i
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah
Kementerian Perindustrian Januari 2022
Sekretariat Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional
(Setditjen KPAII)
LAKIP
2021
iii
Ringkasan Eksekutif
Tahun 2021 merupakan tahun ke-dua dalam periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) ke IV (2020 – 2024). Rencana percepatan kegiatan pada periode RPJMN ini masih terhalang oleh adanya Pandemi COVID-19 yang mengharuskan adanya penyesuaian rencana aksi dan anggaran. Pemulihan perekonomian masih belum sesuai dengan target namun tetap menunjukkan nilai positif.
Capaian realisasi kegiatan pada tahun 2021 disajikan dalam bentuk Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). LAKIP Setditjen KPAII Tahun 2021 menjelaskan tentang beberapa hal pokok yaitu (i) perencanaan kinerja dan dukungan anggaran, (ii) capaian kinerja berdasarkan sasaran perjanjian kinerja, dan (iii) realisasi anggaran Setditjen KPAII Tahun 2021.
Penyusunan Laporan Kinerja Setditjen KPAII merupakan amanat dari Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan Menteri PAN RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan akuntabilitas kinerja Setditjen KPAII disusun sebagai bentuk transparansi dalam capaian kinerja dan penggunaan anggaran negara.
Hasil analisis terhadap pencapaian target kinerja berdasarkan Perjanjian Kinerja Setditjen KPAII tahun 2021, maka dapat disimpulkan jika dari total 8 (delapan) indikator kinerja utama (IKU), terdapat 5 (lima) IKU dengan realisasi sesuai atau melebihi target yaitu: (1) Pegawai yang difasilitasi atau mendapat informasi hasil diklat luar negeri (knowledge sharing) dengan target 180 peserta dapat terealisasi sebanyak 181 peserta (100,55%); (2) Peraturan perundangan yang diselesaikan; dengan target 2 (dua) Peraturan dalam bentuk RPP/ RPerpres/ RPermen dapat terealisasi sebesar 2 (dua) Permenperin (100%); (3) Naskah perjanjian internasional yang diberikan pertimbangan hukum dengan target 8 (delapan) naskah dapat terealisasi sebesar 35 naskah (437,50%);
(4) Rekomendasi Industrial & Market Intelligent dengan target 3 (tiga) rekomendasi dapat terealisasi sebanyak 8 (delapan) rekomendasi (266,66%) ; dan (5) Media informasi dan promosi bidang ketahanan, perwilayahan dan pengembangan akses industri internasional dengan target 2 (dua) media dapat terealisasi 100%. IKU yang tidak dapat
iv mencapai target yaitu: Nilai SAKIP Setditjen KPAII dengan target nilai 81 terealisasi sebesar 65,13 (80,40%).
Untuk mengatasi sejumlah kendala dalam pencapaian IKU di lingkungan Setditjen KPAII, maka rekomendasi yang disarankan terkait IKU yang belum mencapai target yaitu hasil penilaian SAKIP Setditjen KPAII Tahun 2021. Adapun rekomendasi dimaksud antara lain : mereviu dan memperbaiki metodologi pengukuran kinerja, melakukan dokumentasi secara lengkap, serta menyampaikan informasi kinerja berdasarkan hasil evaluasi dan perbandingan dengan capaian periode sebelumnya.
v
Ringkasan Kinerja Setditjen KPAII Tahun 2021
Realisasi Anggaran
Pagu Anggaran : Rp 85.898.455.000,- Realisasi Anggaran : Rp84.985.563.389,- Persentase Realisasi
98,94%.
Realisasi sesuai Perjanjian Kinerja
181 peserta (100%)
Pegawai yang difasilitasi atau mendapat informasi hasil diklat luar negeri (knowledge sharing) Target : 180 peserta
2 RPermenperin (100%)
Peraturan
perundangan yang diselesaikan
Target : 2 Rancangan Peraturan (RPP/
RPerpres/ RPermen)
35 Perjanjian (437,50%)
Naskah perjanjian internasional yang diberikan
pertimbangan hukum Target : 8 Perjanjian
8 Rekomendasi (266,66%)
Rekomendasi Industrial & Market Intelligent
Target : 3 Rekomendasi
2 Media (100%)
Media informasi dan promosi bidang KPAII Target: : 2 (dua) paket media informasi dan promosi
Nilai 65,13 (80,40%)
Nilai SAKIP Setditjen KPAII
Target : Nilai 81
vi
Daftar Isi
Kata Pengantar ... i
Ringkasan Eksekutif ... iii
Ringkasan Kinerja Setditjen KPAII Tahun 2021 ... v
Daftar Isi ... vi
Daftar Gambar dan Tabel ... vii
BAB I Pendahuluan ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Tugas dan Fungsi Sekretariat Ditjen KPAII ... 2
1.3 Struktur Organisasi Sekretariat Ditjen KPAII ... 3
1.4 Sumber Daya Manusia ... 6
1.5 Peran Strategis Sekretariat Ditjen KPAII ... 7
1.6 Rencana Strategis Sekretariat Ditjen KPAII ... 8
A. Tujuan Setditjen KPAII ... 8
B. Sasaran Strategis Setditjen KPAII ... 8
BAB II Perencanaan Kinerja ... 12
2.1 Perencanaan Kinerja Sekretariat Ditjen KPAII Tahun Anggaran 2021 ... 12
2.2 Dukungan Anggaran Sekretariat Ditjen KPAII Tahun 2021 ... 12
BAB III Akuntabilitas Kinerja ... 16
3.1 Analisis Capaian Kinerja Sekretariat Ditjen KPAII Tahun 2021 ... 16
A. Sasaran Strategis 1 ... 16
B. Sasaran Strategis 2 ... 17
C. Sasaran Strategis 3 ... 22
D. Sasaran Strategis 4 ... 27
3.2 Rekapitulasi Pencapaian Kinerja Indikator Kinerja Utama ... 30
3.3 Realisasi Anggaran Sekretariat Ditjen KPAII Tahun 2021 ... 32
BAB IV Penutup ... 33
4.1 Kesimpulan ... 33
4.2 Permasalahan dan Tindak Lanjut ... 33
LAMPIRAN
vii
Daftar Gambar dan Tabel
Gambar 1 Struktur Organisasi Sekretariat Ditjen KPAII ... 6
Gambar 2 Sumber Daya Manusia Setditjen KPAII Tahun 2021 ... 7
Tabel 1 Perjanjian Kinerja dan Komponen Kegiatan Setditjen KPAII Tahun 2021 ... 10
Tabel 2 Rincian Sub Kegiatan Setditjen KPAII Tahun Anggaran 2021 ... 13
Tabel 3 Realisasi IKU Pegawai yang Difasilitasi atau Mendapat Informasi Hasil Diklat Luar Negeri (knowledge sharing) Tahun 2017 – 2021 ... 17
Tabel 4 Realisasi IKU Peraturan Perundangan yang Diselesaikan Tahun 2015 – 2020 ... 18
Tabel 5 Realisasi IKU Naskah Perjanjian Internasional Yang Diberikan Pertimbangan Hukum Tahun 2017 – 2021 ... 22
Tabel 6 Realisasi Indikator Rekomendasi Industrial & Market Intelligent Tahun 2019 – 2020 ... 24
Tabel 7 Realisasi IKU Media Informasi dan Promosi Bidang Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Tahun 2017 – 2021 ... 27
Tabel 8 Realisasi IKU Nilai SAKIP Setditjen KPAII Tahun 2017 – 2021... 28
Tabel 9 Pencapaian Sasaran Per Kegiatan Setditjen KPAII pada Tahun 2021 ... 30
Tabel 10 Permasalahan dan Tindak Lanjut Pencapaian IKU 2021... 34
1
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Penyusunan laporan kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) dilaksanaka berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Laporan kinerja Setditjen KPAII Tahun 2021 ini merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi Setditjen KPAII dalam penggunaan anggaran selama tahun 2021. Laporan ini juga dimaksudkan sebagai wujud transparansi kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan (stakeholders), sekaligus sebagai alat kendali dan pemacu peningkatan kinerja secara berkesinambungan setiap satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perindustrian.
Laporan Kinerja Setditjen KPAII Tahun 2021 ini disusun pada periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) Tahun 2020-2024 dan mengacu pada Perjanjian Kinerja Setditjen KPAII Tahun 2021. Perubahan penting menandai tahun 2021 dengan adanya Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perindustrian mengganti Permenperin sebelumnya Nomor 35 Tahun 2018. Selain itu terjadi perubahan terkait Rencana Strategis Kementerian Perindustrian 2020 – 2024 yang hasil reviewnya telah selesai pada tahun 2021, yang secara langsung membawa perubahan pada Rencana Kinerja Ditjen KPAII dan Eselon II dilingkungan Ditjen KPAII.
Perubahan indicator kinerja Renstra tersebut sudah diakomodir pada Perjanjian Kinerja perubahan 2021 namun dalam laporan kinerja kali ini masih menggunakan indikator pada Perjanjian Kinerja 2021 (sebelum perubahan).
2
1.2 Tugas dan Fungsi Sekretariat Ditjen KPAII
Tugas Setditjen KPAII menurut Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perindustrian adalah melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Setditjen KPAII menyelenggarakan fungsi:
a. koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan anggaran serta evaluasi dan pelaporan direktorat jenderal;
b. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang ketahanan, perwilayahan, dan akses industri internasional;
c. koordinasi penyusunan, penelaahan hukum, dan evaluasi peraturan perundang- undangan, instrumen hukum lainnya, dan perjanjian kerja sama dengan mitra luar negeri serta pelaksanaan hubungan masyarakat di bidang ketahanan, perwilayahan, dan akses industri internasional;
d. koordinasi dan pelaksanaan administrasi kerja sama dan bantuan luar negeri di lingkungan Kementerian Perindustrian;
e. koordinasi dan pelaksanaan urusan keuangan direktorat jenderal;
f. pelaksanaan urusan kepegawaian, organisasi, dan tata laksana direktorat jenderal;
dan
g. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan, barang milik negara, tata usaha, dan manajemen kinerja direktorat jenderal.
Untuk melaksanakan tugas dan fungsi pada Sekretariat Ditjen KPAII, maka diperlukan program/kegiatan yang tepat. Kegiatan yang dilakukan Setditjen KPAII dalam rangka mendukung tercapainya tujuan Ditjen KPAII secara garis besar dikelompokkan sebagai berikut:
1) Perencanaan dan pelaporan yang berkualitas;
2) Peningkatan kompetensi SDM dan budaya kerja aparatur Ditjen KPAII;
3) Pengelolaan anggaran dan Barang Milik Negara (BMN); dan 4) Terfasilitasinya kerjasama teknik dan pertimbangan hukum.
3
1.3 Struktur Organisasi Sekretariat Ditjen KPAII
Berdasarkan Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 293 Tahun 2021 tentang Pembagian Tugas Koordinator dan Subkoordinator Pelaksana Fungsi Pelayanan Fungsional Di Lingkungan Kementerian Perindustrian, Sekretariat Ditjen KPAII terdiri atas:
1. Koordinator Fungsi Program, Evaluasi dan Pelaporan, Data, dan Hubungan Masyarakat,
mempunyai tugas menyelenggarakan fungsi pelaksanaan, penyusunan dan koordinasi rencana, anggaran dan kegiatan; pelaksanaan pemantauan dan evaluasi dan pelaporan rencana, anggaran dan kegiatan; dan penyusunan dan koordinasi bahan pimpinan, analisis isu dan data aktual sektor dan penyajian informasi dan kehumasan.
Dalam melaksanakan tugasnya, Koordinator Fungsi Program, Evaluasi dan Pelaporan, Data, dan Hubungan Masyarakat dibantu oleh:
a. Subkoordinator Fungsi Penyusunan Rencana, Anggaran dan Kegiatan, yang mempunyai tugas melakukan koordinasi dan penyiapan bahan rencana, anggaran dan kegiatan direktorat jenderal;
b. Subkoordinator Fungsi Evaluasi dan Pelaporan, yang mempunyai tugas melakukan koordinasi dan penyusunan bahan laporan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rencana, anggaran dan kegiatan; dan
c. Subkoordinator Fungsi Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat, yang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan pimpinan, bahan analisa data dan informasi serta hubungan masyarakat.
2. Koordinator Fungsi Hukum dan Kerjasama (HKS)
mempunyai tugas menyelenggarakan fungsi koordinasi dan fasilitasi perumusan dan penelahaan rancangan peraturan perundang-undangan dan instrumen hukum lain; koordinasi dan fasilitasi perumusan dan penelahaan rancangan perjanjian kerja sama internasional; dan koordinasi evaluasi dan telahaan pelaksanaan peraturan perundang-undangan, instrumen hukum dan perjanjian kerja sama internasional.
Dalam melaksanakan tugasnya, Koordinator Fungsi Hukum dan Kerja Sama dibantu oleh:
a. Subkoordinator Fungsi Penyusunan Rancangan Peraturan Perundang-undangan dan Instrumen Hukum Lain, yang mempunyai tugas melakukan penyiapan
4 bahan perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan dan instrumen hukum lain;
b. Subkoordinator Fungsi Penyusunan Perjanjian Kerja Sama Internasional, yang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan penelaahan rancangan perjanjian kerja sama internasional; dan
c. Subkoordinator Fungsi Evaluasi dan Telaahan Peraturan Perundang-undangan, Instrumen Hukum, dan Perjanjian Kerja Sama, yang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan pelaksanaan peraturan perundang- undangan, instrumen hukum, dan perjanjian kerja sama internasional.
3. Koordinator Fungsi Keuangan
mempunyai tugas menyelenggarakan fungsi koordinasi pelaksanaan penyusunan laporan keuangan direktorat jenderal; dan koordinasi, pelaksanaan, dan evaluasi perbendaharaan, pertanggungjawaban anggaran serta pengelolaan kas.
Dalam melaksanakan tugasnya, Koordinator Fungsi Urusan Keuangan dibantu oleh:
a. Subkoordinator Fungsi Akuntansi Keuangan, yang mempunyai tugas melakukan penyiapan konsep laporan keuangan; dan
b. Subkoordinator Fungsi Perbendaharaan dan Pertanggungjawaban Anggaran dan Pengelolaan Kas, yang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi perbendaharan, pertanggungjawaban anggaran dan pengelolaan kas.
4. Koordinator Fungsi Urusan Kepegawaian, Organisasi, dan Tata Laksana
mempunyai tugas menyelenggarakan fungsi koordinasi, penyusunan dan evaluasi organisasi, tata laksana, pengembangan sumber daya manusia dan kedisiplinan;
dan koordinasi dan penyusunan administrasi kepangkatan, pemberhentian dan pemensiunan, pembaharuan data pegawai dan pemantauan dan penghargaan pegawai.
Dalam melaksanakan tugasnya, Koordinator Fungsi Urusan Kepegawaian, Organisasi, dan Tata Laksana dibantu oleh:
a. Subkoordinator Fungsi Organisasi, Tata Laksana, Pengembangan Sumber Daya Manusia, dan Kedisplinan, yang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan evaluasi serta pelaporan organisasi, tata laksana, rencana pengembangan sumber daya manusia, dan evaluasi disiplin; dan
5 b. Subkoordinator Fungsi Kepangkatan, Pemberhentian dan Pemensiunan, Data
Pegawai, dan Penghargaan Pegawai, yang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan administrasi kepangkatan, pemberhentian dan pemensiunan, pembaharuan data pegawai, dan pemberian penghargaan pegawai.
5. Bagian Umum
mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan perlengkapan, barang milik negara, tata usaha, dan manajemen kinerja direktorat jenderal serta pelaksanaan administrasi kerja sama dan bantuan luar negeri kementerian.
Dalam melaksanakan tugasnya, Bagian Umum dibantu oleh:
a. Subkoordinator Fungsi Manajemen Kinerja, yang mempunyai tugas melakukan koordinasi dan penyusunan bahan penilaian manajemen kinerja direktorat jenderal;
b. Subkoordinator Fungsi Tata Usaha, Administrasi Kerja Sama, dan Bantuan Luar Negeri, yang mempunyai tugas melakukan koordinasi penyiapan persuratan, kearsipan dan dokumen direktorat jenderal serta administrasi kerjasama dan bantuan luar negeri;
c. Subkoordinator Fungsi Rumah Tangga, Perlengkapan, dan Barang Milik Negara, yang mempunyai tugas melakukan koordinasi, penyusunan rencana dan pelaksanaan dan pengadaan rumah tangga, perlengkapan serta penyusunan rencana, pelaksanaan dan pengadaan, penatausahaan dan penghapusan barang milik negara.
Selain dukungan dari tiap koordinator-subkoordinator dan bagian umum di Setditjen KPAII, juga terdapat kelompok jabatan fumgsional diantaranya : Fungsional Perencana, Fungsional Analis Anggaran, Fungsional Pranata Humas, Fungsional Perancang Peraturan Perundangan, Fungsional Analis Hukum, Fungsional Pengatur APBN, Fungsional Analis Kepegawaian, Fungsional Penerima Barang dan Jasa, serta fungsional lain yang nantinya akan diusulkan.
Selengkapnya mengenai struktur organisasi Setditjen KPAII dapat dilihat dalam gambar berikut:
6 Gambar 1 Struktur Organisasi Sekretariat Ditjen KPAII
1.4 Sumber Daya Manusia
Pada tahun 2021, pegawai Setditjen KPAII berjumlah 41 orang terdiri dari pegawai laki-laki berjumlah 23 orang (56,09%) dan pegawai perempuan sebanyak 18 orang (43,91%). Dari sisi pendidikan, persentase terbesar adalah pegawai dengan tingkat pendidikan S2 (magister) berjumlah 18 orang (43,09%) disusul pegawai dengan tingkat pendidikan S1 sebanyak 14 orang (34,15%), Sekolah Menengah Umum (SMU) dan tingkatan dibawahnya berjumlah 5 orang 12,20% dan sisanya sebanyak 4 orang (9,76%)
Bagian Umum Koordinator
Fungsi Urusan Kepegawaian, Organisasi, dan
Tata Laksana Koordinator
Fungsi Urusan Keuangan Koordinator
Fungsi Hukum dan Kerja Sama
Sekretaris Direktorat Jenderal KPAII
Koordinator Fungsi Program,
Evaluasi dan Pelaporan, Data,
dan Hubungan Masyarakat
Subkoordinator Fungsi Evaluasi dan Pelaporan
Subkoordinator Fungsi Penyusunan Perjanjian Kerja Sama Internasional Subkoordinator
Fungsi Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat
Subkoordinator Fungsi Evaluasi dan Telaahan Peraturan Per- UUan, Instrumen Hukum &
Perjanjian Kerjasama Subkoordinator
Fungsi Penyusunan Rencana, Anggaran dan Kegiatan
Subk. Fungsi Penyusunan Rancangan Peraturan Per- UUan &
Instrumen Hukum Lain
Sub- koordinator Fungsi Akuntansi Keuangan
Sub- koordinator Fungsi Perbendahar aan dan Pertanggungj awaban Anggaran dan Pengelolaan Kas
Subkoordinator Fungsi Fungsi Organisasi, Tata Laksana, Pengembangan Sumber Daya Manusia, dan Kedisplinan
Subkoordinator Fungsi Fungsi Kepangkatan, Pemberhentian danPemensiun- an, Data Pegawai, dan Penghargaan Pegawai
Subkoordinator Fungsi
Manajemen Kinerja
Subkoordinator Fungsi Tata Usaha, Administrasi Kerja Sama, dan Bantuan Luar Negeri
Subkoordinator Fungsi Rumah Tangga, Perlengkapan, dan Barang Milik Negara,
Kelompok Jabatan Fungsional
7 merupakan lulusan D3. Dari komposisi tersebut dapat disimpulkan bahwa SDM Setditjen KPAII memiliki kualitas yang baik.
Berdasarkan usia, sebagian besar pegawai berusia 31 – 40 tahun (21 orang), disusul diatas 50 tahun berjumlah 8 orang, 41 – 50 (7 orang), dan 5 orang berusia antara <25 – 30 tahun. Gambaran SDM Setditjen KPAII ditunjukkan pada gambar berikut:
Gambar 2 Sumber Daya Manusia Setditjen KPAII Tahun 2021
Berdasarkan data tersebut, menunjukkan bahwa Setditjen KPAII didukung oleh SDM dengan pendidikan tinggi dan sebagian besar berusia muda.
1.5 Peran Strategis Sekretariat Ditjen KPAII
Peran strategis Setditjen KPAII dalam membantu pencapaian kinerja Ditjen KPAII dapat dilihat dari 2 (dua) aspek, yaitu: pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Ditjen KPAII. Pelayanan teknis dan administratif yang menjadi kewenangan Setditjen KPAII meliputi:
a. Perencanaan dan pelaporan yang berkualitas;
b. Peningkatan kompetensi SDM dan budaya aparatur Ditjen KPAII;
c. Perwujudan efektifitas dan efisiensi pengelolaan anggaran dan Barang Milik Negara (BMN);
d. Peningkatan fasilitasi kerjasama teknik dan forum kerjasama industri internasional;
e. Penguatan Industrial Intelligence dan peluang kerjasama industri di luar negeri;
dan
f. Kerjasama Selatan-selatan dan Triangular (KSST).
8 Selain hal-hal tersebut, terdapat kewenangan terkait koordinasi dan fasilitasi dalam pelaksanaan kerjasama internasional dan hubungan antar kelembagaan, urusan anggaran Ditjen KPAII, urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai, serta organisasi dan tata laksana.
1.6 Rencana Strategis Sekretariat Ditjen KPAII
Dokumen Rencana strategis (Renstra) Setditjen KPAII 2020 – 2024 yang digunakan mengacu pada Renstra Ditjen KPAII 2020 – 2024 berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal KPAII Nomor 5 Tahun 2020. Renstra Setditjen KPAII menitikberatkan pada penyesuaian Sasaran Strategis, perubahan Indikator Kinerja Utama (IKU), Target IKU, dan Satuan IKU.
A. Tujuan Setditjen KPAII
Untuk mendukung capaian Ditjen KPAII dalam mewujudkan visi dan melaksanakan misi di bidang pembangunan industri, Setditjen KPAII perlu memperkuat fungsi koordinatif dan fasilitatif. Fungsi tersebut mencakup dalam hal fisik dan non fisik. Fungsi koordinatif dan fasilitatif yang berkaitan fisik misalnya penempatan personil yang tepat sesuai dengan kapabilitasnya, pengadaan barang-barang penunjang kegiatan perkantoran dan lainnya. Sedangkan yang bersifat non-fisik misalnya penyusunan program dan anggaran, penyusunan evaluasi kinerja, penyusunan laporan keuangan dan lainnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, tujuan Setditjen KPAII tahun 2020-2024 adalah:
“Meningkatnya Peran Fungsi Koordinatif dan Fasilitatif Setditjen KPAII dalam Mendukung Kinerja Ditjen KPAII”.
B. Sasaran Strategis Setditjen KPAII
Sasaran pembangunan sektor industri yang ingin dicapai oleh Setditjen KPAII sebagai suatu output dari Kegiatan Penyusunan dan Evaluasi Program Peningkatan Ketahanan, Pengembangan Perwilayahan Industri Serta Pengembangan Akses Industri Internasional. Dari sasaran program Ditjen KPAII, yang diturunkan langsung ke Setditjen KPAII yaitu: (1) Terwujudnya birokrasi Ditjen KPAII yang efektif, efisien, dan berorientasi pada layanan prima; (2) Tersedianya kebijakan terkait ketahanan dan iklim usaha, perwilayahan, dan akses industri internasional yang efektif; dan (3) Terwujudnya bantuan luar negeri di lingkungan Kementerian Perindustrian.
9 Ketiga sasaran strategis tersebut diturunkan menjadi sasaran kegiatan Setditjen KPAII. Sasaran kegiatan ini merupakan sasaran strategis Setditjen KPAII, yang terbagi dalam tiga perspektif sesuai prinsip Balanced Scorecard (BSC) Kaplan dan Norton, sebagai berikut:
➢ Perspektif Pemangku Kepentingan (Stakeholder)
1. Sasaran Strategis 1 : Terwujudnya bantuan luar negeri di lingkungan Kementerian Perindustrian, dengan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) yaitu:
• Pegawai yang difasilitasi atau mendapat informasi hasil diklat luar negeri (knowledge sharing), dengan target 180 orang.
➢ Perspektif Bisnis Internal
2. Sasaran Strategis 2 : Tersedianya kebijakan terkait ketahanan dan iklim usaha, perwilayahan, dan akses industri internasional yang efektif, memiliki 2 (dua) IKK yaitu:
• Peraturan perundangan yang diselesaikan dengan target 2 (dua) Rancangan Peraturan Perundang-undangan/ Rancangan Peraturan Presiden/ Rancangan Peraturan Menteri; dan
• Naskah perjanjian internasional yang diberikan pertimbangan hukum dengan target 8 (delapan) perjanjian/ kesepakatan diselesaikan;
3.
Sasaran Strategis 3 : Tersedianya informasi terkait ketahanan dan iklim usaha, perwilayahan, dan akses industri internasional, memiliki 2 (dua) IKK yaitu:• Rekomendasi Industrial & Market Intelligent dengan target 3 (tiga) rekomendasi;
• Media informasi dan promosi bidang ketahanan, perwilayahan dan pengembangan akses industri internasional dengan target 2 (dua) paket informasi dan promosi.
➢ Perspektif Pembelajaran Organisasi
4. Sasaran Strategis 4 : Terwujudnya birokrasi Ditjen KPAII yang efektif, efisien, dan berorientasi pada layanan prima, memiliki 2 (dua) IKK yaitu:
• Nilai SAKIP Setditjen KPAII, dengan target nilai 81; dan
Sasaran strategis dengan IKU dan target Setditjen KPAII dapat digambarkan dalam tabel Perkin sebagai berikut:
10 Tabel 1 Perjanjian Kinerja dan Komponen Kegiatan Setditjen KPAII Tahun 2021
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja
Utama (IKU) Target Satuan Kegiatan Pagu (Rp)
Perspektif Stakeholder 1 Terwujudnya
bantuan luar negeri di lingkungan Kementerian Perindustrian (Rp.89.328.000)
1. Pegawai yang difasilitasi atau mendapat informasi hasil diklat luar negeri (knowledge sharing)
180 Orang Koordinasi Dan Fasilitasi Administrasi Terkait Kerjasama Internasional Bidang Industri
89.328.000
Perspektif Bisnis Internal 2. Tersedianya
kebijakan terkait ketahanan dan iklim usaha, perwilayahan, dan akses industri internasional yang efektif (Rp.311.728.000)
2.1 Peraturan perundangan yang diselesaikan
2 RPP/
RPerpres/
Rpermen
Penyusunan Rancangan Peraturan Pelaksanaan Perundang- undangan
130.066.000
2.2 Naskah perjanjian internasional yang diberikan pertimbangan hukum
8 Perjanjian/
Kesepakatan
Fasilitasi Penyusunan Dan Evaluasi
Perjanjian Kerjasama Antar Kementerian Perindustrian Dengan Negara Mitra
181.662.000
3 Tersedianya informasi terkait ketahanan dan iklim usaha, perwilayahan, dan akses industri internasional (Rp.3.919.250.000)
3.1 Rekomendasi Industrial &
Market Intelligent
3 Rekomendasi Industrial Intelligence Dan Peluang Kerja Sama Industri Di Luar Negeri
1.470.000.000
3.2 Media informasi dan promosi bidang ketahanan, perwilayahan dan
pengembangan akses industri internasional
2 Paket media informasi dan promosi
Pengelolaan Data dan Informasi Ditjen KPAII
281.807.000
Pengelolaan Komunikasi dan Informasi Publik Ditjen KPAII
2.167.443.000
Perspektif Stakeholder 4 Terwujudnya
birokrasi Ditjen KPAII yang efektif, efisien, dan berorientasi pada
4.1 Nilai SAKIP Setditjen KPAII
81 Nilai Penyusunan
Rencana Program Dan Penyusunan Rencana
434.873.000
11
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja
Utama (IKU) Target Satuan Kegiatan Pagu (Rp) layanan prima
(Rp.
77.378.149.000)
Anggaran Pengawasan Internal Ditjen KPAII
8.650.000
Pengelolaan Keuangan Ditjen KPAII
136.896.000
Pengelolaan Perkantoran Ditjen KPAII
650.679.000
Layanan Sarana Internal Ditjen KPAII
897.045.000
Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Ditjen KPAII
127.917.000
Pengelolaan SDM Ditjen KPAII
130.259.000
Manajemen Reformasi Birokrasi Ditjen KPAII
278.040.000
Manajemen Organisasi, Tata Laksana Dan Evaluasi Kedisiplinan
41.800.000
Gaji dan Tunjangan
22.358.000.000
Operasional dan Pemeliharaan Kantor
7.000.000.000
Pemanfaatan Hibah CF-NPGA Development of Hi Tech Mold and Dies Center
45.313.990.000
12
BAB II
Perencanaan Kinerja
2.1 Perencanaan Kinerja Sekretariat Ditjen KPAII Tahun Anggaran 2021
Dalam menyusun perencanaan kinerja tahun anggaran 2021, Sekretariat Ditjen KPAII (Setditjen KPAII) telah melakukan proses tahapan perencanaan, yaitu tahapan penyusunan dokumen Rencana Kinerja (Renkin) Setditjen KPAII tahun anggaran 2022 dan tahapan penyusunan Perjanjian Kinerja (Perkin) Setditjen KPAII tahun anggaran 2021.
Perencanaan kinerja yang disusun dalam dokumen Renkin Setditjen KPAII tahun 2022 telah sesuai dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra) Setditjen KPAII tahun 2020- 2024. Dokumen Perkin Setditjen KPAII tahun 2021 disusun berdasarkan hasil evaluasi pencapaian kinerja Setditjen KPAII tahun 2020. Proses evaluasi tersebut telah melibatkan seluruh unit Eselon III di lingkungan Setditjen KPAII, maupun berdasarkan masukan dari unit-unit Eselon II di lingkungan Ditjen KPAII, Inspektorat IV dan Biro Perencanaan Kementerian Perindustrian. Selain itu, penyusunan dokumen Perkin Setditjen KPAII tahun 2021 telah melalui tahapan penyesuaian, khususnya yang terkait dengan adanya perubahan sasaran dan indikator kinerja organisasi, sesuai dengan Renstra Ditjen KPAII tahun 2020-2024 (sesuai Peraturan Dirjen KPAII Nomor 5 Tahun 2020), serta Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perindustrian.
Renstra Ditjen KPAII mempengaruhi Indikator Kinerja Utama (IKU) yang digunakan pada tahun 2021 dibanding tahun sebelumnya. Terdapat 1 (satu) IKU yang tidak digunakan lagi pada tahun 2021 yaitu Program Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) lndonesia yang berpindah menjadi tanggung jawab Direktorat Akses Industri Internasional (AII).
2.2 Dukungan Anggaran Sekretariat Ditjen KPAII Tahun 2021
Berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Petikan Tahun Anggaran 2021 Nomor SP DIPA- 019.09.1.248039/2021 tanggal 23 November 2020, Sekretariat
13 Ditjen KPAII memperoleh anggaran sebesar Rp 45.943.000.000, - (Empat puluh lima miliar sembilan ratus empat puluh tiga juta rupiah).
Seiring berjalannya waktu, dari sejumlah anggaran tersebut terdapat penghematan sehingga besaran anggaran Setditjen KPAII menjadi sebesar Rp 39.114.465,00,- (Tiga puluh sembilan miliar seratus empat belas juta empat ratus enam puluh lima ribu rupiah).
Dengan jumlah anggaran tersebut, Setditjen KPAII menjalankan Program Dukungan Manajemen (Kode Program : WA) di Setditjen KPAII. Kegiatan terkait yaitu Pengelolaan Manajemen Kesekretariatan Bidang Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional dengan kode : 6041. Selain anggaran tersebut diatas, Setditjen KPAII juga diamanatkan untuk menjalankan program Nilai Tambah dan Daya Saing Industri (Kode Program : EC) melalui kegiatan Peningkatan Kerjasama dan Investasi Bidang Industri (Kode 6073). Kegiatan ini merupakan bantuan peralatan/sarana dalam bentuk hibah luar negeri serta Kerjasama internasional yang dilakukan oleh Kamar Dagang Ekonomi Industri (KDEI) Taipei. Total anggaran ini sejumlah Rp 46.783.990.000,-
Berikut merupakan rincian sub kegiatan Setditjen KPAII Tahun Anggaran 2021:
Tabel 2 Rincian Sub Kegiatan Setditjen KPAII Tahun Anggaran 2021
Kode Output / Rincian Akun Pagu (Rp)
Revisi Terakhir WA Program Dukungan Manajemen
6041 Pengelolaan Manajemen Kesekretariatan Bidang Ketahanan, Perwilayahan Dan Akses Industri Internasional
39.114.465.000
6041.EAA Layanan Perkantoran 29.358.000.000
1 Layanan Perkantoran 29.358.000.000
1 Gaji Dan Tunjangan 22.358.000.000
A Tanpa Sub Komponen 22.358.000.000
2 Operasional Dan Pemeliharaan Kantor 7.000.000.000
A Perawatan Kendaraan Bermotor Roda 2/4/6/10 795.080.000
B Pengadaan Perlengkapan Kantor 2.992.610.000
C Perawatan Sarana Kantor 11.400.000
D Langganan Daya Dan Jasa 33.740.000
E Jasa Pos / Giro / Sertifikat 1.200.000
F Honor Operasional Satuan Kerja 3.082.858.000
14
Kode Output / Rincian Akun Pagu (Rp)
Revisi Terakhir
G Perjalanan Dinas Pimpinan 106.044.000
6041.EAB Layanan Perencanaan Dan Penganggaran Internal 1.542.826.000 1 Layanan Perencanaan Dan Penganggaran Internal 1.542.826.000 51 Pengelolaan Perencanaan, Penganggaran Dan Pelaporan Ditjen
KPAII
434.873.000
A Koordinasi Rencana Program Ditjen KPAII Dengan Stakeholders 246.510.000 B Penyusunan Rencana Kerja Dan Anggaran Ditjen KPAII 188.363.000
52 Pengawasan Internal Ditjen KPAII 8.650.000
A SPIP Ditjen KPAII 8.650.000
53 Legislasi Dan Litigasi Ditjen KPAII 311.728.000
A Penyusunan Rancangan Peraturan Pelaksanaan Perundang-undangan 130.066.000 B Fasilitasi Penyusunan Dan Evaluasi Perjanjian Kerjasama Antar
Kementerian Perindustrian Dengan Negara Mitra
181.662.000
54 Pengelolaan Keuangan Ditjen KPAII 136.896.000
A Pelaksanaan Evaluasi Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran 55.475.000
B Penyusunan Laporan Keuangan 81.421.000
55 Pengelolaan Perkantoran Ditjen KPAII 650.679.000
A Penyelesaian BMN 385.448.000
B Pengelolaan Dan Penataan Arsip 66.351.000
C Pengelolaan Perkantoran 198.880.000
6041.EAD Layanan Sarana Internal 897.045.000
1 Layanan Sarana Internal 897.045.000
51 Layanan Sarana Internal Ditjen KPAII 897.045.000
A Tanpa Sub Komponen 897.045.000
6041.EAL Layanan Monitoring Dan Evaluasi Internal 3.116.594.000 1 Layanan Monitoring Dan Evaluasi Internal 3.116.594.000 51 Pelaksanaan Pemantauan Dan Evaluasi Ditjen KPAII 127.917.000
A Tanpa Sub Komponen 127.917.000
52 Pengelolaan Data Dan Informasi Ditjen KPAII 281.807.000
A Tanpa Sub Komponen 281.807.000
53 Pengelolaan Komunikasi Dan Informasi Publik Ditjen KPAII 2.167.443.000
A Koordinasi Dan Fasilitasi Hubungan Masyarakat 146.815.000
B Koordinasi Dan Protokoler Pimpinan 2.020.628.000
54 Pengelolaan Sdm Ditjen KPAII 130.259.000
15
Kode Output / Rincian Akun Pagu (Rp)
Revisi Terakhir
A Peningkatan Kompetensi Pegawai 130.259.000
55 Pengelolaan Organisasi, Tata Laksana, Dan Reformasi Birokrasi Ditjen KPAII
409.168.000
A Manajemen Reformasi Birokrasi 278.040.000
B Koordinasi Dan Fasilitasi Administrasi Terkait Kerjasama Internasional Bidang Industri
89.328.000
C Manajemen Organisasi, Tata Laksana Dan Evaluasi Kedisiplinan 41.800.000 EC Program Nilai Tambah dan Daya Saing Industri
6073 Peningkatan Kerjasama Dan Investasi Bidang Industri 46.783.990.000
6073.BEG Bantuan Peralatan / Sarana 45.313.990.000
1 Pemanfaatan Hibah 45.313.990.000
51 Pemanfaatan Hibah Cf-NPGA Development Of Hi-tech Mold And Dies Center
45.313.990.000
A Pemanfaatan Hibah Cf-NPGA - Development Of Hi-tech Mold And Dies Center
190.990.000
B Pengadaan Peralatan Dan Infrastruktur Hi-tech Mold Dies Center 45.123.000.000 6073.PBK Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri Dan UMKM 1.470.000.000
4 Industrial Intelligence Dan Peluang Kerja Sama Industri Di Luar Negeri
1.470.000.000
52 Melakukan Pembinaan / Penyelenggaraan Kerjasama Internasional Dengan KDEI Taipei
1.470.000.000
A Tanpa Sub Komponen 1.470.000.000
16
BAB III
Akuntabilitas Kinerja
3.1 Analisis Capaian Kinerja Sekretariat Ditjen KPAII Tahun 2021
Analisis pencapaian kinerja Sekretariat Ditjen KPAII (Setditjen KPAII) Tahun 2021 disusun berdasarkan pada dokumen Perjanjian Kinerja (Perkin) Setditjen KPAII Tahun 2021.
Analisis capaian kinerja berdasarkan Perkin dapat memetakan capaian IKU dalam setiap Sasaran Strategis serta realisasi anggaran pada kegiatan yang mendukung pelaksanaan IKU. Perkin Setditjen KPAII memuat 4 (empat) sasaran strategis memuat 6 (enam) IKU dengan penjabaran sebagai berikut:
A. Sasaran Strategis 1
Sasaran strategis 1 yaitu Terwujudnya bantuan luar negeri di lingkungan Kementerian Perindustrian, memiliki dua IKU yaitu:
1. Pegawai yang difasilitasi atau mendapat informasi hasil diklat luar negeri (knowledge sharing)
Target tahun 2021 sesuai dokumen Perjanjian Kinerja Setditjen KPAII adalah 180 pegawai difasilitasi atau mendapat informasi hasil diklat luar negeri. Pelaksanaan Knowledge Sharing pada tahun 2021 telah dilakukan sebanyak lima kali antara lain:
i. Knowledge Sharing I dengan judul “Industrial Technology Education” pada tanggal 11 Juni 2021.
ii. Knowledge Sharing II dengan judul "Development of the Sustainable and Reliable Logistic System in Asian Region" dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2021.
iii. Knowledge Sharing III dengan judul "Building a Future Ready Public Service"
dilaksanakan pada tanggal 5 November 2021.
iv. Knowledge Sharing IV dengan judul “Addressing Plastic Pollution through Integrated Waste Management Strategies” pada tanggal tanggal 3 Desember 2021.
v. Knowledge Sharing V dengan judul “Industry 4.0 and Innovation Management” dilaksanakan pada tanggal 6 Desember 2021.
17 Total capaian peserta yang mendapat informasi knowledge sharing sebanyak 181 peserta, yang melebihi target sebanyak 180 peserta. Kendala yang ada pada penyelenggaraan fasilitasi hasil Knowledge Sharing adalah minimnya peserta diklat luar negeri akibat pandemi COVID-19 sehingga narasumber untuk knowledge sharing menjadi sangat terbatas.
Tabel 3 Realisasi IKU Pegawai yang Difasilitasi atau Mendapat Informasi Hasil Diklat Luar Negeri (knowledge sharing) Tahun 2017 – 2021
Sasaran Strategis IKU
Tahun
2017 2018 2019 2020 2021 Terwujudnya bantuan
luar negeri di lingkungan Kementerian Perindustrian
Pegawai yang difasilitasi atau mendapat informasi hasil diklat luar negeri (knowledge sharing)
195 236 240 313 181
Alokasi pagu anggaran terkait dengan sasaran kinerja pertama, indikator kinerja ini sebesar Rp. 89.328.000,- (Delapan Puluh Sembilan Juta Tiga Ratus Dua Puluh Delapan Rupiah). Berdasarkan data di aplikasi E-mon Kementerian Perindustrian, pada Triwulan IV terdapat realisasi anggaran sebesar Rp 89.300.360,- (Delapan Puluh Sembilan Juta Tiga Ratus Ribu Tiga Ratus Enam Puluh Rupiah) atau sebesar 99,97%.
B. Sasaran Strategis 2
Tersedianya kebijakan terkait ketahanan dan iklim usaha, perwilayahan, dan akses industri internasional yang efektif, memiliki dua IKU:
1. Peraturan perundangan yang diselesaikan
Sesuai dengan dokumen Perkin Setditjen KPAII, Sasaran Strategis 2 memiliki target untuk menghasilkan 2 (dua) RPP/RPerpres/Rpermen. Indikator keberhasilan peraturan perundangan yang diselesaikan adalah jumlah draft RPP/RPerpres/Rpermen yang dihasilkan oleh Setditjen KPAII.
Target IKU ”Tersusunnya rancangan peraturan perundangan” telah digunakan sejak tahun 2016, dan berlanjut pada Renstra Setditjen KPAII 2020 – 2024. Dalam kurun waktu
18 lima tahun (2017 – 2021), capaian IKU ini telah menghasilkan tiga Rancangan Peraturan dan dua Peraturan Menteri Perindustrian antara lain:
(1) Draft Rancangan Peraturan Presiden (RPP) tentang Penetapan Kondisi Dalam Rangka Penyelamatan Perekonomian Nasional dan Penetapan Tindakan Pengamanan Industri (TPPI) (2017 dan 2021);
(2) Draft Peraturan Menteri Perindustrian mengenai Regulation Impact Analysis (RIA) terkait investasi (2017);
(3) Rancangan Peraturan Menteri Perindustrian tentang Pejabat Perindustrian di Luar Negeri (2019 dan 2021).
(4) Peraturan Menteri Perindustrian tentang Pedoman Penanganan Perjanjian Kerjasama Industri Internasional dilingkungan Kementerian Perindustrian (2017);
(5) Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 17 Tahun 2020 tentang Tata Cara memperoleh Keterangan Kawasan Industri Halal.
Berikut merupakan realisasi IKU dimaksud sejak tahun 2017 – 2020:
Tabel 4 Realisasi IKU Peraturan Perundangan yang Diselesaikan Tahun 2015 – 2020
Sasaran Strategis IKU Tahun
2017 2018 2019 2020 2021 Tersedianya kebijakan terkait
ketahanan dan iklim usaha, perwilayahan, dan akses industri internasional yang efektif
Peraturan Perundangan yang Diselesaikan
3 2
*SK 1
*RPP
1 2
Alokasi pagu anggaran terkait dengan sasaran kinerja kedua indikator kinerja pertama ini sebesar Rp 412.225.000,- (Empat ratus dua belas juta dua ratus dua puluh lima ribu rupiah). Berdasarkan data di aplikasi E-mon Kementerian Perindustrian, hingga akhir 2020 terdapat realisasi anggaran sebesar Rp 406.660.000,- (empat ratus enam juta enam ratus enam puluh enam ribu rupiah) atau sebesar 98,65%.
2. Naskah perjanjian internasional yang diberikan pertimbangan hukum
Indikator “Naskah perjanjian internasional yang diberikan pertimbangan hukum”
memiliki target sebanyak 8 (delapan) perjanjian atau kesepakatan. Hal ini berarti dokumen
19 naskah perjanjian internasional yang masuk selanjutnya dievaluasi dan diberikan pertimbangan hukum.
Hingga akhir 2021, terdapat 35 permohonan yang masuk dari satuan kerja di lingkungan Kemenperin yang akan bekerjasama dengan mitra di luar negeri. Dari 35 naskah yang diberikan pertimbangan hukum, seluruh naskah telah ditandatangani.
Capaian yang jauh melebihi target kinerja tersebut karena banyaknya rencana kerjasama unit-unit di lingkungan Kemenperin dengan pihak luar negeri, sehingga memerlukan payung hukum kesepakatan/perjanjian berupa Memorandum of Understanding (MoU), Technical Assistant (TA), Kesepakatan (Agreement), Record of Decision (RoD), Minutes of meeting (MOM), dan sejenisnya. Daftar naskah perjanjian tersebut antara lain:
(1) Perjanjian Kerja Sama antara Kemenperin dan PT Indo-Rama Synthetics Tbk mengenai Hibah Konsentrator Oksigen dalam rangka Penanggulangan Covid 19 (Ditandatangani pada 6 Juli 2021);
(2) Perjanjian Kerja Sama antara Kemenperin dan PT Indorama Venture Indonesia mengenai Hibah Konsentrator Oksigen dalam rangka Penanggulangan Covid 19 (Ditandatangani pada 6 Juli 2021);
(3) Minutes of Meetings antara JICA dan IKFT mengenai Working Group on Chemical (pertimbangan hukum disampaikan di rapat pada akhir Juni 2021 dan tengah disusun kembali materi muatan kerja sama oleh IKFT dan JICA);
(4) Amendment ke-1 dan ke-2 atas Consent Letter antara End User di bawah para Balai Besar Kemenperin dan PT HEIN tentang perubahan jumlah kendaraan dan perubahan masa pakai (Dokumen amendment ke-1 telah ditandatangani pada 25 Maret 2021; amendment ke-2 disampaikan pada rapat 28 Juni 2021);
(5) Amendment ke-1 atas Land Lease Agreement antara PT HEIN dengan para Balai Besar penerima instalasi BEX (battery exchange) tentang perpanjangan masa sewa dan penggunaan lahan (konsep dokumen telah disampaikan pada rapat 28 Juni 2021);
(6) Amendment ke-1 dan ke-2 Technical Arrangement antara PT HEIN dengan para Balai Besar penerima bantuan EV bike dan batteries tentang perpanjangan masa berlaku (Dokumen amendment ke-1 telah ditandatangani pada 25 Maret 2021; amendment ke-2 disampaikan pada rapat 28 Juni 2021);
(7) Amendment ke-2 MoU NEDO-ILMATE terkait perpanjangan masa berlaku (konsep dokumen telah disampaikan pada rapat 28 Juni 2021);
20 (8) Memorandum Of Agreement Between Indonesian Economic And Trade Office
To Taipei And Taiwan Economic And Trade Office In Jakarta, Indonesia On Design Development For Industrial Products ;
(9) MoU antara TikTok Pte Ltd - Ditjen IKMA tentang Pemasaran Digital bagi IKMA (disampaikan secara informal sejak Mei 2021, terdapat penyempurnaan dan disampaikan finalnya pada 18 Juni 2021, penandatanganan menunggu kesiapan sektor);
(10) RoD antara JICA dan Ditjen ILMATE tentang Proyek Pengembangan Industri Otomotif (rapat dilaksanakan pada 25 Juni 2021, hasil pembahasan disampaikan pada 29 Juni 2021, menunggu perbaikan draft kembali dari sektor);
(11) RoD antara JICA (LEXER) dan BPSDMI mengenai Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (Ditandatangani pada 7 Juni 2021);
(12) JDoI antara Pemri dan Pemerintah Jerman tentang Bilateral Dialogue mengenai Infrastruktur Mutu (Ditandatangani pada 12 April 2021);
(13) MoU antara PT YPTI dan toolcraft AG tentang Kerja Sama Industri Penerbangan dan Alat Kesehatan (Ditandatangani pada 12 April 2021);
(14) MoU antara BPSDMI dan Archstone Pte Ltd tentang penguatan sumber daya manusia industri (Ditandatangani pada 9 April 2021);
(15) MoU antara BPSDMI dan Zyfra Oy tentang penguatan sumber daya manusia industri (Ditandatangani pada 9 April 2021);
(16) MoU antara BPSDMI dan PT Schneider Indonesia tentang penguatan sumber daya manusia industri (Ditandatangani pada 9 April 2021);
(17) MoU antara Kemenperin dan Kemenperindag Russia tentang Shipbuilding Industry (tanggapan resmi disampaikan pada pertengahan Maret 2021 dan di rapat tanggal 30 Maret 2021);
(18) Technical Arrangement dan MoU antara Ditjen IKMA dan Taiwan Design Research Institute (tanggapan resmi dan tanggapan di rapat pada pertengahan Maret 2021);
(19) Amendment MoU antara Ditjen IKMA dan Taiwan Design Center tanggapan resmi dan tanggapan di rapat mid Maret 2021);
21 (20) Nota Kesepahaman antara Yayasan Matshusita Gobel dan Ditjen KPAII tentang
Perjanjian Pemanfaatan Hibah Jepang dalam Penguatan Industri Mould and Dies;
(21) Trial Agreement antara para Balai Besar Kemenperin danPT HEIN tentang Electric Vehicle Batteries (Ditandatangani pada 17 Februari 2021);
(22) Consent Letter antara End User di bawah para Balai Besar Kemenperin dan PT HEIN tentang Pinjam Pakai Electric Vehicle Batteries (Ditandatangani pada 17 Februari 2021);
(23) Perjanjian Sewa Lahan antara balai balai besar kemenperin dengan PT HEIN tentang BEx Electric Battery Charging Station (Ditandatangani pada 17 Februari 2021);
(24) Amendement Agreement EV Batteries NEDO Jepang dan Ditjen ILMATE (Ditandatangani pada pekan pertama Januari 2021);
(25) Trial Agreement antara para Balai Besar Kemenperin dan PT HEIN tentang Electric Vehicle Batteries (Ditandatangani pada 17 Februari 2021);
(26) Consent Letter antara End User di bawah para Balai Besar Kemenperin dan PT HEIN tentang Pinjam Pakai Electric Vehicle Batteries (Ditandatangani pada 17 Februari 2021);
(27) Perjanjian Sewa Lahan antara balai balai besar kemenperin dengan PT HEIN tentang BEx Electric Battery Charging Station (Ditandatangani pada 17 Februari 2021);
(28) Amendement Agreement EV Batteries NEDO Jepang dan Ditjen ILMATE (Ditandatangani pada pekan pertama Januari 2021);
(29) Technical Arrangement dan MoU antara Ditjen IKMA dan Taiwan Design Research Institute;
(30) Amendment MoU antara Ditjen IKMA dan Taiwan Design Center;
(31) Nota Kesepahaman antara Yayasan Matshusita Gobel dan Ditjen KPAII tentang Perjanjian Pemanfaatan Hibah Jepang dalam Penguatan Industri Mould and Dies;
(32) Trial Agreement antara para Balai Besar Kemenperin dan PT HEIN tentang Electric Vehicle Batteries;
(33) Consent Letter antara End User di bawah para Balai Besar Kemenperin dan PT HEIN tentang Pinjam Pakai Electric Vehicle Batteries;
22 (34) Perjanjian Sewa Lahan antara balai balai besar kemenperin dengan PT HEIN
tentang BEx Electric Battery Charging Station;
(35) Amendement Agreement EV Batteries NEDO Jepang dan Ditjen ILMATE.
Pada tahun 2017 hingga 2018 satuan target berupa dokumen, kemudian pada tahun 2019, target IKU berganti menjadi persentase maksimal 100%. Berlanjut pada tahun 2020 dan 2021 kembali dengan satuan jumlah dokumen perjanjian/kesepakatan. Berikut merupakan perkembangan realisasi IKU tersebut selama lima tahun terakhir:
Tabel 5 Realisasi IKU Naskah Perjanjian Internasional Yang Diberikan Pertimbangan Hukum Tahun 2017 – 2021
Sasaran Strategis IKU Tahun
2017 2018 2019 2020 2021 Tersedianya kebijakan
terkait ketahanan dan iklim usaha, perwilayahan, dan akses industri
internasional yang efektif
perjanjian
internasional yang diberikan
pertimbangan hukum 1 (100%)
1 (100%)
100% 15 (375%)
35 (437,5%)
Alokasi pagu anggaran terkait dengan sasaran kinerja kedua indikator kinerja pertama ini sebesar Rp 106.150.000,- (seratus enam juta seratus lima puluh ribu rupiah).
Berdasarkan data di aplikasi E-mon Kementerian Perindustrian, hingga akhir 2020 terdapat realisasi anggaran sebesar Rp 104.785.000,- (seratus empat juta tujuh ratus delapan puluh lima ribu rupiah) atau sebesar 98,71%.
C. Sasaran Strategis 3
Tersedianya informasi terkait ketahanan dan iklim usaha, perwilayahan, dan akses industri internasional, memiliki dua indikator kinerja:
1. Rekomendasi Industrial & Market Intelligent
Indikator ”Rekomendasi Industrial & Market Intelligent” merupakan indikator baru mulai tahun 2020 yang merupakan penyempurnaan indikator tahun sebelumnya yaitu
“Fasilitasi pelaksanaan kerjasama teknis”. Rekomendasi Industrial & Market Intelligent ditujukan untuk pengembangan akses industri internasional yang dilakukan melalui Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei.
23 Target indikator ini pada tahun 2021 sebanyak 3 (tiga) rekomendasi. Adapun ukuran keberhasilan indikator ini adalah terlaksananya fasilitasi : peningkatan akses sumber daya industri (terdiri dari akses teknologi, akses Sumber Daya Manusia, dan akses pembiayaan industri), rantai suplai global (termasuk Promosi Produk Industri) dan kegiatan operasional lainnya.
Beberapa kegiatan yang telah dilakukan pada tahun 2021 antara lain:
(1) Pertemuan dengan para calon penulis industrial intelligence;
(2) Pertemuan dengan Islamic Development Bank (IDB);
(3) Kegiatan promosi pro-aktif untuk menarik minat investasi dari Tron-E Technology di Taoyuan;
(4) Penjajakan dan perluasan kerja sama industri dan investasi dengan Enrestec Incorporation dan Kwang Yang Motor Co. Ltd. (KYMCO);
(5) Perluasan kerja sama di sektor industri logam; serta (6) Pencetakan Laporan Tahunan Bidang Industri KDEI Taipei.
Adapun hasil kegiatan berupa 8 (delapan) rekomendasi yaitu :
(1) Industrial Intelligence 2021 : Industri Kendaraan Listrik di Taiwan;
(2) Industrial Intelligence 2021 : How Recycling Works in Taiwan;
(3) Industrial Intelligence 2021 : Pengembangan Industri Biomedis di Taiwan;
(4) Industrial Intelligence 2021 : Pengembangan Industri Tekstil Indonesia dalam rangka Mendukung Penerapan Circular Economy.
(5) Rekomendasi terkait Pembangunan Pabrik Baterai Lithium di Indonesia, Studi Kasus: Taiwan;
(6) Rekomendasi terkait menghidupkan Perekonomian dengan Mengoptimalkan Kebijakan Internet of Things (IoT) di Indonesia, Belajar dari Taiwan;
(7) Rekomendasi terkait Smart Agriculture 4.0 : Pengembangan dan Penerapan Smart Agriculture 4.0 di Taiwan;
(8) Rekomendasi terkait Strategi Pemerintah Taiwan merespon Pandemi Covid-19.
Realisasi indikator dimulai pada tahun 2019 dengan satuan yang berbeda yaitu Fasilitasi pelaksanaan kerjasama teknis dengan realisasi sesuai target yaitu 100%. Berikut merupakan realisasi indikator tersebut mulai dari 2019 sampai 2021:
24 Tabel 6 Realisasi Indikator Rekomendasi Industrial & Market Intelligent Tahun 2019 – 2020
Sasaran Strategis IKU
Tahun
2019 2020 2021 Tersedianya informasi terkait ketahanan
dan iklim usaha, perwilayahan, dan akses industri internasional
Rekomendasi Industrial & Market Intelligent
100% 3
(150%)
8 (266,66%)
Alokasi pagu anggaran terkait dengan indikator kinerja pertama ini sebesar Rp1.470.000.000,- (Satu milyar empat ratus tujuh puluh juta rupiah). Berdasarkan data di aplikasi E-mon Kementerian Perindustrian, hingga akhir tahun 2021 terdapat realisasi anggaran sebesar Rp 1.407.707.335,- (Satu Milyar Empat Ratus Juta Tujuh Ratus Tujuh Ribu Tiga Ratus Tiga Puluh Lima Rupiah) atau sebesar 95,76%.
2. Media Informasi dan Promosi Bidang Ketahanan, Perwilayahan dan Pengembangan Akses Industri Internasional
Sesuai dengan dokumen Perkin Setditjen KPAII, target indikator kinerja tersebut adalah tercapainya 2 (dua) Paket media informasi dan promosi. Adapun paket media informasi yang akan disajikan pada tahun 2020 adalah Publikasi Media Sosial dan Dashboard Monitoring Informasi (Morin).
Kegiatan untuk menunjang IKU ini adalah pengelolaan data dan informasi serta pengelolaan komunikasi dan informasi publik Ditjen KPAII. Adapun kegiatan yang telah dilakukan terkait pengelolaan data dan informasi antara lain:
(1) menyiapkan laporan bulanan terkait hasil analisis data yang disajikan di dalam SIKI berupa laporan terkait ekspor - impor serta dampak Free Trade Agreement (FTA) terhadap beberapa indikator makro ekonomi serta mengembangkan Sistem Informasi Ketahanan Industri (SIKI);
(2) Menyiapkan laporan bulanan terkait hasil analisis data yang disajikan di dalam SIKI berupa laporan terkait ekspor – impor tebaru, updating dan pengembangan modul SIKI bigdata berbasis R, membuat eksekutif summary terkait Purchasing Manager Index Indonesia dalam konstelasi Asia Tenggara;
(3) Penyiapan permintaaan data dari direktorat-direktorat terkait lonjakan impor dan penurunan ekspor serta persiapan sosialisasi SIKI bigdata berbasis R;
(4) Penyempurnaan user interface SIKI;
25 (5) Penyelesaian Pengembangan SIKI berbasis bigdata versi website dan mobile
android sederhana.
Disamping itu, terdapat kegiatan pengelolaan komunikasi dan informasi publik Ditjen KPAII yang dilakukan yaitu:
(1) Pelaksanaan Hannover Messe 2021: Digital Edition;
(2) Mempublikasikan jumlah dan jenis-jenis / sektor-sektor exhibitor yang terpilih dari proses kurasi pada acara Hannover Messe 2021 : Digital Edition;
(3) Pelaksanaan dan publikasi pre-conference dari beberapa sektor pada acara Hannover Messe 2021 : Digital Edition;
(4) Koordinasi publikasi dan pelaksanaan wawancara Dirjen di media elektronik, cetak, digital (online, sosmed, dll) pada acara Hannover Messe 2021 : Digital Edition;
(5) Mengadakan quiz sosmed mengenai acara Hannover Messe 2021 : Digital Edition;
(6) Pelaksanaan dan publikasi acara joint declaration of intent (JDoI) antara Indonsia dan Jerman;
(7) Mempublikasikan informasi fakta menarik mengenai Hannover Messe, negara Indonesia dan Jerman;
(8) Mempublikasikan informasi sejarah hubungan bilateral Indonesia & Jerman;
(9) Mempublikasikan pembangunan kawasan industri di provinsi Lampung dalam RPJMN 2020-2024;
(10) Mempublikasikan informasi penataan infrastruktur industri dalam WPPI Banten;
(11) Mempublikasikan kegiatan konsinyering persiapan pembahasan harmonisasi Rpermenperin tentang tata cara pengawasan dan pengendalian industri;
(12) Mempublikasikan sosialisasi Permenperin Nomor 30 tahun 2020 tentang kriteria teknis kawasan peruntukan industri;
(13) Mempublikasikan maklumat pelayanan publik Kemenperin, gratifikasi, whistle blowing, layanan permohonan perizinan bagi para stakeholders;
(14) Mempublikasikan ucapan & kegiatan hari besar nasional;
(15) Koordinasi Peningkatan potensi Kerjasama Industri dan Promosi;
(16) Koordinasi Kerjasama Luar Negeri di Balai Besar Tekstil;
(17) Mempublikasikan kegiatan Direktur Jenderal KPAII mendampingi Menperin rapat dengan Wapres mengenai Kawasan Industri Halal dan Sertifikasi Halal;
26 (18) Mempublikasikan kegiatan Direktur Jenderal KPAII mendampingi Menperin
dalam pertemuan delegasi Kadin;
(19) Mempublikasikan kegiatan Direktur Jenderal KPAII mendampingi Menperin dalam menerima kunjungan Walikota Ambon;
(20) Mempublikasikan kegiatan Direktur Jenderal KPAII dengan staf ahli Kemenko Perekonomian dan Dubes Indonesia untuk PBB membahas tentang G20;
(21) Mempublikasikan kegiatan Direktur Jenderal KPAII dalam rapat steering commitee kerja sama Indonesia – UNIDO;
(22) Mempublikasikan kegiatan Direktur Jenderal KPAII dalam acara silaturahmi dan sosialisasi virtual dukungan penggunaan TKA pada OVNI dan PSN;
(23) Mempublikasikan kegiatan Direktur Jenderal KPAII pertemuan dengan Dirut beserta tim kawasan industri JIIPE Gresik dan Kendal;
(24) Mempublikasikan kegiatan Direktur Jenderal KPAII, Sosialisasi kriteria teknis KPI di Provinsi Sulawesi Tenggara;
(25) Mempublikasikan kegiatan Direktur Jenderal KPAII, diseminasi kebijakan ketahanan dan iklim usaha industri;
(26) Mempublikasikan kegiatan Direktur Jenderal KPAII, workshop tata cara penyusunan & ratifikasi perjanjian internasional;
(27) Kunjungan kerja Direktur Jenderal KPAII ke Bekasi, Jawa Barat;
(28) Kunjungan kerja Direktur Jenderal KPAII & diskusi penyediaan gas ke kawasan industri Kendal & JIIPE;
(29) Kunjungan kerja Direktur Jenderal KPAII ke kawasan industri halal Sidoarjo;
(30) Kunjungan kerja Direktur Jenderal KPAII ke Kawasan Industri Modern Cikande, Jawa Barat;
(31) Kunjungan kerja Dirjen KPAII dalam acara pelepasan bantuan tabung oksigen untuk India ke Kawasan Industri di Serang, Banten; dan
(32) Memberikan bantuan masker kepada masyarakat di Bandung.
Realisasi IKU pada tahun 2021 berupa pembaruan website Ditjen KPAIIserta Majalah Going Globally (Edisi 1 dan 2) Tahun 2021. Berikut merupakan perkembangan IKU sejak tahun 2015 hingga 2021: