• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL MANAJEMEN DEWANTARA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JURNAL MANAJEMEN DEWANTARA"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

15 INTELLECTUAL CAPITAL DAN NILAI TAMBAH EKONOMI

Ardian Prima Putra1 Purwanto2

Bambang Nur Cahyaningrum3

Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo1,2,3

E-mail: [email protected]

Informasi Naskah Abstract

Naskah Diterima: 13 Januari 2021 Revisi Naskah : 13 Februari 2021 Terbit: 30 April 2021

Intellectual capital means asset as valuable power source for firms to increase firm performance. One of performance measured is economic value added (EVA). The study aims to find empirical evidence the role intellectual capital and EVA for Firms listed in Indonesia Stock Exchange. Research Method uses quantitative analysis with SPSS 15. Examining data uses linier Regression Analysis that means examining independent variable to dependent variable. The study provided some findings that intellectual capital influence to EVA. Parsial test showed that VACA and VAHU significant influence to EVA, however STVA can not influence significantly to EVA. The beneficial of research such as developing literature between intellectual capital and EVA, for managing intellectual capital and EVA in public firms.

Keywords : Intellectual capital, economic value added, Indonesia Stock Exchange

PENDAHULUAN

Nilai tambah ekonomi merupakan tolok ukur kinerja perusahaan. Kinerja perusahaan baik atau buruknya ditentukan oleh beban perusahaan yang tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan dan kurangnya sumber daya perusahaan. Sumber daya perusahaan meliputi sumber daya modal pemilik, laba ditahan dan kompetensi tenaga kerja, sedangkan beban perusahaan terdiri dari biaya modal dari biaya hutang dan biaya ekuitas serta biaya operasional. Untuk melihat modal sumber daya perusahaan dapat dilihat pada besarnya intellectual capital. Intellectual capital dikenal dengan istilah value added intellectual capital (VAIC) yang artinya adalah modal intelektual yang terdiri dari komponen nilai tambah capital employed (VACA), nilai tambah modal karyawan (VAHU) dan nilai tambah struktur

JURNAL

MANAJEMEN DEWANTARA

(2)

16 modal (STVA). Intellectual capital dapat mempengaruhi nilai tambah ekonomi atau Economic value added (EVA). Berdasarkan pentingnya pencapaian kinerja perusahaan maka diperlukan telaah lebih lanjut pengaruh faktor Intellectual capital pada nilai tambah ekonomi ( EVA ) yang dicapai perusahaan di Bursa Efek Indonesia.

Fenomena Modal intelektual / Intellectual capital (IC) muncul karena adanya pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) no.19 ( revisi 2000) yang membahas tentang aktiva tidak berwujud. PSAK No.19 menyebutkan bahwa aktiva tidak berwujud adalah aktiva non moneter yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyi wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan atau menyerahkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif ( Ikatan Akuntansi Indonesia,2007).

Penelitian terdahulu menghasilkan temuan bahwa intellectual capital berpengaruh signifikan terhadap nilai tambah ekonomi. Intellectual capital semakin besar maka dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi (Sipayung, 2010). Nilai tambah ekonomi merupakan pendapatan dikurangi biaya operasional dan biaya modal. Nilai tambah ekonomi merupakan laba yang diperoleh perusahaan dengan memperhatikan biaya hutang dan biaya modal saham.

Studi empiris terhadap Intellectual capital masih menghasilkan temuan yang beragam. Penelitian Hasim dkk (2015) menjelaskan bahwa modal intelektual berpengaruh signifikan terhadap kinerja organisasi perusahaan di Malaysia. Selain itu, Widowati & Pradono (2017) hasil penelitiannya menunjukan bahwa Intellectual capital berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Sadalia & Lubi (2015) menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan budaya organisasi dan faktor tata kelola perusahaan dalam mempengaruhi modal intellectual. Ulum (2008) penelitiannya membuktikan bahwa intellectual capital berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Namun, penelitian Mosavi (2012) dan Kuryanto ( 2008) menunjukkan hasil yang berbeda bahwa tidak ada pengaruh positif antara intellectual capital dan kinerja keuangan. Penelitian bertujuan untuk menguji empiris peran intellectual capital dan Nilai Tambah ekonomi di Bursa Efek Indonesia. Fajarini S.W dan Firmanzah (2012) adalah secara statistik terbukti terdapat pengaruh signifikan antara IC (VAIC) terhadap kinerja keuangan perusahaan LQ 45 di Indonesia untuk tahun 2005, 2006, dan 2007. Perbedaan Hasil penelitian ini membuat hal ini layak diteliti kembali. Peneliti tertarik meneliti pengaruh intelektual kapital terhadap nilai tambah ekonomi ( EVA ).

Penelitian mengidentifikasi beberapa masalah yang akan diuji antara lain apakah VACA dapat mempengaruhi nilai tambah ekonomi (EVA), apakah VAHU mempengaruhi nilai tambah ekonomi (EVA), apakah STVA mempengaruhi nilai tambah ekonomi (EVA).

Tujuan Penelitian adalah untuk menguji empiris peran intellectual capital dan Nilai Tambah ekonomi di Bursa Efek Indonesia. Manfaat Penelitian ditujukan bahwa hasil Penelitian ini diharapkan akan bermanfaat bagi investor maupun calon investor, akademisi, pemegang saham, dan juga manajer perusahaan, sebagai bahan kajian pengaruh intellectual capital terhadap kinerja perusahaan, sebagai pedoman untuk mengelola intellectual capital dan sebagai referensi menilai kinerja intellectual capital.

(3)

17 KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS

Nilai Tambah Ekonomi (EVA )

Economic Value Added (EVA) merupakan selisih total biaya modal terhadap laba operasi setelah pajak. Biaya modal sendiri berupa biaya hutang dan biaya ekuitas. Nilai tambah ekonomi merupakan suatu ukuran kinerja keuangan perusahaan. Masri et al (2019) menemukan bahwa EVA dapat dipengaruhi oleh intellectual capital. Besarnya EVA yang berasal dari laba bersih setelah biaya modal dapat dipengaruhi oleh faktor nilai tambah intellectual capital.

Intellectual Capital

Modal intelektual / Intellectual capital (IC) muncul karena adanya pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) no.19 ( revisi 2000) yang membahas tentang aktiva tidak berwujud. PSAK No.19 menyebutkan bahwa aktiva tidak berwujud adalah aktiva non moneter yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyi wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan atau menyerahkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif ( Ikatan Akuntansi Indonesia,2007).

Hipotesis

Intellectual Capital Dan Nilai Tambah Ekonomi

Intellectual capital merupakan modal intelektual perusahaan yang diukur dengan nilai tambah modal yang diinvestasikan, nilai tambah tenaga kerja dan nilai tambah struktur aktiva. Intellectual capital semakin besar maka semakin meningkatkan nilai tambah ekonomi yang diperoleh perusahaan. Intellectual Capital dikenal dengan istilah VAIC terdiri dari VACA, VAHU, dan STVA. Penelitian Masri et al (2019) menemukan bahwa Intellectual capital yang terdiri dari VACA, VAHU, dan STVA berpengaruh terhadap nilai tambah ekonomi (EVA). Demikian juga dengan penelitian Editya dan Supriyadi (2010) yang menemukan bahwa Intellectual capital berpengaruh signifikan positif terhadap EVA. Dengan demikian, hipotesis penelitian adalah sebagai berikut:

Hipotesis:Intellectual Capital berpengaruh signifikan positif terhadap Nilai Tambah Ekonomi METODOLOGI PENELITIAN

Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode kuantitatif adalah metode penelitian menghitung jumlah satuan tertentu atau dinyatakan dengan angka-angka dengan menggunakan data sekunder (Sekaran, 2006 : 65). Penelitian ini termasuk penelitian hubungan sebab akibat artinya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Penelitian menggunakan data laporan keuangan tahunan di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2019. Metode pengumpulan data menggunakan purposif sampling artinya data dicari dengan kriteria tertentu terdiri dari perusahaan yang memiliki laporan keuangan secara lengkap di Bursa Efek Indonesia. Alat statistik yang digunakan adalah IBM 20. Metode statistik yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.

(4)

18 Populasi, Sampel dan Teknik Sampling Penelitian

Populasi pada penelitian ini adalah Perusahaan Manufaktur di Bursa efek Indonesia (BEI) tahun 2016-2019. Sedangkan, teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposif sampling yaitu pemilihan sampel dengan tujuan tertentu, kriteria atau kuota tertentu (Sekaran, 2006 : 136). Data didapatkan dari Website BEI. Kriteria yang ditetapkan dalam pengambilan sampel adalah sebagai berikut:

a) Perusahaan Manufaktur yang listed di bursa efek Indonesia tahun 2016-2019 b) Perusahaan Yang menerbitkan laporan keuangan secara lengkap tahun 2016 -2019 c) Perusahaan tidak delisting dari bursa efek Indonesia selama lima tahun berturut turut Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Variabel Penelitian ini yang digunakan terdiri dari variabel dependen dan variabel independen. Variabel independen adalah Intellectual capital , sedangkan variabel dependen adalah EVA.

Variabel independen adalah variabel bebas yang mempengaruhi variabel terikat atau dependen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah intelektual capital yang diukur dengan Value Added Intellectual Capital (VAIC) dengan 3 komponennya yaitu Value added capital employed (VACA), Value Added Human Capital (VAHU), Structural capital value added (STVA) dan variabel dependen dengan indikator nilai tambah ekonomi (EVA).

Nilai Tambah Ekonomi atau Economic Value Added (EVA) merupakan hasil pengurangan total biaya modal terhadap laba operasi setelah pajak. Biaya modal sendiri berupa cost of debt dan cost of equity. Economic Value Added dapat diformulasikan berdasarkan rumus dari Hanafi (2008).

Tabel 1 Rumus Variabel EVA

Variabel Rumus Keterangan

EVA EVA = NOPAT – BIAYA MODAL NOPAT = Laba operasi setelah pajak EVA = NOPAT – (Total Cost Of

Capital x Total Capital Invested)

Biaya Modal = Cost of capital * Capital Invested

EVA = NOPAT – (WACC)* All capital invested

WACC = Biaya modal rata-rata tertimbang

Invested Capital = Jumlah modal yang diinvestasikan

Sumber : Hanafi (2008)

Intellectual capital merupakan modal intelektual yang diartikan sebagai nilai tambah modal yang diinvestasikan (VACA), modal tenaga kerja (VAHU), dan struktur modal (STVA). Rumus Intellectual capital dikenal dengan Value Added Intellectual Capital (VAIC) berdasarkan studi empiris Masri et al (2019).

(5)

19 Tabel 2 Rumus Variabel Intellectual Capital

No Variabel Rumus Keterangan

1 VACA VACA = VA/CE VACA : Value Added Capital Employed : rasio dari VA terhadap CE

VACA=(OUTPUT-INPUT)/CE

VA = Value Added

 CE = Capital Employed : dana yang tersedia (ekuitas, laba bersih)

VA = OUTPUT – INPUT  Output = total penjualan dan pendapatan lain

 Input = beban dan biaya-biaya (selain beban karyawan)

2. VAHU VAHU = VA / HC  VA = value added

HC = Human Capital dari beban gaji karyawan.

3. STVA STVA = SC/VA  SC = Structural Capital : VA - HC

VA : Value Added

4. VAIC VAIC = VACA + VAHU +

STVA

VAIC = Value Added Intellectual Capital

Sumber : Masri et al (2019)

Teknik Analisis Data

Analisis Regresi Berganda

Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dikarenakan variabel independen dalam penelitian ini berjumlah lebih dari satu. Teknik analisis regresi berganda merupakan teknik uji yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Persamaan regresi linier berganda adalah Y EVA = α + ß1 VACA + ß2 VAHU + ß3 STVA + e ….(1)

Y EVA = α + ß1 VAIC + e …..(2) Keterangan :

Y EVA = Variabel Dependen Economic Value Added α = Konstanta

β = Koefisien Variabel Independen VACA = Value Added Physical Capital VAHU = Value Added Human Capital STVA = Value Added Structural Capital VAIC = Value Added Intellectual Capital e = eror

Uji Hipotesis

Uji Hipotesis bertujuan untuk mengetahui hipotesis yang digunakan dalam penelitian diterima atau ditolak. Uji hipotesis terdiri dari tiga macam adalah uji F statistik, uji koefisien determinasi (R2), dan uji t. Berikut ini ketiga macam uji hipotesis tersebut:

(6)

20 Analysis of Variance (ANOVA)/ Uji F Statistik

Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh signifikansi variabel-variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen. Derajat signifikansi kepercayaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0,05. Apabila nilai F hasil perhitungan lebih besar daripada nilai F tabel maka semua variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Atau Apabila nilai signifikansi variabel independen terhadap variabel dependen lebih kecil dari 0,05 maka variabel independen secara signifikan berpengaruh terhadap variabel dependen.

Koefisien Determinasi (R2) atau R Square

Uji Koefisien Determinasi menunjukkan bahwa seberapa besar variabel independen dapat mempengaruhi atau menjelaskan variabel dependen yang digunakan dalam penelitian. Uji t Statistik

Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh signifikansi variabel-variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Uji t diterima jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan pengolahan data, dihasilkan beberapa hasil analisis data yang menjawab permasalahan pada penelitian ini. Hasil analisis data yang dihasilkan berdasarkan pada tujuan penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan bukti secara empiris pengaruh intelektual capital terhadap nilai tambah ekonomi.

Data sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perusahaan yang berada di Bursa Efek Indonesia tahun 2016 - 2019. Dalam Penelitian ini diperoleh 74 data observasi pada tahun 2016-2019. Data penelitian ini lolos uji asumsi klasik yang meliputi normalitas, heteroskedastisitas, autokorelasi dan multikolonieritas.

Analisis statistik deskriptif digunakan untuk melihat gambaran atau deskripsi data yang digunakan sebagai sampel. Berdasarkan tabel di bawah menunjukkan jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 74 data . Berdasarkan output SPSS diperoleh hasil data pada table 1.

Tabel 1 Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

vahu 74 -26.6962 13.9254 1.970665 4.8415212

vaca 74 -.0964 2.9110 .239354 .4178178

stva 74 -2412363.0790 97.4189 -126098.690523 482725.5301544 Valid N (listwise) 74

(7)

21 Tabel 2 Uji F ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 76080.802 3 25360.267 10.824 .000b Residual 164007.110 70 2342.959

Total 240087.912 73

a. Dependent Variable: EVA

b. Predictors: (Constant), stva, vahu, vaca

Tabel 2 menunjukkan bahwa nilai F hitung statistik sebesar 10.824 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka pengaruh variabel STVA,VACA, dan VAHU terhadap nilai tambah ekonomi adalah signifikan positif. Variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan positif terhadap EVA.

Tabel 3 Uji t Model Unstandardized Coefficients Standardi zed Coefficie nts t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Toleranc e VIF 1 (Constant) -10.187 7.848 -1.298 .199 vahu 3.145 1.264 .266 2.489 .015 .857 1.166 vaca 82.441 14.644 .601 5.630 .000 .857 1.166 stva -2.351E-6 .000 -.020 -.197 .845 .964 1.037 a. Dependent Variable: EVA

Berdasarkan hasil analisis dari tabel di atas diketahui bahwa model regresi linier ganda adalah :

Y EVA = - 10.187 + 0.266 VAHU + 0.601 VACA – 0,020 STVA + e

Tabel 3 menunjukkan bahwa nilai signifikansi VAHU,VACA,dan STVA adalah sebagai berikut: bahwa STVA lebih besar dari 0,05, dan VAHU dan VACA lebih kecil dari 0,05 . Hasil ini diketahui bahwa variabel STVA tidak berpengaruh terhadap EVA, Sedangkan VAHU dan VACA berpengaruh positif terhadap nilai tambah ekonomi. Hasil penelitian

(8)

22 mendukung penelitian Masri et al (2018) bahwa struktur capital tidak berpengaruh signifikan positif terhadap nilai tambah ekonomi namun human capital dan capital employed berpengaruh signifikan terhadap nilai tambah ekonomi.

Tabel 4 Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .563a .317 .288 48.4041188 2.324

a. Predictors: (Constant), stva, vahu, vaca b. Dependent Variable: EVA

Berdasarkan tabel 4 tersebut nilai adjusted R square (koefisien determinasi) sebesar 0,288 yang memiliki arti bahwa pengaruh variabel VAHU,VACA, dan STVA adalah 28,8 % terhadap Nilai tambah Ekonomi, Sedangkan sisa sebesar 71,2% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian ini.

Pengujian Intellectual capital terhadap EVA

Peneliti juga menguji Intellectual capital dari menggabungkan komponen VACA,VAHU,dan STVA) yang menghasilkan Value Added Intellectual capital (VAIC) berpengaruh terhadap nilai tambah ekonomi (Economic value added/EVA). Hasil uji simultan variabel intellectual capital terhadap nilai tambah ekonomi ada pada table 5.

Tabel 5 Uji F

Model Sumof Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 12398.753 1 12398.753 575.228 .000b

Residual 1530.371 71 21.555

Total 13929.124 72

a. Dependent Variable: eva b. Predictors: (Constant), vaic

Tabel 5 menunjukkan bahwa nilai signifikansi F sebesar 0,000 yang artinya 0,000 < 0,05 maka pengaruh simultan value added intellectual capital terhadap nilai tambah ekonomi adalah signifikan 5%. Hasil penelitian mendukung penelitian dari Sipayung (2019) bahwa secara simultan value added intellectual capital berpengaruh signifikan terhadap EVA.

(9)

23 Uji parsial Intellectual capital terhadap EVA

Tabel 6 Uji t Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Toleran ce VIF 1 (Constant) -2.240 .547 -4.097 .000 Vaic .880 .037 .943 23.984 .000 1.000 1.000

a. Dependent Variable: eva

Hasil Model Regresi Intellectual Capital adalah sebagai berikut: Y EVA = - 2,240 + 0,943 VAIC + e

Hasil Uji t dari tabel 6 menunjukkan bahwa nilai tambah intelektual capital (VAIC) berpengaruh positif terhadap nilai tambah ekonomi dalam hal ini EVA dengan nilai signifikansi 0,000<0,05 dan nilai t 23.984 maka intelektual capital memiliki pengaruh signifikan positif terhadap EVA. Semakin besar Intellectual capital maka semakin besar nilai tambah ekonomi perusahaan. Hasil penelitian mendukung hipotesis penelitian sehingga hipotesis diterima. Penelitian mendukung studi empiris Masri et al (2019).

Pembahasan

Variabel Intellectual capital diukur dengan VAIC terdiri dari VACA, VAHU, STVA berpengaruh siginifikan terhadap EVA. Semakin besar Intellectual capital maka semakin besar meningkatkan nilai tambah ekonomi (EVA). Value added capital employed (VACA), Value added human capital (VAHU) berpengaruh signifikan positif terhadap Economic Value Added (EVA), sedangkan structure capital value added (STVA) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap EVA. Hasil penelitian sama dengan hasil penelitian Masri et al (2019).

PENUTUP

Penelitian mendapatkan hasil empiris bahwa Intellectual capital yang terdiri dari Value added capital employed (VACA), Value added human capital (VAHU) dan structure capital value added (STVA) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai tambah ekonomi (Economic Value Added/EVA). Hasil uji parsial VACA dan VAHU berpengaruh signifikan positif terhadap EVA tetapi STVA tidak berpengaruh signifikan terhadap EVA.

Penelitian memberikan saran bagi manajemen perusahaan bahwa tata kelola modal sumber daya tenaga kerja, sumber daya modal investasi, dan sumber daya struktur modal sangat penting untuk meningkatkan kinerja perusahaan melalui nilai tambah secara ekonomi.

(10)

24 Penelitian juga memberikan saran bahwa pengembangan variabel modal intellectual sehingga dapat menghasilkan keilmuan baru berkaitan dengan manfaat modal sumber daya tenaga kerja, sumber daya modal investasi serta struktur modal perusahaan sehingga dapat mencapai peningkatan nilai tambah ekonomi.

DAFTAR PUSTAKA

Evangelia, T. A. (2006). Intellectual Capital and Business Performance in an Emerging Economy . Empirical Study of Greek Listed Companies. European Research Studies, XIII(3), 1–109.

Editya, Intan Dan Supriyadi. (2010). Pengaruh intellectual capital terhadap kinerja perusahaan :: Studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2005-2007. Tesis Universitas Gajah Mada.www.etd.repository.ugm.ac.id

Hashim, M. J., Osman, I., & Alhabshi, S. M. (2015). Effect of Intellectual Capital on Organizational Performance. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 211(September), 207–214. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.11.085

Kalkan, A., Bozkurt, Ö. Ç., & Arman, M. (2014). The Impacts of Intellectual Capital, Innovation and Organizational Strategy on Firm Performance. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 150, 700–707. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.09.025 Masri,I., Frisca, P.D., Bantasyam, S.(2018). The Role of Intellectual Capital To Economic

Value Added (Empirical Study On Manufacturing Companies Of Consumption Goods Sector). Jurnal ASET (Akuntansi Riset). Program Studi Ak untansi. Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia, 10(1).Retrieved from http://ejournal.upi.edu/index.php/aset/article/view/12741

Pangestu, A. D., & Wijaya, R. E. (2014). Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Market Value dan Kinerja Keuangan. Jurnal Akuntansi & Investasi, 15(2), 90–100.

Sadalia, I., & Lubis, A. N. (2015). Discriminant Analysis of Intellectual Capital Model of State University in Medan. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 211(September), 476–480. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.11.063

Sekaran, Uma. (2006). Metode Penelitian Untuk Bisnis. Jakarta : Salemba Empat.

Sipayung, Nikita Sauli. (2019). Analisis Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Economic Value Added dan Market Value Added Bank Umum Swasta Nasional Devisa di Indonesia.SkripsiUniversitasSumateraUtara.www.repositori.usu.ac.id/handle/1234567 89/14166

Ulum, I., Ghozali, I., & Chariri, A. (2008). Intellectual Capital Dan Kinerja Keuangan Perusahaan; Suatu Analisis Dengan Pendekatan Partial Least Squares. Jurnal Akuntansi & Investasi, 9(2), 1–31.

(11)

25 Wahyuni, S. (2012). Mengukur Kinerja “Intellectual Capital” Dengan Model iB-VAIC : Implementasi Resource Based Theory Pada Perbankan Syariah Di Indonesia. PROCEEDING, (The 3rd Call for Syariah Paper UMS), 99–114.

Widowati, E. H., & Pradono, N. S. H. (2017). Management Background, Intellectual Capital and Financial Performance of Indonesian Bank. Kinerja, 21(2), 172. https://doi.org/10.24002/kinerja.v21i2.1275

Chen, M. C., Cheng, S. J., & Hwang, Y. 2005. “An Empirical Investigation of The Relationship Between Intellectual Capital and Firms’ Market Value and Financial Performance”. Journal of Intellectual Capital, 6(2), 159-176.

Kuryanto, Benny dan M. Syafruddin. 2008. “Pengaruh Modal Intelektual terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan”. Proceeding SNA XI. Pontianak.

Referensi

Dokumen terkait

Kimia Jilid 2 Untuk Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Pembinaan SMK: Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan. Menengah

Berdsarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan kelas dengan judul : “Peningkatan Hasil Belajar

Metode intuitif ialah penyuntingan yang dilakukan dengan cara mengambil salah satu naskah yang paling baik isinya (Bani Sudardi, 2003:59). Apabila terdapat bacaan

Method references make up a new feature that goes hand in hand with lambda expressions. They let you select an existing method defined in a class and pass it around. For example,

Peraturan Mahkamah Agung Ho. 1 tahun 1965 tersebut berisikan alasan dan cara mengajukan permohonan peninjau­ an kembali putusan perkara perdata maupun perkara pidana yang

Koordinat titik kontrol pada ujung poligon yang sudah diketahui koordinat defenitifnya akan dihitung kembali dengan menggunakan koordinat awal, asimut awal pendekatan

Saat itu pa didin mengalami kemerosotan usaha yang ia lakoni selama bertahun-tahun hingga akhirnya pa didin berinisiatif untuk membeli sepeda motor vespa yang sudah usang

1) Material yang digunakan untuk produk herbarium adalah material dengan bahan resin. Bahan ini dipilih karena ketahanannya terhadap perubahan cuaca, mudah dibuat, dan mampu