BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Radio publik lokal didirikan bertujuan untuk menyeimbangkan antara radio swasta dan radio komunitas dalam segi informasi, pendidikan, maupun hiburan. Radio Maritim Rasonia pada saat itu mendirikan radio siaran khusus informasi dan hiburan. Dan Radio Maritim berada di bawah naungan Badan Kerjasama Unsur Maritim (Baksumar) yang berlokasi di Pelabuhan Cirebon pada tahun 1965. Pada saat itu program siaran yang disajikan hanya informasi tentang kedatangan kapal barang ke Pelabuhan Cirebon maupun yang pergi serta hiburan bagi Anak Buah Kapal (ABK) yang bersandar di Pelabuhan.
Namun pada saat SK Menteri penerangan RI mengharuskan bahwa semua radio siaran swasta bergabung dalam wadah Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI).
Radio Maritim Rassonia bergabung dengan PRSSNI pada tahun 1972 dengan nomor keanggotaan 077-1/1972.Pada tahun 1980 Radio Maritim pindah lokasi menempati gedung sendiri di Jalan. Sudarsono 20, sebuah stasiun radio yang desainnya sesuai dengan persyaratan yang berlaku bagi radio siaran swasta. Menyadari bahwa radio maritim sudah menjadi bagian dari masyarakat untuk menjaga citranya mulaiah diadakan pembenahan khususnya dalam 3 hal yaitu manusia, bahan dan teknologi.Radio Maritim Rassonia memiliki daya pancar yang jangkauannya luas, Kota Cirebon, Kab.Cirebon, Kab Majalengka, dan Kab.Kuningan.Radio maritim dapat mengambil jumlah pendengar dari sms masuk, telpon, social media dan grafik database pendengar. Pendengar meliputi remaja dan dewasa ,karena banyaknya program yang sesuai dengan usia atau pun lagu sesuai pilihan nya.
Banyak radio di Cirebon dari yang lawas hingga sekarang modern dengan anak muda nya, tentu persaingan dan strategi akan di pakai agar radio ini tidak kalah dan tetap eksis di dalamnya. Salah satu nya Radio Maritim Rasonia yang sudah 50 tahun berdiri hingga sekarang, tentu nya dengan program yang tak kalah seru dengan radio lain. Tentunya radio maritim memiliki strategi sehingga radio ini tetap bertahan dan eksis. Salah satunya program Musik MAMIKU (Maritim Minta Kidung) siaran ini khusus untuk musik-musik terbaru baik indonesia maupun mancanegara, dan pendengarnya tak hanya remaja tapi
orang dewasa pun ada yang mendengar. Dimana bahwa teknologi dan informasi sekarang sudah mulai berkembang dengan pesat, apalagi di tambahnya aplikasi lagu terbaru yang mudah di download dengan mudah dan bisa di dengarkan setiap hari.Sedangkan radio hanya bisa di dengarkan sekali saat pendengar Request lagu pilihan nya. Tapi itu semua tak dikhawatirkan karena masih banyak pecinta radio yang setia untuk memberikan apresiasi nya, karena menurut mereka mendengarkan radio adalah sesuatu yang sangat menarik, bahkan dimana saat santai pun bisa mendengarkan musik dan berbagi pengalaman dengan penyiarnya. Karena radio merupakan media yang sudah lama digunakan, bahkan saat jaman kemerdekaan.Radio dulu sangat berkualitas dan sangat penting bagi masyarakat, karena banyak informasi yang didapat secara tepat.Walaupun terbatas dan hanya bisa di dengar dengan beberapa frekuensi tetapi radio tetap menjadi andalan masyarakat pada saat ini.
Radio merupakan media auditif (hanya bisa di dengar) murah, merakyat, serta bisa dibawa dan dengar dimana saja. J.B.Wahyudi, mendefinisikan radio sebagai alat pemancar gelombang elektromagnetik yang membawa muatan signal suara yang di bentuk dari microphone, kemudian pancaran ini diterima system antena yang diteruskan ke pesawat penerima (radio) dan sinyal radio di ubah kembali menjadi suara atau audio loadspeaker. (Achmad Setiyaji,2015:4)
Sehingga radio siaran mempunyai ciri dan sifat yang berbeda dengan media massa lainnya. jelas berbeda dengan surat kabar yang merupakan media cetak,juga dengan film yang bersifat mekanik optic. Dengan televisi, kalaupun ada persamaannya dalam sifatnya yang elektronik, terdapa perbedaan, yakni radio sifatnya audial, utelevise audiovisual.Karena sifatnya audiotori, untuk didengarkan, lebih mudah orang menyampaikan pesan dalam bentuk acara yang menarik.Penyajian hal yang menarik dalam rangka penyampaian suatu pesan, karena public sifat nya selektif. (Onong Ucriana,1991:18-19)
Menurut buku Elvinaro Ardianto (2007:125) radio siaran (Broadcasting) digunakan sebagai alat media komunikasi massa, di perkenalkan oleh Lee De Forest melalui radio siaran eksperimennya pada tahun 1916 telah menyiarkan kampanye pemilihan presiden amerika serikat antara wilson dan hughes kepada masyarakat umum,sehingga ia dianggap sebagai pelopor radio siaran, dan dijuluki the father of radio siaran atau bapak radio siaran yang juga menyiarkan berita radio siaran.
Seiring berkembangnya zaman menuju zaman modern maka berkembang juga media massa pada saat ini, salah satunya media massa elektronik. Televisi media massa yang sifat nya audio visual bisa didengar dan dilihat langsung dalam layar, adapun acara Musik ketika ditayangkan tak hanya di dengar tetapi juga bisa dilihat, meskipun dijaman sekarang televisi merupakan media yang sangat di gemari bahkan di tonton jutaan massa di muka bumi ini. Namun melihat seiringnya zaman masih ada masyarakat yang menyukai bahkan mendengarkan siaran radio, baik lagu atau pun informasi yang bisa didapat oleh siaran radio.karena radio sifatnya yang santai, sehingga orang bisa menikmatinya acara siaran radio sambil makan, tidur, bekerja bahkan menggemudikan mobil. Tidak demikian dengan media massa lainnya.
Saat ini radio sering kali tertinggal dengan media lain, ketika televisi banyak memberikan perhatian khalayak radio siaran, khalayak memperkiraan bahwa radio siaran berada diambang kematian. Radio adalah media massa elektronik tertua dan sangat luwes.
Radio siaran mendapat julukan kekuatan kelima atau the fifth estate. Hal ini disebabkan radio juga dapat melakukan fungsi kontrol sosial seperti surat kabar, disamping empat fungsi lainnya yakni memberi informasi, menghibur, mendidik, dan melakukan persuasi.
(Elvinaro Ardianto,2007:123)
Maka radio harus bisa bersaing dengan media lain untuk memenuhi kebutuhan pendengar. Khalayak harus mendapat alternatif siaran untuk memperoleh informasi, pendidikan dan hiburan.Dengan adanya kemajuan elektronik yang memudahkan khalayak untuk mendapatkan nya secara mudah, misalnya musik denngan gadget yang ada bisa membuat masyarakat tertarik untuk mengunduh dan menikmati sajian musik setiap saat.Tak hanya gadget dari siaran televisi dengan acara musik, MP3, Itunes, dan CD.Melalui media tersebut semakin banyak khalayak yang memutar musik favorit nya.
Hal ini meyebabkan radio ditinggalkan karena massa nya yang sudah diikuti oleh zaman.
Adapun yang dimaksud dengan strategi program adalah perencanaan, dalam hal ini mencangkup keseluruhan penjadwalan stasiun penyiaran dan jadwal penyiaran.
Sebagaimana yang telah diungkapkan Pringle Star dan rekannya bahwa “ Program planning involves the development of short-, medium-,and long-range plans to permit the station to attain its programmingand financial objective”ini berarti perencanaan program mencakup pekerjaan mempersiapkan rencana jangka pendek, menengah, dan jangka panjang yang memungkinkan stasiun penyiaran untuk mendapatkan tujuan program dan tujuan keuangannya. Pada stasiun radio mencakup pemilihan format dan isi program yang
dapat menarik dan memuaskan kebutuhan audien yang terdapat pada suatu segmen audien berdasarkan demografi tertentu. Dan perencaan program radio juga mencakup mancari penyiar yang memiliki kepribadian dan gaya yang sesuai dengan format yang sudah dipilih stasiun bersangkutan. (Morissan,2008:274)
Ketertarikan penulis untuk meneliti Strategi Radio Publik Lokal di radio maritim dalam memperoleh minat pendengar khusunya pada program siaran MAMIKU (Maritim Minta Kidung) di Radio Maritim Rasonia merupakan salah satu dari 8 program siaran yang berhasil memperoleh minat pendengar, dan jika dilihat dari usia program tersebut baru berjalan sekitar satu tahun. Tetapi pada pelaksanaan masih kekurangan Sumber Daya Manusia yaitu penyiar (anonuncer), hal ini dikarenakan penyiar yang seharusnya mengisi acara MAMIKU yang ditempatkan diujung waktu akan tetapi mengisi juga pada awal waktu untuk menggantikan penyiar yang tidak bisa hadir, sehingga terkadang kurang optimal dari segi penyampaian pesan. Padahal proses penyampaian siaran membutuhkan persiapan dan perencanaan agar menghasilkan program yang berkualitas, baik itu dilihat dari kondisi fisik dan pikiran dan program siaran lebih terfokus kepada wawasan mengenai musik terkini. Oleh karenanya Radio Maritim dituntut mampu menemukan strategi yang tepat untuk bertahan dan semakin berkembang pesat dan mengharuskan radio Maritim menempatkan diri pada posisi yang tepat.
Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk meneliti bagaimana strategi Radio Maritim 102.6 FM yang hampir berdiri selama puluhan tahun, tetapi pada konsep program MAMIKU (Maritim Minta Kidung) yang baru berjalan sekitar satu tahun berhasil mendapatkan respon dari para pendengar.Fokus peneliti hanya pada satu strategi yaitu
“strategi program” yang digunakan dalam memperoleh minat pendengar terdiri dari perencanaan program, produksi program, serta pengawasan dan evaluasi program.
1.2 Perumusan Masalah A. Identifikasi Masalah
a) Wilayah Penelitian termasuk kedalam kategori Komunikasi Massa yaitu Radio Siaran.
b) Pendekatan Penelitian yang digunakan Penulis adalah Deskriptif (menggambarkan objek sesuai apa adanya).
c) Masalah yang di teliti penulis yaitu berkenaan strategi yang diterapkan Radio Maritim dalam mempertahankan minat pendengar.
B. Pembatasan Masalah
Untuk menghindari meluasnya permasalahan. Radio Maritim Rasonia yang akan menjadi sasaran peneliti dan lebih dikhususkan pada program siaran music MAMIKU (Maritim Minta Kidung), guna melakukan penelitian tentang strategi yang dilakukan dalam upaya memperoleh minat pendengar.
C. Pertanyaan Penelitian
a) Bagaimana strategi perencanaan dalam program siaran musik
MAMIKU (maritim minta kidung) di Radio Maritim Rasonia dalam memperoleh minat pendengar ?
b) Bagaimana strategi produksi program terhadap siaran musik MAMIKU (maritim minta kidung) di Radio Maritim Rasonia dalam mempertahankan minat pendengar?
c) Bagaimana strategi evaluasi program musik MAMIKU (maritim minta kidung) di Radio Maritim Rasonia?
1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian A. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan masalah perumusan diatas maka yang menjadi tujuan penelitian adalah ingin mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana upaya Program MAMIKU dalam memperoleh minat pendengar.
a) Untuk mengetahui strategi perencanaan program siaran musik MAMIKU (Maritim Minta Kidung) di Radio Maritim Rasonia dalam memperoleh minat pendengar.
b) Untuk mengetahui strategi produksi program siaran musik MAMIKU
(Maritim Minta Kidung) di Radio Maritim Rasonia dalam memperoleh minat pendengar.
c) Untuk mengetahui strategi pengawasan dan evaluasi program MAMIKU (Maritim Minta Kidung) di Radio Maritim Rasonia.
B. Kegunaan Penelitian
Kegunaan Teoritis
Untuk memberikan ide serta gagasan untuk kepentingan akademik dan memberikan masukan khususnya untuk radio siaran. Memberikan referensi bagi mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam yang berminat mengadakan penelitian tentang strategi dalam upaya mempertahankan pendengar radio
Kegunaan Praktis a. Kegunaan bagi peneliti
Penelitian ini diharapkan dapat memberi pengetahuan dan pengalaman, khususnya dalam mempelajari konten acara sebuah stasiun radio. Selain itu peneliti juga dapat mengetahui cara mengembangkan melalui siaran radio.
Dalam Program music MAMIKU (Maritim Minta Kidung) peneliti ingin mengetahui strategi agar program ini tetap eksis di kalangan anak muda, dengan mendengarkan music-musik terbaru melalui siaran e tidak dari televisi atau gadget yang sekarang mudah sekali untuk untuk mendapatkan music terbaru.
b. Kegunaan bagi Radio Maritim Rasonia
Adapun kegunaan bagi radio maritim diharapkan bisa menjadi referensi dan masukan untuk mengembangkan program radio ke arah yang lebih baik lagi.Bahwa dengan program musik yang sekarang masih banyak masyarakat yang tertarik untuk mendengarkan radio walaupun hanya musik tapi ada juga informasi yang diberikan penyiar sehingga tetap eksis dan di sukai masyarakat.
1.4 Kerangka Pemikiran
A. Pengertian Strategi
Strategi adalah suatu rencana yang diutamakan untuk mencapai suatu tujuan.
Melalui strategi,manajemen mengartikan rencana berskala besardan berorientasi ke masa yang akan datang untuk berinteraksi dengan lingkungan yang kompetitif untuk mencapai tujuan organisasi yang merefleksikan kesadaran suatu organisasi mengenai bagaimana,kapan,dan dimana organisasi itu akan bersaing: terhadap siapa organisasi harus bersaing, dan apa maksud organisasi bersaing.
Beberapa koperasi mungkin memiliki tujuan yang sama , akan tetapi strategi yang di pakai untuk mencapai tujuan tersebut dapat berbeda. Jadi suatu strategi di buat berdasarkan tujuan,maka strategi memiliki beberapa sifat (jauch and glueck,1999:20) sebagai berikut:
(1) Unfield. Menyatukan seluruh bagian dalam perusahaan (2) Complex.Bersifat menyeluruh mencakup seluruh aspek dalam perusahaan (3) Integral. Dimana seluruh strategi akan sesuai dari seluruh tingkatan. Pada dasar nya manajemen strategi adalah seni dan ilmu dalam pembuatan (formulating), penerapan (implementing) dan evaluasi (evaluating) keputusan-keputusan strategi antara fungsi yang memungkinkan sebuah organisasi mencapai tujuan di masa yang akan datang (Amirullah,2015:5)
B. Fungsi Manajemen
Dalam Organisasi atau suatu perusahaan tentu memiliki Fungsi Manajemen agar suatu perusahaan dapat mencapai suatu tujuan yang inginkan agar tetap berjalan dengan baik. Maka Fungsi tersebut secara garis besar dapat dipahami bahwa seluruh kegiatan manajemen tidak dapat terlepas dari proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi. Fungsi Commanding dapat dikatakan sebagai bagian dari fungsi Organizing karena setia organisasi secara struktural memiliki hierarkis kepemimpinan atau manajerial yang sistematis, yang didalam nya diprakrikan tentang garis komando secara hierarkis yang berhubungannya dan otoritas dan tanggung jawab anggota organisasi. (Anton Athoillah,2010:98)
1. Perencanaan (Planning)
Planning berasal dari kata plan yang artiya rencana, rancangan,maksud dan niat. Perencanaan merupakan proses kegiatan, sedangkan rencana merupakan hasil perencanaan. Dimana suatu kegiatan yang berkaitan dengan usaha merumuskan program yang didalam nya memuat segala sesuatu yang akan dilaksanakan, penentuan tujuan, kebijaksanaan, arah yang akan ditempuh, prosedur dan metode yang akan di ikuti dalam usaha pencapaian tujuan. Perencaan merupakan tugas seorang manajer untuk menentukan pilihan dari berbagai alternative, kebijaksaan, prosedur, dan proram. Perencanaan juga merupakan keseluruhan proses perkiraan dan penentuan secara matanghal-hal yang akan dikerjakan pada masa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
2. Organizing (Organisasi)
Suatu Proses dengan menghubungkan orang-orang terlibat dalam organisasi tertentu dan menyatu tugas serta fungsi dalam organisasi.Dimana pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab secara terperinci berdasarkan bagian dan bidangnya masing-masing sehingga terintegrasi hubungan-hubungan kerja yang sinergis, koperatif yang harmonis dan seirama dalam mencapai tujuan yang telah disepakati bersama. Agar tercapainya suatu organisasi yang baik maka ada nya pengarahan (mencakup pemberian motivasi, supervisi, dan koordinasi) terdiri atas:
a. Memberikan bimbingan, motivasi, dan melakukan supervisi
b. Memprakarsai dan memberikan pengarahan dalam melaksanakan rencana pengambilan keputusan-keputusan
c. Mengeluarkan instruksi khusus dan
d. Menetapkan perincian waktu dan kerangka biaya
3. Actuating (Penggerakan)
Actuating merupaka kegiatan yang menggerakan dan mengusahakan agar para pekerja melakukan tugas dan kewajibannya. Sesuai dengan keahlian dan proporsinya segera melaksanakan rencana dalam aktifitas yang konkret sehingga tujuan yang telah ditetapkan searah, dengan selalu mengadakan komunikasi, hubungan kemanusiaan yang baik, kepemimpinan yang efektif, memberikan motivasi, serta membuat perinta serta instruksi serta mengadakan supervise, dengan meningkatkan sikap dan moral setiap anggota. Yang harus diperhatikan saat actuating ialah :
a. Penetapan saat awal pelaksanaan rencana kerja
b. Pemberian contoh tata cara pelaksanaan kerja dari pimpinan
c. Pemberian motivasi agar bekerja sesuai tanggung jawab dan tugas nya masing-masing
d. Adanya komunikasi suluruh arah pekerjaan dengan semua unit kerja e. Pembinaan para pekerja
f. Peningkatan mutu dna kualitas kerja g. Pengawasan kinerja dan moralitas pekerja
4. Controlling (Pengendalian)
Dengan meneliti dan mengawasi agar semua tugas dapat dilakukan dengan baik dan sesuai dengan peraturan yang ada atau sesuai dengan deskripsi kerja masing-masing.Dan pengendalian dapat dilakukan secara vertikal maupun horizontal, dimana terdapat atasan yang melakukan pengontrolan kepada bawahannya, Demikian pula bawahan dapat melakukan kritik kepada atasan. Dimana Pengendalian di bagi menjadi 3 yaitu :
1. Penelitian terhadap hasil kerja sesuai dengan rencana/program kerja 2. Pelaporan hasil kerja dan pendataan berbagai masalah
3. Evaluasi hasil kerja dan problem solving C. Tinjauan Radio
Pengertian Radio
Radio merupakan media auditif (hanya bisa di dengar), murah, merakyat, serta bisa dibawa dan bisa didengar dimana saja. J.B.Wahyudi , mendefinisikan radio sebagai alat pemancar gelombang elektromagnetik yang membawa muatan signal suara yang di bentuk dari microphone, kemudian pancaran ini diterima system antena yang diteruskan ke pesawat penerima (radio) dan sinyal radio di ubah kembali menjadi suara atau audio loadspeaker. (Achmad Setiyaji,2015:4)
Widjaja (2010:79) Radio merupakan media massa yang penting, dan masyarakat lebih mudah menangkap atau mendengarkan radio daropada media lainnya. Siaran akan lebih cepat sampai ke pendengarnya tanpa memandang perbedaan letak geografis, daripada berita-berita disurat kabar kepada pembacanya.
D. Kekuatan Radio Siaran a. Kekuatan Daya Langsung
Daya langsung siaran radio berkaitan dengan proses penyusunan dan penyampaian pesan pada pendengarnya yang relatif cepat. Suatu pesan yang disampaikan melalui surat kabar aan membutuhkan waktu yang relatif lama.
Pemberitaan dengan surat kabar harus disusun secara panjang, diset,koreksi,dicetak,angkut kepada para agen, dan disebarkan kepada para pelanggan. Sedangkan dalam siaran radio, berita sudah dikoreksi dan di cek kebenarannya serta dapat langsung dibacakan,bahkan radio siaran dapat
menyiarkan suatu peristiwa yang tengah berlangsung melalui radio siaran reportase atau siaran pandangan mata.
b. Daya Tembus
Melalui benda kecil yang namanya radio siaran, kita dapat mendengarkan berita dari BBC London, atau ABC di Australia. Dengan mudahnya bisa memindahkan channel dari stasiun radio siaran ke stasiun radio lain, padahal jarak Indonesia dengan Inggris maupun Australia sangat jauh dan dipisahkan oleh luasnya laut serta tingginya gunung. Sama hal nya dengan media televisi yang memerlukan biaya dan peralatan yang lebih kompleks, karena jika tidak ada stasiun relay maka, siaran tekevisi tidak dapat diterima. Karena nya kekuatan daya tembus ini yang menyebabkan radio siaran memiliki peran penting bagi rakyat Indonesia yang tersebar diberbagai ribuan pulau.
c. Daya Tarik
Radio siaran mempunyai kekuatan dalam memperoleh; daya tarik. Daya tarik ini di sebabkan karena adanya sifat yang serba hidup berkat tiga unsur yang ada padanya, yakni musik, kata-kata dan efek suara (Sound effect). Tulang punggung radio adalah musik.orang menyetel pesawat radio siaran , terutama adalah untuk mendengarkan musik, mendengarkan sandiwara, wayang (golek atau kulit), serta acara hiburan lainnya. Hampir setiap acara radio siaran dikemas dalam bentuk hiburan, setidaknya acara siaran kata pun diselingi musik atau efek suara.Efek suara menjadikan daya tarik sendiri bagi pendengar radio siaran. Contoh popular mengenai efek suara dalam sandiwara radio siaran yang menggem parkan khalayak adalah cerita fiktif yang berjudul “The War of the Worlds” karangan H.G. Wells yang menggambarkan penyerbuan makhluk-makhluk planet Mars ke dunia yang diadaptasi oleh Orson Wells ada tahun 1938. Sama hal nya dengan Drama radio siaran disiarkan melalui stasiun radio Columbia Broadcasting System (CBS) di New Jersey Amerika Serikat. Drama fiktif ini dianggap oleh pendengar bahwa inilah kejadian sebenarnya, sehingga mereka menyangka kota New York diserang oleh makhluk-makhluk menyeramkan dari planet lain. Inilah salah satu bukti bahwa kata-kata dan efek suara radio siaran dapat menimbulkan dampak yang luar biasa. (Elvinaro Ardianto,2007:128-131)
11
E. Kelemahan Radio
Inilah yang dikatakan Meeske kelemahan radio, diantaranya:1
1) Radio is aural only. Satu-satunya cara yang diandalkan radio untuk
menyampaikan pesan adalah bunyi (sound). Radio berbeda dengan media massa televisi yag dilengkapi dengan gambar untuk membayangkan kejadian sesungguhnya, biasanya pendengar menggunakanteaterimajinasinya sendiri.
2) Radio message are short lived. Pesan radio bersifat satu arah, sekilas, dan tidak dapat ditarik lagi begitu diudarakan. Karena itu menyampaikan pesan melalui radio bukan pekerjaan main-main. Tetapi harus dilakukan dengan hati-hati dan penuh ritanggung jawab.
3) Radio listening is prone to distraction. Radio penuh dengan gangguan.
Pendengar adalah unsur terpenting dalam menikmatinya, karena jika pendengaran terganggu maka tidak ada lagi cerita dalam kehidupan radio.
Selain itu juga pendengar radio biasanya tidak hanya terfokus mendengarkan, melainkan sambil melakukan pekerjaan lain. Akibatnya konsentrasi cepat terpecah.
F. Karakteristik Radio Siaran 1. Auditori
Sifat auditori sebagai konsekuensi dari radio siaran untuk di dengar. Karena kemampuan mendengar manusia itu terbatas,maka pesan komunikasi melalui radio siaran diterima dengan selintas. Pendengar tidak dapat mendengar kembali(rehearing) informasi yang tidak jelas diterimanya, karena ia tidak bisa meminta kepada komunikator atau penyiar untuk mengulang informasi yang hilang tersebut, kecuali ia merekamnya. Ketika pendengar menemukan istilah yang tidak dimengerti, kemudian berusaha mencari arti istilah tersebut, ia akan kehilangan informasi berikutnya. Dibandingkan dengan media cetak. Ketika pembaca menemukan istilah yang tidak di pahaminya, maka ia dapat bertanya kepada orang lain atau mencari nya dalam kamus. Dengan demikian, pesan radio siaran harus disusun secara singkat dan jelas atau concise.(Elvinaro Ardianto,2007:131)
1 http://mudillahamsir.blogspot.co.id/2014/10/karakteristik-keunggulan-dan-kelemahan.html
2. Radio is the now
Ditinjau dari nilai aktualitas berita, mestinya radio siaran di bandingkan dengan media massa lainnya adalah yang paling actual. Selain hitungan waktu nya dalam detik , proses penyampaian pesannya lebih simple. Radio siaran juga seringkali melakukan liputan langsung dari tempat kejadian. Dalam radio siaran, dikenal istilah rewriting to update(Hall,1974). Misalkan pasar Tanah Abang di Jakarta pada pukul 03.00 pagi terbakar. Lima menit kemudian,satpam pasar tanah abang yang bernama dimana melakukan kontak dengan radio Elshinta dan mengabarkan pada kru radio Elshinta tentang kebakaran tersebut, jam kejadiannya, dan lokasi kejadiannya. Sebagai radio yang mengutamakan pemberitaan yang baik, reporter Elshinta tentu tidak percaya begitu saja. Dia harus menggali informasi lebih banyak pelapor, dan harus mengkonfirmasi tersebut kepada pihak-pihak terkait seperti dinas pemadam kebakaran, polsek setempat, dan lainnya. Setelah reporter itu cukup memperoleh data untuk sebuah berita, maka berita itu sudah dapat diudarakan, tanpa ia harus mandi dan berdandan rapih. Dengan terus menerus kontak perjam dengan narasumber yang cukup kredibel, radio Elshinta dapat memberitakan perkembangan setiap jamnya sehingga pendengar selalu memeroleh informasi terbaru, dalam lead yang berubaha-ubah sesuai dengan perkembangan peristiwa.(Elvinaro Ardianto,2007:132)
3. Imajinatif
Karena hanya indera pendengar yang digunakan oleh khalayak, dan pesannya berimajinasi. Dengan kata lain,pendengar radio siaran bersifat imajinatif. Kita semua mungkin pernah mendengar reporter radio yang melaporkan siaran langsung pertandingan sepak bola.Reporter dengan suara nyaring dan irama bicara cepat melaporkan jalannya pertandingan denga mengikuti perpindahan bola dari satu pemain kepada pemain lainnya.Sekalipun tidak berada di lapangan untuk menonton pertandingan yang sesungguhnya, emosi kita sering kali terbawa suasana sebagaimana yang disampaikan reporter, seperti ketika bola masuk gawang, gagalnya tendangan penalty, dan protesnya pemain terhadap wasit saat diberi kartu kuning. (Elvirano Ardianto,2007,131-132)
13
G. Tinjauan tentang Pendengar
Definisi Minat adalah dorongan atau keinginan dalam diri seorang pada objek tertentu.Misalnya minat terhadap olahraga, pelajaran atau hobi.Karena minat bersifat pribadi (individual).artinya, setiap orang memiliki minat yang bisa saja berbeda dengan minat orang lain. Biasa nya berkaitan denggan motivasi seseorang , sesuatu yag dipelajari, dan dapat berubah-ubah tergantung kebutuhan, pengalaman, dan mode yang sedang trend bukan bawaan sejak lahir, sehingga memunculkan pada minat seseorang tergantung pada kebutuhan fisik, sosial, emosi dan pengalaman.2
Khalayak adalah pendengar radio. Pendengar adalah sasaran komunikasi massa yang melalui media radio siaran. Komunikasi dapat dikatakan efektif, apabila pendengar terpikat perhatiannya, tertarik terus minatnya, mengerti, tergerak hatinya dan melakukan kegiatan apa yang dinginkan si pembicara3
Sifat pendengar radio heterogen. Berbeda dalam usia, pendidikan, jenis, kelamin, dan status kehidupan. kekuatan radio sama sekali belum menjamin bahwa pesan yang disampaikan oleh reporter dapat diterima dan dimengerti oleh khalayak.
Maka konsep pesan dalam penyajian suatu acara harus di upayakan ringkas dengan membatasi fakta, karena pikiran pendengar tidak dapat menyimpan informasi yang jumlahnya banyak. (Helena Olii,2009:18)
2http://www.pengertianahli.com/2014/04/pengertian-minat-apa-itu-minat.html
3http://pelangiblossoms.blogspot.co.id/2010/11/pendengar-radio-sebagai-audience.html
1.5 SISTEMATIKA PENULISAN
Penelitian ini terdiri dari lima bab yang masing-masing saling berkaitan:
a. Bab I Pendahuluan, yang akan dijadikan acuan langkah penulis untuk melakukan penelitian skripsi. Bab ini berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, tinjaun pustaka, kerangka pemikiran, dan metode penelitian, sistematika, pembahasan.
b. Bab II Tinjaun Pustaka meliputi: tela’ah peneneliti yang relevan, tinjauan komunikasi massa, tinjauan tentang radio publik lokal, tinjauan tentang simpati pendengar, tinjauan tentang strategi.
c. Bab III Objek Penelitian: Profil Radio Maritim Rassonia Cirebon, Sejarah Berdirinya, Visi dan Misi Radio Maritim Rassonia, Program Radio Maritim Rassonia .
d. Bab IV Data dan Pembahasan yaitu menjelaskan tentang temuan-temuan penelitian, kemudian pembahasan temuan-temuan penelitian
e. Bab V Penutup, yang akhirnya berisi kesimpulan dan saran.
15