• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK. Kata Kunci: Nilai Perusahaan, Manajemen Laba, Tobin Q, Discretionary Accruals. vii

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ABSTRAK. Kata Kunci: Nilai Perusahaan, Manajemen Laba, Tobin Q, Discretionary Accruals. vii"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

vii

Judul : Pengaruh Manajemen Laba pada Nilai Perusahaan (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2015)

Nama : I Putu Adi Surya Lesmana

NIM : 1306305092

ABSTRAK

Tujuan didirikannya perusahaan selain untuk memeroleh laba adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan merupakan nilai pasar perusahaan yang dapat mencerminkan kemakmuran pemegang saham. Proses memaksimalkan nilai perusahaan selalu terganggu akibat adanya masalah keagenan antara pemegang saham dengan manajer. Permasalahan keagenan muncul karena manajer selalu memiliki lebih banyak informasi mengenai perusahaan daripada pemegang saham. Keterbatasan informasi yang dimiliki pemegang saham memotivasi manajer melakukan kecurangan untuk memaksimalkan kepentingan pribadinya. Manajemen laba merupakan bentuk kecurangan yang dilakukan manajer dengan cara memanipulasi laba baik dengan menaikkan laba (income

increasing) maupun menurunkan laba (income decreasing) untuk memeroleh

keuntungan tertentu. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris mengenai pengaruh manajemen laba dengan pola

income increasing dan income decreasing pada nilai perusahaan.

Nilai perusahaan dalam penelitian ini dihitung menggunakan Tobin Q. Manajemen laba dapat dilihat melalui discretionary accruals yang dihitung menggunakan modified Jones model. Penelitian ini mengambil populasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2015. Sampel dipilih didasarkan pada teknik purposive sampling, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 123 dengan jumlah pengamatan sebanyak 142 pengamatan untuk kelompok manajemen laba dengan income increasing dan 164 pengamatan untuk kelompok manajemen laba dengan pola income decreasing. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel manajemen laba pola income

increasing berpengaruh positif pada nilai perusahaan. Sedangkan manajemen laba

dengan pola income decreasing berpengaruh negatif pada nilai perusahaan. Kata Kunci: Nilai Perusahaan, Manajemen Laba, Tobin Q, Discretionary Accruals.

(2)

viii DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

PERNYATAAN ORISINALITAS ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

ABSTRAK ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Masalah ... 1

1.2Rumusan Masalah Penelitian ... 5

1.3Tujuan Penelitian ... 6

1.4Kegunaan Penelitian ... 6

1.5Sistematika Penulisan ... 7

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1Landasan Teori dan Konsep ... 9

2.1.1 Teori Keagenan ... 9

2.1.2 Teori Sinyal ... 11

2.1.3 Nilai Perusahaan ... 12

2.1.4 Manajemen Laba ... 14

2.2Hipotesis Penelitian ... 16

2.2.1 Pengaruh Manajemen Laba dengan Income Increasing pada Nilai Perusahaan ... 17

2.2.2 Pengaruh Manajemen Laba dengan Income Decreasing pada Nilai Perusahaan ... 18

BAB III METODE PENELITIAN 3.1Desain Penelitian ... 20

3.2Lokasi atau Ruang Lingkup Wilayah Penelitian ... 21

3.3Objek Penelitian ... 22

3.4Identifikasi Variabel ... 22

3.5Definisi Operasional Variabel ... 22

3.6Jenis dan Sumber Data ... 26

3.7Populasi, Sampel, dan Metode Penentuan Sampel ... 27

3.8Metode Pengumpulan Data ... 27

3.9Teknik Analisis Data ... 28

3.9.1. Statistik Deskriptif ... 28

3.9.2. Uji Asumsi Klasik ... 29

3.9.3. Analisis Regresi Linier Sederhana ... 30

(3)

ix

3.9.5. Uji Hipotesis ... 31

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1Deskripsi Sampel Penelitian ... 33

4.2Statistik Deskriptif ... 35

4.3Uji Asumsi Klasik ... 38

4.3.1 Uji Normalitas ... 39

4.3.2 Uji Heteroskedastisitas ... 40

4.3.3 Uji Autokorelasi ... 40

4.4Analisis Regresi Linier Sederhana ... 41

4.5Koefisien Determinasi (R2) ... 43

4.6Uji Hipotesis ... 44

4.7Pembahasan Hasil Penelitian ... 45

4.7.1. Pengaruh Manajemen Laba dengan Income Increasing pada Nilai Perusahaan ... 45

4.7.2. Pengaruh Manajemen Laba dengan Income Decreasing pada Nilai Perusahaan ... 46

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1Simpulan ... 48

5.2Saran ... 49

DAFTAR RUJUKAN ... 50

(4)

x

DAFTAR TABEL

No. Tabel Halaman

4.1 Proses Pemilihan Sampel ... 34

4.2 Statistik Deskriptif Kelompok Manajemen Laba dengan Income Increasing ... 36

4.3 Statistik Deskriptif Kelompok Manajemen Laba dengan Income Decreasing... 37

4.4 Hasil Uji Normalitas ... 39

4.5 Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 40

4.6 Hasil Uji Autokorelasi... 41

4.7 Hasil Analisis Regreasi Linier Sederhana Kelompok Manajemen Laba dengan Income Increasing ... 42

4.8 Hasil Analisis Regreasi Linier Sederhana Kelompok Manajemen Laba dengan Income Decreasing ... 43

(5)

xi

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Halaman

(6)

xii

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Halaman

1. Daftar Sampel Perusahaan Manufaktur ... 54

2. Tabulasi Nilai Setiap Variabel ... 58

3. Hasil Analisis Statistik Deskriptif ... 66

4. Hasil Uji Normalitas ... 67

5. Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 68

6. Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana Kelompok Manajemen Laba dengan Income Increasing ... 69

7. Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana Kelompok Manajemen Laba dengan Income Decreasing... 70

(7)

1 BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan tentang alasan dari pengambilan topik penelitian ini. Penjelasan mengenai alasan pengambilan topik akan dijabarkan pada latar belakang masalah. Latar belakang masalah kemudian akan menjadi dasar dalam membuat rumusan masalah penelitian. Tujuan dan kegunaan penelitian akan dijabarkan sesuai dengan rumusan masalah. Terakhir, bab ini membahas sistematika penulisan dalam penelitian ini.

1.1 Latar Belakang Masalah

Perusahaan didirikan karena memiliki tujuan yang jelas. Secara umum tujuan didirikannya perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan atau laba. Namun, lebih jauh perusahaan didirikan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan yang dimilikinya. Nilai perusahaan sangat berguna karena mampu menarik minat sumber-sumber dana potensial yang ada. Perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya tentunya akan selalu membutuhkan dana.

Nilai perusahaan juga menggambarkan kesejahteraan para pemegang saham. Semakin tinggi nilai perusahaan, maka semakin sejahtera pula para pemegang sahamnya (Wahyudi dan Pawestri, 2006). Nilai perusahaan yang tinggi tentu akan membuat investor memiliki naluri lebih untuk menginvestasikan dananya pada perusahaan tersebut. Oleh karena itu, memiliki nilai perusahaan yang tinggi tentu menjadi motivasi setiap perusahaan.

Proses untuk mencapai nilai perusahaan yang optimal akan tercapai apabila ada kesinambungan tujuan maupun kepentingan antara manajer dan stakeholder

(8)

2

(khususnya pemegang saham). Namun, pada kenyataannya proses optimalisasi nilai perusahaan selalu terganggu oleh adanya konflik antara manajer dengan pemegang saham (Tanjung, dkk., 2015). Konflik tersebut sering disebut dengan konflik keagenan. Dalam teori keagenan dijelaskan bahwa konflik keagenan akan muncul apabila adanya asimetri informasi antara manajer dengan pemegang saham. Manajer yang pada kenyataannya lebih dekat dengan kegiatan operasional perusahaan akan memiliki seluruh informasi berkaitan dengan perusahaan. Masalah akan timbul apabila manajer tidak merefleksikan seluruh informasi yang dimilikinya di dalam laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan media manajer untuk mempertanggungjawabkan hasil kinerjanya dan untuk pemegang saham dalam menilai kinerja perusahaan.

Manajer yang tidak merefleksikan seluruh informasi yang dimilikinya mengindikasikan adanya tujuan dan kepentingan pribadi dalam menjalankan tugasnya. Hal tersebut tentu tidak sesuai dengan tujuan perusahaan yaitu mensejahterakan seluruh pihak dalam perusahaan. Pihak pemegang saham akan sangat dirugikan oleh adanya kepentingan pribadi manajer tersebut. Dalam keadaan tersebut akan timbul biaya-biaya untuk memastikan bahwa manajer akan bertindak untuk tidak merugikan pemegang saham (Jensen and Meckling, 1976).

Ketimpangan informasi yang dimiliki manajer dan pemegang saham membuat manajer dapat leluasa untuk melakukan manajemen laba. Manajemen laba dilakukan oleh manajer didasarkan pada berbagai macam motivasi. Misalnya saja adalah untuk motivasi mendapatkan bonus, manajemen akan berusaha membuat seolah-olah laba mencapai target yang ditentukan untuk memaksimalkan

(9)

3

bonus yang akan diterima (Healy, 1985). Selain itu, motivasi manajemen melakukan manajemen laba adalah untuk mengurangi kemungkinan perusahaan mengalami pelanggaran kontrak utang, untuk memperoleh kemudahan fasilitas dari pemerintah, untuk penghindaran pajak yang tinggi, untuk melindungi diri dari pemecatan, dan untuk memengaruhi keputusan investor saat penawaran saham perdana.

Berbagai motivasi manajemen melakukan manajemen laba menjelaskan bahwa manajemen dapat menaikkan atau menurunkan laba yang dilaporkan untuk tujuan tertentu. Dutta and Gigler (2002) menyatakan bahwa manajemen laba dilakukan adalah sebagai usaha manajer untuk berkomunikasi atau menyampaikan informasi tertentu kepada pemegang saham. Namun, masih belum jelas tujuan dari manajemen laba apakah untuk memenuhi kepentingan pribadi manajer ataukah untuk efisiensi perusahaan.

Praktik manajemen laba dapat berakibat pada perubahan harga saham maupun going concern perusahaan. Dampak dari manajemen laba tersebut bisa baik, buruk, atau bahkan sangat buruk bagi perusahaan. Permasalahannya adalah alat manajemen yang ideal ini selalu dikaitkan dengan manipulasi laba dan praktik kecurangan pelaporan keuangan seperti akuntansi kreatif dan perataan laba yang mana sebagai hasilnya telah ada argumen dari para peneliti, apakah manajemen laba merupakan hal baik atau merupakan masalah buruk (Omar et al., 2014). Bagaimanapun juga manajemen laba pada dasarnya akan menurunkan kualitas laba yang dilaporkan karena tidak mencerminkan kondisi perusahaan yang sebenarnya. Sehingga, dengan adanya manajemen laba akan membuat kesalahpahaman pada

(10)

4

pihak-pihak yang menggunakan informasi tersebut dalam membuat berbagai keputusan penting.

Kasus manajemen laba yang pernah terjadi di Indonesia adalah seperti kasus PT Kimia Farma pada tahun 2002 yang melakukan kesalahan pencatatan pada penjualan sehingga laba overstated sebesar Rp 32,7 miliar untuk periode akuntansi 2001. Pada saat itu laba dilaporkan adalah Rp 132 miliar. Namun, setelah dilakukannya audit ulang, laba PT Kimia Farma ternyata hanya sebesar Rp 99,5 miliar (Anggana dan Prastiwi, 2013). Selain itu, kasus lain yang terjadi adalah kasus PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang terjadi tahun 2005. PT KAI melaporkan laba Rp 6,90 miliar, padahal seharusnya rugi sebesar Rp 63 miliar (www.liputan6.com).

Penelitian yang dilakukan oleh Jiraporn et al. (2008), Wardani dan Hermuningsih (2012), Hwang et al. (2014), Susanto dan Christiawan (2016) menyatakan bahwa manajemen laba berpengaruh positif pada nilai perusahaan. Sementara itu penelitian yang dilakukan oleh Assih, dkk. (2005), Herawaty (2008), Anggraini (2011), Gill et al. (2013), Tangjitprom (2013), dan Febriani (2014) menyatakan bahwa manajemen laba berpengaruh negatif pada nilai perusahaan. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Etemadi and Sepasi (2007), Darwis (2012), dan Mukhtaruddin, dkk. (2014) menemukan hasil bahwa manajemen laba tidak berpengaruh pada nilai perusahaan.

Hasil dari penelitian sebelumnya yang menemukan belum adanya konsistensi pengaruh manajemen laba pada nilai perusahaan menjadi motivasi peneliti untuk melakukan penelitian kembali. Penelitian ini dilakukan untuk memperjelas hubungan manajemen laba pada nilai perusahaan. Penelitian

(11)

5

sebelumnya yang dilakukan oleh Susanto dan Christiawan (2016) berhasil membuktikan bahwa manajemen laba berpengaruh positif dan signifikan pada nilai perusahaan. Namun, tindakan manajemen laba pada penelitian Susanto dan Christiawan (2016) dibatasi hanya pada tindakan manajemen laba dengan pola

income increasing. Pada kenyataannya, manajemen laba dapat dilakukan dengan

pola income increasing dan pola income decreasing. Oleh karena itu, pengembangan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari manajemen laba dengan pola income increasing dan income decreasing pada nilai perusahaan.

Peneliti dalam penelitian ini mengelompokkan data perusahaan menjadi dua kelompok, yaitu data perusahaan yang terbukti melakukan manajemen laba dengan

income increasing dan data perusahaan yang terbukti melakukan manajemen laba

dengan income decreasing. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2015. Berdasarkan uraian masalah tersebut, maka peneliti tertarik mengangkat topik penelitian dengan judul “Pengaruh Manajemen Laba pada Nilai Perusahaan (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2015)”.

1.2 Rumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan latar belakang penelitian, rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut.

1) Apakah manajemen laba dengan income increasing berpengaruh pada nilai perusahaan?

2) Apakah manajemen laba dengan income decreasing berpengaruh pada nilai perusahaan?

(12)

6

1.3 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah yang diuraikan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

1) Untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh manajemen laba dengan

income increasing pada nilai perusahaan.

2) Untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh manajemen laba dengan

income decreasing pada nilai perusahaan.

1.4 Kegunaan Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian di atas, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut.

1) Kegunaan Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengembangan pengetahuan dalam bidang ilmu akuntansi yang berkaitan dengan pengaruh manajemen laba pada nilai perusahaan yang dapat mendukung teori keagenan dan teori sinyal. Hasil penelitian ini diharapkan juga dapat menjadi tambahan referensi bagi penelitian berikutnya.

2) Kegunaan Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan dapat digunakan sebagai pertimbangan para pengguna laporan keuangan dalam mengambil keputusan-keputusan ekonomi.

(13)

7

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan penelitian ini terdiri dari lima bab, yaitu sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan

Bab ini menjelaskan mengenai latar belakang masalah penelitian, rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, dan sistematika penulisan.

Bab II Kajian Pustaka dan Hipotesis Penelitian

Bab ini menguraikan teori-teori yang menunjang pembahasan masalah penelitian. Teori-teori yang mendasari pokok permasalahan tersebut digunakan sebagai acuan untuk membangun suatu jawaban sementara atau hipotesis.

Bab III Metode Penelitian

Bab ini memaparkan mengenai metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian mulai dari desain penelitian, lokasi atau ruang lingkup wilayah penelitian, objek penelitian, identifikasi variabel, definisi operasional variabel, jenis dan sumber data, populasi, sampel, metode penentuan sampel, metode pengumpulan data, serta teknik analisis data. Bab IV Data dan Pembahasan Hasil Penelitian

Bab ini memaparkan mengenai pembahasan mengenai hasil dari analisis yang dilakukan terkait dengan permasalahan penelitian. Bab ini menguraikan gambaran sampel penelitian dan hasil penelitian yang disertai dengan pembahasan dari hasil penelitian.

(14)

8 Bab V Simpulan dan Saran

Bab ini memaparkan simpulan yang diperoleh dari hasil pembahasan dan memuat saran-saran yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak yang berkepentingan.

Referensi

Dokumen terkait

ntau umumnya dising.kat L'IK'97. UBC"97 ini adalah pedoman perancangan yang berlaku di Amcrika Scrikar, dimaM salah sanmya tentang bangunan tahan r,empa umuk

Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa untuk karakteristik persampahan pada perkantoran di Kecamatan Rappocini, jenis sampah yang paling banyak adalah sampah kering,

Saman melalui kepolifonikan yang mewujud di dalam plot, penokohan, latar waktu dan tempat, sudut pandang, serta bentuk bercerita telah melakukan kritik atas modernitas

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, memproses, menganalisis, dan mengkomunikasikan informasi

Kegiatan praktik kewirausahaan dapat berbentuk praktik menjual barang dari bussines center sekolah, mengelola (pramuniaga) di bussines center sekolah, mendirikan usaha

Judul Skripsi : Pengaruh Offline Brand Loyalty terhadap Webstore Shopping Intention melalui Online Brand Familiarity , Brand’s Webstore Reputation dan Trust in

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah dengan menggunakan pembelajaran model Jigsaw dengan bantuan alat peraga jaring laba-laba dapat meningkatkan hasil

 Pegawai yang melanggar ketentuan jam kerja yang memenuhi akumulasi 5 hari tidak masuk kerja dijatuhi hukuman disiplin sesuai ketentuan yang berlaku..