• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Gizi Terhadap Proses Perkembangan dan Pertumbuhan Anak Usia Dini

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh Gizi Terhadap Proses Perkembangan dan Pertumbuhan Anak Usia Dini"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH GIZI TERHADAP PROSES PERKEMBANGAN DAN PENGARUH GIZI TERHADAP PROSES PERKEMBANGAN DAN

PERTUMBUHAN ANAK USIA DINI PERTUMBUHAN ANAK USIA DINI

Agil Prsetyaningarum Agil Prsetyaningarum11

Abstrak  Abstrak 

Gizi merupakan unsur dasar dalam perkembangan dan pertumbuhan manusia. Gizi merupakan unsur dasar dalam perkembangan dan pertumbuhan manusia. Tak terkecuali pada anak usia dini yang sangat memerlukan asupan gizi yang Tak terkecuali pada anak usia dini yang sangat memerlukan asupan gizi yang cukup dalam

cukup dalam perkemperkembangannybangannya. a. PemberPemberian gizi ian gizi pada masa pada masa kehamikehamilan lan sangatsangat dibutuhkan untuk perkembangan janin, selain itu pemberian stimulasi juga dibutuhkan untuk perkembangan janin, selain itu pemberian stimulasi juga  penting

 penting untuk untuk merangsang merangsang perkembangan perkembangan otak otak janin. janin. Gizi Gizi dan dan stimulasistimulasi sa

sangngat at beberrkakaiittan an ererat at kekerranana a kekeduduananyya a mmenenununjajang ng dadallam am prprososeses  perkembangan dan pertumbuhan agar tercipta anak yang b

 perkembangan dan pertumbuhan agar tercipta anak yang b erkualitas.erkualitas.

Kata kunci

Kata kunci : gizi, stimulasi, janin, anak usia dini.: gizi, stimulasi, janin, anak usia dini.

Pendahuluan Pendahuluan

Gizi merupakan unsur dasar

Gizi merupakan unsur dasar dalam perkembandalam perkembangan gan dan dan pertupertumbuhan manusia. Tidak mbuhan manusia. Tidak  terkecuali pada anak usia dini yang sangat memerlukan asupan gizi yang cukup terkecuali pada anak usia dini yang sangat memerlukan asupan gizi yang cukup dalam perkembangannya. Asupan gizi tersebut diperoleh anak pada saat masih di dalam perkembangannya. Asupan gizi tersebut diperoleh anak pada saat masih di dalam kandungan, masa bayi dan masa-masa pertumbuhannya.

dalam kandungan, masa bayi dan masa-masa pertumbuhannya.

Pada umumnya orangtua di Indonesia berpikir bahwa pemberian gizi yang cukup itu Pada umumnya orangtua di Indonesia berpikir bahwa pemberian gizi yang cukup itu diberikan pada anak saat anak sudah lahir ke dunia. Mereka tidak berpikir bahwa diberikan pada anak saat anak sudah lahir ke dunia. Mereka tidak berpikir bahwa  pemberian

 pemberian asupan asupan gizi gizi yang yang cukup cukup juga juga diperlukan diperlukan pada pada masa masa kehamilan. kehamilan. Di Di masamasa keha

kehamilmilan, an, janjanin in memmemerlerlukan ukan gizgizi i untuntuk uk perpertumtumbuhabuhan n dan dan perperkemkembangbangannyannya,a,

1 1

Penulis adalah mahasiswa prodi PG-PAUD (S1 2010

Penulis adalah mahasiswa prodi PG-PAUD (S1 2010 B) Fakultas Ilmu Pendidikan UniversitasB) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas  Negeri Surabay

(2)

terutama perkembangan otak yang merupakan kunci kesuksesan anak di masa mendatang. Selain itu, pemberian stimulasi pada janin juga harus dilakukan oleh ibu hamil. Stimulasi-stimulasi pada janin lebih menekankan pada rangsangan kerja otak   janin untuk berkembang lebih optimal, sehingga ketika anak sudah lahir, anak sudah

memiliki bibit-bibit kecerdasan, kemudian berikan stimulasi-stimulasi selanjutnya sesuai usia untuk mengembangkan bibit-bibit kecerdasan yang telah ada agar  tereksplorasi dengan maksimal.

Asupan gizi pada anak pasca kelahiran juga sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Pemberian gizi yang cukup dan stimultan dapat membantu perkembangan anak  secara positif. Pemberian gizi yang cukup tidak akan berjalan optimal tanpa adanya stimulasi-stimulasi pada anak. Pemberian asupan gizi dan pemberian stimulasi akan  berjalan selaras dan berkesinambungan dengan baik apabila orang tua berperan aktif 

dalam pelaksanaannya.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dirumuskan beberapa masalah antara lain (1)  bagaimana pengaruh asupan gizi pada masa kehamilan?; (2) bagaimana pengaruh  pemberian stimulasi terhadap janin pada masa kehamilan?; (3) bagaimana pengaruh asupan gizi ketika menyusui?; (4) bagaimana pengaruh asupan gizi anak pasca kelahiran?; dan (5) bagaimana pengaruh pemberian stimulasi pada anak usia dini?. Pembahasan atas beberapa masalah tersebut akan dibahas pada bagian selanjutnya.

(3)

Pengaruh Gizi Terhadap Proses Perkembangan dan Pertumbuhan Anak Usia Dini

Kebutuhan gizi pada masa kehamilan berbeda dengan masa sebelum kehamilan,  peningkatan kebutuhan gizi hamil menurut Huliana (2001) sebesar 15 persen, karena dibutuhkan untuk pertumbuhan rahim, payudara, plasenta, air ketuban, dan  pertumbuhan janin. Adapun penambahan kebutuhan gizi pada masa kehamilan meliputi (1) kalori, (2) protein, (3) lemak, (4) karbohidrat, (5) vitamin,dan (6) mineral.2

Menurut Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VII 2004 tambahan kalori yang dibutuhkan sekitar 3000 Kkal/hari. Pada Trimester I, kalori meningkat secara minimalis. Pada Trimester II, kebutuhan kalori dalam tubuh akan meningkat untuk   penambahan volume darah, pertumbuhan uterus, payudara, dan lemak. Selanjutnya  pada Trimester III, kebutuhan kalori semakin meningkat lagi untuk pembentukan  janin dan plasenta.3

Protein berfungsi dalam pembentukan jaringan baru baik plasenta dan janin,  pertumbuhan dan diferensiasi sel, pembentukan cadangan darah, serta persiapan masa menyusui. Menurut Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VII 2004

2

Huliana,  Kebutuhan Gizi Ibu Hamil , diakses dari http://www.lusa.web.id/kebutuhan-gizi-ibu-hamil- part-1/, pada 25 Mei 2011 pukul 19.32

3

Trimester merupakan suatu fase dalam proses kehamilan yang dibagi menjadi 3 fase sesuai dengan  pertumbuhan fisik janin.

(4)

menganjurkan penambahan 17 gram setiap hari. Pemenuhan kebutuhan protein dapat diperoleh di dalam daging, kacang-kacangan, telur, dan ikan.

Karbohidrat merupakan sumber energi utama dalam tubuh. Karbohidrat komplek  mengandung vitamin dan mineral, serta meningkatkan asupan serat untuk mencegah terjadinya konstipasi. Sedangkan lemak menjadi simpanan energi dalam tubuh. Pada umumnya kadar lemak akan meningkat ketika memasuki Trimester III. Lemak  disimpan oleh tubuh untuk persiapan menyusui.

Vitamin yang diperlukan antara lain (1) vitamin A, (Vitamin A berfungsi untuk   pertumbuhan dan perkembangan embrio, serta penglihatan imunitas); (2) vitamin B

kompleks, (Vitamin B banyak sekali macamnya, antara lain vitamin B1, vitamin B2, niasin, dan asam pantotenat yang dibutuhkan untuk proses metabolisme. Vitamin B6 dan B12 dibutuhkan untuk pembentukan DNA dan sel darah merah. Asam folat juga merupakan vitamin B yang memegang peranan penting dalam perkembangan embrio. Asam folat dapat membantu mencegah terjadinya cacat otak dan tulang belakang. Menurut Widyakarya Pangan dan Gizi VI 2004 menganjurkan mengkonsumsi asam folat sebesar 5mg/kg/hr (200mg) ); (3) vitamin C, (vitamin C merupakan antioksidan untuk melindungi jaringan dari kerusakan dan dibutuhkan untuk kolagen serta menghantarkan sinyal ke otak. Vitamin C juga berfungsi dalam penyerapan zat besi. Ibu hamil disarankan mengkonsumsi 85 miligram/hari); (4) vitamin D, (vitamin D  berfungsi mencegah hipokalsemia, membantu penyerapan kalsium dan fosfor,

(5)

(vitamin E dibutuhkan untuk pertumbuhan sel dan jaringan serta integrasi sel darah merah. Selama kehamilan dianjurkan mengkonsumsi 2 miligram/hari); dan (6) vitamin K, (kekurangan vitamin K dapat mengakibatkan gangguan pendarahan pada  bayi).

Mineral adalah unsur pelengkap yang membantu pertumbuhan dan perkembangan  bayi dan balita. Jenis mineral yang dibutuhkan untuk perkembangan otak adalah  sodium,  potassium, kalsium, besi, seng, iodium, dan klorida. Mineral lain yaitu zat  besi yang berguna untuk pemrosesan informasi dan kecerdasan, serta untuk kecepa tan  penghantaran saraf.

Asupan gizi yang cukup pada masa kehamilan akan mempengaruhi perkembangan otak dan pertumbuhan fisik janin. Anak yang diberi asupan gizi cukup akan tumbuh lebih optimal dari pada anak yang kekurangan gizi. Sebaliknya apabila kekurangan asupan gizi pada masa kehamilan akan berdampak buruk baik terhadap ibu maupun  bayinya. Gizi kurang pada ibu hamil akan beresiko anemia, pendarahan, berat badan

ibu tidak bertambah secara normal, dan terkena penyakit infeksi. Hal ini juga akan mempersulit proses persalinan sehingga memakan waktu yang lama, resiko lainnya yaitu persalinan sebelum waktunya atau yang dikenal dengan premature, pendarahan setelah persalinan, persalinan dengan operasi cenderung meningkat. Sedangkan pada  pertumbuhan janin akan mengakibatkan keguguran, abortus, bayi lahir mati, kematian

(6)

Selain pemberian gizi yang cukup, pemberian stimulasi pada janin juga menjadi hal yang sangat penting. Sejak dalam kandungan pun, janin sudah dapat menerima stimulasi sederhana. Stimulasi ini berfungsi untuk merangsang perkembangan otak, merangsang perkembangan sistem saraf dan indra janin. Peran orangtua sangat besar  dalam pemberian stimulasi, terutama ibu.

Mengajak bicara janin merupakan salah satu stimulasi sederhana yang dapat diberikan oleh orangtua. Stimulasi ini dapat merangsang kepekaan suara serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada janin. Janin akan mengenali siapa saja yang biasa mengajaknya bicara. Ini merupakan kesempatan ibu untuk melakukan  pendekatan batin dengan si janin. Semakin sering dilakukan maka semakin baik 

karena hal ini dapat mempererat hubungan batin antara janin dan orangtuanya. Ibu dapat bercerita atau membacakan dongeng sambil memberikan sentuhan lembut pada  perutnya. Dalam sebuah penelitian menyatakan bahwa suara ibu dapat mempercepat denyut jantung janin, tapi begitu mendengar suara orang lain denyut jantungnya melambat. Saat ritme denyut jantung menjadi aktif, janin menyimpan kata-kata ibu dalam memorinya. Inilah yang disebut stimulasi kognitif.

Musik klasik sudah terkenal digunakan untuk menstimulasi kehamilan. Banyak   penelitian membuktikan bahwa pemberian musik klasik dapat merangsang

(7)

sejak dalam kandungan diberi stimulasi musik klasik, lebih cepat merespon atau  bereaksi terhadap suara musik yang biasa diputarkan untuknya4.

Asupan gizi pasca kelahiran erat kaitannya dengan pemberian ASI. Makanan yang  baik bagi bayi yang baru lahir adalah ASI. ASI memiliki banyak keunggulan dibanding dengan susu formula. Di dalam ASI terdapat kandungan laktobasilus  fibidus, laktiferin, lisozim, komplemen C3 dan C4, antistreptokokus, antibodi, imunitas seluler, dan tidak menimbulkan alergi. Penelitian terakhir membuktikan  bahwa bayi yang diberikan ASI mempunyai IQ lebih tinggi daripada bayi yang diberikan susu formula. Selain itu ASI memiliki efek psikologis yang baik. Kontak  kulit antara ibu dan bayi dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan kasih sayang.

Pemberian ASI dapat mulai dilakukan sejak satu jam setelah bayi lahir, inisiasi menyusui sini (IMD), guna memberikan colostrum. ASI yang keluar pada hari  pertama sampai hari ke tiga setelah melahirkan adalah ASI yang merupakan sumber 

antibodi yang sangat penting bagi bayi. Oleh karena itu, asupan gizi ibu harus sangat diperhatikan karena mempengaruhi kualitas ASI. Ibu menyusui, tidak perlu terlalu ketat dalam menjaga asupan gizinya, yang perlu diperhatikan adalah makanan yang menjamin pembentukan air susu agar tetap berkualitas dengan jumlah yang cukup.

Kebutuhan kalori selama menyusui, proposional dengan jumlah air susu ibu yang dihasilkan dan lebih tinggi selama menyusui dibanding selama hamil. Rata-rata

4

 Menstimulasi Janin, diakses dari https://babyorchestra.wordpress.com/tag/stimulasi-suara-ibu-hamil-terhadap-janin/, pada 25 Mei 2011 pukul 19.39

(8)

kandungan kalori ASI yang dihasilkan ibu dengan nutisi baik adalah 70 kal/100 mili, dan kira-kira 85 kal diperlukan oleh ibu untuk tiap 100 mili yang dihasilkan. Ibu menggunakan kurang lebih 640 kal/hari untuk 6 bulan pertama dan 510 kal/hari selama 6 bulan kedua untuk menghasilkan susu normal. Rata-rata ibu harus mengkonsumsi 2300-2700 kal ketika menyusui. (Dudek, 2001)

Protein yang harus dikonsumsi ibu memerlukan tambahan 20 gram diatas kebutuhan normal ketika menyusui. Jumlah ini hanya 16% dari tambahan 500 kal yang dianjukan. Nutrisi lain yang diperlukan adalah asupan cairan. Ibu dianjurkan minum 2-3 liter/hari dalam bentuk air putih, susu, dan jus buah.

Makanan pendamping ASI (MPASI) dapat diberikan apabila bayi telah berusia 6  bulan. MPASI dapat diberikan berupa buah-buahan yang dihaluskan, bubur, dan

makanan bayi dalam kemasan. Pemberian MPASI berfungsi sebagai makanan  pendamping, mencukupi kebutuhan zat ASI yang kurang. MPASI juga dapat  berfungsi untuk menstimulasi anak, mengembangkan kemampuan mengunyah dan

menelan, serta merangsang indra pengecapnya.

Dalam pemberian MPASI perlu memperhatikan beberapa hal antara lain kebersihan dan kualitas makanan yang akan diberikan pada anak. Pastikan alat-alat makan yang akan digunakan benar-benar bersih, gunakan alat-alat makan yang tidak mengandung

(9)

 bahan berbahaya, kemudian periksa makanan yang akan diberikan apakah masih  bagus (tidak busuk) dan tidak kadaluarsa.5

Tumbuh kembang anak harus terus dipantau apakah ia telah mendapatkan kecukupan gizi atau belum. Untuk mengetahuinya dapat dilihat dari berat badannya. Berat badan ideal (BBI) anak usia 0-12 bulan dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:

BBI 0-12 bulan =

BBI 1-10 tahun = (usia 2) + 8

Sebenarnya untuk mengukur berat badan normal anak, telah ditentukan oleh WHO- NCHS atau dapat juga dilihat di Kartu Menuju Sehat (KMS) tumbuh kembang balita. Kartu ini dipakai oleh posyandu dan puskesmas untuk memantau tumbuh kembang  balita.6

Dengan pemantauan berkala, akan mencegah terjadi gizi buruk. Oleh karena itu ibu dianjurkan untuk rutin membawa balita ke posyandu. Tidak hanya itu, di posyandu, ibu akan diberi pengarahan yang tepat mengenai perkembangan dan pertumbuhan  balita, diberi penyuluhan yang berisi tentang pengetahuan kesehatan, asupan gizi yang ideal bagi ibu hamil, gizi seimbang untuk balita, dan pengetahuan mengenai

5

Gizi Seimbang Bagi Bayi, diakses dari http://www.lusa.web.id/gizi-seimbang-bagi-bayi/ , pada tanggal 26 Mei pukul 18.21

6

Susilo Rahmawati, Menghitung Berat Badan Ideal , diakses dari

(10)

stimulasi-stimulasi yang dapat harus diberikan ketika dalam kandungan maupun ketika sudah lahir.

Penyuluhan merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk  menanggulangi status gizi buruk. Pada umumnya, ibu di Indonesia belum memberikan gizi yang seimbang bagi dirinya pada masa kehamilan dan bagi  balitanya, hal ini di akibatkan karena kurangnya pengetahuan mengenai kebutuhan gizi dan pentingnya stimulasi. Banyak masyarakat berpendapat makanan yang mewah itu makanan yang bergizi. Padahal untuk mendapatkan makanan yang bergizi itu tidak sulit dan tidak harus mahal. Di Indonesia, untuk memberikan pemenuhan gizi yang ideal saja masih sulit apalagi untuk memberikan stimulasi. Orangtua tidak tahu  bahwa anak terlahir dengan potensi, namun potensi tersebut tidak pernah diketehui

karena tidak pernah dirangsang. Akibatnya potensi yang seharusnya ada dalam diri anak, tidak dapat tereksplorasi dengan optimal.

Setelah pemberian gizi dan stimulasi pada masa kehamilan, bukan berarti semuanya cukup sampai di situ. Rangsangan stimulasi harus tetap diberikan kepada anak untuk  merangsang semua sistem indra, merangsang saraf motorik kasar dan halus agar  dapat berfungsi secara sempurna. Dalam pemberian stimulasi harus memperhatikan tahap-tahap perkembangan anak. Jangan pernah paksakan anak untuk melewati tahap  perkembangan sebelum pada waktunya. Misalnya ketika anak usia 6 bulan. Pada usia ini anak masih belajar untuk duduk, jangan pernah paksakan dia untuk belajar   berjalan karena ini akan berakibat fatal bagi perkembangan fisik anak. Contoh lain

(11)

ketika anak memasuki usia 3-5 tahun. Pada usia ini, cara belajar anak ialah dengan  bermain. Jangan memaksakan anak untuk belajar membaca dan menulis layaknya  pendidikan formal seusia sekolah dasar, karena ini akan berpengaruh terhadap  perkembangan otaknya. Ketika nanti anak memasuki sekolah dasar, ia akan jenuh.

Pemberian stimulasi harus disesuaikan menurut usia anak. Pada usia 0-3 bulan, stimulasi dapat diberikan dengan mengusahakan rasa nyaman, aman, dan menyenangkan, mengajak berbicara, tersenyum, membunyikan berbagai suara atau musik, menggerak-gerakkan benda berwana mencolok, mengulingkan bayi ke kanan dan kiri, dirangsan untuk meraih dan menggenggam mainan. Usia 3-6 bulan, berikan tambahan permainan cilukba, rangsang anak untuk tengkurap dan terlentang. Memasuki usia 6-9 bulan, rangsang anak dengan memanggil namanya, ajak   bersalaman, tepuk tangan, bacakan cerita dongeng, rangsang anak untuk belajar  duduk, dan berdiri berpegangan. Usia 9-12 bulan, latih berbicara dengan mengulang kata mama dan papa, ajak bermain menggelindingkan bola, menggenggam, membanting, melempar mainannya, latih berdiri dan berjalan dengan berpegangan. Usia 12-18 bulan, tambah rangsangan dengan latihan mencorat-coret dengan menggunakan pensil warna, menyusun kubus, puzzle, bermain dengan boneka, sendok, piring, gelas. Latih berjalan tanpa berpegangan, berjalan maju dan mundur, menaiki tangga, menunjuk sesuatu, dan menyebut nama. Ajarkan melakukan  perintah-perintah sederhana (pegang ini!, ambil itu!, lempar ini!). Pada usia 18-24  bulan, anak sudah dapat mengoceh. Mengungkapkan sesuatu dengan kata-kata

(12)

walaupun belum jelas. Kemampuan motoriknya mulai berkembang. Di usia ini, orang tua dapat mengenalkan anggota tubuh, misalnya dengan menunjukkan mata, telinga, mulut, tangan, dan kaki. Kenalkan nama-nama binatang dan benda-benda di sekitarnya. Ajak bicara mengenai kegiatan sehari-hari (makan, minum, bermain,  bernyanyi). Latih kebiasaan-kebiasaan baik seperti mencuci tangan, berdoa, dan mengucapkan salam. Usia 2-3 tahun, tambah rangsangan dengan mengenal dan menyebutkan warna, menyebutkan nama teman bermain, menghitung benda, memakai baju, menyikat gigi, menggambar garis,melompat, berlari, latihan berdiri satu kaki, buang air kecil dan air besar di toilet. Setelah umur 3 tahun, stimulasi diarahkan untuk persiapan bersekolah diantaranya kemampuan menggenggam pensil, mengerti perintah sederhana, berbagi dengan teman, dan kemandirian (tidak selalu minta ditemani orang tua).7

Penutup

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa gizi dan stimulasi sangat berpengaruh terhadap kualitas perkembangan anak usia dini. Pemberian gizi seimbang berfungsi untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak. Kekurangan gizi pada masa kelahiran maupun pasca kelahiran tidak hanya dapat menurunkan kecerdasan otak   pada anak, tetapi juga dapat mengakibatkan keguguran, abortus, bayi lahir mati,

kematian neonatal, cacat bawaan, dan lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Sedangkan stimulasi berfungsi untuk merangsang dan menggali potensi yang ada

7

Stimulasi Dini Balita, diakses dari http://duniaanak.rawins.com/2008/12/stimulasi-dini-balita.html,  pada 25 Mei 18.11

(13)

dalam diri anak agar dapat tereksplorasi dengan maksimal. Karena setiap anak, terlahir dengan potensi yang beragam yang harus dikembangkan. Pemberian gizi dan stimulasi lebih baik dilakukan sejak masa kehamilan dan harus dijalankan selaras, agar mendapatkan hasil yang optimal.

Daftar Rujukan

Huliana. 2010. Kebutuhan Gizi Ibu Hamil , (Online),

(http://www.lusa.web.id/kebutuhan-gizi-ibu-hamil-part-1/, diakses pada 25 Mei 2011 pukul 19.32)

Anonim. Menstimulasi Janin, (Online),

(https://babyorchestra.wordpress.com/tag/stimulasi-suara-ibu-hamil-terhadap-janin/, diakses pada 25 Mei 2011 pukul 19.39)

Anonim. 2009. Gizi Seimbang Bagi Bayi,(Online), (http://www.lusa.web.id/gizi-seimbang-bagi-bayi/, diakses dari, pada tanggal 26 Mei pukul 18.21) Rahmawati, Susilo. Menghitung Berat Badan Ideal, (Online),

(http://geasy.worspress.com/2007/06/15/menghitung-berat-badan-ideal/, diakses pada 26 Mei pukul 18.42)

Referensi

Dokumen terkait

Penulis ingin katakan ketika berbicara Good governance maka sering di gunakan sebagai standar sistem good local governance di katakan baik dalam menjalankan

Program PAMSIMAS pada tahun 2014 Kabupaten Kepulauan Meranti menetapkan 5 desa yang mendapatkan Program Nasional Penyediaan Sarana Air Minum dan Sanitasi Berbasis

Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini adalah : mengetahui pengetahuan pengguna KMS Ibu Hamil, mengetahui hubungan ciri pribadi pengguna (umur, pendidikan f o r

Ketiga, pendidikan moral, (QS. Luqmān [31]: 16) dalam ayat tersebut mengajarkan tentang pendidikan moral dan penanaman etika otonom, bahwa tidak mau melakukan

Data dikumpulkan melaui metode observasi, selanjutnya metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk mengolah beberapa kriteria, yakni nilai akademik, tes

Sarana pendidikan adalah perlengkapan pem- belajaran yang dapat dipindah-pindah (Peraturan Menteri Pendidikan Nasio- nal tentang Standar Sarana dan Prasa-

Sehingga masyarakat yang ada di Desa Karama lebih membiasakan diri Buang Air Besar di pantai dari pada WC.Jenis penelitian ini adalah kaulitatif dengan wawancara