BPS PROVINSI JAWA TIMUR
No. 14/02/35/Th. X, 6 Februari 2012
PERKEMBANGAN
INDEKS
TENDENSI
KONSUMEN
(ITK)
JAWA
TIMUR
TRIWULAN
4
–
2011
ITK Triwulan 4 – 2011 Jawa Timur sebesar 108,42
dan Perkiraan ITK Triwulan 1 – 2012 sebesar 107,78
Pada Triwulan 4 – 2011, ITK Jawa Timur sebesar 108,42 sedikit melemah dibandingTriwulan 3 – 2011 yang sebesar 110,55. Dengan demikian tingkat optimisme konsumen
pada Triwulan 4 – 2011 tidak setinggi ITK Triwulan 3 – 2011. Melambatnya ITK ini
sangat wajar, karena pengaruh faktor musiman yang terjadi pada Triwulan 4 – 2011
yaitu Hari Raya Idul Adha, Natal dan Tahun Baru tidak sebesar pengaruh musiman yang terjadi di Triwulan 3 – 2011 yaitu Ramadan dan Idul Fitri.
Memasuki tahun 2012, ITK Triwulan 1 – 2012 diperkirakan sebesar 107,78.Pengeluaran masyarakat pada triwulan ini diduga relatif stabil karena faktor eksternal (krisis utang Eropa dan Amerika) tidak begitu berpengaruh terhadap perekonomian Jawa Timur dan harga-harga barang dan jasa cukup stabil, sehingga tingkat optimisme konsumen tidak mengalami kendala yang berarti.
Indeks tendensi konsumen di Jawa Timur pada Triwulan 4 – 2011 (108,42) sedikit lebihrendah dibanding Nasional (108,44) atau hanya mempunyai selisih 0,02 poin. Pada
Triwulan 1 – 2012, ITK Jawa Timur diperkirakan sebesar 107,78 juga lebih rendah
dibanding ITK Nasional yang diperkirakan sebesar 108,08.
Dari 6 provinsi-provinsi di Jawa, ITK Jawa Timur pada Triwulan 4 – 2011 (108,42)menempati posisi keempat setelah DKI Jakarta (111,27), DI Yogyakarta (110,02) dan Banten (108,96)
Perkiraan ITK Jawa Timur Triwulan 1 – 2012 sebesar 107,78 menempati posisi kelimadibawah DKI Jakarta (110,68), Jawa Barat (109,66), Jawa Tengah (108,92), DI Yogyakarta (108,46).
TK Jawa Timur pada Triwulan 4 – 2011 sebesar 108,42 sedikit lebih rendah dibandingkan
Triwulan 3 – 2011 yang sebesar 110,55. Tingkat optimisme konsumen pada Triwulan 4 –
2011 tidak setinggi ITK Triwulan 3 – 2011. Melambatnya ITK ini sangat wajar, karena
pengaruh faktor musiman yang terjadi pada Triwulan 4 – 2011 yaitu Hari Raya Idul Adha, Natal dan Tahun Baru tidak sebesar pengaruh musiman yang terjadi di Triwulan 3 – 2011 yaitu Ramadan dan Idul Fitri. Walaupun demikian, ITK Triwulan 4 – 2011 masih bisa dipertahankan di atas angka 100 dan lebih tinggi dibanding perkiraan sebelumnya sebesar 107,33.
Di penghujung akhir 2011, sempat terjadi kekhawatiran krisis ekonomi dampak dari efek berantai krisis utang Eropa dan Amerika. Pada umumnya krisis finansial itu mempengaruhi banyak negara di dunia dan membuat pasar ekonomi mengalami penurunan tajam pada posisi fiskal, tetapi Indonesia tetap menunjukkan kinerja ekonomi yang kuat termasuk Jawa Timur yang merupakan pendukung ekonomi Nasional kedua terbesar setelah DKI Jakarta. Kondisi ini tampak dari pergerakan ITK Jawa Timur yang bergerak stabil selalu berada di atas nilai 100 selama tahun 2011 termasuk perkiraan Triwulan 1 - 2012.
Sumber: BPS RI
Penduduk Jawa Timur merasa optimis dengan pendapatannya, yang tampak dari nilai
Indeks Pendapatan pada Triwulan 4 – 2011 sebesar 109,97 sedikit lebih tinggi dibanding
Triwulan 3 – 2011 yang sebesar 109,36.
Dua komponen pembentuk ITK lainnya juga mempunyai persepsi tingkat optimisme yang lebih baik dibanding triwulan sebelumnya tetapi mengalami perlambatan atau bisa dikatakan tingkat optimisnya tidak setinggi triwulan sebelumnya. Indeks kaitan inflasi dengan konsumsi sehari-hari pada Triwulan 4 – 2011 sebesar 111,02 lebih rendah dibanding Triwulan 3 – 2011 sebesar 114,76. Sedangkan indeks tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan dan
102.58 107.33 110.55 108.42 107.78 98.00 100.00 102.00 104.00 106.00 108.00 110.00 112.00 Triwulan 1 - 2011 Triwulan 2 - 2011 Triwulan 3 - 2011 Triwulan 4 - 2011 Perkiraan Triwulan 1 - 2012
ITK Triwulan 1 - 4 Tahun 2011 dan
Perkiraan Triwulan 1 Tahun 2012 Jawa Timur
I
non makanan tercatat sebesar 101,29 atau lebih rendah 7,09 poin dibanding triwulan sebelumnya yang mencapai 108,38. Walaupun demikian indeks-indeks tersebut yang bernilai di
atas 100 mengindikasikan bahwa perekonomian Jawa Timur pada Triwulan 4 – 2011 relatif
cukup bergairah, karena masyarakat dengan optimis mampu membelanjakan pendapatannya untuk membeli barang-barang dan jasa tanpa begitu terpengaruh terhadap kenaikan harga suatu barang dan jasa yang terjadi. Hal ini cukup menggembirakan karena situasi perekonomian sempat terusik dengan adanya isu pengaruh krisis eksternal dan kenaikan harga BBM premium yang diduga bisa berdampak negatif terhadap perekonomian Nasional.
Komponen ITK Triwulan 1 – 4 Tahun 2011
Uraian Trw 1 - 2011 Trw 2 - 2011 Trw 3 - 2011 Trw 4 - 2012
Pendapatan
rumahtangga saat ini 106,32 111,71 109,36 109,97 Kaitan inflasi dengan
konsumsi sehari-hari 99,23 105,47 114,76 111,02 Tingkat konsumsi
beberapa komoditi makanan dan non makanan
97,25 98,56 108,38 101,29
ITK 102,58 107,33 110,55 108,42
Sumber: BPS RI
Jika dirinci lebih lanjut, komponen makanan yang mempunyai tingkat optimisme lebih baik adalah konsumsi pada daging sapi (113,60), telur (103,48), sayur-sayuran (114,13) dan tahu tempe (108,45). Sementara komponen makanan lainnya mempunyai indeks di bawah angka 100, dan terendah pada konsumsi mie (61,74). Secara umum, komponen makanan
mempunyai indeks pada Triwulan 4 – 2011 sebesar 94,32 atau tidak seoptimis triwulan
sebelumnya yang mencapai 105,88.
Pada komponen non makanan, komoditi yang mempunyai tingkat optimisme yang tertinggi adalah pada kelompok transportasi (114,07) diikuti listrik, air dan telepon (113,44), perumahan (112,02), bahan bakar (111,64), pulsa HP (108,61) dan pendidikan (106,01). Tingkat optimisme konsumen terendah tercatat pada kelompok kesehatan dengan indeks sebesar 80,11. Pada komponen non makanan ini, secara keseluruhan mempunyai indeks 105,91 sedikit melambat dibanding Triwulan 3 – 2011 yang mencapai 110,41.
Perkiraan ITK Triwulan 1 – 2012 adalah sebesar 107,78 tidak seoptimis Triwulan 4 –
pertumbuhan alami atau pertumbuhan yang disebabkan adanya pertumbuhan penduduk. Secara umum, jika tidak ada faktor pendorong lainnya, pertumbuhan ekonomi suatu wilayah didorong hanya dari pertumbuhan penduduk. Beberapa pengamat ekonomi berpendapat tingkat optimisme konsumen pada triwulan ini agak tertekan oleh isu yang kembali bergulir yaitu kenaikan harga BBM premium yang dapat menahan laju konsumsi rumahtangga yang kemungkinan besar akan diberlakukan dalam waktu dekat ini.
Indeks Komponen Makanan dan Non Makanan Jawa Timur Triwulan 1 – 4 Tahun 2011 Komoditas Trw 1 - 2011 Trw 2 - 2011 Trw 3 - 2011 Trw 4 - 2011 Ikan 83,42 86,45 108,30 85,44 Daging Sapi 73,38 76,41 102,39 113,60 Daging Unggas 79,55 77,34 104,00 95,56 Telur 89,19 90,54 107,74 103,48 Susu 92,34 93,02 112,21 91,58 Sayur 107,46 115,14 132,58 114,13 Tahu Tempe 104,85 109,35 114,64 108,45 Buah-buahan 75,14 77,54 102,21 73,93 Gula 92,39 90,53 100,27 92,26 Mie 68,99 69,30 57,44 61,74 Rokok 91,95 91,60 85,82 91,99 Indeks Makanan 91,84 105,88 94,32
Listrik, air dan telpon 109,56 111,08 110,98 113,44 Pulsa HP 105,29 107,50 119,54 108,61 Bahan bakar 97,14 100,14 119,76 111,64 Koran 89,14 90,55 87,56 92,28 Perumahan 108,78 112,72 112,02 Kesehatan 85,81 80,49 71,92 80,11 Pendidikan 109,98 110,84 116,99 106,01 Transportasi 105,63 110,03 122,16 114,07 Rekreasi 87,73 90,31 84,13 81,50 Pakaian 80,76 81,66 127,21 99,02
Indeks Non Makanan 103,15 110,41 105,91
Sumber: BPS RI
Tingkat optimisme konsumen di Jawa Timur pada Triwulan 4 – 2011 (108,42) sedikit
lebih rendah dibanding Nasional (108,44) atau mempunyai selisih 0,02 poin. Pada Triwulan 1 – 2012, ITK Jawa Timur diperkirakan sebesar 107,78 juga lebih rendah dibanding ITK Nasional yang diperkirakan sebesar 108,08. Jika dilihat kedua angkanya yang lebih dari 100, penduduk
maupun rencana konsumsi di Triwulan 1 – 2012, tetapi tingkatan optimisme konsumennya tidak setinggi Nasional. Diduga penduduk Jawa Timur dalam membelanjakan pendapatannya relatif lebih efisien daripada provinsi lainnya. Selain itu pengaruh faktor musiman Ramadhan dan Hari
Raya Idul Fitri yang sangat kental di Jawa Timur sudah berlalu. Pada Triwulan 1 – 2012
diperkirakan indeks pendapatan rumahtangga mendatang sebesar 108,11 dan rencana pembelian barang tahan lama sebesar 107,09.
Sumber: BPS RI
Dari 6 provinsi-provinsi di Jawa, ITK Jawa Timur pada Triwulan 4 – 2011 (108,42)
menempati posisi keempat setelah DKI Jakarta (111,27), DI Yogyakarta (110,02) dan Banten (108,96). Jawa Timur bersama Jawa Barat (108,07) dan Jawa Tengah (107,40) menempati posisi dibawah Nasional.
Sedangkan perkiraan ITK Jawa Timur untuk Triwulan 1 – 2012 adalah sebesar 107,78
menempati posisi kelima dibawah DKI Jakarta (110,68), Jawa Barat (109,66), Jawa Tengah (108,92) dan DI Yogyakarta (108,46). Untuk perkiraan ini Jawa Timur bersama Banten (107,36) menempati ITK di bawah Nasional. Bukan berarti perekonomian Jawa Timur lebih tertekan atau lebih buruk dibanding provinsi lain, tetapi persepsi tingkat optimisme konsumen di Jawa Timur tidak setinggi provinsi lainnya.
108.11 107.09 107.78 Pendapatan rumah tangga mendatang Rencana pembelian barang tahan lama
ITK Mendatang (Perkiraan)
Perkiraan ITK Triwulan 1 - 2012 Jawa Timur
Sumber: BPS RI
DKI Jakarta Jabar Jateng DI Yogya Jatim Banten Nasional
Trw 1 - 2011 105.55 101.12 100.06 102.79 102.58 101.66 102.42 Trw 2 - 2011 109.90 106.46 105.53 105.64 107.33 107.40 106.36 Trw 3 - 2011 113.46 109.33 110.86 111.91 110.55 110.96 110.23 Trw 4 - 2011 111.27 108.07 107.40 110.02 108.42 108.96 108.44 Perkiraan Trw 1 - 2012 110.68 109.66 108.92 108.46 107.78 107.36 108.08 90.00 95.00 100.00 105.00 110.00 115.00