Pengaruh Berbagai Jenis Herbisida dan Dosis Herbisida Terhadap Gulma pada Tanaman Karet (Havea brasiliensis) Belum Menghasilkan
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
berlangsung; (2) Herbisida aminosiklopilaklor dosis 50,100, dan 200 g/ha mampu mengendalikan pertumbuhan gulma total pada pertanaman kelapa sawit sampai dengan 8 MSA; (3)
Untuk menentukan dosis herbisida metil metsulfuron yang efektif untuk mengendalikan gulma total dan gulma dominan pada piringan tanaman kelapa sawit menghasilkan.. Untuk
Pengaruh tingkat dosis herbisida isopropilamina glifosat dan selang waktu terjadinya pencucian setelah aplikasi terhadap efektifitas pengendalian gulma pada perkebunan karet
Pengendalian gulma secara kimia dengan herbisida ditujukan untuk menekan pertumbuhan gulma. Glifosat merupakan bahan aktif herbisida yang efektif untuk mengendalikan gulma rumput,
Hal ini disebabkan karena terjadi pertumbuhan gulma baru (new-growth) pada petak herbisida isopropilamina glifosat. Bobot Kering Gulma Golongan Teki. Sementara pada
Dengan demikian, uji ulang dilakukan untuk herbisida parakuat diklorida setiap 5 tahun sekali untuk melihat efektivitas herbisida dalam berbagai dosis untuk mengendalikan gulma
Campuran herbisida Atrazin + Nicosulfuron dosis 1.5 – 3.0 l/ha efektif mengendalikan gulma daun lebar seperti Richardia brasiliensis dan Synedrella nodiflora, gulma rumput
Sehingga herbisida dengan bahan aktif 2,4 – D Dimetil Amina efektif untuk mengendalikan gulma berdaun lebar, dan gulma golongan rumput tidak bisa untuk menekan pertumbuhan khususnya