• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

24 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian

Penelitian yang digunakan penulis adalah menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang yang dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki permasalahan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar. Penelitian tindakan kelas bertujuan memperbaiki kegiatan pembelajaran. Perbaikan dilakukan secara bertahap dan terus menerus selama kegiatan penelitian dilakukan. Oleh karena itu PTK menggunakan perlakuan yang berupa siklus. Dalam pelaksanaan penulis menggunakan 2 siklus. 3.1.2 Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 4 SD Negeri Sidorejo Kidul 03 Kecamatan Tingkir Kota Salatiga semester 1 Tahun ajaran 2016/2017, yang jumlah siswanya sebanyak 28 yang terdiri dari 18 siswa laki laki dan 10 siswa perempuan. Siswa 4 SD Negeri Sidorejo Kidul 03 Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Siswa kurang aktif dalam mengikuti mata pelajaran IPA karena pembelajaran IPA lebih sering dilakukan di dalam kelas dengan menggunakan metode ceramah dan jarang berinteraksi langsung dengan obyek yang sebenarnya dapat dihadirkan atau diamati secara langsung. Hal inilah yang menyebabkan siswa sulit memahami mengenai apa yang dipelajari karena siswa tidak dapat melihat secara langsung obyek yang dipelajari, sehingga hasil belajar IPA menjadi rendah, bahkan ada beberapa siswa yang nilainya masih dibawah dari KKM.

3.2 Variabel Penelitian

Variabel penelitian menurut Sugiyono (2010:38) adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu Variabel Bebas (X) dan Variabel Terikat (Y).

(2)

3.2.1 Variabel Bebas (X)

Variabel bebas (independen) menurut Sugiyono (2010:39) adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dalam penelitian ini, variabel bebasnya adalah model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) adalah suatu tipe dari pembelajaran kooperatif pendekatan struktural yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat dengan langkah-langkah pembelajaran adalah menyampaikan tujuan dan mempersiapkan pembelajaran dll kemudian mengkondisikan dan membagi kelompok secara heterogen selanjutnya presentasi kelas melakukan belajar dalam tim seterusnya tes individu kemudian memberikan skor pengembangan individu dan terakhir skor penghargaan tim. Dalam proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD), siswa didorong untuk bekerjasama pada suatu tugas bersama dan mereka harus mengkoordinasikan usahanya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Tujuannya adalah hasil belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari temannya, serta pengembangan keterampilan sosial

3.2.2 Variabel Terikat (Y)

Variabel terikat (dependen) menurut Sugiyono (2010:39) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variable bebas. Dalam penelitian ini, variabel terikatnya adalah hasil belajar IPA pada materi penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya siswa kelas 4 SDN Sidorejo Kidul 03 Kecamatan Tingkir Kota Salatiga.

3.3 Rencana Tindakan

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, yang mengacu pada model Kemmis & Mc Taggart dalam Arikunto (2006:98). Langkah-langkah penelitian tindakan yang ditempuh dalam setiap siklus mencakup 3 tahap, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, pengamatan/observasi, dan (3)

(3)

evaluasi-refleksi. Rincian prosedur tindakan dapat digambarkan pada bagan sebagai berikut:

Gambar 3.1 Alur Siklus Penelitian Tindakan Kelas (Sumber:Arikunto, 2006:98)

Berdasarkan skema diatas penelitian akan dilaksanakan melalui Siklus I dan Siklus II, sebelum dilaksanakan penelitian, menyusun suatu perencanaan mengenai apa yang akan dilaksanakan dan diperlukan dalam pelaksanaan pembelajaran.

3.4 Rencana Pelaksanaan Siklus 1

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dimana peneliti berkolaborasi dan bekerjasama dengan guru kelas 4 SDN Sidorejo Kidul 03 Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Ada dua siklus yang akan dilakukan dalam dalam penelitian ini:

A. Tahap Perencanaan

1. Menentukan dan merencanakan pembelajaran IPA dengan menyusun RPP 2. Menyiapkan bahan deskripsi dan tugas-tugas.

Perencanaan Siklus II Pengamatan Pengamatan Refleksi Pelaksanaan Refleksi Perencanaan Pelaksanaan

?

Siklus I

(4)

3. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD)

4. Menyiapkan instrument pengamatan dan dokumentasi. B. Tahap Tindakan dan Observasi

Siklus I Pertemuan I Kegiatan awal

a. Guru memberikan salam kepada siswa. b. Salah satu siswa memimpin doa. c. Guru mengabsen siswa.

d. Guru menanyakan kabar siswa

e. Guru menyiapkan beberapa bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran.

Kegiatan Inti

a. Guru memberi informasi tentang tujuan pembelajaran, rencana kegiatan, dan penilaian yang akan dilakukan hari ini.

b. Siswa mengamati gambar atau video tentang 3 jenis makanan hewan pada penggolongan hewan.

c. Siswa menyebutkan gambar apa saja yang ada di video.

d. Guru menyampaikan materi tentang jenis–jenis makanan hewan. e. Guru membagi siswa ke dalam kelompok secara acak. f. Siswa dibagi dalam kelompok yang beranggotakan 5 siswa. g. Guru membagikan materi tentang jenis makanan hewan.

h. Siswa berdiskusi di dalam kelompok untuk membahas tentang materi yang telah dipelajari.

i. Siswa memiliki tanggung jawab untuk setiap materi jenis-jenis makanan hewan yang sudah diperoleh dengan menjawab pertanyaan yang sudah diberikan.

j. Guru membimbing setiap kelompok dalam berdiskusi di dalam kelompok.

(5)

hasil diskusi di dalam kelompoknya.

l. Guru memantapkan materi dengan menerangkan lagi materi jenis–jenis makanan hewan berdasarkan jenis hewan.

m. Guru memberikan kuis tentang materi jenis–jenis makanan hewan. n. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki skor

tertinggi.

o. Siswa mengerjakan soal evaluasi siklus 1 pertemuan 1.

p. Guru memberikan penguatan materi dan memberikan jawaban yang benar.

Kegiatan akhir

a. Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama-sama dari pembelajaran hari ini.

b. Siswa mendengarkan informasi mengenai kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

c. Siswa melakukan refleksi di akhir pembelajaran. d. Siswa menempelkan gambar

e. Salah satu siswa memimpin doa penutup. f. Guru mengucapkan selamat siang. Siklus I pertemuan 2

Kegiatan awal

a. Guru memberikan salam kepada siswa.

b. Siswa mengulang kembali materi sebelumnya dalam kegiatan apersepsi.

Kegiatan Inti

a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

b. Siswa membuat kelompok yang terdiri dari 5 siswa yang dipilih secara acak.

c. Siswa mengamati video tentang penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya yang diputar di depan kelas.

d. Setiap kelompok memiliki satu ketua kelompok yang memiliki tugas untuk menjaga kelompok agar tetap tenang.

(6)

e. Guru menyampaikan materi tentang penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya.

f. Setiap kelompok mendapatkan tugas merangkum hal-hal yang penting yang ada di dalam video.

g. Kelompok yang dapat menyelesaikan rangkuman dengan tepat waktu akan mendapatkan bintang.

h. Setiap perwakilan kelompok maju ke depan untuk membacakan hasil rangkuman dari kelompoknya.

i. Siswa mengerjakan soal evaluasi siklus I. j. Siswa dan guru membahas soal bersama-sama.

k. Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang kompak di dalam kelompok.

Kegiatan Akhir

a. Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama-sama dari pembelajaran hari ini.

b. Siswa mendengarkan informasi mengenai kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

c. Siswa melakukan refleksi di akhir pembelajaran. d. Siswa menempelkan gambar bintang.

e. Salah satu siswa memimpin doa penutup. f. Guru mengucapkan selamat siang. Kegiatan Penutup

Pada kegiatan penutup siswa mengerjakan tes formatif 1 untuk mengukur hasil belajar siswa secara individual dalam tindakan pembelajaran siklus 1 yang sudah dilaksanakan. Siswa bersama guru melakukan refeksi pembelajaran yang sudah dilaksanakan agar tahu kelebihan dan kekurangan dalam pembelajaran. Sehingga peneliti dapat menentukan langkah-langkah tindakan selanjutnya. Kemudian peneliti pun memberikan penguatan kepada siswa dengan menyampaikan pesan penyemangat dan penegasan pesan moral untuk tekun, disiplin dan tanggung jawab dalam belajar.

(7)

Sementara pembelajaran berlangsung peneliti dan observer melakukan penilaian proses dan observasi aktivitas siswa. Pengamatan ini dapat terlaksana atas kerjasama antara peneliti , guru kelas, dan siswa kelas 4 SDN Sidorejo Kidul 03 Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Observer mengamati proses pembelajaran baik kepada siswa maupun guru dengan mengisi data observasi dan mencatat hal-hal penting yang ditemukan selama proses pembelajaran. Refleksi

Setelah dilakukan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) maka akan dilakukan refleksi atau evaluasi terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung, untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Dari kegiatan refleksi tersebut dapat diketahui hal-hal yang perlu diperbaiki guna persiapan pembelajaran pada siklus yang selanjutnya.

Siklus II pertemuan 1 Kegiatan awal

a. Guru memberikan salam kepada siswa.

b. Siswa mengulang kembali materi yang sudah dipelajari

c. Guru bertanya kepada siswa hewan apa saja yang ada di kebun binatang. d. Guru bertanya kepada siswa apa saja hewan yang ada di kebun binatang. Kegiatan Inti

a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan.

b. Siswa dibagi ke dalam 4 kelompok, yang masing-masing kelompok dipilih secara acak.

c. Guru memberikan materi tentang jenis-jenis hewan karnivora, herbivora, dan omnivora.

d. Setiap kelompok mendapatkan beberapa gambar hewan, yaitu gambar singa, kelinci, ikan, kucing, tikus, ular, ikan paus, sapi, burung, dan buaya. e. Siswa diminta mengelompokkan hewan berdasarkan jenis makanannya,

pengelompokan dilakukan di dalam kelompok.

(8)

 Jelaskan pengertian tentang herbivora, karnivora dan omnivora?

 Hewan apa saja yang termasuk herbivora, karnivora atau Perwakilan setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil pengelompokannya.

g. Setiap siswa di dalam kelompok mengerjakan LKS.

h. Siswa dan guru membahas latihan yang sudah dikerjakan secara bersama-sama.

i. Setiap kelompok yang dapat mengerjakan tepat waktu akan mendapatkan bintang.

Kegiatan Akhir

a. Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama-sama dari pembelajaran hari ini.

b. Siswa mendengarkan informasi mengenai kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

c. Siswa melakukan refleksi di akhir pembelajaran. d. Siswa menempelkan gambar.

e. Salah satu siswa memimpin doa penutup. f. Guru mengucapkan selamat siang. Siklus II pertemuan 2

Kegiatan Awal

a. Guru memberikan salam pembuka kepada siswa b. Salah satu siswa memimpin doa

c. Siswa dan guru membuat aturan bersama, yaitu:

 Belajar dengan tenang.

 Jika ingin bertanya, harus mengangkat tangan. Kegiatan Inti

a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan.

b. Siswa dibagi ke dalam 4 kelompok, yang masing-masing kelompok dipilih secara acak.

(9)

c. Siswa membuat kelompok yang terdiri dari 4 siswa yang dipilih secara acak.

d. Siswa mengamati video tentang hewan karnivora, herbivora, dan omnivora yang diputar di depan kelas.

e. Siswa mendengarkan penjelasan/catatan penting dari guru tentang ciri-ciri hewan karnivora, herbivora, dan omnivora.

f. Siswa di dalam kelompok berdiskusi dan mencatat hal yang penting yang ada di dalam video.

g. Siswa dan guru bersama-sama membahas hasil pekerjaan siswa.

h. Setiap kelompok memiliki satu ketua kelompok yang memiliki tugas untuk menjaga kelompok agar tetap tenang.

i. Guru melakukan tanya jawab tentang materi tentang ciri-ciri dan perbedaan hewan karnivora, herbivora, dan omnivora untuk mengulang pemahaman siswa.

j. Siswa mengerjakan soal evaluasi siklus II.

k. Siswa dan guru membahas soal yang telah dikerjakan siswa secara bersama-sama.

l. Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang mendapatkan nilai yang baik.

Kegiatan Akhir

a. Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama-sama dari pembelajaran hari ini.

b. Siswa mendengarkan informasi mengenai kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

c. Siswa melakukan refleksi di akhir pembelajaran. d. Siswa menempelkan gambar bintang.

e. Siswa diperbolehkan beristirahat. Kegiatan Penutup

Pada kegiatan penutup siswa mengerjakan tes formatif 2 untuk mengukur hasil belajar siswa secara individual dalam tindakan pembelajaran siklus II yang sudah dilaksanakan. Siswa bersama guru melakukan refeksi pembelajaran

(10)

yang sudah dilaksanakan agar tahu kelebihan dan kekurangan dalam pembelajaran. Sehingga peneliti dapat menentukan langkah-langkah tindakan selanjutnya. Kemudian peneliti pun memberikan penguatan kepada siswa dengan menyampaikan pesan penyemangat dan penegasan pesan moral untuk tekun, disiplin dan tanggung jawab dalam belajar.

Sementara pembelajaran berlangsung peneliti dan observer melakukan penilaian proses dan observasi aktivitas siswa. Pengamatan ini dapat terlaksana atas kerjasama antara peneliti , guru kelas, dan siswa kelas 4 SDN Sidorejo Lor Kidul 03. Observer mengamati proses pembelajaran baik kepada siswa maupun guru dengan mengisi data observasi dan mencatat hal-hal penting yang ditemukan selama proses pembelajaran.

Refleksi

1. Melakukan evaluasi terhadap tindakan pada siklus 2 berdasarkan data/hasil observasi yang terkumpul

2. Membahas hasil evaluasi tentang skenario pembelajaran pada siklus 2. 3. Evaluasi tindakan siklus 2.

3.5 Jenis Data, Teknik Pengumpulan Data, dan Instrumen Penilaian

a. Jenis Data

Jenis data yang akan diambil adalah data hasil belajar dan data proses pembelajaran.

b. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui:

- Data hasil belajar di ambil meliputi penilaian proses pembelajaran dan tes formatif pada akhir siklus.

- Data tentang proses pembelajaran diambil pada saat dilaksanakannya tindakan dengan menggunakan lembar pengamatan.

c. Instrumen Penelitian

Adapun instrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah:

(11)

1. Tes.

Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data utama dalam penelitian ini adalah tes formatif hasil belajar dalam bentuk tes pilihan ganda. Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar IPA siswa kelas 4 pokok bahasan penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya .Kisi-kisi instrumen tes disajikan pada tabel berikut ini.

Tabel 3. 1

Kisi-Kisi Instrumen Tes Siklus I

Tabel 3. 2

Kisi-Kisi Instrumen Tes Siklus II Standar

Kompetensi Kompotensi Dasar Indikator Item Tes 3. Memahami Hewan dan Jenis Makanannya 3.1 Mendeskripsikan sumber-sumber makanan 1. Menjelaskan sumber makanan dari tumbuhan

1, 2, 16, 19 2. Menjelaskan sumber

makanan dari hewan

3, 4, 5 3. Menyebutkan

contoh-contoh hewan berdasarkan makananya

6, 7, 17, 8, 20

4. Menjelaskan contoh-contoh hewan berdasarkan makananya

9, 18, 10, 11

5. Membedakan hewan-hewan berdasarkan jenis makanannya

12, 13, 14, 15

Standar Kompetensi

Kompotensi

Dasar Indikator Item Tes

3. Memahami Hewan dan Jenis Makanannya 3.2 Mendeskripsikan penggolongan hewan berdasarkan makanannya 1. Menjelaskan hewan pemakan tumbuhan (Herbivora) 1, 2, 16, 19,3, 4, 2. Menjelaskan hewan pemakan daging (Karnivora) 5,6, 7, 17, 8, 20 3. Menjelaskan hewan

pemakan daging dan tumbuhan (Omnivora)

9, 18, 10, 11,12, 13, 14, 15

(12)

2. Non tes

Penelitian ini menggunakan penilaian proses pembelajaran yaitu penilaian yang dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung. instrumen penilaiannya menggunakan lembar observasi yang meliputi lembar observasi kegiatan guru dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dan lembar observasi kegiatan siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) yang terlampir di RPP.

3.6 Validitas dan Reliabilitas

Dalam sub bab validitas dan reliabilitas akan disajikan pengertian, rumus validitas instrumen dan hasil validitas instrumen Siklus I dan Siklus II. Selain uji validitas akan disajikan pula pengertian, rumus uji reliabilitas dan hasil reliabilitas instrumen Siklus I dan instrumen Siklus II.

a. Validitas Instrumen

Uji validitas dan reliabilitas instrumen dilaksanakan di kelas 5 SDN Sidorejo Lor Kidul 03. Instrumen Siklus I yang dilaksanakan pada tanggal 9 September 2016 dan instrumen Siklus II dilaksanakan pada tanggal 9 September 2016. Tujuan dari pelaksanaan uji coba instrumen adalah mengetahui kelayakan butir soal yang nantinya akan dipergunakan untuk pengukuran variabel penelitian. Priyatno (2009:97) mengemukakan bahwa instrumen dikatakan valid artinya instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Pengambilan keputusan pada uji validitas biasanya dilakukan dengan membandingkan correted item to total correlation dengan batasan r tabel dengan signifikansi 0,05 dengan uji 2 sisi.

Uji validitas dalam penelitian ini dilaksanakan dengan jumlah responden 35 siswa dan jumlah soal 30 butir soal. Untuk batasan r tabel maka dengan N= 35 maka didapat r tabel sebesar 0,324. Artinya jika nilai korelasi lebih dari batasan yang ditentukan maka item dianggap valid, sedangkan jika kurang dari batasan yang ditentukan maka item dianggap tidak valid. Uji validitas menggunakan alat

(13)

analisis SPSS 17 for windows. Untuk mengetahui tingkat validitas instrumen dapat dilihat angka pada Corrected Item-Total Correlation yang merupakan korelasi antar skor item dengan skor total

Tabel 3.3

Koefisien Validitas Instrumen

Koefisien Kualifikasi 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 Negatif – 0,20 Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah

Berdasarkan hasil pengujian validitas dari soal siklus 1 dan 2, maka dapat dilihat hasil uji validitas butir soal tersaji pada Tabel berikut:

Tabel 3.4

Hasil Validasi Butir Soal Evaluasi Siklus I

Valid Tidak Valid

1, 2, 3, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 20, 22, 23, 24,

25, 26, 27, 29, 30

4, 6, 19, 21, 28

25 5

Berdasarkan Tabel 3:6 dari 30 butir soal yang diujikan, sebanyak 25 soal yang valid dan ada 5 soal yang tidak valid. Dengan demikian instrument tersebut dapat digunakan sebagai instrument evaluasi Siklus I dalam penelitian yang akan dilakukan tetapi harus dilakukan uji taraf kesukaran untuk memilih 20 soal yang akan digunakan.

(14)

Tabel 3.5

Hasil Validasi Butir Soal Evaluasi Siklus 2

Berdasarkan Tabel 3:7 dari 30 butir soal yang diujikan, sebanyak 26 soal yang valid dan ada 4 soal yang tidak valid. Dengan demikian instrument tersebut dapat digunakan sebagai instrument evaluasi Siklus II dalam penelitian yang akan dilakukan tetapi harus dilakukan uji taraf kesukaran untuk memilih 20 soal yang akan digunakan.

b. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah ketepatan atau ketelitian suatu alat ukur. Kata reliabel sering disebut dengan nama lain, misalnya terpercaya, terandalkan, ajeg, stabil, konsisten, dan lain sebagainya (Sugiyono, 2010: 68). Untuk menghitung tingkat reliabilitas tes hasil belajar, dalam penelitian ini digunakan rumus dari relibalitas alpha cronbach. Untuk menghitung reliabilitas, digunakan alat bantu statistik 17.0 for windows. Menurut Azwar (2007:44), reliabilitas mengacu pada konsistensi atau kepercayaan hasil ukur yang mengandung makna kecermatan pengukuran. Reliabilitas dinyatakan dengan koefisien reliabilitas yang angkanya berada dalam rentang 0 hingga 1,00. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati 1,00, maka semakin tinggi reliabilitasnya (Azwar, 2007: 44). Kaidah untuk menentukan tingkat reliabilitas menurut Gulford & Frucker (dalam Azwar,2007: 44) sebagai berikut :

Valid Tidak Valid

1, 2, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 17, 18, 19 ,20, 21, 22, 23, 24,

25, 26, 27, 29,

3, 16, 28, 30

(15)

Tabel 3.6

Kategori Reliabilitas Data

Nilai Reliabilitas 0,90 ≤……. Sangat Reliabel 0,71 – 0,89 Reliabel 0,41 – 0,70 Cukup Reliabel 0,21 – 0,40 Kurang Reliabel …..≤ 0,20 Tidak Reliabel

Instrumen dapat dikatakan reliabel apabila nilai alpha ≥ 0,41. reliabilitas suatu instrumen dapat dihitung menggunakan bantuan Software SPSS 17.0 yaitu dengan cara Analyze – Scale – Reliability Analysis atau kemudian untuk melihat hasilnya apakah instrument reliabel atau tidak, dapat dilihat pada output hasil penghitungan, apabila nilai alpha () kurang dari < 0.41 maka instrumen tersebut tidak reliabel.

Berdasarkan hasil pengujian reliabilitas diketahui bahwa koefisien nilai alpha siklus I adalah 0,928 sedangkan untuk siklus 2 nilai alpha 0,939. Berdasarkan patokan pada tabel kategori reliabilitas di atas, maka diketahui bahwa reliabilitas instrumen penelitian siklus I dan II berada pada kategori sangat reliabel.Hasil pengujiannya disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 3.7

Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Siklus I Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

(16)

Berdasarkan kriteria reliabilitas diatas , maka instrument soal pada siklus 1, masuk dalam kategori sangat reliable, dengan nilai alpha 0,928

Tabel 3.8

Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Siklus II

Berdasarkan kriteria reliabilitas diatas , maka instrument soal pada Pra siklus II, masuk dalam kategori sangat reliable, dengan nilai alpha 0,939

c. Uji Tingkat Kesukaran Soal

Analisis tingkat kesukaran dimaksudkan untuk mengetahui apakah soal tersebut tergolong mudah atau sukar. Tingkat kesukaran adalah bilangan yang menunjukkan sukar atau mudahnya sesuatu soal. Menurut Nana Sudjana (2013: 135-137), menganalisis tingkat kesukaran soal artinya mengkaji soal-soal tes dari segi kesulitannya sehingga di peroleh soal-soal mana yang termasuk mudah, sedang, dan sukar. Rumus mencari taraf atau indeks kesukaran adalah :

I Keterangan:

I= indeks kesukaran

B = banyaknya siswa yang menjawab soal dengan benar N = jumlah seluruh siswa peserta tes

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

(17)

Tabel 3.9

Interpretasi Tingkat Kesukaran Soal

Rentang Nilai Kriteria

0,00 – 0,30 Sukar

0,30 – 0,70 Sedang

0,70 – 1,00 Mudah

3.7 Indikator Kinerja

Tolak ukur keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas ini dapat dilihat dalam hal-hal sebagai berikut. Pada penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil bila 90% siswa berhasil memperoleh hasil belajar > 70, yakni skor Standar Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan dalam penelitian ini. 3.8 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data menggunakan analisis uji ketuntasan dan analisis deskriptif komparatif. Analisis uji ketuntasan adalah analisis membandingkan skor yang diperoleh dengan KKM. Analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan nilai tes sebelum perbaikan dengan nilai tes antar siklus. Data kuantitatif yaitu berbentuk angka-angka dan deskriptif kualitatif yaitu berupa kata-kata atau penjelasan. Kemudian hasilnya dianalisis dengan deskriptif komparatif, yaitu membandingkan nilai sebelum tindakan, Siklus I dan nilai Siklus II. Kemudian membuat kesimpulan berdasarkan hasil deskripsi data.

Gambar

Gambar 3.1 Alur Siklus Penelitian Tindakan Kelas  (Sumber:Arikunto, 2006:98)

Referensi

Dokumen terkait

Tanggal Pembayaran atas Pembelian Saham Publik 30 Juni 2012 Tanggal Efektif Penggabungan Usaha 01 Juli 2012 Tanggal Awal Perdagangan Saham Hasil Penggabungan di Bursa 01 Juli

Apabila memperhatikan Core bussines (M. Bryson, 1995 : 87) dalam kaitannya dengan kewenangan akademik sekolahdan penyelenggaraan pendidikan di Sekolah, maka, tujuan

Pada makalah ini akan dipaparkan mengenai pengembangan digital library yang ditujukan untuk perpustakaan Smk Yasmida Ambarawa .Teknologi dan komunikasi tak

Sehubungan dengan telah dilakukannya evaluasi dokumen penawaran paket pekerjaan Peningkatan Jalan Dengan Konstruksi HRS-Base dalam kawasan Perumahan RSS Oesapa dan

 Proses production (produksi) multimedia diilustrasikan secara sekuensial dan benar mulai content creation sampai dengan build beta version..  Proses produksi

Nilai daya dukung dan penurunan berdasarkan program Metode Elemen Hingga sebesar 285,46 ton dan 11,42 mm nilai ini tidak jauh berbeda dengan secara analitis.. Kata Kunci :

NEWS READER : DEKRANAS ADAKAN PAMERAN KREASI JOGJA UNTUK INDONESIA. PAMERAN PRODUK KERAJINAN / SELAMA INI TETAP MENJADI ANDALAN PERAJIN UNTUK MENJUAL HASIL

dilakukan adalah yang pertama skripsi dari Nur Apiyah memfokuskan penelitian pada gaya hidup konsumtif yang dilakukan oleh informan dan memfokuskan dalam