119 Lembaga Penelitian dan Pegabdian
STIKES Dharma Landbouw Padang e-ISSN: 2715-5250
KETETAPATAN KODE PENYAKIT PENYEBEB LUAR KASUS MUSCULOSKELETAL BERDASARKAN ICD-10
Deka Syafrianto1, linda handayani2, Berly Nisa Srimayarti3 STIKES Dharma Landbouw Padang, Prodi D3 Rekam Medis
Email: [email protected]
STIKES Dharma Landbouw Padang, Prodi D3 Rekam Medis Email: [email protected]
STIKES Dharma Landbouw Padang Email: [email protected]
ABSTRAK
Rekam medis merupakan aspek yang sangat penting bagi rumah sakit dimana salah satu aspek rekam medis adalah kode diagnosa. Koding berdasarkan ICD-10 yaitu proses pemberian kode dengan menggunakan huruf dan angka yang mewakili komponen data.
sistem musculoskeletal adalah jaringan ikat. terdiri dari tulang, sendi, otot, rangka, tendon, ligament, bursa, dan jaringan-jaringan khusus yang menghubungkan struktur- struktur ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan literatur review terkait dengan ketepatan pengkodean diagnosa penyakit kasus musculoskeletal. Metode penelitian ini menggunakan studi literature dengan menganalisis jurnal-jurnal dengan metode mengumpulkan data dari studi pencarian berbentuk jurnal penelitian empat jurnal terkait dengan mencari kata kunci yang berkaitan dengan ketepatan kode penyakit kasus musculoskeletal berdasarkan ICD-10. Hasil literature review ketepatan kode diagnosa yang didapatkan dari jurnal peneliti lakukan berdasarkan Studi literature Review dengan pendekatan metode analisis ditemukan ketidaktepatan kode diagnosis cedera pada formulir rekam medis di sebabkan oleh diagnosa yang belum jelas dan perlunya memberikan sosialisasi standar operasional procedure (SOP) pada bagian koding.
Kesimpulan pada penelitian ini adalah masih ditemukan ketidaktepatan pengkodean penyakit pada jurnal yang peneliti untuk kejelasan penulisan perlu mengkomunikasikan dengan dokter yang berwenang dalam memberikan diagnosa, agar kode yang dihasilkan tepat.
Kata Kunci : Ketepatan Pengkodean, Kelengkapan, dan Kejelasan Penulisan diagnosa
ABSTRACT
The medical record is a very important aspect for a hospital where one aspect of the medical record is a diagnostic code. Coding is based on ICD-10, namely the process of coding using letters and numbers that represent the data components. the musculoskeletal system is connective tissue. consists of bones, joints, muscles, skeleton, tendons, ligaments, bursa, and special tissues that connect these structures. The purpose of this study was to review literature related to the accuracy of the coding of musculoskeletal disease diagnoses. This research method uses a literature study by analyzing journals with the method of collecting data from a search study in the form of a research journal in four related journals by searching for keywords related to the accuracy of the
120 Lembaga Penelitian dan Pegabdian
STIKES Dharma Landbouw Padang e-ISSN: 2715-5250
musculoskeletal case disease code based on ICD-10. The results of the literature review on the accuracy of the diagnostic code obtained from the research journal were based on a literature review study with an analysis method approach, it was found that the inaccuracy of the injury diagnosis code on the medical record form was caused by unclear diagnoses and the need to provide socialization of standard operating procedures (SOP) in the coding section. The conclusion of this study is that the inaccuracy of disease coding in journals is still found. Researchers for clarity of writing need to communicate with a doctor who is authorized to provide a diagnosis, so that the resulting code is correct.
Keywords: Accuracy of coding, completeness of writing, and clarity of diagnosis.
PENDAHULUAN
Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. Klasifikasi adalah Rumah Sakit yang memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur organ atau jenis penyakit.
Fasilitas adalah adalah segala sesuatu hal yang menyangkut sarana prasarana maupun alat (baik alat medik ataupun alat non medik) yang dibutuhkan oleh Rumah Sakit dalam memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya. (Permenkes RI,2010).
Rekam Medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang diberikan diberikan kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan.
(Permenkes,2008).
Ketidaktepatan penentuan kode penyakit dan tindakan disebabkan oleh beberapa faktor sesuai kondisi masing-masing institusi pelayanan kesehatan.faktor faktor yang mempengaruhi akurasi koding ditinjau dari unsur 5 M adalah sebagai berikut (L, Indawati 2017). Kejelasan adalah kejernihan, kegamblangan. Diagnosa dikatakan jelas apabila diagnosa yang dituliskan oleh dokter dapat tebaca dengan jelas dan tidak menggunakan singkatan yang yang belum distandarisasikan oleh rumah sakit. (Oktamianiza, 2019). Ketepatan dan keakuratan data diagnosis sangat krusial dibidang manajemen dataklinis, panagihan kembali biayan. Serta hal-hal lain yang berkaitan dengan asuhan dan pelayanan kesehatan. Dalam upaya meningkatkan keakuratan dan kekonsistensian data yang akan terkode serta menentukan kode CBGs. (Oktamianiza, 2019).
METODE PENELITIAN
Metode yang diperoleh dari literatur dan referensi yang ada kemudian dianalisa dengan metode deskriptif, Metode analisa deskriptif dilakukan untuk mendiskripkan fakta-fakta yang kemudian disusun dengan analisis, tidak semata- mata menguraikan, namun memberikan pemahaman dan penjelasan secukupnya.
Analisa data yang dilakukan dalam peneltian ini adalah dengan teknik literature review diantaranya mencari kesamaan (compare), cari ketidaksamaan (contrast), beri pandangan (critize), bandingkan (synthesize),dang ringkasan (summarize).
121 Lembaga Penelitian dan Pegabdian
STIKES Dharma Landbouw Padang e-ISSN: 2715-5250
HASIL DAN PEMBAHASAN
Ketepatan Pengodean Diagnosa Penyakit
Kesalahan dalam menetapkan kondisi utama akan berdampak terhadap penetapan kode dari kondisi utama yang terpilih dan yang dilaporkan. Dampak dari pada penetapan kode yang tidak tepat yang disebabkan oleh penetapan kondisi utama yang salah maka berpengaruh terhadap pelaporan data statistik morbiditas untuk laporan 10 urutan penyakit terbanyak dalam periode waktu tertentu. (Oktamianiza, 2019).
Dari telaah jurnal Tinjauan Ketepatan Kode Diagnosis Cidera dan Penyebab Luar Cidera (external cause) Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram, dan Tinjuauan Akurasi Kode Pasien Cedera Pada Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan ICD 10 di RSU Muhammadiyah Ponorogo. Penelitian ini dilakukan oleh Ikhwan dkk, serta Adinda putri amalia, menyatakan bahwa rendahnya tingkat persentase ketepatan kode diagnosis disebabkan oleh diagnosis pasien yang tidak terbaca, pengkodean tidak dilakukan oleh petugas rekam medis, dan penggunaan singkatan diagnosa.
Kejelasan Penulisan Diagnosa
Ketidakjelasan penulisan diagnosa ataupun adanya penggunaan singkatan akan mempersulit koder untuk menentukan kode diagnosa penyakit dan tindakan dengan benar. (oktamianiza, 2019). Dari telaah jurnal penelitian oleh maisharoh dan elza juniati yang berjudul Hubungan Kejelasan Dan Ketepatan Penulisan Diagnosa Penyakit Dengan Ketepatan Pengkodean Diagnosa Penyakit Berdasarkan ICD-10 Di Puskesmas Pelompek Kerinci, menyatakan bahwa ketidakjelasan dan ketidaktepatan penulisan diagnosa penyakit dan ketidaktepatan pengodean diagnosa penyakit dapat berdampak terhadap kualitas informasi yang disajikan dan ketepatan kode.
Bahwasanya menekankan pada hasil penelitian tentang ketepatan kode diagnosa yang belum jelas petugas koding harus segera menghubungi dokter yang bersangkutan dalam pemberian diagnosa agar kode yang dihasilkan tepat dan akurat. dan perlu adanya sosialisasi dalam pelaksanaan Standar Operasional Prosedure (SOP) pada bagian koding dan berkerja sesuai aturan dan teori yang berlaku.
Kelengkapan Penulisan Diagnosa
Kelengkapan penulisan diagnosa dapat dinilai dari kesesuaian diagnosa yang ditulis oleh dokter berdasarkan pernyataan diagnosa yang terdapat di dalam ICD-10 dan ICD-9 CM. (Oktamianiza, 2019).
Dari telaah jurnal yang berjudul Kelengkapan Resume Medis dan Kesesuaian Penulisan Diagnosis Berdasarkan ICD 10 Sebelum dan Sesudah JKN di RSU Bahteramas, oleh Fera Retno Magentag, berdasarkan hasil wawancara pada
122 Lembaga Penelitian dan Pegabdian
STIKES Dharma Landbouw Padang e-ISSN: 2715-5250
umumnya informen sudah mengetahui tentang resume medis tidak terisi dengan lengkap termasuk kesesuaian penulisan diagnosis pada rekam medis yang menyebabkan masih rendahnya mutu rekam medis karena belum adanya kebijakan yang mengatur dan masih kurangnya sosialisasi, ketidaksamaan dalam penelitian ini adalah jurnal tersebut tidak membahas dan tidak mengarah pada ketepatan pengodean.
SIMPULAN DAN SARAN
Terdapat diagnosa yang tidak akurat dan penyebab luarnya ketidak tepatan kode diagnosa cidera pada formulir ringkasan masuk dan keluar. Berdasarkan kasus cidera tidak ditulis penyebab luarnya pada lembar anamnesa ataupun lembaran instalasi gawat darurat dan petugas pengodean bukan lulusan rekam medis. Peningkatan peran rumah sakit dan komite medik untuk memfasilitasi penyelenggaraan pelatihan guna upaya penyelenggaraan kembali tentang rekam medis dan ICD-10. Untuk unit rekam medis untuk dibutuhkan peningkatan evaluasi rekam medis baik secara kuantitatif dan kualitatif, guna resume medis telah dilakukan oleh unit rekam medis baik secara analisa kuantitatif maupun kualitatif.
UCAPAN TERIMAKASIH
Proses penelitian ini tentunya tidak terlepas dari kendala dan hambatan yang ada, oleh sebab itu penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak terkait yang telah membantu sehingga pelaksanaan penelitian ini dapat berjalan lancar, diantaranya kepada pembimbing, teman sejawat, penguji 1 dan penguji 2 terkait, dengan segala kerendahan hati semoga hasil penelitian ini bermanfaat dan berguna bagi semua pihak.
DAFTAR PUSTAKA
Abiyasa, M. T., Ernawati, D., & Kresnowati, L. (2011). Hubungan Antara Spesifitas Penulisan Diagnosis Terhadap Akurasi Kode pada RM 1 Dokumen Rawat. 99-104.
Adinda putri amalia,dkk, 2014. Tinjauan Akurasi Kode Pasien Cidera Pada Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan ICD-10 di RSU Muhammadiyah Ponorogo.
Agustine, D. M., & Pratiwi, R. D. (2017). Hubungan Ketepatan Terminologi Medis dengan Keakuratan Kode Diagnosis Rawat Jalan oleh Petugas Kesehatan di Puskesmas Bambanglipuro Bantul. Jurnal Kesehatan Vokasional, 2(1), 113. https://doi.org/10.22146/jkesvo.30315
Courtiss, E. H. (1979). Neoplasma. Plastic and Reconstructive Surgery, 63(4), 597. https://doi.org/10.1097/00006534-197904000-00107
Fera retno magentang, 2015. Kelengkapan Resume Medis dan Kesesuaian
123 Lembaga Penelitian dan Pegabdian
STIKES Dharma Landbouw Padang e-ISSN: 2715-5250
Penulisan Diagnosis Berdasarkan ICD-10 Sebelum dan Sesudah JKN di RSU Bahterahman.
Ikwan, dkk, 2014. Tinjauan Ketepatan Kode Dignosa Cidera dan Penyebab Luar Cidera (external cause) Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram.
Kitchenham, B., Charters, S., 2007. Guidelines for Performing Systematic Literature Reviews In Software engginerring domain. https://www.sciencedir ect.com/science/article/pii/S016412120600197X
Maisharoh, dkk,, 2020. Hubungan Kejelasan dan Ketepatan Penulisan Piagnosa Penyakit Dengan Ketepatan Pengkodean Diagnosa Penyakit Berdasarkan ICD-10 di Puskesmas Polempek Kerinci. Jambi. http://ojs.stikeslandbouw.ac.
id/index.php/ahi/article/download/21/15.
Menteri Kesehatan RI. 2008. Permenkes RI No. 269 Th. 2008. Menteri Kesehatan , 1–7.
Metode Penelitian Kuantitatif & kualitatif, Journal of Experimental Psychology:
General 2010.
Notoatmodjo. Soekidjo., 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta:
Rineka Cipta.
Oktamianiza &Yulfa Yulia. 2018. Morbiditas Coding-V. Padang Oktamianiza. 2019. Mortalitas Coding. Padang. CV Delta Agung Jaya
Rahmadiliyani, N., & Faizal, F. 2018. Kerahasiaan Rekam Medis Di Rumah Sakit Aveciena Medika Martapura. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 6(2), 69. https://doi.org/10.33560/.v6i2.189
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Administrasi Dilengkapi dengan Metode R&D. In Bandung: Alfabeta. https://doi.org/10.1007/s11116-011-9347-8 Susanto, E., & Agung, J. T. 2017. Islam Sultan Agung Semarang. 5(1), 2–3.
UU RI No. 44. 2009. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2009 TENTANG RUMAH SAKIT DENGAN (pp. 1–41).
WHO. 2010. International Classification of Diseases (ICD-10). Family Practice Management.
World Health Organization. 2010. International Statistical Classification of Disease and related Health Problems tenth Revision Volume 2 Second edition. Geneva: World Health Organization.