31 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Diskripsi Objek Penelitian
SMK N 2 Salatiga berdiri sejak tanggal 17 November 2000, berada di Jalan Parikesit, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, merupakan salah satu sekolah kejuruan yang berada di kota Salatiga, dan telah mendapatkan Akreditasi Program “A” sejak tanggal 9 November 2010.
SMK N 2 Salatiga mengalami perkembangan yang sangat luar biasa, baik dari sisi kelembagaan maupun prestasi siswa, mempunyai sarana pendidikan yang memadahi karena SMK N 2 Salatiga termasuk salah satu pelaksana program Sekolah Model SBI ADB Invest, sebagai tindak lanjut dari Program RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional), dimana sekolah mengarah pada pelayanan pendidikan yang bermutu. SMK N 2 Salatiga berusaha menjadi sekolah yang menggunakan pendidikan berorientasi kepada Dunia Industri dan pada tahun 2014 menjadi sekolah rujukan.
SMK N 2 Salatiga memiliki Visi dan Misi yang menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan yaitu:
a. Visi
Menjadi sekolah dengan budaya industri untuk menyiapkan tamatan siap bersaing di era global.
b. Misi
1. Menyiapkan tamatan siap masuk kerja.
2. Menyiapkan tamatan memiliki budaya industri sebagai bagian dari pembentukan karakter bangsa.
3. Menyiapkan tamatan maupun menerapkan jiwa kewirausahaan.
4. Menyelenggarakan sekolah bersih, teratur dengan wawasan lingkungan sebagai cerminan budaya industri.
32
5. Menyelenggarakan sekolah sebagai pusat kegiatan masyarakat kecil yang teratur, sebagai sumbangan membentuk masyarakat madani yang luas.
Visi dan misi sekolah ini diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan intrakurikuler baik kegiatan pembelajaran di ruang teori maupun didalam gedung praktikan, serta menyelengarakan kegiatan ekstrakurikuler yang terdiri dari beberapa macam pilihan kegiatan yakni OSIS, Pramuka, PMR, Mading, Teater, Marching Band, Volly, Basket, Budaya Jepang dan Paskibra. Peserta didik berhak mengikuti salah satu dari berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan, sesuai dengan minat dan bakatnya.
Kegiatan ekstrakurikuler paskibra di SMK N 2 Salatiga dikenal dengan sebutan “ Peleton Inti” yang terbentuk pada tanggal 17 Agustus 2007. Pada saat itu terlahir sebutan peleton inti yang mempunyai makna pasukan yang benar-benar siap dan menjadi inti dari sebuah pasukan reguler yang ada. Kegiatan ekstrakurikuler paskibra sudah melahirkan kurang lebih 11 generasi, dimana dari generasi ke generasi mengalami perkembangan yang cukup baik, yang dapat dilihat dari pelaksanaan Program kerja maupun didalam kegiatan perlombaan.
Generasi peleton inti angkatan 11 saat ini merupakan siswa-siswi SMK N 2 Salatiga kelas XI dari semua jurusan yang ada di SMK N 2 Salatiga. Berikut tabel nama-nama siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler paskibra.
33
Tabel 04. Nama-nama siswa-siswi yang mengikuti ekstrakurikuler paskibra tahun pembelajaran 2017-2018
Kelas Nama Kelas Nama
XI TGB A Dian Marsela G. XI TKK Alfian Naufal
Laila Oktavia Eka Bimahafizh Mumayis
Salsabilla Listya s. Hafizh Mumayis
XI TGB B Anditia Ganang N. XI TAV A Fita Kartika
Bangun Nur K. XI TAV B Angi Marwa
Dwiki Permana S. Desi Kusmarini
Nando Risky O. M Nanda Vicko
Wilda Abadi M. XI TEI A Anditiya Rahmadhani
Yulita Fahrisa Alif Saputra
XI TKBB A Ade Arum Sari Rahwamati Putri
Ahmad Luky Tegar Aji
Heni Pujiati XI TEI B Alesandro Petrik B
Putri Aknista Angga Setiawan
Sri Wahyuni Dayududya Lutyiarasaty
Windu Cahyono Farisa Gita K
XI TKBB B Agus Dwi Maulana Jesika Ayu
Dwi Nur Aizah XI TEI C M Naufal
Melinda Widya Toyib Syarifudin
XI TPM A Aziz Naufalangga XI TKR B Wahit Muhamad A
XI TPM B Angga Ade Tama Yonatan Efato
Damar Mulyono Tomi Indriyanto
Isholikhul Hadi XI TPBO Muhamat Wafi
Marcello Lion Risky Dwy Kurniawan
Surya Pradipta XI TKJ A Desi Rosda Arum
Viki Rahmawan Erlina Prasetyo
XI TKR A Akbar Guntur S. Jesika Riyan
Muhamad Sodikin XI TKJ B Aisyah Nimas
XI TKJ B Muhamad Farid Alvina Maulida
Risky Anisa W Maulana Firmansyah
Lu'.U Salsabila
Dari data tabel diatas terlihat bahwa siswa-siswi SMK N 2 salatiga kelas XI yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler paskibra berjumlah 59 orang dan hampir mewakili dari semua jurusan, sehingga output atau hasil dari kegiatan ekstrakurikuler paskibra disamping dapat dirasakan oleh setiap siswa, diharapkan juga dapat memberikan contoh sikap yang baik didalam proses pembelajaran akademik maupun dalam lingkungan masyarakat.
34
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler paskibra berada dibawah tanggung jawab Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), sehingga ekstrakurikuler paskibra berada dibawah keorganisasian OSIS SMK N 2 Salatiga, namun didalam pertanggung jawabannya bisa langsung menuju ke bagian Kesiswaan SMK N 2 Salatiga. Berikut susunan organisasi ekstrakurikuler paskibra SMK N 2 Salatiga.
Tabel 05. Susunan organisasi ekstrakurikuler paskibra tahun 2017-2018
Ketua I : Isholikul Hadi Wakil : Dian Marsela
G
Sekertaris 1 : M.Farid Muslich Sekertaris 2 : Salsabilla Listiya
S.A.S
Bendahara 1 : Aziz Naufal Bendahara 2 : Melinda Widya
Sie Giat :Neni Pujiarti, Yulita Fahrisa,Angga Satriatama,Thoyib Syariffudin
Sie Perkap :M.Wafi Arij, Maulana Firmansyah,Surya Pradipta,Dwiki Permana S
Sie Evaluasi :Sri Wahyuni,Wakhid Muhammad A,Hafidz Mumayiz, Farisa Gita K, Arif Saputra
Sie Acara :Aditya Ramdhan,Vita Kartika,Alexandro Petrik B, Tegar Aji P
Sie Dec.dok :M.Nanda Vicko,Rahmawati Putri Rindu,A.Naufal Pradana, Tomi Indriyanto
Sie Agama :Yonathan Efata, Agung Dwi Maulana, Lukluk Salsabila Z, Rizkia Annisa
Sie Perlombaan :Aisyah Nimas Adara, Rizky Dwi Kurniawan,Wildan Abdi
Sie Humas :Avina Maulida, Bangun Nur C, Eka Bima,Windu Cahyono,Ahmad Lucky M
Sie Konsumsi :Dwi Nur A ,Desi Rosda, Erlyna Prasetyoningrum, Desi Kusmarini. Putri Agnista
Sie Kesehatan :M.Naufal Farras, Marcello Lion S,Laila Oktaviani, ,Jessica Ayu,Viki Rahmawan
Sie Informasi :Agi Marwa T,Ade Arum Sari,Dayudyalutfia R,Angga Adetama, Damar Mulyono
35
Dari data diatas terlihat bahwa struktur organisasi ekstrakurikuler paskibra sudah tertata dengan baik dan lengkap. Tugas dan tanggung jawab serta pembagian tugas sudah merata dan terbagi sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa guna menjalankan program kerja yang akan dilaksanakan. Berkaitan dengan program kerja yang disusun, peleton inti angkatan 11 memiliki 5 Program kerja yang dilaksanakan pada tahun pembelajaran 2017-2018. Berikut merupakan tabel program kerja yang dilaksanakan pada tahun 2017-2018.
Tabel 06. Program kerja ekstrakurikuler paskibra tahun 2017-2018
No Program Pelaksanaan
1 Apel Pagi Peleton Inti Senin, Rabu, Jumat
2 Pengibaran Bendera Senin/ Hari Besar
3 Pelatihan Rutin Senin, Rabu
4 Bimbingan Konseling Senin, Rabu
5 Bakti Sosial Sabtu/Minggu
Dari data diatas menunjukkan bahwa didalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler paskibra SMK N 2 Salatiga tidak hanya berkaitan dengan Baris-berbaris, akan tetapi didalam kegiatan ekstrakurikuler paskibra memiliki tujuan yang lebih kepada pembentukan sikap dan perilaku yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya sikap disiplin, tanggungjawab, kepemimpinan dan sosial. 4.1.2 Deskribsi Data
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian Kualitatif yang mengunakan dua Variabel, yaitu variabel implementasi kegiatan ekstrakueikuler paskibra sebagai variabel bebas dan variabel sikap kepemimpinan sebagai variabel terikat. Penelitian ini melibatkan seluruh subyek dalam populasi siswa-siswi anggota paskibra kelas XI di SMK N 2 Salatiga.
Untuk mengetahui bagaimana implementasi kegiatan ekstrakurikuler paskibra dalam peneliti mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Validitas data diuji
36
melalui triangulasi sumber, metode dan rentang waktu.(sugiyono, 2013:330)
Uraian berikut merupakan penjelasan hasil penelitian yang berkaitan dengan pelaksanaan program kerja ekstrakurikuler paskibra SMK N 2 Salatiga.
4.1.2.1 Deskripsi Program kerja dan Pelaksanaannya
Kegiatan keorganisasian Ekstrakurikuler paskibra SMK N 2 Salatiga tahun pembelajaran 2017-2018, memiliki 5 program kerja terstruktur yang masing-masing pelaksanaanya diuraikan dibawah ini: 1. Apel Pagi Peleton Inti
Kegiatan apel pagi peleton inti merupakan kegiatan berkumpulnya anggota paskibra SMK N 2 Salatiga yang rutin dilakukan setiap anggota pada hari Senin, Rabu dan Jumat. Pelaksanaan kegiatan apel pagi dilakukan di lapangan voli SMK N 2 Salatiga. Dalam pelaksanaanya terbagi menjadi dua kloter/grup, kloter pertama kegiatan apel pagi yang diikuti seluruh anggota paskibra kelas XI pada jam 06:15, dan kloter kedua kegiatan apel pagi diikuti seluruh calon anggota paskibra kelas X pada pukul 06:25. Kegiatan apel pagi peleton ini bertujuan melatih kedisiplinan anggota paskibra, melaksanakan koordinasi berkaitan dengan tugas dan penyampaian informasi internal maupun eksternal, serta melatih siswa untuk siap diatur dan mengatur. Hal ini selaras dengan pendapat Wakil Kepala Kesiswaan SMK N 2 Salatiga dalam wawancara yang mengatakan bahwa “tujuan dari diadakan apel pagi peleton inti adalah sekolah dapat mengontrol kedisiplinan siswa dari kehadiran, lebih cepat memberikan informasi kepada anak-anak, menanamkan nilai nilai nasionalisme, melatih belajar siap diatur dan siap mengatur”
Dari hasil observasi yang dilakukan peneliti kurang lebih 8 minggu dalam kegiatan apel pagi peleton inti, keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan apel pagi terbilang sangat baik terlihat dari hasil
37
dokumentasi presensi kehadiran anggota paskibra kelas XI sejumlah 59 anggota hadir semua dalam setiap kegiatan apel pagi peleton inti. Selain itu dalam pembagian tugas, materi dan penangungjawab dalam pelaksanaan apel pagi ekastrakurikuler paskibra maupun apel pagi sekolah berjalan dengan efektif dan efisien terlihat dari setiap agenda yang disusun dan jadwal pembagian tugas yang di sepakati bersama sudah berjalan dengan lancar.
2. Pengibaran Bendera
Kegiatan pengibaran bendera dilaksanakan setiap hari Senin maupun hari-hari besar yang diperingati sekolah. Pelaksanaan kegiatan pengibaran bendera terbagi menjadi 2 kegiatan yaitu kegiatan pengibaran bendera pada pagi hari dan kegiatan penurunan bendera yang dilakukan sore hari. Didalam pelaksanaanya kegiatan pengibaran bendera dilaksanakan tepat pukul 07.00 yang diikuti oleh seluruh keluarga besar SMK N 2 Salatiga dan kegiatan penurunan bendera dilaksanakan tepat pukul 17.00 WIB yang diikuti oleh seluruh anggota paskibra kelas XI dan kelas X SMK N 2 Salatiga.
Dalam pelaksanaan kegiatan pengibaran terbagi menjadi 3 komponen petugas yaitu petugas dari anggota Paskibra, anggota OSIS dan anggota Pramuka dengan pembagian yang sudah diatur terlebih dahulu, sedangkan yang mengemban atau mengkoordinir tugas upacara pengibaran bendera rutin tiap hari senin dan pada saat upacara besar lainnya ialah anggota paskibra kelas XI SMK N 2 Salatiga.
Dari hasil observasi kurang lebih 8 kali proses pengibaran bendera yang dilakukan, tidak ada kesalahan fatal yang membuat pengibaran bendera itu terhenti. Hal ini dikarenakan anggota paskibra kelas XI sudah terlebih dahulu mempersiapkan diri di hari Sabtu untuk persiapan pengibaran bendera pada hari Senin. Selain itu agenda pengibaran bendera sudah terjadwal dan terstruktur petugas dari minggu ke-1 sampai minggu ke-4, sehingga anggota paskibra yang memiliki tugas dan tangungjawab dapat mempersiapkan dengan baik. Selain memegang peran penting dalam
38
proses upacara rutin di SMK N 2 Salatiga, anggota paskibra juga memiliki peran atau tugas lain yaitu pertama, dalam barisan kompi kelas masing masing memberi contoh sikap dan perilaku yang baik dalam pelaksanaan upacara pengibaran bendera. Kedua, anggota paskibra juga mendapatkan tugas dan wewenang dari Kesiswaan SMK N 2 Salatiga untuk mengkontrol perlengkapan dan kelengkapan kendaraan sepeda montor siswa-siswi SMK N 2 Salatiga. Ketiga, beberapa angota paskibra menjadi pagar betis di sisi utara dan sisi timur lapangan SMK N 2 Salatiga yang bertujuan supaya siswa yang terlambat berangkat sekolah tertahan dari pagar betis yang ada sehinga pada saat pelaksanaan upacara tidak ada siswa yang keluar masuk pada saat upacara pengibaran bendera berlangsung, sehingga kegiatan upacara pengibaran bendera terkesan hikmat.
3. Pelatihan Rutin
Kegiatan pelatihan rutin ekstrakurikuler paskibra merupakan kegiatan pelatihan yang dilaksanakan rutin guna mengembangkan kemampuan setiap anggota paskibra dalam bidang baris berbaris, tata upacara bendera maupun kemampuan yang berkaitan dengan paskibra. Kegiatan ekstrakurikuler paskibra dalam program pelatihan rutin dilaksanakan seriap hari Senin dan Rabu, berlangsung pukul 15:00 sampai dengan pukul 17:00 WIB.
Kegiatan pelatihan rutin ekstrakurikuler paskibra bertujuan seperti yang tertulis didalam AD/ART ekstrakurikuler paskibra pada pasal (5) tentang tujuan yaitu, menciptakan generasi muda yang bertaqwa kepadaTuhan YME, disiplin, berkualitas, cerdas, profesional, tangguh, memiliki pasukan yang berkualitas dan memiliki keperibadian unggul, membentuk jiwa bertangungjawab serta bersinergi untuk mencapai tujuan organisasi. jadi jelas bahwa tujuan dari pelatihan rutin tidak terlepas dari tujuan yang tercantum di pasal 5 AD /ART ekstrakurikuler paskibra.
39
Dari hasil observasi dan dokumentasi kegiatan pelatihan rutin kurang lebih 8 minggu kegiatan pelatihan rutin berjalan secara efetif dan efisien tidak ada kendala dalam pelaksanaan, antusias kehadiran dalam kegiatan pelatihanpun cukup tinggi terlihat dari prosentase kehadiran kelas XI dalam kurun waktu 8 minggu sejumlah 59 siswa hadir semua mengikuti kegiatan pelatihan rutin untuk membimbing adik kelasnya guna menjadi paskibra yang lebih baik, hal ini tidak terlepas dari program yang sudah tersetruktur mengenai materi dan petugas setiap anggota paskibra kelas XI yang dilaksanakan tiap minggunya. Tidak hanya kegiatan baris berbaris yang dilakukan dalam kegiatan rutin akan tetapi diberikan juga materi mengenai kekeluargaan, nasionalisme, bimbingan mental, bimbingan konseling, sesuai agenda program kerja ekstrakurikuler paskibra tahun pembelajaran 2017-2018. 4. Bimbingan Konseling
Kegiatan bimbingan konseling ekstrakurikuler paskibra dilaksanakan minimal satu bulan sekali. Dalam pelaksanaannya bimbingan konseling dilakukan dalam kegiatan pelatihan rutin dan kegiatan apel pagi, ketika dirasa keadaan adik kelas tingkat X maupun kakak tingkat kelas XI sudah mulai agak kendor dalam berorganisasi. Kegiatan bimbingan konseling menyangkut dua aspek yaitu, motivasi dan kendala/keluhan dari setiap anggota. Konsep konseling dari anggota kelas XI adalah mereka berdiskusi atau berbincang santai duduk bersama membicarakan motivasi, kendala, keluhan dari setap angota. Dalam bimbingan konseling ini biasanya dipimpin oleh SIE Litev dan moderatornya adalah ketua putra dan wakilnya. Biasanya kegiatan konseling ini bisa berlangsung dari kegitan apel pagi sampai kegiatan evaluasi pelatihan, apabila memerlukan waktu tambahan biasanya mengunakan waktu luang yaitu hari Sabtu.
Tujuan dari dilaksanakannya Bimbingan konseling ini adalah agar setiap anggota paskibra berperan mengungkapkan perasaannya
40
pendapatnya guna memberi masukan dalam mencari jalan terbaik dan mengoptimalkan pencapaian tujuan dari sebuah organisasi, sehingga semakin kompak melaksanakan pembenahan bersama guna mencapai tujuan bersama.
Dari hasil observasi dalam kurun waktu 4 pertemuan kegiatan bimbingan konseling yang dilaksanakan oleh ekstrakurikuler paskibra berjalan sangat baik sesuai dengan jadwal dan perencanaan yang sudah tersusun. Setiap anggota aktif memberikan saran, kritikan serta solusi guna mendapatkan jalan terbaik dalam sebuah pembahasan maupun permasalahan, guna mencapai tujuan organisasi.
5. Bakti Sosial
Pelaksanaan Kegiatan bakti sosial ekstrakurikuler paskibra dilakukan tidak menentu waktunya akan tetapi teragendakan dalam 1 bulan sekali untuk melakukan kegiatan bakti sosial. Kegiatan bakti sosial diikuti oleh anggota paskibra kelas X dan kelas XI. Dalam pelaksanaanya kegiatan bakti sosial biasanya berjalan bersamaan dengan kegiatan tambahan kemampuan anggota paskibra seperti kegiatan renang dan lari. Bentuk kegiatan bakti sosial pun ada beberapa macam yaitu bakti sosial dalam bidang kebersihan lingkungan dan bakti sosial di bidang kemanusiaan seperti bencanan alam, partisipasi dalam donor darah, serta pembagian makanan bungkus kepada yang membutuhkan. Area bakti sosial dalam program kerja ekstrakurikuler mencakup dua lingkup yaitu dalam kota dan luar kota.
Kegiatan bakti sosial ekstrakurikuler paskibra dilaksankan dengan tujuan untuk berbagi antar sesama umat manusia, menumbuhkan rasa persaudaraan dari dalam diri setiap anggota paskibra. Dalam pelaksanaanya bedasarkan pengamatan peneliti setiap siswa anggota paskibra kelas XI dan kelas X mempunyai jiwa kebersamaan dan persaudaraan yang sangat kuat, mereka
41
melaksanakan kegiatan dengan ceria dan tanpa tekanan dari pihak manapu
4.1.2.2 Deskripsi sikap kepemimpinan yang dikembangkan berdasarkan program kerja paskibra yang dilaksanakan 1. Kegiatan apel pagi peleton inti
Sikap kepemimpinan yang dikembangkan melalui kegiatan apel pagi peleton inti adalah sebagai berikut:
a. Sikap disiplin
Kegiatan apel pagi peleton inti SMK N 2 Salatiga dalam pelaksanaannya setiap anggota paskibra dituntut untuk memiliki sikap kedisiplinan. Sikap disiplin dalam kegiatan apel pagi peleton inti terlihat dari :
(1)Ketepatan waktu kegiatan, hal ini terlihat dalam setiap kegiatan apel pagi yang dibagi menjadi 2 kloter/grup, pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Hal ini juga ditegaskan oleh koordinator/ketua paskibra SMK N 2 Salatiga yang mengatakan bahwa
“Didalam pelaksanaan Apel Pagi kami harus disiplin dalam apel, apa lagi ketepatan waktu sangat penting”.
(2)Kelengkapan atribut anggota paskibra, sikap disiplin siswa juga dapat dilihat dari atribut yang dipakainya. Dalam setiap kegiatan apel pagi terdapat pengecekan atribut oleh sesama anggota paskibra.
(3)Kesadaran akan pembagian tugas, setiap anggota paskibra yang sudah terbagi dalam tugas pemateri ataupun sebagai pemimpin pasukan, dituntut untuk melaksanakan tugas yang sudah dibagi dan disepakati bersama. Hal ini terlihat dari hasil studi dokumentasi dan hasil pengamatan, dalam pelaksanaan apel pagi tidak ada
42
nama penganti dalam setiap struktur pembagian tugas, ini menegaskan bahwa setiap anggota memiliki kedisiplinan dalam pelaksanaan tugas yang harus dilakukan dalam kegiatan apel pagi peleton inti.(4) kehadiran dalam apel pagi dalam pengamatan selama kurun waktu 8 minggu tampak bahwa 59 siswa kelas XI anggota paskibra, setiap harinya hadir mengikuti kegiatan apel pagi tersebut.
Berdasarkan keempat hal diatas menunjukan bahwa pelaksanaan kegiatan apel pagi peleton inti mengembangkan sikap kepemimpinan yang terkait dengan disiplin waktu. Disiplin dalam menggenakan atribut pakaian, disiplin dalam telaksanaan tugas yang sudah dibagikan, dan disip;in kehadiran dalam kegiatan. b. Sikap tanggung jawab
Kegiatan apel pagi peleton inti SMK N 2 Salatiga dalam pelaksanaanya juga menuntut/mengembangkan sikap tanggung jawab. Hal ini terlihat dari kesadaran mereka terhadap pelaksanaan tugas. Bedasarkan pengamatan peneliti kurang lebih 8 minggu, setiap anggota paskibra memiliki tugas dan tanggungjawab yang sama rata, baik sebagai petugas pemateri maupun pengintruksi. Bedasarkan studi dokumentasi juga menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan apel pagi kurun waktu 1 tahun setiap angota pakibra kelas XI mendapatkan tugas dan tangung jawab yang sama rata, serta berjalan sesuai dengan apa yang di rencanakan dalam 1 tahun. Hal ini selaras dengan hasil wawancara dengan kordinator/ketua paskibra kelas XI, yang mengatakan bahwa:
“sikap tangung jawab teman-teman saya terlihat dari petugas apel paskibra dan petugas apel sekolah
43
yang bertugas sudah berjalan sesuai agenda yang telah kita buat. Dari pemateri sampai pemberi interuksi sudah berjalan sesuai agenda kerja”.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan apel pagi peleton inti mengembangkan sikap kepemimpinan yang terkait dengan sikap tanggungjawab, dalam melaksanakan tugas setiap anggota paskibra melaksanakan tugas secara bertanggungjawab dala kegiatan apel pagi baik sebagai pemberi materi, pemberi intruksi, petugas apel pagi sampai petugas pembantu kesiswaan SMK N 2 Salatiga.
c. Sikap dapat mengarahkan dan diarahkan
Kegiatan apel pagi peleton inti SMK N 2 Salatiga, juga mengembangkan sikap yang terkait dengan dapat mengarahkan dan diarahkan. Melalui pembagian tugas anggota paskibra dalam pelaksanaan kegiatan apel pagi yang sama rata, maka setiap siswa diharapkan dapat memimpin dan mengarahkan temannya sendiri serta diarahkan oleh temannya sendiri. Hal ini diperkuat dengan pendapat wakil koordinator/ketua esktrakurikuler paskibra dari hasil wawancara yang mengatakan bahwa:
“sikap mengarahkan terlihat dari teman-teman yang bertugas bisa mengarahkan teman-teman yang lain dalam konsep apel pagi yang telah mereka rancang. Dan sikap diarahkan dapat terlihat dari teman-teman yang bertugas dapat diarahkan teman-temannya semisal ada kebingungan atau ada kekurangan dalam materi yang disiapkan”
Berdasarkan observasi/pengamatan peneliti selama kurun waktu 8 minggu, sikap dapat mengarahkan
44
dan diarahkan dalam kegiatan apel pagi peleton inti terlihat juga dalam proses persiapan dimana setiap siswa yang bertugas melakukan kordinasi, didalam proses kordinasi tersebut terjadi proses mengarahkan dan diarahkan satu sama lain.
2. Kegiatan pengibaran bendera
Sikap kepemimpinan yang dikembangkan melalui kegiatan Pengibaran bendera adalah sebagai berikut:
a. Sikap Disiplin
Didalam pelaksanaan kegiatan pengibaran bendera dan penurunan bendera selama kurun waktu 8 minggu pengamatan, sikap disiplin siswa anggota paskibra terlihat dalam pelaksanaan tugas. Sebelum pelaksanaan tugas pengibaran bendera terlihat setiap siswa yang bertugas mempersiapkan diri terlebih dahulu, mempersiapkan kelengkapan dan perlengkapan upacara bendera. Selanjutnya dalam pelaksanaan upacara bendera masing-masing siswa melaksanakan tugas upacara maupun tugas yang lain yang menunjukan sikap kedisiplinan, misalnya tugas didalam barisan kompi/kelas masing-masing, terlihat setiap siswa anggota paskibra menjalankan tugasnya dengan baik dan bisa menjadi contoh dalam barisan, selain itu ada beberapa anggota yang bertugas sebagai pagar betis, sehingga upacara berjalan dengan lancar tanpa adanya lalu-lalang siswa yang terlambat. Selain itu beberapa anggota paskibra yang bertugas sebagai pembantu kesiswaan menjalankan tugas dengan baik dan mereka tidak ragu untuk melaporkan kelengkapan kepada kesiswaan sekalipun yang di laporkan adalah motor teman mereka sendiri. Hasil wawancara terhadap wakil koordinator ekstrakurikuler paskibra yang mengatakan
45
bahwa “Dalam pelaksanaan pengibaran dan penurunan bendera juga kedisiplinan teman-teman terlihat dari sikap mereka dalam bertugas.”
b. Sikap Tanggung Jawab
Dalam pelaksanaan kegiatan Pengibaran dan Penurunan Bendera, sikap Tanggung Jawab siswa anggota paskibra terlihat dari siswa sebagai petugas upacara melaksanakan kegiatan pengibaran dan penurunan bendera dengan sungguh-sungguh. Setiap gerakan mantap dan terkesan siap dalam pelaksanaan kegiatan pengibaran dan penurunan bendera. Sikap tangung jawab anggota paskibra selain sebagai petugas upacara, mereka juga mampu melaksanakan tugas membantu kesiswaan dalam pengecekan kelengkapan sepeda motor, dan melaksanakan tugas membentuk pagarbetis di sisi utara maupun sisi timur. Mereka sudah siap dalam barisan tepat pukul 07.00 WIB.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sikap tannggungjawab siswa dalam kegiatan pengibaran dan penurunan bendera terlihat dari mulai persiapan sampai pelaksanaan kegiatan pengibaran bendera, setiap siswa yang bertugas berusaha menyiapkan diri sebaik mungkin dan dalam pelaksanaan berusaha menampilkan yang terbaik dalam upacara maupun dalam tugas yang menjadi tanggungjawabnya.
c. Sikap Terampil
Selama kurun waktu 8 minggu hasil observasi menunjukkan bahwa sikap terampil anggota paskibra terlihat dari bagai mana mereka berproses sebelum pelaksanaan kegiatan upacara bendera yaitu mempersiapkan diri, mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan. Kesigapan anggota paskibra yang bertugas
46
sangat bagus dan tepat dilakukan. Setelah kegiatan upacara berakhir tanpa adanya perintah dari kesiswaan mereka sudah merapikan perlengkapan yang ada di kembalikan ke tempat semula.
3. Kegiatan Pelatihan Rutin
Sikap kepemimpinan yang dikembangkan melalui kegiatan Pelatihan rutin adalah sebagai berikut:
a. Sikap Menghormati
Dalam pelaksanaan kegiatan Pelatihan Rutin ekstrakurikuler paskibra, sikap menghormati tercermin dari sikap anggota paskibra yang menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya, terlebih ketika ada salah satu teman mereka sedang memimpin di depan ada kesadaran bahwa tidak ada yang mengambil alih atau memberikan perintah lain. Dari sisi petugas dan pemateri sejak awal sudah dibagi, olah karena itu anggota paskibra menyadari dan paham akan peran masing-masing anggota.
Sikap saling menghormati juga terlihat ketika mereka dalam proses pelatihan terkendala faktor alam semisal hujan sehingga mereka harus mencari jalan keluar untuk tetap melaksanakan pelatihan. Dalam keadaan yang mendadak mereka harus melaksanakan musyawarah berasama anggota paskibra yang datang di pelatihan dan harus memutuskan materi yang akan diberikan didalam ruangan. Dalam proses musyawarah anggota paskibra sudah terbiasa mendengarkan orang yang berbicara di depan dan proses diskusi selalu ada kata intruksi sebelum mereka menanyakan atau menyampaikan pendapat.
47 b. Sikap Menghargai
Dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan rutin ekstrakurikuler paskibra, sikap menghargai tercermin didalam sikap mereka yang menghormati teman mereka yang sedang membawakan materi di depan calon angota paskibra kelas X, disamping itu juga terlihat dari proses berjalannya kegiatan tersebut seperti, menghargai pendapat teman, menghargai keputusan bersama dalam keadaan genting, terlebih didalam akhir kepelatihan rutin selalu ada evaluasi terhadap setiap anggota paskibra yang memberi materi ataupun yang memimpin sebagai instruktur, didalam evaluasi ini setiap anggota yang mendapatkan evaluasi menerima dan memahami akan kekuranganya serta termotivasi untuk belajar dan terus belajar lagi.
c. Sikap Disiplin
Didalam pelaksanakan kegiatan pelatihan rutin ekstrakurikuler paskibra, sikap disiplin tercermin dari ketepatan waktu mereka yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler paskibra, walaupun jampulang sekolah masing-masing siswa anggota paskibra berbeda beda, kesadaran mereka akan adanya pelatihan cukup tinggi terlihat dari waktu kedatangan kelas X yang berlari berhamburan ke lapangan pelatihan agar tidak terlambat. Begitu juga kakak kelas tingkat XI yang memiliki tugas masing masing sesuai jadwal yang sudah terbentuk dari pemateri dan pemberi instruksi sudah siap di lapangan pelatihan. Ketepatan waktu antara pemberi materi dan pengimplementasiannya juga cukup terbagi secara bagus.
48
Disamping itu sikap kedisiplinan siswa angota paskibra kelas XI juga tercermin dari pemberian contoh dan tingkah laku mereka dalam proses pelatihan rutin, pembagian tugas dan pemahaman akan peran masing masing anggota sangatbagus dan berjalan dengan baik.
d. Sikap Mengarahkan Dan Diarahkan
Sikap mengarahkan dan diarahkan tercermin dari sikap anggota paskibra kelas XI yang dapat mengarahkan adik kelas tingkat X sebagai pemateri maupun sebagai instruksi, selain itu juga berperan sebagai pembenaran, mengarahkan sikap dan gerakan yang benar dan membenarkan yang salah. Kegiatan mengarahkan dan diarahkan dalam proses kegiatan pelatihan rutin berjalan secara efektif dan berlangsung baik. Sikap mengarahkan terlihat dari proses petugas pemateri dan pemberi instruksi yang dapat mengarahkan teman temannya agar pelatihan dapat berjalan sesuai dengan perencanaan yang ada.
4. Kegiatan bimbingan konseling
Sikap kepemimpinan yang dikembangkan melalui kegiatan Bimbingan konseling adalah sebagai berikut:
a. Sikap Jujur
Didalam pelaksanaan kegiatan Bimbingan Konseling ekstrakurikuler paskibra, Sikap jujur anggota paskibra kelas XI terlihat dari keberanian mereka mengungkapkan perasaan, saling mengkoreksi, saling mengemukakan pendapat mengenai berlangsungnya kegiatan pelatihan yang berjalan atau sudah berjalan.
49 b. Sikap Menghargai
Didalam pelaksanaan kegiatan Bimbingan Konseling ekstrakurikuler paskibra, sikap menghargai tercermin dari adanya satu sesi pengungkapan perasaan, pengkoreksian sikap satu dengan yang lain. Setiap anggota paskibra kelas XI sudah memiliki jiwa kerbersamaan, sehingga mereka bisa menghargai masukan dan saran dari teman mereka untuk lebih baik kedepannya. Mereka juga menghargai teman mereka yang sedang berbicara di depan. c. Sikap Tanggung Jawab
Didalam pelasksanaan kegiatan Bimbingan Konseling ekstrakurikuler paskibra, sikap tanggung jawab terlihat dari setiap anggota paskibra kelas XI yang mendapatkan teguran atau melakukan kesalahan langsung membenahi diri dan menentukan sikap kedepan untuk merubah kesalahannya, dan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan atau yang sudah disusun.
d. Sikap Dapat Mengarahkan Dan Diarahkan
Didalam pelasksanaan kegiatan Bimbingan Konseling ekstrakurikuler paskibra, sikap dapat mengarahkan tercermin dari setiap anggota dapat memberi masukan dan solusi bagi setiap permasalahan anggota maupun dalam pelaksanaan program. Sikap diarahkan terlihat dari anggota setiap individu dapat menerima saran dan solusi yang disampaikan temannya agar mencapai tujuan bersama.
5. Kegiatan bakti sosial
Sikap kepemimpinan yang dikembangkan melalui kegiatan Bakti sosial adalah sebagai berikut:
50 a. Sikap Terampil
Kegiatan Bakti sosial ekstrakurikuler paskibra, sikap terampil angota paskibra kelas XI terlihat dari merkea menentukan agenda bakti sosial yang tepat dilakukan. Terlebih dalam proses pelaksanaannya setiap angota paskibra terlihat menyiapkan perlengkapan masing masing guna melakukan bakti sosial. Kegiatan bakti sosial terakir yang dilakukan adalah bakti sosial bagi bagi nasi pada saat bulan puasa dan bersih bersih taman kota salatiga. Dalam hal ini setiap angota terampil membawa perlengkaan masing-masing .
b. Sikap Menghargai
Didalam pelaksanaan kegiatan Bakti sosial ekstrakurikuler paskibra, sikap menghargai tercermin dari setiap angota paskibra ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain mereka memahami akan pentingnya kebersihan dan menghargai petugas kebersihan dalam penerapanya bakti sosial ini setiap angota paskibra didik untuk memahami, merasakan apa yang mereka lihat dan apa yang mereka lakukan.
51
Hasil pengamatan wawancara dan dokumentasi tersebut diatas juga didukung oleh hasil angket yang diisi oleh 59 siswa-siswi anggota paskibra kelas XI SMK N 2 Salatiga yang menunjukkan sikap kepemimpinan yang dimiliki oleh siswa anggota paskibra. Sikap kepemimpinan yang dimiliki siswa yang mencakup sikap hormat, sikap tanggungjawab, sikap saling menghargai, sikap disiplin, sikap mengarahkan dan diarahkan, sikap jujur, berdasarkan pengolahan angket dapat dijelaskan sebagai berikut:
Tabel 07. Sikap kememimpinan yang dimiliki siswa anggota paskibra No Indikator Sikap Kepemimpinan Prosentase Katagori
1 Sikap Hormat 91,73% Sangat Baik
2 Sikap Tanggungjawab 93,11% Sangat Baik
3 Sikap Saling Menghargai 83,89% Sangat Baik
4 Sikap Disiplin 91,38% Sangat Baik
5 Sikap Dapat Mengarahkan dan Diarahkan
87,71% Sangat Baik
6 Sikap Jujur 66,31% baik
Rata-Rata 85,69% Sangat Baik
Keterangan : INTERVAL KATEGORI 81% - 100% Sangat baik 61% - 80% Baik 41% - 60% Cukup 21% - 40% Kurang 0% - 20% Sangat Kurang
Prosentase setiap indikator diperoleh dengan cara membandingkan skor yang diperoleh dengan skor masksimum dikalikan 100%. Skor maksimum diperoleh dari 59 (responden) x 4 (nilai maksimum) x 4 (butir soal) = 944. (lihat pengolahan data angket dalam lampiran 12). Bedasarkan tabel 05 menunjukkan bahwa sikap kepemimpinan yang dimiliki siswa anggota paskibra bedasarkan rata-rata prosentase sikap hormat, sikap tanggungjawab, sikap saling menghargai, sikap disiplin, sikap mengarahkan dan diarahkan dan sikap jujur adalah 85,69% dalam katagori sangat baik, sikap hormat 91,73% dalam katagori sangat baik, sikap tanggungjawab 93,11% dalam katagori sangat baik, sikap saling menghargai 83,89% dalam katagori sangat baik, sikap disiplin 91,38%, sikap dapat mengarahkan dan diarahkan 87,71% dalam katagori sangat baik, dan sikap jujur 66,31% dalam katagori baik.
52
Dalam bentuk diagram sikap kepemimpinan siswa anggota paskibra yang mencakup sikap hormat, sikap tanggungjawab, sikap saling menghargai, sikap disiplin, sikap mengarahkan dan diarahkan dan sikap jujur, dapat dilihat dalam gambar berikut ini :
Gambar 04. Diagram sikap kepemimpinan siswa ekstrakurikuler paskibra
Dari diagram di atas dapat di simpulkan bahwa persentase dari setiap hasil indikator sikap kepemiminan memiliki rentang lebih dari 66% 𝑠⁄ 𝑑93%, sehingga dapat disimpulkan bahwa sikap kepemimpinan siswa anggota paskibra kelas XI dalam katagori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa program kerja ekstrakueikuler paskibra dapat mengembangkan sikap kepemimpinan siswa anggota paskibra dengan sangat baik.
4.1.2.3 Deskripsi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program kerja paskibra
Berdasarkan hasil wawancara dan hasil observasi secara langsung, ditemukan beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan program kerja paskibra. Faktor pendukung terbagi menjadi dua yaitu faktor pendukung dari dalam sekolah maupun faktor pendukung dari motivasi siswa, berikut uraiannya : 1. Faktor Sekolah
Faktor pendukung dari sekolah adalah dengan difasilitasinya ruang ekstrakurikuler paskibra yang berguna sebagai
0 20 40 60 80 100 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 Diagram persentase sikap kepemimpinan siswa
Keterangan :
1. sikap hormat 91,7373% 4. sikap disiplin 91,3842%
2. sikap tanggung jawab 93,1144% 5. sikap mengarahkan dan diarahkan 87,7119% 3. sikap menghargai 83,8989% 6. sikap Jujur 66,3136%
53
tempat perlengkapan atau sebagai tempat rapat anggota paskibra, juga difasilitasi sarana dan prasarana kebutuhan ekstrakurikuler paskibra seperti sarana dan prasarana kebutuhan pelatihan, tersedia 5 tempat latihan yang bisa digunakan untuk pengembangan diri siswa yaitu lapangan upacara, lapangan voly, lapangan basket, lapangan apel pagi, dan gedung rujukan. Tempat tempat tersebut disediakan sekolah sebagai tempat latihan yang bisa dipilih dan digunakan. Selajutnya difasilitasinya sarana perlengkapan lomba oleh sekolah sebagai penunjang kegiatan lomba. Hal ini diperkuat oleh hasil wawancara dengan pembina ekstrakurikuler paskibra yang mengatakan bahwa “Yang pastinya saya selaku pembina selalu menyampaikan ke pihak sekolah dan mengusahakan apa saja kebutuhan yang diperlukan dalam pengembangan dan pelaksanaan program kerja mereka. Dari perlengkapan kegiatan upacara sampai tempat pelatihan dan kegiatan lomba di luar kota pun kami fasilitasi dan mendorong mereka”
Berikut tabel fasilitas yang disediakan sekolah untuk mendukung pelaksanaan program kerja ekstrakurikuler paskibra .
Tabel 08. Fasilitas Yang Disediakan Sekolah
No Fasilitas Keterangan
1 Ruang Estrakurikuler paskibra 1 ruang
2 Tempat pelatihan 5 tempat pelatihan
3 Tempat Pul-UP 3 Tempat Pul-UP
4 Seragam perlombaan A 20 pasang
5 Seragam perlombaan B 20 pasang
6 Perlengkapan upacara 1 paket
2. Faktor Siswa
Disamping faktor pendukung yang diberikan oleh pihak sekolah terdapat faktor pendukung yang berasal dari dalam diri siswa yaitu motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler paskibra. Motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler paskibra, terlihat dari ketertarikan dalam mengikuti
54
latihan, serta kemauan dan kemampuan dalam melaksanakan program kerja paskibra. Bedasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa-siswi anggota paskibra mengikuti kegiatan paskibra karena ingin menjadi paskibra kota/provisi/nasional sejumlah 25 siswa atau 42,37%, ingin menjadi anggota TNI dan POLRI sejumlah 15 siswa atau 25,42%, mengembangkan kedisiplinan sejumlah 10 siswa atau 16,94%, dan ingin menambah pengalaman sejumlah 9 siswa atau 15,25%.
Berikut diagram lingkaran yang menggambarkan persentase motivasi siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler paskibra:
Gambar 05. Diagram Lingkaran Motivasi Siswa
Selain faktor pendukung terdapat juga faktor penghambat dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler paskibra yang berasal dari luar internal sekolah, yaitu orang tua/walimurid yang mengeluhkan mengenai waktu kepulangan kegiatan paskibra yang terlalu malam. Walaupun kegiatan ekstrakurikuler paskibra berakhir tepat pukul 17.00 WIB, banyak orangtua/walimurid yang mengeluhkan anaknya pulang sampai rumah sudah terlalu malam, hal ini mengakibatkan ketidak setujuan orang tua/walimurid untuk memperbolehkan anaknya mengikuti program kegiatan paskibra apa lagi ketika anaknya terpilih menjadi pasukan lomba.
menjadi TNI/POLRI 25,42% MASUK PASKOT, PASPROV,PASNANS 42,37% MENAMBAH PENGALAMAN 15,25% MENAMBAH DISIPLIN 16,94%
55
4.1.2.4 Deskripsi upaya sekolah dalam mengatasi hambatan dalam pelaksanaan program kerja paskibra
Dari hasil penelitian yang sudah dijelaskan di atas berkaitan dengan faktor dalam pelaksanaanya kegiatan program kerja ekstrakurikuler paskibra, maka upaya sekolah dalam menyelesaikan permasalahan atau hambatan tersebut adalah dengan menjelaskan kepada orangtua/warimurid tentang program kerja kegiatan ekstrakurikuler paskibra. Hal ini juga dikatakan oleh wakil kesiswaan SMK N 2 Salatiga yang mengatakan bahwa “Kalau dari saya menyikapinya apabila ada orangtua/walimurid yang menanyakan tentang waktu kepulangan siswa/siswi anggota paskibra saya langsung mengatakan bahwa siswa memang mengikuti kegiatan ekstrakueikuler paskibra dan jam pulangnya pukul 17.00 WIB, disamping itu saya juga menginformasikan dan menjelaskan tentang program kerja ekstrakurikuler paskibra dan manfaatnya bsgi siswa agar orangtua/walimurid mengerti dan memahami”
Upaya sekolah yang lain adalah pembina hadir di tempat pelatihan dan melaksanakan pelatihan tepat waktu sehingga jam pelatihan berakhir tepat pukul 17.00 WIB.
4.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian dan olah data wawancara, observasi, dokumentasi dan angket, menunjukkan bahwa program kerja ekstrakurikuler paskibra SMK N 2 Salatiga dalam mengembangkan sikap kepemimpinan yang dimiliki siswa ekstrakurikuler paskibra kels XI tahun ajaran 2017-2018 terlaksana dengan baik dan sikap kepemimpinan siswa berada dalam katagori sangat baik. Kelima program kerja yang sudah dilaksanakan yaitu apel pagi peleton inti, pengibaran bendera, pelatihan rutin,bimbingan konseling, dan bakti sosial dapat mengembangkan sikap kepemimpinan siswa yang
56
mencakup sikap hormat, tanggungjawab, saling menghargai, disiplin, mengarahkan dan diarahkan dan jujur.
Berdasarkan hasil angket sikap hormat dengan prosentase 91,73% dalam katagori sangat baik, sikap tanggungjawab dengan prosentase 93,11% dalam katagori sangat baik, sikap saling menghargai dengan prosentase 83,89% dalam katagori sangat baik, sikap disiplin dengan prosentase 91,38%, sikap dapat mengarahkan dan diarahkan dengan prosentase 87,71% dalam katagori sangat baik, dan sikap jujur dengan prosentase 66,31% dalam katagori baik. Jika dirata-rata secara keseluruhan sikap kepemimpinan yang dimiliki siswa 85,69% dalam katagori sangat baik.
Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa program kegiatan ekstrakurikuler paskibra SMK N 2 Salatiga tahun ajaran 2017-2018 dapat mengembangkan sikap kepemimpinan siswa yang mencakup sikap hormat, tanggungjawab, saling menghargai, disiplin, mengarahkan dan diarahkan dan jujur, dalam melaksanakan tugas yang diembannya. Selaras dengan pendapat Hadiri (2012:22-23), bahwa sikap kepemimpinan merupakan sikap yang muncul ketika terjadi dinamika kepemimpinan, dimana terdapat interaksi satu orang dengan orang lain. Sikap hormat, sikap tanggungjawab, sikap saling menghargai, sikap disiplin, sikap mengarahkan dan diarahkan dan sikap jujur, merupakan sikap-sikap yang muncul ketika terjadi dinamika kepemimpinan dimana dapat interaksi satu orang dengan orang lain.
Program kegiatan ekstrakurikuler paskibra dapat dan berhasil mengembangkan sikap kepemimpinan siswa ini juga selaras dengan salah satu tujuan paskibra sebagimana dikemukakan oleh Afif (2012:37) yang menyatakan bahwa Paskibra adalah kegiatan ekstrakurikuler yang bertujuan untuk memupuk semangat kebangsaan, cinta tanah air, bela negara, kepeloporan, kepemimpinan, berdisiplin dan berbudi pekerti luhur, dalam rangka charachter building generasi muda Indonesia.
57
Adapun Faktor pendukung terlaksananya program kerja ekstrakurikuler paskibra dari pihak sekolah adalah penyediaan fasilitas, sarana dan prasarana yang memadahi dalam bentuk ruang, tempat pelatihan, seragam dan perlengkapan upacara. Hal ini menunjukkan perhatian sekolah terhadap pelaksanaan program kerja ekstrakurikuler paskibra sehingga program yang sudah direncanakan bisa berjalan sesuai dengan apa yang diagendakan.
Disamping itu juga faktor pendukung yang berasal dari dalam diri siswa yaitu motivasi siswa yang tinggi dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler paskibra. Ada berbagai alasan yang mendasari motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler paskibra, yaitu ingin menjadi paskibra kota/paskibra provinsi maupun paskibra nasional, ingin menjadi TNI/POLRI, ingin mengembangkan kedisiplinan, dan menambah pengalaman. Motivasi siswa itulah yang mendukung terlaksanannyabprogram kegiatan ekstrakurikuler paskibra dengan baik.
Selain faktor pendukung juga terdapat faktor penghambatnya yaitu sering terjadi kegiatan ekstrakurikuler paskibra terhenti karena faktor cuaca yang berganti dengan cepat, dan orangtua/walimurid yang mengeluhkan waktu berakhirnya pelatihan paskibra yang terlalu sore sehingga siswa sampai di rumah malam hari oleh karena itu orang tua/walimurid kadang tidak mengijinkan anaknya untuk mengikuti pelatihan paskibra. faktor penghambat inilah yang berpengaruh terhadap sikap kepemimpinan dari beberapa siswa anggota paskibra yang kurang maksimal. Pihak sekolah dalam mengatasi hambata ini adalah dengan memberikan pengarahan kepada setiap siswa anggota ekstrakurikuler paskibra untuk memulai latihan dan mengakhiri latihan tepat waktu. Selain itu juga memberikan pengarahan kepada orangtua/walimurid dengan memaparkan visi, misi serta program kerja ekstrakurikuler paskibra, dengan harapan orangtua/walimurid dapat memahami dan mengerti manfaat dari kegiatan esktrakurikuler paskibra.