Pendugaan Erosi Aktual Berdasarkan Metode USLE Melalui Pendekatan Vegetasi, Kemiringan Lereng Dan Erodibilitas Di Hulu Sub DAS Padang
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Hasil perhitungan tingkat bahaya erosi di Kecamatan Bandar Marsilam pada kemiringan 15% vegetasi kelapa sawit dengan tanaman penutup tanah tertinggi sebesar 61,64
Hasil penelitian menunjukkan besarnya erosi yang terjadi paling kecil pada kawasan hutan sebesar 36,07 ton/ha/thn dan yang paling tinggi pada kopi arabika
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bahaya erosi permukaan (ton/ha/tahun) di Sub DAS Lau Padung Kecamatan Namorambe (2) Erosi terbolehkan pada lahan pertanian di Sub DAS
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Husnah (2015), nilai prediksi erosi pada lahan semak belukar juga tinggi yaitu 480.43 ton/ha/thn disebabkan karena
Kecamatan Raya pada kemiringan 30% vegetasi jeruk dan rumput memiliki kriteria tingkat bahaya erosi berat, sedangkan pada kemiringan 15,4% vegetasi kopi tanpa
P dimana : A: Jumlah tanah yang hilang rata- rata setiap tahun ton/ha/tahun R: Indeks daya erosi curah hujan erosivitas hujan K: Indeks kepekaan tanah terhadap erosi erodibilitas
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata besarnya erosi pada setiap lahan reklamasi adalah 23,61 ton/ha/tahun dengan Tingkat Bahaya Erosi TBE sedang, dan hasil uji korelasi menunjukkan
Besar Erosi Hasil Analisis Model RUSLE Hasil analisis menunjukkan bahwa besarnya erosi dengan nilai yang cukup tinggi yaitu 2.904,157 Ton/Ha/Tahun sampai 4.354,152 Ton/Ha/Tahun