• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Profil Komunitas Kancil TPZ Jakarta Barat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Profil Komunitas Kancil TPZ Jakarta Barat"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

4.1 Profil Komunitas Kancil TPZ Jakarta Barat

Kancil Tpz merupakan salah satu komunitas Bermula dari sekelompok pemuda yang suka nongkrong dan sama-sama menggemari dunia otomotif bagi penggila sepeda motor modifikasi. Dan mempunyai reputasi modifikasi yang baik di jakarta. Tongkrongan itu bernama BALREST (BALE RESEH TEAM) yang beralamat di belakang kampus Binus Anggrek Cakra, Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Kebetulan sekali dalam tongkrongan BALREST ada yang mengerti bidang otomotif mesin dan waktu itu dia juga joki balap, ia bernama Ridwan Sholeh dan di tongkrongan dia sering dipanggil Iwan kancil (sebutan nama Kancil oleh teman-teman dikarenakan kegesitan dan kelincahan dia seperti Kancil) dan pada akhirnya pada Desember 2000 Iwan kancil mendirikan bengkel atas permintaan teman-teman. Nama bengkelnya adalah "Kancil TPZ". Kata TPZ di ambil dari nama

Pitstop TPZ karena Iwan dulu bernaung di bengkel Pitstop TPZ yang di gawangin

oleh Tri Hartono atau yang sering dipanggil Simas TPZ Harapan komunitas tersebut nantinya akan bisa di jadikan ajang menyalurkan kesamaan hobi, saling tukar pengalaman dan trik tentang hal-hal yang berkaitan dengan masalah kuda besi, atau hanya sebatas bersosialisasi dan menjalin relasi secara lebih luas lagi.

Berawal dari kegemaran anak muda di dunia otomotif yang belum dapat di akomodasikan dalam wadah , sehingga awalan di bentuk wadah dalam organisasi yang di sebut kancil tpz yang di harapkan dapat menjadi wadah yang dapat

(2)

menaungi kegemaran dalam dunia otomotif, namun dalam perkembangannya untuk menaungi aspirasi anggota yang mengharapkan lebih menjadi suatu wadah komunitas yang memiliki rasa nasional tinggi tidak membeda-bedakan dan memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi akhirnya menyeburkan diri di dalam bagian motor modifikasi kancil tpz.

Komunitas yang di dirikan pada tanggal 20 Desember 2000 silam ini. Pada awalnya kancil tpz sengaja di bentuk sebagai wadah menampung aspirasi para pengguna sepeda motor modifikasi berbagai merk.kancil tpz di bentuk dengan tujuan untuk memberikan wadah bagi pecinta motor modifikasi khusus nya di jakarta.pada saat itu menuai prestasi cukup dikenal di dunia modifikasi dari sanalah nama bengkel Kancil TPZ mulai cukup dikenali di dunia modifikasi Jakarta Barat ( Kelapa 2, Kebon Nanas, Puri CNI ). Seiring majunya perkembangan modifikasi di kala itu, Kancil TPZ tidak menyerah, dengan kecerdasan dan titelnya sebagai “Insinyur Mesin” dia mengembangkan kecerdasan dan kemampuannya yang dituangkan kedalam motor yang telah di modifikasi.

Berjalannya waktu, banyak konsumen berdatangan untuk membuat motor modifikasi tidak hanya dari Jakarta namun dari kota-kota di luar pulau bahkan sampai ke Merauke dan telah terbukti memenangkan banyak piala di ivent modifikasi dan ajang balap resmi. Dengan telah terbentuknya kancil tpz dengan segala pasang surut organisasi ini sampai sekarang kancil tpz menjadi salah satu wadah penggemar motor modifikasi dan tetap menjadi saudara dari rekan-rekan motor modifikasi lainnya. hubungan persaudaraan yang terjalin sangat baik hingga saat ini tercermin dalamsetiap acara dan menghasilkan cara yang meriah aman

(3)

serta membanggakan.Kendaraan roda dua seperti motor modifikasi umumnya di gunakan untuk ivent tertentu. Namun saat ini di butuhkan sebagai gaya hidup (lifestyle).

Tidak hanya bisa membuat motor modifikasi tapi kepiawaian dan pengalamannya dulu sebagai mekanik dan joki, KANCIL TPZ sering di daulat melatih anak muda untuk menjadi mekanik yang handal. KANCIL TPZ juga sering dipakai sebagai narasumber majalah otomotif baik off line maupun on line. KANCIL TPZ tidak pelit ilmu, banyak anak muda yang datang ke bengkel KANCIL TPZ untuk belajar otomotif atau sekedar sharing. "Pasien" yang datang juga tidak hanya dari kalangan “racing” saja, bengkel KANCIL TPZ juga menerima “pasien umum” yang sekedar ingin membuat motor modifikasi menjadi keren untuk pemakaian sehari-hari. Dalam proses penerimaan anggota baru tidak ada syarat khusus di dalamnya.umumnya pemilik sepeda motor modifikasi ini adalah masuk dalam kelompok weekend bikers menggunakan motor modifikasi mereka pada waktu-waktu tertentu saja dan bukan reguler bikers (setiap harinya menggunakan motor standar pabrikan)

(4)

4.1.2 Struktur Organisasi Kancil Tpz Strukturnya terdiri dari :

1. Ketua Komunitas Kancil Tpz yaitu Ridwan Sholeh biasa di panggil Iwan. 2. Asisten Mekanik Komunitas Kancil Tpz yaitu Muhammad Iqbal

Rachman biasa di panggil Iqbal

3. Operasional Teknik Komunitas Kancil Tpz yaitu Afriean Merdeka Putra biasa di panggil Lutunk

4.2 Modifikasi Motor Dalam Komunitas

Perkembangan Atomotif khususnya Motor melalui keluarnya seri-seri baru dalam produknya akan memacu timbulya komunitas motor di Indonesia, sehingga dampak yang ditimbulkan akan menciptakan kegiatan-kegiatan seperti touring, kontes, pameran dan sejenisnya dengan didukung oleh pihak pabrikan motor serta instansi pemerintahan terkait

Berdasarkan keputusan pemerintah bahwa industri kreatif mencakup 14 sektor diantaranya Periklanan, Arsitektur, Pasar Seni dan Barang Antik, Kerajinan, Desain, Fashion, Video-Fim-Fotografi, Permainan Interaktif, Musik, Seni Pertunjukan, Pernerbitan-Percetakan, Layanan Komputer dan Piranti Lunak, Televisi dan Radio, Riset dan Pengembangan. Dalam kaitannya dengan ”Entrepreneurs”, maka salah satu topik yang akan dibahas adalah masalah ”kerajinan” sebagai salah satu sektor bidang usaha bisnis dalam ruang lingkup tentang peluang usaha dalam sektor industri kreatif di Indonesia. Pengupasan ”Entrepreneurs” dalam hal ini dikaitkan dengan sektor ”Kerajinan”

(5)

sebagai salah satu bagian dalam ruang lingkup 14 besar sektor Industri Kreatif versi pemerintah lewat kementrian perdagangan Republik Indonesia. Karena luasnya pemaparan tentang industri yang bergerak dalam sektor “Industri Kerajinan”, maka guna memfokuskan pembahasan, maka hanya dibatasi dan diarahkan pada masalah bidang ”Modifikasi Motor”. Pemilihan topik ini sangatlah menarik, karena dewasa ini perkembangan automotif khususnya motor mengalami peningkatan produksi di pasaran Indonesia, hal ini didasarkan dengan munculnya atau dipasarkannya produk motor dengan seri-seri terbaru untuk jenis motor dengan cc yang berfariatif, khususnya motor jenis metic. Untuk motor yang mempunyai dapur pacu berskala besar senacam 250 ccpun beberapa pabrikan mulai meluncurkan di pasaran Indonesia seperti produk motor Kawasaki Ninja dan Honda CBR. Dari perkembangan peredaran penjualan motor dengan keragaman jenis dan brand itulah membuat komunitas semakin ramai bermunculan di lingkungan masyarakat. Banyaknya club-club motor yang terbentuk di seluruh wilayah tanah air ini tidak terlepas dari pengaruh berkembangnya industri otomotif, khususnya motor di pasaran Indonesia, hal ini tentunya akan berimplikasi pada pembuatan acara-acara berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan atau diselenggarakan oleh sejumlah komunitas di Indonesia dengan bekerjasama pabrikan motor terkait seperti touring, kontes, pameran dan sebagainya, dimana kegiatan tersebut didukung pula oleh organissi resmi bergerak dalam otomotif serta jajaran pemerintahan terkait di Indonesia. Dari kemunculannya komunitas motor dengan keragaman model motor yang menjadi standard tunggangannya itu, dan menjadi identitas clubnya seperti baik

(6)

yang masih standar pabrikan maupun yang sudah dimodifikasi secara draktis oleh pemiliknya. Diantara model motor yang dijadikan standarisasi tunggangannya dalam berbagai komunitas yang ada itu, terdapat keragaman jenis motor seperti Model Motor Antik semacam motor Honda C-70, Motor Kumbang, CB 100. Model Sport Ninja 250 dan Honda CBR 250, Model Touring Yamaha Scorpio, Bajaj Pulsar dan Honda Tiger. Model Trail yang ditampilkan oleh Kawasaki, Hyosung, Yamaha dengan berbagai macam cc dan serinya. Model yang cukup sangar dalam penamlipan adalah model choppers yang identik dengan model-model menyeramkan bergambar tengkorak dan jilatan kobaran api serta motor besar semacam Harley Davidson telah meramaikan komunitas motor di Indonesia. Dalam kelas ringan semacam motor bebek serta motor metic juga mempunyai komunitas tersendiri dan gak mau kalah dengan komunitas lainnya. Dari maraknya komunitas-komunitas dengan berbagai macam model motor itu, maka dampak yang ditimbulkan munculah bengkel-bengkel modifikasi motor diberbagai daerah guna merespon kebutuhan dari banyaknya komunitas yang terbentuk. Dari sinilah industri kecil dan menengah membentuk cabang hingga muncul suatu usaha bisnis dalam sektor industri kreatif yang mengusung dan melahirkan suatu istilah “Bengkel Modifikasi Motor” di lingkungan masyarakat Indonesia.

4.2.1 Kemunculan Bengkel Modifikasi Motor

Maraknya keinginan untuk memodifikasi motor tunggangannya itu membuat tumbuhnya bengkel-bengkel motor di Indonesia, baik yang bengkel

(7)

resmi dari pabrikan dan bengkel non pabrikan atau milik perorangan. Kemunculan bengkel tersebut juga bernacam-macam layanannya khusus bengkel dari pabrikan tidak melayani dalam memodifikasi hanya bersifat service mesin kendaraan baik yang sifatnya ringan atau bersifat berat misalkan turun mesin. Segala sesuatu yang berujung pada pembongkaran mesin harus mengacu pada prosedur yang telah distandardkan oleh pabrikan termasuk suku cadangnya menyediakan keorisinalan produk dari merek kendaraan tersebut. Untuk mendirikan Bengkel jenis ini tidak mudah, karena memerlukan modal yang besar dari pemiliknya dan bengkel ini harus mempunyai ikatan resmi bersertifikasi dari merek kendaraan tertentu. Para karyawannyapun harus mendapat pelatihan secara resmi dari pabrikan, tidak asal comat saja dilapangan. Bengkel resmi dari merek-merek motor yang diperdagangkan di indonesia itu, telah tumbuh banyak di berbagai kota diseluruh Indonesia baik yang berada di kota kecil maupun berada di kota besar. Bengkel standard pabrikan biasanya merangkap di setiap showroom penjualan motor dari berbagai macam merek seperti Yamaha. Honda, Suzuki, Kawasaki serta merek lainnya. Sedangkan bengkel perorangan atau bengkel yang dikelolah oleh komunitas termasuk dalam klasifikasi satandard dan modifikasi, tergantung pelayanan dari bengkel tersebut. Untuk bengkel pengelolaan perorangan banyak jumlahnya baik skala kecil dan menegah. Bengkel jenis ini biasanya disenangi oleh anak-anak muda yang suka kebut-kebutan di jalan raya guna menujukkan eksistensinya sebagai anak muda, bahkan pada kasus-kasus tertentu bisa dijadikan taruhan yang memerlukan nyali khusus para pengendaranya. Dalam kasus seperti ini, tidak jarang aparat kepolisian dibuat pusing oleh ulah kelompok-kelompok

(8)

tertentu yang menyelenggarakan adu balap liar tersebut, dimana keberadaannya sudah menjalar ke berbagai macam lingkungan dikota-kota seluruh wilayah Indonesia. Ada juga Bengkel khusus yang menerima modifikasi beragam bentuk layanannya, baik perombakan dapur pacu motor hingga menjadi beringas, maupun perombakan pada bentuk fisik dari motor itu sendiri hingga tampil beda dengan yang lain. Pelayanan bengkel seperti diuraikan di atas , oleh kalangan bikers menyebutnya dengan istilah “Bengkel Modifikasi Motor”. Bengkel jenis ini jumlahnya sangat terbatas dan hanya di beberapa kota besar dan menengah. Karena untuk mendirikan jenis bengkel semacam ini diperlukan modal yang cukup besar serta tenaga ahlinya cukup memadahi, sehingga permintaan konsumen bisa terpenuhi. Kemunculan “Bengkel Modifikasi motor” ini, sangat membantu bagi mereka yang tidak bisa melakukan modifikasi sendiri, tetapi perlu jasa orang lain merealisasikan keinginannya melalui bengkel tersebut. Setiap bengkel, dalam menerima modifikasi motor, mempunyai bentuk klasifikasi layanannya beragam. Keragaman itu tercermin pada pembatasan khusus jenis motor tua misalnya Norton, BMW, BSA, Binter Merzy, CB, Motor Kumbang, Honda C70 serta jenis lainnya. pada kasus lain ada juga bengkel yang menerima semua merek motor, dari semua keluaran termasuk golongan motor tua dan antik. Bengkel dengan spesifikasi pelayanan khusus pengecatan motor saja juga ada, misalnya khusus motor yang ingin menampilkn gambar cewek, binatang atau model sangar berupa kepala tengkorak dengan jilatan api pada motor jenis choppers ini, kesemuanya itu disajikan dengan “teknik air brush” sehingga motor menjadi lebih fantastis dilihatnya. Perombakan motor secara total hingga

(9)

bentuknya menjadi aneh, antik, sangar, entah apa yang ada dipikiran kita terhadap motor yang telah diwujudkannya itu, hingga kia menggeleng-gelengkan kepala tat kala melihatnya di hadapan kita. Untuk yang terakhir ini biasanya adalah jenis Choppers baik untuk motor besar semacam Harley Davidson dengan kapasitas mesin 1000 cc atau motor sedang semacam Motor berkapasitas 600 – 400 cc sejenis CBR atau kecil berkapasitas 200 cc ala Binter merzy, bahkan ada yang 150 cc berupa vespa. Kemunculan bengkel ini, dengan segala macam layanan akan terus berkembang dan menyebar di berbagai daerah seiring dengan perkembangan dunia otomotif di Indonesia khususnya kendaraan roda dua.1

4.3 Kegiatan yang di lakukan Komunitas Motor Modifikasi Kancil TPZ 1. Melakukan modifikasi di Jakarta yang terdiri dari satu orang asisten

mekanik dan satu orang Oprasional Teknik untuk menghadiri acara event modifikasi

2. Melakukan kumpul bersama dengan pecinta motor Modifikasi berbagi infomasi modifikasi terbaru (update)

3. Sekedar melakukan tune-up pada motor yang telah di modifikasi 4. Mengikuti acara kompetisi ajang final drag bike jakarta

(10)

Gambar 4.1.3 Anggota Motor Modifikasi Kancil TPZ

Gambar 4.1.4 Persiapan Mengikuti Acara Modifikasi Final Drag Bike Senayan

(11)
(12)

4.4 Lokasi dan Lamanya Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di basecamp yang beralamat di Alamat : Jl Anggrek Cakra no 15 Kebun Jeruk belakang kampus BINUS anggrek Jakarta Barat. Adapun lamanya waktu penelitian ini dimulai di hari tanggal 08 Juni 2015 sampai dengan 20 Desember 2015 pada jam 16:00 s/d 21:00. Lamanya waktu penelitian ini dimulai dari tahap persiapan sampai pengujian dari awal sampai dengan selesai.

4.5 Hasil Penelitian

Fenomenologi berasal dari bahasa yunani phenomenon yang artinya mempelajari sesuatu yang tampak. Sesusatu yang tampak yaitu perilaku para pecinta modifikasi motor. untuk mengetahui alasan perilaku para pecinta modifikasi motor yang tampak oleh panca indra penulis mencoba untuk mencari tahu perilaku apa sajakah yang berkaitan dengan modifikasi motor maka peneliti mencoba melakukan wawancara dengan key informan dan informan. Komunikasi non verbal yang terdapat pada komunitas motor modifikasi Kancil TPZ digunakan sebagai bentuk komunikasi pada saat melakukan kegiatan memodifikasi sepeda motornya, biasanya seorang Modifikator mengadakan briefing pada semua anggota untuk selalu mengutamakan keselamatan pengendara. Komunikasi nonverbal diatas sangat lah penting untuk diperhatikan agar tidak menciptakan sifat ambiguitas kepada anggota komunitas lainya, oleh sebab itu komunikasi nonverbal mengajarkan untuk membaca penampilan motor modifikasinya

(13)

Tabel 4.1

No Informan Kunci Kelamin Jenis Umur Informan Status Komunikasi Non Verbal Hasil Pengamatan

Konfirmasi George Harbert Mead terhadap hasil wawancara (Mind), (Self) dan (Society)

1 Ridwan Sholeh Pria 36 Ketua Komunitas

Kancil TPZ

 Petunjuk memberitahukan

bahwa pentingnya modifikasi

 Terlihat bergaya membuat

mata tertuju pada motor modifikasinya

 Simbol non verbal

menjelaskan bahwa seorang modifikator tetap harus mengutamakan safety motornya.

 Mind

 Self

 Society

2 Muhammad Iqbal Rachman Pria 22 Asisten Mekanik Kancil TPZ  Modifikasi kendaraan mencerminkan karakter si pemilik.  Kepuasan dalam memodifikasi memberikan arti tersendiri

 Membuat orang lain berfikir, tidak hanya mementingkan modifikasi tp juga keselamatan penggunanya, ke safety nya pun harus di perhatikan.

 Mind

 Self

 Society

3 Tri Baskoro Abbas Pria 31 Anggota Komunitas Kancil TPZ

 Modifikasi penting di ketahui, biar bisa irit, tanpa

buang-buang uang

memanfaatkan spare part yang ada.

 Keren, bergaya ga malu maluin di ajak jalan-jalan  Berbagi informasi dengan

para modifikator lain nya

 Mind

 Self  Society

(14)

Seorang key informan dalam penelitian ini yang bernama Ridwan menjelaskan awal mulanya Ia menjadi modifikator motor kancil TPZ yang merupakan pendiri bengkel kancil TPZ yang sering menghabiskan waktu di bengkel untuk memodifikasi motor memerlukan „ketekunan‟ di dalamnya.2

“Awal mulanya gw modifikasi motor tuh di ajarin sama temen gw, pas gw udah jalanin ternyata asik dan seru juga, terus ketagihan deh sampe sekarang, maen sama hobi beginian ga kemakan jaman bos, dan yang paling keren bisa nyari duit”

Seperti itulah yang telah diungkapkan oleh Ridwan, Ia bermain motor modifikasi dikarenakan kesukaannya memodifikasi. Dari key informan yang sudah diwawancarai oleh peneliti mengenai awal mulanya Ia menjadi modifikator. Key

Informan mempunyai alasan awal mulanya Ia menjadi modifikator motor.

4.5.1 Hadirnya Modifikasi Motor

Bicara soal selera pasti ada pembedaan antara satu dengan yang lainnya, begitu juga dengan kepemilikan sebuah kendaraan sebut saja kendaraannya itu motor, tentunya sang pemilik juga mempunyai selera sendiri-sendiri. Ada yang memilih jenis bebek, metik, trail, sport dan motor besar termasuk choppers. Dari jenis pemilihan motr yang sudah ada ditanganya itupun masih digali lagi suatu

(15)

perbedaan mendasar yaitu ada yang hanya ingin menampilkan standard pabrikan saja dan ada juga yang mengotak-atiknya dengan berbagai macam ide hingga terlahir motor modif. Dari penjabaran tersebut di atas, maka ada komunitas motor yang hanya menggunakan motor standard pabrikan seperti dikeluarkan oleh salah satu merek di pasaran, juga ada komunitas yang memang sengaja merombak motor keluaran pabrikan. Perombakan ini didasarkan oleh suatu keinginan dari masing-masing orang yang ingin tampil berbeda dengan yang lainnya. Perombakan motor tidak hanya pada motor yang dikeluarkan oleh pabrikan tahun terbaru saja, namun untuk motor jenis tua yang sulit dicari keberadaannya juga ingin ditampilkan dalam bentuk baru. Suatu contoh Honda CB 100 yang keluar diera tahun 80an kini bisa dihadirkan dalam bentuk yang berbeda, demikian juga jenis lainnya seperti Honda C-70 yang tadinya waktu dibeli warnanya sangat kumel, dan setelah disulap menjadi cemerlang mengkilat keemasan sampai menyilaukan mata yang melihatnya, Kawasaki Binter Merzypun tak luput dari incarannya dirombak habis menjadi kendaraan sangar ala choppers, Honda GL 100, Vespa serta jenis lainnya juga bisa ditampilkan dengan keragaman bentuk hingga orang yang melihatnya bisa geleng-geleng kepala, dikarenakan bentuknya mengisyaratkan suatu keanehan itu. Jangan ditanya kalau sudah ngomong modifikasi motor yang sifatnya total, harus merogoh kantong yang tebal sekali,hal ini disebabkan material yang dipakai bisa-bisa harganya selangit dan kalau dihitung-hitung biaya memodifikasi motornya itu jauh lebih mahal daripada harga motornya.Hingga sekarang ini telah banyak suatu organisasi semacam komunitas motor baik yang menampung segala macam jenis motor atau yang menampung

(16)

secara khusus motor tertentu dari merek tertentu juga, kesemuanya itu tergantung dari visi dan misi dari komunitas tersebut. Keberadaan dari komunitas ini sudah menyebar keberadaannya di seluruh Indonesia dari berbagai macam kota dan itu akan terus bermunculan seiring dengan derap langkah perkembangan otomotif di Indonesia khususnya kendaraan bermotor roda dua.

4.6 Komunikasi Non Verbal Dalam Modifikasi Motor Kancil TPZ

Dalam teori komunikasi nonverbal komunikator di tuntut untuk memberikan komunikasi nonverbal baik dalam bentuk gambaran atau gerak tubuh, karakteristik penampilan, karakteristik suara dan penggunaan ruang jarak. Karena dalam kegiatan modifikasi Komunitas kancil TPZ. Komunikator dan komunikan menggunakan komunikasi noverbal yang jelas yakni mencangkup gambaran modifikasi, Kaitan antara teori komunikasi nonverbal dengan kegiatan modifikasi komunitas kancil TPZ adalah untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan dalam modifikasi tersebut karena dalam teori ini menjelaskan bagaimana seorang komunikator memberikan gambaran modifikasi yang jelas agar seluruh anggota komunitas tersebut tidak salah paham (menimbulkan sifat ambiguitas) dalam menangkap gambaran yang diberikan komunikan sehingga akan menciptakan keamanan dan kenyamanan selama menggunakan motor yang telah di modifikasi tersebut.

Teori komunikasi nonverbal menunjukan bahwa betapa pentingnya peranan seorang komunikator dalam menciptakan modifikasi roda dua untuk berkendara,

(17)

bagaimana hal tersebut merupakan salah satu indikator dari keberhasilan seorang komunikator nonverbal yang baik dalam menjalankan kinerja dalam komunitas agar tidak menganggu kenyaman pengguna jalanan. Komunikasi nonverbal sangat lah penting untuk diperhatikan agar tidak menciptakan sifat ambiguitas kepada anggota komunitas lainya, oleh sebab itu teori komunikasi nonverbal mengajarkan untuk membaca gambaran modifikasi,penampilan, suara dan pengguna ruang dan jarak sehingga akan menciptakan kenyamanan, keamanan tata tertib berkendara yang baik dan dapat menjalani modifikasi tersebut dengan nyaman untuk menikmatinya. Melalui teori ini juga modifikasi komunitas motor kancil TPZ bisa membaca simbol-simbol yang tercipta selama perjalanan modifikasinya, menilai sejauh mana respon dari setiap anggota komunitas dalam membaca komunikasi nonverbal tersebut. Hal tersebut bisa dijadikan bahan evaluasi dalam mengatur kembali kinerja seorang komunikan dalam memberikan pesan terhadap yang lainnya dan tentunya untuk tidak lagi menciptakan sifat ambiguitas terhadap anggota komunitas lainnya

4.7 Keselamatan Pengendara Dalam Memodifikasi Motor

Agar tampil beda dan terlihat gagah, keren, dan elegant banyak pemotor melakukan modifikasi pada motornya komunitas ini menjaga keselamatan pengendara karena bila mereka salah memodifikasi dapat menyebabkan terjadinya

trouble yang berdampak kecelakaan bagi penggunanya. Banyak hal yang harus di

lakukan ketika akan memodifikasi motor, selain harus nyaman, tentunya juga aman saat di kendarai.modifikasi tak boleh terlepas dari berbagai aspek, seperti

(18)

keamanan, kelengkapan, serta ketaatan dalam berlalu lintas. Tak terkecuali bagi pengendara yang suka memodifikasi motornya.

Walau kadang penerapan para penegak hukum belum sesuai dengan apa yang ada di dalam undang-undang atau peraturan pemerintah. Walau kadang membuat bingung.

Selain harus aman dan nyaman saat di kendarai, motor yang melalui rangkaian modifikasi hendaknya juga memperhatikan pengendara lain. Jangan sampai motor yang di modifikasi justru merugikan pengendara lain saat di kendarai di jalan raya.

Modifikasi pun mempunyai simbol-simbol yang tak banyak di sadari masyarakat sehingga banyak masyarakat yang salah menilai modifikasi.

4.8 Tujuan dari kegiatan komunikasi nonverbal pada Komunitas Motor Modifikasi Kancil TPZ

Wawancara yang didapat dari beberapa informan termasuk ahli komunitas, peneliti kemudian menyusun dan menyeleksi informasi tersebut menjadi beberapa bagian. Pemilahan informasi ini diperlukan untuk menjelaskan keterkaitan tujuan komunikasi nonverbal di dalam komunitas motor modifikasi kancil TPZ dalam melakukan kegiatan modifikasi.Tujuan dari kegiatan komunikasi nonverbal bagi komunitas menurut ahli komunitas yang peneliti wawancara adalah sangat penting menggunakan komunikasi nonverbal dalam kegiatan modifikasi bagi komunitas karena bila dalam modifikasi terlihat di jalan sangat tidak mungkin untuk menghentikan orang tersebut dan langsung menanyakan tentang yang di

(19)

modifikasi. Maka di gunakan lah komunikasi nonverbal oleh komunitas.

Gambaran modifikasi yang di berikan komunitas dengan menggunakan alat atau biasa yang di sebut komunikasi nonverbal namun anggota telah mengerti maksudnya dari isyarat tersebut.

namun anggota telah mengerti maksudnya dari gambaran tersebut cukup dengan bahasa nonverbal jadi anggota mengerti.Pengetahuan terhadap komunikasi nonverbal tersebut terwujud dalam ide-ide kelompoknya.Proses pengiriman pesan non verbal dengan melihat motor yang telah di modifikasi tetapi memberi informasi akan adanya perubahan dari segi modifikasi yang perlu di analisa kembali kekuatan dan fungsi nya

Dalam menentukan modifikasi yang harus di lakukan yaitu kecepatan berfikir atau menganalisa suatu modifikasi cocok atau tidak nya di gunakan motor tersebut.ketika di kendarai pengguna motor di kecepatan rendah atau kecepatan tinggi.komunita motor modifikasi ini mengantisipasi ada nya trouble pada motor yang telah di modifikasi.dan juga menjaga keselamatan pengendara.

Inilah tujuan wawancara tersebut untuk menggali informasi-informasi untuk memperkuat fenomena peran pesan nonverbal terhadap modifikasi dan keselamatan berkendara dalam modifikasi kendaraan.

Komunikasi nonverbal yang di lakukan modifikator kepada para anggota nya mencerminkan proses komunikasi non verbal berupa gambaran alat modifikasi Dampak dari pesan tersebut adalah untuk menjaga keselamatan pengendara.penjelasan yang di sampaikan oleh informan tersebut menggambarkan tujuan kegiatan komuniakasi nonverbal yang terjadi dalam memodifikasi

(20)

komunitas motor kancil TPZ.bukan suatu hal yang biasa tetapi menjadi luar biasa jika dikaitkan perannya terhadap keselamatan berkendara di jalan umum. lebih banyak lagi. Disini nyawa yang dipertaruhkan bisa berjumlah lebih banyak. Dari hal tersebut bisa dibayangkan seberapa besar tanggung jawab seorang modifikator terhadap dirinya dan dan juga kepada anggotanya yang mengikuti modifikasinya

4.8.1 Aturan Keselamatan Berkendara

Untuk keamanan dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan disebutkan pada ayat 30 dan ayat 31, yaitu:

“Keamanan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah suatu keadaan terbebasnya setiap orang, barang, dan/atau Kendaraan dari gangguan perbuatan melawan hukum, dan atau rasa takut dalam berlalu lintas. Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah suatu keadaan terhindarnya setiap orang dari risiko kecelakaan selama berlalu lintas yang disebabkan oleh manusia, Kendaraan, Jalan, dan/atau lingkungan”.

Penerapan keselamatan berkendara telah diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada BAB XI Pasal 203 Ayat 2 huruf a yang berbunyi:

“Untuk menjamin Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan rencana umum nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, meliputi: a.

(21)

Penyusunan program nasional kegiatan Keselamatan dan Angkutan Jalan.” Adapun penjelasan dari pasal 203 Ayat 2 huruf a yaitu bahwa program nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diantaranya yaitu tentang Cara Berkendara dengan Selamat (Safety

riding). Berdasarkan hal tersebut, jadi jelas bahwa penerapan Safety

riding merupakan Program Nasional yang harus kita dukung penuh

dan laksanakan demi terciptanya keselamatan dan keamanan di jalan raya.”

Di dalam penerapan di lapangan, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh pengendara dalam berkendara sebagaimana yang diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, antara lain seperti:

1) Kelengkapan kendaraan bermotor standar (sesuai BAB VII Bagian Keempat tentang Perlengkapan Kendaraan Bermotor)

2) Kaca spion wajib ada 2 (dua) buah di kiri dan kanan. (sesuai BAB VII Bagian Kedua tentang Persyaratan Teknik dan Laik Jalan Kendaraan Bermotor Pasal 48 Ayat 2 huruf a)

3) Lampu depan, lampu rem, riting kiri-kanan, klakson yang berfungsi. (sesuai BAB VII Bagian Kedua tentang Persyaratan Teknik dan Laik Jalan Kendaraan Bermotor Pasal 48 Ayat 3 huruf f; BAB IX Paragraf 2 tentang Penggunaan Lampu Pasal 107 Ayat 2 dan Ketentuan Pidana sesuai BAB XX Pasal 285 ayat 1; dan Pasal 290)

(22)

Pasal 80 huruf d)

5) Plat Nomor di depan dan belakang. (sesuai BAB VII Bagian Ketujuh tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor Pasal 68 dan Pasal 70; BAB XIX Bagian Kedua Paragraf 1 tentang Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan Pasal 265 Ayat 1 huruf a;dan BAB XX tentang Ketentuan Pidana Pasal 280 )

Helmet (Pelindung Kepala) adapun penggunaan helm ini telah diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 BAB VII Bagian Keempat Pasal 57 Ayat 2; BAB IX tentang Lalu Lintas Bagian Keempat Paragraf 1 Pasal 106 ayat 8 dan 9 serta Ketentuan Pidana sesuai BAB XX Pasal 291 ayat 1 dan 2 dan Pasal 292.

4.9 Pembahasan

Berdasarkan Hasil penelitian di atas merupakan proses penelitian lapangan yang telah di lakukan peneliti selama 08 Juni 2015 sampai dengan 20 Desember 2015. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif tentang, bagaimana makna interaksi simbolik komunitas motor modifikasi Kancil TPZ Jakarta Barat. Fenomena pada komunitas melalui simbol di tangkap dan di maknai oleh anggota komunitasnya dan komunitas lainnya merupakan refleksi dari fenomena interaksionisme simbolis. Manusia pada hakekatnya adalah makhluk yang berinteraksi tidak hanya melalui berinteraksi secara eksklusif antar manusia dan insklusif dengan seluruh mikrokosmo, seperti pada komunitas motor modifikasi kancil TPZ mengadakan modifikasi dengan menggunakan simbol yang biasa di gunakan komunitasnya. Terkadang manusia dalam interaksi sosialnya di

(23)

sadari maupun tidak sering menampakkan fenomena-fenomena yang berupa simbol-simbol dan mempunyai banyak pemaknaan yang beragam antar individu.

penulis melakukan wawancara terstruktur dan mendalam yang di lakukan dengan salah satu anggota komunitas motor modifikasi kancil TPZ jakarta barat sebagai key informan dan tiga orang informan sebagai pendukung informasi penelitian. Pada pembahasan ini penulis akan membahas hasil dari penelitian berdasarkan fokus penelitian serta teori-teori yang digunakan seperti teori interaksi simbolik, yaitu dengan penyampaian informasi yang dilakukan oleh key

informan modifikator terhadap pemahaman informasi mengenai komunikasi non

verbal memberikan banyak jawaban dari sebuah interaksi non verbal yang terjadi pada komunitas motor modifikasi. Dimulai dari cara mereka berinteraksi dengan orang di sekitarnya menggunakan simbol dan cara mereka menunjukkan jati diri kepada orang lain sehingga dapat menciptakan respons dan konsep diri pada dirinya sendiri dan orang-orang sekitarnya.

Gambar

Gambar 4.1.3 Anggota Motor Modifikasi Kancil TPZ
Gambar 4.1.5 Prestasi Modifikasi Kancil Tpz

Referensi

Dokumen terkait

d) Gambaran aktifitas/kegiatan belajar siswa yang diperoleh melalui pengamatan adalah sebagai berikut: (1) Siswa yang aktif dan termotivasi dengan media

Kekurangan guru saat mengajar antara lain yaitu saat pertemuan pertama pada kegiatan pembelajaran guru kurang jelas menyampaikan tujuan pembelajaran masih ada yang

Dalam model penelitian etnografi komunikasi, peristiwa komunikasi dalam percakapan di aplikasi discord pada gambar 4.2 memiliki beberapa komponen seperti dengan teori Kuswarno

Data kerjasama siswa pada kegiatan pembelajaran merupakan gambaran aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran berlangsung. Adapun data observasi hasil kerjasama siswa pada

Untuk mengetahui gambaran profil rhinitis alergi secara mendetail dan jelas dengan kaitan pekerjaan dan riwayat atopi, maka sebaiknya penelitian selanjutnya dapat

Pada tahap ini PR STBA JIA Bekasi melakukan kegiatan dengan melakukan kegiatan aksi dan komunikasi sebagai wujud kegiatan yang telah disusun dan direncanakan

a) Kegiatan guru sudah cukup baik dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif tipeSTAD, penjelasan sudah baik dan jelas. Sedangkan bagi siswa yang terlihat

Saat ini dikarenakan jarak ruangan antara mcr dan studio sangat dekat maka komunikasi yang dilakukan dalam memberikan aba-aba yaitu cukup bicara secara langsung saja tanpa melalui alat