BAB III
TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
3.1. TELAAHAN TERHADAP KEBIJAKAN NASIONAL DAN PROVINSI
JAWA BARAT
Telaahan terhadap kebijakan nasional merupakan penelaahan yang
menyangkut arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional dan yang
terkait dengan tugas pokok dan fungsi SKPD. Dalam Rencana Kerja
Pemerintah Pusat tahun 2013, diuraikan keberhasilan pembangunan
kesehatan nasional tahun 2011 dimana status kesehatan dan gizi
masyarakat membaik dengan meningkatnya umur harapan hidup (UHH)
menjadi 71,1 tahun pada tahun 2011. Keberhasilan pokok lainnya yang
dicapai sebagai berikut. Keberhasilan lainnya yang dicapai pada tahun 2011
diantaranya yaitu :
1. Membaiknya pelayanan terhadap ibu hamil melalui peningkatan
cakupan kunjungan ibu hamil K1 menjadi 72,3 persen, cakupan K4
menjadi 61,4 persen, peningkatan pertolongan persalinan oleh tenaga
kesehatan menjadi 82,2 persen (2010) dan pemberian zat besi gizi
(Fe) untuk ibu hamil menjadi 92,2 persen (2007).
2. Membaiknya status kesehatan anak dengan cakupan imunisasi
lengkap (DPT, Polio, DPT-HB, DPT-HIB dan Campak) pada anak usia
12-23 bulan meningkat mencapai 53,8 persen dan yang mendapat
imunisasi campak mencapai 74,4 persen (Riskesdas, 2010).
Kunjungan neonatal pertama (KN1) meningkat menjadi 71,4 persen
(2010); cakupan pelayanan kesehatan bayi meningkat menjadi 85,16
persen; dan cakupan pelayanan kesehatan balita meningkat menjadi
80,95 persen (2011).
3. Menurunnya prevalensi kekurangan gizi pada balita menjadi sebesar
17,9 persen, serta menurunnya prevalensi anak balita pendek
(stunting) menjadi sebesar 35,6 persen.
4. Meningkatnya pengendalian penyakit menular terutama pada
pengendalian penyakit HIV dan AIDS, tuberkulosis (TB), dan malaria.
Persentase kasus baru TB Paru (BTA positif) yang ditemukan dan
disembuhkan meningkat menjadi 75,26 persen dan 86,22 persen,
dan angka penemuan kasus malaria annual parasite index (API)
sebesar 1,75 per 1.000 penduduk, serta persentase kabupaten/kota
yang melaksanakan pencegahan penularan HIV sesuai pedoman
mencapai 69,06 persen (2011).
5. Meningkatnya penyediaan akses sumber air minum dan sanitasi
layak dengan telah dilakukan fasilitasi pembangunan sistem
penyediaan air minum (SPAM) di 177 ibukota kecamatan, 67
kawasan khusus, dan 1,807 desa, yang didukung peningkatan
sarana/prasarana air baku kapasitas 6.31 m3/det di 28 provinsi;
dan fasilitasi pembangunan sistem pengelolaan air limbah sistem
off-site dan on-off-site di 38 kawasan di 27 kab/kota.
6. Meningkatnya pelayanan kesehatan preventif terpadu didukung oleh
penyediaan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) pada 9.321
puskesmas, penguatan promosi kesehatan, peningkatan upaya
kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) melalui posyandu dan
poskesdes.
7. Jumlah dan kualitas tenaga kesehatan terus ditingkatkan. Sampai
dengan tahun 2010, tenaga kesehatan strategis dengan status PTT
aktif yang bertugas di daerah dengan kriteria biasa, terpencil, dan
sangat terpencil sebanyak 32.978 tenaga kesehatan, terdiri atas
dokter spesialis, dokter spesialis gigi, dokter umum, dokter gigi, dan
bidan.
8. Meningkatnya cakupan jaminan pembiayaan kesehatan, jumlah
kepesertaan Jamkesmas, jumlah rumah sakit yang melayani pasien
Jamkesmas, meningkatnya jumlah tempat tidur (TT) kelas III rumah
sakit yang digunakan, meningkatnya pelayanan pasien Jamkesmas
di puskesmas, serta penyediaan layanan jaminan ibu hamil dan
bersalin melalui Jampersal.
9. Meningkatnya
keterjangkauan
masyarakat
terhadap
obat,
ketersediaan obat dan vaksin di sarana pelayanan kesehatan menjadi
87 persen. Di samping itu, pengawasan terhadap sarana produksi
dan distribusi obat dan makanan terus ditingkatkan.
10. Meningkatnya jumlah peserta KB baru menjadi 9,58 juta dan
pencapaian jumlah peserta KB aktif menjadi 34,87 juta. Pada tahun
2012 jumlah perserta KB baru diperkirakan meningkat sebanyak 7,3
juta; dan jumlah peserta KB aktif sebanyak 28,2 juta.
Selain keberhasilan pembangunan yang dicapai pada tahun 2011,
dalam dokumen RKP 2013, juga ditemukan beberapa permasalahan ke
depan yang memerlukan perhatian di bidang kesehatan, antara lain: (i)
masih rendahnya akses masyarakat terhadap fasilitas pelayanan kesehatan
yang berkualitas yang ditandai dengan masih rendahnya status kesehatan
ibu dan anak dan status gizi masyarakat; (ii) belum optimalnya upaya
pengendalian penyakit yang ditandai dengan tingginya angka kesakitan dan
kematian akibat penyakit menular dan penyakit tidak menular; serta masih
rendahnya kualitas kesehatan lingkungan; (iii) masih rendahnya
profesionalisme dan pendayagunaan tenaga kesehatan yang merata
terutama di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan dan daerah
bermasalah kesehatan; (iv) masih terbatasnya pembiayaan kesehatan untuk
memberikan jaminan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat,
terutama bagi penduduk miskin dan pekerja sektor informal; (v) masih
rendahnya ketersediaan, pemerataan, keterjangkauan, jaminan keamanan,
khasiat/manfaat, mutu obat dan makanan, alat kesehatan serta daya saing
produk dalam negeri; dan (vi) masih rendah dan tidak signifikannya
kenaikan pemakaian kontrasepsi. Kesemuanya ini merupakan tantangan
dalam tahun 2013 untuk dapat diatasi.
Permasalahan yang dihadapi pembangunan KB antara lain (1) belum
meratanya akses pelayanan KB yang ditandai dengan (a) masih rendah dan
tidak signifikannya kenaikan pemakaian kontrasepsi (CPR), serta masih
tingginya disparitas CPR antar-provinsi, antar-wilayah desa-kota, dan
antarkelompok sosial ekonomi; (b) masih tingginya kebutuhan ber-KB yang
tidak/belum terpenuhi (unmet need) dengan disparitas yang tinggi
antarprovinsi, antarwilayah desa-kota, dan antar-kelompok sosial ekonomi;
dan (c) masih rendahnya partisipasi pria dalam ber-KB; (2) rendahnya
kualitas pelayanan KB yang ditandai dengan (a) masih terbatasnya
ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan KB; (b) kurang efektifnya
pemakaian metode kontrasepsi jangka panjang/MKJP; dan
(c) masih tingginya angka drop-out (termasuk kegagalan dan komplikasi)
dalam pemakaian alat kontrasepsi; (3) masih lemahnya pelaksaaan advokasi
serta komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) yang ditandai oleh masih
rendahnya pengetahuan dan kesadaran remaja dan pasangan usia subur
tentang KB dan kesehatan reproduksi; (4) masih lemahnya kapasitas
kelembagaan dan ketenagaan program KKB; (5) lemahnya pembinaan dan
pemberdayaan keluarga dalam rangka meningkatkan dan mempertahankan
kesertaan ber-KB, serta meningkatkan kesertaan KB mandiri.
Berdasarkan
keberhasilan
dan
permasalahan
pembangunan
kesehatan nasional tahun 2011, disusun program prioritas pembangunan
kesehatan tahun 2013 dan juga arah kebijakannya. Sasaran prioritas
pembangunan kesehatan nasional sebagai berikut :
1. Peningkatan akses pelayanan kesehatan dan gizi yang berkualitas bagi
ibu dan anak
a. Meningkatnya cakupan balita yang ditimbang berat badannya
(D/S) di Posyandu menjadi 80 persen;
b. Meningkatnya cakupan bayi usia 0-11 bulan yang mendapat
imunisasi dasar lengkap menjadi 88 persen;
c. Meningkatnya cakupan kunjungan ibu hamil ke empat (K4)
menjadi 93 persen;
d. Meningkatnya cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga
kesehatan terlatih menjadi 89 persen;
e. Meningkatnya cakupan kunjungan neonatal pertama (KN1)
menjadi 89 persen;
f. Meningkatnya puskesmas yang mampu Pelayanan Obstetri
Neonatal Emergensi Dasar (PONED) menjadi 90 persen;
g. Meningkatnya Rumah sakit yang mampu Pelayanan Obstetri
Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) menjadi 95 persen;
dan
h. Jumlah puskesmas yang mendapatkan Bantuan Operasional
Kesehatan (BOK) sebanyak 9.323 puskesmas.
2. Peningkatan pengendalian penyakit menular dan tidak menular serta
penyehatan lingkungan
a. Meningkatnya cakupan ODHA yang mendapatkan Anti Retroviral
Treatment (ART) menjadi 45 persen;
b. Jumlah orang yang berumur 15 tahun atau lebih yang menerima
konseling dan testing HIV menjadi 600.000 orang;
c. Persentase TB Paru (BTA Positif) yang disembuhkan menjadi 87
persen;
d. Persentase provinsi yang melakukan pembinaan, pencegahan dan
penanggulangan penyakit tidak menular menjadi 90 persen; dan
e. Jumlah desa yang melaksanakan Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat (STBM) menjadi 16.000 desa.
3. Peningkatan profesionalisme dan pendayagunaan tenaga kesehatan
yang merata
a. Jumlah Tenaga Kesehatan yang didayagunakan dan diberi insentif
di Daerah Terpencil Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) dan
diDaerah Bermasalah Kesehatan (DBK) menjadi 5.320 tenaga
kesehatan; dan
b. Jumlah Tenaga Kesehatan yang ditingkatkan kemampuannya
melalui pendidikan berkelanjutan menjadi 9.000 orang.
4. Peningkatan jaminan pembiayaan kesehatan
a. Persentase RS yang melayani pasien penduduk miskin peserta
program Jamkesmas menjadi 90 persen;
b. Jumlah tambahan tempat tidur (TT) Kelas III RS yang digunakan
untuk pelayanan kesehatan sebanyak 9.600 unit;
c. Jumlah puskesmas yang memberikan pelayanan Jamkesmas 9.323
puskesmas;
d. Jumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang telah melayani program
jampersal menjadi 2.663 fasilitas.
5. Peningkatan jaminan keamanan, khasiat/manfaat, mutu obat dan
makanan, alat kesehatan serta daya saing produk dalam negeri
a. Persentase produk alat kesehatan dan PKRT yang beredar
memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan manfaat menjadi 90
persen;
b. Persentase cakupan pengawasan sarana produksi obat dan
makanan menjadi 37 persen;
c. Persentase cakupan pengawasan sarana distribusi obat dan
makanan menjadi 18 persen; dan
d. Jumlah parameter uji Obat dan Makanan untuk setiap sampel
menjadi 10 parameter.
6. Peningkatan akses pelayanan KB berkualitas yang merata
Meningkatnya contraceptive prevelance rate (CPR) menjadi sebesar
63,8 persen; dan menurunnya unmet need menjadi sebesar 5,6 persen
dengan sasaran :
a. Terlayaninya peserta KB baru sebanyak 7,5 juta yang terdiri dari
peserta KB baru miskin (KPS dan KS 1) dan rentan lainnya
sebanyak 3,97 juta, peserta KB baru dengan Metode Kontrasepsi
Jangka Panjang (MKJP) sebesar 13,2 persen, dan peserta KB baru
pria sebesar 4,6 persen;
b. Meningkatnya jumlah peserta KB aktif dari sasaran sebanyak 28,2
juta menjadi sebanyak 29,0 juta yang terdiri dari peserta KB aktif
miskin (KPS dan KS 1) dan rentan lainnya dari sebanyak 12,5 juta
menjadi sebanyak 12,8 juta, dan peserta KB aktif dengan MKJP
dari sebesar 25,9 persen menjadi sebesar 26,7 persen;
c. Tersedianya sarana dan prasana pelayanan KB secara bertahap
bagi 23.500 klinik KB pemerintah dan swasta untuk mendukung
peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB (4.700 klinik KB);
d. Meningkatnya pemahaman remaja dan pasangan usia subur serta
keluarga tentang keluarga berencana dan kesehatan reproduksi
dengan advokasi dan kie melalui berbagai media;
e. Menguatnya kapasitas tenaga lini lapangan KB, Institusi
Masyarakat Perdesaan/Perkotaan (IMP), serta kelembagaan KB di
daerah dalam rangka meningkatkan kesertaan dan kemandirian
ber-KB.
Arah kebijakan pembangunan kesehatan nasional tahun 2013,
diarahkan pada :
1. Peningkatan akses pelayanan kesehatan dan gizi yang berkualitas bagi
ibu dan anak;
2. Peningkatan pengendalian penyakit menular dan tidak menular serta
penyehatan lingkungan;
3. Peningkatan profesionalisme dan pendayagunaan tenaga kesehatan yang
merata;
4. Peningkatan jaminan pembiayaan kesehatan;
5. Peningkatan ketersediaan, pemerataan, keterjangkauan, jaminan
keamanan, khasiat/manfaat dan mutu obat, alat kesehatan, dan
makanan, serta daya saing produk dalam negeri;
6. Peningkatan akses pelayanan Keluarga Berencana berkualitas yang
merata.
Arah kebijakan pembangunan kesehatan Provinsi Jawa Barat,
berdasarkan revisi RPJMD Jabar tahun 2008-2013, ada enam kebijakan
pembangunan kesehatan di Jawa Barat yaitu :
1. Menyediakan sarana prasarana dan tenaga rumah sakit rujukan
regional, rumah sakit PONEK, puskesmas PONED dan sarana kesehatan
dasar di daerah terpencil dan perbatasan
2. Menyediakan sarana prasarana Alat, obat dan tenaga terlatih dalam
pencegahan dan pemberantasan penyakit menular dan tidak menular
3. Memperkuat sistem surveillance
4. Membentuk sistem jamkesmas dan menyediakan aggaran subsidi premi
masyarakat miskin kelompok informal
5. Mendorong anggaran kes 10% diluar gaji
6. Mengembangkan kemitraan dalam melaksanakan promosi kesehatan dan
pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu pada tahun 2013, berdasarkan dokumen Rencana
Kerja Pemerintah Daerah Jawa Barat tahun 2013, Kebijakan pembangunan
bidang kesehatan di Jawa Barat difokuskan pada peningkatan perilaku
hidup bersih dan sehat, pencegahan penyakit serta kualitas pelayanan
kesehatan dasar, dengan sasaran: menurunkan angka kematian ibu dan
angka kematian anak; meningkatkan pengendalian, pencegahan penyakit
menular; meningkatkan prilaku hidup bersih dan sehat; meningkatkan
kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan; meningkatkan kualitas pelayanan
kesehatan dasar, dan penanganan gizi buruk.
Hasil evaluasi akhir tahun 2010, Indeks Kesehatan Jawa Barat yang
mempresentasikan derajat kesehatan masyarakat suatu wilayah pada
periode waktu tertentu mencapai angka 71,67 poin, yang diukur melalui
angka harapan hidup waktu lahir (AHHe0) yaitu mencapai 68 tahun dan
AKB 38,51/1000 kelahiran hidup.
Permasalahan kesehatan yang muncul di Provinsi Jawa Barat,
diantaranya yaitu : (a) rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan antar
wilayah yang diindikasikan dengan kurangnya ketersediaan sarana dan
prasarana kesehatan dasar, tenaga kesehatan dan jaminan pembiayaan
kesehatan; (b) belum optimalnya penggunaan teknologi di bidang kesehatan
dikarenakan keterbatasan sumber daya manusia yang menguasai teknologi
bidang kesehatan; (c) Angka kematian bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu
(AKI) melahirkan masih relatif tinggi; (d) Kasus penderita gizi buruk dan gizi
kurang balita yang ditimbang masih tinggi; dan (5) Adanya kasus yang
disebabkan oleh penyakit menular, seperti flu burung, AIDS, dan HIV positif.
Isu strategis pembangunan kesehatan di Jawa Barat berdasarkan
RPJMD perubahan Provinsi Jawa Barat adalah Aksesibilitas dan pelayanan
kesehatan bagi masyarakat, sementara pada tahun 2013, sesuai dengan
dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat isu
strategisnya adalah Aksesibilitas dan mutu pelayanan Kesehatan serta
Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Isu strategis ini tidak terlepas dari masih banyaknya kasus penyakit
di Jawa Barat, yang disebabkan oleh kondisi lingkungan yang mendukung
terhadap munculnya penyakit dan perilaku masyarakat yang belum
menunjukan kesadaran dalam berperilaku hidup sehat dan bersih. Penyakit
TB paru, penyakit ISPA, HIV/ AIDS, demam berdarah dan gizi buruk serta
penyakit kaki gajah (filariasis). Penyebaran penyakit HIV-AIDS baik melalui
aktivitas sexual dan penggunaan jarum suntik merupakan masalah
kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius oleh pelaksana pelayanan
kesehatan di semua tingkat pemerintahan.
Telaahan terhadap kebijakan pembangunan kesehatan baik ditingkat
pusat maupun Provinsi, merupakan masukkan bagi penyusunan Rencana
Kerja SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor tahun 2013, dimana baik
kebijakan di tingkat pusat, tingkat Provinsi maupun tingkat Kabupaten
diharapkan memiliki sinergitas yang akurat, sehingga pelaksanaan
pembangunan kesehatan di Kabupaten Bogor dapat menyentuh sasaran
yang tepat.
Pada tataran Kabupaten Bogor, arah kebijakan pembangunan
kesehatan lima tahunan didasarkan pada dokumen Rencana Kerja
Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor tahun 2008-2013, dimana kebijakan
pembangunan urusan kesehatan mencakup :
1. Peningkatan kualitas upaya kesehatan, baik upaya kesehatan perorangan
(UKP) maupun upaya keseahtan masyarakat (UKM).
2. Pemenuhan sarana dan perbekalan kesehatan sesuai dengan standar
yang berlaku.
3. Pemenuhan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan/
tenaga kesehatan.
4. Peningkatan pemberdayaan masayarakat dan swasta dalam bidang
kesehatan.
5. Pengembangan pembiayaan kesehatan melalui sistem jaminan
pemeliharaan kesehatan.
6. Peningkatan manajemen kesehatan termasuk regulasi dalam bidang
kesehatan.
Sedangkan arah kebijakan pembangunan kesehatan di Kabupaten
Bogor pada dokumen Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor
tahun 2009-2013 adalah sebagai berikut :
Misi Pertama: Meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan
serta mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
1. Peningkatan akses masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan
2. Peningkatan status gizi masyarakat
3. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu, anak, remaja dan lansia
4. Peningkatan perlindungan masyarakat dari penyakit menular
5. Peningkatan kemandirian masyarakat dalam pengembangan desa siaga
Misi Kedua: Meningkatkan daya dukung pelayanan kesehatan
1. Pemenuhan dan peningkatan kualitas sumber daya kesehatan
2. Peningkatan manajemen pelayanan kesehatan
Kebijakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Bogor, bila
dikaitkan dengan kebijakan-kebijakan baik di tingkat Provinsi maupun
pusat, tampak memiliki keterkaitan yang cukup kuat, dimana kesemuanya
memiliki fokus utama yang hampir sama yaitu peningkatan akses dan
kualitas pelayanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Keselarasan dan sinergitas antara berbagai kebijakan ini memang sangat
diperlukan
agar
pembangunan
kesehatan
lebih
terarah
dan
berkesinambungan.
Identifikasi Kebijakan Nasional dan Provinsi pada SKPD Dinas
Kesehatan Kabupaten Bogor selengkapnya dapat dilihat pada tabel 3.1 di
bawah ini :
3.2. TUJUAN …
No
Kebijakan Nasional/ Provinsi
Sumber
Keterangan
(1)
(2)
(3)
(4)
A Nasional
Rancangan Rencana Kerja
Prioritas Pembangunan Nasional RPJMN 2010-2014
Pemerintah (RKP) Tahun 2013
Prioritas 3. Kesehatan
Arah Kebijakan
1 Peningkatan akses pelayanan kesehatan dan gizi yang berkualitas bagi ibu dan anak;
2
Peningkatan pengendalian penyakit menular dan tidak menular serta penyehatan
lingkungan;
3 Peningkatan profesionalisme dan pendayagunaan tenaga kesehatan yang merata;
4 Peningkatan jaminan pembiayaan kesehatan;
5
Peningkatan ketersediaan, pemerataan, keterjangkauan, jaminan keamanan,
khasiat/manfaat dan mutu obat, alat kesehatan, dan makanan, serta daya saing produk
dalam negeri;
6 Peningkatan akses pelayanan Keluarga Berencana berkualitas yang merata.
B Provinsi
Rancangan Awal Rencana Kerja
40 Kegiatan Tematik Sektoral Jawa Barat
Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun
CG 2 Peningkatan Kualitas Kesehatan
2013
1
Peningkatan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas, Puskesmas PONED dan
pemenuhan sumber daya kesehatan
2 Peningkatan Program Keluarga Berencana
3
Pemenuhan pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak (Gerakan Penyelamatan Masa
Depan/ GEMAMAPAN) : gizi buruk, posyandu, jamkesmas provinsi dan penyediaan
fasilitas Rawat Gakin pada rumah sakit di 5 wilayah
4 Peningkatan Layanan Rumah Sakit Rujukan HIV/AIDS, TBC, Flu Burung dan Narkoba
5
Pemberantasan penyakit menular dan penyakit tidak menular serta peningkatan
perilaku hidup bersih dan sehat
6 Pengembangan jaminan pembiayaan kesehatan masyarakat Provinsi Jawa Barat
C. Daerah
Strategi dan Arah Kebijakan RPJMD 2008-2013
Rencana Kerja Jangka Menengah
Pembangunan urusan kesehatan
(RPJMD) Kabupaten Bogor Tahun
1 Peningkatan kualitas upaya kesehatan, baik upaya kesehatan perorangan (UKP)
2008-2013
maupun upaya kesehatan masyarakat (UKM);
2 Pemenuhan sarana dan perbekalan kesehatan sesuai dengan standar yang
berlaku;
3 Pemenuhan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan/tenaga
kesehatan;
4 Peningkatan pemberdayaan masyarakat dan swasta dalam bidang kesehatan;
5 Pengembangan pembiayaan kesehatan melalui sistem jaminan pemeliharaan
kesehatan;
6 Peningkatan manajemen kesehatan termasuk regulasi dalam bidang kesehatan.
Tabel 3.1.
Identifikasi Kebijakan Nasional dan Provinsi
Kabupaten Bogor
3.2. TUJUAN DAN SASARAN RENJA SKPD
Tujuan dan sasaran Renja SKPD Dinas Kesehatan tahun
2014
,
disesuaikan dengan tujuan dan sasaran dalam RPJMD Kabupaten Bogor
tahun 2008-2013, dimana pembangunan bidang kesehatan masuk ke dalam
misi yang kelima RPJMD, yaitu: meningkatkan pelayanan kesehatan
berkualitas, sehingga tujuan dan sasaran renja SKPD Dinas Kesehatan
tahun
2014
, sebagai berikut :
1. Tujuan :
a. Meningkatkan status kesehatan dan gizi masyarakat.
b. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan
kesehatan.
c. Meningkatkan Keluarga Sejahtera.
2. Sasaran
a. Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan dan gizi bagi masyarakat
(pelayanan dasar dan rujukan).
b. Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang perilaku hidup bersih
dan sehat.
c. Menurunnya laju pertumbuhan penduduk alami dan meningkatnya
keluarga sejahtera.
3.3. PROGRAM DAN KEGIATAN
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
1) Penyediaan Jasa Surat Menyurat
2) Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
3) Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/
Operasional
4) Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor
5) Penyediaan Alat Tulis Kantor
6) Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan
7) Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/ Penerangan Bangunan
Kantor
8) Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-Undangan
9) Penyediaan Bahan Logistik Kantor
10) Penyediaan Makanan dan Minuman
11) Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Dalam dan Luar Daerah
12) Penyediaan …
12) Penyediaan Jasa Tenaga Pendukung Administrasi/Teknis
Perkantoran
13) Penyediaan Pelayanan Administrasi Kepegawaian
14) Pengelolaan Administrasi Barang
15) Penyediaan Pelayanan Keamanan Kantor
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
1) Pengadaan Mebeleur
2) Pengadaan Peralatan Kantor
3) Pemeliharaan Rutin/ Berkala Gedung Kantor
4) Pemeliharaan Rutin/ Berkala Kendaraan Dinas/Operasional
5) Pemeliharaan Rutin/ Berkala Perlengkapan Kantor
6) Pembangunan Rumah Dinas Paramedis
7) Rehabilitasi Rumah Dinas
3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
1)
Pembinaan Mental dan Rohani bagi Aparatur
2)
Penilaian Angka Kredit Tenaga Fungsional Kesehatan
3)
Bimbingan Teknis Asuhan Persalinan Normal (APN)
4)
Bimbingan Teknis Pertolongan Pertama Gawat Darurat Obstetri &
Neonatal (PPGDON)
5)
Bimbingan Teknis Penatalaksanaan Asfiksia Bayi Baru Lahir.
6)
Bimbingan Teknis Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh
Kembang (SDIDTK)
7)
Bimbingan teknis PONED
8)
Bimbingan Teknis MTBS/M
9)
Pengiriman Peserta Bimbingan Teknis PPGD
10)
Beasiswa Tugas Belajar
11)
Bimbingan Teknis Konselor Menyusui
4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja
dan Keuangan
1)
Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi
Kinerja SKPD
2)
Penyusunan Pelaporan Keuangan Semesteran
3)
Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun
4)
Penyusunan Perencanaan Anggaran
5)
Penatausahaan Keuangan SKPD
6)
Publikasi Kinerja SKPD
7)
Penyusunan Renja SKPD
5. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan
1)
Pengadaan Obat Pelayanan Kesehatan Dasar
2)
Pengadaan Bahan Habis Pakai Laboratorium
3)
Pengadaan Alat Kedokteran Pakai Habis
4)
Pengadaan Perlengkapan Medis Pakai Habis
5)
Pengadaan Bahan dan Pendukung Obat dan Perbekalan Kesehatan
6)
Rapat Kerja Program Obat dan Perbekalan Kesehatan
6. Program Upaya Kesehatan Masyarakat
1)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Cibinong dan Jaringannya
2)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Babakan Madang dan Jaringannya
3)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Gunung Putri dan Jaringannya
4)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Sukaraja dan Jaringannya
5)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Citeureup dan Jaringannya
6)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Cileungsi dan Jaringannya
7)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Jonggol dan Jaringannya
8)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Cariu dan Jaringannya
9)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Sukamakmur dan Jaringannya
10)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Klapanunggal dan Jaringannya
11)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Ciomas dan Jaringannya
12)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Dramaga dan Jaringannya
13)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Ciampea dan Jaringannya
14)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Pamijahan dan Jaringannya
15)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Cibungbulang dan Jaringannya
16)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Rumpin dan Jaringannya
17)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Leuwiliang dan Jaringannya
18)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Cigudeg dan Jaringannya
19)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Parung Panjang dan Jaringannya
20)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Tenjo dan Jaringannya
21)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Jasinga dan Jaringannya
22)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Sukajaya dan Jaringannya
23)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Nanggung dan Jaringannya
24)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Kemang dan Jaringannya
25)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Bojonggede dan Jaringannya
26)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Parung dan Jaringannya
27)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Rancabungur dan Jaringannya
28)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Gunung Sindur dan Jaringannya
29)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Ciseeng dan Jaringannya
30)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Ciawi dan Jaringannya
31)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Cijeruk dan Jaringannya
32)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Megamendung dan Jaringannya
33)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Cisarua dan Jaringannya
34)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Caringin dan Jaringannya
35)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Tamansari dan Jaringannya
36)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Cigombong dan Jaringannya
37)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Tenjolaya dan Jaringannya
38)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Tajurhalang dan Jaringannya
39)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Tanjungsari dan Jaringannya
40)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT
Puskesmas Leuwisadeng dan Jaringannya
41)
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Kerja UPT Kesehatan Kerja
42)
Biaya Penunjang Pelayanan Laboratorium Kesehatan Daerah
7. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
1)
Penyediaan Media Penyuluhan Kesehatan
2)
Penyuluhan Kesehatan
3)
Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok
4)
Fasilitasi UKBM dan Pembinaan Kesehatan Lintas Sektor
5)
Fasilitasi Tim Pembina Kabupaten Sehat
8. Program Perbaikan Gizi Masyarakat
1)
Pengadaan Makanan Tambahan dan Vitamin
2)
Pertemuan Perencanaan Program Gizi
3)
Pertemuan Evaluasi Program Gizi
4)
Pertemuan Evaluasi Sentinel Gizi
5)
Pertemuan Evaluasi Klinik Gizi
6)
Bimbingan Teknis TPG
7)
Pendampingan Center Klinik Gizi
8)
Konsultasi PMT-P ke Jakarta
9)
Konsultasi Program Gizi ke Propinsi Jabar
10)
Pengadaan Sarana Gizi (Pengukur HB, alat ukur panjang badan,
Dacin, Tera Dacin, KMS, Balok SKDN, Buku UU 33/2012)
11)
Pengadaan poster gizi dan leaflet
12)
Pengadaan obat (tablet Fe, Sirup Fe, Kapsul Vit A, Iodina test,
Multivitamin dan Obat cacing sirup)
9. Program Pengembangan Lingkungan Sehat
1)
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
2)
Pengawasan Hygiene dan Sanitasi Tempat-Tempat Umum
3)
Pengawasan Hygiene dan Sanitasi Tempat Pengelolaan Makanan
10. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular
1)
Penyemprotan/ Fogging Sarang Nyamuk
2)
Peningkatan surveillance epidemiologi dan penanggulangan wabah
3)
Pemeriksaan Calon Jemaah Haji
4)
Fasilitasi Pelaksanaan Kegiatan Program P2 TB
5)
Fasilitasi Pelaksanaan Kegiatan Program P2 Diare ISPA
6)
Fasilitasi Pelaksanaan Kegiatan Program P2 Kusta
7)
Pencegahan&Penanggulangan Penyakit Menular Seksual (HIV/Aids)
8)
Surveilans Acute Flaccid Paralisys (AFP)
9)
Pengobatan Masal Filariasis di Kecamatan Gunung Sindur
10)
Pengobatan Masal Filariasis di Kecamatan Parung Panjang
11)
Manajemen Program Imunisasi
11. Program Pengadaan Standarisasi Pelayanan Kesehatan
1)
Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
2)
Penyusunan dan Pengembangan Data Kesehatan
3)
Pembinaan Sarana/ Institusi Swasta
4)
Jasa Pelayanan Kesehatan
5)
Rapat Koordinasi, Evaluasi dan Perencanaan Program
6)
Pertemuan BP/ RB dalam rangka Evaluasi Hasil Pengawasan
7)
Akreditasi (ISO) Puskesmas
8)
Survei Kepuasan Masyarakat
12. Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin
1)
Pelayanan operasi katarak
2)
Peningkatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin (diluar kuota
Jamkesmas)
13. Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan
Prasarana Puskesmas/ Puskesmas Pembantu dan Jaringannya
1)
Pengadaan Perlengkapan Kantor Puskesmas
2)
Pengadaan Meubeler Puskesmas
3)
Pengadaan alat kedokteran
4)
Pengadaan alat-alat laboratorium dan bahan pakai habis
laboratorium
5)
Pembangunan IPAL Puskesmas
6)
Pembangunan Puskesmas
7)
Rehabilitasi Puskesmas
8)
Pemagaran Puskesmas
9)
Pembangunan Pustu
10)
Rehabilitasi Pustu
11)
Pemagaran Pustu
12)
Pemagaran Rumah Dinas
13)
Pembangunan Sarana Fisik Puskesmas lain
14)
Pengadaan Ambulance
15)
Pengadaan Mobil Pusling
16)
Pengadaan Kendaraan Roda Dua
17)
Pengadaan Komputer/Laptop
18)
Pengadaan Alat Fogging
14. Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan
1)
Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan Hasil Produksi
Rumah Tangga
2)
Penyuluhan Keamanan Pangan dalam rangka Sertifikasi Produk
Pangan IRT (SPPIRT)
15. Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak
1)
Kemitraan Paraji untuk Persalinan di Puskesmas PONED
Sementara itu kebutuhan dana/ pagu indikatif pada perkiraan maju
tahun 2014 ditentukan kenaikan anggaran sebesar 10% untuk tiap kegiatan
sesuai dengan perkiraan maju dalam RPJMD Kabupaten Bogor 2008 – 2013.
Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD Tahun 2013 dan Prakiraan
Maju Tahun 2014 Kabupaten Bogor, selengkapnya dapat dilihat pada tabel
3.2. berikut ini :
Pembangunan …
APBN APBD I APBD II
2 3 4 5 6 8 9 10
1 Urusan Kesehatan 1 01 Dinas Kesehatan 1 01 01 Program Pelayanan Administrasi
Perkantoran Terpenuhinya kebutuhan pelayanan administrasi perkantoran 100% 15,361,218,800 - - 15,361,218,800 16,897,340,680
1 01 01 0001 Penyediaan Jasa Surat Menyurat
Jumlah alat legalitas surat menyurat 1. Materi Rp. 3000 2. Materai 6000
Kab Bogor 300 Bh
300 Bh 3,600,000 3,600,000 3,960,000
1 01 01 0002Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik
Jumlah jasa kantor untuk pembayaran rekening 1. Listrik 2. Air 3. Telphon 4. PAM Kab Bogor 3 Line 1 Line 6 Line 1 Line 351,252,000 351,252,000 386,377,200
1 01 01 0006Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional
Jumlah STNK kendaraan dinas operasional yang diperpanjang - Kendaraan Roda Empat - Kendaraan Roda 2
Kab Bogor - 24 unit - 22 unit
20,400,000 20,400,000 22,440,000
1 01 01 0008 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor
1. Jumlah/luasan area kantor yang dibersihkan 2. Jumlah/frekuensi pengangkutan sampah yang dibayarkan
Kab Bogor 32 Org
42 mcm 297,360,000 297,360,000 327,096,000 1 01 01 0010 Penyediaan Alat Tulis Kantor Jumlah jenis alat tulis
kantor yang dibeli Kab Bogor 75 Jns ATK 195,000,000 195,000,000 214,500,000 1 01 01 0011 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan
Jumlah barang cetakan dan penggandaan yang dibeli
Kab Bogor 208 Jns 1,102,370,500 1,102,370,500 1,212,607,550
1 01 01 0012Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor
Jumlah komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor
Kab Bogor 13 Jns 38,500,000 38,500,000 42,350,000
1 01 01 0015Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan
Jumlah bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan 1. Surat kabar 2. Buku
Kab Bogor 12 bln x 24 hr
10 Bk 18,840,000 18,840,000 20,724,000 1 01 01 0016 Penyediaan bahan logistik kantor Jumlah kebutuhan
bahan-bahan logistik Kab Bogor 4 Jns 24,967,800 24,967,800 27,464,580
1 01 01 0017 Penyediaan makanan dan minuman
1. Jumlah jamuan makan dan minum untuk rapat koordinasi internal 2. Jumlah jamuan makan dan minum untuk tamu kantor Kab Bogor 61 Kl rapat 1100 Org 148,648,500 148,648,500 163,513,350
1 01 01 0018Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke Dalam dan Luar Daerah
Jumlah rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke dalam dan luar daerah - Perjalanan dinas dan konsultansi dalam daerah - Perjalanan dinas dan konsultansi luar daerah
Kab Bogor - 1 pkt - 1 pkt
735,000,000 735,000,000 808,500,000
1 01 01 0019Penyediaan jasa tenaga pendukung
administrasi/Teknis perkantoran Jumlah pegawai honor Kab Bogor 607 Org 12,006,280,000 12,006,280,000 13,206,908,000 1 01 01 0021Penyediaan Pelayanan Administrasi
Kepegawaian
Meningkatnya pelayanan
administrasi kepegawaian 110,000,000 110,000,000 121,000,000 Pengelolaan kearsipan Meningkatnya pelayanan
administrasi arsip SKPD 50,000,000 50,000,000 55,000,000 Pengelolaan administrasi barang Meningkatnya pelayanan
administrasi barang 109,000,000 109,000,000 119,900,000 1 01 01 0024 Penyediaan Pelayanan Keamanan Kantor Jumlah petugas
pengamanan kantor Kab Bogor 16 Org 150,000,000 150,000,000 165,000,000 - - 1 01 02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
Aparatur
Terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana aparatur
100% 2,642,607,007 356,500,007 - 2,286,107,000 1,332,217,710 Pengadaan kendaraan operasional Lancarnya mobilitas
pelaksanaan kegiatan Dinkes
7 motor dan 4
mobil 895,000,000 895,000,000 1 01 02 0013 Pengadaan Peralatan Kantor Jumlah jenis peralatan
kantor yang dibeli 23 jenis 580,000,000 580,000,000 638,000,000 1 01 02 0021 Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor
Luasan Gedung Kantor/Tempat Kerja yang dipelihara
4.110 M2 201,107,000 201,107,000 221,217,700 1 01 02 0023Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan
Dinas/Operasional
Jumlah kendaraan dinas (roda empat) yang dipelihara
22 Kendaraan 250,000,000 250,000,000 275,000,000 1 01 02 0030Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan
Kantor
Jumlah peralatan kantor
yang dipelihara 4 Jns 180,000,000 180,000,000 198,000,000 1 01 02 Pembangunan Rumah Dinas Puskesmas
Sukajaya
Jumlah/Luasan rumah
dinas yang dibangun Sukajaya 1 pt 356,500,000 356,500,000 Kode Urusan / Bidang Pemerintahan Daerah dan
Program / Kegiatan Indikator Kinerja Program /Kegiatan Rencana tahun 2014 Catatan Penting
Prakiraan Maju Rencana tahun 2015 Lokasi Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/ Pagu Indikatif
Sumber Dana Target Capaian Kinerja
Kebutuhan Dana/ Pagu Indikatif
Program …
APBN APBD I APBD II
2 3 4 5 6 8 9 10
Pembangunan Rumah Dinas Dokter Puskesmas Sukajaya
Jumlah/Luasan rumah
dinas yang dibangun Sukajaya 1 unit - Pembangunan Rumah Dinas Bidan Puskesmas
Sukajaya
Jumlah/Luasan rumah
dinas yang dibangun Sukajaya 1 unit - Pembangunan Rumah Dinas Perawat
Puskesmas Sukajaya
Jumlah/Luasan rumah
dinas yang dibangun Sukajaya 1 unit - Pembangunan Rumah Dinas Dokter / Paramedis
Puskesmas Tajurhalang
Jumlah/Luasan rumah
dinas yang dibangun Tajurhalang 1 unit - Pembangunan Rumah Dinas Dokter Puskesmas
Tenjolaya
Jumlah/Luasan rumah
dinas yang dibangun Tenjolaya 1 unit - Pembangunan Rumah Dinas Paramedis
Puskesmas Tenjolaya
Jumlah/Luasan rumah
dinas yang dibangun Tenjolaya 2 unit - Pembangunan Rumah Dinas Paramedis Pustu
Mear
Jumlah/Luasan rumah
dinas yang dibangun Jasinga 1 unit - Pembangunan Rumah Dinas Medis Pustu Mear Jumlah/Luasan rumah
dinas yang dibangun Jasinga 1 unit - Pembangunan Rumah Dinas Medis Puskesmas
Bagoang
Jumlah/Luasan rumah
dinas yang dibangun Jasinga 1 unit - Pembangunan rumah dinas dokter Puskesmas
Cileungsi
Jumlah/Luasan rumah
dinas yang dibangun Cileungsi 1 unit - Pembangunan Rumah Dinas Bidan Puskesmas
Cileungsi
Jumlah/Luasan rumah
dinas yang dibangun Ciseeng 70 m2 - Rehab Rumah Dinas Dokter (UPT) Pamijahan Luasan rumah dinas yang
direhab Pamijahan 19x2 m2 - Rehab Rumah Dinas Dokter (UPF) Ciasmara Luasan rumah dinas yang
direhab Pamijahan 8x4 m2 - Rehabilitasi Rumah Dinas Dokter Puskesmas
Bantarjaya
Luasan rumah dinas yang
direhab Rancabungur - Rehabilitasi Rumah Dinas Puskesmas
Sukadamai
Luasan rumah dinas yang
direhab Sukamakmur - Rehabilitasi Rumah Dinas Paramedis
Puskesmas Cimandala
Luasan rumah dinas yang
direhab Sukaraja - Rehabilitasi Rumah Dinas Paramedis
Puskesmas Cimandala
Luasan rumah dinas yang
direhab Sukaraja 7,8x7,6 m2 - Rehabilitasi Rumah Dinas Dokter Puskesmas
Tenjo
Luasan rumah dinas yang
direhab Tenjo 120 m2 - Rehab Rumah Dinas Dokter Puskesmas Tenjo Luasan rumah dinas yang
direhab Tenjo - Rehab Rumah Dinas Puskesmas Klapanunggal Luasan rumah dinas yang
direhab Klapanunggal 80 m2 - Rehab Rumah Dinas Paramedis Puskesmas
Cigudeg
Luasan rumah dinas yang
direhab Cigudeg 150 m2 - Rehab Rumah Dinas Dokter Gigi Puskesmas
Cigudeg
Luasan rumah dinas yang
direhab Cigudeg 73 m2 - Rehab Rumah Dinas Dokter Puskesmas CigudegLuasan rumah dinas yang
direhab Cigudeg 80 m2 - Rehab Rumah Dinas Dokter Puskesmas CigudegLuasan rumah dinas yang
direhab Cigudeg - Rehab Rumah Dinas Paramedis Puskesmas
Caringin
Luasan rumah dinas yang
direhab Caringin 90 m2 - Rehab Rumah Dinas Paramedis Puskesmas
Cinagara
Luasan rumah dinas yang
direhab Caringin 90 m2 - Rehabilitasi Rumah Dinas Dokter/ para medis
Puskesmas UPF Ciawi/Gg Ayu
Luasan rumah dinas yang
direhab Ciawi 70 m2 - Rehabilitasi Rumah Dinas Dokter UPF Citapen Luasan rumah dinas yang
direhab Ciawi 70 m2 - Rehabilitasi Rumah Dinas Dokter Puskesmas
Ciawi
Luasan rumah dinas yang
direhab Ciawi - Rumah dinas dokter Rw.7 Puskesmas PabuaranLuasan rumah dinas yang
direhab Cibinong 60 m2 - Rehabilitasi Rumah Dinas Paramedis Pustu
Ciriung
Luasan rumah dinas yang
direhab Cibinong 80 m2 120,000,000 120,000,000 Rehab Rumah Dinas Dokter Dan Bidan
Puskesmas Cirimekar
Luasan rumah dinas yang
direhab Cibinong 80 m2 60,000,000 60,000,000 Rehab Rumah Dinas Paramedis Puskesmas
Cigudeg
Luasan rumah dinas yang
direhab Cigudeg 150 m2 - Rehab Rumah Dinas Dokter Gigi Puskesmas
Cigudeg
Luasan rumah dinas yang
direhab Cigudeg 73 m2 - Rehab Rumah Dinas Dokter Puskesmas CigudegLuasan rumah dinas yang
direhab Cigudeg 80 m2 - Rehab Rumah Dinas Dokter Puskesmas CigudegLuasan rumah dinas yang
direhab Cigudeg 80 m2 - Rehabilitasi rumah dinas dokter Puskesmas
Cileungsi
Luasan rumah dinas yang
direhab Cileungsi - Rehabilitasi Rumah Dinas Paramedis
Puskesmas Dramaga
Luasan rumah dinas yang
direhab Dramaga 100 m2 - Rehab Rumah dinas Dokter Rt 02/10 (UPT
Puskesmas Gn.Putri)
Luasan rumah dinas yang
direhab Gunung Putri 22X15 m2 - Rehab Rumah Dinas Dokter Puskesmas Sentul Luasan rumah dinas yang
direhab
Babakan
Madang - -
Program Peningkatan Disiplin Aparatur 350,000,000 - - 350,000,000 - Pengadaan Pakaian Dinas beserta
Perlengkapannya Meningkatnya daya dukung kerja 1562 pegawai, 500 PTT 350,000,000 350,000,000 -
Kode Urusan / Bidang Pemerintahan Daerah dan Program / Kegiatan Indikator Kinerja Program /Kegiatan Rencana tahun 2014 Catatan Penting
Prakiraan Maju Rencana tahun 2015 Lokasi Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/ Pagu Indikatif
Sumber Dana Target Capaian Kinerja
Kebutuhan Dana/ Pagu Indikatif
Program …
APBN APBD I APBD II
2 3 4 5 6 8 9 10
1 01 05 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Meningkatnya kualitas & Kapasitas Sumber Daya aparatur
100% 1,212,953,000 - 41,228,000 1,171,725,000 1,334,248,300 1 01 05 0005 Pembinaan Mental dan Rohani bagi Aparatur
Terlaksananya pengajian bagi pegawai Dinas Kesehatan
120 Org 30,000,000 30,000,000 33,000,000
1 01 05 0006Penilaian Angka Kredit Tenaga Fungsional Kesehatan
Terpenuhinya kebutuhan tenga medis puskesmas yang berkualitas dan kompeten di bidangnya
Dinkes 1200 Org 36,675,000 36,675,000 40,342,500
1 01 05 0007Bimbingan Teknis Asuhan Persalinan Normal (APN)
Meningkatnya kompetensi petugas kesehatan (dokter, bidan, perawat) dalam tatalaksana APN
Kab Bogor 40 Org 200,000,000 200,000,000 220,000,000
1 01 05 0008Bimbingan Teknis Pertolongan Pertama Gawat Darurat Obstetri & Neonatal (PPGDON)
Meningkatnya kompetensi petugas kesehatan (dokter, bidan, perawat) dalam tatalaksana PPGDON
40 Org 200,000,000 200,000,000 220,000,000
1 01 05 0009Bimbingan Teknis Manaejmen Asfiksia dan BBLR
Meningkatnya kompetensi petugas kesehatan (dokter, bidan, perawat) dalam tatalaksana Asfiksia
40 Org 140,000,000 140,000,000 154,000,000
1 01 05 0011 Bimbingan Teknis PONED
Meningkatnya kompetensi petugas kesehatan (dokter, bidan, perawat) dalam tatalaksana PONED
10 Org 75,000,000 75,000,000 82,500,000
1 01 05 0010Bimbingan Teknis Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK)
Meningkatnya kompetensi petugas kesehatan (dokter, bidan, perawat) dalam tatalaksana SDIDTK 40 Org 120,000,000 120,000,000 132,000,000 1 01 05 0012 Bimbingan Teknis MTBS/M Meningkatnya kompetensi petugas kesehatan (dokter, bidan, perawat) dalam tatalaksana MTBS/M
40 Org 120,000,000 120,000,000 132,000,000
1 01 05 0020 Pengiriman Peserta Bimbingan Teknis PPGD Jumlah peserta pelatihan 250,050,000 250,050,000 275,055,000 1. PPDG Basic I Perawat 20 perawat -
2. PPGD Basic II Perawat 30 perawat - 3. GELS dokter 10 dokter - 1.0201 05 0070 Beasiswa tugas belajar jenjang S1 Keperawatan
Terlaksananya pendidikan S1 Keperawatan bagi 1 (satu) orang perawat Kabupaten Bogor
RS Ciawi 1 or 41,228,000 41,228,000 1 or 45,350,800
Beasiswa tugas belajar jenjang D3/S1 Kesehatan
bagi petugas Penyuluh Kesehatan Puskesmas - Beasiswa tugas belajar jenjang S2 Kesehatan
Masyarakat - Pelatihan Teknis dan Fungsional - Penyuluhan Kesmas - Fungsional Gizi - Pranata Komputer - Keperawatan - Analis Laboratorium - - - 1 01 06 Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
Terwujudnya pertanggungjawaban kinerja SKPD
100% 552,417,000 - - 552,417,000 607,658,700 1 01 06 0001Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar
realisasi kinerja SKPD
Jumlah laporan capaian kinerja dan keuangan Tahun 2014
5 Jns Lap 25,000,000 25,000,000 27,500,000 1 01 06 0002 Penyusunan pelaporan keuangan semesteran
Tersedianya laporan keuangan dinas kesehatan
2 Dok 22,417,000 22,417,000 24,658,700 1 01 06 0004 Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun Laporan keuangan akhir
tahun Dinas Kesehatan 1 Dok 25,000,000 25,000,000 27,500,000
1 01 06 0005 Penyusunan perencanaan anggaran
Jumlah dokumen RKA dan DPA SKPD Tahun 2015
Jumlah dokumen RKA-P dan DPA-P SKPD Tahun 2014 3 Jns Dok 3 Jns Dok 150,000,000 150,000,000 165,000,000 1 01 06 0006 Penatausahaan Keuangan SKPD Terpenuhinya kebutuhan administrasi keuangan yang efektif dan tepat waktu
1600 SSP/SPM 175,000,000 175,000,000 192,500,000 1 01 06 0013 Publikasi Kinerja SKPD Jumlah frekuensi
publikasi kinerjas SKPD 20 Kl 130,000,000 130,000,000 143,000,000 1 01 06 0014 Penyusunan Renja SKPD
Jumlah dokumen perencanaan SKPD untuk tahunan dan lima tahunan
2 Dok 25,000,000 25,000,000 27,500,000 - - Kode Urusan / Bidang Pemerintahan Daerah dan Program / Kegiatan Program /KegiatanIndikator Kinerja
Rencana tahun 2014
Catatan Penting
Prakiraan Maju Rencana tahun 2015 Lokasi Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/ Pagu Indikatif
Sumber Dana Target Capaian Kinerja
Kebutuhan Dana/ Pagu Indikatif
Biaya …
APBN APBD I APBD II
2 3 4 5 6 8 9 10
1 01 15 Program Obat dan Perbekalan Kesehatan
Terpenuhinya kebutuhan obat dan perbekalan kesehatan Puskesmas dan jaringannya
101 pusk, 1
UPT KESJA 27,847,292,153 - - 27,847,292,153 29,676,422,768 1 01 15 0011 Pengadaan Obat Pelayanan Kesehatan Dasar Belanja Obat-obatan DINKES 1 pkt 21,275,064,853 21,275,064,853 1 pkt 23,402,571,338 1 01 15 0009 Pengadaan Bahan Habis Pakai Laboratorium Belanja Bahan dan Alat
Laboratorium DINKES 1 pkt 1,474,037,800 1,474,037,800 1 pkt 1,621,441,580 0013 Pengadaan Alat Kedokteran Pakai Habis Belanja Alat Kedokteran
Pakai Habis DINKES 1 pkt 2,903,780,500 2,903,780,500 1 pkt 3,194,158,550 0015 Pengadaan Perlengkapan Medis Pakai Habis Belanja Perlengkapan
Medis Pakai Habis DINKES 1 pkt 621,068,000 621,068,000 1 pkt 683,174,800 0014Pengadaan Bahan dan Pendukung Obat dan
Perbekalan Kesehatan
Belanja Perlengkapan Medis Pakai Habis Belanja alat rumah tangga pakai habis
DINKES 1 pkt 679,439,000 679,439,000 1 pkt 747,382,900
Pembinaan Pengelolaan Obat Puskesmas
Terselenggaranya pertemuan pembinaan pengelola obat puskesmas
DINKES 1 pkt 8,468,000 8,468,000 1 pkt 9,314,800
Pelatihan Penggunaan Obat Rasional
Terselenggaranya pelatihan penggunaan obat rasional
DINKES 1 pkt 7,836,000 7,836,000 1 pkt 8,619,600 Pertemuan Pembinaan Apotek dan Toko Obat
Terselenggaranya pertemuan pembinaan apotek dan toko obat
DINKES 1 pkt 88,720,000 88,720,000 1 pkt 9,759,200 1 01 15 Kegiatan Pengadaan Obat ASKES Obat-obatan Askes DINKES 1 pkt 788,878,000 788,878,000 1 pkt
- - 1 01 16 Program Upaya Kesehatan Masyarakat Meningkatnya cakupan
kesehatan masyarakat Kabupaten
Bogor 80% 19,629,317,350 9,165,750,000 - 10,463,567,350 21,592,249,085 1 01 16 0200
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Cibinong dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Cibinong 4 pusk 603,647,931 329,746,831 273,901,100 664,012,724
1 01 16 0201
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Babakan Madang dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Babakan
Madang 3 pusk 464,614,491 247,775,891 216,838,600 511,075,940
1 01 16 0202
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat UPT Puskesmas Gunung Putri dan Jaringannya
Jumlah Puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Gunung Putri 4 pusk 737,972,389 405,583,189 332,389,200 811,769,628
1 01 16 0203
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Sukaraja dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Sukaraja 3 pusk 659,464,583 264,363,283 395,101,300 725,411,041
1 01 16 0204
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Citeureup dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Citeureup 3 pusk 552,197,785 277,547,585 274,650,200 607,417,564
1 01 16 0205
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Cileungsi dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Cileungsi 3 pusk 610,016,003 306,735,003 303,281,000 671,017,603
1 01 16 0206
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Jonggol dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Jonggol 3 pusk 651,858,135 334,109,935 317,748,200 717,043,949 1 01 16 0207
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Cariu dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Cariu 2 pusk 494,711,768 210,115,368 284,596,400 544,182,945
1 01 16 0208
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Sukamakmur dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Sukamakmur 2 pusk 435,443,320 198,338,320 237,105,000 478,987,652
1 01 16 0209
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Klapanunggal dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Klapanunggal 2 pusk 432,649,136 172,129,536 260,519,600 475,914,050
1 01 16 0210
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Ciomas dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Ciomas 4 pusk 538,453,708 268,458,708 269,995,000 592,299,079
1 01 16 0211
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Dramaga dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Dramaga 4 pusk 433,588,534 229,841,034 203,747,500 476,947,387
1 01 16 0212
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Ciampea dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Ciampea 4 pusk 633,523,673 281,817,373 351,706,300 696,876,041
1 01 16 0213
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Pamijahan dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Pamijahan 3 pusk 436,627,363 236,746,363 199,881,000 480,290,099
1 01 16 0214
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Cibungbulang dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Cibungbulang3 pusk dg rawat
inap 527,142,388 255,296,088 271,846,300 579,856,627 Kode Urusan / Bidang Pemerintahan Daerah dan
Program / Kegiatan Indikator Kinerja Program /Kegiatan Rencana tahun 2014 Lokasi Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/ Pagu Indikatif
Sumber Dana Catatan Penting
Prakiraan Maju Rencana tahun 2015 Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/ Pagu Indikatif 1 7
Biaya …
APBN APBD I APBD II
2 3 4 5 6 8 9 10
1 01 16 0215
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Rumpin dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Rumpin 3 pusk 712,409,118 312,129,018 400,280,100 783,650,030
1 01 16 0216
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Leuwiliang dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Leuwiliang 2 pusk 357,257,691 189,831,091 167,426,600 392,983,460
1 01 16 0217
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Cigudeg dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Cigudeg 3 pusk 720,580,508 314,453,908 406,126,600 792,638,559
1 01 16 0218
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Parung Panjang dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Parung
Panjang 2 pusk 458,856,689 222,266,489 236,590,200 504,742,358 1 01 16 0219
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Tenjo dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Tenjo 2 pusk 518,163,585 195,202,485 322,961,100 569,979,943 1 01 16 0220
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Jasinga dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Jasinga 2 pusk 691,847,595 307,422,895 384,424,700 761,032,354 1 01 16 0221
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Sukajaya dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Sukajaya 2 pusk 425,962,686 206,884,486 219,078,200 468,558,954
1 01 16 0222
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Nanggung dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Nanggung 2 pusk 458,776,914 212,444,014 246,332,900 504,654,605
1 01 16 0223
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Kemang dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Kemang 2 pusk 305,240,127 157,201,027 148,039,100 335,764,140
1 01 16 0224
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Bojonggede dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Bojonggede 3 pusk 512,416,741 230,311,841 282,104,900 563,658,415
1 01 16 0225
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Parung dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Parung 2 pusk 516,945,875 207,779,875 309,166,000 568,640,462
1 01 16 0226
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Rancabungur dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Rancabungur 2 pusk 312,069,785 164,677,485 147,392,300 343,276,764
1 01 16 0227
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Gunung Sindur dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Gunung
Sindur 2 pusk 418,305,246 168,299,446 250,005,800 460,135,771 1 01 16 0228
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Ciseeng dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Ciseeng 2 pusk 378,723,608 200,506,008 178,217,600 416,595,969 1 01 16 0229
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Ciawi dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Ciawi 3 pusk 450,641,837 245,759,137 204,882,700 495,706,021 1 01 16 0230
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Cijeruk dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Cijeruk 2 pusk 469,940,016 195,191,916 274,748,100 516,934,017
1 01 16 0231
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Megamendung dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Megamendun
g 2 pusk 350,795,302 186,340,902 164,454,400 385,874,832 1 01 16 0232
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Cisarua dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Cisarua 2 pusk 370,947,721 195,298,621 175,649,100 408,042,493 1 01 16 0233
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Caringin dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Caringin 3 pusk 482,426,430 258,009,930 224,416,500 530,669,073
1 01 16 0234
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Tamansari dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Tamansari 3 pusk 406,754,080 216,291,280 190,462,800 447,429,488
1 01 16 0235
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Cigombong dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Cigombong 2 pusk 492,973,310 229,740,010 263,233,300 542,270,641
1 01 16 0236
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Tenjolaya dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Tenjolaya 1 pusk 190,876,710 98,076,310 92,800,400 209,964,381
1 01 16 0237
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Tajurhalang dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Tajurhalang 1 pusk 330,895,900 114,903,200 215,992,700 363,985,490
1 01 16 0238
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Tanjungsari dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Tanjungsari 1 pusk 347,422,486 146,239,086 201,183,400 382,164,735
1 01 16 0239
Biaya Penunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di UPT Puskesmas Leuwisadeng dan Jaringannya
Jumlah puskesmas dan jaringannya yang diberi dana operasional
Leuwisadeng 2 pusk 332,823,833 171,885,033 160,938,800 366,106,216 Kode Urusan / Bidang Pemerintahan Daerah dan
Program / Kegiatan Indikator Kinerja Program /Kegiatan Rencana tahun 2014 Catatan Penting
Prakiraan Maju Rencana tahun 2015 Lokasi Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/ Pagu Indikatif
Sumber Dana Target Capaian Kinerja
Kebutuhan Dana/ Pagu Indikatif