DENGAN DHF GRADE I HARI
DENGAN DHF GRADE I HARI KETUJU
KETUJU
DI RUANG CENDRAWASIH RSUD WANGAYA DENPASAR
DI RUANG CENDRAWASIH RSUD WANGAYA DENPASAR
TANGGAL 13 - 16 MEI 2013
TANGGAL 13 - 16 MEI 2013
LAPORAN KASUS LAPORAN KASUS Diajukan sebagai salah
Diajukan sebagai salah satu persyaratansatu persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan pada dalam menyelesaikan pendidikan pada Program Studi DIII Keperawatan STIKES Bali Program Studi DIII Keperawatan STIKES Bali
DIAJUKAN OLEH: DIAJUKAN OLEH: ROBINUS RAMAN ROBINUS RAMAN NIM : 10E10475 NIM : 10E10475
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BALI
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BALI
DENPASAR
DENPASAR
2013
2013
PERNYATAAN PERSETUJUAN
PERNYATAAN PERSETUJUAN PEMBIMBIPEMBIMBINGNG
La
Laporporan an kaskasus us dendengagan n jujudul dul “A“ASUSUHAHAN N KEKEPEPERARAWAWATATAN N PAPASISIEN EN NHNH DE
DENGNGAN AN DHDHF F GRGRADADE E I I HAHARI RI KEKELILIMA MA DI DI RURUANANG G CECENDNDRARAWAWASISIHH RSUD WANGAYA DENPASAR TANGGAL 13-16 MEI 2013”, telah mendapat RSUD WANGAYA DENPASAR TANGGAL 13-16 MEI 2013”, telah mendapat persetujuan
persetujuan pembimbing pembimbing dan dan dapat dapat diajukan diajukan kehadapan kehadapan Tim Tim Penguji Penguji LaporanLaporan Kasus pada Program Studi DIII Keperawatan STIKES Bali.
Kasus pada Program Studi DIII Keperawatan STIKES Bali.
Denpasar, Juni 2013 Denpasar, Juni 2013
Pembimbing, Pembimbing,
(Ns.Ni Putu Eny Trisnawathi,S.Kep) (Ns.Ni Putu Eny Trisnawathi,S.Kep)
NIP : 01194 NIP : 01194
PERNYATAAN PENGESAHAN PERNYATAAN PENGESAHAN
La
Laporporan an kaskasus us dendengagan n jujudul dul “A“ASUSUHAHAN N KEKEPEPERARAWAWATATAN N PAPASISIEN EN NHNH DE
DENGNGAN AN DHDHF F GRGRADADE E I I HAHARI RI KEKELILIMA MA DI DI RURUANANG G CECENDNDRARAWAWASISIHH RSUD WANGAY
RSUD WANGAYA A DENPDENPASAR TANGGAASAR TANGGAL 13-16 L 13-16 MEI 2013”, MEI 2013”, telah disajikantelah disajikan didepan dewan penguji pada tanggal 13 mei 2013 dan diterima serta disyahkan didepan dewan penguji pada tanggal 13 mei 2013 dan diterima serta disyahkan oleh Dewan Penguji Ujian Akhir Program dan Ketua STIKES Bali
oleh Dewan Penguji Ujian Akhir Program dan Ketua STIKES Bali Denpasar, Juni 2013
Denpasar, Juni 2013 Disahkan oleh : Disahkan oleh :
Dewan Penguji Ujian Akhir Program Dewan Penguji Ujian Akhir Program
1.
1. IGA IGA Puja Puja Astuti Astuti Dewi,Dewi,S.Kp,S.Kp,M.Kep M.Kep ………...…... NIR : 00044
NIR : 00044 2.
2. WayaWayan n MurMurtinitini,S.,S.Kep Kep ..…..……….... NIR. 1969070719871
NIR. 19690707198711200112001 3.
3. Ns.Ns.Ni Ni PutPutu Enu Eny Ty Trisrisnawanawathi,thi,S.KS.Kep.ep. ....………....……… NIP. 01194
NIP. 01194
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bali Denpasar Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bali Denpasar
Ketua, Ketua,
Drs. I Ketut Widia, BN.Stud.MM. Drs. I Ketut Widia, BN.Stud.MM.
NIP. 1951 0904 197903 100 NIP. 1951 0904 197903 10011
KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
berkat rahmat-Nyalah rahmat-Nyalah penulis penulis dapat dapat menyusun menyusun dan dan menyelesaikan menyelesaikan laporan laporan kasuskasus ini tepat pada waktunya. Laporan ini disusun berdasarkan dari pengalaman belajar ini tepat pada waktunya. Laporan ini disusun berdasarkan dari pengalaman belajar yang didapatkan dilapangan dengan menggunakan proses keperawatan. Dalam yang didapatkan dilapangan dengan menggunakan proses keperawatan. Dalam m
menenyyususuun n llaapoporaran n kkasasus us iinini, , ppenenululiis s mmeenngagammbibil l kakasusus s ““AASSUUHHAANN KEPERAWATAN PASIEN NH DENGAN DHF GRADE I HARI KELIMA DI KEPERAWATAN PASIEN NH DENGAN DHF GRADE I HARI KELIMA DI RUANG CENDRWASIH RSUD WANGAYA DENPASAR TANGGAL 13 -16 RUANG CENDRWASIH RSUD WANGAYA DENPASAR TANGGAL 13 -16 MEI 2013”.
MEI 2013”.
Dalam menyusun lapora
Dalam menyusun laporan kasus n kasus ini penulis banyak mendapat bantuan danini penulis banyak mendapat bantuan dan bimbingan dari
bimbingan dari berbagai pberbagai pihak, baik ihak, baik secara langsunsecara langsung maupun tidg maupun tidak langsung ak langsung yangyang sa
sangngat at bebergrgununa a dadalalam m memenynyelelesesaiaikakan n lalapoporaran n kakasusus s inini. i. OlOleh eh kakarerena na itituu perkenankan penu
perkenankan penulis menyampaikan ucaplis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :an terima kasih kepada : 1.
1. Ibu Dr.SIbu Dr.Sutiutiawawatati i HaHartrtawawan,an,M M keskes, , seselaklaku u KeKepalpala a BaBadan Layadan Layanan nan UmUmumum Ru
Rumamah h SaSakikit t WaWangngayaya a DeDenpnpasasar ar bebesesertrta a ststaf af yayang ng tetelalah h memembmbererikikanan kesempatan kepada penulis untuk melakukan praktek dan mengambil kasus kesempatan kepada penulis untuk melakukan praktek dan mengambil kasus untuk laporan kasus.
untuk laporan kasus. 2.
2. BapaBapak Drs. I Ketut Wik Drs. I Ketut Widiadia, BN.S, BN.Stud.tud.MM. selMM. selaku Ketaku Ketua Sekoua Sekolah Tinlah Tinggi Ilmggi Ilmuu Kesehatan (STIKES) Bali, beserta staf dosen yang telah banyak membina, Kesehatan (STIKES) Bali, beserta staf dosen yang telah banyak membina, mendidik, membimbing penulis dari awal mengikuti pendidikan sampai saat mendidik, membimbing penulis dari awal mengikuti pendidikan sampai saat ini.
ini. 3
3.. NNs s I I GGedede e SSaattrriia a AAststaawwaa,,SS..KKeep, p, sesellaaku ku KKeettuua a PPrrogograram m SSttududi i DDIIIIII Kepe
yang telah memberikan ijin dan petunjuk kepada penulis dalam penyusunan yang telah memberikan ijin dan petunjuk kepada penulis dalam penyusunan laporan kasus ini.
laporan kasus ini. 4.
4. IbIbu u WaWayayan n MaMartrtinini, i, S.S.kekep, p, seselalaku ku KeKepapala la RuRuanangagan n CeCendndrarawawasisih h RSRSUDUD Wangaya Denpasar beserta staf yang telah banyak memberikan bimbingan dan Wangaya Denpasar beserta staf yang telah banyak memberikan bimbingan dan kesempatan mengambil kasus.
kesempatan mengambil kasus. 5.
5. Ibu Ns.NIbu Ns.Ni Putu Eny Trisi Putu Eny Trisnawanawathithi,S.,S.Kep, selKep, selaku pembaku pembimbimbing akadeing akademik yangmik yang telah memberikan bimbingan, motivasi, petunjuk dan arahan dalam menyusun telah memberikan bimbingan, motivasi, petunjuk dan arahan dalam menyusun laporan kasus.
laporan kasus. 6.
6. SelSeluruh staf dosuruh staf dosen Progen Program Sturam Studi DIII Kepdi DIII Keperaerawatawatan STIKEn STIKES Bali DenpS Bali Denpasar asar atas segala bimbingannya selama penulis mengikuti pendidikan.
atas segala bimbingannya selama penulis mengikuti pendidikan. 7.
7. PasiPasien NH beseren NH beserta keluata keluarga yang telrga yang telah berseah bersedia memdia memberiberikan inforkan informasi danmasi dan kerjasamanya, sehingga proses keperawatan berjalan.
kerjasamanya, sehingga proses keperawatan berjalan. 8.
8. BaBapapak, k, IbIbu, u, adadikik, , kekeluluarargaga, , dadan n KaKakakak k tetercrcininta ta yayang ng tetelalah h memembmbererikikanan bantuan dan duku
bantuan dan dukungan dalam menyelesaikan ngan dalam menyelesaikan laporan ini.laporan ini. 9.
9. SeSelurluruh uh rekrekan an mamahashasiswiswa a PrProgrogram am StStudi DIII udi DIII KeKeperperawawatatan an STSTIKIKES ES BaBalili De
Denpanpasar sar dan dan semsemua ua pihpihak ak yanyang g tetelalah h memembmbanantu tu baibaik k secsecarara a lalangsngsungung maupun tidak langsung yang pada kesempatan ini tidak dapat penulis sebutkan maupun tidak langsung yang pada kesempatan ini tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
satu persatu.
Penulis menyadari bahwa laporan kasus ini jauh dari sempurna, maka Penulis menyadari bahwa laporan kasus ini jauh dari sempurna, maka kritik dan saran
kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak penulis harapkan,yang bersifat membangun dari semua pihak penulis harapkan, guna kesempurnaan laporan kasus ini.
guna kesempurnaan laporan kasus ini.
Akhir kata penulis mengharapkan semoga laporan kasus ini bermanfaat Akhir kata penulis mengharapkan semoga laporan kasus ini bermanfaat bagi semua pihak
Denpasar,13 Mei 2013 Denpasar,13 Mei 2013
Penulis Penulis
DAFTAR ISI DAFTAR ISI
Halaman Halaman HA
HALALAMAMAN N JUJUDUDUL L ... ii PE
PERNRNYAYATATAAN AN PEPERSRSETETUJUJUAUAN PN PEMEMBIBIMBMBINING .G ... iiii LE
LEMBMBAR AR PEPENGNGESESAHAHAN AN ... iiiiii KA
KATA TA PEPENGNGANANTATAR R ... iviv DAF
DAFTAR TAR ISI ISI ... vivi DAF
DAFTAR TAR TABTABEL EL ... ixix DA
DAFTFTAR BAGAAR BAGAN N ... xx DAF
DAFTAR TAR LAMLAMPIRPIRAN AN ... xixi B
BAABB II PPEENNDDAAHHUULLUUAAN N ... 11 A.
A. LaLatatar r BeBelalakakang ng ... 11 B.
B. TuTujujuan an ... 44 C.
C. MeMetotode de PePenunulilisasan n ... 55 D.
D. SiSiststemematatikika a PePenunulilisasan n ... 55 B
BAABB IIII TTIINNJJAAUUAAN N TTEEOORRI I DDAAN N TTIINNJJAAUUAAN N KKAASSUUSS... 66 A.
A. TiTinjnjauauan an TeTeororititis is ... 66 1
1.. KKoonnsseep p DDaassaar r DDeenngguue e HHeemmoorrhhaaggiic c FFeevveerr... 66 a.
a. PePengngerertitian an ... 66 b.
b. Patofisiologi ...Patofisiologi ... 88 c.
c. PePemmererikiksasaan an DiDiagagnonoststik ik ... 1111 d.
e.
e. KKrriitteeriria Ua Unnttuk uk PPeemmuullaangngaan Pan Pasisieen .n ... 1188 2
2.. KKononsesep p DDaasasar r AAsusuhahan n KKeeppereraawwaattaan n DDHHF F ... 1919 a.
a. PePengngkakajijian an ... 1919 b.
b. Perencanaan Perencanaan ... 2121 c.
c. PePelalaksksananaaaan n ... 3030 d.
d. EvaluaEvaluasi si ...30...30 B.
B. TiTinjnjauauan an KaKasusus s ... 3333 1.
1. PePengngkakajijian ...an ... 3333 a.
a. PePengngumumpupulalan n DaDatata... 3333 b.
b. Analisa Data ...Analisa Data ... 4949 c.
c. RRumumususan Man Masasalalah .ah ... 5151 d.
d. AnAnalalisisa a MaMasasalalah h ... 5151 e.
e. DiDiagagnonosa sa KeKepeperarawawatatan n ... 5454 2.
2. PePererencncananaaaan n ... 5555 aa.. PPririoorriittas as DDiiaaggnonosa sa KKepepeerarawwaattaan .n ... 5555 b.
b. Rencana Perawatan ...Rencana Perawatan ... ... 5656 3.
3. PePelalaksksananaaaan ..n ... 6363 4.
4. EvEvalaluauasi si ... 8484 B
BAABB IIIIII PEPEMMBBAAHHAASSAAN .N ... 8686 A.
A. PePengkngkajajiaian n ... 8686 B.
B. PePererencancanaanaan n ... 8888 C.
C. PePelalaksaksanaanaan n ... 8989 D.
B
BABAB IIVV PEPENUNUTTUUP P ... 9191 A.
A. KeKesimsimpulpulan an ... 9191 B. B. SaSararan n ... 9292 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN LAMPIRAN
DAFTAR TABEL DAFTAR TABEL TABEL HALAMAN TABEL HALAMAN 1 1 AANNAALLIISSA A DDAATTA A PPEERRAAWWAATTAAN N PPAADDA A PPAASSIIEEN N NNHH DE
DENGNGAAN N DHDHF F GGRARADE DE I I HHARARI I KEKELILIMA MA DI DI RRUAUANNGG CENDRAWASIH RSUD WANGAYA DENPASAR TANGGAL CENDRAWASIH RSUD WANGAYA DENPASAR TANGGAL 1 13 3 MMAAI I 22001133 49 49 2 2 RREENNCCAANNA A PPEERRAAWWAATTAAN N PPAADDA A PPAASSIIEEN N NNH H DDEENNGGAANN DHF GRADE I HARI KELIMA DI RUANG CENDRAWASIH DHF GRADE I HARI KELIMA DI RUANG CENDRAWASIH RSUD WANGAYA DENPASAR TANGGAL 13-16 MEI 2013 RSUD WANGAYA DENPASAR TANGGAL 13-16 MEI 2013
56 56 3
3 PPEELLAAKKSSAANNAAAAN N AASSUUHHAAN N KKEEPPEERRAAWWAATTAAN N PPAADDA A PPAASSIIEENN NH
NH DENGAN DENGAN DHF DHF GRADE GRADE I I HARI HARI KELIMA KELIMA DI DI RUANGRUANG CENDRAWASIH RSUD WANGAYA DENPASAR TANGGAL CENDRAWASIH RSUD WANGAYA DENPASAR TANGGAL 1
133--116 6 MMEEI I 22001133
63 63 4
4 CCAATATATTAN AN PPEERRKEKEMBMBANANGAGAN N PEPERRAWAWATATAN AN PPADADAA PASIEN NH DENGAN DHF GRADE I HARI KELIMA DI PASIEN NH DENGAN DHF GRADE I HARI KELIMA DI RUAN
T TAANNGGGGAAL L 1133--116 6 MMEEI I 22001133 79 79 5 5 EEVVAALLUUAASSI I PPEERRAAWWAATTAAN N PPAADDA A PPAASSIIAAN N NNH H DDEENNGGAANN DHF GRADE I HARI KELIMA DI RUANG CENDRAWASIH DHF GRADE I HARI KELIMA DI RUANG CENDRAWASIH RS
RSUD UD WANWANGAYGAYA A DENDENPASPASAR AR TATANGGNGGAL AL 16 16 MEI MEI 20132013
83 83
DAFTAR BAGAN DAFTAR BAGAN BAGAN HALAMAN BAGAN HALAMAN 1 1.. WWEEB B OOF F CCAAUUTTIIOON N DDHHFF 32 32
BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
A.
A. Latar BelakangLatar Belakang Te
Tercarcapapainyinya a keskesehaehatatan n yayang ng optoptimimal al tetergargantuntung ng papada da potpotenensisi biologis
biologis yang yang merupakan merupakan hasil hasil interaksi interaksi antara antara keadaan keadaan pasien pasien (imunitas,(imunitas, usia, penyakit dasar kronik) dan lingkungan. Kedua faktor tersebut dapat usia, penyakit dasar kronik) dan lingkungan. Kedua faktor tersebut dapat mempengaruhi terjadinya penyakit. Terutama penyakit infeksi salah satu mempengaruhi terjadinya penyakit. Terutama penyakit infeksi salah satu ad
adalaalah h penpenyakyakit Demit Demam Berdam Berdaraarah h DeDengungue e (D(DBDBD) ) ataatau u DeDengunguee Hem
Hemorhaorhagic gic FeveFever r (DH(DHF). F). PenPenyakiyakit t ini ini diakdiakibaibatkan tkan oleh oleh infeinfeksi ksi viruviruss dengue yang masih menjadi problem kesehatan masyarakat. Penyakit ini dengue yang masih menjadi problem kesehatan masyarakat. Penyakit ini ditemukan nyaris diseluruh belahan dunia terutama di negara-negara tropik ditemukan nyaris diseluruh belahan dunia terutama di negara-negara tropik dan subtropik. Indonesia menempati peringkat ketiga dalam hal insidensi dan subtropik. Indonesia menempati peringkat ketiga dalam hal insidensi in
infekfeksi si vivirus rus dendengugue e dendengan gan jujumlmlah ah kekemamatitian an memenemnempapati ti perperingingkatkat pertama
pertama (2861 (2861 kasus). kasus). Penyakit Penyakit akibat akibat infeksi infeksi virus virus dengue dengue ini ini telahtelah men
menyebayebar r kesekeselurluruh uh proppropinsi di insi di IndoIndonesnesia ia dan sejak dan sejak tahutahun n 2001 telah2001 telah me
menjnjadadi i susuatatu u pepenynyakakit it enendedemimik k di di bebebeberarapa pa kokota ta bebesasar r dadan n kekecicil,l, (Djunae
(Djunaedi, 2006). di, 2006). SementSementara dari ara dari laporan kepala dinas laporan kepala dinas kesehatakesehatan n ProvinsiProvinsi Bali Ketut Suarjaya menegaskan kasus penyakit demam berdarah di Bali Bali Ketut Suarjaya menegaskan kasus penyakit demam berdarah di Bali se
semamakin kin tatahun hun semsemakiakin n memenurnurun. un. PePenurnurunaunan n inini i didisebsebababkan kan perperanan masyarakaat dan pemerintah daerah setempat yang sangat maksimal dalam masyarakaat dan pemerintah daerah setempat yang sangat maksimal dalam memerangi penyakit ini diseluruh Bali. Pada tahun 2012, perbandingan memerangi penyakit ini diseluruh Bali. Pada tahun 2012, perbandingan
in
insidsiden en kakasus sus hanhanya ya memencancapai pai 60/60/100100.00.000 0 pependundudukduk. . DaDari ri dadata ta itituu diketahui 2354 kasus demam berdarah dengue duseluruh bali, hanya 3 diketahui 2354 kasus demam berdarah dengue duseluruh bali, hanya 3 orang yang meninggal dunia. Dibandingkan dengan tahun 2011, insiden orang yang meninggal dunia. Dibandingkan dengan tahun 2011, insiden kasus mencapai 156 kasus/100.000 penduduk. Bahkan pada tahun-tahun kasus mencapai 156 kasus/100.000 penduduk. Bahkan pada tahun-tahun se
sebebelulumymya, a, tototatal l kakasusus s kekemamatitian an bibisa sa didiatatas as 10100 0 ororanang g pepertrtahahunun.. Penurunan ini bisa dipastikan karena menurut siklus, biasanya memasuki Penurunan ini bisa dipastikan karena menurut siklus, biasanya memasuki musim hujan seperti Desember hingga Februari, total kasus meningkat musim hujan seperti Desember hingga Februari, total kasus meningkat tajam. Sedngkan tahun 2012 dan sampai dengan pertengahan bulan januari tajam. Sedngkan tahun 2012 dan sampai dengan pertengahan bulan januari 2013, jumlah kasus masih sangat sedikit dan sampai dengan saat ini belum 2013, jumlah kasus masih sangat sedikit dan sampai dengan saat ini belum ada sepuluh kasus untuk seluruh Bali, walaupun jumlah kasus DHF sudah ada sepuluh kasus untuk seluruh Bali, walaupun jumlah kasus DHF sudah men
menurun urun tapi tapi masmasyarayarakat kat serisering ng mengmengabaiabaikan kan tandtanda a dan dan gejagejala la DHFDHF,, sehingga bisa mengakibatkan syok ataupun kematian.
sehingga bisa mengakibatkan syok ataupun kematian.
Penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang Penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang dise
disebabkbabkan an oleh oleh viruvirus s dengdengue ue yang yang ditditularularkan kan melmelalui alui gigigigitan tan nyamnyamuk uk Aedes
Aedes aegyptyaegypty dandan Aedes Aedes albopictusalbopictus yang mana menyebabkan gangguanyang mana menyebabkan gangguan pada
pada pembuluh pembuluh darah darah kapiler kapiler dan dan pada pada system psystem pembekuan embekuan darah darah sehinggasehingga me
mengangakikibatbatkan kan pependandarahrahan. an. BiBiasaasanya nya diditatandandai i dendengan gan demdemam am yayangng bersifat
bersifat bifasik bifasik seselalama ma 2-2-7 7 hahariri,, petekie petekie dan dan adaadanya nya mamaninifesfestastasii pendarahan.
pendarahan. Faktor-faktor Faktor-faktor yang yang yang yang mempengaruhi mempengaruhi kejadian kejadian DemamDemam Be
Bedardarah ah DeDengungue e sansangagat t komkomplepleks, ks, antantarara a lalain in ikliklim im dan dan perpergangantitianan mu
musisim, m, kekepadpadatatan an pependundudukduk, , momobilbilititas as pependunduduk duk dadan n trtransansporportatasi.si. Berdasarkan kejadian dilapangan dapat didentifikasi factor utama adalah Berdasarkan kejadian dilapangan dapat didentifikasi factor utama adalah kurangnya pehatian sebagaian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan kurangnya pehatian sebagaian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan
te
tempmpat at titinggnggalal. . SeSehihinggngga a teterjrjadi adi gengenangangan an aiair r yayang ng memengangakikibatbatkankan berkembangnya ny
berkembangnya nyamuk. Insiden dan pramuk. Insiden dan prevalensi penyakit evalensi penyakit Demam BedarahDemam Bedarah Dengue menimbulkan kerugian pada individu, keluarga, dan masyarakat. Dengue menimbulkan kerugian pada individu, keluarga, dan masyarakat. Kerugian ini berbentuk kematian, penderitaan, kesakitan, dan hilangnya Kerugian ini berbentuk kematian, penderitaan, kesakitan, dan hilangnya waktu produktif. Dan jika dibandingkan dengan jumlah kasus DHF di waktu produktif. Dan jika dibandingkan dengan jumlah kasus DHF di RSUD Wangaya cendrung meningkat setiap bulanya, dari catatan medic RSUD Wangaya cendrung meningkat setiap bulanya, dari catatan medic RSUD Wangaya pada 3 bulan terakhir ( Februari – April 2013) dilihat dari RSUD Wangaya pada 3 bulan terakhir ( Februari – April 2013) dilihat dari 10 besar penyakit, DHF selalu menduduki peringkat teratas yakni pada 10 besar penyakit, DHF selalu menduduki peringkat teratas yakni pada bulan
bulan Februari Februari dari dari keseluruhan keseluruhan pasien pasien 1.048 1.048 orang orang terdapat terdapat 100 100 orangorang pasien
pasien dengan dengan DHF, DHF, pada pada bulan bulan Maret Maret dari dari keseluruhan keseluruhan pasien pasien 1.1961.196 or
orang ang teterdardapat pat 121 121 ororang ang paspasieien n dendengan gan DHDHF, F, papada da bulbulan an ApApril ril dadariri Jumlah jumlah keseluruhan pasien 1.301 orang terdapat 153 orang pasien Jumlah jumlah keseluruhan pasien 1.301 orang terdapat 153 orang pasien DHF. Dan khusus diruangan Cendrawasih dari 276 pasien rawat inap DHF. Dan khusus diruangan Cendrawasih dari 276 pasien rawat inap terdapat 69 orang pasien dengan DHF pada tiga bulan terakhir(Februari s/d terdapat 69 orang pasien dengan DHF pada tiga bulan terakhir(Februari s/d Ap
Apriril) l) dedengngan an ririncnciaian n sesebabagagai i beberirikukut t : : papada da bubulalan n FeFebrbruauari ri dadariri keseluru
keseluruhan pasien 77 han pasien 77 orang terdapat 23 orang pasien dengan DHF, bulanorang terdapat 23 orang pasien dengan DHF, bulan Maret dari keseluruhan pasien 107 orang terdapat 21 orang
Maret dari keseluruhan pasien 107 orang terdapat 21 orang pasien denganpasien dengan DHF, bulan April dari keseluruhan pasien 92 orang terdapat 25 orang DHF, bulan April dari keseluruhan pasien 92 orang terdapat 25 orang pasien
pasien dengan DHF.dengan DHF. Mel
Melihat ihat tingtingginyginya a tintingkat gkat kejakejadian dian penypenyakit akit DHFDHF, , bahabahaya ya yangyang di
dititimbmbulkulkan an serserta ta kurkurangangnya nya keskesadadaraaran n mamasyasyararakat kat dadalam lam memenjanjagaga kebe
kebersihrsihan an linlingkungkungan gan dan dan besabesarnya rnya pengpengaruh aruh penypenyakiakit t DHF DHF terterhadahadapp masyara
“AS
“ASUHAUHAN, N, KEKEPERPERAWAAWATAN TAN PADPADA A PAPASIESIEN N NH NH DENDENGAN GAN DHFDHF GR
GRADADE E I I HAHARI RI KEKELILIMA MA DI DI RURUANANG G CECENDNDRARAWAWASISIH H RSRSUDUD WANGAYA DENPASAR, TANGGAL 13-16 MEI 2013” dengan harapan WANGAYA DENPASAR, TANGGAL 13-16 MEI 2013” dengan harapan laporan kasus ini dapat bermanfaat serta dapat dijadikan pedoman bagi laporan kasus ini dapat bermanfaat serta dapat dijadikan pedoman bagi pembaca dalam memberikan asu
pembaca dalam memberikan asuhan keperawatan pada phan keperawatan pada pasien DHF.asien DHF. A.
A. TuTujujuan Pean Penunulilisasann
Adapun tujuan penulisan laporan kasus ini yaitu : Adapun tujuan penulisan laporan kasus ini yaitu : 1.
1. TTuujjuauan n UUmmumum Aga
Agar r dapadapat t memmemperoperoleh leh gamgambarabaran n umum umum tenttentang ang pelapelaksanksanaan aan asuhasuhanan keperawatan pada pasien dengan DHF
keperawatan pada pasien dengan DHF 2.
2. TTujujuauan n KhKhusususus a.
a. MaMampmpu u memenynyususun un kokonsnsep ep dadasasar r teteorori i dadan n kokonsnsep ep dadasasar r asasuhuhanan keperawatan DHF.
keperawatan DHF. b.
b. Mampu Mampu melakukan melakukan pengkajian pengkajian pada pada pasien pasien DHF DHF Grade Grade I I hari hari kelimakelima di Ruang Cendrawasih RSUD Wangaya Denpasar.
di Ruang Cendrawasih RSUD Wangaya Denpasar. c.
c. MaMampmpu u memenyunyusun rensun rencacana kepena keperarawawatatan n paspasien denien dengan DHgan DHF GradF Grade e II hari kelima di Ruang cendrawasih RSUD Wangaya Denpasar.
hari kelima di Ruang cendrawasih RSUD Wangaya Denpasar. d.
d. MamMampu melpu melaksaaksanakanakan tindan tindakan kepkan keperawerawataatan pasien pasien DHF Grn DHF Grade I hariade I hari kelima di Ruang cendrawasih RSUD Wangaya.
kelima di Ruang cendrawasih RSUD Wangaya. e.
e. MaMampmpu u memengngevevalaluauasi pasisi pasien denen dengagan n DHDHF F GrGradade e I I hahari ri kekelilima dima di Ruang Cendrawasih RSUD Wangaya Denpasar.
B.
B. MeMetotode Pde Penenululisisanan Me
Metotode de yanyang g didigungunakaakan n daldalam am penpenuliulisasan n lalaporporan an kaskasus us inini i adaadalalahh metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data, wawancara observasi, metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data, wawancara observasi, pemeriksaan fisik d
pemeriksaan fisik dan laporan dokumentasi an laporan dokumentasi keperawatan.keperawatan. C.
C. SisSistemtematiatika Peka Penulnulisaisann La
Laporporan an kaskasus us inini i didisussusun un daldalam am emempat pat BaBab b dendengagan n sisiststemematiatikaka penulisan
penulisan yaitu yaitu : : Bab Bab I I Pendahuluan, Pendahuluan, yang yang meliputi meliputi latar latar belakang, belakang, tujuantujuan penulisan,
penulisan, metode metode penulisan penulisan serta serta sistematika sistematika penulisan. penulisan. Bab Bab II II tentangtentang ti
tinjanjauan uan teoteorirititis s dan dan titinjnjauaauan n kaskasus us DHDHF F yayang ng memengunguraraikaikan n pepengengertrtiaian,n, klasifik
klasifikasi asi DHF, patofisioDHF, patofisiologi DHF, logi DHF, serta teori serta teori asuhan keperawatan meliputi :asuhan keperawatan meliputi : pengkajian
pengkajian perencanaan, perencanaan, pelaksanaan pelaksanaan dan evaludan evaluasi. Bab asi. Bab III yaitu III yaitu pembahasan,pembahasan, membahas kesenjangan antara teori dengan kenyataan yang ditemukan pada membahas kesenjangan antara teori dengan kenyataan yang ditemukan pada kas
kasus, us, dan dan arargumgumenentastasi i mamasalsalah ah yanyang g teterjarjadi di saasaat t memembmbererikaikan n asuasuhahann keperawatan. Bab IV yaitu penutup yang menguraikan tentang kesimpulan keperawatan. Bab IV yaitu penutup yang menguraikan tentang kesimpulan dan saran.
BAB II BAB II
TINJAUAN TEORITIS DAN TINJAUAN KASUS TINJAUAN TEORITIS DAN TINJAUAN KASUS
A.
A. TinTinjajauan uan TeoTeoritritisis 1.
1. KonKonsep sep DasDasar Dar Denguengue He Hemoemorhagrhagic ic FeveFever r aa.. PPeennggeerrttiiaann
DHF(Dengue Haemorrhagic Fever) atau di kenal sebagai Demam DHF(Dengue Haemorrhagic Fever) atau di kenal sebagai Demam Berdarah diduga diambil namanya dari gejala penyakitnya yaitu Berdarah diduga diambil namanya dari gejala penyakitnya yaitu ada
adanya nya demdemam/am/panapanas s dan dan adanadanya ya pendpendaraharahan.an.(Ari(Arita ta MurMurwaniwani,, 2009)
2009) Pen
Penyakiyakit t DemDemam am BerBerdaradarah h (DB(DBD) D) atau atau DenDengue gue HemHemorrhorrhragiragicc Fever (DHF) ialah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue Fever (DHF) ialah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk
yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aedes aegyptyaegypty dandan Aedes Aedes albopictus.
albopictus.(H.Akhasin Zulkoni, 2011)(H.Akhasin Zulkoni, 2011)
DHF adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh empat DHF adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh empat sero
serotype virus type virus dengdengue ue dan dan ditditandaandai i dengdengan an empempat at gejagejala la klinklinisis ut
utamama a yayaititu u dedemmam am yayang ng titingnggigi, , mamaninifefeststasasi i peperdrdararahahanan,, he
hepapatotomemegagali li dadan n tatandnda a - - tatandnda a kekegagagagalalan n sisirkrkululasasi i sasampmpaiai timbulnya renjatan (sindrom renjatan dengue) sebagai akibat dari timbulnya renjatan (sindrom renjatan dengue) sebagai akibat dari ke
kebocbocoraoran n plplasmasma a yanyang g dapdapat at memenyenyebabbabkan kemakan kematitian an (C(C.D.D.. Sucipto ,2011).
Dari ketiga pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa DHF Dari ketiga pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa DHF ada
adalah penylah penyakit akit fibrfibris viruis virus akut yang ters akut yang terdapadapat pada anak dant pada anak dan dewasa yang disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk dewasa yang disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypty yang ditemukan diseluruh belahan dunia terutama Aedes Aegypty yang ditemukan diseluruh belahan dunia terutama di negara-negara tropik dan subtropik dengan gejala utama demam, di negara-negara tropik dan subtropik dengan gejala utama demam, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, nyeri tulang, ruam, leukopenia nyeri otot dan sendi, sakit kepala, nyeri tulang, ruam, leukopenia yang biasanya memburuk setelah 2 hari pertama.
yang biasanya memburuk setelah 2 hari pertama. DHF ini
DHF ini sangsangat at bervbervariariasi,asi,mulmulai ai dari dari yang ringan yang ringan (DF(DF)) sam
sampai pai yang yang beraberat t (DH(DHF).F).TetTetapi api untuuntuk k memmemudahudahkan kan batabatasanysanyaa d
daappaat t kkiitta a bbaaggi i mmeennjjaaddi i 4 4 ttiinnggkkaattaan n mmeennuurruut t ddeerraajjaatt keganasan/beratnya penyakit.(Arita Murwani, 2009
keganasan/beratnya penyakit.(Arita Murwani, 2009 1)
1) DDererajajat at II : : DeDemamam dim disesertrtai dai denengagan gen gejajala kla kononststititususioionanal nol non- n-spes
spesifiifik; k; satu satu – – satusatunya nya menmenisfeisfestastasi si perdperdaraharahanan adalah tes torniket positif dan/atau mudah memar. adalah tes torniket positif dan/atau mudah memar. 2)
2) DDererajajat at IIII :: PePerdrdararahahan san spopontntan san selelaiain man maninisfsfesestatasi psi pasasieien pan padada Dera
Derajat jat I, I, biasbiasanya anya pada pada bentbentuk uk perdperdaraarahan han kulikulitt atau perdarahan lain.
atau perdarahan lain. 3)
3) DeDerarajajat It IIIII :: GaGagagal sil sirkrkululasasi dii dimamaninisfsfesestatasisikakan den dengngan nan nadadi cei cepapatt dan
dan lelemamah h serserta ta penpenyemyempipitatan n tetekakanan nan nanadi di atatauau hipotensi, dengan adanya kulit dingin dan lembab hipotensi, dengan adanya kulit dingin dan lembab serta gelisah.
serta gelisah. 4)
4) DeDerarajajat t IV IV :: SySyok heok hebabat dent dengagan tekn tekananan daan dararah atah atau nadu nadi tii tidadak k terdeteksi.
b.
b. PatofisiologiPatofisiologi Vir
Virus Denguus Dengue adalae adalah anggota darh anggota dari group i group B ArbovB Arbovirus yanirus yangg termasuk dalam genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Dikenal termasuk dalam genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Dikenal ada 4 jenis serotipe virus Dengue yaitu virus Dengue tipe 1 ada 4 jenis serotipe virus Dengue yaitu virus Dengue tipe 1 (DEN-1), virus Dengue tipe 2 (DEN-2), virus Dengue tipe 3 (DEN-1), virus Dengue tipe 2 (DEN-2), virus Dengue tipe 3 (D
(DENEN-3)-3), , dan dan virvirus us DeDengungue e titipe pe 4 4 (D(DENEN-4) -4) ditditulularkarkan an keke manusia melalui vektor nyamuk
manusia melalui vektor nyamuk jenisjenis Aedes Aedes EgyptyEgypty dandan Aedes Aedes Albopictus.
Albopictus. ViVirurus s yayang ng mamasusuk k ke ke tutububuh h mamanunusisia a memelalaluluii gigi
gigitan tan nyamnyamuk uk AedesAedes yanyang g tetelalah h teteririnfenfeksi ksi vivirus rus DeDengunguee selanjutnya akan beredar dalam sirkulasi darah selama periode selanjutnya akan beredar dalam sirkulasi darah selama periode sampai timbul gejala demam dengan masa inkubasi 4 – 6 hari sampai timbul gejala demam dengan masa inkubasi 4 – 6 hari (mi
(minimnimal 3 hari sampaal 3 hari sampai maksii maksimal 10 mal 10 harihari) setel) setelah gigitah gigitanan nyamuk yang ter
nyamuk yang terinfeksi virus Deinfeksi virus Dengue. ngue. Pasien akan mPasien akan mengalamiengalami keluhan dan gejala karena viremia, seperti demam, sakit kepala, keluhan dan gejala karena viremia, seperti demam, sakit kepala, mual, nyeri otot, pegal seluruh badan, hiperemia di tenggorok, mual, nyeri otot, pegal seluruh badan, hiperemia di tenggorok, timbulnya ruam dan kelainan yang mungkin terjadi pada sistem timbulnya ruam dan kelainan yang mungkin terjadi pada sistem retikul
retikuloendoteliaoendotelial l seperti pembesaran seperti pembesaran kelenjarkelenjar-kelenjar getah-kelenjar getah bening,
bening, hati hati dan dan limpa. limpa. Ruam Ruam pada pada DHF DHF disebabkan disebabkan oleholeh kongesti pembuluh darah di bawah kulit. DHF dapat terjadi bila kongesti pembuluh darah di bawah kulit. DHF dapat terjadi bila sese
seseoranorang g setesetelah lah teriterinfeknfeksi si dengdengue ue pertpertama ama kalikali, , mendmendapatapat in
me
menyenyebabbabkan kan susuatu atu reareaksi ksi anaanamnmnestestik ik antantibibodiodi, , sehsehinginggaga m
menenimimbubulklkan an kokonsnsenentrtrasasi i komkomplplekeks s anantitigegen n anantitibobodidi (kompleks virus antibodi) yang tinggi. Terdapatnya kompleks (kompleks virus antibodi) yang tinggi. Terdapatnya kompleks vi
virurus s anantitibobodi di dadalalam m sisirkrkululasasi i dadararah h memengngakakibibatatkakann pembentukan
pembentukan aktivasi aktivasi sistem sistem komplemen, komplemen, agregasi agregasi trombosittrombosit da
dan n akaktitivavasi si kokoagagululasasi. i. KoKompmpleleks ks vivirurus-s-anantitibobodi di akakanan mengaktivasi sistem komplemen, yang berakibat dilepaskannya mengaktivasi sistem komplemen, yang berakibat dilepaskannya an
anafafililatatokoksisin n C3C3a a dadan n C5C5a, a, hihiststamamin in dadan n seserorotitininin n yayangng men
menyebayebabkan bkan menmeninggingginya inya permpermeabieabilitalitas s dinddinding ing pempembulubuluhh dar
darah ah dan dan memenghnghililanangnygnya a plaplasmsma a memelalalului i endendoteotel l dindindindingg tersebut, suatu keadaan yang amat berperan dalam terjadinya tersebut, suatu keadaan yang amat berperan dalam terjadinya renjata
renjatan n timbultimbulnya nya agregasi trombosit menyebabkan pelepasanagregasi trombosit menyebabkan pelepasan tr
tromombobosisit t ololeh eh sisiststem em reretitikukuloloenendodotetelilial al dedengngan an akakibibatat tr
tromombosbosititopeopenia nia hebhebat at sehsehingingga ga teterjrjadi adi kokoaguagulalapatpati i atatauau gangguan fungsi trombosit yang menimbulkan renjatan/syok. gangguan fungsi trombosit yang menimbulkan renjatan/syok. Re
Renjnjatatan an yayang ng beberkrkepepananjajangngan an dadan n beberarat t memenynyebebababkakann di
disesemiminanateted d inintrtravavasaskukuleler r coagcoagululatatioion n (D(DICIC) ) sesehihingnggaga perdarahan
perdarahan hebat hebat dengan dengan prognosis prognosis buruk buruk dapat dapat terjadi.terjadi. Terjad
Terjadinya aktivasi faktor inya aktivasi faktor Hageman (faktor XII) dengan Hageman (faktor XII) dengan akibatakibat akhir terjadinya pembekuan intravaskular yang meluas. Dalam akhir terjadinya pembekuan intravaskular yang meluas. Dalam proses
proses aktivasi aktivasi ini, ini, plasminogen plasminogen akan akan menjadi menjadi Plasmin Plasmin yangyang berperan
berperan dalam dalam pembentukan pembentukan anafilatoksin anafilatoksin dan dan penghancuranpenghancuran fi
berperan
berperan dalam dalam proses proses meningginya meningginya permeabilitas permeabilitas dindingdinding pembuluh
pembuluh darah. darah. Hal Hal ini ini berakibat berakibat mengurangnya mengurangnya volumevolume plasma, hipotens
plasma, hipotensi, hemokonsentri, hemokonsentrasi, hipoproteasi, hipoproteinemia, efusi inemia, efusi dandan renjatan. Plasma merembes selama perjalanan penyakit mulai renjatan. Plasma merembes selama perjalanan penyakit mulai dari saat permulaan demam dan mencapai puncaknya pada saat dari saat permulaan demam dan mencapai puncaknya pada saat renjatan. Renjatan hipovolemia bila tidak segera diatasi dapat renjatan. Renjatan hipovolemia bila tidak segera diatasi dapat berakibat
berakibat anoksia anoksia jaringan, jaringan, asidosis asidosis metabolik metabolik dan dan kematian.kematian. Mani
Manifestfestasi asi kliklinis nis yang mungkiyang mungkin n muncmuncul ul pada DHF pada DHF adaladalahah demam atau panas, lemah, sakit
demam atau panas, lemah, sakit kepala, anoreksia, mual, haus,kepala, anoreksia, mual, haus, sakit saat menelan
sakit saat menelan, nyeri ulu hati, nyeri otot dan , nyeri ulu hati, nyeri otot dan sendi, pegal – sendi, pegal – pegal
pegal pada pada seluruh seluruh tubuh, tubuh, mukosa mukosa mulut mulut kering, kering, wajahwajah kemerahan (flushing), perdarahan gusi, lidah kotor kemerahan (flushing), perdarahan gusi, lidah kotor (kadang-kad
kadangang), ), petpetekekie ie (uj(uji i turturniqniquet uet (+)(+), , epiepiststaksaksis, is, ekiekimomosissis,, hematoma, hematemesis, melena, hiperemia pada tenggorokan, hematoma, hematemesis, melena, hiperemia pada tenggorokan, nyeri tekan pada epigastrik. Pada renjatan (derajat IV) nadi nyeri tekan pada epigastrik. Pada renjatan (derajat IV) nadi cepat dan lemah, hipotensi, ekstrimitas dingin, gelisah, sianosis cepat dan lemah, hipotensi, ekstrimitas dingin, gelisah, sianosis perifer,
perifer, nafas nafas dangkal. dangkal. Pada Pada DHF DHF sering sering dijumpai dijumpai pembesaranpembesaran hati (hepatomegali), limpa (splenomegali), dan kelenjar getah hati (hepatomegali), limpa (splenomegali), dan kelenjar getah bening
bening yang yang akan akan kembali kembali normal normal pada pada masa masa penyembuhan.penyembuhan. Adap
Adapun kompun komplikalikasi dari penysi dari penyakit DHakit DHF adalaF adalah h HipHipotenotensi,si, Hemokon
Hemokonsentrasi, Hipoprotesentrasi, Hipoproteinemia, Efusi dan inemia, Efusi dan RenjataRenjatan n / / Syok Syok hipovolem
hipovolemia ia .(H.A.(H.Akhasin khasin ZulkoniZulkoni,2011 ,2011 , , A.W.SA.W.Sudoyo,200udoyo,2006,6, WHO,2005)
c.
c. PemPemerikeriksaan saan DiagnDiagnostik ostik
Dilakukan pemeriksaan laboratorium yaitu : (Aru W Sudoyo, 2006) Dilakukan pemeriksaan laboratorium yaitu : (Aru W Sudoyo, 2006) 1
1)) DDaarraahh
Pada DHF akan
Pada DHF akan dijumpadijumpai i leukopenleukopenia yang ia yang akan terlihat akan terlihat papada hada hariri ke-2 atau ke-3
ke-2 atau ke-3 dan titik terendan titik terendah pada dah pada saasaat t peningkatan peningkatan ssuuhhu keduau kedua kali
kalinya. nya. PaPada da ssaaaat t ssuuhhu u meme nini ngng kaka t t keke dudu a a kaka lili nyny a a sese l l lili mpmp osos itit relatif sudah bertambah.sel-sel eusinofil sangat berkurang. Pada relatif sudah bertambah.sel-sel eusinofil sangat berkurang. Pada DH
DHF F umumumumnya nya dijumdijumpai pai tromtrombositbositopenia openia (<100(<100.000/.000/mmmm33) ) ddaann
ha
haememokookonsnsenentrtrasasi i (k(kadadar ar HCHCTT ≥≥2020% % dadarri i nonormrmalal). ). UUjiji tou
tournirniquequet t yanyang g pospositiitif f mermerupaupakan kan pempemerieriksaksaan an penpentinting g padpadaa pemeriksaan
pemeriksaan kimia kimia darah darah tampak tampak hipoproteinemia, hipoproteinemia, hipohiponatrnatremiaemia,, serta hipokalemia, SGOT, SGPT, ureum dan PH darah mungkin serta hipokalemia, SGOT, SGPT, ureum dan PH darah mungkin meningkat.
meningkat. 2)
2) Air Air seniseni
Mungkin ditemukan albuminuria ringan. Mungkin ditemukan albuminuria ringan. 3)
3) SumsuSumsum m tulangtulang P
Padada a aawawal l sasakikit t bibiasasananya ya hihipoposeselululalar, r, kekemmududiaian n memenjnjadadii hi
hipepersrselelulular ar papada da hahari ri kekelilima ma dedengngan an gagangngguguan an mamatuturarasisi sedangkan pada hari kesepuluh biasanya sudah
sedangkan pada hari kesepuluh biasanya sudah kembali kembali normanormall untuk semua data.
untuk semua data. 4) Serologi
Uji serologi untuk infeksi dengue dapat dikategorikan
Uji serologi untuk infeksi dengue dapat dikategorikan menjmenjadi:adi: a)
a) Uji serolUji serologi memaogi memakai serum gandkai serum ganda, yaitu serum a, yaitu serum yyaang ng diamdiambilbil pada
pada masa amasa akut dkut dan koan konvalenvalesensen.. b)
b) Uji Uji seroserologi logi memakamemakai i seruserum m tungtunggal, gal, yaitu yaitu uji uji dengdengue ue bloobloodd yang mengukur antibodi.
yang mengukur antibodi. d.
d. PenatalPenatalaksanaan Maksanaan Medis(Ariedis(Arita Murta Murwani , wani , 2009)2009) 1)
1) PenPenataatalakslaksanaaanaan pn pendeenderitrita DHa DHF adalaF adalah :h : a)
a) TirTirah ah baribaring ng ataatau iu istirstirahat ahat baribaring.ng. b)
b) Diet makanan lunak.Diet makanan lunak. c)
c) MiMinunum banm banyayak 50mk 50ml/l/kg BBkg BB dalam 4 – 6 jam pertama dapatdalam 4 – 6 jam pertama dapat beru
berupa pa : : susususu, , teh teh manimanis, s, sirusirup, p, jus jus buahbuah, , dan dan oraloralit,it, pemb
pemberiaerian n caircairan an merumerupakapakan n hal hal yanyang g palipaling ng penting penting bagibagi pen
penderderita ita DHFDHF. . SetSetelaelah h keadkeadaan aan dehdehidridrasi asi dapdapat at diadiatastasi,i, mem
memberiberikan kan caircairan an rumarumatan tan 80 – 80 – 100 ml/k100 ml/kg g BBBB dalam 24dalam 24 jam
jam beriberikutnkutnya.ya. d)
d) PemPemberberian caiian cairan intran intravravena padena pada pasiea pasien n DDBBDD tanpa renjatantanpa renjatan dilakukan bila pasien terus menerus muntah sehingga tidak dilakukan bila pasien terus menerus muntah sehingga tidak mun
mungkigkin din diberberikaikan man makankanan pan per oer oral ataral ata u u didi dada papa tktk an an nini lala ii hematok
hematok rit rit yang yang bartenbarten densi densi teterurus mes meniningngkakat (>t (>40 v40 volol %)
%). . JumJumlalah h cacairairan n yanyang g didiberberikaikan n tetergargantuntung ng dardari i derderajaajatt dehidrasi dan kehilangan elektrolit, dianjurkan cairan glukosa dehidrasi dan kehilangan elektrolit, dianjurkan cairan glukosa 5% dalam 1/3 larutan Nacl 0,9%.
e)
e) CaCairiranan-c-caiairaran n yayang ng didigugunanakakan n ununtutuk k pepengnggagantntiaian n volumvolumee dengan cepat mencakup berikut ini :
dengan cepat mencakup berikut ini : (1
(1)) KrKriiststalaloioid.d. Laruta
Larutan ringer laktat (Rn ringer laktat (RL) atau dektrL) atau dektrose 5% ose 5% dalam larutandalam larutan RL (D5/RL), larutan Ringer Asetat (RA) atau dektrose 5% RL (D5/RL), larutan Ringer Asetat (RA) atau dektrose 5% da
dalalam m lalarurutatan n asasetetat at (D(D5/5/RARA), ), larlarutautan n gargaram am faafaalili (D5/GF).
(D5/GF). ((22)) KKoollooiidd..
Dekstran 40 dan plasma. Dekstran 40 dan plasma.
ff)) MMononiittor or ttaandndaa-t-taannda da vivittaal l ttiiaap p 3 3 jjaam m ((susuhuhu, , nanaddii, , tenstens i,i, pernapasan) jika
pernapasan) jika kondisi kondisi pasien memburuk, pasien memburuk, observasi ketat observasi ketat tiaptiap jam.
jam. g)
g) PeriPeriksa Hksa HGB, GB, HCT HCT dan tdan tromborombosit sesit setiap htiap hari.ari. h)
h) PePembmbererian obian obat antat antipipiriretietik.k. i)
i) MonMonitoitor r ttaandndaa-t-taanndda a didini ni rerennjjaattaan n memelilipuputi ti kkeeaaddaaaan n uummuumm,, per
perubaubahan han tanda-tanda tanda-tanda vivitatal, l, hasihasil-hal-hasil sil pemeriksaanpemeriksaan laboratoriurn yang memburuk.
laboratoriurn yang memburuk. j)
j) Monitor taMonitor tanda-tanda nda-tanda pendarahpendarahan lebih laan lebih lanjutnjut.. k
k)) PPeemmbbeerriiaan n aannttiibbiioottiikkaa bbiilla a tteerrddaappaatt kkeekkhhwwaattiirraan n iinnffeekkssii sekunder.
sekunder.
ll)) BBiilla a ttiimmbbuul l kkeejjaanng g ddaappaat t didibbeerriikkaan n ddiiaazezepapam m (k(kololababororasasii dengan dokter).
dengan dokter). 2)
a)
a) PenPenangaanganan DHF denan DHF derajraja I a I ataatau deraju derajat II tanpat II tanpa penina peningkagkatantan hematokrit
hematokrit
Pasien masih dapat minum. Pasien masih dapat minum. (1)
(1) Beri Beri minum minum banyak banyak 1-2 1-2 liter/hari.liter/hari. (2)
(2) Jenis Jenis minuman minuman : : air air putih, putih, teh teh manis, manis, sirup, sirup, jus jus buah, buah, susu.susu. (3)
(3) Bila Bila suhu suhu > > 383800C beri parasetamol.C beri parasetamol.
(4)
(4) Bila Bila kejang kejang beri beri antikonvulsif.antikonvulsif. (5)
(5) Monitor Monitor gejala gejala klinis klinis dan dan laboratorium.laboratorium. (6)
(6) Perhatikan Perhatikan tanda tanda syok.syok. (7)
(7) Palpasi Palpasi hati hati setiap setiap hari.hari. (8)
(8) Ukur Ukur diuresis diuresis setiap setiap hari.hari. (9)
(9) Awasi Awasi perdarahan.perdarahan. (10)
(10) Periksa HPeriksa HGB, GB, HCT, HCT, trombosit trombosit tiap 6-12 tiap 6-12 jam.jam. (11)
(11) Jika ada perbaiJika ada perbaikan klinis dan kan klinis dan laboratorium pasien laboratorium pasien diijinkandiijinkan untuk pulang.
untuk pulang. Pasien tidak dapat
Pasien tidak dapat minuminumm (1
(1) ) JiJika ka papasisien en mumuntntah ah teterurus-s-memenenerurus s mamaka ka lalakukukakann kola
kolaboraborasi si pepemamasansangan gan IIVVFFD D NNaaCCl l 0,90,9% % : : DeDekstkstrorosasa 5% (1:3), tetesan rumatan sesuai berat badan.
5% (1:3), tetesan rumatan sesuai berat badan. (2)
(2) PeriPeriksa HGksa HGB, HCB, HCT, trT, tromboombosit tisit tiap 6-12 jap 6-12 jam, jam, jika HCika HCTT naik atau trombosit turun maka pemasangan
naik atau trombosit turun maka pemasangan IVFD NaCl,IVFD NaCl, 0,9
0,9% % berberbanbandinding g dekdekstrstrosa osa 5% 5% digdigantanti i dendengan gan rinringer ger laktat dengan tetesan disusaikan.
b)
b) PenangPenanganan anan DDHHF dF d ererajajat at I dengan I dengan peningkatan HCT>20peningkatan HCT>20%.%. (1)
(1) PertamPertama berikan caa berikan cairan awal iran awal yaitu : RLyaitu : RL/N/NaCI aCI 0,90,9% a% atautau RL/DS/NaCl 0,9% + D5, 6-7 ml/kg BB/jam.
RL/DS/NaCl 0,9% + D5, 6-7 ml/kg BB/jam. (2
(2 ) ) SeSetetelalah h ititu u momoninitor tor tantandada-ta-tanda nda vivitaltal/ni/nilai lai HCHCT T dandan tromboosit tiap 6 jam
tromboosit tiap 6 jam
(a) Jika ada perbaikan maka ada menunjukkan (a) Jika ada perbaikan maka ada menunjukkan
tanda-tand
tanda a : : titidadak k gelgelisahisah, , nanadi di kuakuat, t, tetekakananan n dadararahh st
stababilil, , diudiureresis sis cukup(12mcukup(12m/k/kg BBg BB/j/jamam), ), HHCCT turun T turun (2(2 kali pemeriksaan).
kali pemeriksaan). (3)
(3) Jika sudaJika sudah menunjh menunjukkaukkan perbaikn perbaikan tetesaan tetesan dikurann dikurangigi menjadi 5ml/kg BB/jam.
menjadi 5ml/kg BB/jam.
((44)) SSeetteellaah h 1 1 jjaam m bbeerrllaallu u ddaan n kkoonnddiissi i ppaassiieen n mmaassii me
menununjnjukukan an peperbrbaiaikakan n mamaka ka tetetetesasan n di di sesesusuaiaikakann menjadi 3 ml/kgBB/jam
menjadi 3 ml/kgBB/jam (5)
(5) SetSetelaelah itu IVFh itu IVFD di stop pD di stop pada 24-ada 24-48 jam48 jam, bila t, bila tandaanda vital/ HCT stabil, diuresis cukup.
vital/ HCT stabil, diuresis cukup. (6)
(6) JiJika ka papada saat menuda saat menurunrunkan tetkan tetesaesan n memenjanjadi di 5 5 mlml/k/kgg BB/jam kemudian ditemukan tanda vital memburuk dan BB/jam kemudian ditemukan tanda vital memburuk dan HCT meningka
HCT meningkat t maka tetesan maka tetesan dinaidinaikkan kkan 10-1510-15ml/kml/kgg BB/jam tetesan dinaikkan secara bertahap. Kemudian BB/jam tetesan dinaikkan secara bertahap. Kemudian lak
lakukaukan n evaevalualuasi si 12-212-24 4 jam jam jikjika a padpada a saasaat t evaevalualuasisi ditemukan tanda vital tidak stabil dengan tanda adanya ditemukan tanda vital tidak stabil dengan tanda adanya distres pernapasan dan HCT naik maka segera berikan distres pernapasan dan HCT naik maka segera berikan
koloi
koloid 20-30md 20-30m1/kgB1/kgBB dan jika HCB dan jika HCT T menurmenurun makaun maka lakukan transfusi darah
lakukan transfusi darah segera 10ml/kgBB.segera 10ml/kgBB. (7)
(7) Jika Jika sudah sudah ada ada perbaikan, perbaikan, maka maka lanjutkan lanjutkan tindakan tindakan daridari peng
penguranurangan gan tetetetesan san 5ml/5ml/kgBB/kgBB/jam jam dan seterusnydan seterusnya. Jikaa. Jika tida
tidak k ada perbaikaada perbaikan n yang ditunjyang ditunjukkaukkan n dengan dengan tanda- tanda-tan
tanda: da: gelgelisaisah, h, distdistres res perpernapnapasaasan, n, frfrekekwewensnsi i nanadidi meningkat, tekanan
meningkat, tekanan nadi < nadi < 20 20 mmHmmHg, diureg, diuresis kurasis kurang/ng/ tidak ada.
tidak ada. (8)
(8) Jika Jika tidak tidak menunjukkan menunjukkan adanya adanya perbaikan perbaikan maka maka tetesantetesan akan dinaikkan 10-15ml/kgBB/jam secara bertahap. akan dinaikkan 10-15ml/kgBB/jam secara bertahap. (9)
(9) Kemudian Kemudian dilakukan dilakukan evaluasi evaluasi 12-24 12-24 jam.jam. (10)
(10) SeteSetelah dilaklah dilakukan evalukan evaluasi diduasi didapatkapatkan tanda vitan tanda vital tidak al tidak Stabil yang di
Stabil yang di tunjukan dengan adanya distres pernapasantunjukan dengan adanya distres pernapasan dan peningkatan HCT, maka segera berikan koloid 20-30 dan peningkatan HCT, maka segera berikan koloid 20-30 ml/kgBB dan jika HCT menurun maka lakukan transfusi ml/kgBB dan jika HCT menurun maka lakukan transfusi darah segera 10 ml/kgBB.
darah segera 10 ml/kgBB. (11) J
(11) Jika ika sudah sudah ada perada perbaikan baikan maka maka lanjutkalanjutkan tindn tindakan daakan dariri pengurangan dari
pengurangan dari tetesan 5ml/kgBB/jam dan seterustetesan 5ml/kgBB/jam dan seterusnya.nya. b) Penangan DHF derajat III dan
b) Penangan DHF derajat III dan IVIV (1)
(1) LLakakukukan an okoksisigegenanasisi.. (2)
(2) PePengnggangantitian volan volumume e (c(caiairan krran krisistaltaloioid isotd isotonionik) k) RiRingenger r Laktat/NaCl 0,9 % 20 ml/kgBB secepatnya (bolus dalam Laktat/NaCl 0,9 % 20 ml/kgBB secepatnya (bolus dalam 30 menit).
(3)
(3) 30 men30 menit it kekemumudidian an lalakukukakan n evevalaluauasi si ununtutuk k memengngetetahahuiui apakah syok sudah teratasi.
apakah syok sudah teratasi. (4)
(4) KeKemumudidian panan pantatau u tatandnda a vivitatal l sesetitiap 10 menap 10 menit dan cait dan catatatt balance cairan intrav
balance cairan intravena.ena. (5
(5 ) ) Jika syok teratJika syok teratasi yang dapat ditunjasi yang dapat ditunjukkaukkan n dengdengan tanda-an tanda-tanda :
tanda :
(a) Kesadaran membaik. (a) Kesadaran membaik. (b) Nadi teraba kuat. (b) Nadi teraba kuat. (c
(c ) ) Tekanan Tekanan nadi>20 nadi>20 mmHg.mmHg.
((d) d) Tidak sesTidak sesak napas atak napas atau sianosiau sianosis.s. (e) Diuresis cukup 1 ml/kgBB/jam. (e) Diuresis cukup 1 ml/kgBB/jam.
K
Keemmuuddiiaan n ccaaiirraan n daan d n tteetteessaan n ddiisseessuuaaiikkaann 10m
10ml/l/kgBkgBB/B/jamjam, , sesetetelah lah itu itu lalakukkukan an evaevalualuasi si ketketatat,, mi
misasa lnln ya ya ukur tukur tanda vianda vital, ttal, tanda peanda perdarrdarahanahan, diuresis,, diuresis, HG
HGB, B, HCHCT, T, trtromombobosisit. t. JiJika ka dadalalam m 24 24 jajam m susudadahh stabil, maka berikan tetesan 5ml/kgBB/jam kemudian stabil, maka berikan tetesan 5ml/kgBB/jam kemudian la
lanjnjututkakan n tetetetesasan n 3m3ml/l/kgkgBBBB/j/jamam. . InIn fufu s s didi hehe ntnt ikik anan ti
ti ddak ak melmelebiebihi 48 jam setelhi 48 jam setelah syok teraah syok teratasitasi. Jika syok . Jika syok ti
tidak dak teteratratasasi i yanyang g ditditunjunjukkukkan an dendengagan n tanda-tanda tanda-tanda :: kesadaran
kesadaran menurun, menurun, nnaaddi i lamlambat/bat/tidatidak k terteraba, aba, tekatekanannan nad
nadi<2i<20 0 mmmmHgHg, , ditditreress ss perpernapnapasaasan/sn/siaianosnosisis, , kulkulitit di
dingngin in dadan n lelembmbab, ab, ekekstrstrememitaitas s dindingin gin dan dan perperiksiksaa k
p
peemmbbeerriiaan n caircairan an 20ml20ml/kgB/kgBB/jaB/jam, m, seseteltelah ah ituitu tam
tambahkbahkan an kolokoloid/pid/plasmlasma, dekstraa, dekstran n 10-210-20 0 (m(m akak sisi mamall 30)
30) mlml/k/kgBBgBB/j/jam. am. KeKemudmudian ian lalakukkukan an kkoorreekkssii as
asididososisis, , sesetetelalah h 1 1 jajam m lalakukukakan n evaevalualuasi si ununtutuk k meng
mengetaetahui hui apakapakah ah syok syok sudah teratassudah teratasi i atau atau belumbelum.. Jik
Jika a syosyok k belbelum um terterataatasi si yanyang g ditditunjunjukkukkan an dendengangan penu
penurunrunan an HCHCT T atatau au HCHCT T tete tatap p titi ngng gigi/n/n aiai k, k, mamakaka be
be ririkaka n n koloid koloid 20 20 mlml/kgB/kgBB, B, kemudian kemudian dilanjutkandilanjutkan den
dengan gan pembpemberiaerian n ttrraannssffuussi i daradarah h segar segar 10 10 mlml/kg/kgBBBB di
diululanang g sesesusuai ai kekebubututuhahan. n. JiJika ka syosyok k sudsudah ah terterataatasisi ma
maka ka lalanjnjututkakan n titindndakakan an dadari ri memengngevevalaluauasi si keketatatt tanda
tanda vitavital, l, tandtanda a perperdardarahaahan, n, didiureuresissis, , HGHGB, B, HCHCT,T, trom
trombosibosit dan tindakan t dan tindakan seteruseterusnya.snya. d) Kriteria untuk pemulangan pasien
d) Kriteria untuk pemulangan pasien
Kriteria berikut harus dipenuhi sebelum pasien yang Kriteria berikut harus dipenuhi sebelum pasien yang pu
pulih lih dadari ri DHF DHF atatau au DenDen gugue e SyoSyock ck SynSyndrdrome ome (DS(DSS)S) dipulangkan.
dipulangkan. 1)
1)TiTidadak k adada a dedemamam m seselalama ma sesedidikikitntnya ya 24 24 jajam m tatanpnpaa pe
pengnggugunanaan an terterapapi ai antnti i demdemam.am. 2) Kembalinya nafsu makan
2) Kembalinya nafsu makan
3) Perbaikan klinis yang dapat terlihat 3) Perbaikan klinis yang dapat terlihat 4)
4) Haluaran Haluaran urine urine baik baik 5) Hematokrit stabil 5) Hematokrit stabil
6) Melewati sedikitnya 2 hari setelah pemulihan dari syok 6) Melewati sedikitnya 2 hari setelah pemulihan dari syok 7) Tidak ada distres pernapasan dari efusi
7) Tidak ada distres pernapasan dari efusi pleural atau asitespleural atau asites 8) Jumlah trombosit lebih dari 50.000 per mm3
8) Jumlah trombosit lebih dari 50.000 per mm3 (Ngastiyah, 2005)
(Ngastiyah, 2005) 2.
2. Konsep DaKonsep Dasar sar Asuhan Asuhan KeperawaKeperawatan tan DHFDHF a. Pengkajian
a. Pengkajian Pe
Pengngkakajijian an mmeerruuppaakkaan n ttaahhaap p aawwaal l ddaan n ddaassaar r uuttaamma a ddaarri i prproosesess keperawatan mencakup data yang di kumpulkan melalui
keperawatan mencakup data yang di kumpulkan melalui wawancara,wawancara, pen
pengumpgumpulan ulan riwariwayat yat keskesehatehatan, an, pengpengkajikajian an fisifisik, k, pemepemeriksriksaanaan lab
laboraoraturturium ium dan dan diadiagnognostistic c serserta ta melmelihaihat t catcatataatan n sebsebeluelumnmnya.ya. P
Peenngguummppuullaan n rriiwwaayyaat t tteerrsseebbuut t mmeelliippuuti ti ddaatta a ssuubbjjeekkttiif f (“
(“memelalapoporkrkanan”) ”) dadan n obobyeyektktif if (“(“memenununjnjukukanan”) ”) (T(Tararwowoto to dadann Wartonah 2006).
Wartonah 2006).
Data perawatan yang ditemukan pada pasien Data perawatan yang ditemukan pada pasien DHFDHF Aktivitas/Istirahat
Aktivitas/Istirahat Gejala : lemah, lelah Gejala : lemah, lelah
Tanda : dispnea, takipnea, lemah Tanda : dispnea, takipnea, lemah Sirkulasi
Sirkulasi Gej
Gejala ala : : epitepitaksiaksis, s, hemahematomatoma,eki,ekimosimosis, s, petepetekie, kie, hypehyperemiremiaa pad
pada ta tengenggogorokrokan, an, perperdadarahrahan an gusgusi, i, hemhemateatemesmesis, is, melmelenaena
Tanda : nadi cepat dan lemah, hipotensi, ekstremitas dingin dan Tanda : nadi cepat dan lemah, hipotensi, ekstremitas dingin dan gelisah
gelisah
Makanan/cairan Makanan/cairan
Gejala : mual muntah, anoreksia, haus Gejala : mual muntah, anoreksia, haus Tanda : mukosa mulut
Tanda : mukosa mulut kering,lidakering,lidah kotor h kotor (kadang-kada(kadang-kadang)ng) Neu
Neurosrosensensoriori
Gejala : sakit kepala, suhu tubuh tinggi Gejala : sakit kepala, suhu tubuh tinggi
Tanda : menggigil, wajah tampak kemerahan, takikardi. Tanda : menggigil, wajah tampak kemerahan, takikardi. Nye
Nyeri/ri/kenkenyamyamanananan
Gejala : nyeri uluhati, nyeri pada otot dan sendi, pegal-pegal Gejala : nyeri uluhati, nyeri pada otot dan sendi, pegal-pegal pad
pada a seselurluruh uh tubtubuhuh, , nynyeri eri tektekan an padpada a epiepigasgastritrik, k, saksakit it saasaatt menelan
menelan Pernafasan Pernafasan
Gejala : nafas dangkal Gejala : nafas dangkal
Tanda : nadi cepat dan lema Tanda : nadi cepat dan lema b. Diagnosa
b. Diagnosa Di
Diagagnonosa sa kekepeperarawawatatan n yayang ng mumungngkikin n mumuncncul ul (Lyn(Lynda da jualljuall,2007),2007) adalah :
adalah : 1)
1) KeKekukurarangngan an vovollumume e cacaiiraran n beberrhuhububungngan an ddenengagan n pepeniningngkakatatann permeabilitas kapiler.
permeabilitas kapiler. 2)
2) HHiipepertrterermmi i beberhrhububununggan an dedengngan an titidadak k efektefektifnya ifnya tetermrmororegegululasasii sekunder terhadap infeksi virus dengue.
sekunder terhadap infeksi virus dengue. 3)
3) Gangguan peGangguan perfusi jarirfusi jaringan berhubungngan berhubungan dengan penuruan dengan penurunan faktor-nan faktor-faktor pembekuan darah (trombsitopenia).
4)
4) PePerubrubahahan an nutnutririsi si kurkurang ang dadari ri kekebutbutuhauhan n tutubuh buh beberhurhubunbungangan deng
dengan an menmenurunurunnya nya nafsnafsu u makmakan an sekusekunder nder terterhadahadap p anoranoreksieksia,a, mual-muntah.
mual-muntah. 5)
5) Nyeri Nyeri akut akut berhubungan dengan berhubungan dengan Inflamasi Inflamasi otot.otot. 6)
6) IntIntoleroleransi aktiansi aktivitavitas s berhberhubunubungan dengagan dengan n PenPeningkingkatan kebutatan kebutuhanuhan metabolisme sekunder terhadap infeksi virus.
metabolisme sekunder terhadap infeksi virus. 7)
7) GangGangguan guan pola pola tidtidur ur berhberhubunubungan gan dengdengan an peruperubahabahan n linlingkungkungangan sekunder akibat hospitalisasi
sekunder akibat hospitalisasi 8)
8) Kurang penKurang pengetagetahuan bhuan berherhubuubungangan denn dengan kgan kururanang g inforrnasi.inforrnasi.
cc.. PePerrenenccananaaanan Re
Rencncanana a kekepeperarawwatatan an adadalalah ah mememmprpriiororititasaskakan n didiaagngnososaa keperawatan, menentukan hasil akhir perawatan klien, mengidentifikasi keperawatan, menentukan hasil akhir perawatan klien, mengidentifikasi tindaka
tindakan n keperawkeperawatan dan atan dan klien yang klien yang sesuai dan rasional ilmiahnya, dansesuai dan rasional ilmiahnya, dan menetapkan encana asuhan keperawatan.
menetapkan encana asuhan keperawatan. Ta
Tahap awal hap awal perperenencancanaan adalaaan adalah h prioritas prioritas masalah. masalah. PrioriPrioritastas mas
masalah alah berdberdasarasarkan kan mengmengancaancam m jiwjiwa a pasipasien, en, tahtahap ap kedkedua ua adaadalahlah ren
rencancana pra priorioritaitas (Deds (Ded en en DermaDermawan, wan, 2012012)2) P
Peerreennccaannaaaann diditutuliliss sseessuuaai i ddeennggaan n pprriioorriittaas s (m(meengngaancncaamm jiwa pasien):
jiwa pasien): 1)
1) KKeekkuurraannggaan n vovolulume me ccaaiirraan n bbeerrhhuubbuunnggaan n ddeennggaan n pepenniingngkakattaann perm
permeabieabilitalitas ks kapilapilerer..
Tujuan: Kebutuhan cairan pasien terpenuhi/adekuat Tujuan: Kebutuhan cairan pasien terpenuhi/adekuat
Kriteria hasil : Kriteria hasil :
(a)
(a) MukoMukosa bsa bibiibir ler lembabmbab (b)
(b) PasiPasien minuen minum 6-8 gelm 6-8 gelas sehaas sehariri (c)
(c) Tanda-tanda Tanda-tanda vital suhu vital suhu 36˚c, na36˚c, nadi 60-100x/mdi 60-100x/menit, Tenit, TDD 120/80mmHg, Respirasi 24x/menit.
120/80mmHg, Respirasi 24x/menit.
Tindakan Keperawatan : Tindakan Keperawatan :
a)
a) Mengobservasi Mengobservasi tanda tanda – – tanda tanda vital vital tiap tiap jam.jam. Ras
Rasionional al :: MenetMenetapkan apkan datdata dasar pasien, a dasar pasien, ununtutuk mk menengegetatahuhui di denengagann cepat penyimpa
cepat penyimpangan dari keadaan normalnyangan dari keadaan normalnya.. b)
b) AnjurkaAnjurkan pasien banyak minum n pasien banyak minum ±1800 – 2000 ml/hari.±1800 – 2000 ml/hari. Rasiona
Rasional : l : Mencegah Mencegah kehilakehilangan ngan caian caian tubuh.tubuh. c)
c) Catat Catat intake dan outpintake dan output caut cairan tiiran tiap 24 ap 24 jam.jam. Rasional
Rasional :: MMeemmbbeerri i infinformaormasi si tenttentang ang keadkeadekuaekuatan tan volumvolumee cairan dan kebutuhan pengganti.
cairan dan kebutuhan pengganti. d) Kolaboras
d) Kolaborasi dalai dalam pemberian m pemberian cairan intravena sesuai cairan intravena sesuai programprogram dokter.
dokter. Rasio
Rasional nal :: UnUntuk tuk memempmperertatahahankankan/n/memengngganganti ti cacairiran an daladalamm tubuh.
tubuh. e)
e) KolaborasKolaborasi i dalam dalam pemeriksaapemeriksaan n lab HCT, PLT tiap 12 jalab HCT, PLT tiap 12 jam.m. Rasio
Rasional :nal : Untuk Untuk menmengetgetahui tingkat ahui tingkat kebocokebocoran ran plplasasma dama dalalamm pem
pembulbuluh uh dadararah h yang yang didialalamami i ppaassiieen n dan dan ununttuuk k acacuauann melakukan tindakan lebih lanjut.
2)
2) HiHiperpertetermi rmi berhubungan berhubungan dengan dengan tidak tidak efektefektifnya termoifnya termo regulasregulas ii sekunder terhadap infeksi virus dengue.
sekunder terhadap infeksi virus dengue.
Tujuan : Suhu tubuh dalam batas normal (36 – 37 Tujuan : Suhu tubuh dalam batas normal (36 – 37ooC).C).
Kriteria hasil : Kriteria hasil : 1)
1) PasiPasien meen mengatangatakan bakan badannydannya tida tidak panak panas laas lagi.gi. 2)
2) Suhu Suhu tubuh tubuh daladalam batm batas nas nomal omal (36 – (36 – 37˚C)37˚C) 3)
3) NaNadi 80di 80-1-10000x/x/memeninit.t. Tindakan keperawatan : Tindakan keperawatan : a)
a) Observasi Observasi tanda-tanda tanda-tanda vital.vital. Ra
Rasiosional nal :: TTaandnda a vitvital al memeruprupakaakan n acacuauan n ununtutuk k memengngetetahahuiui keadaan umum pasien.
keadaan umum pasien. b)
b) AnjurAnjurkan kan pasiepasien ban banyak nyak minum minum yaitu yaitu ± 1,5 ± 1,5 - 2 li- 2 liter pter per harer harii R
Raasisioonanal l : : PePeniningngkakattaan n ssuhuhu u ttububuh uh mmeengngakakiibbatatkakann pengu
penguapan apan tubuh tubuh menimeningkngkat at sehsehingingga ga pp ee rrlluu d i
d ii mi mb ab anng i g i d ed en gn ga n a n a sa suup ap an n cca ia irra n a n yyaanngg ban
banyakyak/ad/adekuekuat.at. c) Libatka
c) Libatkan n kelukeluarga untuk tindakan kompres arga untuk tindakan kompres hangahangat t (pada(pada daerah axila, kening dan lipatan paha).
daerah axila, kening dan lipatan paha). Rasional : Pemindaha
Rasional : Pemindahan panas n panas secara konduksisecara konduksi d)
d) Kolaborasi dalKolaborasi dalam am pemberipemberian an obat antipiretik.obat antipiretik. Rasio
Rasional nal : Dapat membant: Dapat membantu menurunkan panau menurunkan panas.s.
Ra
Rasiosionanal l : : MeMengengetahtahui ui rerespospon n papasiesien n teterharhadap dap nyenyeri ri yanyangg dirasakan
dirasakan Ra
Rasisiononal al : : AgAgar ar dadapapat t sesegegera ra didilalakukukakan n titindndakakan an uunnttuuk k menanga
menangani syok yang dialani syok yang diala mi mi pasiepasien.n. 3)
3) GangGangguaguan perfusn perfusi jarii jaringangan berhun berhubunbungan gan dengdengan an penpenuruurunan nan faktor- faktor-faktor pemb
faktor pembekuaekuan n darah darah (trombosit(trombositopenia).openia). Tu
Tujuajuan : Perfusi n : Perfusi jaringan jaringan adekuatadekuat Kriteria hasil :
Kriteria hasil : 1
1)) MMeennuunnjjuukkkkaan n ppeerrbbaaiikkaan n ppeerrffuussi i yyaanng g ddiibbuukkttiikkaan n oolleehh adanya nadi perifer/sama, warna kulit dan suhu normal, adanya nadi perifer/sama, warna kulit dan suhu normal, tidak ada edema.
tidak ada edema. 2)
2) PePeniningngktktan pran prililakaku/u/titindndaakakan n yayang mng meneniningkgkatatkakan n peperfrfususii jarin
jaringan.gan. 3)
3) MeMenununjnjukukkakan n pepeniningngkakatatan n totoleleraransnsi i teterhrhadadap ap akaktitivivitatas.s. Tindakan keperawatan :
Tindakan keperawatan : a)
a) Observasi Observasi tanda-tanda tanda-tanda vitalvital Ra
Rasisiononal al : H: Hiipopotteensnsi i dadan n brbradadikikarardi di mmenenanandadakakan n adaadanyanya penu
penurunarunan an alirliran an darah, darah, perubahan perubahan suhu suhu kulit kulit (lebih(lebih di
dinngigin n aattau au lleebbiih h hahangngatat) ) mmeennaannddaakkaan n aaddananyaya gangguan dalam suplai darah kapiler.
gangguan dalam suplai darah kapiler. b)
Ra
Rasisiononal al : : AAktktiivvititaas s papasisien en yanyan g g tidtid ak ak terter koko ntrntr ol, ol, dadapapatt menyebabkan perdarahan sehingga terjadi penurunan menyebabkan perdarahan sehingga terjadi penurunan suplay darah.
suplay darah. c)
c) Pantau Pantau frekuensi frekuensi jantung jantung dan dan irama.irama. Ra
Rasisiononal al :: FFeekkuueennssi i ddaan n iiraramma a jajantntunung g dadapapat t mmeennenenttukukaann adanya komplikasi.
adanya komplikasi. d)
d) Kolaborasi Kolaborasi pemberian pemberian oksigen oksigen tambahan.tambahan. Ras
Rasionional al :: MeMeniningngkakatktkan an jujumlmlah ah sesedidiaaaan n okoksisigegen n untuuntuk k kebutuhan sirkulasi.
kebutuhan sirkulasi. 4)
4) Perubahan Perubahan nutrisi kurnutrisi kurang dari kebang dari kebutuutuhan tuhan tububuh berhubh berhubungan denganungan dengan m
menenururununnynya a nanafsfsu u mmaakkaan n sesekukundnder er teterhrhadadap ap ananororekeksisia, a, mumualal,, muntah.
muntah.
Tujuan : Nutrisi pasien terpenuhi (adekuat) Tujuan : Nutrisi pasien terpenuhi (adekuat) Kriteria hasil :
Kriteria hasil : 1)
1) PaPasisien ten tididak ak lelemamahh 2)
2) MakMakanaanan habin habis 1 porss 1 porsi seti setiap kiap kali mali makaakann 3)
3) NaNafsfsu mau makakan men meniningngkakatt 4)
4) MuMual mal mununtatah tih tidadak adk adaa Tindakan keperawatan : Tindakan keperawatan : a)
a) Timbang Timbang berat berat badan badan tiap tiap hari.hari. Rasiona
Rasional : l : Untuk Untuk mengmengetahuetahui stati status gizi pus gizi pasienasien b)
b) Beri Beri HE HE pada pada pasien/keluarga pasien/keluarga tentang tentang pentingnya pentingnya NutriNutrisi si bagibagi tubuh.
Rasi
Rasional onal : : MeningMeningkatkan katkan pepengengetatahuahuan n papasisien en tententantang g nutnutrisrisii sehingga motivasi untuk makan meningkat.
sehingga motivasi untuk makan meningkat. c)
c) Kaji Kaji makmakanaanan yang n yang disukai pasien.disukai pasien. Rasi
Rasional onal : : Menambah/merangsang nafsu makan.Menambah/merangsang nafsu makan. d)
d) BeBeri ri makanan dalam porsi makanan dalam porsi kecil tapi sering.kecil tapi sering. Ras
Rasionional al : Men: Meniningkagkatkatkan n asuasupan pan nutrnutrisi isi tatanpnpa a mermerangangsansangg muntah.
muntah. e)
e) SajikSajik an makanan dalaan makanan dalam m keadaan keadaan hangat.hangat. Rasional
Rasional : : MenguranMengurangi mual dan mgi mual dan meningkateningkatkan nafsu makan nafsu makan.kan. f)
f) Kolaborasi dalam pemberian Kolaborasi dalam pemberian obat obat anti anti emetik emetik sesuai indsesuai indikasi.ikasi. Rasional : Antiemetik mengurangi rasa mual dan muntah. Rasional : Antiemetik mengurangi rasa mual dan muntah. 5)
5) Nyeri Nyeri akut akut berhubungan dengan berhubungan dengan inflamasi inflamasi otot.otot. Tujuan : pasien merasa nyaman
Tujuan : pasien merasa nyaman Kriteria hasil :
Kriteria hasil : 1)
1) MenuMenunjuknjukkan pokan posisisisi/ek/eksprespresi wajsi wajah rilah rileks.eks. 2)
2) DapaDapat tt tiduridur/ber/beristiistiraharahat at adekudekuat.at. Tindakan keperawatan :
Tindakan keperawatan : a)
a) ObObseservrvasasi tanda-tanda vital i tanda-tanda vital terutama naditerutama nadi Ra
Rasisiononal al :: TaTannddaa-t-tananda da vivitatal l mmeerruuppaakkaan n inindidikakatotor r adadananyaya perubahan keny
perubahan kenyamanan.amanan. b)
b) ObObseservrvasasi skai skala nyla nyeri eri dan kdan karakarakteristeristiknytiknya.a. Rasional :
Rasional : Untuk mengetahui Untuk mengetahui tingkat nytingkat nyeri pasien.eri pasien. c)
Rasi
Rasional onal : Teh: Tehniknik disdistratraksi ksi dadapapatt memengangalilihkahkan n peperhrhatatiaian n dadariri n
nyyeerrii/ / kkeettiiddaakknnyyaammaannaan n ddaan n rreellaakkssaassi i ddaappaatt memberikan rasa nyaman.
memberikan rasa nyaman. d)
d) BerikBerikan poan posisisi si yang nyaman yang nyaman pada pasien.pada pasien. Rasional :
Rasional : PosPosisi yang nyisi yang nyamaaman n membmembantu antu relarelaksaksasi tubuh.si tubuh. e)
e) Kolaborasi Kolaborasi dalam dalam pemberian pemberian analgetikanalgetik .. Rasional : Analetik mengurangi rasa nyeri. Rasional : Analetik mengurangi rasa nyeri. 6)
6) IntIntoleoleranransi aktisi aktivitvitas beras berhubhubunungagan denn dengagan penn peniningkagkatatan kebun kebututuhahann metabolisme sekunder terhadap infeksi virus.
metabolisme sekunder terhadap infeksi virus. Tu
Tujujuan : Pasien dapat memenuan : Pasien dapat memenuhi kebutuhan hi kebutuhan ADLADL Kriteia hasil :
Kriteia hasil : 1)
1) PasPasien ien dapadapat mt memeemenuhi nuhi ADL ADL sendsendiriiri 2)
2) PaPasisien ten tididak lak lememahah 3)
3) PaPasisien taen tampmpak kak koopoopereratatif if Tindakan keperawatan :
Tindakan keperawatan : a)
a) Kaji Kaji ulang ulang kemakemampuampuan pasin pasien men melakelakukan Aukan ADLnyDLnyaa Rasional
Rasional :: UntuUntuk k memengengetatahui hui titingngkat kat keketetergrgantantungungan an papasiesienn dalam memenuhi kebutuhannya.
dalam memenuhi kebutuhannya. b)
b) ObservaObservasi tandsi tanda – taa – tanda vitnda vital terual terutama natama nadi tiap di tiap 6 jam6 jam.. Ra
Rasiosional nal : : NaNadi di memenunururun n memerurupapakakan n sasalalah h sasatu tu inindidikakasisi adanya penurunan aktivitas.
adanya penurunan aktivitas. c)