• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 ANALISA PERENCANAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 4 ANALISA PERENCANAAN"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 4

ANALISA PERENCANAAN

4.1. Analisa Non-Fisik

4.1.1. Analisa Pengguna Bangunan

Pengguna bangunan pada gedung Pertunjukan Musik ini antara

lain :

1. Pengelola dan Karyawan

Semua pihak yang bertanggung jawab, mengatur dan

mengorganisasikan pagelaran, serta memberikan informasi

yang di butuhkan kepada pengunjung.

2. Pemain Musik (Musisi)

Musisi adalah orang atau sekelompok orang yang

memperlihatkan kemahirannya dalam bermain musik, baik

melalui instrumen musik, vokal, maupun menggabungkan

keduanya. karakter musisi ini saling berbeda

– beda

tergantung dari latar belakang pendidikan, pengalaman dan

tingkat bermain musiknya, tetapi mereka berpendapat bahwa

keberhasilannya bermain musik tidak hanya berdasarkan

kemahiran dan latihan saja, tetapi didukung oleh suasana

dan kondisi didalam ruang auditorium, sehingga hasil suara

yang didapat menjadi maksimal.

3. Pengunjung

Semua pihak baik secara perorangan atau kelompok yang

datang untuk berkunjung, dan menikmati fasilitas yang ada.

4.1.2. Analisa Alur Kegiatan

1. Pengelola

Datang

Parkir

Absen

Kerja

Istirahat

Kerja

Pulang

Kegiatan

(2)

2. Pemain Musik (Musisi)

3. Pengunjung

4.1.3. Analisa Kegiatan dan Kebutuhan Ruang

Analisa kegiatan pada Arena Apresiasi Musik ini dikelompokan

menjadi beberapa kegiatan pada setiap fasilitas, pengguna dan

ruang yang mengakomodasinya.

Tabel 4.1. Kebutuhan Ruang Arena Apresiasi Musik

Kelompok

Pelaku

Kegiatan yang Terjadi Kebutuhan Ruang

PENONTON

Pengunjung

Datang

o Kendaraan Umum o Jalan Kaki o Mobil Motor o Membeli Tiket o Menunggu Halte Trotoar/pedestrian Parkir R. Penerima R. Informasi R. Loket tiket R. Penerima

Datang

Parkir

Menonton Pagelaran Musik

Latihan Band

Kursus Musik

Belanja Alat Musik

Daftar Ke Perpustakaan

Istirahat

Nunggu

Angkot

Pulang

PARKIR DATANG MASUK KAWASAN

MASUK BANGUNAN PEMERIKSAAN MEMAKAI FASILITAS

GEDUNG

R. GANTI

ISTIRAHAT R. ALAT

MUSIK/PROPERTY R.TUNGGU TAMPIL

(3)

o Menonton Pertunjukan o Buang Air Hall/ Lobby Cafe Taman Terbuka Auditorium (Gedung Pertunjukan) Toilet

PEMAIN

Artis

Datang

o Mobil Motor o Bis

o Masuk

Parkir artis & crew Parkir artis & crew Hall stage o Persiapan Backstage Lounge R. Persiapan R. Rias R. Ganti R. Latihan R. Pemain Toilet

PENGELOLA

Pimpinan dan

Staff

Datang o Kendaraan Umum o Jalan Kaki o Mobil Motor o Masuk Halte Trotoar/pedestrian Parkir Lobby Pengelola Kerja o Tulis Menulis o Pertemuan/rapat o Menerima Tamu o Administrasi o Melakukan Pekerjaan o Menyelenggarakan Kegiatan pertunjukan o Menerima dan Memberi

Informasi o Istirahat R. Pimpinan R. Rapat R. Penerima Tamu R. Pembantu Ketua (PK) I,II,III R. Kerja Pimpinan R. Kabag Pertunjukan R.Ka.Bag info Keuangan Pantry, Toilet o

Maintenance

o

M & E

o

Parkir Service

Karyawan

Karyawan

o Menangani Perawatan Gedung o Masalah Gedung o Tempat Menyediakan Pengaturan, dan Pengontrolan Sumber Pengkondisian Udara, Listrik dan Air.

o Memarkir kendaraan R. Kerja Gudang R. kerja R. Trafo R. Genset R. Panel Listrik Gudang Umum R. Pompa R. AHU R. Parkir Khusus Kendaraan Service

(4)

GEDUNG

PERTUNJUKAN

pengunjung &

pengelola

o Mencari Data dan Informasi o Membaca Perpustakaan Foyer Mading R. Informasi R. Penitipan R. Katalog R. Koleksi R. Referensi R. Kantor Pengelola R. Baca R. Audio Visual R. Kurator Gudang

Pengelola

(Administrasi)

Pengelola

(Teknis)

o Mengatur Pertunjukan o Mengatur Manajemen o Merencanakan pembelian Kebutuhan dan Perputaran Uang o Mengatur Perlengkapan o Menyediakan informasi o Pelayanan Administrasi o Mengatur Pementasan o Mengatur Cahaya panggung

o Mengatur Tata Suara Panggung Kantor Pengelola R. Kerja Staff R. Kerja Staff R. Kerja pengelola R. Proyektor R. Informasi R. Loket R. Crew

R. Kontrol Tata Cahaya R. Sound System

Karyawan

o Menyiapkan Perlengkapan o Membersihkan o Menyiapkan Makanan o Mengantar Makanan o Merapihkan o Menjaga Barang R. Gudang Perlengkapan R. Gudang Kebersihan R. Dapur R. Saji Gudang Peralatan R. Penitipan

FASILITAS

KOMERSIAL DAN

JASA

PENYEWAAN

Pengelola

o Mengelola Apa yang

diperdagangkan o Merencanakan Pemasukan Barang R. Kerja Pengelola R. Staff

Karyawan

o Membersihkan o Menjaga Stok o Menunggu Pengunjung o Menunggu Pengunjung Bayar Gudang Peralatan Gudang Barang R. Kerja Kasir

Pengunjung

o Melihat Barang yang

Dijual o Membayar

o Rental Studio Musik o Menunggu o Buang Air R. Display Kasir Studio Musik R. tunggu Toilet

FASILITAS

PENDUKUNG

Pengunjung,

Pengelola.

o Makan dan minum o Ngobrol

o Ibadah

o Mencari Data dan Informasi Caffe Amphiteater Musholla,T.Wudhu Mimbar Perpustakaan Foyer Mading R. Informasi

(5)

o Membaca o Buang Air R. Penitipan R. Katalog R. Koleksi R. Referensi R. Kantor Pengelola R. Baca R. Audio Visual R. Kurator Gudang Toilet

Security

o Menjaga Keamanan Pos Penjagaan

Analisis Kegiatan dan Kebutuhan Ruang tersebut selanjutnya

akan dilakukan studi lebih lanjut mengenai program ruang,

persyaratan dan ukuran standar ruangnya, sehingga nanti akan

didapat kesimpulan yang akan digunakan dalam perancangan.

4.1.4. Program Ruang

TABEL 4.2. PROGRAM RUANG ARENA APRESIASI MUSIK ZONA

KEGIATAN PELAKU RUANG KAPASITAS STANDAR SMBR JUMLAH LUAS

Gedung Pertunjukan Musik

Penonton o Lobby Utama 275 orang 0,7 m²berdiri 2 m² duduk

MHB 1 436,9 m² Lobby VIP 125 orang 2 m² duduk MHB 1 250 m² o Tempat Duduk

+ Sirkulasi 20%

1200 orang 0,8 m²/org MHB 1152 m²

Toilet Utama 275 pria 1 wc=1,82 m² 1urin=1,05 m² 1wst=1,3 m² MHB 4 15 15 7,3 m² 15,7 m² 19,5 m² 275 wanita 1 wc=1,82 m² 1wst=1,3 m² MHB 4 15 7,3 m² 19,5 m² Toilet VIP 125 pria 1 wc=1,82 m²

1urin=1,05 m² 1wst=1,3 m² MHB 2 5 5 3,64 m² 5,25 m² 6,5 m² 125 wanita 1 wc=1,82 m² 1wst=1,3 m² MHB 2 5 3,64 m² 6,5 m² Pemain Panggung Orkestra - 20 Biola 1 - 20 Biola 2 - 1 Piano - 1 Dirigen - 5 Terompet - 5 Flute - 20 Cello Alto - 2 Cello Bass - 2 Drum - 2 Marimba - 1 Harpa - 2 Gitar - 15 Padus 1,25 m² 1,25 m² 5 m² 2,2 m² 1,32 m² 1,32 m² 5 m² 1,8 m² 4 m² 10 m² 3,2 m² 1,32 m² 0,5 m² DFA DFA DA SB SB SB DFA DFA SB DFA SB SB DFA 20 20 1 1 5 5 20 2 2 2 1 2 1 25 m² 25 m² 5 m² 2,2 m² 6,6 m² 6,6 m² 100 m² 8 m² 6,6 m² 20 m² 3,2 m² 2,64 m² 7,5 m² 100 orang + sirkulasi 20 % 258,3 m² Panggung Band Performance 2 Drum 4 Gitar 2 bass 4 m² 1,32 m² 1,8 m² SB SB SB 2 4 2 8 m² 5,28 m² 3,6 m²

(6)

4 Sound Bas 3 mic Vokal 1,5 m² 1,5 m² SB SB 4 3 6 m² 4,5 m² + Sirkulasi 20 % 40 m² Back Stages

o Hall Pemain 100 orang 0,8 m²/Pmn MHB 1 80 m² o R. Rias 100 orang 1,5 m²/Pmn TSS 100 150 m² o R. Persiapan 100 orang 1 m²/Pmn TP 1 100 m² o R. Latihan individu 10 orang 4 m²/ orang SB 10 40 m² o R. Latihan Bersama 20 orang 48 m²/ruang SB 2 96 m² o R. Artis 2 kelompok 24 m²/ruang SB 2 48 m² o R.Konferensi 60 orang 96 m² SB 1 96 m² Pengelola o Gudang Peralatan 100 alat Alat : 0,5 m² Piano:5 m² A.Pukul:4 m² SB 1 59 m²

o R.Tata suara 3 orang 3 m²/orang SB 1 9 m² o R.Tata Cahaya 3 orang 3 m²/orang SB 1 9 m²

o R.Peliputan - - SB 1 75 m²

Total Luas Gedung Pertunjukan 2.967,2

ZONA FASILITAS PENGELOLAAN

PENGELOLA ARENA APRESIASI MUSIK

Pimpinan o R. Kerja

Pimpinan 1 orang 10 m²/ORANG

EN 1 10 m²

o R.Wakapim. 1 orang 10 m²/ORANG EN 1 10 m²

o R. Sekretaris 1 orang 9 m² SB 1 9 m²

o R. Tamu 6 orang 1,5 m²/org TSS 1 9 m² o R. Ka.subag.

Umum 1 orang 10 m²/ORANG

EN 1 10 m² o R. Ka.subag. Keuangan 1 orang 10 m²/ORANG EN 1 10 m² o R. Kabag Pertunjukan 1 orang 10 m²/ORANG EN 1 10 m²

o R.Rapat Besar 30 orang 1,5 m²/org MHB 1 45,3 m² o Toilet 6 pria 1wc=1,82 m² 1urin=1,05 m² 1wst=1,3 m² MHB 1 1 1 1,82 m² 1,05 m² 1,3 m² 4 wanita 1wc=1,82 m² 1wst=1,3 m² MHB 1 1 1,82 m² 1,3 m²

o Pantry 3 orang 6 m² ISD 1 6 m²

o Gudang 1 orang 2 m² SB 1 2 m²

o R. Informasi (Security)

1 orang 4,2 m² SB 1 4,2 m²

o R. Tunggu 4 orang 1,5 m²/org TSS 1 6 m² Bagian

Administrasi Keuangan

Ka.BAK o R.Kerja Ka. 1 orang 10 m²/ORANG EN 1 10 m² Waka.BAK o R.Waka Adm

Keuangan 1 orang 10 m²/ORANG

EN 1 10 m²

Staff o R.Staff 4 orang 5,8m²/org MHB 4 23,1 m² o R. Pelayanan

Administrasi Keuangan

3 orang 3,4 m²/org ISD 3 10,2 m²

o R.Rapat 7 orang 1,8 m²/org MHB 1 12,7 m²

o R.Arsip 3 orang 12 m² SB 1 12 m²

o R. Tamu 4 orang 1,5 m²/org TSS 1 6 m²

o Pantry 3 orang 6 m² ISD 1 6 m²

o Toilet 6 pria 1wc=1,82 m² 1urin=1,05 m² 1wst=1,3 m² MHB 1 1 1 1,82 m² 1,05 m² 1,3 m² 4 wanita 1wc=1,82 m² 1wst=1,3 m² MHB 1 1 1,82 m² 1,3 m²

ZONA FASILITAS SERVICE

(7)

Maintenance Sekolah o R. Pembagian Kerja 10 orang 1,5 m²/org TSS 1 15 m² o Gudang Peralatan - 16 m² SB 1 16 m² Bagian Servis

Servis o Shaft Sampah - 2 m² SB 1 2 m²

o Parkir Servis 1 Truk 21 m² MHB 1 21 m² Bagian M&E Pengaturan

dan

Pengontrolan

o R.Kerja 5 orang 5,8m²/org MHB 5 29 m²

o R. Trafo - 30 m²/org UTB 1 30 m²

o R.Genset - 72 m²/org SB 1 72 m²

o SPS - 30 m² SB 1 30 m²

o R.Panel Listrik - 35 m²/org UTB 1 35 m²

o R.Pompa - 120 m² SB 1 120 m² o R.Reservoir 30 m² SB 1 30 m² o R.Kontrol Sistem bangunan(BAS) - 36 m² SB 1 36 m² o R. AC - 80 m² SB 1 80 m² o STP Control - 60 m² SB 1 60 m²

ZONA FASILITAS PENUNJANG Gedung

pertunjukan kecil

pengunjung o Lobby Utama 100 orang 0,7 m²berdiri 2 m² duduk MHB 1 106 m² o Tempat Duduk + Sirkulasi 20% 500 orang 0,8 m²/org MHB 480 m²

Toilet Utama 50 pria 1 wc=1,82 m² 1urin=1,05 m² 1wst=1,3 m² MHB 2 5 5 3,64 m² 5,25 m² 6,5 m² 50 wanita 1 wc=1,82 m² 1wst=1,3 m² MHB 2 5 3,64 m² 6,5 m² o Perpustakaan Musik

pengunjung o R. Baca 140 orang 2,56 m²/org MHB 140 358,4 m² o R. Rak Buku 12.000 buku

(populer/novel : Umum : Besar)

0,05 m² (20 %) MHB 2.400 120 m² 0,06 m² (70 %) MHB 8.400 504 m² 0,15 m² (10%) MHB 1200 180 m²

Luas Rak Buku 809 m²

o R. Rak Kaset dan Partitur 1000 kaset 1000 partitur 30 m² 30 m² SB SB 1 1 30 m² 30 m² o R. Locker 140 Loker 0,55 m²/loker DA 140 77 m² o R. Peminjaman,

pengembalian 3 karyawan 3,4 m²/org ISD 1 10,2 m² o R. Katalog 3 kabinet 0,65 m² SB 3 1,95 m² o Lobby Perpus 60 orang 0,7 m²/brdri MHB 1 42 m² o Toilet Perpustakaan + Pengelola 50 pria 1 wc=1,82 m² 1urin=1,05 m² 1wst=1,3 m² MHB 2 6 6 3,64 m² 6,3 m² 7,8 m² 50 wanita 1 wc=1,82 m² 1wst=1,3 m² MHB 2 6 3,64 m² 7,8 m² Pengelola o R. Ka. Perpus 1 orang 10 m² EN 1 10 m²

o R. Sekretaris 1 orang 9 m² EN 1 9 m²

o R. Tamu 4 orang 1,5 m²/org TSS 1 6 m² o R. Administrasi 3 orang 5,8 m²/rg MHB 3 17,4 m² o R. Gerak

Karyawan

10 orang 2,4 m²/org SB 10 24 m²

o R. Fotocopy 1 orang 24 m² SB 1 24 m²

Total Luas Perpustakaan 1.480,1 m² Studio Musik

& Rekaman

Pemain & operator

o R. Studio Musik 10 orang 57,2 m²/ studio

Hit 2 114,4 m²

o R. Studio Rekaman

(8)

Luas Total Studio Musik & Rekaman 181,6 m² Retail

Penyewaan dan Penjualan

Karyawan, o Retail CD, Kaset, Buku Musik

- 50 m² SB 1 50 m²

o Retail Penjualan Alat, Aksesoris, & Penyewaan Alat Musik - 50 m² SB 1 50 m² o Bengkel Reparasi Alat musik - 50 m² SB 1 50 m²

Luas Total Retail 150 m² Restoran /

Arena Caffe

Pegawai, Umum

o Ruang Makan 400 orang 1,7 m²/2org ISD 200 340 m²

o Dapur - 30 % Luas R.

Makan

ISD 1 102 m²

o Sirkulasi - 20 % Total ISD - 88,4 m²

Luas Total Caffe 530,4 m² ZONA FASILITAS PARKIR

Parkir Peserta Kursus & Artis

o Parkir Motor 695,8 Motor 1,98 m²/ motor

MHB 696 lot 1.378,1 m² o Parkir Mobil 198,8 Mobil 16,2 m²/

Mobil

MHB 199 Lot 3.223,8 m² Karyawan o Parkir Motor 42,6 motor 1,98 m²/

motor

MHB 43 Lot 85,1 m² o Parkir Mobil 78,1 mobil 16,2 m²/

Mobil

MHB 78 1.263,6 m²

Luas Parkir Kendaraan Bermotor 1.463,2 m² Luas Parkir Kendaraan Mobil 4.487,4 m²

Total Luas Parkir + 20 % Sirkulasi 7.141, 1 m²

Parkir Gedung Pertunjukan Musik

Penonton o Parkir Motor 300 orang 1,98 m²/ motor

MHB 300 Lot 594 m²

o Parkir mobil 1050 orang 16,2 m²/ Mobil MHB 150 Lot 2.430 m² 5 BUS × 32 m²/BUS = 160 PARKIR BUS o

160 orang 32 m²/BUS SB 5 BUS 160

Total Luas Parkir + 20 % Sirkulasi 3.628,8 m²

ZONA FASILITAS PENDUKUNG Musholla Pengelola,

Umum

o Ruang Sholat 800 orang 0,7 m²/org MHB 1 560 m² o R.Mimbar

Imam

2 orang 6 m² SB 1 6 m²

o T. Wudhu 240 orang 1 m²/org SB 1 240 m² o Toilet 3 toilet 1,82 m²/org MHB 3 5,46 m²

Luas Total Mushola 811,5 m² R. Security Pengelola o Pos pusat 20 orang 1,5 m²/org SB 1 30 m²

o Pos Jaga Keamanan

2 org 4 m²/pos SB 10 40 m²

Amphiteater Terbuka

(9)

Program Ruang Makro

Zona Gedung Pertunjukan 2.967,2 m²

Zona Fasilitas Penunjang (Gedung Pertunjukan kecil, Perpustakaan, Studio Musik, Stasiun Radio, Retail & Caffe Musik )

4.407,3 m²

Zona Kantor Pengelola 442,9 m²

Zona Fasilitas Service 591 m²

Zona Fasilitas Pendukung (Musholla, Security ) 811,5 m²

Zona Fasilitas Parkir 7.141,1 m²

Amphiteater Terbuka ( R.Luar ) 640 m²

Total Luas Bangunan 9.219,9 m²

Tabel Keterangan Sumber

SB : Studi Banding

MHB : Metric Hanbook Planning and Design Data ISD : Interior Space design

TSS : Time Saver Standard for Building Type HDPS : Human Dimention Public Space UTB : Utilitas Bangunan

DFA : Detailing For Acoustic

DL : Doelle L. Leslie ( Akustik Lingkungan ) DA : Data Arsitek, Ernst Neufert

Hit : Hitungan (Lampiran) EN : Ernes Noufert A : Asumsi

(10)

4.1.5. Hubungan Ruang

ENTRANCE

HALL / LOBBY UTAMA

MAIN

ENTRANCE

PEMERIKSAAN TICKETING R. TUNGGU ADMINISTRASI GEDUNG PERTUNJUKAN HALL / LOBBY VIP GEDUNG PERTUNJUKAN TOILET TOILET PANGGUNG R.PERSIAPAN & PENGARAHAN R. TATA SUARA R. TATA CAHAYA GUDANG PERALATAN R. LATIHAN BERSAMA R. LATIHAN INDIVIDU R. CREW HALL PEMAIN R. RIAS R. ARTIS R. KONFERENSI TOILET

FASILITAS PENUNJANG (GEDUNG PAGELARAN MUSIK )

ENTRANCE

LOBBY/ INFORMASI R. TUNGGU STUDIO MUSIK 1 STUDIO MUSIK 2 R. OPERATOR R. OPERATOR R. TUNGGU R. TAKE VOCAL R. TAKE GITAR R. TAKE BASS R. TAKE DRUM R. MIXING R. DUBBING TOILET TOILET R. PELIPUTAN Garis Sambung

(11)

FASILITAS PENUNJANG (STUDIO MUSIK)

ENTRANCE

R. DISPLAY

KASIR

GUDANG

KANTOR

R. GANTI

R. DISPLAY

KASIR

GUDANG

KANTOR

R. GANTI

R. DISPLAY

KASIR

GUDANG

KANTOR

R. GANTI

BENGKEL

FASILITAS PENUNJANG (RETAIL/TOKO MUSIK)

ENTRANCE

MUSHOLLA T. WUDHU GUDANG

ENTRANCE

ATM

ENTRANCE

PUSAT SECURITY

FASILITAS PENDUKUNG

Garis Sambung

(12)

4.2. Analisa Fisik Tapak

4.2.1. Analisa Makro

4.2.1.1. Analisa Pangsa Pasar

o

Target pasar adalah masyarakat umum yang ingin

menonton pagelaran musik dan latihan bermusik.

o

Segmen pasar strategis : dekat dengan perumahan, halte

bus way, terminal, sekolah dan kawasan komersil.

o

Dekat lingkungan masyarakat : sarana kursus masyarakat.

o

Dekat dengan pusat komersial seperti Ruko dan Mall yang

baik untuk mendorong dari segi pemasaran dan dalam

mempublikasikan.

4.2.1.2. Lokasi Tapak

Tapak berada di Provinsi DKI Jakarta, Tepatnya :

o

Jl. Bulungan, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan

Kebayoran Baru Kotamadya Jakarta Selatan.

Kebayoran Baru adalah sebuah kecamatan yang terletak di

kota Jakarta Selatan. Kecamatan ini sebagian besar

merupakan daerah pemukiman, meskipun beberapa bagian

juga merupakan daerah pertokoan (Blok M) dan pusat bisnis

(Sudirman Business District, SBD).

17

17 www.Wikipedia,.com/kebayoranbaru, 20 februari 2011

TAPAK

P E T A J A K A R T A S E L A T A N

(13)

4.2.1.3. Aksesbilitas

4.2.1.4. Gambaran Lingkungan Sekitar

o Jalur Pedestrian Sekitar Tapak

Pedestrian kurang layak & belum tersedia

o Aktivitas dan Kegiatan Sekitar Tapak

mengacu pada kegiatan komersial. namun juga dapat

dijadikan sarana jalan-jalan bagi masyarakat.

5

Jl. Bulungan

Gambar 4.2. aksesbilitas pencapaian ke lokasi tapak

Jl. Bulungan Jl. Bulungan

1

2

3

4

TAPAK

Jl. Bulungan

Jl. Barito

Dari Arah Jl. Mahakam

(14)

4.2.2. Analisa Mikro

4.2.2.1. Analisa Batas Tapak

USULAN

EKSISTING

Area yang berbatasan dengan area

komersil, dizoningkan sebagai AREA

PUBLIK yang bersifat komersil

Area yang berbatasan dengan jalan bisa

ditempatkan sebagai Entrance Masuk dan

Keluar Kendaraan

SMUN 70

Jl. Bulungan

Blok M plaza Jl. Bulungan

(15)

4.2.2.2. Analisa Lingkungan

Tanggapan & Usulan :

o Di seluruh sisi depan dan samping tapak belum memiliki pedestrian untuk pejalan kaki yang layak, maka di sepanjang sisi tapak akan dibuat pedestrian sebagai respon terhadap lingkungan sosial agar memperkuat Tema Arsitektur Akustiknya.

o Poin (5), berbatasan dengan area komersial, sehingga massa bangunan Arena apresiasi musik yang bersifat komersial seperti Cafe, Retail dan sebagainya di zoningkan di area ini.

o Poin (2), (4) berbatasan dengan sekolah dan kantor, sehingga pada area ini membutuhkan buffer kebisingan saat Arena Apresiasi Musik mengadakan event, agar pelajar dan masyarakat sekitar tidak terganggu.

o Poin (1),(3) terdapat jalur pembagi arah dan berbatasan dengan bangunan kantor dan bangunan komersial. Maka untuk mengkontekstuakan Arena Apresiasi musik bisa dilakukan dengan cara menyelaraskan lingkungan sekitar.

EKSISTING

SMAN 70 jakarta

Circle K

Rumah makan

Depan warung anglo joglo Blok M Plaza Terminal Blok M Kejaksaan Agung TAPAK

5

1

2

3

4

(16)

4.2.2.3. Analisa Pencapaian

EKSISTING

TANGGAPAN & USULAN

5

Dari Jl. Panglima Polim

Kesimpulan : o Entrance Kendaraan Pengambilan keputusan penempatan entrance kendaraan berdasarkan pada intensitas

kendaraan yang malalui area samping tapak tidak terlalu padat.

o Masuk Pejalan Kaki Keputusan berdasarkan pada jalur kendaraan umum dan jalan samping tapak adalah mall.

Area depan tapak dapat diakses dari

berbagai arah jalan. Maka untuk

meresponnya, entrance masuk kendaraan

pengunjung ditetapkan diarea depan tapak

Untuk area Samping

tapak dijadikan

sebagai entrance

untuk pejalan kaki

1

2

3

4

TAPAK

Dari Arah Jl.

Patiunus, Hang

Tuah 7

Dari Arah Jl. Barito

Dari Arah Jl. Mahakam 2,

Gandaria, Melawai.

(17)

4.2.2.4. Analisa Sirkulasi Luar Tapak

Usulan Untuk Pintu Keluar

Eksisting Sirkulasi Pejalan Kaki

Tanggapan & Usulan

Karna adanya pintu

masuk dan keluar

kendaraan khusus

Artis dan pengelola

dari arah timur, maka

pintu keluar

pengunjung hanya

bisa disiasati dari arah

selatan.

Kondisi Jalur Pejalan Kaki di jalan samping tapak dipakai untuk warung makan ilegal, mengharuskan pejalan kaki berjalan bersama kendaraan yang melintas dan berbahaya.

2

Jl. Mahakam

2

TAPAK

1

Jalur pedestrian jalan samping tapak diperbaiki disesuaikan dengan kebutuhan

Pada Jalan samping tapak yang dipakai oleh warung makan illegal, akan dibuatkan jalur pedestrian untuk memperbaiki sirkulasi untuk pejalan kaki.

Kondisi Pedestrian di depan tapak kurang layak dan tidak nyaman untuk pejalan kaki.

1

Jl. Bulungan

1

(18)

4.2.2.5. Analisa Kebisingan dan Polusi Udara

Tanggapan dan Usulan

Analisa Eksisting

o

1

TAPAK

3

1

Area no (3)

akan

dioptimalkan sebagai area

kepengelolaan.

Area No (1) Pada area ini tingkat

kebisingannya cukup tinggi, karena berhadapan langsung dengan perempatan jalan raya lalu di seberang jalan ada mall yang setiap hari selalu ramai.

Area No (2) Merupakan area dengan

tingkat kebisingan sedang / lebih rendah karena intensitas kendaraan pada sisi bagian ini tidak terlalu padat.

Area No (3) Merupakan area yang

cukup tenang, maka area ini cukup strategis untuk dizoningkan sebagai area kantor pengelola.

3

2

1

1

P U B L I K

SEMI

PRIVAT

PRIVAT

2

3

Area no (2)

ditanggapi dengan

pembuatan pedestrian dan buffer

seperti pepohonan, sekaligus

bangunan diselingi dengan

amphiteater terbuka.

Area no (1)

ditanggapi dengan

pembuatan pedestrian dan buffer

seperti pepohonan, dan parkiran

(19)

4.2.2.6. Analisa Orientasi Bangunan

Analisa Eksisting

Tanggapan & Usulan

t

b

s

u

Sinar matahari bebas

dan menyinari seluruh

bagian tapak, maka di

butuhkan efektifitas

penciptaan bayangan

untuk meneduhkan area

tapak yang

membutuhkan

o Semaksimal mungkin massa bangunan

berorientasi ke Arah Selatan. Agar

seminimal mungkin badan bangunan tidak

terlalu panas

o Wajah bangunan dapat juga

berorientasi Kearah Utara yakni

sebagai simbol tetap menatap

kearah lingkungan sekitarnya.

o Untuk area yang

langsung terkena

panas, maka sisi

bangunan dapat

disiasati dengan

pembuatan efek

bayangan seperti

kantilever

(sunshading)

t

b

s

u

(20)

4.2.2.7. Kesimpulan Zoning Makro

Berdasarkan

analisa-analisa

diatas,

perletakan

zona

disimpulkan dalam zoning dibawah :

Zoning

Akses utama ( main entrance ) dan

area public di letakan dibagian tapak

yang berbatasan dengan jalan

utama, guna dapat mempermudah

pejalan kaki dan pengendara untuk

masuk ke lokasi tapak.

Zona Pengelola (privat) di letakan

lebih kedalam agar tidak terganggu

oleh zona publik

Zona penghijauan

berdasarkan persyaratan kebutuhan

akan ketenangan, maka penghijauan

sangat penting untuk mengurangi

suara dari luar maupun dari dalam.

Zona Service diletakan pada bagian

samping tapak karena untuk

menutupi sirkulasi untuk artis dari

para fans

(21)

4.3. Analisa Bangunan

4.3.1. Pola Massa Bangunan

4.3.2. Sirkulasi Dalam Bangunan

Sirkulasi dalam bangunan dibagi sebagai berikut :

(a) Sirkulasi Pengunjung

(b) Sirkulasi Artis/Musisi

(c) Sirkulasi Pengelola

(d) Sirkulasi Service (barang)

Sirkulasi ini dapat berbentuk :

18

1. Koridor Tertutup

Koridor membentuk galeri umum atau koridor pribadi

dengan ruang-ruang yang dihubungkan melalui pintu masuk

pada bidang dinding.

Pola Massa Tunggal

Pola Massa Majemuk

Usulan Pola Massa Bangunan

o Bentuk susunan masa bangunan berorientasi pada bentuk tapak.

o Bentuk massa bangunan akan diakomodasi oleh fungsi kegiatan yang berbeda-beda.

Analisa Massa Majemuk

o Masing-masing kegiatan dapat dipisah sesuai dengan jenis kegiatannya.

o Eksplorasi ruang luar lebih variatif.

o Dapat membentuk suasana ruang luar yang menyatu dengan bentuk.

Analisa Massa Tunggal

o Cocok untuk lahan yang terbatas.

o Bangunan domemenyiasati bunyi dari dalam o Bentuk bangunan cenderung monoton tapi

(22)

2. Koridor terbuka pada salah satu sisinya

membentuk balkon atau galeri yang memberikan kontinuitas

visual dan kontinuitas ruang yang dihubungkannya.

3. Koridor terbuka pada kedua sisinya

membentuk deretan kolom untuk jalan lintas yang menjadi

sebuah perluasan fisik dari ruang yang ditembusnya.

Jenis sirkulasi yang digunakan Arena Apresiasi musik ini :

Penggunaan jenis sirkulasi ini karena

secara konseptual koridor tersebut tidak

membatasi namun menghargai kondisi

lingkungan sosial yang seharusnya dapat

dilihat.

4.3.3. Sistem Struktur

4.3.3.1. Sistem Struktur Atas

18

Francis D.K. Ching. ARSITEKTUR : Bentuk, Ruang dan Tatanan (Edisi Kedua), Hal.269

Elemen

Transparant

Sumber gambar : Time-Saver Standard for Building type, 2nd

Edition

Menggunakan Kolom dan Balok Beton Bertulang

Atap Menggunakan Rangka space truss

(23)

4.3.3.2. Sistem Struktur Bawah

Struktur bawah atau pondasi yang digunakan adalah pondasi Bore Pile berhubung

tapak berada diarea cukup padat bangunan dan struktur ini sangat cocok untuk smua

jenis tanah

4.3.4. Sistem Utilitas Bangunan

Utilitas mencakup Sistem Penerangan, Sistem Pengudaraan, Sistem

Pendayaan, Sistem Plumbing, Sistem Penanganan Kondisi Darurat,

dan Sistem Pembuangan Sampah.

4.3.4.1. Sistem Penerangan

Ada dua jenis sistem penerangan yang digunakan :

a. Penerangan Alami

b. Penerangan Buatan

4.3.4.2. Sistem Pengudaraan

Ada dua jenis pengudaraan yang digunakan :

a. Pengudaraan Alami

b. Pengudaraan Buatan

Kelebihan :

Biaya lebih murah, Kesan alami untuk bangunan

Kekurangan :

Hanya dapat digunakan siang hari.

Kelebihan :

o Intensitas cahaya bisa diatur sesuai kebutuhan o Dapat digunakan pada

ruang ukuran besar o Tidak tergantung cuaca

Kekurangan :

o Biaya relatif lebih mahal o Membutuhkan lebih banyak

perawatan

Kelebihan :

o biaya relatif lebih murah o energi listrik lebih hemat o tidak membutuhkan

perawatan

Kekurangan :

o Daerah jakarta kurang cocok karena akan membawa partikel/debu ke dalam ruang

Kelebihan :

o Tingkat kenyamanan lebih terpenuhi o Suhu Lebih Stabil

Kekurangan : o Tingkat perawatan (maintenance) lebih besar o Membutuhkan biaya ekstra

(24)

4.3.4.3. Sistem Pendayaan (Kelistrikan)

Sumber daya listrik utama yang digunakan adalah dari PLN

dan Generator Set (Genset) saat distribusi listrik dari PLN

mati atau mengalami gangguan.

4.3.4.4. Sistem Plumbing

Pekerjaan plumbing menyangkut didalamnya antara lain

adalah instalasi air kotor, air bersih, dan air hujan.

a. Instalasi Air Kotor

Air kotor berasal dari Water Closet (WC) dan urinoir

disalurkan ke septictank dan disalurkan ke resapan.

b. Instalasi Air Bersih

Sistem yang digunakan adalah sistem penyalur gravitasi

(down feed riser).

c. Instalasi Air Hujan

Air hujan masuk kearah pipa talang yang kemudian

disalurkan kearah pipa vertikal.

Sistem Penanganan Kebakaran

19

sistem yang digunakan Arena Apresiasi musik ini adalah :

a. Hydrant Box & Hydrant Pillar

b. APAR (CO

2

) / Fire Extinguisher

19

Jimmy Juwana S, Sistem Bangunan Tinggi untuk Arsitek dan Praktisi Bangunan, Jakarta, Erlangga 2004 Kelebihan :

Dapat memadamkan api skala besar

Kekurangan :

Membutuhkan bantuan dari dinas kebakaran

Kelebihan :

Efektif untuk memadamkan api yang belum terlalu besar

Kekurangan :

Membutuhkan tenaga manusia untuk perngoperasiannya

Sumber

PLN

MDP

Main Distribution Panel

PHBUTR

( PanelHubung Bagi Utama

Tegangan Rendah )

Generator

Set

Panel

Distribusi

Penerangan Pompa AC Tata Suara

Input

Output

(25)

4.4. Analisa Persyaratan Ruang

4.4.1. Gedung Pertunjukan

Permasalahan dalam perancangan gedung pertunjukan (Auditorium)

biasanya adalah hilangnya rambatan gelombang energi bunyi kepada

penonton yang berjarak jauh dari sumber bunyi. Persyaratan untuk

menghasilkan energi bunyi, kekerasan yang cukup:

a) Auditorium dibentuk agar penonton berada dekat dengan sumber bunyi. Biasanya

adalah penggunaan balkon agar penonton dekat dengan sumber bunyi.

b) Sumber bunyi diarahkan dan dinaikan

sehingga

aliran

gelombang

bunyi

merambat secara bebas.

Lantai penonton dibuat cukup landai atau

miring karena lebih mudah diserap bila

merambat melewati penonton dengan

garis datang miring.

c) Sumber bunyi atau ruang auditorium harus dikelilingi oleh permukaan-permukaan

pemantul bunyi untuk memberikan energi pantul kearah penonton yang utama untuk

penonton yang jauh dari sumber bunyi.

20

Denah dan Potongan Auditorium Bentuk Kipas Dengan Balkon

Metode Untuk Mendapatkan Pandangan Yang Baik . Sumber Suara Dinaikan untuk memaksimalkan

(26)

d) Energi

bunyi

harus

didistribusikan

secara merata (terdifusi dengan baik),

dengan cara dibuat permukaan dinding,

langit-langit dan dekorasi ruang yang

tidak teratur (tidak rata).

e) Karakter dengung optimum harus disediakan dalam ruang auditorium untuk

meningkatkan penerimaan suara yang paling disukai oleh penonton. Untuk auditorium

konser klasik dan modern disarankan 1,4-1,6 sekon.

f)

Sistem penguat bunyi yang berguna

untuk menyebarkan bunyi keseluruh

penonton. Pada dasarnya ada dua

sistem penguat bunyi yang biasanya

digunakan

diantaranya

sistem

sentral (bagian depan langit) dan

sistem terdistribusi.

4.4.1.1. Bentuk Dasar Lantai Ruang Auditorium

Terdapat beberapa bentuk dasar lantai ruang auditorium

/gedung konser yang biasa digunakan diantaranya bentuk

persegi empat, bentuk kipas, bentuk tapal kuda, melengkung,

dan tak beraturan.

4.4.1.2. Persyaratan Panggung Auditorium

o Luas lantai didasarkan pada kebutuhan ruang pemusik.

Setiap pemusik membutuhkan luas sekitar 1,1-1,4 m².

o Hubungan pemusik dengan pendengar harus diperoleh

dengan pandangan horizontal-vertikal.

o Panggung tidak boleh terlalu dalam dan terlalu lebar

(Kedalaman maks 9m, lebar maks 18 m, penambahan

kedalaman untuk paduan suara maks 3m).

. Contoh Permukaan Dinding Yang Tidak Rata Sebagai Pendistribusi Bunyi

Sistem Penguat Suara Central

(27)

o Ketinggian panggung dinaikan cukup tinggi dari lantai

penonton.

o Hubungan letak antara panggung dengan instalasi organ

harus dekat.

o Panggung harus mempunyai sirkulasi vertikal dan

horizontal kearah masing-masing instrumen.

4.4.1.3. Kapasitas Penonton

Ruang Pagelaran

Kapasitas

Teater Terbuka

Sangat Besar

Besar

Sedang

Kecil

Maks. 3000

Lebih Dari 1500

900-1500

500-900

Kurang Dari 500

Sumber : Roderick Ham, Theatre Planning, London : The Architectural Press, 1972

Perencanaan gedung pertunjukan pada Arena Apresiasi

Musik Ini direncanakan gedung pertunjukan ukuran besar

dengan kapasitas 900-1500 orang.

Kemudian untuk bentuk lantai dasar gedung pertunjukan

akan menggunakan bentuk dasar persegi empat panjang,

sebagai pertimbangan bahwa bentuk ini sederhana dan

tidak terlihat terlalu mencolok dengan bangunan yang

berada disekitarnya nanti.

4.4.2. Studio Musik dan Rekaman

Termasuk fasilitas pendukung di Sekolah Tinggi Seni Musik ini yang

dapat digunakan oleh mahasiswa dan disewakan untuk umum.

Persyaratan dalam perancangannya antara lain :

a. Ukuran dan bentuk studio yang optimum

b. Karakteristik dengung yang ideal

c. Cacat akustik harus dicegah

d. Bising dan getaran harus dihilangkan

Daftar persyaratan diatas dapat disimpulkan bahwa ukuran spesifik

suatu studio ditentukan sesuai kebutuhan pemakai, peralatan dan

perabotan yang tak lepas dari oleh fungsi ruangan.

(28)

Dalam

rancangan

akustik,

zona

penahan/penghalang

yang

melingkupi sekeliling ruangan sangat menguntungkan bagi rancangan

studio band, ruang rekaman dan ruangan musik lainnya.

Gambar

Tabel 4.1. Kebutuhan Ruang Arena Apresiasi Musik
TABEL 4.2. PROGRAM RUANG ARENA APRESIASI MUSIK  ZONA
Tabel Keterangan Sumber  SB  : Studi Banding
Gambar 4.2. aksesbilitas  pencapaian ke lokasi tapak

Referensi

Dokumen terkait

Ilustrasi peletakan jalur sepeda berbatasan dengan bangunan pada area pejalan kaki memerlukan akses ke halte bus (sumber: (Kementerian Pekerjaan Umum, 2014) ...

Adapun konsep perancangan sirkulasi pada tapak terbagi 3, yaitu sirkulasi khusus IGD dan sirkulasi utama yang berada di depan tapak untuk memudahkan akses

Pada bagian entrance menuju bangunan Aquatic Center terdapat jalur pejalan kaki yang memiliki atap, hal ini bertujuan agar saat turun hujan para pejalan kaki

- Garis warna merah merupakan jalur pejalan kaki bagi pengunjung dan pengelola memasuki bangunan di dalam tapak dengan melalui gerbang entrance.. - Garis warna

Satria Sudirman ke tapak merupakan view terbaik, karena merupakan jalan utama yang banyak dilewati kendaraan dan orang lewat sehingga keberadaan tapak untuk islamic

Aplikasi pada Tata Guna Lahan, yaitu bangunan mengikuti kontur tanah, akses pejalan kaki antar gedung yang aman tanpa adanya jalur pejalan kaki dari bangunan ke

Dikarenakan akses utama atau jalur utama yang dapat dilalui oleh kendaran berada di area utara tapak 5.1.2.5 Potensi Tapak • Tapak berada di dalam area Kawasan pengembangan Bandara

Jalur pejalan kaki yang diteliti adalah sepanjang 5,6 km dimana jalur pejalan kaki ini menempel dengan guna lahan pendidikan sebagai sasaran kawasan penelitian dan guna lahan