• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

37 A. Gambaran Umum Subjek Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMP Kristen Satya Wacana Salatiga yang beralamat di Jalan Diponegoro 52-60 Salatiga dan SMP Stella Matutina Salatiga yang beralamat di Jalan Diponegoro 53 Salatiga. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIB SMP Kristen Satya Wacana Salatiga diberi perlakuan dengan strategi Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa (PBAS), sedangkan siswa kelas VIID SMP Stella Matutina Salatiga dengan model pembelajaran konvensional. Kelas VIIB SMP Kristen Satya Wacana Salatiga dengan jumlah siswa sebanyak 24 dan kelas VIID SMP Stella Matutina Salatiga dengan siswa sebanyak 26.

Tabel 4.1

Observasi Pelaksanaan Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa (PBAS)

No. Aspek yang dinilai Pertemuan

1 2

1. Guru mengecek kehadiran siswa. 4 4 2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. 3 4

3. Guru memotivasi siswa agar berantusias dalam mengikuti proses

belajar mengajar. 3 4

4.

Guru mengawali dengan memberi apersepsi dengan mengingat kembali mengenai bangun-bangun segiempat, serta memberikan pretest pada siswa sesuai materi yang akan dipelajari.

4 -

5. Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok (setiap kelompok terdiri

dari 4-5 anak). 4 4

6. Guru menjelaskan tentang pekerjaan yang harus dilakukan siswa

saat berdiskusi. 3 4

7. Guru membagikan alat peraga sebagai pedoman kegiatan yang akan

dilakukan siswa di dalam kelompoknya. 4 4

8. Guru mengawasi kegiatan siswa saat berdikusi kelompok serta

memberikan bantuan jika ada yang mengalami kesulitan. 3 4

9. Guru membimbing siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi

kelompoknya di depan kelas. 3 4

10. Guru bersama-sama dengan siswa membahas hasil presentasi yang

telah disampaikan oleh siswa. 3 4

(2)

yang telah dipelajari.

12. Guru memberikan posttest pada siswa sesuai materi yang telah

dipelajari. - 4

13. Guru bersama-sama dengan siswa melakukan refleksi. 3 4

Rata-rata Skor 3,3 4

Keterangan : 1(jika sangat tidak baik), 2 (tidak baik), 3 (cukup baik), 4 (baik), dan 5(sangat baik)

Berdasarkan pada Tabel 4.1 pada pertemuan pertama terlihat bahwa rata-rata skor mengajar guru dalam kelas mendapat skor rata-rata-rata-rata 3,3, maka tergolong dalam kategori cukup baik. Pada pertemuan kedua diperoleh rata-rata skor mengajar guru dalam kelas mendapat skor rata-rata 4, maka tergolong dalam kategori baik.

B. Kondisi Sebelum diberi Perlakuan Hasil Belajar Matematika

a. Deskripsi hasil belajar matematika

Deskripsi hasil belajar matematika digunakan untuk melihat hasil belajar siswa sebelum diberi perlakuan sehingga diperoleh gambaran mengenai keadaan kedua kelas. Hasil analisis deskripsi dapat dilihat pada Tabel 4.2.

Tabel 4.2

Deskripsi Hasil Belajar Matematika Sebelum Perlakuan Group Statistics kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean nilai kelas eksperimen 24 75.46 24.072 4.914 kelas kontrol 26 72.23 15.626 3.065

Berdasarkan Tabel 4.2, rata-rata hasil belajar pada kelas eksperimen (VIIB SMP Kristen Satya Wacana Salatiga) adalah 75,46 dan pada kelas kontrol (VIID SMP Stella Matutina Salatiga) adalah 72,23. Perbedaan

(3)

rata-rata pada kedua kelas tidak terlalu signifikan, hanya 3,23. Nilai standar deviasi pada kelas VIIB SMP Kristen Satya Wacana Salatiga adalah 24,072 dan nilai standar deviasi kelas VIID SMP Stella Matutina Salatiga adalah 15,626.

b. Uji normalitas hasil belajar matematika

Normalitas merupakan uji prasyarat sebelum melakukan uji banding dua sampel yang berguna untuk mengetahui apakah data pada variabel kontrol dan eksperimen berdistribusi normal. Uji Kolmogorov-Smirnov digunakan untuk menguji normalitas data menggunakan SPSS 16.0 for windows. Data dikatakan berdistribusi normal jika nilai signifikan Kolmogorov-Smirnov > 0,05, sedangkan data dikatakan berdistribusi tidak normal jika nilai signifikan Kolmogorov-Smirnov < 0,05. Hasil olah data uji normalitas dapat dilihat pada Tabel 4.3.

Tabel 4.3

Uji Normalitas Hasil Belajar Matematika (Pretest) Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic Df Sig. Statistic Df Sig.

Nilai .150 50 .007 .841 50 .000

a. Lilliefors Significance Correction

Berdasarkan Tabel 4.3 nilai Test of Normality terlihat nilai sig = 0,007 < 0,05 maka variabel berdistribusi tidak normal. Hal tersebut menunjukkan bahwa data nilai matematika kelas VIIB SMP Kristen Satya Wacana Salatiga pada pretest berdistribusi tidak normal, maka dilakukan uji non-parametrik.

c. Uji Non-Parametrik

Non-Parametrik merupakan uji tanpa pra syarat. Uji non-parametrik ini dilakukan karena instrumen berdistribusi tidak normal seperti yang terlihat dari output uji normalitas di atas.

(4)

Tabel 4.4

Uji Non-Parametrik (Pretest) Test Statisticsa

Nilai

Mann-Whitney U 235.000

Wilcoxon W 586.000

Z -1.512

Asymp. Sig. (2-tailed) .131

a. Grouping Variable: kelas

Berdasarkan Tabel 4.4, kolom kedua baris keempat nilai sig 0,131 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa kedua kelas mempunyai varian sama atau kedua kelas yaitu kelas VIIB SMP Kristen Satya Wacana Salatiga dan kelas VIID SMP Stella Mattutina Salatiga homogen. Hasil output pada Tabel 4.2 dapat dilihat bahwa diperoleh rata-rata kelas VIIB SMP Kristen Satya Wacana Salatiga adalah 75,46 dan kelas VIID SMP Stella Matutina Salatiga adalah 72,23. Perbedaan rata-rata kedua kelas tidak terlalu signifikan. Hal ini berarti kelas VIIB SMP Kristen Satya Wacana Salatiga dan kelas VIID SMP Stella Mattutina Salatiga mempunyai kemampuan sama dalam matematika.

C. Kondisi Setelah diberi Perlakuan Hasil Belajar Matematika (Posttest) a. Deskripsi Posttest

Hasil posttest siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat didefinisikan dengan bantuan program SPSS versi 16.00 yang dapat dilihat pada Tabel 4.5.

(5)

Tabel 4.5

Deskripsi Hasil Belajar Matematika Sesudah Perlakuan Group Statistics

Kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

Nilai

kelas eksperimen 24 87.62 6.921 1.413

kelas control 26 68.58 19.102 3.746

Berdasarkan Tabel 4.5 terlihat bahwa kelas eksperimen berjumlah 24 siswa. Nilai tertinggi pada kelas eksperimen adalah 90 dan nilai terendah 17. Rata-rata kelas eksperimen adalah 87,62 dan standar deviasinya 6,921. Kelas kontrol berjumlah 26 siswa, dengan nilai tertinggi 83 dan nilai terendah 50. Rata-rata kelas kontrol adalah 68,58 dan standar deviasinya 19,102.

b. Uji Normalitas Posttest

Normalitas merupakan uji prasyarat sebelum melakukan uji banding dua sampel yang berguna untuk mengetahui apakah data pada variabel kontrol dan eksperimen berdistribusi normal. Uji Kolmogorov-Smirnov digunakan untuk menguji normalitas data Menggunakan SPSS 16.0 for windows. Data dikatakan berdistribusi normal jika nilai signifikan Kolmogorov-Smirnov > 0,05, sedangkan data dikatakan berdistribusi tidak normal jika nilai signifikan Kolmogorov-Smirnov < 0,05. Hasil uji normalitas hasil belajar matematika (posttest) dapat dilihat pada Tabel 4.6.

(6)

Tabel 4.6

Uji Normalitas Hasil Belajar Matematika (Posttest) Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic Df Sig.

nilai .229 50 .000 .877 50 .000

a. Lilliefors Significance Correction

Berdasarkan Tabel 4.6 nilai Test of Normality terlihat nilai sig = 0,000 < 0,05 maka variabel berdistribusi tidak normal. Hal tersebut menunjukkan bahwa data nilai matematika kelas VIIB SMP Kristen Satya Wacana Salatiga pada pretest berdistribusi tidak normal, maka dilakukan uji non-parametrik.

c. Uji Non-Parametrik

Non-Parametrik merupakan uji tanpa pra syarat. Uji non-parametrik ini dilakukan karena instrumen berdistribusi tidak normal seperti yang terlihat dari output uji normalitas di atas.

Tabel 4.7

Uji Non-Parametrik (Posttest) Test Statisticsa

Nilai

Mann-Whitney U 107.500

Wilcoxon W 458.500

Z -4.020

Asymp. Sig. (2-tailed) .000

(7)

Berdasarkan Tabel 4.7, kolom kedua baris keempat nilai sig 0,000 < 0,05., artinya rataan berbeda. Hasil output pada Tabel 4.5 dapat dilihat bahwa diperoleh rata-rata pada kelas eksperimen (VIIB SMP Kristen Satya Wacana Salatiga) yaitu 87,62 lebih tinggi daripada kelas kontrol (VIID SMP Stella Matutina Salatiga) yaitu 68,58. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih baik daripada hasil belajar kelas kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa (PBAS) berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII.

D. Pembahasan Hasil Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa (PBAS) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIIB SMP Kristen Satya Wacana Salatiga. Hasil pembelajaran dipengaruhi oleh pelaksanaan pembelajaran, sehingga diperlukan analisis pelaksanaan untuk menjelaskan tingkat keberhasilan pembelajaran. Penelitian dapat tercapai tujuannya jika hasil belajar matematika pada kelas VIIB SMP Kristen Satya Wacana Salatiga dan kelas VIID SMP Stella Matutina Salatiga mempunyai kemampuan awal yang sama.

Hasil belajar siswa sebelum diberi perlakuan didapat nilai sig untuk hasil belajar adalah 0,131 > 0,05 yang berarti rataan kedua kelas sama. Berdasarkan Tabel 4.2, rata-rata hasil belajar pada kelas VIIB SMP Kristen Satya Wacana Salatiga adalah 75,46 dan pada kelas VIID SMP Stella Matutina Salatiga adalah 72,23. Perbedaan rata-rata pada kedua kelas tidak terlalu signifikan, hanya 3,23. Nilai standar deviasi pada kelas VIIB SMP Kristen Satya Wacana Salatiga adalah 24,072 dan nilai standar deviasi kelas VIID SMP Stella Mattutina Salatiga adalah 15,626. Hal ini menunjukkan bahwa kedua kelas mempunyai hasil belajar yang sama sebelum diberi perlakuan, atau dapat dikatakan homogen.

Berdasarkan hasil penelitian, hipotesis dalam penelitian ini yang menyatakan “Pengaruh antara Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa (PBAS) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas VIIB SMP Kristen Satya Wacana Salatiga” diterima. Hal ini terlihat pada Tabel 4.5 bahwa rata-rata pada kelas VIIB SMP Kristen Satya Wacana Salatiga yaitu 87,62 lebih tinggi daripada kelas VIID SMP Stella Matutina Salatiga yaitu 68,58. Berdasarkan analisis menggunakan uji banding dua sampel pada Tabel 4.7 diperoleh nilai sig 0,000 < 0,05 yang berarti rataan kedua kelas berbeda.

(8)

Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa (PBAS) menjadikan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas VIIB SMP Kristen Satya Wacana Salatiga lebih baik dari kelas VIID SMP Stella Matutina Salatiga. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar kelas VIIB SMP Kristen Satya Wacana Salatiga lebih baik daripada hasil belajar kelas VIID SMP Stella Matutina Salatiga, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan strategi Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa (PBAS) berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa. Siswa dapat lebih berperan aktif melalui aktivitas-aktivitas secara langsung dalam mempelajari materi yang sedang dipelajari, sehingga siswa dapat lebih memahami materi tersebut.

Hal ini sejalan dengan Rusman (2012: 389) yang menyatakan bahwa pembelajaran yang melibatkan aktivitas siswa secara langsung merupakan implementasi dari gaya belajar yang mengaktifkan siswa, karena dengan aktivitas langsung dalam proses pembelajaran, maka siswa secara otomatis melibatkan gerakan fisik, indera, mental, dan intelektual secara bersamaan. Pendapat ini juga sejalan dengan Sanjaya (2006: 137) yang mengatakan bahwa PBAS dapat dipandang sebagai suatu pendekatan dalam pembelajaran yang meneankan aktivitas siswa secara optimal untuk memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Widyasari (2009) yang menyatakan bahwa dengan strategi pembelajaran berorientasi aktivitas siswa, kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi semakin meningkat baik dari aspek kalimat, keterpaduan paragraf, dan EYD. Hasil pekerjaan menulis karangan deskripsi yang ditulis siswa menjadi lebih baik, lengkap, susunan paragrafnya beruntun dari kalimat satu ke kalimat yang lain, serta penulisan EYDnya tepat.

Referensi

Dokumen terkait

Miskonsepsi Tentang Kalor dan Suhu pada siswa kelas III. SMP Kristen Satya

Berdasarkan hasil analisis pretest diperoleh nilai sig untuk hasil belajar uji normalitas nilai pretest pada siswa kelas VIIB yang menggunakan model pembelajaran

Berdasarkan hasil observasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran untuk perkembangan Motorik kasar yang telah dilakukan di Taman Kanak-Kanak Satya Wacana Children

Pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses ternyata dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Mangunsari 01 Salatiga secara positif dan sisgnifikan. Hal

bahwa terdapat pengaruh penerapan model Problem Based Learning dengan dongeng terhadap hasil belajar matematika siswa kelas III SD N Salatiga 03 semester II

Dari hasil penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa mahasiswa suku Jawa Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana rata-rata memiliki motivasi yang tinggi untuk

Berdasarkan hasil analisa data tentang pengaruh metode eksperimen sebagai metode belajar dalam meningkatkan prestasi belajar IPA siswa SD Salatiga 03 kelas V pada materi

Ada perbedaan yang signifikan hasil belajar aspek sikap siswa kelas XII. SMA Kristen Satya Wacana Kota Salatiga semester 1 tahun