WASIAT WAJIBAH BAGI ANAK ANGKAT DALAM RANGKA PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK (Perspektif Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan Kompilasi Hukum Islam)
Teks penuh
Dokumen terkait
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan wasiat wajibah terhadap anak angkat dalam wilayah hukum Pengadilan Agama Medan adalah berdasarkan ketentuan Pasal 209 ayat (2),
Secara teori dalam Kompilasi Hukum Islam wasiat wajibah hanya diperbolehkan kepada anak angkat dan orang tua angkat saja dengan batas maksimal 1/3 dari harta
Permasalahan yang diangkat pada penelitian ini, yakni bagaimanakah kaidah dasar pemberian harta warisan melalui wasiat wajibah bagi anak angkat yang beragama Islam, bagaimana
Permasalahan yang diangkat pada penelitian ini, yakni bagaimanakah kaidah dasar pemberian harta warisan melalui wasiat wajibah bagi anak angkat yang beragama Islam, bagaimana
KHI hanya memberlakukan wasiat wajibah kepada anak angkat atau orang tua angkat sedangkan di dalam kitab- kitab fiqih yang menjadi rujukan KHI mejelaskan wasiat wajibah hanya
Maka dalam hal ini anak angkat dapat memberikan harta warisannya kepada orang tua angkatnya dengan cara wasiat wajibah seperti yang ditegaskan dalam Pasal 209 ayat (1)
Orang tua angkat tidak dapat bertindak sebagai wali dalam perkawinan terhadap anak angkatnya Mengenai wasiat wajibah, Muhibuddin mengemukakan wasiat wajibah merupakan kebijakan yang
Sementara konsep KHI adalah memberikan Wasiat wajibah terbatas pada anak angkat dan orang tua angkat.31 Pengangkatan anak yang diperbolehkan hukum Islam tidak berpengaruh dalam hukum