Mesin Pengolah Gula Semut
Karya Siswa SMKN 1 Purworejo
Di-Launching
PURWOREJO,FP – Siswa kelas XI jurusan permesinan dan pengelasan SMK Negeri 1 Purworejo berhasil membuat mesin pengolahan gula semut. Mesin pengolahan gula semut itu mampu memproduksi gula semut lebih baik secara kualitasmaupun kuantitas. “Secara umum dibanding pengolah gula semut tradisional mesin karya para siswa jelas lebih baik, cepat dan berkualitas, “kata Kepala SMKN 1 Purworejo, Budiyono, SPd, MPd di sela-sela launching mesin pengolahan gula semut dan workshop pembuatan gula semut, Selasa (22/11).
Diungkapkan, mesin pembuat gula semut karya siswa SMKN 1 Purworejo sudah diuji coba oleh para siswa dengan didampingi UMKM pengrajin gula semut dari Desa Somongari dan terbukti hasilnya sangat memuaskan. “Dengan hasil uji coba yang cukup memuaskan sudah selayaknya para pengrajin gula semut beralih menggunakan mesin ini, “ucap Budiyono.
Ditambahkan, satu set mesin pembuat gula semut terdiri dari tiga unit, yakni mixer, penggerus, dan ayakan. Mixer berfungsi untuk merubah bahan dasar menjadi adonan atau pasta, penggerus untuk mengaduk bahan yang sudah menjadi pasta, dan ayakan yang berfungsi untuk proses akhir atau pengkristalan gula semut. “Satu set kita bandrol Rp 8,5 juta, namun kalau beli pada saat launcing akan mendapat potongan 20 persen, “tambahnya.
Launching mesin pengolahan gula semut dan workshop pembuatan gula semut yang berlangsung di aula SMKN 1 purworejo dihadiri Eri Prayitno, Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dindikbudpora), perwakilan Diskoperi dagpar, perwakilan Dinas Kesehatan, perwakilan Bapeda, dan pengrajin gula semut yang ada di Purworejo.
Purworejo Sebagai Ajang KKN
Tiga Perguruan Tinggi
PURWOREJO, FP – Kabupaten Purworejo menjadi ajang Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari tiga Perguruan Tinggi. Yakni setelah penerjunan KKN dari Universitas Negeri Solo dan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta beberapa hari lalu, kini giliran mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo. Penerjunan KKN mahasiswa UMP diserahkan Rektor UMP Drs.H.Supriyono MPd yang diterima wakil Bupati Yuli Hastuti SH, di Pendopo Kabupaten Purworejo hari ini Rabu (25/1).
Juga dilakukan MoU tentang KKN antara UMP dengan Pemkab Purworejo. Hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Purworejo Sumharjono SSos MM, sejumlah Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UMP, Camat, dan dinas instansi terkait.
Dalam sambutannya Yuli Hastuti mengatakan, Kuliah Kerja Nyata yang dilaksanakan oleh para mahasiswa ini merupakan perwujudan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa akan benar-benar mampu memahami realitas persoalan yang ada di masyarakat, sekaligus memberikan sumbangsih pemikiran untuk memecahkan berbagai persoalan tersebut.
Selain itu kata Yuli Hastuti, dengan berada di tengah-tengah masyarakat, maka apabila pada saatnya nanti harus benar-benar terjun ke masyarakat melalui disiplin ilmu dan profesi masing-masing, akan mampu berempati dengan berbagai permasalahan sosial ekonomi yang dihadapi masyarakat. Sehingga apabila suatu saat ada yang berhasil menjadi pemimpin atau pengambil kebijakan di suatu lembaga, akan terus memiliki komitmen dan
kepedulian kepada nasib masyarakat desa sebagai bagian terbesar bangsa Indonesia.
Sebagai mana diketahui Pemerintah Kabupaten Purworejo sudah melaunching branding pariwisata Purworejo yakni Romansa Purworejo- Tahun kunjungan wisata 2020. “Saya berharap Purworejo mendapatkan limpahan wisatawan dari DIY dengan berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Purworejo seperti wisata alam, pegunungan, curug, wisata pantai, kuliner, wisata religi dan wisata heritage,” harapnya.
Untuk itu, kehadiran mahasiswa KKN UMP supaya dapat mendorong dan memotivasi masyarakat untuk terus memajukan wilayah, melakukan inovasi dan pemberdayaan. Saya pesan khusus kepada adik adik mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan untuk membantu mengidentifikasi potensi wisata di Purworejo, dan bila memungkinkan memberikan masukan kepada perangkat desa dan masyarakat tentang pengembangan Pariwisata di wilayahnya.
Dengan pengembangan pariwisata di Purworejo diharapkan akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja masyarakat. Simulasinya adalah apabila satu orang wisatawan datang berwisata ke Purworejo dan kemudian membelanjakan uangnya sejumlah Rp.100.000 per orang, apabila dalam satu tahun ada 100 ribu wisatawan, maka aka nada uang masuk dan dinikmati masyarakat sebesar 10 milyar rupiah.
Sementara itu Sumharjono S.Sos MM melalui Kabid pemberdayaan masyarakat Sri Wahyuningsih S.Sos MM menjelaskan, jumlah mahasiswa UMP yang ber KKN 852 mahasiswa yang akan melaksanakan tugas KKN di 43 desa tersebar di 8 kecamatan. Masing-masing di kecamatan Loano, Bagelen, Banyuurip, Kemiri, Pituruh, Ngombol, Purwodadi, dan Kecamatan Bener.
Pelaksanaan KKN mahasiswa yang berkelanjutan minimal tiga tahun berturut-turut KKN diterjunkan dalam satu desa. Sehingga dapat berkontribusi positif bagi Pemerintah Desa dan Masyarakat di lokasi KKN. Terutama dalam pengentasan
kemiskinan dengan melakukan pergerakan, pemberdayaan dan menjadi motivator bagi masyarakat desa. “Yang pertama dilakukan mahasiswa, agar terlebih dulu memetakan dan menggali, mengembaangkan, kemudian memberdayakan,” jelasnya.
UPT BLK Disperinaker Gelar
Pelatihan
Ketrampilan
Berbasis Kompetensi
PURWOREJO, FP – Sebanyak 160 peserta mengikuti pelatihan ketrampilan berbasis kompetensi angkatan I tahun 2017 yang dilaksanakan oleh UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinakaker) Kabupaten Purworejo.
Pelatihan ketrampilan berbasis kompetensi secara resmi dibuka oleh Kepala Disperinaker Kabupaten Purworejo Drs, Sutrisno, M,Si Kamis (4/5) di Aula BLK Cangkrep, Purworejo.
Kepala UPT BLK Bambang Darmuko dalam sambutanya mengatakan, pelatihan ketrampilan berbasis kompetensi merupakan program kerja UPT BLK Dinas Perindustrian Tenaga Kerja Kabupaten Purworejo tahun 2017.
Dikatakan, kegiatan dimulai 5 Mei sampai 13 Juni 2017 (240 jam pelajaran). Pelatihan ketrampilan berbasis kompetensi terbagi dalam 10 paket, “masing-masing paket 16 peserta sehingga jumlah keseluruhan sebanyak 160 peserta, “katanya.
Sedang kejuruan meliputi Mekanik Yunior Sepeda Motor, Pembuat Roti, Drafter, Teknik Refrigerasi Komersial, Staf Administrasi, Desain Grafis, Menjahit Pakaian Dasar, Operator Pemesinan,
D i j e l a s k a n , t u j u a n p e n y e lenggaraan pelatihan ketrampilan berbasis kompetensi untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas tenaga kerja di Kabupaten Purworejo.
“Dengan harapan setelah mengikuti pelatihan ketrampilan berbasis kompetensi ini bisa menambah pengetahuan dan mempunyai skiil sehingga mampu bersaing di pasar kerja sehingga pada akhirnya bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Purworejo, “papar Bambang Darmuko.
Sementara itu, Kepala Disperinaker Purworejo Drs Sutrisno, M, Si menegaskan, para peserta pelatihan ketrampilan berbasis kompetensi melalui seleksi ketat sehingga yang lolos merupakan peserta berkualitas.
Karena itu dirinya berharap agar para peserta dalam mengikuti pelatihan harus bersungguh-sungguh.
“Saya berharap 30 hari kedepan para peserta sudah berubah. Kunci sukses tidak hanya pada kecerdasan, tapi kinerja dan salah satu kunci keberhasilan terletak pada sopan santun, “tegas Sutrisno.
Group Nasyid Saka Kustik SMK
Kesehatan Purworejo Juara I
se-Kedu
PURWOREJO, FP – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SMK Kesehatan Purworejo setelah Group Nasyid Saka Kustik berhasil menjadi juara I Festival Nasyid dan Hadroh Pelajar SMA/SMK/MA se-Kedu Minggu (14/5).
Dalam festival yang diselenggarakan oleh SMAN 3 Purworejo itu group Nasyid Saka Kustik SMK Kesehatan Purworejo menjadi juara dalam kategori nasyid musik.
Kepala SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin, S.Sos melalui Humas SMK Kesehatan Ardianto Nugroho mengatakan, Group Nasyid Saka tampil sebagai yang terbaik setelah dalam final membawakan lagu wajib Kun Anta dan lagu pilihan Pintu Taubat.
Diterangkan Ardianto Nugroho yang juga bertindak sebagai pembina Group Saka Kustik mengatakan, keikut sertaan dalam lomba itu pada awalnya hanya untuk mencari pengalaman dan menambah jam terbang.
Sebab, Group Nasyid Saka Kustik yang dianggotani siswa kelas X tersebut belum lama terbentuk. “Mudah-mudahan dengan tampil sebagai juara dapat menambah semangat dan memotifasi siswa lain, “kata Ardianto Nugroho Rabu (24/5).
Dikatakan, sebenarnya SMK Kesehatan memiliki dua group nasyid. Group pertama anggotanya siswa kelas XI. Untuk group Yang beranggota siswa kelas XI juga sudah sering tampil dan menyabet beberapa ke juaraan.
Sementara untuk Group Nasyid Saka Kustik baru beberapa kali tampil, “salah satunya di Car Free Day alun-alun Purworejo
dalam acara Iqrok Club seusai menjuarai festival tingkat Kedu, “ujar Ardianto.
Group Nasyid Saka Kustik beranggotakan enam personil, yaitu Fitriyanti kelas X Farmasi (vocal), Niki Wahyuni kelas X Farmasi (gitaris), RR Nadia Febri Henada kelas X Keperawatan 1 (vocal), Dhiva Agustina kelas X Keperawatan 3 (basis), Nurul Fatimah kelas X Keperawatan 3 (kajon), dan Rest I Kusumawati kelas X Keperawatan 2 (gitar).
Atas prestasinya tersebut Group Nasyid Saka Kustik mendapat tropi, piagam penghargaan dan sejumlah uang pembinaan.
Dalam kesempatan itu Ardianto Nugroho menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang sudah mendukung sehingga Saka Kustik bisa menjadi juara.
“Mudah-mudahan dengan segala bentuk dukungan yang diberikan warga sekolah ke depan Saka Kustik bisa menjadi lebih baik lagi, “ucapnya.
LLK UPT Dinsosnakertrans
Purworejo Miliki Kios 3 in1
PURWOREJO, FP – lembaga Latihan Kerja (LLK) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Sosial Tenaga Kerja Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Purworejo yang terletak di Kelurahan Csngkrep, Kecamatan Purworejo kini dilengkapi dengan gedung 3 in 1. Gedung yang dibangun menggunakan dana APBN tersebut berfungsi untuk melayani informasi terkait lowongan pekerjaan, informasi sertifikasi, dan pelatihan ketrampilan.
Kepala UPT LLK Dinsosnakertrans Purworejo, Bambang Darmuko mengatakan, gedung 3 in 1 sebenarnya sudah dubangun sejak tahun 2008. Namun karena belum tersedianya sarana dan prasarananya maka baru bisa dipergunakan tahun 2016. “Fasilitas dibiayai dengan dana APBD, ” katanya.
Dijelaskan, keberadaan gedung kios 3 in 1 mengacu pada peraturan Kementerian Tenaga Kerja. Dengan adanya gedung 3 in 1 tersebut nantinya masyarakat maupun lulusan LLK bisa memantau bursa kerja dari perusahaan-perusahan di Indonesia. “Kita ingin memberi kemudahan bagi pencari kerja dengan memberi informasi sebanyak mungkin mengenai lowongan kerja, “katanya.
Diungkapkan, saat ini pihaknya sedang menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia seperti Komatzu dan Wori Garmen, Ungaran. Bambang berharap, dengan adanya kios 3 in 1 tersebut lulusan LLK akan semakin banyak terserap didunia kerja sesuai dengan kompetensi kejuruanya. “Hingga saat ini lulusan LLK yang terserap didunia kerja mencapai 50 persen dan sisanya mandiri, ” pungkas Bambang.
Stanley, Anggota Paskibraka
Nasional Ditawari Masuk Akpol
PURWOREJO,FP – Stanley Otniel Nagatan, siswa SMA Bruderan Purworejo yang bertugas sebagai Pasukan Bendera Pusaka ( Paskibraka) Nasional sudah kembali ke Purworejo, Jumat (26/8) dini hari. Penyambutan kedatangan oleh keluarga besar SMA Bruderan Purworejo dilakukan Senin (29/8) pagi dengan upacara dan pengalungan bunga. Usai upacara penyambutan, Stanley yang
didampingi keluarganya dan kepala SMA Bruderan Purworejo, Drs. Waluyo YB langsung menuju ke Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga ( Disdikbudpora) Purworejo untuk bertemu dengan Drs. Muh. Wuryanto, M.M Kepala Disdikbudpora.
Setelah beramah-tamah, Stanley dan robongan, termasuk kepala Disdikpora, kemudian bertemu dengan Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti SH diruang kerjanya. Didepan wabup Stanley menceritakan pengalaman saat tergabung dalam Paskibraka Nasional di Istana Merdeka Jakarta. Menurut dia, pengalaman paling menarik dan berkesan saat dirinya yang menjabat sebagai lurah anggota paskibraka diminta membagikan satu buah jeruk dan satu botol minuman mineral kepada seluruh anggotanya. ” Bisa dibayangkan bagaimana cara membaginya kalau satu buah jeruk dan sebotol air mineral harus dibagi rata kepada 68 personil,” kata Stanley yang masuk dalam formasi 17 dan bertugas menurunkan bendera pusaka sore harinya. Namun demikian tugas tersebut bisa dilaksanakan dengan baik dan sesuai perintah.
Stanley menambahkan, dirinya juga ditawari untuk masuk Akpol dan sudah menjalani psikotes. “Hasilnya nanti akan disampaikan lewat Kodim 0708/Purworejo,” ucapnya. Atas diberikannya kesempatan tersebut Stanley mengaku sangat bersyukur dan akan memanfaatkannya sebaik mungkin. “Masuk Akpol adalah cita-cita saya dari kecil. Jadi kesempatan ini tidak akan saya sia-siakan. Kalau tidak lolos di Akpol saya akan masuk Akmil, ” kata Stanley penuh semangat.
Menurut pembina Paskibraka Purworejo, Teguh Imam, seluruh anggota paskibraka Purworejo, termasuk Stanley tanggal 2 September yang akan datang bakal diajak berlibur ke Karimun Jawa. ” Ini sebagai reward bagi mereka yang sudah menjalankan tugas” katanya. Ditambahkan, selain berlibur nantinya ditempat itu akan dilakukan pengukuhan dari anggota paskibraka menjadi purna Paskibraka. ” Meski sudah purna, namun mereka tetap akan bertugas dalam acara-acara tertentu selama setahun kedepan sampai nanti terbentuk anggota paskibraka yang baru,”
jelas Teguh Imam yang juga selalu Pelaksana Seksi Kepemudaan di Disdikbudpora Purworejo. (W5)
Lulusan SMKN 4 Purworejo
Langsung Terserap Perusahaan
PURWOREJO, FP – Sebanyak 141 siswa SMK Negeri 4 Purworejo yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) lulus 100 persen. 34 siswa diantaranya langsung diserap di perusahaan besar, baik dalam negeri maupun luar negeri seperti Taiwan dan Jepang.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala SMK Negeri 4 Purworejo, Wahyono, S,Pd, M,Pd di ruang kerjanya, Jumat (5/5).
Lanjutnya, 34 siswa yang sudah bekerja adalah dari jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) dan Teknik Kapal Penangkap Ikan (TKPI) sedang sisanya, dari Agribisnis Perikanan (API) dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) sebagian banyak melanjutkan ke Perguruan Tinggi dan menunggu ijin orang tua.
“Alhamdulillah output SMK Negeri 4 sudah habis terserap di perusahan negeri dan asing, sisanya melanjutkan ke perguruan tinggi negeri dan swasta, “kata Wahyono, S,Pd, M,Pd didampingi Kristina (waka kesiswaan), Surya Edi Wibowo (waka kurikulum), dan Edi Mardiyanto, S.T (waka humas).
Dikatakan, dalam tahun ajaran 2016/2017 sejumlah prestasi juga sudah berhasil diraih olek SMK Negeri 4 Purworejo. Diantaranya, juara 1 Voli POPDA, juara 1 Jateng DIY di SMA Dies Natalis Taruna Nusantara, juara II Gama Cup, UGM Yogyakarta, juara I Renang POPDA, juara II Dumband Hardiknas 2017, juara II LKS tingkat nasional dan juara I LKS tingkat provinsi.
“SMK Negeri 4 Purworejo juga mendapat penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi dan akan maju ke tingkat nasional, “terang Wahyono.
Menurut dia, animo masyarakat terhadap SMK Negeri 4 Purworejo tiap tahun terus bertambah. Untuk tahun pelajaran 2017/2018 SMK Negeri 4 Purworejo akan menerepkan aturan baru dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). “Peraturan tersebut sesuai dengan program pemerintah,”katanya.
Disebutkan, nantinya nilai UNBK hanya 65 persen dan 35 persen nilai uji kompetensi seperti lingkungan dan potensi.
Nilai lingkungan, kata Wahyono, siswa yang berasal dari sekitar sekolah atau Kecamatan Ngombol nilainya 3, dari luar Kecamatan Ngombol nilainya 2.
Jika ada guru yang mengajar di SMK Negeri 4 dan anaknya menjadi siswa maka akan mendapat tambahan nilai 3. Kalau mengajar di sekolah lain nilainya 2.
“Untuk nilai potensi diambil yang paling tinggi, minimal prestasi juara III tingkat Kabupaten, “ucapnya.
Disamping itu, untuk tahun ajaran baru 2017/2018, untuk diklat Basic Safety Training (BST), Advance Fire Fishing (AFF), Security Awarenw Training (SAT) selama 20 hari di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) di Semarang akan dibebaskan dari biaya. “Selain gratis, para siswa juga akan mendapat buku pelaut dan sertifikat berstandar internasional dari PIP, “kata Wahyono. Dijelaskan, kuota penerimaan siswa baru tahun ajaran 2017/2018 SMK Negeri 4 Purworejo sebanyak 8 rombel dan masing-masing rombel 36 siswa dengan kejuruan, Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI), Teknik Kapal Penangkap Ikan (TKPI), Agribisnis Perikanan (API), dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR).
“Untuk pembinaan ketarunaan kami sudah bekerjasama dengan Lanal dan Koramil setempat dan dilaksanakan seminggu sekali setiap hari Jumat, “pungkas Wahyono.
Hadroh
SMP
Negeri
17
Purworejo Juara Tingkat Kedu
PURWOREJO, FP – Tampil membawakan lagu wajib Al Madad dan lagu pilihan Turi Putih Group Hadroh SMP Negeri 17 Purworejo berhasil menjadi juara 4 lomba Hadroh tingkat SMP/MTs se-Karesidenan Kedu. Lomba digelar dalam rangka HUT SMK PN ke 47 dan SMK PN 2 ke 21 pada 15 Januari 2016, di Kampus SMK PN. Atas keberhasilannya Group Hadroh SMP Negeri 17 Purworejo yang diberi nama “Roudlatul Musthofa” berhak mendapat tropy, piagam penghargaan dan sejumlah uang pembinaan.
Kepala SMP Negeri 17 Purworejo Suratno SPd didampingi pembina kesenian Hadroh Churdaini dan Ahmad Nurcholis mengatakan, meski baru berhasil menjadi terbaik ke empat namun pihak sekolah sangat bangga dan memberikan apresiasi tinggi.
Suratno SPd, Kepala SMP Negeri 17 Purworejo
Dia menjelaskan, kesenian Hadroh merupakan kegiatan estra kurikuler yang banyak diminati siswa. Tercatat ada 60 siswa yang ikut dalam kesenian Hadroh. Kegiatan kesenian Hadroh satu minggu dilakukan dua kali setiap hari Selasa dan Rabu seusai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Pelatih Hadroh salah satu alumni SMP Negeri 17 Purworejo.
Diakui Suratno, diantara eskul yang lain kesenian Hadroh memang sangat menonjol. Bahkan dalam setiap acara di sekolah
seperti perpisahan kesenian Hadroh selalu ditampilkan. “Harapan saya kedepan SMP Negeri 17 Purworejo akan semakin berkembang. Bukan hanya dalam bidang non akademis tapi juga bidang akademis sehingga mampu sejajar dengan sekolah lain,” tutur Suratno.
Anggota Hadroh SMP Negeri 17 Purworejo beserta para pembina
Group Hadroh “Roudlatul Musthofa” SMP Negeri 17 Purworejo beranggotakan 13 siswa, yakni, M. Chabib F kelas 9 I, Rifqi Alfansyah kelas 9 F, Rizky Saputra kelas 7 G, Rizky D Maulana kelas 8 D, Alfan Latif kelas 8 E, Khsnul Nizam kelas 7 D, Elsya kelas 9 B, Shela kelas 9 C, Visto Satria P kelas 7 F, Shalad Nurmansyah kelas 7 F, Yusuf A Mukti kelas 9 G, Dava kelas 7 D, dan Afrizal R kelas 9 F.
SMP Negeri 17 Purworejo yang terletak di Jl. Karangjati, Krendetan, Kecamatan Bagelen memilki 662 siswa dengan jumlah pengampu 59 termasuk karyawan tata usaha (TU). Fasilitas yang dimilik cukup memadai, diantaranya, 24 ruang kelas, Lab IPA, Lab biologi, Lab Komputer, dan Lab Bahasa.
Disamping kesenian Hadroh, eskul lainya adalah, Voli, sepak bola, tilawah, karawitan dan tari, pramuka serta PMR. Untuk karawitan, eskul yang satu ini juga cukup menonjol. Tiap kelas sudah mempunyai group karawitan. Selain Hadroh karawitan ini dalam setiap acara sekolah kesenian ini selalu ditampilkan. Bahkan dalam setiap acara perpisahan sekolah kesenian ini tampil lengkap dengan sendratari.
Budi Wijiiarso,SPd Kembali
Terpilih Sebagai Ketua MGMP
PKn
PURWOREJO, FP – Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)
PKn SMP Kabupaten Purworejo melangsungkan reorganisasi kepengurusan masa bhakti 2016 – 2020. Reorganisasi dilangsungkan di Aula SMP Negeri 10 Purworejo, Senin (15/2/2016). Dalam kesempatan Budi Wijiarso SPd kembali terpilih sebagai Ketua (MGMP) PKn Kabupaten Purworejo masa bhakti 2016 – 2020.
Budi Wijiarso SPd merupakan Ketua MGMP yang lama atau masa bhakti 2011-2015. Guru PKn SMP Negeri 29 ini mengalahkan empat kandidat lainya. Yakni Waryono MMPd (SMPN 17), Nurmasih MMPd (SMPN 14), Budi Siswantoro SPd (SMPN 36), dan Sutrisno (SMPN 37). Dalam pemilihan langsung itu Budi Wijiarso berhasil mengumpulkan 19 suara dari 52 pemilih.
Hadir dalam kesempatan itu Kasie Dikdas Disdikbudpora Purworejo, Winanto, Ketua MKKS Drs Sartono MPd dan anggota MGMP PKn SMP negeri dan swasta se Kabupaten Purworejo.
Koordinator MGMP PKn SMP, Sutarto SPd mengatakan, jumlah anggota MGMP ada 90 orang, namun karena sebagian ada kesibukan dan urusan yang tidak bisa ditinggalkan sehingga yang hadir pada reorganisasi kepengurusan itu han sekitar 60 orang.
Reorganisasi Kepengurusan MGMP PKn
Dijelaskan, salah satu tugas pengurus MGMP PKn adalah peningkatan kompetensi guru. “Ada empat kopetensi yang harus ditingkatkan, yakni profesionalisme, pedagogik, sosial dan
kepribadian,” ucap Sutarto yang juga Kepala SMP Negeri 10 Purworejo. Ia menuturkan empat kopetensi itu menyangkut penguasaan materi mapel, hubungan antar guru, dan kepribadian masing-masing guru.
Sementara itu, Budi Wijiarso mengungkapkan, pengurus MGMP adalah mitra MKKS. “Banyak kegiatan MGMP yang dukungan dananya dari MKKS,” katanya. Dirinya juga menyinggung pentingnya Surat Keputusan (SK) dalam kepengurusan MGMP. “Sebab kedepan banyak kegiatan usulan maupun pengajuan dana harus menyertakan SK,” tambahnya.
Luluk Kholifah : Kecil
Tubuhnya,
Segudang
Prestasinya
PURWOREJO,FP – Tubuhnya kecil, tapi talenta yang dimilki oleh Lulu Kholifah dalam bidang pencak silat tidak bisa dipandang remeh. Dengan kepiawainya itu siswi kelas 9 SMP Negeri 25 Purworejo ini sudah banyak prestasi dan penghargaan yang didulangnya. Bahkan dengan kemampuannya itu anak sulung dari dua saudara ini pernah mendapat bea siswa dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.
Tidak hanya itu, putri pasangan Heri dan Jumiati ini satu-satunya atlet pencak silat Purworejo yang lolos seleksi masuk PPLP (Pusat Pembinaan Latihan olahraga Pelajar) di Semarang Jawa Tengah. Sehingga untuk tahun depan Luluk bakal mewakili Jawa Tengah untuk maju dalam POPNAS (Pekan Olahraga Pelajar Nasional).
untuk menjaga diri,” kata Luluk saat ditemui di SMP Negeri 25 Purworejo. Menurut Luluk, dirinya belajar pencak silat mulai kelas 7 dibawah bimbingan Yasin dan Zamroni dari Padepokan Pencak Silat Tri Susila. “Seminggu latihan dua kali, tapi menjelang pertandingan hampir setia hari berlatih,” jelas Luluk yang bercita-cita ingin menjadi pelatih silat.
L u l u k K h o l i f a h d a n Sumarsono, SPd
Kesuksesan Luluk selain bimbingan dua pelatihnya juga tak lepas dari buah tangan M. Sumarsono.SPd, guru olahraga yang juga waka kesiswaan SMP Negeri 25 Purworejo. Lewat ketekunan dalam memberi dorongan dan semangat Luluk bisa menjadi seperti yang sekarang ini. Menurut Sumarsono, Luluk tipe siswa yang penurut dan bersungguh sungguh dalam kegiatan olahraga. “Sebenarnya selain silat Luluk juga pernah menjuarai olahraga lain. Namun yang menonjol sekali ya memang di silat,” kata Sumarsono.
Kata Sumarsono, keberhasilan Luluk lolos seleksi masuk PPLP karena sudah cukup lama dipantau oleh pencari atlet silat berbakat. “Dengan masuk PPLP maka pada tahun 2017 Luluk sudah menjadi atlit Provinsi Jawa Tengah dan akan meneruskan pendidikan SMA di Semarang dibawah naungan PPLP,” tandas Sumarsono.
Diantara prestasi yang berhasil diraih Luluk ialah, Juara 1 dan Pesilat Terbaik Ganesha Open Salatiga, Juara 1 dan Pesilat Terbaik Smada Exco Bantul, Juara 1 Pencak Silat POPDA Kabupaten (2x berturut-turut), Juara 1 Pencak Silat Tingkat Karesidenan Kedu (2x berturut-turut), Juara 1 O2SN Pencak Silat, Bea siswa dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah tahun 2015, Juara 1 Lari 200 Meter POPDA Tingkat Kabupaten tahun 2016 dan lolos seleksi atlet Pencak Silat PPLP Jawa Tengah.
Luluk kholifah saat ini berdomisili di Desa Jati, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Sebuah desa yang cukup jauh dari pusat kota Kabupaten Purworejo. (WARDOYO)