BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Hasil Penelitian
Pada penelitian dan pengembangan media pembelajaran Powerpoint interaktif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan cacah untuk kelas 2 SD, telah dilaksanakan dengan menggunakan metode research and development (R&D) yang telah dikembangakan oleh Sukmadinata (2016:164) dengan tahapan penelitian pengembangannya yaitu studi pendahuluan (studi pustaka dan survei lapangan), penyusunan produk, dan uji validasi ahli. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan dalam mengembangkan serta memvalidasi produk yang telah dikembangkan berupa media pembelajaran powerpoint interaktif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan cacah kelas 2 SD. Subjek penelitian ini adalah guru kelas 2 SD Negeri Lanjan 01 dan ahli pakar materi serta ahli pakar media.
Berikut ini merupakan tahapan penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:
4.1.1 Studi pendahuluan a. Studi Pustaka
Tahap ini dilakukan untuk mencari referensi mengenai media yang dikembangan melalui buku-buku, artikel dan juga melalui berbagai sumber yang relevan. Data-data yang telah didapatkan dari mencari referensi dari berbagai sumber, kemudian barulah menentukan variabel pada penelitian yang akan dilakukan. Pada penelitian pengembangan media powerpoint interaktif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada operasi hitung perkalian dan pembagian kelas 2 SD adalah guru kelas 2 SD Negeri Lanjan 01 dan ahli pakar materi dan pakar media. Kajian literatur yang telah didapatkan akan digukan sebagai acuan dalam mengetahui kebutuhan serta dalam memilih model yang sesuai dengan produk yang akan dikembangkan.
b. Survei lapangan
Dalam mengetahui kebutuhan yang pada pada sekolah, survei lapangan dilakukan dengan mewawancarai guru kelas 2 SD mengenai pelaksanaan pembelajaran di kelas, karakteristik siswa, media yang digunakan dalam menunjang pembelajaran khususnya pada materi operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan cacah kelas II SD. Tahap ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan akan media pembelajaran di kelas.
Data dan informasi dari hasil wawancara yaitu siswa masih mengalami kendala dalam mengerjakan soal perkalian dan pembagian bilangan cacah, karena siswa belum memahami mengenai konsep perkalian dan pembagian, namun terdapat beberapa siswa yang sudah dapat mengerjakan soal perkalian dan pembagian walaupun dengan dibimbing oleh guru kelas.
Dalam kegiatan pembelajaran guru jarang menggunakan media pembelajaran, jika menggunakan media pembelajaran guru hanya menggunakan gambar-gambar yang di print, video pembelajaran yang diambil dari Youtube dan menggunakan benda-benda yang ada dilingkungan sekitar dan juga menggunakan powerpoint sederhana untuk membantu dalam kegiatan pembelajaran, untuk penggunaan media powerpoint kendalanya adalah keterbatasan sarana dan prasarana yang ada di sekolah, karena disekolah hanya memiliki 1 proyektor sehingga untuk menggunakanya harus bergantian. Dari hasil wawancara ini kebutuhan sekolah akan media pembelajaran sangatlah tinggi dapat dilihat dari guru jarang menggunakan media dalam pembelajaran dan masih banyak siswa yang mengalami kesulitan ketika mengerjakan soal perkalian dan pembagian bilangan cacah. Untuk mengatasi kendala tersebut produk pengembangan media powerpoint interaktif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan cacah kelas II SD akan membantu siswa dalam memahami mengenai konsep perkalian dan dengan media yang dikembangkan siswa dapat membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalahnya.
4.1.2 Pengembangan produk
Data yang diperoleh dari studi pustaka dan survei lapangan digunakan sebagai acuan dalam penyusunan produk pengembangan. Penyusunan produk yang akan dikembangakan memeperhatikan kebutuhan akan sebuah produk ini.
Dalam usia sekolah dasar siswa lebih tertarik dengan gambar-gambar dan animasi. Dengan mengetahui kebutuhan siswa maka pengembangan produk powerpoint ini dikembangkan dengan tidak hanya powerpoint yang hanya ditampilkan, namun dalam pembuatanya memanfaatkan fitur-fitur yang terdapat pada powerpoint seperti gambar, animasi, shape, suara, video, font, hyperlink dan memanfaatkan fitur Developed yang akan digunakan untuk membuat quiz di dalam powerpoint sehingga powerpoint yang dikembangan tidak hanaya powerpoint yang ditampilkan namun siswa dapat menggunakan secara interaktif. Beriku ini merupakan gambaran dari produk yang dikembangakaan yaitu powerpoint interaktif:
a. Penyusunan media powerpoint interaktif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan cacah kelas 2 SD.
1. Menentukan judul dan materi media powerpoint
Dalam menentukan judul media powerpoint yang dikembangan menyesuaikan dengan materi yang diambil, sehingga judul media powerpointnya adalah perkalian dan pembagian bilangan cacah. Dalam penyusunan media ini memperhatikan kompetensi dasar (KD), indikatorr, dan materi pelajarannya.
Kompetensi dasar dan indikator yang dipakai dalam media pembelajaran powerpoint interaktif ini adalah sebagai berikut:
Tabel 4.1 Kompetensi Dasar Dan Indikator Pencapaian
MUATAN PEMBELAJARAN
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
MATEMATIKA 3.4 Menjelaskan perkalian dan pembagian yang melibatkan
bilangan cacah dengan hasil kali sampai dengan
100 dalam
kehidupan sehari- hari serta mengaitkan perkalian dan pembagian
3.4.1 Menganalisis operasi hitung perkalian bilangan cacah dalam
kehidupan sehari-hari.
3.4.2 Menganalisis operasi hitung pembagian bilangan cacah dalam
kehidupan sehari-hari 4.4 Menyelesaikan
masalah perkalian dan pembagian yang melibatkan bilangan cacah dengan hasil kali sampai dengan
100 dalam
kehidupan sehari-
4.4.1 Memecahkan soal operasi hitung
perkalian bilangan cacah dalam
kehidupan sehari-hari.
hari serta mengaitkan perkalian dan pembagian.
4.4.2 Memecahkan soal operasi hitung
pembagian bilangan cacah dalam
kehidupan sehari-hari.
2. Mempersiapkan sumber yang akan digunakan dari buku tematik siswa dan guru kurikulum 2013 dan mencari sumber atau referensi yang relevan dari internet.
3. Membuat rancangan isi untuk powepoint interaktif
Media powerpoint interaktif ini terdiri dari menu tampilan awal, menu utama, kompetensi dasar, materi pembelajaran yang dibuat dengan video animasi , Quiz, profil pengembang, dan petunjuk tombol. Berikut ini merupakan spesifik penjelasan mengenai isi dari media powerpoint yang dikembangan:
a) Tampilan Awal
Tampilan awal powerpoint interaktif ini berisikan judul yaitu perkalian dan pembagian bilangan cacah, kemudian terdapat tombol play yang jika ditekan/ klik akan masuk pada tampilan menu home atau menu utama, dan terdapat tombol panel yaitu tombol keluar yang berfungsi untuk mengakhiri powerpoint. Setiap tombol diberikan action dan juga hyperlink agar ketika di klik keluar suara dan masuk pada slide yang akan dituju, selain itu pada tampilan menu awal ini terdapat animasi gambar serta backsound.
Gambar 4.1 Menu Tampilan Awal b) Menu Home
Pada menu home berisi standar kompetensi, materi pelajaran, Quiz, profil pengembang, tombol panel informasi tombol dan tombol kembali. Pada menu home ini juga terdapat animasi serta backsound. pada setiap poin isi menu home dan juga tombol panel diberikan action dan hyperlink gunakan agar ketika diklik akan keluar suara dan juga akan menuju slide yang dituju sesuai dengan fungsi masing-masing tombol panel dan poin isi.
Gambar 4.2 Menu Home 1) Standar Kompetensi
Pada menu standar kompetensi berisikan kompetensi dasar, indikator pencapaian dan tujuan pembelajaran. Dalam menuliskan kompetensi dasar berpedoman dengan buku guru tematik kelas 2 tema 2 subtema 3 pembelajaran 1 tahun 2018.
Gambar 4.3 Standar Kompetensi
Gambar 4.4 Kompetensi Dasar
Gambar 4.5 Indikator Pencapaian
Gambar 4.6 Tujuan Pembelajaran
2) Informasi Tombol Panel
Pada menu Informasi tombol berisi semua keterangan fungsi dari tombol-tombol yang terdapat dalam media pengembangan yaitu powerpoint interaktif.
Gambar 4.7 Informasi Tombol 3) Materi
Pada menu materi berisi materi perkalian dan pembagian bilangan cacah, materi disajikan dalam bentuk video animasi yang didalamnya terdapat penjelasan melalui suara dan animasi dengan materi di dalamnya bersumber pada buku guru dan juga sumber yang relevan.
Gambar 4.8 Materi
Gambar 4.9 Video Materi Perkalian
Gambar 4.10 Video Materi Pembagian
4) Quiz
Pada menu quiz ini terdapat tombol petunjuk Quiz, tombol play untuk memulai quiz. Quiz ini berisikan soal-soal yang dibuat dengan
memanfaatkan fitur yang terdapat pada powerpoint yaitu fitur Developer. Developer digunakan dalam membuat kuis interaktif, sehingga siswa dapat mengerjakan nya langsung pada powerpoint yang dikembangkan, selain itu dengan fitur developer ini siswa langsung dapat dapat melihat hasil nilai dari soal yang telah dijawab. Soal quiz berbentuk soal pilihan a, b, dan c yang berjumlah 10 soal dengan materi perkalian dan pembagian bilangan cacah seperti pada menu materi.
Gambar 4.11 Quiz
Gambar 4.12 Petunjuk Quiz
Gambar 4.13 Soal Quiz
Gambar 4. 14 Cek Nilai
Gambar 4.15 Nilai 5) Profil
Pada menu profil berisi identitas dari pengembang media pembelajaran powerpoint interaktif seperti nama, NIM, program studi, fakultas, instansi dan alamat email.
Gambar 4.16 Profil Pengembang
4.1.3 Uji Validitas
Media yang telah dibuat kemudian di ujikan untuk mengetahui validitas dari media ini. Uji validitas dilakukan oleh dosen Matematika, FKIP, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga dan Kepala Sekolah SD Negeri Lanjan 01, Sumowono. Dalam uji validitas terdapat dua proses yakni uji validitas materi dan uji validitas media. Media yang telah dibuat akan dinilai oleh validator ahli guna untuk mengetahui kelayakan akan media yang dikembangkan serta memberikan komentar dan saran yang dapat digunakan peneliti sebagai bahan perbaikan dan penyempurnaan media yang dikembangkan.
a. Hasil Validasi Pakar Materi
Validasi pakar materi pada media pengembangan powerpoint interaktif ini dilakukan oleh dua validator yaitu Dosen Matematika, FKIP, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga dan Kepala Sekolah SD Negeri Lanjan 01, Sumowono. Validasi materi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keakuratan, relevansi, serta penyajian isi materi yang terdapat pada media powerpoint interaktif. Dalam uji validasi ini validator memeriksa cakupan materi didalam media yang dikembangkan untuk kemudian di nilai, dikomentari serta diberi saran untuk penyempurnaan ini. Uji validasi ini dilakukan dengan diberikannya angket instrumen validasi ahli materi yang didalamnya terdapat 12 indikator penilaian dengan 4 skor maksimal dan 1 skor minimal dari masing-masing indicator. Tabel dibawah ini merupaka data hasil dari uji ahli materi yang disajikan pada tabel 4.2 adalah sebagai berikut:
Table 4.2 Data Hasil Validasi Pakar Materi
Aspek Indikator Skor
Validator 1
Skor Validator
2 Kesesuaian
materi
1. Materi telah sesuai dengan kompetensi dasar
4 4
2. Materi yang disajikan lengkap
4 4
3. Materi yang disajikan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa
3 4
Contoh pemecahan masalah perkalian dan pembagian
4. Contoh pemecahan soal perkalian disajikan dengan jelas
4 4
5. Contoh pemecahan soal pembagian disajikan dengan jelas
4 4
6. Contoh soal perkalian disajikan dengan konkret
4 4
7. Contoh soal pembagian disajikan dengan konkret
4 4
Quiz 8. soal perkalian pada quiz sesuai dengan kompetensi dasar
3 4
9. soal pembagian pada quiz sesuai dengan kompetensi dasar
3 4
10. soal dapat membantu dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa
4 3
Bahasa 11. Bahasa yang digunakan mudah dipahami siswa
4 4
12. Kalimat yang digunakan jelas
4 4
Jumlah 45 47
Persentase 93,7 97,9
Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh 2 ahli pakar materi yaitu Dosen Matematika, FKIP, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga dan Kepala Sekolah SD Negeri Lanjan 01, Sumowono, materi yang terdapat pada pengembangan media powerpoint interaktif mendapatkan jumlah skor 45 dengan persentase 93,7 dari ahli materi I (Dosen) masuk dalam kategori sangat baik dan layak digunakan untuk uji coba tanpa revisi dan 47 dengan persentase 97,9 dari ahli materi II (Kepala Sekolah) masuk dalam kategori sangat baik dan layak digunakan untuk uji coba tanpa revisi.
b. Hasil Validasi Pakar Media
Validasi pakar media pada media pengembangan powerpoint interaktif ini dilakukan oleh dua validator yaitu dosen Matematik, FKIP, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga dan Kepala Sekolah SD Negeri Lanjan 01, Sumowono. Validasi media ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan dari media yang dikembangkan, mulai dari aspek tampilan, animasi, dan kontrol dari media powerpoint interaktif ini. Dalam uji validasi ini validator memeriksa kelayakan media yang dikembangkan untuk kemudian di nilai, dikomentari serta diberi saran untuk digunakan peneliti dalam penyempurnaan media powerpoint interaktif ini. Uji validasi ini dilakukan dengan diberikannya angket instrumen validasi ahli media yang didalamnya terdapat 17 indikator penilaian dengan 4 skor maksimal dan 1 skor minimal dari masing-masing indicator. Tabel dibawah ini merupakan data hasil dari uji ahli media yang disajikan pada tabel 4.2 adalah sebagai berikut:
Tabel 4.3 Data Hasil Validasi Pakar Media
Aspek Indikator Skor
Validator 1
Skor validator
2
Tampilan 1. Tampilan menarik 4 4
2. Background dan gambar menarik
4 4
3. Ketepatan pemilihan ukuran font 4 3 4. Ketepatan pemilihan jenis font 4 4 5. Kelengkapan standar
kompetensi KI, KD, dan tujuan pembelajaran
4 4
6. Topik pembahasan lengkap 3 3
7. Petunjuk tombol jelas 4 4
8. Petunjuk Quiz jelas 4 4
9. Video yang menarik 4 4
10. Suara penjelasan materi jelas 4 4 11. Terdapat nilai pada bagian akhir
Quiz
4 4
Animasi 12. Animasi menarik 4 4
13. Kesesuaian animasi dengan materi
4 4
14. Animasi video materi
mendukung dalam
meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa
4 4
Kontrol 15. Tombol panel mudah diakses 4 4
16. Tombol panel lengkap 4 4
17. Tombol panel sesuai dengan slide yang dituju.
4 4
Jumlah 67 66
Persentase 98,5 97
Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh 2 ahli pakar media yaitu Dosen Matematika, FKIP, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga dan Kepala Sekolah SD Negeri Lanjan 01, Sumowono, media pengembangan powerpoint interaktif mendapatkan jumlah skor 67 dengan persentase 98,5 dari ahli media I (Dosen) masuk dalam kategori sangat baik dan layak digunakan untuk uji coba tanpa revisi dan 66 dengan persentase 97 dari ahli media II (Kepala Sekolah) masuk dalam kategori sangat baik dan layak digunakan untuk uji coba tanpa revisi.
4.2 Pembahasan
Penelitian yang dilakukan ini menghasilkan sebuah produk pengembangan yaitu media powerpoint interaktif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan cacah kelas 2 SD. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Research And Development (R&D) yang dikembangkan oleh Sukmadinata. Dengan tiga tahapan yang dilakukan yaitu studi pendahuluan, pengembangan produk dan uji validasi ahli.
Langkah awal yang dilakukan peneliti yaitu memperoleh data dengan cara melakukan wawancara bersama dengan guru kelas 2 SD Negeri Lanjan 01 Sumowono. Data yang diperoleh dari hasil wawancara ini yaitu dalam kegiatan pembelajaran guru hanya menggunakan media seperti gambar- gambar yang di print, video pembelajaran yang diambil dari Youtube dan
menggunakan benda-benda yang ada dilingkungan sekitar dan juga menggunakan powerpoint sederhana dan untuk penggunaan media interaktif guru belum pernah menggunakannya dalam kegiatan pembelajaran.
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, peneliti ingin mengembangkan media pembelajaran interaktif yang dapat digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran, media yang dimaksudkan yaitu media powerpoint interaktif pada operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan cacah kelas 2 SD. Sesuai dengan pendapat Putri dan Sibuea (2014) kehadiran media pembelajaran interaktif pada proses pembelajaran dapat membuat suasana pembelajaran yang berbeda, karena materi yang sebelumnya diajarkan dengan menggunakan metode ceramah yang monoton dapat dikombinasikan dengan tayangan yang memuat suara, video, teks dan gambar bergerak.
Dalam merancang media yang akan dikembangkan yaitu powerpoint interaktif, hal-hal yang dilakukan yaitu mencari sumber yang relevan dari buku atau internet yang akan digunakan sebagai referensi, merancang desain dari media yang akan dikembangan. Pada saat menentukan judul yang akan digunakan pada media yang dikembangkan harus sesuai disesuaikan dengan kompetensi dasar, indicator, dan materi. Tema yang dipilih dalam pengembangan media ini ialah Tema 2 bermain di lingkunganku, Subtema 3 bermain di lingkungan sekolah, pembelajaran 1 dengan muatan pembelajaran yang diambil yaitu matematika pada operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan cacah kelas 2 SD. Media ini dirancang berdasarkan KD 3.4 Menjelaskan perkalian dan pembagian yang melibatkan bilangan cacah dengan hasil kali sampai dengan 100 dalam kehidupan sehari-hari serta mengaitkan perkalian dan pembagian dan KD 4.4 Menyelesaikan masalah perkalian dan pembagian yang melibatkan bilangan cacah dengan hasil kali sampai dengan 100 dalam kehidupan sehari-hari serta mengaitkan perkalian dan pembagian.
Tahap terakhir yaitu validasi ahli pakar materi dan media, Media powerpoint interaktif yang telah selesai dirancang, selanjutnya perlu dilakukan uji validasi pakar materi dan uji validasi pakar media. Uji validasi
materi yang dilakukan oleh 2 ahli yaitu Dosen dan Kepala Sekolah, materi yang terdapat pada pengembangan media powerpoint interaktif mendapatkan jumlah skor 45 dengan persentase 93,7 dari ahli materi I (Dosen) masuk dalam kategori sangat baik dan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran dan 47 dengan persentase 97,9 dari ahli materi II (Kepala Sekolah) masuk dalam kategori sangat baik dan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Uji validasi media yang dilakukan oleh 2 ahli yaitu dan Kepala Sekolah, media pengembangan powerpoint interaktif mendapatkan jumlah skor 67 dengan persentase 98,5 dari ahli media I (Dosen) masuk dalam kategori sangat baik dan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran dan 66 dengan persentase 97 dari ahli media II (Kepala Sekolah) masuk dalam kategori sangat baik dan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Karena keterbatasan waktu dalam penelitian sehingga produk yang dikembangkan hanya sampai pada tahap uji validasi saja.