• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Secara geografis wilayah Indonesia terletak di daerah tropis yang terbentang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Secara geografis wilayah Indonesia terletak di daerah tropis yang terbentang"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1

1.1 Latar Belakang

Secara geografis wilayah Indonesia terletak di daerah tropis yang terbentang antara 95

o

BT – 141

o

BT dan 6

o

LU – 11

o

LS (Bakosurtanal, 2007) dengan luas wilayah yang sebagian besar berupa laut (70%) dikenal sebagai “maritime continent” (Ramage, 1971). Wilayah ini mendapatkan sinar Matahari sepanjang

tahun, sehingga pada umumnya Indonesia mempunyai suhu yang hangat. Selain itu, wilayah Indonesia juga diapit oleh dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia serta terletak di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Dengan adanya pergerakan Matahari dari 23.5

o

Lintang Utara ke 23.5

o

Lintang Selatan sepanjang tahun, maka panas yang diterima oleh permukaan air laut juga berbeda secara periodik.

Matahari merupakan sumber energi utama dalam memengaruhi

perpindahan massa udara di Bumi. Radiasi yang dipancarkan Matahari ke Bumi

mengakibatkan permukaan Bumi semakin panas. Dengan adanya perbedaan panas

yang diterima oleh Bumi, timbul perbedaan suhu dan tekanan udara dari satu tempat

ke tempat lainnya, sehingga massa udara selalu berpindah dari daerah yang

bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Pergerakan massa udara dari satu

tempat ke tempat lain inilah yang disebut angin. Gesekan angin dengan permukaan

laut menimbulkan gelombang laut. Gelombang yang dibangkitkan angin terbentuk

di perairan yang dalam kemudian bergerak ke perairan dangkal yang mengalami

(2)

deformasi (refraksi, difraksi, refleksi) dan pada akhirnya pecah di dekat pantai.

Parameter gelombang seperti tinggi, periode, sudut refraksi dan tipe gelombang sangat penting diketahui untuk mempelajari gelombang yang ada di laut (Ramlan, 2012).

Perairan laut selatan Jawa di Samudra Hindia memanjang dari ujung barat di wilayah Provinsi Banten sampai ujung timur di wilayah Provinsi Jawa Timur.

Karakteristik gelombang laut di wilayah ini sangat dipengaruhi oleh angin musim.

Tinggi gelombang laut mempunyai variasi setiap bulannya. Pada waktu-waktu tertentu gelombang menjadi berbahaya bagi transportasi dan pelayaran di wilayah perairan laut selatan Jawa. Gelombang ekstrem, yaitu gelombang dengan tinggi 2,5 meter atau lebih, dapat merusak permukiman yang terletak dan berdekatan langsung dengan pantai, dan mengganggu aktivitas nelayan dalam hal kegiatan penangkapan ikan.

Informasi tentang analisis dan prakiraan ketinggian gelombang laut dirilis

setiap hari oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hal ini

merupakan tugas pokok dan fungsi BMKG khususnya Bidang Meteorologi Maritim

dalam memberikan informasi cuaca dan tinggi gelombang laut dan upaya

mengurangi ancaman bahaya gelombang tinggi tersebut. Pemahaman tentang

variasi tinggi gelombang menjadi sangat penting bagi masyarakat pesisir sehingga

dampak kerugian materiil dapat diminimalkan (Wirjohamidjojo dan Sugarin,

2008). Untuk memperoleh informasi perairan jangka panjang atau iklim maritim,

perlu dilakukan penelitian yang mendalam tentang berbagai interaksi antara

(3)

atmosfer, laut, dan daratan. Penelitian tersebut dilakukan dengan memahami karakteristik dan sebaran pola angin dan sebaran gelombang laut secara spasial pada wilayah penelitian baik pada periode musim timur/monsun dingin Australia, musim barat/monsun dingin Asia dan transisi musim. Perairan laut selatan Jawa dipilih sebagai daerah penelitian karena perairan ini sangat signifikan terhadap pembentukan cuaca, khususnya sebagai tempat pertumbuhan bibit siklon tropis yang sering terjadi pada musim barat dan sering terkena dampak tidak langsung berupa angin kencang dan gelombang tinggi pada saat terjadinya siklon tropis di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa. Pada saat musim timur pun gelombang tinggi di perairan laut selatan Jawa sering terjadi karena pengaruh kecepatan angin timuran yang umumnya kencang.

1.2 Permasalahan Penelitian

Informasi angin maupun informasi gelombang tinggi merupakan bagian terpenting untuk informasi cuaca kelautan. Informasi dari berbagai media diketahui bahwa pada bulan-bulan tertentu terjadi gelombang tinggi yang sangat memengaruhi beragam kegiatan di laut, seperti terjadinya kecelakaan atau tenggelamnya kapal, sehingga menelan korban jiwa maupun kehilangan harta benda. Di samping itu, masyarakat nelayan sulit melaut akibat gelombang tinggi.

Akibatnya, hasil tangkapan ikan menjadi semakin berkurang dan bahkan dapat

terjadi kelangkaan ikan serta mahalnya harga ikan. Dampak adanya gelombang

tinggi seperti yang telah diuraikan dapat dicegah atau dikurangi jika variabilitas dan

karakterisitik gelombang di wilayah penelitian dipahami dengan baik, sehingga

(4)

kegiatan-kegiatan kelautan dapat direncanakan sesuai dengan karakter gelombang di wilayah operasinya masing-masing. Perilaku gelombang tinggi dan tingkat kerawanan di wilayah Indonesia umumnya dan wilayah penelitian khususnya hingga saat ini belum dipahami dengan baik, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian.

Berdasarkan permasalahan penelitian yang ada, maka dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut.

1. Bagaimana arah angin dominan dan kecepatan angin rata-rata yang membangkitkan gelombang pada perairan laut selatan Jawa di Samudra Hindia pada saat terjadinya musim barat, musim timur, dan transisi musim periode tahun 2005 hingga 2013?

2. Bagaimana arah dan tinggi gelombang laut (gelombang signifikan dan gelombang maksimum) secara spasial dan temporal/bulanan pada perairan laut selatan Jawa di Samudra Hindia pada saat terjadinya musim barat, musim timur dan transisi musim periode tahun 2005 hingga 2013?

3. Bagaimana gambaran kejadian gelombang tertinggi perairan laut selatan Jawa pada perairan laut selatan Jawa di Samudra Hindia secara spasial pada masing-masing bulan selama periode tahun 2005 hingga 2013?

4. Bagaimana frekuensi tinggi gelombang 2 meter atau lebih (gelombang

berbahaya bagi pelayaran) pada perairan laut selatan Jawa di Samudra

Hindia secara spasial dan temporal pada masing-masing bulan selama

periode tahun 2005 hingga 2013?

(5)

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini antara lain :

1. Mengidentifikasi arah dominan dan kecepatan angin rata-rata yang membangkitkan gelombang pada perairan laut selatan Jawa di Samudra Hindia saat terjadinya musim barat, musim timur dan transisi musim periode tahun 2005 hingga 2013.

2. Mengetahui arah dan tinggi gelombang laut (gelombang signifikan dan gelombang maksimum) secara spasial dan temporal/bulanan perairan laut selatan Jawa di Samudra Hindia pada saat terjadinya musim barat, musim timur dan transisi musim periode tahun 2005 hingga 2013.

3. Menganalisis kejadian gelombang tertinggi secara spasial perairan laut selatan Jawa di Samudra Hindia pada masing-masing bulan selama periode tahun 2005 hingga 2013.

4. Menganalisis frekuensi tinggi gelombang 2 meter atau lebih (gelombang berbahaya bagi pelayaran) secara spasial dan temporal perairan laut selatan Jawa di Samudra Hindia pada masing-masing bulan selama periode tahun 2005 hingga 2013.

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Meningkatkan pengetahuan khususnya tentang pengaruh angin musim

(monsun) terhadap gelombang laut, sehingga dapat dijadikan sebuah

inspirasi dalam penelitian lebih lanjut.

(6)

2. Meningkatkan kesadaran manusia bahwa bahaya dari gelombang laut dapat dihindari dengan memahami variabilitas gelombang laut di wilayah penelitian.

3. Memberikan informasi kepada masyarakat dan pengguna jasa lainnya tentang kapan terjadinya gelombang laut maksimum di sekitar wilayah penelitian agar dapat mengambil keputusan untuk melaksanakan kegiatan di bidang pelayaran dan penangkapan ikan serta sebagai data masukan dalam hal perencanaan dan pengelolaan pesisir.

4. Memberikan referansi bagi prakirawan cuaca (forecaster) dalam hal kegiatan analisa dan prakiraan cuaca dan gelombang laut.

1.5 Keaslian Penelitian

Penelitian tentang variabilitas gelombang laut di perairan laut selatan Jawa

ditinjau dari perspektif dinamika meteorologis jarang dilakukan. Penelitian ini

adalah penelitian deskriptif kualitatif yang difokuskan pada pengaruh angin

terhadap gelombang pada perairan laut selatan Jawa di Samudra Hindia. Penelitian

yang terkait dengan penelitian ini disajikan dalam Tabel 1.1.

(7)

7

Penelitian Pendekatan

Suratno 1997 Perairan dan Laut di Indonesia

Model Numerik Prakiraan Gelombang Permukaan Laut untuk Perairan Indonesia dan sekitarnya

Membangun dan mengembangkan model numerik prakiraan gelombang

Penelitian lab dan survey lapangan

1. Data sekunder 2. Pengamatan

lapangan

1. Analisis spasial dan temporal distribusi gelombang luat 2. Evaluasi model

dengan data lapangan

1. Pola distribusi gelombang umumnya mengikuti pola distribusi angin, dengan arah gelombang utama mengikuti arah angin dominan.

2. Medan gelombang aktif terdapat di perairan dengan kecepatan angin tinggi dan fetch yang panjang, atau adanya swell dari tempat lain.

Kurniawan et al.

2011 Perairan dan Laut di Indonesia dan sekitarnya

Variasi Bulanan Gelombang Laut di Indonesia

Mengetahui

karakteristik gelombang laut di perairan

Indonesia, Mengidentifikasi daerah-daerah rawan gelombang tinggi

di perairan Indonesia

Penelitian lab

Data sekunder (Global Data Re-analysis jam 00,06,12, 18 UTC resolusi 10x10 menit, periode 2000- 2010

1. Analisis variasi spasil dan temporal gelombang, 2. daerah rawan

gelombang tinggi dan tingkat kerawanannya, 3. Analisis

pengaruh ENSO dan IODM

1. Variasi gelombang di perairan Indonesia berkaitan erat dengan pola angin musiman yang terjadi di wilayah Indonesia.

2. Rata-rata tinggi gelombang di wilayah perairan terbuka seperti di perairan Samudra Indonesia bagian Barat Sumatera dan Selatan Jawa lebih tinggi

dibandingkan dengan perairan antar pulau seperti di Laut Jawa, Laut Banda dan Laut Flores gelombang lebih tinggi dibanding pada masa peralihan (MAM dan SON) Ramlan 2012 Laut Jawa

dan Selat Karimata

Variabilitas Gelombang Laut di Laut Jawa dan Selat Malaka ditinjau dari Perspektif Dinamika Meteorologi

Mengkaji variabilitas gelombang di Laut Jawa dan Selat Malaka

Penelitian lab

Data sekunder (Model angin GFS 10 meter) Resolusi spasial 0,09x00,09 derajat, periode 2005-2010

Analisis variasi spasial dan temporal arah dan tinggi gelombang laut di Laut Jawa dan Selat malaka

1. Adanya perbedaan arah dan kecepatan angin di Laut Jawa dan Selat Malaka pada angin musim barat dan angin musim timur 2. Rata-rata variabilitas gelombang laut di

selat Malaka dan Laut Jawa terjadi dua puncak tertinggi dan dua puncak terendah

(8)

Mia Q.

Khotimah

2012 Perairan dan Laut di Indonesia

Validasi Tinggi Gelombang Significant Model Gelombang Windwave 05 dengan menggunakan Hasil Pengamatan Satelit Altimetri Multimisi

Mengidentifikasi tingkat keakuratan tinggi gelombang signifikan hasil simulasi WindWaves-5 melalui analisis statistik korelasi, RMSE dan MAE baik secara spasial maupun temporal, pada tiap periode musim, tiap wilayah tipe musim, menurut kelompok kedalaman laut serta

lokasi lautnya relative terhadap daratan di sekitarnya

Penelitian lab

Data sekunder:

- Model Arah dan kecepatan angin 10 meter periode tahun 2000 - 2010, resolusi 1x1 derajat (+111x111 km); Data Bathimetri, Resolusi 2x2 menit (+4x4 km).

1. Pemodelan 2. Pengolahan data

satelit

3. Validasi dan uji akurasi

4. Analisis statistik dan spasial 5. Analisis

kualitatif

1. Hasil validasi gelombang model windwave-05 lebih baik pada kondisi gelombang tinggi daripada gelombang rendah dan pada periode monsun daripada periode transisi

2. Hasil Validasi di laut cina selatan, Papua, laut Timor dan Arafuru sangat baik sepanjang tahun

3. Validasi model gelombang windwave-05 independen terhadap pola iklim di suatu wilayah

Bagus Pramujo

2014 Perairan laut selatan Jawa

Variabilitas Gelombang pada Perairan Laut Selatan Jawa di Samudra Hindia Dalam Perspektif Dinamika Meteorologis

1. Mengidentifikasi arah dan kecepatan angin rata-rata

2. Mengetahui arah dan tinggi gelombang laut secara spasial dan temporal

3. Menganalisis kejadian gelombang tertinggi secara spasial perairan laut selatan Jawa di Samudra Hindia 4. Menganalisis frekuensi

tinggi gelombang 2 meter atau lebih secara spasial dan temporal

Penelitian lab

Wind Forecast Model (10 MDPL) Model NWP GFS NOAA dengan resolusi 0,5o x 0,5o. periode 2005-2013

1. Analisis arah dan kecepatan angin 2. Analisis arah dan

tinggi gelombang 3. Analisis kejadian

gelombang tertinggi secara spasial dan temporal 4. Analisis

frekuensi tinggi gelombang 2 mete atau lebih secara spasial dan temporal

1. Adanya perbedaan arah dan kecepatan angim di masing masing daerah penelitian pada 4 periode musim

2. Variabilitas gelombang tinggi gelombang laut di perairan laut selatan Jawa cukup bervariasi dengan 2 puncak tertinggi di bulan Januari dan Juli dan 2 puncak terendah di bulan April dan November 3. Gelombang tertinggi terjadi pada bulan

Januari

4. Frekuensi tinggi gelombang 2 meter atau lebih paling besar terjadi di bulan Januari dengan frekuensi 10 – 30 persen.

Referensi

Dokumen terkait

2.1.1 Format portrait atau landscape kepala dokumen untuk Standard Operating Procedure (SOP), Instruksi Kerja, Form, dan surat internal adalah seperti di bawah ini, kecuali Quality

sebelah utara NTB berawal dari Selat Lombok arus bergerak ke barat dan timur namun begitu mendekati selat-selat yang ada selalu bergerak searah dengan bentuk selat yaitu ke

process to synthesis, the exact determination of the elements or components of anything

ketentuan Pasal 160 ayat (7) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir

Pengaturan simpang dengan lampu lalu lintas termasuk yang paling efektif terutama untuk volume lalu lintas pada kaki simpang yang relatif lebih tinggi. Pengaturan

Bidang studi komunikasi berkembang meliputi : hubungan komunikasi dengan institusi dan masalah-masalah politik kenegaraan seperti peranan komunikasi dalam kehidupan social Komunikasi

4.2.3 Pengaruh Sharia Governance dan Intellectual Capital secara Simultan terhadap Islamicity Performance Index (IPI)Error!. Bookmark not

Salah satu peran perawat adalah sebagai role model dimana perawat dapat menjadi panutan bagi masyarakat, diharapkan semakin baik tingkat pengetahuan seseorang mampu