BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar Sistem
Menurut Kadir (2014:62) “Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan”.
A. Sistem
Menurut McLeod (2001) dalam Mahaseptiviana (2014) “Sistem adalah himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga membentuk suatu kesatuan yang utuh dan terpadu”.
Menurut Sutabri (2012:3) dalam Isty & Afifah (2018) menyimpulkan bahwa
“Sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variable yang terorganisasi saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu”.
1. Pengertian Sistem
Menurut Pratama (2014:7) “Sistem didefinisikan sebagai sekumpulan prosedur yang saling berkaitan dan saling terhubung untuk melakukan suatu tugas bersama-sama”. Secara garis besar, sebuah sistem informasi terdiri atas tiga komponen utama. Ketiga komponen tersebut mencakup software, hardware, dan brainware. Ketiga komponen ini saling berkaitan satu sama lain.
2. Pengertian Informasi
Menurut Pratama (2014:9) “Informasi merupakan hasil pengolahan data dari satu atau berbagai sumber, yang kemudian diolah, sehingga memberikan nilai, arti, dan manfaat”.
6
Proses pengolahan ini memerlukan teknologi berbicara mengenai teknologi ini memang tidak harus selalu berkaitan dengan komputer, namun komputer sendiri merupakann salah satu bentuk dari teknologi. Dengan kata lain alat tulis dan mesin ketik pun dapat dimasukan sebagai salah satu teknologi yang digunakan selain komputer dan jaringan komputer. Pada proses pengolahan data, untuk dapat menghasilkan informasi, juga dilakukan proses verifikasi secara akurat, spesifik, dan tepat waktu. Hal ini penting agar informasi dapat memberikan nilai dan pemahaman kepada pengguna. Dalam hal ini mencakup pembaca, pendengar, penonton, bergantung pada bagaimana cara pengguna tersebut menikmati sajian informasi dan melalui media atau informasi tersebut disajikan.
3. Sistem Informasi
Menurut Pratama (2014:10) “Sistem informasi merupakan gabungan dari empat bagian utama. Keempat bagian utama tersebut mencakup perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware), infrastruktur, dan sumber daya manusia (SDM) yang terlatih”. Keempat bagian utama ini saling berkaitan untuk menciptakan sebuah sistem yang dapat mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat. Didalam nya juga termasuk proses perencanaan, kontrol, koordinasi, dan pengambilan keputusan. Sehingga, sebagai sebuah sistem yang mengolah data menjadi informasi yang akan disajikan dan digunakan oleh pengguna, maka sistem informasi merupakan sebuah sistem informasi yang kompleks. Bukan hanya komputer saja yang bekerja (beserta software dan hardware didalamnya), namun juga manusia (dengan brainware yang dimiliki). Manusia (pengguna atau aktor) dalam hal ini menggunakan seluruh ide, pemikiran, perhitungan, untuk dituangkan ke dalam sistem informasi yang digunakan.
4. Komponen-Komponen pada Sistem Informasi
Komponen-komponen ini memiliki fungsi dan tugas masing-masing yang saling berkaitan satu sama lain. Komponen-komponen yang terdapat didalam semua jenis sistem informasi mencakup tujuh poin. Menurut Pratama (2014:11-14) yaitu:
1. Input (Masukan)
Komponen input ini berfungsi untuk menerima semua input (masukan) dari pengguna. Inputan yang diterima dalam bentuk data data ini berasal dari satu maupun beberapa sumber.
2. Output (Keluaran)
Komponen output berfungsi untuk menyajikan hasil akhir ke pengguna sistem informasi. Pada komponen output, informasi yang disajikan disesuaikan dengan data yang diinputkan dan fungsionalitas dari sistem informasi bersangkutan.
3. Software(Perangkat Lunak)
Komponen software (perangkat lunak) mencakup semua perangkat lunak yang digunakan didalam sistem informasi. Adanya komponen perangkat lunak ini akan membantu sistem informasi didalam menjalankan tugasnya dan untuk dapat dijalankan sebagaimana mestinya.
4. Hardware(Perangkat Keras)
Komponen hardware (perangkat keras) mencakup semua perangkat keras komputer yang digunakan secara fisik didalam sistem informasi, baik dikomputer server maupun di komputer client.
5. Database (Basis Data)
Komponen basis data berfungsi untuk menyimpan semua data dan informasi ke dalam satu atau beberapa tabel. Setiap tabel memiliki field masing- masing. Setiap tabel memiliki fungsi penyimpanan masing-masing, serta antar-tabel dapat juga terjadi relasi (hubungan).
6. Kontrol dan Prosedur
Komponen kontrol berfungsi untuk mencegah terjadinya beragam gangguan dan ancaman terhadap data dan informasi yang ada didalam sistem informasi, termasuk juga sistem informasi itu sendiri beserta fisiknya (dalam hal ini komputer server). Komponen prosedur mencakup semua prosedur dan aturan yang harus dilakukan dan wajib ditaati bersama, guna mencapai tujuan yang diinginkan.
7. Teknologi dan Jaringan Komputer
Teknologi dan jaringan komputer, memiliki peran penting untuk sebuah sistem informasi. Komponen teknologi mengatur software, hardware, database, control dan prosedur, input dan output, sehingga sistem dapat
berjalan dan terkendali dengan baik.
B. Object Oriented Program (Program Berbasis Objek)
Menurut Sukamto & Shalahuddin (2015:100) “Metodelogi berorientasi objek adalah suatu strategi pembangunan perangkat lunak yang mengorganisasikan perangkat lunak sebagai kumpulan objek yang berisi data dan operasi yang diberlakukan terhadapnya”. Metedologi berorientasi objek merupakan suatu cara bagaimana sistem perangkat lunak dibangun melalui pendekatan objek secara sistematis. Metodelogi berorientasi objek didasarkan pada penerapan prinsip-
prinsip pada pengolahan kompleksitas. Metode berorientasi objek meliputi rangkaian aktivitas analisis berorientasi objek, perancangan berorientasi objek, pemrograman berorientasi objek dan berorientasi objek.
Pada saat ini metode berorientasi objek banyak dipilih karena metodelogi lama banyak menimbulkan masalah seperti adanya kesulitan pada saat tahap transformasi hasil dari satu tahap pengembangan ke tahap berikutnya. Jenis aplikasi yang dikembangkan saat ini sangat beragam (aplikasi bisnis, real time, utility, dan sebaginya) dengan flatform yang berbeda-beda, sehingga menimbulkan tuntutan metodologi pengembangan yang dapat mengakomodasi kesemua jenis aplikasi tersebut.
C. Penjualan
Willay, dkk (2016) Merupakan aktivitas memperjualbelikan barang dan jasa kepada konsumen. aktivitas penjualan dalam perusahaan dilakukan baik secara tunai ataupun kredit. Penjualan (sales) adalah merupakan kegiatan yang berinteraksi langsung dengan konsumen untuk memperoleh pesanan atau penjualan langsung, termasuk kegiatan telemarketing, e-commerce, direct mail, dan on line.
D. Basis Data (Database)
Menurut Sukamto & Shalahuddin (2015:43) “Basis data adalah media untuk menyimpan data agar dapat diakses dengan mudah dan cepat”.
Menurut Enterprise (2017:2) “Basis data adalah kumpulan data yang terorganisasi secara rapi”.
Menurut Stephens dan Plew dalam Simarmata dan Paryudi (2010:1) dalam Isty & Afifah (2018) mengemukakan bahwa “Basis data adalah mekanisme yang digunakan untuk menyimpan informasi atau data”.
Menurut Sadeli (2013:10) dalam Isty & Afifah (2018) “MySQL adalah database yang menghubungkan script php menggunakan perintah query dan escaps character yang sama dengan PHP”. MySQL mempunyai tampilan client yang
mempermudah dalam mengakses database dengan kata sandi untuk mengijinkan proses yang bisa anda lakukan.
1. PhpMyAdmin
Isty & Afifah (2018) “PhpMyadmin adalah sebuah software yang berbentuk seperti halaman situs yang terdapat pada web server”.
2. XAMPP
Menurut Riyanto (2014:42) dalam Isty & Afifah (2018) “XAMPP merupakan paket web server berbasis open source yang dapat dipasang pada beberapa sistem operasi yang ada (Windows, Linux, dan Mac OS)”.
E. Bahasa Pemograman
Menurut Kadir (2014:192) Telah diketahui bahwa “Program adalah sekumpulan intruksi yang digunakan untuk mengatur perangkat keras komputer agar melaksanakan tindakan tertentu”. Kegiatan yang berkaitan dengan penulisan program bisa disebut pemrograman.
Seperti halnya manusia yang menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, komputer juga memiliki bahasa tersendiri. Supaya manusia dapat berkomunikasi dengan komputer, pemrogram perlu menuliskan program dalam bahasa yang bisa dimengerti oleh komputer bahasa inilah yang disebut dengan bahasa pemrograman atau bahasa komputer. Bahasa pemrograman terdiri atas sekumpulan instruksi yang
ditujukan agar orang bisa menuangkan perintah yang nantinya adakan dijalankan oleh komputer.
Bahasa pemrograman yang digunakan oleh penulis dalam merancang program, yaitu Pemrograman Visual Basic Net. Pemrograman Visual Basic Net Menurut Winarno, dkk (2013:141) “Pemrograman Visual Basic Net adalah bahasa pemrograman terpopuler, ini merupakann pemrograman yang berjalan di atas platform NET Framwork”. Karena ini disetiap kali pemrograman VB.NET ini merilis versi barunya, tentu saja akan diikuti atau berbarengan dengan perkembangan Net Framework terbaru.
F. Model Pengembangan perangkat Lunak
Menurut Sukamto & Shalahuddin (2015:28) menjelaskan bahwa “Pada awal pengembangan perangkat lunak, para pembuat program (programmer) langsung melakukan pengkodean perangkat lunak tanpa menggunakan prosedur atau tahapan pengembangan perangkat lunak”. Dan ditemuilah kendala-kendala seiring dengan perkembangan skala sistem-sistem perangkat yang semakin besar.
Dalam perancangan aplikasi pada Tugas Akhir ini penulis menggunakan SDLC model Waterfall. Menurut Sukamto & Shalahuddin (2015:28) menjelaskan bahwa “Model SDLC air terjun (water fall) sering juga disebut model sekuensial linier (sequential linear) atau alur hidup klasik (classic life cycle)”. Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengodean, pengujian dan tahap pendukung (support).
Berikut ini adalah gambar model air terjun ;
Sumber: Sukamto & Shalahuddin (2015:29)
Gambar II.1. Diagram Model Air Terjun
a. Analisis kebutuhan perangkat lunak
Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan.
b. Desain
Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan prosedur pengodean. Tahap ini mentranslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan ke representasi desain agar dapat diimplementasikan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu didokumentasikan.
c. Pembuatan kode program
Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.
d. Pengujian
Pengujian fokus pada perangkat lunak secara segi lojik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.
e. Pendukung (support) atau pemeliharaan (maintenance)
Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirimkan ke user. Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung atau pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari tahap analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak baru.
2.2. Peralatan Pendukung
A. ERD (Entity Relationship Diagram)
Menurut Sukamto & Shalahuddin (2015:53) “Entity Relationship Diagram atau ERD merupakan bentuk paling awal dalam melakukan perancangan basis data relasional”. Jika menggunakan OODBMS atau Object-Oriented Database Manajemen System maka perancangan ERD tidak perlu dilakukan.
“Entity Relationship Diagram atau ERD adalah diagram yang menggambarkan keterkaitan antar tabel beserta dengan field-field di dalam nya
pada suatu database sistem”. Sebuah database memuat minimal sebuah tabel dengan sebuah atau beberapa buah field (kolom) didalamnya. Namun pada kenyataannya, database lebih sering memiliki lebih dari satu buah tabel (dengan beberapa field di dalamnya). Setiap tabel umumnya memiliki keterkaitan hubungan.
Keterkaitan antartabel ini biasa disebut dengan relasi. Terdapat tiga buah jenis relasi antar tabel didalam bagan ERD. Menurut Pratama (2014:49) Ketiga relasi tersebut yaitu:
1. One to One (Satu ke Satu)
Relasi ini menggambarkan hubungan satu field pada tabel pertama satu field pada tabel kedua. Relasi ini paling sederhana. Sebagai contoh, pada sistem informasi perpustakaan terdapat tabel Buku (dengan field Kode_Buku, Kode_Kategori, Kode_Penulis, Nama_Penulis, Judul, Penerbit) dan tabel Kategori (Kode_kategori, Nama_Kategori, Alamat). Field Kode_Kategori memiliki keterkaitan (relasi) satu ke satu pada tabel Buku dan tabel Kategori.
2. One to Many (Satu ke Banyak)
Relasi ini menggambarkan hubungan satu field pada tabel pertama kedua atau beberapa buah field ditabel ke dua.
3. Many to Many (Banyak ke Banyak)
Sebagai contoh, sebuah sistem informasi sekolah memiliki pengguna guru dan siswa didalamnya. Sistem informasi ini milik sebuah database bernama sisfosekolah, dengan tiga buah tabel didalamnya. Ketiga tabel tersebut adalah tabel Guru (membuat field NIP, Nama_Guru, Jabatan, Pangkat_Golongan, Alamat), tabel Mata Pelajaran (memuat field
Kode_Mata_Pelajaran, Nama_Mata_Pelajaran), dan tabel Mengajar (memuat field NIP, Kode_Mata_Pelajaran, Kelas).
B. LRS (Logical Record Structure)
Menurut Tabrani (2014) “Logical Record Structure dibentuk dengan nomor dari tipe record. Beberapa tipe record digambarkan oleh kotak empat persegi panjang dan dengan nama yang unik”. Perbedaan LRS dengan E-R diagram adalah nama tipe record berada diluar kotak field tipe record ditempatkan. Logical Record Structure terdiri dari link-link diantara tipe record. Link ini menunjukkan arah dari
satu tipe record lainnya.Banyak link dari LRS yang diberi tanda field-field yang kelihatan pada kedua link tipe record. Penggambaran LRS mulai dengan menggunakan model yang dimengerti. Dua metode yang dapat digunakan, dimulai dengan hubungan kedua model yang dapat dikonverensikan ke LRS, metode yang lain dimulai dengan ER-diagram dan langsung dikonversikan ke LRS
Menurut Efendi (2015) Memperhatikan bagaimana langkah langkah diagram E-R usulan dirubah ke bentuk LRS. Dalam kaitannya dengan transformasi dari diagram E-R ke LRS, perubahan yang terjadi mengikuti aturan aturan berikut:
1. Setiap entitas akan diubah ke bentuk sebuah kotak dengan nama entitas berada di dalam kata.
2. Sebuah relasi kadang disatukan dengan sebuah kotak bersama entitas kadang dipisah dalam kotak tersendiri.
Aturan di atas berlaku sangat dipengaruhi oleh elemen yang menjadi titik perhatian utama pada langkah transformasi, yaitu pada cardinality (tingkat hubungan).
Cardinality antar entitas (1:1, 1:M, M:N) sangat mempengaruhi bagaimana transformasi harus dilakukan.
C. Pengenalan UML (Unified Modeling Language)
Menurut Sukamto & Shalahuddin (2015:133) “UML(Unified Modeling Language) adalah salah satu standar bahasa yang banyak digunakan di dunia
industri untuk mendefinisikan requirement, membuat analisis dan desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasi objek ”.
1. Activity Diagram (Diagram Aktivitas)
Menurut Sukamto & Shalahuddin (2015:161) ” Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan work flow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah
sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak”. Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktifitas yang dapat dilakukan oleh sistem.
Diagram aktivitas juga banyak digunakan untuk mendefinisikan hal-hal berikut :
a. Rancangan proses bisnis dimana setiap urutan aktivitas yang menggambarkan merupakan proses bisnis sistem yang didefinisi kan.
b. Urutan atau pengelompokan tampilan dari sistem / user interface dimana setiap aktivitas dianggap memiliki sebuah rancangan antarmuka tampilan.
c. Rancangan pengujian dimana setiap aktivitas dianggap memerlukan sebuah pengujian yang perlu didefinisikan kasus ujinya.
d. Rancangan menu yang ditampilkan pada perangkat lunak.
2. Use Case Diagram
Menurut Sukamto & Shalahuddin (2015:155) ” Use case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakukan (behavior) sistem informasi yang
akan dibuat”. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat. Secara kasar, use case digunakan untung mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi itu.
Syarat penamaan pada use case adalah nama didefinisikan sesimpel mungkin dan dapat dipahami. Ada dua hal utama pada use case yaitu pendefinisian apa yang disebuat aktor dan use case.
a. Aktor merupakan orang, proses atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun symbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang.
b. Use case merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor.
3. Class Diagram
Menurut Sukamto & Shalahuddin (2015:141) “Kelas diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem”. kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi:
a. atribut merupakan variabel-variabel yang dimiliki oleh suatu kelas.
b. operasi suatu metode adalah fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas.
Kelas-kelas yang ada pada struktur sistem harus dapat melakukan fungsi- fungsi sesuai dengan kebutuhan sistem sehingga pembuat perangkat lunak atau programmer dapat membuat kelas-kelas di dalam program perangkat lunak sesuai
dengan perancangan diagram kelas. susunan struktur kelas yang baik pada diagram kelas sebaiknya memiliki jenis-jenis kelas berikut:
a. kelas main
kelas yang memiliki fungsi awal dieksekusi ketika sistem dijalankan.
b. kelas yang menangani tampilan sistem (view)
kelas yang mendefinisikan dan mengatur tampilan ke pemakai.
c. kelas yang diambil dari pendefinisian use case (controller)
kelas yang menangani fungsi-fungsi yang harus ada diambil dari pendefinisian use case kelas ini biasanya disebut dengan kelas proses yang menangani proses bisnis pada perangkat lunak.
d. kelas yang diambil dari pendefinisian data (model)
kelas yang digunakan untuk memegang atau membungkus data menjadi sebuah kesatuan yang diambil maupun akan disimpan ke basis data. semua tabel yang dibuat di basis data bisa dapat dijadikan kelas, namun untuk tabel dari hasil relasi atau atribut multivalue pada ERD dapat dijadikan kelas tersendiri dapat juga tidak asalkan pengaksesannya dapat dipertanggungjawabkan atau tetap ada didalam perancangan kelas.