• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Pengolahan Air Limbah Industri Pulp and Paper

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah Pengolahan Air Limbah Industri Pulp and Paper"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang 1.1 Latar belakang

Perkembangan industri saat ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan Perkembangan industri saat ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat saja, namun juga dapat menimbulkan eksternalitas negatif. Hal ini masyarakat saja, namun juga dapat menimbulkan eksternalitas negatif. Hal ini disebabkan karena selain menghasilkan produk sebagai hasil akhir proses disebabkan karena selain menghasilkan produk sebagai hasil akhir proses  produksi,

 produksi, kegiatan kegiatan juga juga menghasilkan menghasilkan limbah limbah sebagai sebagai sisa sisa proses proses produksi.produksi. Limbah industri akan berdampak negative bagi lingkungan jika tidak diolah Limbah industri akan berdampak negative bagi lingkungan jika tidak diolah dengan tepat karena akan menimbulkan pencemaran lingkungan yang melewati dengan tepat karena akan menimbulkan pencemaran lingkungan yang melewati daya dukung lingkungan dapat menurunkan kualitas lingkungan dan selanjutnya daya dukung lingkungan dapat menurunkan kualitas lingkungan dan selanjutnya dapat membahayakan kehidupan dan kesehatan mahluk hidup. Industri pulp dan dapat membahayakan kehidupan dan kesehatan mahluk hidup. Industri pulp dan kertas adalah salah satu jenis industri di Indonesia yang berkembang baik secara kertas adalah salah satu jenis industri di Indonesia yang berkembang baik secara kualitas maupun kuantitas untuk memenuhi kebutuhan kertas dalam negeri dan kualitas maupun kuantitas untuk memenuhi kebutuhan kertas dalam negeri dan kebutuhan ekspor. Industri pulp dan kertas adalah industri yang menghasilkan kebutuhan ekspor. Industri pulp dan kertas adalah industri yang menghasilkan  bubur

 bubur kertas kertas (pulp) (pulp) dan dan kertas kertas yang yang menggunakan menggunakan kayu kayu sebagai sebagai bahan bahan utamautama  proses produksi.

 proses produksi. Sebagai bahan Sebagai bahan penunjang dalam proses penunjang dalam proses produksi juga digunakanproduksi juga digunakan senyawa kimia sebagai pelarut ataupun pemutih seperti H2SO3. Larutan H2SO3 senyawa kimia sebagai pelarut ataupun pemutih seperti H2SO3. Larutan H2SO3 digunakan dalam proses pembentukan bubur kertas dari kayu lapis (Vesilind dan digunakan dalam proses pembentukan bubur kertas dari kayu lapis (Vesilind dan Peirce 1994).

Peirce 1994).

Limbah Industri pulp dan kertas terdiri dari tiga fase yaitu fase cair, padat Limbah Industri pulp dan kertas terdiri dari tiga fase yaitu fase cair, padat dan gas. Limbah cair adalah air limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan dan gas. Limbah cair adalah air limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan  pulp

 pulp dan dan kertas kertas yang yang menggunakan menggunakan air air sebagai sebagai pelarut pelarut bahan bahan kimia kimia atau atau untukuntuk  proses

 proses pencucian. pencucian. Sementara Sementara limbah limbah padat padat berasal berasal dari dari sisa sisa atau atau residuresidu  pengolahan

 pengolahan limbah limbah cair cair serta serta sisa sisa kayu kayu (chips) (chips) dari dari proses proses pengolahan pengolahan kayu.kayu. Limbah gas berupa fly ash dihasilkan pada proses boiler. Setiap fase limbah Limbah gas berupa fly ash dihasilkan pada proses boiler. Setiap fase limbah tersebut diolah diminimalisasi konsentrasinya dengan berbagai metode tersebut diolah diminimalisasi konsentrasinya dengan berbagai metode  pengolahan

 pengolahan limbah. limbah. Banyaknya Banyaknya kebutuhan kebutuhan air air dalam dalam proses, proses, maka maka industri industri iniini akan menghasilkan limbah cair yang cukup besar pula. Limbah cair yang akan menghasilkan limbah cair yang cukup besar pula. Limbah cair yang dikeluarkan dari industri pulp dan kertas akan mengandung kontaminasi dari dikeluarkan dari industri pulp dan kertas akan mengandung kontaminasi dari  bahan

(2)

dalam proses produksi. Dalam menjalankan proses produksinya perusahaan ini dalam proses produksi. Dalam menjalankan proses produksinya perusahaan ini menghasilkan limbah dengan kadar pencemaran yang masih diatas ambang batas menghasilkan limbah dengan kadar pencemaran yang masih diatas ambang batas  buangan

 buangan limbah limbah industri industri pulp pulp dan dan kertas. kertas. Pencemaran Pencemaran air air oleh oleh industri industri pulp pulp dandan kertas dapat merugikan di bidang ekonomi dan sosial, seperti adanya bahan-bahan kertas dapat merugikan di bidang ekonomi dan sosial, seperti adanya bahan-bahan  pengotor

 pengotor pada pada perairan, perairan, sehingga sehingga menyebabkan menyebabkan perairan perairan tersebut tersebut tidak tidak dapatdapat dimanfaatkan untuk perikanan, tempat rekreasi maupun untuk pemanfaatan yang dimanfaatkan untuk perikanan, tempat rekreasi maupun untuk pemanfaatan yang lain. Di samping itu juga dapat menghilangkan atau menurunkan sumber-sumber lain. Di samping itu juga dapat menghilangkan atau menurunkan sumber-sumber kehidupan seperti pada nelayan dan sanitasi lingkungan khusus di badan air. kehidupan seperti pada nelayan dan sanitasi lingkungan khusus di badan air. Bahan pencemar yang terdapat dalam limbah cair pulp dan kertas adalah sisa Bahan pencemar yang terdapat dalam limbah cair pulp dan kertas adalah sisa  bahan

 bahan kimia kimia yang dipakai yang dipakai pada pada proses proses pulping. pulping. Pulp Pulp yang dihasilyang dihasilkan kan dari dari prosesproses semacam ini hanya 40% dari total berat masa kayu, sedangkan sekitar 60 % semacam ini hanya 40% dari total berat masa kayu, sedangkan sekitar 60 % dikeluarkan sebagai limbah bahan organik terlarut atau air limbah (Fiedler et al. dikeluarkan sebagai limbah bahan organik terlarut atau air limbah (Fiedler et al. 1990). Beberapa bahan kimia yang digunakan pada proses pulp adalah NaCl, 1990). Beberapa bahan kimia yang digunakan pada proses pulp adalah NaCl,  Na2SO4,

 Na2SO4, Na2CO3, Na2CO3, Na2S, Na2S, Sulfur, Sulfur, NaOH NaOH dan dan CaCO3. CaCO3. Banyaknya Banyaknya bahan bahan kimiakimia yang digunakan pada saat proses pulp sehingga banyak pula sisa bahan kimia yang digunakan pada saat proses pulp sehingga banyak pula sisa bahan kimia yang terdapat dalam limbah cairnya. Bila limbah cair tersebut langsung dibuang yang terdapat dalam limbah cairnya. Bila limbah cair tersebut langsung dibuang kebadan air, tentu merusak ekosistem yang ada di badan tersebut. Dengan kebadan air, tentu merusak ekosistem yang ada di badan tersebut. Dengan demikian perlu teknologi tepat guna untuk mengurangi bahan pencemar dari demikian perlu teknologi tepat guna untuk mengurangi bahan pencemar dari industri pulp dan kertas.

(3)

BAB II BAB II PEMBAHASAN PEMBAHASAN

2.1 Bahan

2.1 Bahan Pencemar LingkunganPencemar Lingkungan

Pencemaran adalah peristiwa adanya penambahan bermacam-macam Pencemaran adalah peristiwa adanya penambahan bermacam-macam  bahan

 bahan sebagai sebagai hasil hasil dari dari aktivitas aktivitas manusia manusia ke ke dalam dalam lingkungan lingkungan yang yang biasanyabiasanya memberikan pengaruh berbahaya terhadap lingkungan (saeni M,S, 1989). memberikan pengaruh berbahaya terhadap lingkungan (saeni M,S, 1989). Menurut Odum (1971), pencemaran adalah perubahan-perubahan sifat fisik, kimia Menurut Odum (1971), pencemaran adalah perubahan-perubahan sifat fisik, kimia dan biologi yang tidak dikehendaki pada udara, tanah dan air. Perubahan tersebut dan biologi yang tidak dikehendaki pada udara, tanah dan air. Perubahan tersebut dapat menimbulkan bahaya bagi kehidupan manusia atau spesies-spesies yang dapat menimbulkan bahaya bagi kehidupan manusia atau spesies-spesies yang  berguna, proses-proses industri, tempat tinggal dan peninggalan bud

 berguna, proses-proses industri, tempat tinggal dan peninggalan budaya atau dapataya atau dapat merusak sumber bahan mentah meliputi pencemaran kimiawi yang dapat berupa merusak sumber bahan mentah meliputi pencemaran kimiawi yang dapat berupa  bahanbahan

 bahanbahan organic, organic, mineral, mineral, zat-zat zat-zat beracun, beracun, pencemaran pencemaran biologis biologis yang yang dapatdapat disebabkan oleh berkembang biaknya organisme makro yang berbahaya atau disebabkan oleh berkembang biaknya organisme makro yang berbahaya atau gabungan dari kedua bahan pencemaran tersebut.Sedangkan yang disebut zat gabungan dari kedua bahan pencemaran tersebut.Sedangkan yang disebut zat  pencemaran

 pencemaran adalah adalah zat zat yang yang mempunyai mempunyai pengaruh pengaruh penurunan penurunan nilai nilai lingkungan.lingkungan. Kontaminasi tidak digolongkan zat sebagai pencemar bila tidak menimbulkan Kontaminasi tidak digolongkan zat sebagai pencemar bila tidak menimbulkan  penurunan kualitas lingkung

 penurunan kualitas lingkungan (saeni M.S 1989)an (saeni M.S 1989) 2.2 Industri Pulp dan Kertas

2.2 Industri Pulp dan Kertas

Secara garis besar sumber pencemaran yang dihasilkan oleh industri pulp Secara garis besar sumber pencemaran yang dihasilkan oleh industri pulp dan kertas ini dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu dari proses pembuatan dan kertas ini dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu dari proses pembuatan kertas. Sedang proses pembuatan pulp dan proses pembuatan kertas tersebut kertas. Sedang proses pembuatan pulp dan proses pembuatan kertas tersebut adalah sebagai berikut :

adalah sebagai berikut : 1. Proses Pembuatan Pulp. 1. Proses Pembuatan Pulp.

Bahan baku pembuatan pulp adalah kayu, sedangakan kertas bekas hanya Bahan baku pembuatan pulp adalah kayu, sedangakan kertas bekas hanya dikenakan proses penghancuran saja bersama air dengan menggunakan pengaduk dikenakan proses penghancuran saja bersama air dengan menggunakan pengaduk yang dilengkapi dengan pisau. Pada pembuatan pulp, kayu dengan panjang kurang yang dilengkapi dengan pisau. Pada pembuatan pulp, kayu dengan panjang kurang lebih 1,5-2,0m ditumpuk pada tempat penampungan kayu selama sekitar 30 hari lebih 1,5-2,0m ditumpuk pada tempat penampungan kayu selama sekitar 30 hari untuk proses pengeringan dan oksidasi getah kayu secara alami. Selanjutnya kayu untuk proses pengeringan dan oksidasi getah kayu secara alami. Selanjutnya kayu dibawa ke unit pembuatan serpihan kayu (chip) yang dilakukan secara mekanik, dibawa ke unit pembuatan serpihan kayu (chip) yang dilakukan secara mekanik,

(4)

kemudian dibawa ke unit pulping. Secara garis besar proses pembuatan pulp kemudian dibawa ke unit pulping. Secara garis besar proses pembuatan pulp adalah sebagai berikut:

adalah sebagai berikut: a.

a. Persiapan bahan baku yang meliputi pengulitan, penyerpihan dan penimbunan.Persiapan bahan baku yang meliputi pengulitan, penyerpihan dan penimbunan.  b.

 b. Pembuatan pulp yang dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pemasakan,Pembuatan pulp yang dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pemasakan,  penyaringan, pencucian, pemutihan (jika d

 penyaringan, pencucian, pemutihan (jika diperlukan) dan pembersihan.iperlukan) dan pembersihan. c.

c. Pemulihan bahan kimia.Pemulihan bahan kimia. d.

d. Pembuatan lembaran pulp dimesin pengering (jika pulp akan dibawa keluarPembuatan lembaran pulp dimesin pengering (jika pulp akan dibawa keluar dari pabrik)

dari pabrik)

2. Proses pembuatan kertas 2. Proses pembuatan kertas

Proses pembuatan kertas secara garis besar terdiri dari: Proses pembuatan kertas secara garis besar terdiri dari: a.

a. Persiapan bahan baku. Tahap ini hanya dilakukan pada pabrik kertas yang tidakPersiapan bahan baku. Tahap ini hanya dilakukan pada pabrik kertas yang tidak memproduksi pulp sendiri yang meliputi tahapan pembuburan lembaran pulp, memproduksi pulp sendiri yang meliputi tahapan pembuburan lembaran pulp,  b.

 b.  pembersihan dan  pembersihan dan penghalusan pulp, penghalusan pulp, pelarutan pelarutan bahan bahan serta serta pencampuran bahanpencampuran bahan ambahan pembantu proses.

ambahan pembantu proses. c.

c. Pembentukan lembaran kertas dimesin kertas.Pembentukan lembaran kertas dimesin kertas. d.

d. Pengeringan kertas.Pengeringan kertas.

2.2.1 Proses Produksi Pulp dan

2.2.1 Proses Produksi Pulp dan KertasKertas

Proses pembuatan kertas dapat dibagi menjadi tiga tahap utama yaitu Proses pembuatan kertas dapat dibagi menjadi tiga tahap utama yaitu  pembuatan

 pembuatan pulp pulp (pulping), (pulping), persiapan persiapan stok stok dan dan pembuatan pembuatan kertas. kertas. Proses Proses PulpingPulping diawali dengan pemotongan kayu gelondongan menjadi potongan kayu kecil atau diawali dengan pemotongan kayu gelondongan menjadi potongan kayu kecil atau chip pada mesin pemotong (chipper). Selanjutnya chip atau potongan kayu chip pada mesin pemotong (chipper). Selanjutnya chip atau potongan kayu tersebut dimasak (digesting) pada boiler. Proses digesting adalah proses tersebut dimasak (digesting) pada boiler. Proses digesting adalah proses  penghancuran

 penghancuran chips chips dengan dengan mengunakan mengunakan panas panas yang yang dikontrol dikontrol pada pada temperaturtemperatur tertentu. Pada proses ini dihasilkan polutan berupa fly ash atau partikel debu. tertentu. Pada proses ini dihasilkan polutan berupa fly ash atau partikel debu. Proses pemasakan ini dilakukan secara kontinu agar dihasilkan kualitas pulp yang Proses pemasakan ini dilakukan secara kontinu agar dihasilkan kualitas pulp yang lebih baik dan seragam (

lebih baik dan seragam (Lesmono2005).Lesmono2005).

Pada proses pulping secara kimia dengan basa, proses kraft, menggunakan Pada proses pulping secara kimia dengan basa, proses kraft, menggunakan natrium hidroksida dan natrium sulfit untuk memecahkan ikatan serat selulosa natrium hidroksida dan natrium sulfit untuk memecahkan ikatan serat selulosa dengan senyawa organik lainnya dengan pemanasan 150 - 200°C. Pulp yang dengan senyawa organik lainnya dengan pemanasan 150 - 200°C. Pulp yang dihasilkan dari proses semacam ini hanya 40% dari total berat masa kayu. dihasilkan dari proses semacam ini hanya 40% dari total berat masa kayu.

(5)

Sedangkan sekitar 60% dikeluarkan sebagai limbah bahan organik terlarut atau air Sedangkan sekitar 60% dikeluarkan sebagai limbah bahan organik terlarut atau air limbah (Fielder et al. 1990). Beberapa jenis bahan kimia yang digunakan pada limbah (Fielder et al. 1990). Beberapa jenis bahan kimia yang digunakan pada  proses

 proses pulping pulping PT. PT. Indah Indah Kiat Kiat Pulp Pulp dan dan Kertas Kertas Karawang, Karawang, Riau Riau berikut berikut adalahadalah  penggunaan bahan

 penggunaan bahan kimia kimia per-ton per-ton pulp: pulp: NaCl NaCl sebanyak sebanyak 77.055 kg, 77.055 kg, Na2SO4; Na2SO4; 9.839.83 kg, Na2CO3, 0.286 kg, Na2S; 0.003 kg, sulfur; 1.682 kg, NaOH; 7.476 kg dan kg, Na2CO3, 0.286 kg, Na2S; 0.003 kg, sulfur; 1.682 kg, NaOH; 7.476 kg dan CaCO3; 59.192 kg. Persiapan stok adalah proses penghubung antara proses CaCO3; 59.192 kg. Persiapan stok adalah proses penghubung antara proses  pembuatan

 pembuatan pulp pulp dan dan proses proses pembuatan pembuatan kertas. kertas. Pulp Pulp serat serat pendek pendek disaringdisaring kemudian dibersihkan dan dihaluskan. Sementara pulp serat panjang hanya kemudian dibersihkan dan dihaluskan. Sementara pulp serat panjang hanya dihaluskan saja. Selanjutnya kedua jenis pulp tersebut dicampur pada wadah dihaluskan saja. Selanjutnya kedua jenis pulp tersebut dicampur pada wadah  pencampur.

 pencampur. Kemudian Kemudian dibersihkan dibersihkan dengan dengan menggunakan menggunakan bahan bahan kimia kimia sepertiseperti anti-foam dan anti septik. Setelah proses pembersihan selesai dilanjutkan dengan anti-foam dan anti septik. Setelah proses pembersihan selesai dilanjutkan dengan  proses

 proses penyaringan penyaringan setelah setelah itu itu stok stok siap siap diproses diproses menjadi menjadi kertas. kertas. SebelumSebelum dimasukkan ke dalam mesin kertas, pulp dilarutkan ke dalam air sehingga dimasukkan ke dalam mesin kertas, pulp dilarutkan ke dalam air sehingga membentuk larutan kental (slurry) agar dapat dipompa menuju mesin kertas. Hasil membentuk larutan kental (slurry) agar dapat dipompa menuju mesin kertas. Hasil olahan dari mesin kertas adalah kertas dalam bentuk lembaran. Pada proses olahan dari mesin kertas adalah kertas dalam bentuk lembaran. Pada proses  berikutnya, lembaran

 berikutnya, lembaran kertas kertas akan melakan melalui alui mesin mesin press press dan unit dan unit pengering denganpengering dengan menggunakan uap. Selanjutnya kertas akan digulung pada mesin calender menggunakan uap. Selanjutnya kertas akan digulung pada mesin calender sehingga menghasilkan gulungan kertas. Setelah itu kertas dapat diolah sesuai sehingga menghasilkan gulungan kertas. Setelah itu kertas dapat diolah sesuai dengan kebutuhannya.

dengan kebutuhannya.

2.2.2 Limbah Pulp dan Kertas 2.2.2 Limbah Pulp dan Kertas

Secara umum dapat dikatankan bahwa bahan mentah dalam industri pulp Secara umum dapat dikatankan bahwa bahan mentah dalam industri pulp dan kertas, akan diolah hingga menjadi

dan kertas, akan diolah hingga menjadi produk yang diinginkan dan menghasilkanproduk yang diinginkan dan menghasilkan  bahan

 bahan residu residu atau atau sisa sisa dari dari proses proses produksi, produksi, yang yang selanjutnya selanjutnya disebut disebut limbahlimbah industri pulp dan kertas. Limbah industri pulp dan kertas terdiri dari t

industri pulp dan kertas. Limbah industri pulp dan kertas terdiri dari t iga fase yaituiga fase yaitu limbah padat, cair dan partikel debu (fly ash). Ketiga jenis limbah tersebut harus limbah padat, cair dan partikel debu (fly ash). Ketiga jenis limbah tersebut harus dikelola dengan cara yang tepat. Pengelolaan limbah bertujuan untuk mengurangi dikelola dengan cara yang tepat. Pengelolaan limbah bertujuan untuk mengurangi kadar zat yang berlebihan, sehingga bahan yang dibuang ke lingkungan tidak kadar zat yang berlebihan, sehingga bahan yang dibuang ke lingkungan tidak menyebabkan pencemaran lingkungan. Limbah cair diolah agar dihasilkan air menyebabkan pencemaran lingkungan. Limbah cair diolah agar dihasilkan air  buangan

 buangan yang yang memenuhi memenuhi standart standart yang yang telah telah ditetapkan ditetapkan oleh oleh pemerintah.pemerintah. Pengelolaan limbah berupa partikel atau debu bertujuan agar dapat mengurangi Pengelolaan limbah berupa partikel atau debu bertujuan agar dapat mengurangi

(6)

kadar debu di dalam emis gas yang dikeluarkan dari proses produksi. Limbah kadar debu di dalam emis gas yang dikeluarkan dari proses produksi. Limbah  padat dikelola dengan cara applikasi pada tanah.

 padat dikelola dengan cara applikasi pada tanah.

2.3 Penanggulangan Pencemaran Limbah Industri 2.3 Penanggulangan Pencemaran Limbah Industri

Karena pencemaran lingkungan mempunyai dampak yang sangat luas dan Karena pencemaran lingkungan mempunyai dampak yang sangat luas dan sangat merugikan manusia, maka perlu diusahakan pengurangan pencemaran sangat merugikan manusia, maka perlu diusahakan pengurangan pencemaran lingkungan atau bila mungkin meniadakannya sama sekali menurut wardana lingkungan atau bila mungkin meniadakannya sama sekali menurut wardana (1995) usaha untuk mengurangi dan menanggulangi pencemaran tersebut ada dua (1995) usaha untuk mengurangi dan menanggulangi pencemaran tersebut ada dua macam cara utama, yaitu penanggulangan secara non teknis, dan penanggulangan macam cara utama, yaitu penanggulangan secara non teknis, dan penanggulangan secara teknis. Melalui kedua cara penanggulangan tersebut diharapkan secara teknis. Melalui kedua cara penanggulangan tersebut diharapkan  pencemaran

 pencemaran lingkungan lingkungan akan akan jauh jauh berkurang berkurang dan dan kualitas kualitas hidup hidup manusia manusia dapatdapat lebih baik.

lebih baik.

2.3.1 Penanggulangan secara Non Teknis 2.3.1 Penanggulangan secara Non Teknis

Menurut Wardana (1995) yang disebut penanggulangan non teknis disini, Menurut Wardana (1995) yang disebut penanggulangan non teknis disini, yaitu suatu usaha untuk mengurangi dan menanggulangi pencemaran lingkungan yaitu suatu usaha untuk mengurangi dan menanggulangi pencemaran lingkungan dengan cara menciptakan peraturan perundangan yang dapat direncanakan, dengan cara menciptakan peraturan perundangan yang dapat direncanakan, mengatur dan mengawasi segala macam bentuk kegiatan industri dan teknologi mengatur dan mengawasi segala macam bentuk kegiatan industri dan teknologi sedemikian rupa sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan. Peraturan sedemikian rupa sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan. Peraturan  perundangan yang dimaksud hendaknya dapat

 perundangan yang dimaksud hendaknya dapat memberikan gambaran secmemberikan gambaran secara jelasara jelas tentang kegiatan industri dan teknologi yang akan dilaksanakan di suatu tempat tentang kegiatan industri dan teknologi yang akan dilaksanakan di suatu tempat yang antara lain :

yang antara lain :

(1) Penyajian informasi lingkungan (PIL), (1) Penyajian informasi lingkungan (PIL), (2) Analisis mengani dampak l

(2) Analisis mengani dampak lingkungan (AMDAL),ingkungan (AMDAL), (3) Perencanaan kawasan kegiatan industri dan teknologi (3) Perencanaan kawasan kegiatan industri dan teknologi (4) Pengaturan dan pengawasan kegiatan,

(4) Pengaturan dan pengawasan kegiatan, (5) Menanamkan perilaku disiplin.

(5) Menanamkan perilaku disiplin.

2.3.2 Penanggulangan secara Teknis 2.3.2 Penanggulangan secara Teknis

Menurut Wardana (1995) apabila suatu kegiatan berdasarkan kajian Menurut Wardana (1995) apabila suatu kegiatan berdasarkan kajian AMDAL (analisis Mengenai Dampak Lingkungan) ternyata dapat diduga bahwa AMDAL (analisis Mengenai Dampak Lingkungan) ternyata dapat diduga bahwa

(7)

kemungkinan akan timbul pencemaran lingkungan, maka langkah berikutnya kemungkinan akan timbul pencemaran lingkungan, maka langkah berikutnya adalah memikirkan penanggulangannya secara teknis. Banyak macam dan cara adalah memikirkan penanggulangannya secara teknis. Banyak macam dan cara yang dapat ditempuh dalam penanggulangan secara teknis. Adapun criteria yang yang dapat ditempuh dalam penanggulangan secara teknis. Adapun criteria yang digunakan dalam memilih dan menentukan cara yang akan digunakan dalam digunakan dalam memilih dan menentukan cara yang akan digunakan dalam  penanggulangan secara teknis tergantung pada faktor berikut :

 penanggulangan secara teknis tergantung pada faktor berikut : (1) Mengutamakan keselamatan lingkungan.

(1) Mengutamakan keselamatan lingkungan. (2) Teknologinya telah dikuasai.

(2) Teknologinya telah dikuasai.

(3) Secara teknis dan ekonomis dapat dipertanggung-jawabkan (Wardana, 1995) (3) Secara teknis dan ekonomis dapat dipertanggung-jawabkan (Wardana, 1995)

Berdasarkan kriteria tersebut diatas, diperoleh beberapa cara dalam hal Berdasarkan kriteria tersebut diatas, diperoleh beberapa cara dalam hal  penanggulangan secara teknis, antara lain adalah sebagai berikut :

 penanggulangan secara teknis, antara lain adalah sebagai berikut : (1) Mengubah proses,

(1) Mengubah proses,

(2) Mengganti sumber energi, (2) Mengganti sumber energi, (3) Mengelola limbah

(3) Mengelola limbah (4) Menambah alat bantu. (4) Menambah alat bantu.

Keempat macam cara penanggulangan secara teknis tersebut diatas dapat Keempat macam cara penanggulangan secara teknis tersebut diatas dapat  berdiri

 berdiri sendiri-sendiri, sendiri-sendiri, atau atau bila bila dipandang dipandang perlu perlu dapat dapat pula pula dilakukan dilakukan bersama- bersama-sama, tergantung dari hasil kajian dan kondisi di lapangan (Wardana, 1995)

sama, tergantung dari hasil kajian dan kondisi di lapangan (Wardana, 1995)

2.3.3 Aerasi 2.3.3 Aerasi

Aerasi adalah proses pemasukan udara ke dalam air (AWWA,1984), Aerasi adalah proses pemasukan udara ke dalam air (AWWA,1984), contoh yang sangat sederhana dan umum dapat dilihat pada air terjun atau aliran contoh yang sangat sederhana dan umum dapat dilihat pada air terjun atau aliran air yang turbulen. Turbulensi tersebut akan membawa atau membuat air kontak air yang turbulen. Turbulensi tersebut akan membawa atau membuat air kontak dengan udara dan melarutkannya kedalam air. Proses aerasi tersebut dapat dengan udara dan melarutkannya kedalam air. Proses aerasi tersebut dapat menghilangkan unsur-unsur pencemar atau mineral yang tidak diinginkan menghilangkan unsur-unsur pencemar atau mineral yang tidak diinginkan keberadaannya dalam air. Untuk meningkatkan kelarutan oksigen atau udara keberadaannya dalam air. Untuk meningkatkan kelarutan oksigen atau udara kedalam air pada prinsifnya dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

kedalam air pada prinsifnya dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: 1. Membuat air kontak dengan udara

1. Membuat air kontak dengan udara

Pada proses ini air diaduk sedemikian rupa atau diturbulensikan sehingga Pada proses ini air diaduk sedemikian rupa atau diturbulensikan sehingga  butir-butir

 butir-butir air air terangkat terangkat ke ke udara udara dan dan permukaannya permukaannya dapat dapat kontak kontak dengan dengan udara.udara. Semakin banyak butiran

(8)

yang dibentuk semakin luas permukaan yang dapat dikontak dengan udara. yang dibentuk semakin luas permukaan yang dapat dikontak dengan udara. Contoh buatan adalah pengadukan air secara mekanis dengan putaran pengaduk Contoh buatan adalah pengadukan air secara mekanis dengan putaran pengaduk yang cukup cepat (rpm) atau membuat air terpancurkan (dibuatkan naik keatas yang cukup cepat (rpm) atau membuat air terpancurkan (dibuatkan naik keatas dan dijatuhkan bebas).

dan dijatuhkan bebas).

2. Memasukkan udara atau oksigen kedalam air 2. Memasukkan udara atau oksigen kedalam air

Udara secara kontimu dimasukan kedalam air dengan tekanan melalui Udara secara kontimu dimasukan kedalam air dengan tekanan melalui material yangporous atau nosel. Macam-macam bentuk aerasi yaitu; (1) air material yangporous atau nosel. Macam-macam bentuk aerasi yaitu; (1) air dikontakan ke udara, (2) udara masuk ke air, (3) kombinasi aerator. Keberadaan dikontakan ke udara, (2) udara masuk ke air, (3) kombinasi aerator. Keberadaan air limbah di alam dapat mempengaruhi keadaan manusia baik secara langsung air limbah di alam dapat mempengaruhi keadaan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung diantaranya menurut Djabu (1990) adalah:

maupun tidak langsung diantaranya menurut Djabu (1990) adalah: 1. Pengaruh air limbah terhadap kesehatan

1. Pengaruh air limbah terhadap kesehatan

Lingkungan yang tidak sehat akibat tercemar air buangan dapat Lingkungan yang tidak sehat akibat tercemar air buangan dapat menyebabkan gangguan kesehatan masyarakat. Air buangan dapat menjadi media menyebabkan gangguan kesehatan masyarakat. Air buangan dapat menjadi media tempat berkembangnya mikroorganisme patogen larva nyamuk ataupun serangga tempat berkembangnya mikroorganisme patogen larva nyamuk ataupun serangga lainnya yang menjadi media transmisi penyakit, terutama penyakit-penyakit yang lainnya yang menjadi media transmisi penyakit, terutama penyakit-penyakit yang  penurannya

 penurannya melalui melalui air air yang yang tercemar tercemar seperti seperti kholera, kholera, typhus typhus abdominalis,abdominalis, dicentri baciler dan sebagainya. Bahan kimia juga dapat menimbulkan gangguan dicentri baciler dan sebagainya. Bahan kimia juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan baik melalui minuman maupun makanan. Jenis bahan kimia yang dapat kesehatan baik melalui minuman maupun makanan. Jenis bahan kimia yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan antara lain Cadmium, Pb, Merkuri, Chrom, menimbulkan gangguan kesehatan antara lain Cadmium, Pb, Merkuri, Chrom, Cobalt, Cyanida, Hidrokarbon, Minyak dan lemak, nikel, Arsen, seng dan Cobalt, Cyanida, Hidrokarbon, Minyak dan lemak, nikel, Arsen, seng dan Tembaga.

Tembaga.

2. Pengaruh air limbah terhadap li

2. Pengaruh air limbah terhadap lingkunganngkungan

Pencemaran badan-badan air menimbulkan masalah teknis, biologis, Pencemaran badan-badan air menimbulkan masalah teknis, biologis,  bakteriologis

 bakteriologis dan dan estetika estetika dengan dengan berbagai berbagai tingkat tingkat tergantung tergantung keadaankeadaan  pencemarnya.

 pencemarnya. Flora Flora dan dan fauna fauna aquatis aquatis akan akan mempengaruhi mempengaruhi pencemaran pencemaran tanahtanah yang makin meluas baik oleh kotoran padat maupun cairan penyebab masyarakat yang makin meluas baik oleh kotoran padat maupun cairan penyebab masyarakat dapat terkena infeksi dan infestasi cacing. Depkes (1975) pencemaran oleh zat dapat terkena infeksi dan infestasi cacing. Depkes (1975) pencemaran oleh zat kimia makin hebat lebih-lebih dengan ditemukanya zat-zat sintetis tiap tahun kimia makin hebat lebih-lebih dengan ditemukanya zat-zat sintetis tiap tahun untuk penggunaan domestik, pertanian dan industi zat-zat beracun dapat untuk penggunaan domestik, pertanian dan industi zat-zat beracun dapat menggagu ekosistem apabila berkumpul pada organisme aquatis yang dimakan menggagu ekosistem apabila berkumpul pada organisme aquatis yang dimakan manusia.

(9)

3. Pengaruh limbah terhadap sosial ekonomi 3. Pengaruh limbah terhadap sosial ekonomi

Lingkungan hidup manusia sangat mempengaruhi bukan hanya kesehatan Lingkungan hidup manusia sangat mempengaruhi bukan hanya kesehatan fisik saja tetapi juga kesehatan mental dan sosial pada manusia. Kesehatan fisik saja tetapi juga kesehatan mental dan sosial pada manusia. Kesehatan lingkungan yang buruk menyebabkan perasaan yang tidak nyaman dan tidak lingkungan yang buruk menyebabkan perasaan yang tidak nyaman dan tidak menyenangkan. Sebagai akibatnya kesehatan manusia terganggu dan menjadi menyenangkan. Sebagai akibatnya kesehatan manusia terganggu dan menjadi kurang produktif.

kurang produktif. 2.3.4 Arang Aktif 2.3.4 Arang Aktif

Arang aktif atau karbon aktif adalah karbon yang diproses sedemikian Arang aktif atau karbon aktif adalah karbon yang diproses sedemikian rupa sehingga mempunyai daya serap yang tinggi. Bahan dasar yang digunakan rupa sehingga mempunyai daya serap yang tinggi. Bahan dasar yang digunakan untuk pembuatan karbon aktif yaitu sekam padi, bagasse, serbuk gergaji, untuk pembuatan karbon aktif yaitu sekam padi, bagasse, serbuk gergaji, tempurung kelapa dan lain-lain. Karbon aktif terdiri dari lempengan-lempengan tempurung kelapa dan lain-lain. Karbon aktif terdiri dari lempengan-lempengan datar yang atom C-nya terikat secara kuat dalam satu sisi heksagon. datar yang atom C-nya terikat secara kuat dalam satu sisi heksagon. Lempengan-lempengan ini bertumpuk membentuk kristal dengan sisa hidrokarbon yang lempengan ini bertumpuk membentuk kristal dengan sisa hidrokarbon yang tertinggal di permukaannya. Dengan menghilangkan hidrokarbon, permukaannya tertinggal di permukaannya. Dengan menghilangkan hidrokarbon, permukaannya menjadi aktif. Aktivitas dapat mengubah daya serap yang rendah menjadi tinggi. menjadi aktif. Aktivitas dapat mengubah daya serap yang rendah menjadi tinggi. Proses pembuatan arang aktif dapat dibagi menjadi dua tingkatan proses yaitu Proses pembuatan arang aktif dapat dibagi menjadi dua tingkatan proses yaitu karbonisasi (pengarangan) dan aktivitas karbon.

karbonisasi (pengarangan) dan aktivitas karbon.

Menurut Fardiaz (1992) karbon aktif yang sekarang banyak digunakan Menurut Fardiaz (1992) karbon aktif yang sekarang banyak digunakan untuk pengolahan limbah cair industri dapat berbentuk butiran (granular) atau untuk pengolahan limbah cair industri dapat berbentuk butiran (granular) atau  berbentuk

 berbentuk bubuk bubuk (tepung). (tepung). Karbon Karbon aktif aktif berbentuk berbentuk granular granular dapat dapat diaktifkandiaktifkan kembali untuk digunakan selanjutnya, yaitu dengan cara memanaskan di dalam kembali untuk digunakan selanjutnya, yaitu dengan cara memanaskan di dalam  pembakar

 pembakar ganda, ganda, selama selama reaktivasi reaktivasi terjadi terjadi kehilangan kehilangan karbon karbon sebanyak sebanyak kira-kirakira-kira 5%. Karbon berbentuk granular dapat dicuci sedangkan yang berbentuk bubuk 5%. Karbon berbentuk granular dapat dicuci sedangkan yang berbentuk bubuk (amorf) tidak dapat dicuci sehingga sulit untuk di regenerasi (Sugiharto, 1987). (amorf) tidak dapat dicuci sehingga sulit untuk di regenerasi (Sugiharto, 1987). Penggunaan karbon aktif berbentuk bubuk dapat dilakukan dengan cara Penggunaan karbon aktif berbentuk bubuk dapat dilakukan dengan cara menaburkan bubuk ini ke dalam saluran yang berasal dari pengolahan biologis. menaburkan bubuk ini ke dalam saluran yang berasal dari pengolahan biologis. Pengkontakan ini biasanya dilakukan pada bak tertentu, setelah bubuk tercampur Pengkontakan ini biasanya dilakukan pada bak tertentu, setelah bubuk tercampur dengan adanya gaya berat akan mengendap dengan membawa partikel

dengan adanya gaya berat akan mengendap dengan membawa partikel terlarut danterlarut dan  partikel

 partikel tercampur. tercampur. Untuk Untuk lebih lebih mempercepat mempercepat pengendapan pengendapan dapat dapat juga juga dibantudibantu dengan penambahan zat pembantu pengendap. Agar karbon aktif menjadi lebih dengan penambahan zat pembantu pengendap. Agar karbon aktif menjadi lebih ekonomis, maka dapat dipergunakan kembali setelah dipakai dengan cara ekonomis, maka dapat dipergunakan kembali setelah dipakai dengan cara

(10)

melakukan oksidasi pada tekanan tinggi. Pada proses regenerasi ini biasanya akan melakukan oksidasi pada tekanan tinggi. Pada proses regenerasi ini biasanya akan hancur sebanyak 5-10%, ukuran partikel 230 mesh serta luas permukaan hancur sebanyak 5-10%, ukuran partikel 230 mesh serta luas permukaan 1000-2000 m2/gram dan mempunyai jari-jari antara

2000 m2/gram dan mempunyai jari-jari antara 20-30 mikron (Sugiarto,1987).20-30 mikron (Sugiarto,1987).

2.3.5 Filtrasi 2.3.5 Filtrasi

Filtrasi atau penyaringan adalah proses penjernihan air dimana air yang Filtrasi atau penyaringan adalah proses penjernihan air dimana air yang diolah dilewatkan melalui substansi yang berporos. Menurut Huisman (1970) diolah dilewatkan melalui substansi yang berporos. Menurut Huisman (1970) selama dalam proses atau lewat saringan kualitas air akan menjadi baik yaitu selama dalam proses atau lewat saringan kualitas air akan menjadi baik yaitu dalam hal (1) kandungan koloidal yang tersuspensi, (2) Menurunnya kandungan dalam hal (1) kandungan koloidal yang tersuspensi, (2) Menurunnya kandungan Bakteri dan organisme lain serta (3) perubahan kandungan parameter kimia. Bakteri dan organisme lain serta (3) perubahan kandungan parameter kimia. Dalam penggunaanya filtrasi menggunakan bahan-bahan yang stabil seperti pasir, Dalam penggunaanya filtrasi menggunakan bahan-bahan yang stabil seperti pasir,  pecahan batu, gelas dan arang aktif.

 pecahan batu, gelas dan arang aktif. 2.3.5.1 Mekanisme

2.3.5.1 Mekanisme penyaringan/filtraspenyaringan/filtrasii

Pengurangan partikel kotoran secara keseluruhan dengan proses filtrasi Pengurangan partikel kotoran secara keseluruhan dengan proses filtrasi adalah akibat berbagai penomena dan yang penting yaitu:

adalah akibat berbagai penomena dan yang penting yaitu: a. Penyaringan/pengayakan secara mekanik (straining) a. Penyaringan/pengayakan secara mekanik (straining)

Menyaring kotoran yang melalui celah antara butiran-butiran pasir Menyaring kotoran yang melalui celah antara butiran-butiran pasir tertahan pada permukaan saringan. Saringan dengan ukuran partikel 0,4 mm akan tertahan pada permukaan saringan. Saringan dengan ukuran partikel 0,4 mm akan memberikan ruang celah berdiameter 60 Gm, sehingga tidak dapat menahan memberikan ruang celah berdiameter 60 Gm, sehingga tidak dapat menahan  partikel koloidal (0,001

 partikel koloidal (0,001 –  –  0,1 Gm), bakteri (1-10 Gm) atau juga flok dari besi atau 0,1 Gm), bakteri (1-10 Gm) atau juga flok dari besi atau alumunium (20

alumunium (20 –  –  50 Gm). 50 Gm).  b. Pengendapan

 b. Pengendapan

Dalam proses pengendapan partikel-partikel yang lebih halus dari celah Dalam proses pengendapan partikel-partikel yang lebih halus dari celah akan jatuh pada permukaan butiran pasir, seperti halnya pengendapan dalam bak. akan jatuh pada permukaan butiran pasir, seperti halnya pengendapan dalam bak. Pada tangki pengendapan proses pengendapan terjadi di dasar tangki. Suatu Pada tangki pengendapan proses pengendapan terjadi di dasar tangki. Suatu saringan dengan

saringan dengan pore space pore space(ρ) maka setiap satu m(ρ) maka setiap satu m33 saringan butiran-butiran bulat saringan butiran-butiran bulat

 berdiameter

 berdiameter (d) (d) akan akan mempunyai mempunyai luas luas permukaan permukaan secara secara kasar kasar 6/d 6/d [1-[1- ρ] ρ] mm22.. Porositas (ρ) 0,4 dan diameter butiran 0,8 mm akan mempunyai luas area Porositas (ρ) 0,4 dan diameter butiran 0,8 mm akan mempunyai luas area  permukaan tidak

 permukaan tidak kurang kurang dari dari 4500 m4500 m22 per m per m33 saringan atau luas 5400 m saringan atau luas 5400 m22 per m per m33 saringan yang tebalnya 1,2 m. Walaupun hanya sebagian luas permukaan yang saringan yang tebalnya 1,2 m. Walaupun hanya sebagian luas permukaan yang efektif tetapi luas area pengendapan per m

(11)

m

m22. Sehingga surface loading sebagian hasil perhitungan jumlah air yang akan. Sehingga surface loading sebagian hasil perhitungan jumlah air yang akan diolah dengan luas area pengendapan menjadi sangat kecil. Bila Filtrasi rate 5,4 diolah dengan luas area pengendapan menjadi sangat kecil. Bila Filtrasi rate 5,4 m/jam surface loading (s) tak lebih dari 0,018 m/jam.

m/jam surface loading (s) tak lebih dari 0,018 m/jam. c. Adsorpsi

c. Adsorpsi

Sistem Adsorpsi adalah suatu sistem yang memanfaatkan kemampuan zat Sistem Adsorpsi adalah suatu sistem yang memanfaatkan kemampuan zat  padat

 padat untuk untuk menyerap menyerap suatu suatu zat zat yang spesyang spesifik ifik dan dan penyerapan penyerapan itu itu hanya hanya terbatasterbatas  pada

 pada permukaan. permukaan. Hal Hal terjadi terjadi karena karena adanya adanya gaya gaya tarik tarik menarik menarik dari dari atom-atomatom-atom atau molekul-molekul pada lapisan bagian luar zat padat. Sistem adsorpsi ini atau molekul-molekul pada lapisan bagian luar zat padat. Sistem adsorpsi ini terjadi dengan cara mengkontakan larutan/campuran yang hendak dipisahkan terjadi dengan cara mengkontakan larutan/campuran yang hendak dipisahkan dengan fase yang tidak dapat larut yaitu zat padat yang mempunyai kemampuan dengan fase yang tidak dapat larut yaitu zat padat yang mempunyai kemampuan menyerap (adsorben). Proses ini adalah proses adsorpsi secara fisika, yaitu proses menyerap (adsorben). Proses ini adalah proses adsorpsi secara fisika, yaitu proses terkonsentrasinya moleku-molekul adsorbat (zat yang akan diserap) dalam air terkonsentrasinya moleku-molekul adsorbat (zat yang akan diserap) dalam air (misalnya zat organik/anorganik dan lain-lain) ke permukaan karbon aktif oleh (misalnya zat organik/anorganik dan lain-lain) ke permukaan karbon aktif oleh karena adanya gaya tarik-menarik antara molekul karbon aktif dengan karena adanya gaya tarik-menarik antara molekul karbon aktif dengan molekul-molekul adsorbat yang ada dalam larutan. Adsorpsi adalah peristiwa paling molekul adsorbat yang ada dalam larutan. Adsorpsi adalah peristiwa paling  penting

 penting dalam dalam saringan saringan cepat cepat yang yang berpengaruh berpengaruh terhadap terhadap kotoran kotoran koloidal koloidal dandan molekul disolved. Tenaga adsorpsi hanya mampu bekerja pada jarak pendek dan molekul disolved. Tenaga adsorpsi hanya mampu bekerja pada jarak pendek dan tidak lebih dari 0,01

tidak lebih dari 0,01  –  –   1 Gm. Pada permukaan butiran saringan terdapat lapisan  1 Gm. Pada permukaan butiran saringan terdapat lapisan film. Tebalnya saringan tidak lebih dari 90 mm bila suatu saringan dengan butiran film. Tebalnya saringan tidak lebih dari 90 mm bila suatu saringan dengan butiran material Ө 0,8 mm porositas 40% dan 0,4 ruang per m

material Ө 0,8 mm porositas 40% dan 0,4 ruang per m33  saringan dengan luas  saringan dengan luas  permukaan material 4500 m

 permukaan material 4500 m22.. d. Proses kimia

d. Proses kimia

Proses kimia terjadi terhadap kotoran-kotoran yang larut dalam air yang Proses kimia terjadi terhadap kotoran-kotoran yang larut dalam air yang kemudian dihancurkan menjadi bentuk atau susunan lebih sederhana, kurang kemudian dihancurkan menjadi bentuk atau susunan lebih sederhana, kurang  berbahaya

 berbahaya atau atau diubah diubah bentuk bentuk menjadi menjadi bahan bahan yang yang tidak tidak larut, larut, yang yang kemudiankemudian  bisa

 bisa terpisah terpisah dari dari air air setelah setelah pengendapan, pengendapan, tersaring tersaring atau atau diadsorpsi. diadsorpsi. Bila Bila adaada oksigen zat-zat organik dapat didegradasi secara a

oksigen zat-zat organik dapat didegradasi secara aerobik.erobik. e.

e. Aktifitas biologiAktifitas biologi

Mikroorganisme yang hidup dipermukaan butiran-butiran saringan terus Mikroorganisme yang hidup dipermukaan butiran-butiran saringan terus mempertahankan hidupnya. Maka untuk kelangsungan hidupnya mereka mempertahankan hidupnya. Maka untuk kelangsungan hidupnya mereka memerlukan makanan yang diperoleh dari bahan-bahan organik dan nutrisi yang memerlukan makanan yang diperoleh dari bahan-bahan organik dan nutrisi yang

(12)

melewatinya. Makanan diperlukan untuk proses kehidupan serta untuk melewatinya. Makanan diperlukan untuk proses kehidupan serta untuk  pertumbuhannya

 pertumbuhannya dengan dengan mengubah mengubah kotoran kotoran laut laut dan dan koloidal koloidal menjadi menjadi bendabenda hidup. Tingkat perbandingannya sebagai berikut:

hidup. Tingkat perbandingannya sebagai berikut:

Ammonia→ Nitrat → Nitrit dan menjadi Air, CO2 dan lain

Ammonia→ Nitrat → Nitrit dan menjadi Air, CO2 dan lain-lain mineral yang-lain mineral yang keluar lewat effuen. Dengan terbatasnya jumlah makanan yang dibawa oleh air keluar lewat effuen. Dengan terbatasnya jumlah makanan yang dibawa oleh air  baku,

 baku, maka maka sejumlah sejumlah bakteri bakteri tertentu tertentu dapat dapat hidup hidup dan dan tumbuh tumbuh bahkan bahkan sebagiansebagian  jumlah lagi

 jumlah lagi akan mati. akan mati. Sebagian bakteri Sebagian bakteri akan terkuras akan terkuras pada saat pada saat backwashing danbackwashing dan sebagian mati dalam saringan. Sedangkan bahan organik yang dapat dicerna atau sebagian mati dalam saringan. Sedangkan bahan organik yang dapat dicerna atau dihancurkan akan diubah bentuk menjadi mineral. Air baku yang diolah tidak dihancurkan akan diubah bentuk menjadi mineral. Air baku yang diolah tidak hanya berbahaya dan berguna bagi saringan, tetapi juga mengandung E.coli dan hanya berbahaya dan berguna bagi saringan, tetapi juga mengandung E.coli dan  bakteri

 bakteri pathogen. pathogen. Sebagian Sebagian organisme organisme ini ini akan akan dipindah dipindah dari dari air air baku baku kebutirankebutiran  pasir/saringan

 pasir/saringan melalui melalui proses proses straining, straining, sedimentasi sedimentasi dan dan adsorpsi, adsorpsi, serta serta sebagiansebagian  bakteri

 bakteri akan lakan lewat ewat dari dari penyaringan. Dengan penyaringan. Dengan demikian demikian saringan psaringan pasir asir cepat cepat tidaktidak dapat menghasilkan air yang aman sebagai airminum ditinjau dari segi dapat menghasilkan air yang aman sebagai airminum ditinjau dari segi  bakteriologi.

(13)

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

Azwar. Azrul. 1986. Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan . Jakarta. Mutiara Azwar. Azrul. 1986. Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan . Jakarta. Mutiara

sumber Widya sumber Widya

Benfield dan Randall. 1980. Biological Process Design For Waste Water Benfield dan Randall. 1980. Biological Process Design For Waste Water

Treatment. Virginia Polytecnic Institute and State

Treatment. Virginia Polytecnic Institute and State University. New york.University. New york. Darpito, Hening. (!999). Kualitas Air Dalam Teknik Penyehatan.Unit Peminatan Darpito, Hening. (!999). Kualitas Air Dalam Teknik Penyehatan.Unit Peminatan

Teknik Penyehatan. Jakarta Teknik Penyehatan. Jakarta

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1975 .Pembuangan Air Kotor Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1975 .Pembuangan Air Kotor (Disposal Of Community Waste Water) Terjemahan (Jakarta Depkes R.I) (Disposal Of Community Waste Water) Terjemahan (Jakarta Depkes R.I) Djabu. U. 1990. Pedoman Bidang Studi Pembuangan Tinja dan Air Limbah. Djabu. U. 1990. Pedoman Bidang Studi Pembuangan Tinja dan Air Limbah.

Jakarta. PUSDIKNAKES. Jakarta. PUSDIKNAKES.

Djajadiningrat. 1992. Pengendalian Pencemaran Limbah Industri. Jurusan Teknik Djajadiningrat. 1992. Pengendalian Pencemaran Limbah Industri. Jurusan Teknik

Lingkngan. ITB. Bandung. Lingkngan. ITB. Bandung.

Fiedler, H., O. Hutzinger, and C.W. Timms.1990 Dioxines; sources of Fiedler, H., O. Hutzinger, and C.W. Timms.1990 Dioxines; sources of environmental load and human exposure.Toxicol. Environ. Chem. environmental load and human exposure.Toxicol. Environ. Chem. 29:157-234.

29:157-234.

.Herlambang. 2000. Teknologi Pengolahan Air Limbah secara Aerob (Kajian .Herlambang. 2000. Teknologi Pengolahan Air Limbah secara Aerob (Kajian Asfek Pemilihan Teknologi). Bahan Pelatihan Teknologi Pengolahan Air Asfek Pemilihan Teknologi). Bahan Pelatihan Teknologi Pengolahan Air Limbah Cair. BPPT. Jakarta.

Referensi

Dokumen terkait

dalam limbah cair pulp dan kertas dengan menggunakan hidrogen peroksida t1-h02).. dan ultra violet, menggunakan COD sebagai parameter pencemaran

Kondisi optimum pengolahan limbah cair model industri pulp dan kertas yaitu pH 8, dosis koagulan PAC 700 ppm, dosis kitosan 60 ppm,kecepatan pengadukan koagulan 130 rpm,

Sebagian besar sumber limbah cair yang dihasilkan oleh industri pembuatan tahu adalah cairan kental yang terpisah dari gumpalan tahu yang disebut dengan air dadih

Indah Kiat Pulp & Paper secara garis besar yaitu awalnya pabrik yang berada di Perawang memproduksi bubur kertas, lalu setelah itu hasilnya dikirim ke pabrik yang berada

Data APKI (Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia) menunjukkan bahwa antara tahun 1987-1996 jumlah ekspor kertas Indonesia selalu lebih besar dari jumlah impornya,

Minimisasi limbah pada industri pulp dan kertas dapat dilakukan dengan disc filter untuk mengurangi serat yang terbuang bersama air limbah dan mendapatkan kembali serat ini

pelepah batang pisang pada pembuatan karton, serat limbah dimanfaatkan menjadi kompos dan juga serat limbah industri pulp dan kertas dapa di manfaatkan bahan campuran dalam pembuatan

Dampak Keberadaan Industri Pabrik Kertas PT. Oki Pulp And Paper Mills Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Di Desa Sungai Baung Kecamatan Air Sugihan Kabupaten