commit to user
EVALUASI SALURAN DISTRIBUSI PRODUK ETHICAL PADA PT. KIMIA FARMA TRADING AND DISTRIBUTION SURAKARTA
Tugas Akhir
Diajukan untuk memenuhi syarat-syarat mencapai sebutan Ahli Madya Manajemen Pemasaran
Disusun oleh : ANDUNG CAHYA UTAMA
F3208103
PROGRAM STUDI DIII MANAJEMEN PEMASARAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2011
commit to user
commit to user
commit to user MOTTO
Kemenangan yang seindah – indahnya dan sesukar – sukarnya yang boleh direbut oleh manusia ialah menundukan diri sendiri.
(Ibu Kartini )
Segalanya tampak mustahil bagi orang yang tidak pernah mencoba apapun.
(Jean Louis Etienne)
Sesungguhnya dimana ada kesulitan disitu ada kelapangan, maka hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
(Surat Al-Insyiroh : 6-8)
commit to user PERSEMBAHAN
Karya kecilku ini kupersembahkan untuk :
Bapak dan Ibuku tercinta
Kakak dan Adiku tersayang
Teman-teman terdekatku
Almamaterku
commit to user KATA PENGANTAR
Bismillahirrrahmaanirrahim
Dengan mengucap syukur Alkhmdulillah atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul “Evaluasi Saluran Distribusi Pada PT. Kimia Farma Trading And Distribution Surakarta”. Penulis menyadari dalam penyusunan Tugas Akhir ini tanpa bantuan dari semua pihak tidak akan mencapai kesempurnaan. Untuk itu, pada kesempatan ini penulis ingn mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada yang terhormat :
1. Bapak Dr. Wisnu Untoro, M.S selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2. Bapak Drs. Djoko Purwanto, MBA selaku ketua Program Studi D3 Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta.
3. Bapak Drs. Heru Purnomo selaku Dosen Pembimbing Tugas Akhir yang telah banyak memberikan pengarahan selama penyusunan Tugas Akhir ini.
4. Bapak Joko Suyono, SE, MSi. Selaku Pembimbing Akademik
commit to user
5. Seluruh Dosen DIII Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta yang selama ini telah banyak memberikan ilmunya.
6. Bapak Drs. Rachman Budiana MM. Apt. selaku Pemimpin PT. Kimia Farma Trading And Distribution Surakarta yang telah berkenan memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan magang kerja dan penelitian.
7. Bapak Drs. Kuswanto selaku Manager Pharmasolindo Surakarta atas bimbingan dan pengarahannya selama magang.
8. Bapak dan Ibu beserta keluarga besarku yang selalu memberikan dukungan, cinta kasih dan do’a restunya sampai selesainya penyusunan tugas akhir ini.
9. Teman seperjuangan selama magang di PT. Kimia Farma Trading And Distribution Surakarta, Pradipta Drika Permana, Nur Rohman dan Robet Dwi Setiawan.
10. Semua teman-teman D3 Manajemen Pemasaran angkatan 2008 yang telah memberikan banyak masukan selama duduk di bangku kuliah.
11. Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, terima kasih atas dukungan dan bantuan yang telah diberikan selama penyusunan Tugas Akhir ini.
commit to user
Penulis menyadari tugas akhir ini masih jauh dari kesempurnaan untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun penulis harapkan, untuk lebih menyempurnakan Tugas Akhir ini.
Semoga Tugas Akhir ini berguna dan dapat memberikan masukan bagi pihak-pihak yang membutuhkan. Dan kepada Allah SWT, mudah- mudahan senantiasa menunjukkan jalan kebenarannya dan keridhoannya.
Amin.
Surakarta, 8 Juli 2011
Penulis
commit to user DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
ABSTRAK …………. ... ii
HALAMAN PERSETUJUAN ... iii
HALAMAN PENGESAHAN ... iv
MOTTO ………. ... v
HALAMAN PERSEMBAHAN ... vi
KATA PENGANTAR ... vii
DAFTAR ISI ………. ... x
DAFTAR TABEL ….... ... xiii
DAFTAR GAMBAR ... xiv
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 6
C. Tujuan penelitian ... 6
D. Manfaat Penelitian ... 6
E. Metode Penelitian ... 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Pemasaran ... 10
B. Marketing Mix ... 12
commit to user
C. Saluran Distribusi ... 13
D. Biaya Distribusi ... 27
E. Jumlah Penjualan ... 28
F. Kerangka Pemikiran ... 28
BAB III PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan ... 31
1. Sejarah Berdirinya Perusahaan ... 31
2. Visi dan Misi Perusahaan ... 35
3. Maksud dan Tujuan Pendirian Perusahaan... 36
4. Anak Perusahaan ... 37
5. Struktur Organisasi ... ……… 43
6. Deskripsi Jabatan ... 45
B. Laporan Magang Kerja ... 55
C. Pembahasan Masalah ... 58
1. Saluran Distribusi Obat Ethical ... 58
2. Tingkat Efisiensi Biaya Distribusi Terhadap Volume Penjualan……… ... 62
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan ... 69
B. Saran ... 70
commit to user
DAFTAR PUSTAKA ... 71 LAMPIRAN ... 72
commit to user DAFTAR TABEL
TABEL HALAMAN
Tabel III.1 Daftar Produk Ethical ... 41 Tabel III.2 Volume Penjualan dan Biaya Distribusi ... 63 Tabel III.3 Ringkasan Efisiensi Biaya Distribusi Tidak Langsung
Terhadap Volume Penjualan Produk Ethical ... 65
commit to user DAFTAR GAMBAR
GAMBAR HALAMAN
Gambar III.1 Struktur Organisasi Perusahaan ... 44 Gambar III.2 Proses Distribusi ... 60 Gambar III.3 Jalur Distribusi Obat Ethical ... 61 Gambar III.4 Grafik Efisiensi Biaya Distribusi Tidak Langsung Terhadap
Volume Penjualan Produk Ethical ……….. 67
commit to user ABSTRAK
EVALUASI SALURAN DISTRIBUSI PRODUK ETHICAL PADA PT. KIMIA FARMA TRADING AND DISTRIBUTION
SURAKARTA
ANDUNG CAHYA UTAMA F3208103
Kegiatan pemasaran merupakan hal penting bagi perusahaan guna mencakup kegiatan distribusi yang tepat. Dalam mendistribusikan produk, perusahaan menggunakan saluran distribusi tidak langsung. Saluran distribusi tidak langsung adalah penyaluran produk dari produsen kepada konsumen dengan menggunakan perantara. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran distribusi yang digunakan, bagaimana proses saluran distribusi dan efisiensi saluran distribusinya. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan bahan masukkan dalam menentukan saluran distribusi yang tepat bagi perusahaan. Adapun data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder serta dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis efisiensi.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa PT. Kimia Farma Trading and Distribution Surakarta menggunakan saluran distribusi tidak langsung dalam menyalurkan produk ethical. Proses saluran distribusi yang dijalankan sudah cukup baik, hal ini dapat dilihat dari adanya pemisahan fungsi dari pihak yang terkait. Pihak-pihak yang terkait dalam saluran distribusi yaitu : bagian gudan, bagian pengiriman, bagian penjualan, bagian administrasi, bagian keuangan. Biaya distribusi PT. Kimia Farma Trading and Distribution Surakarta sudah cukup efisien, hal ini dapat dilihat dari persentase tingkat efisiensi biaya distribusinya yang cenderung mengalami penurunan dalam satu tahun.
Adapun saran-saran yang diberikan untuk PT. Kimia Farma Trading and Distribution Surakarta adalah saluran distribusi yang digunakan perusahaan sudah baik dan tepat, maka saluran distribusi tersebut harus dipertahankan. Sedangkan biaya distribusi yang dikeluarkan perusahaan sudah efisien, maka biaya distribusi harus dipertahankan dan juga perusahaan harus meningkatkan volume penjualan terhadap produk ethical, dan mempromosikan produk-produknya serta mancari distributor baru.
Kata kunci : Saluran Distribusi
commit to user BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di zaman serba modern ini berbagai bidang dapat di masuki perusahaan atau industri akibat perubahan yang cepat dalam selera, teknologi, dan persaingan. Untuk menghadapi persaingan, maka perusahaan perlu melaksanakan usaha kegiatan pemasaran dengan menggunakan saluran distribusi yang tepat sehingga tujuan dapat dicapai. Tujuan utama perusahaan pada intinya sama, yaitu dapat meningkatkan volume penjualan sehingga laba yang dihasilkan akan terus meningkat, namun tanpa meninggalkan kepuasan yang dirasakan oleh konsumen.
Perkembangan dunia usaha dewasa ini mengalami peningkatan yang cukup pesat. Peningkatan itu disebabkan karena kebutuhan manusia yang semakin kompleks. Sehingga hal ini mendorong perusahaan untuk memenuhi akan permintaan suatu kebutuhan.
Dalam menenuhi permintaan tersebut, perusahaan harus menghadapi persaingan yang ketat baik untuk perusahaan yang memproduksi produk sejenis maupun yang berbeda sama sekali. Untuk dapat menarik konsumen melakukan pembelian, maka perusahaan harus menerapkan suatu strategi pemasaran yang tepat dengan kondisi
commit to user
pasar yang dihadapi. Keberhasilan strategi pemasaran dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu produk, harga, promosi, dan saluran distribusi.
Dalam rangka memperlancar arus barang dan jasa dari pihak produsen ke konsumen maka salah satu faktor yang sangat penting atau tidak boleh diabaikan adalah saluran distribusi. Perusahaan menekan pentingnya saluran distribusi mengingat bahwa cara ini dapat digunakan dan berfungsi sebagai tolak ukur kemampuan pemasaran di berbagai unit pemasaran tersebut.
Dalam usaha mencapai tujuan dan sasaran perusahaan di bidang pemasaran, setiap perusahaan melakukan kegiatan penyaluran atau distribusi. Penyaluran merupakan kegiatan penyampaian produk sampai ke tangan pemakai atau konsumen pada waktu yang tepat.
Saluran distribusi merupakan suatu struktur unit organisasi dalam perusahaan dan luar perusahaan yang terdiri atas agen dealer, pedagang besar dan pengecer melalui nama sebuah komoditi, produk atau jasa yang dipasarkan. ( The American Marketing Association dalam Swastha dan Irawan 1990 : 285)
Sedangkan menurut Swastha (1996 : 190) saluran distribusi suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk
commit to user
menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri.
David A. Revzan dalam Swastha dan Irawan (1990 : 285) juga mengemukakan saluran merupakan suatu jalur yang dilalui oleh arus barang-barang dari produsen ke perantara dan akhirnya sampai pada pemakai.
Banyaknya cara yang dapat dipakai untuk menyalurkan barang dan jasa kepada konsumen salah satunya adalah dengan menggunakan jasa saluran distribusi. Dalam pengambil keputusan untuk menggunakan saluran distribusi, perusahaan harus memperhatikan faktor yang mempengaruhi pilihan saluran distribusi.
Faktor–faktor tersebut adalah pertimbangan pasar, pertimbangan produk, pertimbangan perusahaan. Keputusan memilih saluran distribusi tersebut menuntut kecermatan serta ketelitian yang tinggi, karena kesalahan dalam memilih saluran distribusi akan mengganggu proses penyaluran barang sampai ke konsumen sehingga pada akhirnya akan berpengaruh juga terhadap volume penjualan.
Saluran distribusi berpengaruh terhadap peningkatan volume penjualan. Karena banyak sedikitnya produk yang sampai ke tangan kosumen ditentukan oleh perantara yang merupakan penghubung dari produsen ke konsumen. Dengan pemilihan saluran distribusi yang benar produk kita akan sampai pada konsumen secara cepat dan
commit to user
tentunya dapat bersaing dengan produk lainnya yang ada di pasar.
Dengan adanya saluran distribusi tersebut tentunya akan menimbulkan biaya bagi perusahaan,maka perusahaan harus mampu menganalisa apakah biaya yang dikeluarkan sesuai dengan peningkatan volume penjualan yang akan diterima perusahaan.
Dengan pendistribusian yang baik akan dapat memudahkan konsumen dalam mendapatkan produk sehingga konsumen akan merasa puas. Dengan demikian akan memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan penjualan dalam arti tercapai target usahanya dan mampu untuk bersaing memperebutkan pasar dengan perusahaan yang bergerak dalam bidang yang sama
PT. Kimia Farma sebagai perusahaan yang bergerak dibidang farmasi, mempunyai anak perusahaan yang disebut PT. Kimia Farma Trading and Distribution, perusahaan ini mendistribusikan berbagai macam obat-obatan salah satunya obat ethical.
PT. Kimia Farma Trading and Distribution di dalam mendistribusikan produknya menggunakan saluran distribusi tidak langsung yaitu dengan perantara. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pemasaran dan penjualan produknya kepada konsumen.
Untuk keberhasilan dalam saluran distribusi PT. Kimia Farma Trading and Distribution tidak lepas dari pihak-pihak yang terlibat di
commit to user
dalamnya. Mulai dari perusahaan sampai dari luar perusahaan.
Kegiatan di dalam perusahaan meliputi beberapa tahap mulai dari penyiapan barang, pengepakan sampai barang dimasukkan ke dalam alat angkut. Untuk luar perusahaan, para perantara memegang peran yang penting untuk memasarkan produknya kepada konsumen.
Apabila ingin mengetahui apakah sudah menggunakan saluran distribusi yang tepat bisa diukur dari efisiensi saluran yang digunakan yaitu dengan melihat hasil yang dicapai dalam pengertian apakah dengan menggunakan saluran distribusi tersebut perusahaan telah mencapai targetnya atau mencapai volume penjualan yang menguntungkan. Apabila saluran distribusi sudah efisien maka dapat dipastikan target perusahaan telah tercapai dan volume penjualanpun akan meningkat.
Dalam hal ini, penulis selaku mahasiswa Diploma III Manajemen Pemasaran Universitas Sebelas Maret merasa tertarik melakukan penelitian di PT. Kimia Farma Trading and Distribution di Surakarta. Mengingat pentingnya efisiensi saluran distribusi bagi perusahaan dalam memasarkan produknya, maka penulis mengambil judul penelitian.
” EVALUASI SALURAN DISTRIBUSI PRODUK ETHICAL PADA PT.
KIMIA FARMA TRADING AND DISTRIBUTION SURAKARTA”
commit to user B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah
1. Saluran distribusi apa yang digunakan PT. Kimia Farma Trading and Distribution Surakarta ?
2. Apakah sudah efisien saluran distribusi produk ethical pada PT.
Kimia Farma Trading and Distribution Surakarta?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan diatas maka tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah
1. Untuk mengetahui saluran distribusi apa yang digunakan PT.
Kimia Farma Trading and Distribution Surakarta.
2. Untuk mengetahui efisiensi saluran distribusi produk ethical pada PT. Kimia Farma Trading and Distribution Surakarta.
D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Perusahaan
Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai masukan bagi PT. Kimia Farma Trading and Distribution dan dapat digunakan sebagai bahan untuk melakukan evaluasi tentang penyaluran serta pendistribusian barang agar sampai ke tangan konsumen.
commit to user 2. Bagi Peneliti
Untuk menambah pengetahuan tentang pemasaran, terutama dalam bidang distribusi di dalam suatu perusahaan.
3. Bagi Pihak lain
Hasil ini dapat memberikan informasi data pengembangan ilmu pengetahuan di bidang ekonomi, khususnya yang berhubungan dengan manajemen pemasaran.
E. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Ruang Lingkup Penelitian
Lokasi penelitian ini dilakukan pada PT. Kimia Farma Trading and Distribution yang beralamat di Jl. Adisucipto no 70 Surakarta 57143
2. Sumber Data
Sumber data yang diperoleh dalam penulisan Tugas Akhir ini meliputi data:
a. Data Primer
Data yang diperoleh melelui wawancara langsung dengan kepala bagian pemasaran dan staff karyawan PT. Kimia Farma Trading and Distribution serta pengamatan langsung.
commit to user b. Data Sekunder
Data yang diperoleh dari mempelajari buku atau sumber- sumber lain yang relevan dengan penelitian yang dilakukan.Data ini meliputi sejarah perusahaan, struktur organisasi, biaya distribusi, dan volume penjualan.
3. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :
a. Wawancara / Interview
Yaitu suatu cara atau metode pengumpulan data dimana peneliti melakukan penelitian dengan mengadakan tanya jawab langsung berlandaskan obyek penelitian kepada direktur, manager, maupun staff/karyawan PT. Kimia Farma Treading and Distribution.
b. Observasi
Yaitu mengadakan pengamatan secara langsung terhadap obyek penelitian untuk mengumpulkan data seperti lokasi perusahaan, proses distribusi yang dapat dijadikan bahan oleh penulis.
commit to user c. Studi Pustaka
Yaitu mencari data dengan membaca buku yang berkaitan dengan penelitian ini untuk mendukung, melengkapi, dan memperkuat proses pembuatan tugas akhir ini.
4. Teknik Analisa Data
Analisis data yang digunakan dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah secara Deskriptif yaitu analisis yang dilakukan dengan mendeskripsikan dan menjelaskan tentang saluran distribusi yang digunakan oleh PT. Kimia Farma Trading and Distribution dalam menyalurkan produknya hingga ketangan konsumen serta menganalisis data dengan cara mengumpulkan data, mengolah, menyajikan, dan selanjutnya menarik kesimpulan. Dalam penelitian ini data yang akan diolah adalah data biaya distribusi dan volume penjualan pada tahun 2010 kemudian dapat diketahui efisiensi biaya distribusi terhadap volume penjualan.
Efisiensi =
(Radiosunu, 2001 : 180) Keterangan :
Input : Biaya Distribusi Output : Volume Penjualan
commit to user BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Pemasaran
Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh semua perusahaan untuk mempertahnkan kelangsungan hidup agar mampu berkembang dan mendapatkan laba yang diharapkan. Keberhasilan dalam mencapai tujuan bisnis tergantung pada sistem pemasaran yang dijalankan perusahaan.
Dalam kondisi perekonomian saat ini, pemasaran memegang peran penting dalam dunia usaha bisnis karena tanpa adanya pemasaran konsumen akan sulit untuk memenuhi kebutuhannya dalam hal ini melalui pertukaran.
Menurut (Kotler dan Amstrong, 2008 : 7) Pemasaran merupakan suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang yang mereka butuhkan dan inginkan, lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.
Pertukaran disini dapat diartikan bahwa untuk mendapatkan suatu barang atau produk harus menukar dengan nilai alat tukar yang biasanya berupa uang disuatu tempat guna untuk memenuhi kebutuhannya.
commit to user
Sedangkan menurut (Lamb, Hair, dan McDaniel, 2001 : 6) pemasaran merupakan suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi, dan distribusi sejumlah ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan tujuan individu dan organisasi.
Para ahli yeng telah mendefinisikan tentang pengertian pemasaran yang sedikit berbeda tetapi mempunyai tujuan yang sama, dapat ditinjau perbedaan tersebut mengenai fungsi, segi barangnya, segi kelembagaannya, dan lain-lain.
Dalam melakukan kegiatan pemasaran, diperlukan manajemen pemasaran yang tepat. Dengan adanya proses manajemen ini, pemasaran berperan penting untuk memprediksi dan menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi, kemudian dapat diambil keputusan-keputusan untuk mengatasi tantangan dan menangkap peluang-peluang pasar yang mungkin terjadi dimasa yang akan datang sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.
Fungsi pemasaran selain menjual barang adalah menetapkan harga yang tepat, disamping itu berfungsi mengatur cara pembayaran, penyampaian barang untuk memuaskan konsumen dengan tujuan akhir mendapat pelanggan.
Selain fungsi pemasaran adapun konsep pemasaran yang berhubungan dengan kepuasan konsumen yaitu suatu perusahaan
commit to user
jika segala kegiatan perusahaan harus diutamakan untuk mengetahui apa yang diinginkan konsumen kemudian memuaskan konsumen itu.
(Stanton, 1998)
Konsep pemasaran harus mengandung 3 elemen dasar untuk mencapai efektifitas dan efisiensi, yaitu :
1. Menentukan kebutuhan harga pokok dari pemakai yang akan dipenuhi.
2. Menentukan produk dan program pemasaran.
3. Memilih sasaran konsumen dalam penjualan B. Marketing Mix
Marketing Mix adalah kombinasai dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi ( Basu Swastha dan Irawan, 1996)
Adapun empat variabel tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Produk
Produk adalah segala sesuatu yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan manusia atau organisasi.
commit to user 2. Harga
Harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah barang beserta jasa-jasa tertentu atau kombinasi dar keduannya.
3. Distribusi
Distribusi adalah kegiatan yang harus dilakukan untuk menyalurkan, menyebarkan, mengirim serta menyampaikan berang kepada konsumen. Dalam proses penyaluran barang kepada konsumen, perusahaan harus memperhatikan beberapa aspek antara lain : sistem transportasi, sistem penyimpanan dan pemilihan saluran distribusi.
4. Promosi
Promosi adalah merupakan kegiatan yang ditujukan untuk mempengaruhi konsumen agar mereka dapat menjadi kenal akan produk yang ditawarkan oleh perusahaan kepada mereka dan kemudian mereka menjadi senang lelu membeli peroduk tersebut.
C. Saluran Distribusi
1. Pengertian saluran distribusi
Dalam proses pemasaran, tahap yang dilakukan setelah barang selesai dalam proses produksi pembuatan dan siap
commit to user
dipasarkan adalah memilih dan menentukan saluran yang akan digunakan untuk mendistribusikan barang-barang tersebut ke pasar. Hal ini dimaksudkan untuk memperlancar arus barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Distribusi merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh pengusaha untuk menyalurkan, menyebarkan, mengirimkan serta menyampaikan barang yang dipasarkannya itu kepada konsumen. Oleh karena itu diperlukan adanya penyalur, (Gitosudarmo, 1999 : 253)
Kotler dan Amstrong (1998 : 5) menjelaskan pengertian saluran distribusi adalah perangkat organisasi saling tergantung yang terlibat dalam proses menyediakan produk atau jasa untuk digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen atau pengguna industri.
Saluran distribusi suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri (swastha, 1996 : 190)
Saluran distribusi merupakan suatu setruktur unit organisasi dalam perusahaan dan luar perusahaan yang terdiri atas agen dealer, pedagang besar dan pengecer melalui nama sebuah komoditi, produk atau jasa yang dipasarkan. ( The American Marketing Association dalam Swastha dan Irawan 1990 : 285)
commit to user
Perantara mempunyai peranan yang sangat penting dalam banyak hal, bahkan dalam semua kasus di mana konsumen terlibat di dalamnya. Hubungan langsung antara produsen dengan konsumen akhir biasanya tidak praktis. Dapat dibayangkan bagaimana repotnya jika tidak ada perantara dalam saluran distribusi (Stanton, 1996 : 7)
Menurut Kotler dan Amstrong (1998: 6) peran perantara pemasaran adalah mengubah pengelompokan produk yang dibuat oleh produsen menjadi pengelompokan yang diinginkan konsumen.
Produsen hanya membuat beberapa jenis produk dalam jumlah besar, tetapi konsumen menginginkan beraneka macam produk dalam jumlah sedikit. Dalam saluran distribusi, perantara membeli barang dalam jumlah besar dari banyak produsen dan mereka memecah-mecahkannya menjadi jumlah kecil dan beraneka macam sesuai dengan keinginan konsumen. Jadi, perantara dalam saluran distribusi memainkan peran penting dalam menyesuaikan penawaran dan permintaan.
2. Bentuk saluran distribusi
a. Saluran Distribusi Langsung
Pada saluran ini, produsen melakukan transaksi langsung dengan konsumen. Keuntungan dari distribusi langsung adalah ketika produsen menjual langsung kepada
commit to user
konsumen, mereka mempunyai control penuh atas harga yang dikenal pada konsumen.
Di pihak lain, perusahaan juga memperoleh keuntungan dengan adanya kontak langsung tersebut kerena mereka akan dapat mengetahui lebih akrab lagi dengan konsumen mereka.
Dengan keakraban tersebut tentu saja perusahaan akan dapat mengetahui gaya hidup, perkiraan penghasilan, setatus sosial dan sebagainya dari konsumen mereka. Dengan diketahuinya informasi tersebut, perusahaan akan dapat mengetahui jenis- jenis kebutuhan lain dari konsumen yang mungkin dapat ditawarkan pada saat itu maupun di kemudian hari.
b. Saluran Distribusi Tidak Langsung
Pada saluran distribusi ini, perusahaan menggunakan pihak luar untuk membantu menyalurkan barang-barangnya kepada konsumen. Pihak luar tersebut merupakan penyalur atau pedagang perantara (middleman)
3. Macam-macam saluran distribusi
Beberapa alternatif saluran distribusi yang didasarkan atas jenis barang dan segmen pasarnya, diantaranya adalah :
commit to user a. Saluran Distribusi Konsumsi
1) Produsen Konsumen
Bentuk saluran distribusi yang paling pendek dan paling sederhana adalah saluran distribusi dari produsen ke konsumen tanpa menggunakan perantara. Produsen dapat menjual barang yang dihasilkan melalui penjualan langsung ke konsumen.
2) Produsen Pengecer Konsumen
Saluran ini juga disebut sebagai saluran distribusi langsung.
Disini pengecer besar langsung melakukan pembelian pada produsen, adapula beberapa produsen yang mendirikan toko pengecer sehingga dapat secara langsung melayani konsumen. Namun altenatif ini tidak umum digunakan.
3) Produsen Pedagang besar Pengecer Konsumen
Saluran distribusi ini banyak digunakan oleh produsen dan dinamakan saluran distribusi tradisional. Disini produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer.
Pembelian oleh konsumen dilayani pengecer.
commit to user
4) Produsen Agen Pengecer Konsumen
Disini penjual memilih agen (agen penjual/agen perusahaan) sebagai penyalurnya. Kegiatan yang dilakukan antara lain kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada sasaran penjualannya terutama ditujukan kepada pengecer besar.
5) Produsen Agen Pedagang besar Pengecer Konsumen
Dalam saluran distribusi ini, produsen saling menggunakan agen perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar yang kemudian menjualnya kepada toko- toko kecil. Agen yang telibat dalam saluran ini terutama adalah agen penjual.
b. Saluran Distribusi Barang Industri
Yang dimaksud barang industri adalah barang yang dibeli oleh konsumen digunakan sebagai alat uasaha bisnis yaitu mencari keuntungan atau tidak.
1) Produsen Pemakai Industri
Saluran distribusi dari produsen ke pemakai industri ini merupakan saluran yang paling pendek dan disebut saluran distribusi langsung. Biasanya saluran distribusi langsung ini
commit to user
dipakai oleh produsen bilamana transakasi penjualan kepada pemakai industri relatif cukup besar.
2) Produsen Distribusi Industri Pemakai Industri Produsen barang-barang jenis perlengkapan operasi dan accesory equipment kecil dapat menggunakan distributor industri untuk mencapai pasarnya.
3) Produsen Agen Pemakai Industri
Biasanya saluran distribusi semacam ini dipakai oleh produsen yang tidak memiliki departemen pemasaran juga perusahaan ingin memperkenalkan barang baru yang lebih suka menggunakan agen.
4) Produsen Agen Distribusi Industri Pemakai Industri
Saluran distribusi ini dapat digunakan perusahaan dengan pertimbangan antara lain behwa unit penjualnya terlalu kecil untuk dijual secara langsung, selain itu faktor penyampaian pada saluran perlu dipertimbankan pula, dalam hal ini agen penunjang seperti agen penyampaian sangat penting perannya.
4. Penentuan jumlah perantara
Setelah perusahaan menentukan saluran distribusi yang dipakai, perusahaan perlu menentukan jumlah perantara untuk
commit to user
ditempatkan sebagai pedagang besar atau pengecer. Dalam hal ini perusahaan mempunyai tiga alternative pilihan, yaitu :
a. Distribusi Intensif
Distribusi intensif ini dapat dilakukan oleh produsen yang menjual barang konviniens atau barang kebutuhan sehari- hari. Perusahaan berusaha menggunakan penyalur terutama pengecer sebanyak-banyaknya untuk mencapai konsumen. Semua ini di maksudkan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan konsumen.
b. Distribusi Selektif
Perusahaan yang menggunakan distribusi selektif ini berusaha memilih jumlah pedagang besar dan pengecer yang terbatas dalam suatu daerah geografis. Biasanya saluran ini dipakai untuk memasarkan produk baru, barang shopping atau barang special dan barang industri jenis accessory equipment
c. Distribusi Eksklusif
Distribusi eksklusif dilakukan oleh perusahaan dengan hanya menggunakan satu pedagang besar atau pengecer dalam daerah pasar tertentu. Jadi produsen hanya menjual produknya kepada satu pedagang atau satu pengecer saja.
Dengan hanya satu penyalur, produsen akan lebih mudah
commit to user
dalam melakukan pengawasan, terutama pengawasan pada tingkat harga eceran maupun pada usaha kerja sama dengan penyalur dalam periklanan.
(Swastha, 1996 : 217)
5. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan saluran distribusi
Ada berbagai macam faktor yang sangat mempengaruhi dalam pemilihan saluran distribusi yang harus diperhatikan oleh produsen, antara lain :
a. Pertimbangan Pasar
Pasar merupakan faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan saluran distribusi. Beberapa faktor pasar yang harus diperhatikan antara lain :
1) Konsumen atau pasar industri
Menggunakan lebih dari satu saluran, apabila pasar sasaran adalah konsumen akhir dan apabila pasar sasaranya adalah pasar industri maka tidak menggunakan perantara pengecer.
2) Jumlah konsumen potensial
Apabila konsumen relatif sedikit dalam pasarnya maka perusahaan dapat menggunakan saluran distribusi langsung kepada konsumen akhir.
commit to user 3) Konsumen geografis
Bila daerah konsentrasi mempunyai kepadatan yang tinggi maka perusahaan dapat menggunakan distribusi industri.
4) Ukuran pesanan
Nilai penjualan dari sebuah perusahaan akan sangat berpengaruh tehadap saluran yang dipakainya. Jika volume yang dipakai oleh konsumen tidak begitu besar atau relatif kecil, maka perusahaan dapat menggunakan distribusi industri.
5) Kebiasaan membeli dari konsumen
Kebiasaan membeli dari konsumen akhir dan pemakai industri sangat berpengaruh pula terhadap kebijaksanaan dalam penyaluran. Yang termasuk dala kebiasaan membeli antara lain adalah :
a) Kemampuan untuk membelanjakan uangnya b) Tertariknya pada pembelian kredit
c) Lebih senang melakukan pembelian yang teidak berkali-kali
d) Tertarikanya pada pelayanan penjual
commit to user b. Pertimbangan Produk
Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain : 1) Nilai Unit
Jika nilai unit barang yang dijual relatif sedikit maka produsen menggunakan saluran distribusi yang panjang atau tidak langsung. Jika nilai unit barang yang dijual relatif banyak maka produsen menggunakan saluran distribusi yang pendek atau langsung.
2) Luas dan berat barang
a) Manajemen harus mempertimbangkan ongkos angkut dalam hubungan dengan nilai barang secara keseluruhan dimana besar atau berat barang sangat menentukan.
b) Jika ongos angkut terlalu besar di banding nilai barang sehingga terdapat beban yang berat bagi perusahaan, maka sebagian beban tersebut dapat dialihkan kepada perantara jadi perantara ikut menanggung sebagian dari ongkos angkut.
3) Mudah rusaknya barang
Apabila produk mudah rusak, maka saluran distribusi langsung lebih menguntungkan untuk digunakan.
commit to user 4) Sifat teknis
Apabila produk yang dijual memerlukan penjelasan tentang penggunaan dan pemeliharaan maka produsen dapat menggunakan saluran distribusi langsung.
5) Barang standar dan barang pesanan
Jika barang yang dijual berupa barang setandar maka dipelihara sejumlah persediaan pada penyalur. Jika barang yang dijual berupa barang pesanan maka penyalur tidak perlu memelihara sejumlah penyediaan.
6) Luasnya produk line
a) Apabila produk yang dihasilkan produsen banyak macamnya maka ada baiknya memakai pengecer.
b) Tetapi bila memproduksi satu macam barang, maka dapat digunakan pedagang besar seperti penyalur.
7) Pertimbangan Perusahaan a) Ukuran perusahaan
Untuk perusahaan yang besar dapat menggunakan saluran distribusi yang pendek untuk menjangkau konsumen
b) Sumber pembelanjaan
Pengguna sasaran distribusi langsung biasanya memerlukan jumlah dana yang besar maka saluran
commit to user
distribusi pendek kebanyakan hanya dilakukan oleh perusahaan yang kuat di bidang keuangannya.
Perusahaan yang tidak kuat di bidang keuanganya akan cenderung menggunakan saluran distribusi tidak langsung
c) Pengalaman dan kemampuan manajemen
Penggunaan perantara sangat berperan penting untuk perusahaan yang memesarkan produk baru agar memperoleh pengalaman di bidang baru tersebut. Jadi keputusan mengenai saluran distribusi dipengaruhi oleh pengalaman dan kemampuan manajemen.
d) Pengawasan saluran
Pengawasan akan mudah dilakukan bilamana saluran distribusinya pendek. Jadi perusahaan yang ingin mengawasi penyaluran barangnya cenderung memilih saluran yang pendek meskipun ongkosnya tinggi.
e) Servis yang diberikan oleh penjual
Apabila produsen memberikan servis yang baik pada perantara, maka banyak perantara yang bersedia menyalurkan produk perusahaan.
commit to user c. Pertimbangan Perantara
1) Servis yang diberikan oleh perantara
Produsen akan lebih memilih perantara yang memberikan servis yang baik
2) Kesediaan perantara
Produsen akan memilih perantara yang tidak menjual produk pesaing dan bersedia menjualkan lebih banyak macam produk perusahaan sehingga dapat bersaing di pasar.
3) Sikap perantara terhadap kebijaksanaan produsen
Produsen memilih perantara yang bersedia mengambil resiko, misalkan rediko penurunan harga.
4) Nilai penjual
Produsen cenderung memilih perantara yang dapat menawarkan barangnya dalam volume yang besar untuk jangka waktu yang lama.
5) Biaya
Produsen akan memilih menggunakan perantara apabila dapat meringankan biaya penyaluran.
(Swastha, 1999)
commit to user D. Biaya distribusi
Dalam arti sempit, biaya distribusi seringkali dibatasi artinya sebagai biaya penjualan, yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjual dan membawa produk ke pasar. Dalam arti sempit ini biaya distribusi hanya meliputi biaya-biaya yang dikeluarkan sejak produk jadi dikirim kepada pembeli sampai dengan produk diterima oleh pembeli (Mulyadi, 1999: 529)
Dalam arti luas biaya distribusi meliputi semua biaya yang terjadi sejak saat produk selesai diproduksi dan disimpan dalam gudang, sampai dengan produk tersebut diubah kembali dalam bentuk uang tunai (Mulyadi, 1999: 529)
Secara garis besar (Mulyadi, 1999: 530) membagi biaya distribusi menjadi dua golongan, yaitu :
1) Biaya untuk mendapatkan pesanan (order getting cost)
Semua biaya yang dikeluarkan dalam usaha untuk memperoleh pesanan. Biaya yang termasuk dalam golongan ini adalah biaya gaji salesperson, komisi penjualan, advertensi, dan promosi.
2) Biaya untuk memenuhi pesanan (order filling cost)
Semua biaya yang dikeluarkan untuk mengusahakan agar produk sampai ke tangan pembeli, dan biaya-biaya untuk mengumpulkan piutang dari pembeli. Biaya yang termasuk dalam golongan ini
commit to user
adalah biaya pergudangan, biaya pembungkusan dan pengiriman, biaya angkutan, dan biaya penagihan.
E. Jumlah penjualan
Setiap perusahaan tentunya mengharapkan volume penjualan yang lebih. Volume penjualan adalah penjualan bersih dari laporan rugi laba perusahaan. Volume Penjualan memiliki arti penting yaitu besarnya kegiatan–kegiatan yang dilakukan secara efektif oleh penjualan untuk mendorong agar konsumen melakukan pembelian.
Dan tujuan dari Volume penjualan ini adalah untuk memperkirakan besarnya keuntungan yang diterima dengan menjual produk kepada konsumen serta biaya yang sudah dikeluarkan.
F. Kerangka Pemikiran
Setiap perusahaan yang menggunakan saluran distribusi, akan mengeluarkan biaya-biaya distribusi. Biaya-biaya tersebut meliputi biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya distribusi langsung meliputi gaji karyawan toko, biaya pembungkusan, biaya telepon, biaya listrik, dn ongkos pengiriman kepada konsumen. Sedangkan untuk biaya distribusi tidak langsung meliputi gaji salesperson, biaya pembungkusan, ongkos pengiriman, dan biaya penagihan kepada perantara.
commit to user
Pada perusahaan PT. Kimia Farma Trading and Distribution dalam mendistribusikan produk ethicalnya, dengan menerapkan saluran distribusi tidak langsung.
PT. Kimia Farma Trading and Distribution sebagai produsen dapat menggunakan saluran distribusi sesuai dengan kemampuannya dan yang pasti agar dapat mengetahui efisiensi biaya saluran distribusi tidak langsung terhadap volume penjualannya..
Adapun bentuk kerangka pemikiran dalam penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :
Pemilihan saluran distribusi oleh produsen yang tepat dalam memasarkan produk, akan dapat menciptakan dan meningkatkan volume penjualan. Produsen harus menyalurkan dan menyebarkan barang-barangnya tepat dimana konsumen itu berada. Dalam PRODUSEN
VOLUME PENJUALAN
EFISIENSI BIAYA DISTRIBUSI
commit to user
memasarkan produk produsen cenderung mengutamakan biaya yang lebih efisien, sehingga dapat menciptakan volume penjualan yang maksimal. Jadi, seorang pengusaha dapat mengambil alternatif untuk mengadakan pemilihan saluran distribusi bagi produknya untuk mencapai tingkat efisiensi yang tinggi.
commit to user BAB III PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Berdirinya Perusahaan
Sejarah PT (Persero) Kimia Farma dimulai sekitar tahun 1957.Pada saat pengambilalihan perusahaan milik Belanda terdiri dari Rathkamp, Van Gorkom, Bhineka Kina Farma Bandung yang bergerak di bidang farmasi oleh pemerintah Republik Indonesia.Langkah itu kemudian diikuti dengan pembentukan Badan Pusat Penguasaan Perusahaan Farmasi Belanda (BAPPHAR) yang bertugas menguasai dan menyelenggarakan manajemen agar perusahaan farmasi yang dikuasai dapat berfungsi dengan sebaik-baiknya. Lebih lanjut usaha awal nasionalisasi tersebut diperkuat dengan UU No.86/1966 tentang Nasionalisasi Perusahaan Belanda di Indonesia.Selanjutnya secara resmi, berbadan hukum yang berstatus Perseroan Terbatas pada tanggal 16 Agustus 1971.
Secara implisit pengesahan ini mengisyaratkan adanya suatu peranan yang berorientasi pada aspek bisnis. Sehubungan dengan hal tersebut, maka PT (Persero) Kimia Farma dituntut untuk berperansebagai suatu perusahaan yang harus memiliki
commit to user
kemampuan, menghasilkan barang dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat pengguna dalam arti luas sesuai dengan perkembangan dan dinamika pasar melalui proses pertukaran.
Disamping peranannya yang berorientasi kepada aspek bisnis, PP No.3 / 1983 juga memberi tugas kepada PT (Persero) Kimia Farma untuk dapat melaksanakan pelayanan yang berorientasi kepada aspek sosial untuk kesejahteraan. Dengan demikian, maka PT (Persero) Kimia Farma dituntut untuk selalu menjaga keseimbangan yang optimal dari kedua maksud dan tujuan tersebut.
Sebagai BUMN yang berbentuk Persero, maksud dan tujuan perusahaan masalah hakekat aksistensi PT (Persero) Kimia Farma sebagaimana digariskan dalam ketentuan Undang-undang dan kebijaksanaan pimpinan Departemen Kesehatan RI yang telah dikukuhkan dalam RUPS PT (Persero) Kimia Farma.
Maksud dan tujuan PT (Persero) Kimia Farma sebagai BUMN secara eksplisif inherent dengan penugasan negara kepada BUMN, seperti yang termasuk di dalam peraturan pemerintah No.3 tahun 1983 (PP No.3/1983). Maksud dan tujuan tersebut salah satunya adalah pemupukan keuntungan atau pendapatan untuk memberikan sumbangan pada penerimaan negara, sehingga
commit to user
dalam pelaksanaan fungsinya PT Kimia Farma harus senantiasa berorientasi pada rentabilitas.
PT (Persero) Kimia Farma sebagai suatu perusahaan perdagangan farmasi dan alat kesehatan yang berbasis industri berperan serta dalam menunjang keberhasilan pembangunan di sektor kesehatan dan ekonomi dengan menyelenggarakan upaya- upaya kemanfaatan umum berupa produksi obat jadi, farmasi serta alat kesehatan atau penelitian serta jasa pelayanan kefarmasian yang memiliki kualitas yang baik dan memadai dalam upaya mewujudkan kemampuan setiap penduduk untuk peduli terhadap pentingnya hidup sehat agar derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat dalam menuju kesejahteraan masyarakat.
Dalam perkembangannya, PT (Persero) Kimia Farma melakukan beberapa perubahan dan pembangunan menuju yang lebih baik sesuai dengan kebutuhan dan pasar. Salah satu dari banyak perubahan yang terjadi terlihat pada PT (Persero) Kimia Farma mendirikan PT Kimia Farma Trading and Distribution yang merupakan anak perusahaan dari PT (Persero) Kimia Farma pada tanggal 4 Januari 2003 dengan akte pendirian nomor 7 tanggal 4 Januari 2003 oleh Notaris Imas Fatimah, SH.
commit to user
Secara garis besar manfaat dari restrukturisasi unit usaha PBF(Perusahaan Besar Farmasi) menjadi Anak Perusahaan yang berdiri sendiri adalah :
a. Kegiatan usaha yang dijalani oleh perusahaan dan anak perusahaan menjadi lebih terfokus, sehingga dapat meningkatkan kinerja Perseroan secara keseluruhan.
b. Memudahkan dalam melakukan pengendalian dan memperpendek proses pengambilan keputusan di bidang operasional sehingga akan tercapai pelaksanaan operasi yang efisien dan efektif.
c. Memungkinkan masuknya investor ke dalam bidang usahaPerseroan dalam rangka perkembangan bisnis Perseroan.
d. Meningkatkan transparansi kinerja masing-masing unit usaha.
Pada saat ini PT Kimia Farma Trading and Distribution mempunyai 41 cabang yang tersebar di seluruh propinsi Indonesia, antara lain berada di Surakarta, Yogyakarta, Semarang, dan Gorontalo. Anak perusahaan tersebut menyalurkan obat - obatan dan alat kesehatan dari beberapa prinsipal, diantaranya Kimia Farma, Indo Farma, Bio Farma, Mahakam Beta Farma, Duta Kaisar, Talenta, Pharmasolindo dll.
commit to user
Produk-produk andalan yang diproduksi oleh PT. Kimia Farma adalah sebagai berikut :
a. Produk Ethical, yang penjualnnya melalui Apotek dan Rumah Sakit dengan resep Dokter.
b. Produk OTC (Over The Counter), yang dapat dijual bebas di Toko, Supermarket dan lain-lain tanpa resep dokter.
c. Produk Generik Berlogo, penamaan suatu obat obat ditentukan oleh masing-masing perusahaan farmasi.
2. Visi Dan Misi Perusahaan
Dalam menjalankan perusahaan, PT. Kimia Farma memiliki visi dan misi yang menjadi acuan dalam menjalankan setiap kegiatan. Visi dan misi tersebut adalah:
a. Visi
Komitmen pada peningkatan kualitas kehidupan, kesehatan dan lingkungan.
b. Misi
Mengembangkan industri kimia dan farmasi dengan melakukan penelitian dan pengembangan produk yang inovatif.
commit to user
Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dan mengembangkan sistem informasi perusahaan.
3. Maksud dan Tujuan Pendirian Perusahaan
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar perusahaan, maksud dan tujuan pendirian perusahaan adalah turut melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan serta program pemerintahan di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya kegiatan usaha di bidang industri kimia, farmasi, biologi dan kesehatan serta industri makanan dan minuman. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, perusahaan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
a. Mengadakan, menghasilkan, mengolah bahan kimia farmasi, kontrasepsi, kosmetika, obat tradisional, alat kesehatan, produk makanan/minuman dan produk lainnya termasuk bidang perkebunan dan pertambangan yang ada hubungannya dengan produksi di atas.
b. Memproduksi pengemas dan bahan pengemas, mesin dan peralatan serta sarana pendukung lainnya, baik yang berkait dengan industri farmasi maupun industri lainnya.
c. Menyelenggarakan kegiatan pemasaran, perdagangan dan distribusi dari hasil produksi seperti di atas, baik hasil
commit to user
produksi sendiri maupun hasil produksi pihak ketiga, termasuk barang umum, baik di dalam maupun luar negeri, serta kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan usaha perusahaan.
d. Berusaha di bidang jasa, baik yang berhubungan dengan kegiatan usaha perusahaan maupun jasa, upaya dan sarana pemeliharaan dan pelayanan kesehatan pada umunya termasuk jasa konsultasi kesehatan.
e. Jasa penunjang lainnya termasuk pendidikan, penelitian dan pengembangan sejalan dengan maksud dan tujuan perusahaan, baik yang dilakukan sendiri maupun kerjasama dengan pihak lain.
4. Anak Perusahaan
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dalam akta No. 1 tanggal 1 November 2002 dari Imas Fatimah, SH notaris di Jakarta, para pemegang saham telah menyetujui restrukturisasi usaha perusahaan dengan membentuk 2 anak perusahaan. Pada tanggal 4 Januari 2003, perusahaan membentuk 2 anak perusahaan yaitu, PT. Kimia Farma Apotek dan PT. Kimia Farma Trading and Distribution. Pada tanggal 31 Desember 2004, PT. Kimia Farma Trading and Distribution memiliki 41 Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan PT.
commit to user
Kimia Farma Apotek memiliki 340 apotek yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan dikelompokkan menjadi 5 wilayah.
a. PT. Kimia Farma Apotek
PT. Kimia Farma Apotek mengelola sebanyak 340 Apotek yang tersebar diseluruh tanah air, yang memimpin pasar dibidang perapotekan dengan penguasaan pasar sebesar 19% dari total penjualan apotek di seluruh Indonesia. Apotek Kimia Farma melayani penjualan langsung dan melayani resep dokter dan menyediakan pelayanan lain, misalnya praktek dokter, optik, dan pelayanan OTC (swalayan) serta pusat pelayanan informasi obat.
Apotek Kimia Farma dipimpin oleh tenaga Apoteker yang bekerja full timer sehingga dapat melayani informasi obat dengan baik. Penambahan jumlah apotek merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memanfaatkan momentum pasar bebas AFTA, dimana pihak yang memiliki jaringan luas seperti Kimia Farma akan diuntungkan.
b. PT. Kimia Farma Trading & Distribution
PT. Kimia Farma Trading & Distribution, yang memiliki 40 cabang yang mendistribusikan obat-obatan dan alat-alat kesehatan yang diproduksi sendiri maupun yang
commit to user
diproduksi oleh pihak ketiga dengan perpegang pada prinsip untuk memenuhi kepuasan dan kebutuhan pelanggannya.
Dalam operasionalnya didukung dengan fasilitas pergudangan yang besar dan peralatan yang efisien serta armada transportasi yang terintegrasi dengan sistem informasi untuk mendukung kelancaran pengiriman barang ke seluruh Indonesia.
PT. Kimia Farma Trading & Distribution Surakarta adalah salah satu anak perusahaan dari PT. Kimia Farma.
Produk yang dihasilkan PT Kimia Farma Trading and Distribution yaitu produk Kimia Farma dan produk prinsipal (Pihak III). Produk prinsipal dari pusat antara lain:
Pharmasolindo, Bio Farma, Indo Farma, Beta Mahakam Farma, dan Erela.
1) Visi Dan Misi Perusahaan
Dalam menjalankan perusahaan, PT. Kimia Farma Trading and Distribution Surakarta juga memiliki visi dan misi yang menjadi acuan dalam menjalankan setiap kegiatan. Visi dan misi tersebut adalah:
commit to user a) Visi
Distributor Pilihan Utama bagi Prinsipal (The Leading Choice for Principle).
b) Misi
Memberikan pelayanan trading dan distribusi yang professional untuk memberikan keuntungan optimal bagi stakeholders.
2) Obat Ethical
Obat merupakan salah satu komponen yang tidak dapat tergantikan dalam pelayanan kesehatan.
Obat berbeda dengan komoditas perdagangan, karena selain merupakan komoditas perdagangan, obat juga memiliki fungsi sosial. Obat berperan sangat penting dalam pelayanan kesehatan karena penanganan dan pencegahan berbagai penyakit tidak dapat dilepaskan dari tindakan terapi dengan obat.
Obat ethical di PT. Kimia Farma Trading and Distribution Surakarta semuanya di produksi oleh PT.
Pharmasolindo / PT. Kimia Farma ethical yaitu sebuah unit produksi pabrik obat yang berada di Jakarta, kedua SBU ini mempunyai hubungan yang sangat erat karena seluruh produk obat yang di
commit to user
hasilkan oleh PT. Pharmasolindo di kelola dan dipasarkan oleh PT. Kimia Farma Trading and Distribution Surakarta dan sekaligus PT. Kimia Farma Trading and Distribution Surakarta menjadi distributor tunggal produk obat-obatan khususnya obat ethical dari PT. Pharmasolindo dan obat-obat ethical ini hanya dapat diperoleh di apotek Rumah Sakit maupun toko obat berizin.
Macam-macam obat ethical Pt. Kimia Farma yang dipasarkan PT. Pharmasolindo adalah sebagai berikut :
Tabel. III.1
Daftar Produk Obat Ethical
PT. Kimia Farma Trading And Distribution Surakarta
No Produk Komposis Harga Diskon
1 Coditam Codein 30mg, Paracetamol 241,950 5%
2 Codipront 10 Codein 30mg, Fenitolasamin 73,920 5%
3 Codipront Cum Codein 30mg, Fenitolasamin 82,900 5%
4 Codipront Cum Codein 30mg, Fenitolasamin 48,500 5%
5 Codipront Syr Codein 30mg, Fenitolasamin 44,500 5%
6 Co T Limas AKDR 38,500 15%
7 Co T Libi With AKDR 72,600 15%
8 Co T Limas AKDR 81,675 15%
9 Dasabion Antianemia 75,000 15%
10 Dexocort 10 Desoximetasone 0.25% 19,360 15%
commit to user
No Produk Komposis Harga Diskon
11 Diazink Zink Elemental 20mg 92,978 15%
12 Doxef 500 Cefadroxil 500mg 399,300 15%
13 Doxef Syr Cefadroxil 125mg 60ml 43,800 15%
14 Duvadilan Inj Isoksuprime 6amp 119,680 15%
15 Duvadilan Tab Isoksuprime 190,520 15%
16 Epidosin Inj Valetamate bromide 10 amp 165,000 15%
17 Extralac Laktulose 59,290 15%
18 Fungoral 200 Ketokonazole 200mg 139,700 15%
19 Fungoral C 10 Ketokonazole 12,705 15%
20 Gravynon Allylestrenol 91,960 15%
21 Kaftentar Losartan 50mg 222,525 15%
22 Kifarox 500 Cyprofloksaxin 500mg 84,700 15%
23 Kifluzol 150 Flukonazol 150mg 253,000 15%
24 Kifluzol 50 Flukonazol 50mg 180,000 15%
25 Kimoxil 500 Amoxilin 500mg 142,560 15%
26 Klotaren 25 Na Diklofenak 25mg 40,920 15%
27 Klotaren 50 NA Diklofenak 50mg 72,380 15%
28 Lacbon Laktobasilus sp 94,294 15%
29 Loprezol Lanzoprazol 254,100 15%
30 Lovequin 500 Levofloxacin 500mg 297,000 15%
31 Methovin Methil Ergometrin M 45,000 15%
32 Mikrodiol Pil KB 8,000 15%
33 Neurodial Methampiron 500mg, Diazepam 94,350 5%
34 Nirtokaf Retard Glyceril Trinitrat 2,5 mg 135,300 15%
35 Nopril Lisinopril 10mg 137,500 15%
36 Oracef 100 Cefixim 100mg 398,500 15%
37 Pankreoflat Enzim Pankreatin 210,540 15%
38 Pankreoflat For Enzim Pankreatin untuk anak 75,774 15%
39 Protofen 100 Ketoprofen 100mg 79,200 15%
40 Protofen Ketoprofen 100mg 20 Suppo 151,030 15%
41 Rahistin Loratadine 10 218,300 15%
42 Retaphyl SR Theophilin 300mg SR 139,150 15%
43 Sercol 8 Btahistin Dihidrochloride 8mg 235,950 15%
44 Top Gesic 500 As. Mefenamat 500mg 76,000 15%
45 Trimate E Neurotropic Vitamin 125,400 15%
46 Vagizol Metronidazol 5 Ovula 30,000 15%
47 Alegrin Citirizine 10gr 165,000 15%
48 Fungoral cr 5gr Ketokonazole 6,600 15%
commit to user
No Produk Komposis Harga Diskon
49 Kimoxil50 Amoxilin 500mg 96,800 15%
50 Extralac 60 Lactoluse 31,350 15%
51 Dexocort 5 gr Desoximetasone 0.25% 13,200 15%
52 Codipront 100 Codein 30mg, Fenitolosamin 630,650 5%
Sumber : PT. Pharmasolindo / PT. Kimia Farma Surakarta 5. Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan suatu kerangka yang menunjukkan seluruh kegiatan-kegiatan untuk pencapaian tujuan organisasi, hubungan antar fungsi-fungsi serta penerapan wewenang dan tanggung jawab. Dengan demikian suatu struktur organisasi meliputi pertimbangan bentuk dan sifat unit-unit organisasi satuan usaha, termasuk organisasi pengolahan data serta hubungan fungsi manajemen yang berkaitan dan pelaporan selain itu struktur 19 organisasi harus menetapkan wewenang dan tanggung jawab dalam satuan usaha dengan cara yang semestinya. Struktur organisasi ini mempunyai beberapa kepentingan, diantaranya adalah :
a. Struktur Organisasi diperlukan sebagai alat bantu bagi pimpinan untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuannya, supaya perusahaan dapat berjalan dengan baik dan kegiatan perusahaan dilaksanakan dengan lancar.
commit to user SUPERVISOR
PENJUALAN SUPERVISOR TU/
ADMINISTRASI
ADM KAS BANK ADM. HD&PD
PPn&PPh
ADM. INKASO PENAGIH REKENING
SALESMAN FAKTURIS I
PENGIRIM BARANG
KASIR SALES
ADMINISTRASI
KEPALA GUDANG KEPALA CABANG
FAKTURIS II
b. Struktur Organisai suatu satuan usaha memberikan kerangka kerja menyeluruh bagi perencanaan, pengarahan dan pengendali operasi.
c. Struktur Organisasi diperlukan untuk menetapkan tugas, wewenang dan tanggung jawab.
Struktur organisasi dalam PT. Kimia Farma Trading and Distribution Surakarta:
Gambar III.1
Struktur Organisasi Cabang Kelas III
PT. Kimia Farma Trading And Distribution Surakarta GUDANG NARKOTIK
commit to user 6. Deskripsi Jabatan
Diskripsi jabatan pada masing-masing bagian yang terdapat pada struktur organisasi PT. Kimia Farma Trading and Distribution akan dijelaskan sebagai berikut:
a. Kepala Cabang
Tugas-tugas kepala cabang antara lain adalah:
1) Menyusun dan merencanakan program kerja tahunan.
2) Bertanggung jawab atas tercapainya total penjualan dan laba sesuai pertumbuhan dan jumlah yang ditargetkan oleh perusahaan.
3) Menjaga dan meningkatkan citra perusahaan PT. Kimia Farma Trading and Distribution di lingkungan kantor dan seluruh area coverage cabang.
4) Melakukan kunjungan dan pembinaan terhadap pelanggan yang potensial dan pelanggan baru.
5) Melakukan koordinasi dengan prinsipal setempat untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan perusahaan 6) Melaksanakan pengadaan produk berdasarkan stock level
yang ditetapkan.
7) Mengatur tata laksana gudang sesuai dengan standarisasi.
8) Menetapkan sistem hantaran yang efektif dan efisien.
commit to user 9) Menganalisa mutu persediaan.
10) Bertanggung jawab atas aset cabang.
11) Melakukan pembinaan terhadap seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) di Cabang.
12) Menciptakan dan menjaga suasana yang kondusif dan harmonisasi hubungan kerja diantara seluruh karyawan yang ada di kantor cabang.
13) Melaksanakan kebijakan direksi tentang SDM.
14) Melaksanakan administrasi personalia.
15) Melakukan pengendalian terhadapa seluruh kegiatan administrasi internal perusahaan meliputi administrasi penjualan, pembelian, piutang dagang, hutang, kas, dan bank serta perpajakan, untuk memastikan kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan kebijakan akuntansi, keuangan, dan perpajakan.
16) Membantu dan melaksanakan proyek-proyek pusat di wilayah kerjanya.
17) Menjadi pimpinan koordinasi pemasaran produk Kimia Farma antara Kimia Farma Apotek, Marketing dan Kimia Farma Trading and Distribution.
b. Supervisor Penjualan
Tugas-tugas sebagai supervisor penjualan, yaitu:
commit to user
1) Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan penjualan pada kepala Pedagang Besar Farmasi (PBF).
2) Mengkoordinasi salesman dan menentukan target salesman, baik target pencapaian omzet maupun jumlah kunjungan tiap hari.
3) Melaksanakan supervisi kunjungan ke pelanggan.
4) Memantau pelaksanaan supply barang yang dipesan oleh pelanggan utamanya yang berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK).
5) Bersama tugas pembelian, membuat perencanaan pembelian.
c. Supervisor Tata Usaha (TU)/Administrasi
Tugas-tugas dari Supervisor Tata Usaha (TU)/administrasi adalah:
1) Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan tata usaha pada kepala PBF.
2) Memeriksa bukti penerimaan dan pengeluaran kas atau bank.
3) Memeriksa kebenaran buku penjualan, buku pembelian dan jurnal umum.
4) Membuat laporan hutang dan piutang dagang.
commit to user
5) Membuat konfirmasi piutang intern secara bulanan dan menyampaikan daftar faktur pengambilannya.
6) Membuat debet nota atas biaya beban kantor pusat.
d. Administrasi Pembelian
Tugas-tugas dari administrasi pembelian adalah:
1) Mengerjakan pengadaan barang dagangan, baik rutin maupun non rutin, baik intern maupun ekstern.
2) Mengecek barang yang datang dan mencocokkan dengan pesanan mengenai item, jumlah, harga dan kondisi diskonnya.
3) Konfirmasi pesanan yang belum dilayani.
4) Mengentry pembelian berdasarkan copy faktur/Surat Penghantar Barang (SPB)/Tanda Terima (TT) yang telah diakui penerimaannya oleh gudang.
5) Mencetak laporan pembelian tiap hari minggu.
e. Administrasi Inkaso
Tugas-tugas dari administrasi inkaso adalah:
1) Bertanggung jawab menerima dan menyimpan alat tagih dari kepala PBF sesuai dengan nama pelanggan dan nomor faktur.
commit to user
2) Membuat daftar faktur untuk faktur yang lebih dari 3 hari belum diterima dari pelanggan dan menanyakan pada penanggungjawab gudang.
3) Bersama dengan penagih rekening mengatur jadwal penagihan.
4) Membuat bukti pengeluaran faktur yang diambil penagih untuk penagihan ke pelanggan dan memantau keberhasilan penagihannya.
5) Membuat inkaso dan konfirmasi penerimaan uang dengan kasir.
6) Memberikan masukan mengenai pelanggan yang sulit ditagih dan membuat daftar hitam (blacklist) agar tidak dilayani.
7) Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan olek kasie TU dan atau kepala PBF.
8) Menyampaikan masukan dan usulan pada kasie TU dan atau kepala PBF.
f. Penagih Rekening
Tugas-tugas dari penagih rekening adalah:
1) Bersama petugas administrasi inkaso membuat jadwal penagihan.
commit to user
2) Melaksanakan penagihan dan meyerahkan hasil tagihan pada kasir dengan membuat nota inkaso yang ditanda tangani kasir dan diketahui administrasi inkaso.
3) Mengembalikan alat tagih (faktur atau tanda terima faktur) pada petugas inkaso untuk faktur yang tidak tertagih.
4) Bertanggung jawab terhadap inventaris kantor yang digunakan.
5) Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh kasie TU dan atau kepala PBF.
g. Fakturis
Tugas-tugas dari fakturis adalah:
1) Menerima pesasan via telepon.
2) Membuat faktur berdasarkan konsep pesanan dari salesman dan atau dari petugas penjualan tender atau instansi, dan selanjutnya menyerhkan pada penaggungjawab gudang.
3) Membuat laporan penjualan per periode dan per debitur atau produk.
4) Menerbitkan faktur Credit Nota (CN)
5) Entry faktur, dan print out faktur penjualan dan CN dengan menggunakan blanko faktur bernomor urut tercetak, dalam
commit to user
hal perlu penggantian harus dimintakan persetujuan supervisor penjualan
6) Mencetak faktur pajak standar dan sederhana serta CNnya bila CNnya ada untuk setiap faktur yang terbit.
7) Mengentry dan mencetak faktur komersial dan faktur pajak.
8) Menerima dan memeriksa faktur asli dari penaggung jawab gudang serta mencocokkan atau menyatukan dengan faktur pajak dan copynya.
h. Salesman
Tugas-tugas dari salesman adalah:
1) Membuat rencana kunjungan dengan koordinasi dengan bagian penjualan.
2) Mengadakan pembinaan pelanggan dan mencari order.
3) Memberikan masukan mengenai kondisi dan potensi pasar serta kegiatan kompetitor.
4) Membantu pengiriman barang bila ada pesanan cito (pesanan yang harus segera diantar).
5) Bertanggung jawab pada kendaraan inventaris kantor yang digunakan.
commit to user
i. Penaggung Jawab Narkotika (Gudang Narkotika)
Tugas dari penaggung jawab narkotika adalah sebagai pelaksana distribusi narkotika dan psikotropika dari pengadaan, penyimpanan dan penjualan serta pelaporannya.
j. Bagian Gudang
Tugas-tugas dari bagian gudang adalah:
1) Bertanggung jawab atas penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran barang di gudang.
2) Memeriksa barang yang masuk dan menerima berdasarkan dokumen pendukung (SPB/Copy Faktur/TT).
3) Memberikan masukan pada petugas pembelian mengenai barang yang sudah berkurang atau kosong.
4) Mengeluarkan barang bedasarkan faktur yang diterbitkan operator dengan memperhatikan nomor urut tercetak atau pengganti yang diparaf bagian penjualan.
5) Membuat administrasi gudang seperti kartu Administrasi Persediaan Gudang (APG), pengarsipan faktur penjualan dan pembelian.
6) Memberikan masukan pada penjualan barang yang menumpuk dan atau kurang laku.
commit to user k. Administrasi Kas dan Bank
Tugas dari administrasi kas dan bank adalah membuat bukti penerimaan dan pengeluaran kas atau bank dengan melekatkan bukti pendukung yang sah.
l. Administrasi Pajak
Tugas-tugas dari administrasi pajak adalah:
1) Menandatangani faktur pajak standar dan sederhana untuk setiap faktur yang terbit.
2) Membuat laporan pajak.
3) Setiap hari memeriksa buku penjualan dengan faktur pajak yang terbit.
4) Meneruskan faktur pajak CN pada inkaso untuk dimintakan tanda tangan pada pelanggan sebelum diperhitungkan dengan tagihannya.
5) Membuat laporan pajak (SSP + SPT PPh dan PPN).
m. Pengirim Barang
Tugas-tugas dari pengirim barang adalah:
1) Melaksanakan pengiriman barang baik dalam maupun luar kota.
commit to user
2) Membantu kegiatan gudang bila diperlukan oleh penaggung jawab gudang.
3) Mengantar kasir ke bank untuk menyetor atau mengambil uang.
4) Melaksanakan penyetoran kliring dan setoran pajak (PPN/PPh).
5) Bertanggung jawab terhadap kendaraan inventaris kantor yang digunakan.
6) Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh penanggung jawab gudang dan atau kepala PBF.
n. Kasir dan Administrasi Personalia
Tugas-tugas dari kasir dan administrasi personalia adalah:
1) Bersama kasi TU merencanakan pengeluaran uang sesuai cash budget.
2) Bertanggung jawab atas penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran uang.
3) Menjaga saldo kas atau bank agar tidak melampaui ketentuan yang berlaku. Saldo kas yang melebihi ketentuan disetor ke bank setiap hari dan saldo bank yang berlebihan ditransfer ke kantor pusat setiap hari jumat.