3.1 Gambaran Umum Perusahaan
Gambaran umum perusahaan merupakan profil singkat dari perusahaan yang menjadi tujuan penelitian dari berdirinya perusahaan sampai dengan saat ini.
3.1.1 Sejarah Perusahaan
Berawal dari akuisisi PT. Bank BRI terhadap Bank Jasa Arta pada 19 Desember 2007 dan setelah mendapatkan izin dari Bank Indonesia pada 16 Oktober 2008 melalui suratnya o.10/67/KEP.GBI/DpG/2008, maka pada tanggal 17 November 2008 PT. Bank BRI Syariah secara resmi beroperasi. Kemudian PT. Bank BRI Syariah merubah kegiatan usaha yang semula beroperasional secara konvensional, kemudian diubah menjadi kegiatan perbankan berdasarkan prinsip syariah Islam.
Dua tahun lebih PT. Bank BRI Syariah hadir mempersembahkan sebuah bank ritel modern terkemuka dengan layanan finansial sesuai kebutuhan nasabah dengan jangkauan termudah untuk kehidupan lebih bermakna. Melayani nasabah dengan pelayanan prima (service excellence) dan menawarkan beragam produk yang sesuai harapan nasabah dengan syariah.
Kehadiran PT. Bank BRI Syariah di tengah-tengah industri perbankan nasional dipertegas oleh makna pendar cahaya yang mengikuti logo perusahaan. Logo ini menggambarkan keinginan dan tuntutan masyarakat terhadap sebuah bank modern sekelas PT. Bank BRI Syariah yang mampu melayani masyarakat dalam kehidupan modern. Kombinasi warna yang digunakan merupakan turunan dari warna biru dan putih sebagai benang merah dengan brand PT. Bank Rakyat Indonesia.
Aktivitas PT. Bank BRI Syariah semakin kokoh setelah pada 19 Desember 2008 ditandatangani akta pemisahan Unit Usaha Syariah PT. Bank Rakyat Indonesia, untuk melebur ke dalam PT. Bank BRI Syariah (proses spin off-) yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2009. Penandatanganan dilakukan oleh Bapak Sofyan Basir selaku Direktur Utama PT. Bank Rakyat Indonesia, dan Bapak Ventje Rahardjo selaku Direktur Utama PT. Bank BRI Syariah.
Saat ini PT. Bank BRI Syariah menjadi bank syariah ketiga terbesar berdasarkan aset. PT. Bank BRI Syariah tumbuh dengan pesat baik dari sisi aset, jumlah pembiayaan dan perolehan dana pihak ketiga. Dengan berfokus pada segmen
menengah bawah, PT. Bank BRI Syariah menargetkan menjadi bank ritel modern terkemuka dengan berbagai ragam produk dan layanan perbankan.
Sesuai dengan visinya, saat ini PT. Bank BRI Syariah merintis sinergi dengan PT. Bank Rakyat Indonesia, dengan memanfaatkan jaringan kerja PT. Bank Rakyat Indonesia, sebagai kantor layanan syariah dalam mengembangkan bisnis yang berfokus kepada kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan kegiatan konsumer berdasarkan prinsip syariah.
Dalam mengembangkan bisnis, PT. Bank BRI Syariah membuka kantor cabang pembantu di kota Bojonegoro di Jl. Untung Suropati Blok A No. 9 Ruko Adipura Bojonegoro, salah satu kantor cabang dari PT. Bank BRI Syariah Kantor Cabang Surabaya, dan sudah 1,5 tahun berdiri di Bojonegoro.
3.1.2 Visi dan Misi Visi
Menjadi bank ritel modern terkemuka dengan ragam layanan - finansial sesuai kebutuhan nasabah dengan jangkauan termudah untuk kehidupan lebih bermakna.
Misi
1. Memahami keragaman individu dan mengakomodasi beragam kebutuhan finansial nasabah.
2. Menyediakan produk dan layanan yang mengedepankan etika sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
3. Menyediakan akses ternyaman melalui berbagai sarana kapan dan dimanapun 4. Memungkinkan setiap individu untuk meningkatkan kualitas hidup dan
menghadirkan ketenteraman pikiran. 3.1.3. Struktur Organisasi dan Fungsi
A. Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan kerangka dasar dari pelaksanaan setiap bentuk organisasi,oleh karena itu struktur organisasi disusun dan dibentuk sesederhana mungkin, jelas dan tegas.
Marketing Manager (MM) Marketing Manager Mikro (MMM) Pimpinan Cabang Manager Operasional (MO) Financing Support Manager Account Officer Funding Relation Officer Unit Head (UH) Account Officer Mikro Back Office Front Liner General Affair Assistant Development Program (ADP) Legal Appraisal
Sumber : PT. BRI Syariah KC Kebon Jeruk.
Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT. BRI Syariah KC Kebon Jeruk B. Tugas pokok anggota sebagai berikut:
1. Pimpinan Cabang
a. Melakukan pertanggung jawaban operasional dan financial kantor cabang.
b. Melaksanakan misi kantor cabang secara keseluruhan c. Mengelola pelaksanaan sistem dan prosedur
d. Merencanakan, mengembangkan, melaksanakan serta mengelola layanan unggul kepada nasabah.
e. Mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugas pokok, fungsi serta kegiatannya.
2. Marketing Manager
a. Membantu Pimpinan Cabang dalam mempersiapkan RKA dalam rangka mencapai target bisnis yang telah ditetapkan.
b. Mendukung Pimpinan Cabang dalam membina dan mengkoordinasikan unit-unit kerja di bawahnya untuk mencapai target yang telah ditetapkan, terutama yang terkait dengan bidang pemasaran.
c. Menerapkan proses kredit sesuai dengan kebijakan umum perkreditan (KUP) Bank dan pedoman pelaksanaan kredit (PPK) ritel yang telah ditetapkan terhadap account yang termasuk portofolioya untuk mencapai target Kanca dan mewujudkan portofolio kredit yang berkembang, sehat dan menguntungkan.
d. Melaporkan masalah-masalah perkreditan kepada Pinca dalam rangka mendapatkan jalan keluar permasalahan yang ada.
e. Melakukan pembinaan, pengawasan dan monitoring kredit yang menjadi tanggung jawabnya mulai dari kredit direalisasi sampai kredit dilunasi dalam rangka mendapatkan portofolio kredit yang berkembang, sehat dan menguntungkan.
3. Marketing Manager Mikro
a. Membantu Pimpinan Cabang dalam mempersiapkan RKA dalam rangka mencapai target bisnis yang telah ditetapkan.
b. Mendukung Pimpinan Cabang dalam membina dan mengkoordinasikan unit-unit kerja di bawahnya untuk mencapai target yang telah ditetapkan, terutama yang terkait dengan bidang pemasaran.
c. Menerapkan proses kredit sesuai dengan kebijakan umum perkreditan (KUP) Bank dan pedoman pelaksanaan kredit (PPK) khusus untuk pedagang kecil atau usaha menengah kebawah/usaha mikro yang telah ditetapkan terhadap account yang termasuk portofolioya untuk mencapai target Kanca dan mewujudkan portofolio kredit yang berkembang, sehat dan menguntungkan.
d. Melaporkan masalah-masalah perkreditan kepada Pinca dalam rangka mendapatkan jalan keluar permasalahan yang ada.
e. Melakukan pembinaan, pengawasan dan monitoring kredit yang menjadi tanggung jawabnya mulai dari kredit direalisasi sampai kredit dilunasi dalam rangka mendapatkan portofolio kredit yang berkembang, sehat dan menguntungkan.
4. Manager Operasional
a. Memastikan bahwa pengelolaan kas kantor cabang dan surat-surat berharga telah benar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk menjaga aset bank
b. Memastikan bahwa pelayanan kas, pelayanan dana jasa (termasuk devisa dan surat kredit berjangka dalam negeri/SKBDN) dan pelayanan pinjaman serta kegiatan back office telas sesuai ketentuan guna menghindari resiko yang timbul
c. Memastikan bahwa setiap transaksi pembukuan tunai, kliring dan pemindah bukuan sesuai wewenang telah disahkan dengan tepat benar. d. Memastikan bahwa seluruh kegiatan bidang rumah tangga telah
berjalan efektif dan efisien untuk memperlancar operasional kantor. 5. Financing Support Manager
a. Mengelola fungsi akuntansi dalam memproses data dan informasi keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan yang dibutuhkan perusahaan secara akurat dan tepat waktu
b. Mengkoordinasikan dan mengontrol perencanaan, pelaporan dan pembayaran kewwajiban pajak perusahaan agar efisien, akurat, tepat waktu dan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku.
c. Merencanakan, mengkoordinasikan dan mengontrol arus kas perusahaan terutama pengelolaan piutang dan hutang sehingga memastikan ketersediaan dana untuk operasional perusahaan dan kesehatan kondisi keuangan.
d. Merencanakan dan mengkoordinasikan pengusunan anggaran perusahaan dan mengontrol penggunaan anggaran tersebut untuk memastikan penggunaan dana secara efektif dan efisien dala menunjang kegiatan operasional perusahaan.
e. Mengkoordinasikan dan melakukan perencanaan dan anlilsa keuangan untuk dapat memberikan masukan dari sisi keuangan bagi pimpinan perusahaan dalam mengambil keputusan bisnis baik untuk investasi, ekspansi, operasional.
6. Account Officer
a. Memasarkan produk dan jasa bank khususnya perkreditan b. Melayani nasabah atau calon debitur yang mengajukan kredit. c. Memeriksa kelengkapan persyaratan permohonan kredit dan survey
d. Memantau perkembangan usaha debitur sesuai dengan jadwal. 7. Unit Head
a. Bertugas memimpin sebuah outlet penjualan dalam lingkup cabng b. Bertanggung jawab terhadap portofolio outlet dengan target nasabah
dari sektor usaha di area sekitar outlet.
c. Bertanggung jawab terhadap pengambilan dan rekomendasi kredit d. Memonitor dan mensupervisi team marketing dan realtionship officer
dalam pengajuan aplikasi, pencapaian target, hubungan dengan nasabah e. Membangun jaringan bersama komunitas setempat terhadap perusahaan
/bank. 8. Back Office
a. Melakukan pengecekan dan memastikan transaksi yang dilakukan oleh teller sudah benar.
b. Membuat pembukuan perusahaan harian sampai dengan tahunan. c. Mendukung operasional front office.
d. Melakukan verifikasi transaksi. 9. Assistant Development Program
a. Compile berkas buat akad pinjaman pembiayaan. b. Mengelola berkas pinjaman
c. Mengarsipkan berkas pinjaman dari debitur d. Mempesiapkan dokumen yang dibutuhkan. 10. Funding Relation Officer
a. Memasarkan produk lending kredit saja. b. Mencari nasabah, menilai dan mengevaluasi. c. Mengusulkan besarnya kredit.
d. Memantau kredit yang sudah diberikan ke debitur 11. Account Officer Mikro
a. Memasarkan produk dan jasa bank khususnya perkreditan usaha mikro b. Melayani nasabah atau calon debitur yang mengajukan kredit.
c. Memeriksa kelengkapan persyaratan permohonan kredit dan survei. d. Memantau perkembangan usaha debitur sesuai dengan jadwal. 12. Front Liner
a. Melakukan transaksi tunai non tunai dari nasbaah.
b. Bertanggung jawab terhadap kesesuaian antara jumlah kas di sistem dengan kas.
c. Melayani nasabah dalam hal pelayanan jasa-jasa produk seperti transfer uang, giro dan lain sebagianya.
d. Memverifikasi data pada slip yang ditulis oleh nasabah. 13. Legal
a. Menyelesaikan persoalan/ permasalahan yang akan timbul di kemudian hari dari nasabah.
b. Menjelaskan permasalahn kepada nasabah sesuai peraturan perusahaan. c. Menyelesaikan kredit macet sesuai dengan peraturan.
14. General Affair
a. Melakukan pengelolaan kendaraan dinas b. Perawatan gedung
c. Melakukan pengelolaan sarana dan kebutuhan operasional. d. Perawatan lingkungan kantor.
15. Appraisal
a. Menilai jaminan yang diajukan oleh calon nasabah.
b. Melakukan survey lapangan untuk mendata jaminan tersebut. c. Melakukan penilaian ulang terhadap jaminan tersebut.
3.2 Activity Diagram Proses Bisnis Berjalan
Gambar 3.2 Activity Diagram Proses Bisnis Berjalan Maintenance Gedung dan Sarana PT. BRI Syariah KC Kebon Jeruk
Maintenance gedung dan sarana ada PT. BRI Syariah KC Kebon Jeruk dimulai dari pengajuan tiket perbaikan atau service request yang diajukan oleh karyawan kepada General Affair, Kemudian General Affair melakukan review dan melakukan approval. Apabila diapproval, maka service request akan diteruskn kepada pimpinan cabang, sedangkan jika tidak maka akan dikembalikan ke karyawan. Setelah itu, pimpinan cabang menerima notifikasi dan melakukan review setelah itu melakukan approval, Approval dan tidak akan dikembalikan ke General Affair, apabila approval maka General Affair akan
menghubungi vendor dan vendor melakukan perbaikan serta membuat nota. General Affair menerima nota dan membuat laporan.
3.3. Analisa Permasalahan Dengan Metode Analysis PIECES
Informasi proses berjalan yang telah dijabarkan sebelumnya akan dianalisa melalui metode analysis PIECES yang terdiri dari 6 variabel yaitu, performance,
information, economics, control, efficiency dan services. Berikut merupakan hasil
analysis berdasarkan masing-masing variabel:
Tabel 3.1 Analisa Permasalahan dengan Metode Analisis PIECES
No Aspek Kendala Solusi
1. Performance Data dicatat dengan tulis
tangan. Form tiket perbaikan mudah rusak jika terjadi hal yang tidk terduga, misalnya basah atau hilang. Respon time dari proses konfirmasi permohonan perbaikan butuh waktu yang lama.
Data dicatat dengan ketik
keyboard, melalui media yang
tidak gampang rusak dan mudah dibuka dimanapun.
Respon time yang lama dapat
diperbaiki dengan bantuan koneksi internet yang cepat.
2. Information Informasi yang dihasilkan
menjadi kurang akurat karena tidak disertakan foto kerusakan. Dan laporan yang dibuat tidak update secara langsung setiap kali ada permohonan perbaikan.
Informasi harus dicek langsung oleh General Affair dan pimpinan cabang. GA dan PinCa memastikan bahwa data yang dicek benar-benar dibuat apa adanya tanpa manipulasi dengan melihat langsung lokasi.
3. Economic Penyampaian informasi biaya
melalui tiket tertulis dan pengarsipan data dengan beberapa file, membutuhkan banyak alat tulis baik kertas dan perlengkapan yang lain karena mudah hilang dan rusak. Hal ini membutuhkan biaya yang besar.
Penyampaian informasi biaya disampaiakan melalui media digital/ web, hanya menggunakan perangkat komputer lengkap dan mobile. Jika dihitung lebih murah karena perangkat ini tidak membutuhkan banyak alat tulis yang mudah hilang.
4. Control Pada proses berjalan, karyawan
dapat mengambil keputusan tanpa ada persetujuan General Affair, hal ini membuat perbaikan atau hal –hal yang terjadi tidak dapat dipertanggung jawabkan.
Menerapkan tugas sesuai dengan batasan yang telah disepakati. Untuk mencegah adanya hal-hal yang tidak diinginkan. Karyawan harus selalu melalui persetujuan General Affair terlebih dahulu jika membutuhkan sesuatu.
5. Efficiency Penyampaian laporan
maintenance gedung dan sarana melalui tiket /form belum efisien karena informasi tidak disampaikan dengan cepat sehingga proses persetujuan yang lama akan menghambat adanya perbaikan.
Menyampaikan laporan dengan online sehingga laporan dapat dicek secara langsung dan di approval dengan waktu yang lebih cepat. Sehingga perbaikan dapat segera dilakukan unuk mencegah kerusakan yang lain.
6. Services Belum ada aplikasi yang
mengolah data penyampaian maintenance gedung dan sarana
Dibuat sistem yang dapat diakses oleh semua aktor sesuai dengan batasan dan tugasnya.
3.4. Kelemahan Proses Bisnis Berjalan
Menurut Analisa Pieces yang teah dijelaskan sebelumnya, maka dapat disimpulkan analisa proses bisnis berjalan, terdapat beberapa kelemahan yang antara lain sebagai berikut :
1. General Affair menulis tiket perbaikan menggunakan media kertas yang mudah rusak dan hilang.
2. Permohonan perbaikan gedung dan sarana yang rusak membutuhkan waktu yang lama karena menunggu pimpinan cabang membaca secara langsung tiket perbaikan. 3. Data tiket perbaikan mudah dimanipulasi karena tidak disertakan foto.
4. Karyawan mudah lupa menyampaikan perbaikan karena disampaikan secara lisan. 5. Biaya yang dibutuhkan untuk menulis tiket perbaikan sampai di acc lebih mahal. 6. Adanya karyawan yang melakukan pekerjaan diluar batasannya, karena tidak ada
7. Tidak adanya kontrol akses dalam mengambil keputusan membuat data yang dihasilkan tidak dapat dipertanggung jawabkan dan dipercaya.
3.5. Gambaran Umum Sistem Yang Diusulkan
Pembuatan aplikasi maintenance gedung dan sarana berbasis web adalah aplikasi yang dirancang untuk semua karyawan dalam satu kantor cabang. Aplikasi ini dapat mengirimkan permohonan maintenance secara online dengan mengharuskan melampirkan foto bukti. Kemudian akan diapproval secara online oleh pihak yang bersangkutan.
3.6. Spesifikasi Sistem yang Diusulkan
Spesifikasi sistem berfungsi untuk menggambarkan fungsi dan kinerja sistem berbasis komputer yang akan dikembangkan. Dalam spesifikasi sistem yang akan diusulkan ini akan dijelaskan mengenai data masukan yang akan diproses oleh sistem sehingga akan menghasilkan dokumen keluaran.
Berikut adalah spesifikasi sistem yang diusulkan : 1. Spesifikasi Bentuk Data Masukkan
a.
Nama Data : Data KaryawanFungsi : Untuk menyimpan data karyawan
Sumber : Karyawan
Tujuan : General Affair
Media : Website
Frekuensi : Setiap ada karyawan baru
b.
Nama Data : Data VendorFungsi : Untuk menyimpan data vendor
Sumber : Vendor
Tujuan : General Affair
Media : Website
Frekuensi : Setiap ada vendor baru yang didata
c.
Nama Data : Data InventarisFungsi : Untuk menyimpan data inventaris Sumber : General Affair
Tujuan : Manajemen
Media : Website
d.
Nama Data : Form Tiket Perbaikan Fungsi : Mengajukan perbaikanSumber : Karyawan
Tujuan : General Affair
Media : Website
Frekuensi : Setiap adanya kerusakan 2. Proses
Data yang telah diinput diproses secara terstruktur oleh sistem dengan media
database dan algoritma program yang disusun pada sistem.
3. Spesifikasi Bentuk Data Keluaran
a. Laporan Maintenance Gedung dan Sarana
3.7. Perancangan Aplikasi
Dalam merancang proses pada sistem informasi ini notasi yang digunakan adalah notasi UML sebagai case tool. Perancangan adalah bagian dari metodologi pengembangan suatu perangakat lunak yang dilakukan setelah tahapan analisa untuk memberikan sebuah gambaran yang jelas agar aplikasi ini mudah untuk dipahami, maka akan dibuat pemodelan diagram use case untuk menunjukan fungsionalitas suatu sistem, pemodelan diagram sequance untuk menggambarkan interaksi antar objek didalam dan di sekitar sistem, pemodelan diagram activity untuk mengurutkan aktifitas dalam suatu proses
dan
pemodelan diagram class untuk memberikan gambaran relasi antar kelas didalam sebuah aplikasi.3.7.1 Use Case Diagram Sistem Usulan
Gambar 3.3 Use Case Diagram Sistem Usulan
Use case menunjukkan fungsionalitas suatu aplikasi dan kelas bagaimana
aplikasi tersebut dapat berinteraksi dengan dunia luar. Diagram ini terdapat 3 aktor yaitu karyawan, Pimpinan Cabang dan General Affair. Aktor Karyawan mempunyai akses Membuat tiket perbaikan jika terjadi kerusakan. Pimpinan cabang mempunyai hak akses form tiket perbaikan.Sedangkan General Affair mempunyai 5 tugas yaitu mengelola data karyawan, data vendor dan data inventaris, menyetujui tiket perbaikan gedung dan sarana dari karyawan serta
Tabel 3.2 Skenario Use Case Diagram Membuat Form Tiket Perbaikan Nama Use Case Membuat Form Tiket Perbaikan
Aktor Karyawan
Deskripsi Karyawan mengajukan permohonan perbaikan gedung dan sarana jika ada yang rusak atau memerlukan perbaikan.
Pra Kondisi Login
Skenario Karyawan memasukkan data pada aplikasi form tiket perbaikan gedung dan sarana.
Post Kondisi General Affair menerima notifikasi.
Permohonan perbaikan gedung dan sarana adalah permohonan yang diajukan oleh karyawan untuk General Affair ketikaa terjadi kerusakan.
Tabel 3.3 Skenario Use Case Diagram Approve & Mengajukan Permohonan Perbaikan Nama Use Case Approve & Mengajukan Tiket Perbaikan Gedung dan
Sarana
Aktor General Affair
Deskripsi General Affair menyetujui dan mengajukan tiket perbaikan gedung dan sarana
Pra Kondisi Login
Skenario General Affair menerima notifikasi pengajuan perbaikan, Approve permohonan perbaikan site. Setelah itu form otomatis terkirim ke pimpinan cabang
Post Kondisi Pimmpinan Cabang menerima notifikasi permohonan perbaikan Mengajukan Permohonan Perbaikan gedung dan sarana yang dilakukan oleh
General Affair adalah meneruskan form tiket perbaikan yang telah diapprove oleh General Affair.
Tabel 3.4 Skenario Use Case Diagram Mengelola Data Karyawan Nama Use Case Mengelola Data Karyawan
Aktor General Affair
Deskripsi General Affair Mengelola data karyawan Pra Kondisi Login
Skenario General Affair memilih data master. General Affair memilih data karyawan. Staff Admin pilih tombol simpan, ubah, hapus Post Kondisi Jika sukses maka data tersimpan, jika error maka ada pesan.
Data Karyawan adalah salah satu sub menu data master. Data karyawan hanya bisa diakses oleh Staff Admin. Data ini berisi identitas semua karyawan.
Tabel 3.5 Skenario Use Case Diagram Mengelola Data Vendor Nama Use Case Mengelola Data Vendor
Aktor General Affair
Deskripsi General Affair mengelola data vendor Pra Kondisi Login
Skenario General Affair memilih menu data master. General Affair memilih sub menu data vendor. General Affair memilih tombol simpan, ubah, hapus.
Data vendor adalah salah satu sub menu data master. Data vendor hanya bisa diakses oleh General Affair.
Tabel 3.6 Skenario Use Case Diagram Mengelola Data Inventaris Nama Use Case Mengelola Data Inventaris
Aktor General Affair
Deskripsi General Affair mengelola data inventaris Pra Kondisi Login
Skenario General Affair memilih menu data master. General Affair memilih sub menu data inventaris. Staff Admin memilih tombol simpan, ubah, hapus.
Post Kondisi Jika sukses maka data tersimpan, jika error maka ada pesan. Data inventaris adalah salah satu sub menu data master. Data Inventaris hanya bisa diakses oleh General Affair.
Tabel 3.7 Skenario Use Case Diagram Membuat laporan perbaikan gedung dan sarana Nama Use Case Membuat laporan perbaikan gedung dan sarana
Aktor General Affair
Deskripsi General Affair membuat laporan maintenance gedung dan sarana untuk pimpinan cabang
Pra Kondisi Login.
Skenario Pilih menu laporan, kemudian pilih membuat laporan maintenance gedung dan sarana bulanan. Pilih tombol print. Post Kondisi Laporan tercetak
Laporan maintenance gedung dan sarana yang dibuat oleh General Affair adalah laporan bulanan yang berisi mengenai rekap maintenance General Affair selama satu bulan.
Tabel 3.8 Skenario Use Case Diagram Approve tiket perbaikan gedung dan sarana Nama Use Case Approve Tiket Perbaikan Gedung dan Sarana
Aktor General Affair
Deskripsi General Affair mengapprove permohonan perbaikan Pra Kondisi Login
Skenario General Affair memilih tiket Perbaikan dan pilih approve Post Kondisi Karyawan mendapat notifikasi persetujuan perbaikan.
Approve tiket perbaikan gedung dan sarana dilakukan oleh general affair agar dapat dilakukan perbaikan.
Tabel 3.9 Skenario Use Case Diagram Approve tiket perbaikan gedung dan sarana Nama Use Case Approve Tiket Perbaikan Gedung dan Sarana
Aktor Pimpinan Cabang
Deskripsi Pimpinan Cabang mengapprove permohonan perbaikan Pra Kondisi Login
Skenario Pimpinan Cabang memilih tiket Perbaikan dan pilih approve Post Kondisi General Affair mendapat notifikasi persetujuan perbaikan.
Approve tiket perbaikan gedung dan sarana dilakukan oleh pimpinan cabang agar perbaikan yang dilakukan sudah diketahui dan disetujui pimpinan cabang.
3.7.2. Sequence Diagram
A. Sequence Diagram Membuat Service Request / Tiket Perbaikan
Home
1.1 Buka Menu Utama ( ) PermohonanPerbaikan
1.2 Pilih Form Permohonan Perbaikan ( )
1.5 Simpan() 1.3 Menampilkan form permohonan perbaikan( )
1.8 Data tersmpan() 1.9 Menampilkan form permohonan perbaikan()
1.6 Kirim notifikasi() Form Permohonan Perbaikan
1.7 Notifikasi terkirim () Karyawan
General Affair
1.4 Isi form kodeinventaris (),kodevendor(),kerusakan(),foto()
Gambar 3.5 Sequence Diagram Membuat Service Request
Permohonan perbaikan dimulai dari karyawan membuat form permohonan perbaikan dengan mengisi data pada aplikasi web dan melampirkan fotonya sebagai bukti. Setelah selesai pilih simpan maka permohonan otomatis terkirim pada General Affair.
B. Sequence Diagram Approve Form Tiket Perbaikan General Affair
Home Form Permohonan Perbaikan 1.3 Buka Menu Utama ( )
ApproveGA
1.4 Pilih Menu Permohonan Perbaikan ( )
1.7 Simpan() 1.5 Menampilkan form permohonan perbaikan( )
1.10 Data tersmpan() 1.11 Menampilkan permohonan perbaikan()
1.12 Menampilkan Permohonan Perbaikan() 1.6 Pilih Approve (), isi keterangan() 1.1 Mengirimkan form permohonan perbaikan ()
1.2 Notifikasi terkirim()
1.8 Kirim notifikasi() 1.9 notifikasi terkirim() Karyawan General Affair
Pimpinan cabang
Gambar 3.6 Sequence Diagram Approve Form Tiket Perbaikan General Affair
Karyawan yang telah mengirimkan aplikasi form permohonan perbaikan. Data tersebut terkirim ke General Affair. General Affair membuka Form Permohonan Perbaikan, kemudian pilih approve atau tidak approve, isi keterangan kemudian pilih simpan data akan tersimpan notifikasi terkirim ke Pimpinan Cabang dan Karyawan.
C. Sequence Diagram Approve Form Tiket Perbaikan Pimpinan Cabang
Home Form Permohonan Perbaikan
1.3 Buka Menu Utama ( )
ApprovePinCa
1.4 Pilih Menu Permohonan Perbaikan ( )
1.7 Simpan() 1.5 Menampilkan form permohonan perbaikan( )
1.8 Data tersmpan()
1.10 Menampilkan permohonan perbaikan ()
1.11 Menampilkan Permohonan Perbaikan () 1.6 Pilih Approve (), isi keterangan() 1.1 Mengirimkan form permohonan perbaikan()
1.2 Notifikasi terkirim()
1.9 Notifikasi Persetujuan Terkirim() General Affair Pimpinan Cabang
Gambar 3.7 Sequence Diagram Approve Form Tket Perbaikan Pimpinan Cabang
Pimpinan Cabang membuka Form Permohonan Perbaikan, kemudian pilih approve atau tidak approve, isi keterangan kemudian pilih simpan data akan tersimpan notifikasi terkirim ke General Affair.
D. Sequence Diagram Mengelola Data Karyawan
Top Package::j
Home Form Data Karyawan Karyawan
1.6 Simpan()
1.7 Data tersmpan()
1.11 Data ditemukan ()
1.17 Data ditemukan ()
1.20 konfirmasi data terhapus
1.21 Menampilkan data () 1.8 konfirmasi data tersimpan()
1.19 Simpan () 1.2 Pilih sub menu Data Karyawan()
1.3 Menampilkan form data karyawan()
1.14 Konfirmasi data terUpdate () 1.13 Update ()
1.22 Menampilkan data karyawan ()
1.9 Ubah (),Masukkan NIK () 1.10 Get (NIK)()
1.10 Get (NIK)() 1.12 Update (NIK)()
1.15 Masukkan (NIK)()
1.18 Hapus(NIK)() General Affair
1.1 Buka Menu Utama ( )
1.4 Pilih simpan(), ubah(), hapus()
1.5 Isi namakaryawan(),tempat(),tgl_lahir(),alamat(),password(),akseslevel(),jk(),telp()
Gambar 3.8 Sequence Diagram Mengelola Data Karyawan
General Affair membuka menu data master dan memilih data karyawan. Isi data kemudian pilih simpan, Tombol ubah untuk mengubah dan Tombol hapus untuk menghapus data. Dimana untuk menghapus masukkan nomor induk karyawan terlebih dahulu.
E. Sequence Diagram Mengelola Data Vendor
Home Form Data Vendor
1.1 Buka Menu Utama ( )
Vendor 1.6 Simpan() 1.7 Data tersmpan() 1.11 Data ditemukan () 1.13 Simpan () 1.17 Data ditemukan ()
1.20 konfirmasi data terhapus
1.21 Menampilkan data () 1.15 Hapus data() 1.8 konfirmasi data tersimpan() 1.2 Pilih sub menu Data Vendor () 1.3 Menampilkan form data vendor()
1.9 Masukkan kode vendor ()
1.10 get (kode vendor)()
1.6 get (kode vendor)() 1.12 Update (kode vendor) ()
1.14 Konfirmasi data update()
1.118 Hapus (kode vendor)()
1.19 Hapus()
1.22 Menampilkan data vendor() Top Package::i
General Affair
1.4 Pilih simpan(),ubah(),hapus() 1.5 Isi namavendor(),alamat(),telp(),barangdijual()
Gambar 3.9 Sequence Diagram Mengelola Data Vendor
General Affair membuka menu data master dan memilih data vendor. Isi data kemudian pilih tombol simpan untuk menyimpan data, Tombol ubah untuk mengubah dan Tombol hapus untuk menghapus data. Dimana untuk menghapus masukkan kode vendor terlebih dahulu.
G. Sequence Diagram Mengelola Data Inventaris (Gedung & Sarana)
Home Form Data Inventaris Inventaris
1.6 Simpan() 1.7 Data tersmpan()
1.11 Data ditemukan () 1.13 Simpan ()
1.17 Data ditemukan ()
1.20 konfirmasi data terhapus
1.21 Menampilkan data () 1.15 Hapus data() 1.8 konfirmasi data tersimpan() 1.2 Pilih sub menu Data Inventaris () 1.3 Menampilkan form data inventaris()
1.9 Masukkan kode inventaris ()
1.10 get (kode inventaris)()
1.6 get (kode inventaris)() 1.12 Update (kode inventaris) ()
1.14 Konfirmasi data update()
1.118 Hapus (kode inventaris)()
1.19 Hapus()
1.22 Menampilkan data inventaris() Top Package::i
General Affair
1.1 Buka Menu Utama ( )
1.4 Pilih simpan(),ubah(),hapus()
1.5 Isi namainventarisr(),merk(),type(),noseri(),letak()
Gambar 3.10 Sequence Diagram Mengelola Data Inventaris (Gedung & Sarana)
General Affair membuka menu data master dan memilih data inventaris. Pilih tombol simpan untuk menyimpan data baru, Tombol ubah untuk mengubah dan Tombol hapus untuk menghapus data. Dimana untuk menghapus masukkan kode inventaris terlebih dahulu.
H. Sequence Diagram Membuat Laporan Maintenance Bulanan
Home Form Laporan
1.1 Buka menu utama ()
PermohonanPerbaikan
1.2 Pilih Menu Laporan ()
1.5 Print () 1.3 Menampilkan menu Print ()
1.4 Memilih (jenis laporan (), bulan cetak ())
1.6 Laporan tercetak () General Affair
Gambar 3.11 Sequence Diagram Membuat Laporan Maintenance Bulanan Membuat laporan dilakukan oleh General Affair. Buka menu utama kemudian pilih laporan. Dalam form tersebut, pilih jenis laporan kemudian masukkan bulan laporan yang akan dicetak. Pilih print maka laporan akan tercetak.
3.7.3. Class Diagram
Perancangan class diagram menggambarkan kelas-kelas pada sistem serta hubungan antara satu kelas dengan kelas lainnya, berikut adalah penggambaran class diagram.
Gambar 3.12 Class diagram
Gambar diatas adalah gambar class diagram maintenance gedung dan sarana pada BRI Syariah Cabang Kebon Jeruk melalui metode web. Terdapat 5 class diagram yaitu kelas karyawan, vendor, inventaris, perbaikan, approve perbaikan General Affair, dan approve perbaikan pimpinan cabang. Di dalam kelas diagram terdapat operator seperti simpan, ubah dan hapus. Sselain itu, kelas diagram diatas memiliki atribut seperti nik, kodevendor, kodeinventaris, nomor approve dan lain sebagainya.