidak memberikan respon apapun?

2,3

SATISFACTION

12 Apakah informasi yang disajikan pada website telah sesuai

4,3 13 Apakah judul produk sesuai

dengan isi produk (gambar, harga, stok dan deskripsi)?

4,4

14 Apakah penggunaan icon dan gambar mudah dipahami?

4,2 15 Apakah website sesuai dengan

kebutuhan?

4,2

Data yang diperoleh dari hasil penilaian responden terhadap website penjualan pada Jogjabika dengan menggunakan metode usability testing yakni.

1. Aspek Learnability mempunyai empat pertanyaan yang dinilai, dengan rerata skor yakni 4,1 setelah dikonvensi ke dalam skala 5

maka website telah memiliki aspek lernability yang baik.

2. Aspek Efficiency yang mempunyai tiga pertanyaan yang dinilai, dengan rerata skor yakni 3,8 setelah dikonvensi ke dalam skala 5 maka website telah memiliki aspek efficiency yang baik.

3. Aspek Memorability yang mempunyai dua pertanyaan yang dinilai, dengan rerata skor yakni 3,7 setelah dikonvensi ke dalam skala 5 maka website telah memiliki aspek memorability yang baik.

4. Aspek Errors yang mempunyai dua pertanyaan yang dinilai, dengan rerata skor yakni 2,4 membuat website telah meminimalisasi aspek errors.

5. Aspek Satisfaction yang mempunyai empat pertanyaan yang dinilai, dengan rerata skor yakni 4.5 setelah dikonvensi ke dalam skala 5 maka website telah memiliki aspek satisfaction yang baik.

5. Kesimpulan

Telah dibuat website penjualan pada Jogjabika dengan framework codeigniter yang dirancang menggunakan UML (Use Case Diagram, Activity Diagram, Class Diagram, Sequence Diagram). Dan dibangun menggunakan framework PHP yaitu Codeigniter dan Database MariaDB. Hasil rekap nilai usability keseluruhan atribut memiliki nilai penerimaan oleh user rata-rata 3,7 sehingga dapat dikatakan bahwa website penjualan pada Jogjabika yang telah dibuat memiliki nilai aspek usability, yaitu : Learnability, Efficiency, Memorability, Errors dan Satisfaction yang baik.

6. Pustaka

[1] W. N. Sidiq, “Perancangan Sistem Informasi Penjualan Kopi Berbasis Web Pada Kedai Pedal Kopi Depok, ” Fakultas Teknologi Informasi, Sistem Informasi, Universitas Bina Sarana Informatika, Jakarta, 2019.

[2] M. A. Setiabudi, A. I. Nurhidayat, “Aplikasi Sistem Informasi Penjualan Motor Custom Berbasis Website Menggunakan Framework Codeigniter,” Jurnal Manajemen Informasi, vol. 9, No. 2, 2019.

[3] B. T. Yuridistia, “Sistem Informasi Penjualan Biji Kopi Berbasis Website (Studi Kasus: Selanala Coffee), ” Skripsi, Fakultas Teknologi Industri, Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 2018.

(8)

[4] Rosa A.S, M. Shalahudin, Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan Berorientasi Objek, Bandung: Informatika, 2018.

[5] Kusrini, Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan, Yogyakarta: Andy Offset, 2007.

[6] M. R. Arief , Pemrograman Web Dinamis menggunakan PHP dan MySQL, Yogyakarta: C. V ANDI OFFSET, 2011.

[7] H. Al Fatta, Analisis dan Perancangan Sistem Informasi : untuk Keunggulan Bersaing Perusahaan dan Organisasi Modern, Yogyakarta: Andy Offset, 2007.

[8] R Somya, “Aplikasi Manajemen Proyek Berbasis Framework Codeigniter dan Bootstrap di PT. Putra Barutama,” Jurnal Informatika: Jurnal Pengembangan IT (JPIT), vol. 03, No. 02, 2018.

[9] M.A. Dusea W, E Andriyanto W, D.W Rahmadhan, M.A. Saputra, “Evaluasi Usability Untuk Mengukur Penggunaan Website Event Organize”, Seminar Nasional Informatika, 2015.

Gambar

Gambar 1. Alur Metode Penelitian
Tabel 1. Analisis Kinerja (Performance)
Tabel 4. Analisis Pengendalian (Control)
Gambar 5. Sequnce Diagram Generate  Laporan Tokopedia
+3

Referensi

Dokumen terkait

Formulasi Perhitungan = jumlah surat permohonan MLA dari penegak hukum di Indonesia yang ditindaklanjuti : jumlah keseluruhan surat permohonan MLA dari penegak hukum Indonesia

Namun, setelah dilakukan manajemen bandwidth setiap pengguna aktif mendapatkan alokasi bandwidth yang adil, dibuktikan dengan nilai rata-rata kecepatan unggah dan

Karena merupakan aplikasi yang baru tentunya banyak sekali tanggapan dari para penggunanya yakni Pegawai di lingkungan pemerintah daerah Tabalong baik Aparatur

Keunggulan metode simple additive weighting dibanding dengan sistem pendukung keputusan yang lain terletak pada kemampuannya dalam melakukan penilaan secara lebih tepat

Dari pembahasan analisis data dapat ditarik kesimpulan bahwa perilaku konsumen yang cenderung memanfaatkan digital payment system berpengaruh negatif dan signifikan

Sesuai dengan surat keputusan Ketua Dewan Pimpinan Harian AP3I No.084/Kpts/DPH/XII/92 tanggal 24 Desember 1992 tentang penataan pengelolaan unit pelaksana penelitian

Variabel adalah suatu pengenalan yang digunakan untuk mewakili nilai tertentu dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu tetap, nilai suatu

Meskipun peternak mempersepsikan bahwa resiko IB dan biaya yang dibutuhkan untuk IB lebih tinggi dibanding dengan kawin alam, namun peternak